Setelah diberitahu oleh salah satu prajuritnya kalau High Priest Julian dan beberapa Priest yang berasal dari gereja Sancta Lux kota San Lucia sedang berada di depan gerbang kediamannya untuk nemuinya, Duke Louis pun langsung bergegas keluar dari ruangannya untuk pergi nemui High Priest Julian dan beberapa Priest itu. Tidak hanya Duke Louis saja yang ingin pergi untuk nemui reka, Duchess Arlet pun juga ikut.
"Apa yang sebenarnya terjadi, sayang ? Kenapa High Priest Julian ngetahui kalau Rid ada di kediaman ini ?," tanya Duchess Arlet sambil berjalan ngikuti Duke Louis yang ada di depannya.
"Entahlah, tetapi sepertinya apa yang dikatakan oleh Rid sebelumnya adalah benar. Kemungkinan yang mberitahukan tentang informasi kalau Rid ada di kediaman ini adalah salah satu pelayan atau prajurit kita," ucap Duke Louis.
"Siapa kira-kira yang mberitahukan informasi tentang Rid yang ada di kediaman ini ?," tanya Duchess Arlet.
"Dari pendapat yang Rid sampaikan sebelumnya, kemungkinan yang mberitahukan tentang informasi ini adalah pelayan atau prajurit yang miliki masalah keuangan. reka njual informasi tentang Rid yang ada di kediaman ini untuk ndapatkan uang. Tetapi kemungkinan ini hanya berlaku kalau mang prajurit atau pelayan kita lah yang mberitahukan tentang informasi ini,"
"Aku akan ncoba nyelidikinya nanti. Aku akan nyelidiki dan ncari tahu apakah ada pelayan atau prajurit kita yang miliki masalah keuangan. Jika iya, maka reka patut untuk dicurigai sebagai orang yang mberitahukan tentang informasi ini kepada pihak luar. Aku pun kemudian akan ncoba untuk nginterogasi reka. Namun apabila yang mberitahukan informasi itu bukanlah pelayan atau prajurit kita, maka sepertinya yang mberitahukan informasi itu adalah pihak luar yang belum diketahui," ucap Duke Louis.
Duchess Arlet pun terdiam setelah ndengar perkataan Duke Louis. Duchess Arlet terdiam sambil mikirkan sesuatu.
"Jika bukan pelayan atau prajurit kita yang mberitahukan tentang informasi itu, maka yang mberitahukan tentang informasi itu adalah pihak luar. Sepertinya tidak ada pihak luar yang ngetahui tentang Rid yang ada di kediaman ini. Kami mang mberitahu beberapa orang yang berada di luar kediaman ini tentang Rid yang berada di kediaman ini. Salah satu orang-orang itu adalah Yang Mulia Ratu. Tetapi reka adalah orang yang kami percaya, kami tidak yakin kalau salah satu dari reka lah yang mberitahukan tentang informasi ini. Selain reka, tidak ada pihak luar lainnya yang tahu tentang Rid yang ada di kediaman ini,"
"Tunggu sebentar. Jika diingat-ingat, kemarin ketika Rid nyembuhkan Gretta dan Nadine di gereja Sancta Lux, ada seorang biarawati yang lihat Rid sedang nyembuhkan reka berdua. Apa biarawati itu yang mberitahu kepada High Priest Julian kalau Rid saat ini ada di kediaman kami ? Tetapi kami sama sekali tidak mbicarakan tentang Rid yang akan tinggal di kediaman kami kepada biarawati itu. Jadi seharusnya biarawati itu tidak tahu kalau Rid ada di kediaman kami. Kecuali biarawati itu berasumsi kalau Rid kemungkinan akan tinggal bersama kami setelah lihat Rid yang datang ke gereja Sancta Lux bersama dengan aku, suamiku dan juga Irene. Jika biarawati itu berasumsi seperti itu dan laporkannya kepada High Priest Julian, maka sudah jelas kalau biarawati itulah yang mberitahu informasi tentang Rid yang ada di kediaman ini,"
"Padahal sebelumnya aku sudah mberinya peringatan untuk tidak mberitahu tentang Rid, tetapi dia tetap mberitahunya. Sepertinya peringatan yang aku berikan sebelumnya kepadanya hanya dianggap sebagai gertakan saja. Kelihatannya biarawati itu ingin ncari masalah denganku," pikir Duchess Arlet.
Duchess Arlet terlihat marah saat mikirkan tentang itu. Lalu setelah Duchess Arlet mikirkan tentang itu, Duke Louis tiba-tiba mulai berbicara kembali.
"Sekarang, daripada mikirkan tentang siapa yang mberitahu informasi tentang Rid yang ada di kediaman ini, ada suatu hal penting yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Kita harus mbuat alasan dan penjelasan agar High Priest Julian percaya kalau Rid tidak ada di kediaman ini. Dengan begitu, beliau pastinya tidak akan datang ke kediaman ini lagi," ucap Duke Louis.
"Iya, kamu benar," ucap Duchess Arlet.
Setelah itu, Duke Louis dan Duchess Arlet terus lanjutkan langkah reka untuk pergi ke gerbang depan kediaman reka.
-
Beberapa nit kemudian, Duke Louis dan Duchess Arlet pun telah sampai di gerbang depan kediaman reka. Di depan gerbang kediaman reka itu, terlihat ada High Priest Julian dan beberapa Priest gereja Sancta Lux yang sedang nunggu kedatangan Duke Louis sambil berdiri. Setelah Duke Louis dan Duchess Arlet sampai di gerbang itu, beberapa prajurit yang berjaga di gerbang itu langsung mbukakan gerbang itu agar Duke Louis dan Duchess Arlet dapat nemui High Priest Julian yang berada di depan gerbang. Setelah gerbang itu terbuka, Duke Louis dan Duchess Arlet pun langsung nghampiri High Priest Julian dan beberapa Priest itu.
"Maaf telah mbuat anda nunggu lama, tuan Julian. Saya rasa tidak enak mbuat kalian semua nunggu sambil berdiri di depan gerbang kediaman saya," ucap Duke Louis.
"Tidak apa-apa, tuan Duke. Ini salah saya karena saya datang ke kediaman anda secara tiba-tiba tanpa mbuat janji terlebih dahulu. Karena itu, saya tidak keberatan apabila harus nunggu di depan gerbang kediaman anda. Daripada itu, saya berterima kasih karena anda dan nona Duchess bersedia untuk nemui saya, padahal saya datang ke kediaman anda secara tiba-tiba," ucap High Priest Julian.
"Anda tidak perlu berterima kasih, tuan Julian. Sudah njadi kewajiban bagi saya sebagai pemimpin di wilayah ini untuk nemui penduduk wilayah ini yang datang ke kediaman saya skipun penduduk wilayah ini datang secara tiba-tiba," ucap Duke Louis.
Sentara itu, disaat Duke Louis dan High Priest Julian sedang berbicara, Duchess Arlet terlihat sedang mperhatikan beberapa Priest yang ikut datang ke kediaman reka untuk nemani High Priest Julian. Di antara beberapa Priest itu, ada biarawati yang sebelumnya lihat Rid yang sedang nyembuhkan senior Nadine dan senior Gretta. Duchess Arlet lalu lihat ke arah biarawati itu dengan tatapan yang terlihat marah. Biarawati yang sedang dilihat oleh Duchess Arlet itu kebetulan juga sedang lihat ke arah Duchess Arlet. skipun dilihat dengan tatapan marah oleh Duchess Arlet, biarawati itu tidak terlihat takut ataupun terkejut. Biarawati itu lihat ke arah Duchess Arlet dengan ekspresi yang datar.
"Ngomong-ngomong, tuan Julian, ada urusan apa anda datang ke kediaman kami ?," tanya Duke Louis.
"Saya yakin kalau saya sudah mberitahukan alasan saya datang kemari kepada prajurit yang nyampaikan pesan kepada anda. Apa prajurit itu tidak nyampaikan tentang alasan saya datang kemari ? Kalau begitu, izinkan saya mberitahukan lagi tentang alasan saya datang kemari. Alasan saya datang kemari karena saya ndapatkan informasi tentang Rid Archie yang saat ini sedang berada di kediaman anda. Seperti yang anda ketahui, dalam surat kabar yang terbit hari ini, diberitakan kalau Rid Archie miliki kemampuan sihir penyembuhan yang hebat. Bahkan kemampuan sihir penyembuhannya itu lebih hebat daripada sihir penyembuhan yang dimiliki oleh sebagian besar Priest gereja Sancta Lux. Apalagi, Rid Archie miliki sihir penyembuhan yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh sihir kegelapan dimana tidak semua Priest miliki kemampuan sihir penyembuhan itu. Hanya beberapa Priest yang ada di Holy Kingdom saja yang miliki sihir penyembuhan seperti sihir penyembuhan Rid Archie,"
"Oleh karena itu, dengan kemampuan sihir penyembuhannya itu, pihak gereja Sancta Lux kerajaan San Fulgen berniat untuk rekrut Rid Archie untuk njadi salah satu Priest. Jadi alasan saya datang kemari adalah untuk nemui Rid Archie yang ada di dalam kediaman anda lalu rekrutnya," ucap High Priest Julian.
Duke Louis pun terdiam setelah ndengar perkataan High Priest Julian. Namun, tidak lama kemudian Duke Louis mulai berbicara kembali.
"Saya tidak tahu darimana anda ndapatkan informasi itu, tetapi ada kesalahan pada informasi yang anda dapatkan itu. Rid Archie tidak ada di kediaman saya. Jika anda tidak percaya, saya izinkan anda untuk riksa dan ngecek keseluruh kediaman saya, tuan Julian," ucap Duke Louis.
High Priest Julian pun terdiam setelah ndengar perkataan Duke Louis. Tidak lama kemudian, dia tiba-tiba mulai gangi dagunya dengan tangan kanannya dan kembali berbicara.
"Ini aneh. Saya yakin kalau informasi yang saya dapatkan adalah informasi yang terpercaya, tetapi anda sebagai pemilik kediaman ini bilang kalau Rid Archie tidak ada di kediaman ini," ucap High Priest Julian.
"Iya, Rid Archie benar-benar tidak ada di kediaman saya. Sesuai yang saya katakan sebelumnya, anda bisa masuk ke dalam kediaman saya untuk riksanya sendiri jika anda tidak percaya dengan perkataan saya," ucap Duke Louis.
"Tidak, tidak perlu, tuan Duke. Saya percaya dengan perkataan anda. Lagipula saya rasa tidak enak apabila saya ngecek dan riksa kediaman anda disaat anda sedang miliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika saya ngecek dan riksa kediaman anda, anda pastinya akan nemani saya untuk riksa kediaman anda dan itu akan mbuat anda nunda pekerjaan yang sedang anda kerjakan. Jadi, saya tidak akan riksa kediaman anda, tuan Duke. Saya percaya dengan perkataan anda," ucap High Priest Julian sambil tersenyum.
Duke Louis pun terdiam sambil lihat High Priest Julian yang tersenyum.
"Sepertinya informasi yang saya dapatkan adalah sebuah informasi yang salah. Saya minta maaf karena telah ngganggu waktu anda, tuan Duke. Kalau begitu, saya izin pamit untuk kembali ke gereja kami dulu, tuan Duke dan juga nona Duchess," ucap High Priest Julian.
"Iya, silahkan, tuan Julian," ucap Duke Louis.
Setelah itu, High Priest Julian pun berbalik dan dia langsung berjalan ninggalkan gerbang kediaman Duke Louis.
"Kalian semua, ayo kita segera kembali," ucap High Priest Julian kepada beberapa Priest yang nemaninya.
"Baik, tuan," ucap para Priest itu.
Para Priest itu pun juga berbalik dan reka langsung berjalan pergi ngikuti High Priest Julian yang sedang berjalan di depan reka. Sentara itu, Duke Louis dan Duchess Arlet terus lihat High Priest Julian dan para Priest yang sedang berjalan pergi ninggalkan gerbang kediaman reka.
"reka pun akhirnya pergi. Tetapi skipun reka sudah pergi, aku rasa kalau ini semua belum lah berakhir, sayang. Apalagi setelah High Priest Julian bilang kalau beliau percaya dengan kebohongan yang kamu katakan. Aku tidak yakin kalau beliau beneran percaya dengan perkataanmu tadi," ucap Duchess Arlet.
"Ya, aku juga tidak yakin kalau beliau benar-benar mpercayainya. Padahal aku sudah ngizinkan beliau untuk riksa seluruh kediaman ini apabila beliau tidak percaya, tetapi aku tidak nyangka kalau beliau percaya begitu saja dengan perkataanku tanpa harus riksa seluruh kediaman ini. Ini benar-benar janggal. Kita harus tetap waspada karena sepertinya High Priest Julian sedang rencanakan sesuatu yang lain," ucap Duke Louis.
"Iya," ucap Duchess Arlet.
-
Sekitar 30 nit kemudian, di sebuah ruangan yang ada di kediaman Duke Louis.
Terlihat Duke Louis dan Duchess Arlet sedang berbicara dengan seseorang dengan nggunakan kristal komunikasi.
"Itu saja laporan dari saya, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.
Ternyata orang yang sedang berbicara dengan Duke Louis dan Duchess Arlet lewat kristal komunikasi adalah Ratu Kayana.
"Hmmm, jadi High Priest Julian yang rupakan High Priest gereja Sancta Lux yang ada di kota San Lucia datang ke kediaman anda untuk nemui Rid. Aku tidak nyangka kalau ada yang mberitahu informasi tentang Rid yang ada di kediaman anda," ucap Ratu Kayana.
"Saya sendiri juga tidak nyangkanya, Yang Mulia Ratu. Sepertinya yang mberitahukan tentang formasi ini adalah salah satu dari pelayan atau prajurit milik saya. Saya akan nyelidikinya nanti," ucap Duke Louis.
"Baiklah. Tetaplah waspada, tuan Louis, nona Arlet. skipun kali ini kalian berhasil mbuat High Priest itu pergi, ada kemungkinan kalau High Priest itu akan datang lagi. Atau bisa juga High Priest itu sedang mikirkan tentang rencana lain untuk ndapatkan Rid Archie yang ada di kediaman anda. Kalian mang berhasil mbuatnya pergi dengan ngatakan kebohongan tentang Rid yang tidak ada di kediaman anda. Tetapi aku yakin kalau High Priest itu sebenarnya tidak percaya dengan perkataan anda. Mungkin yang dilakukan High Priest itu dengan berkata kalau dia percaya dengan perkataan kalian adalah untuk mbuat kalian lengah. Jadi sebaiknya kalian tetaplah waspada," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu. Tidak hanya Yang Mulia Ratu saja yang berpikir begitu, kami pun juga berpikir kalau ada yang janggal setelah lihat High Priest Julian percaya begitu saja dengan perkataan saya. Jadi ke depannya kami akan tetap waspada," ucap Duke Louis.
"Baguslah. Ngomong-ngomong, saat anda ngatakan kalau Rid tidak ada di kediaman anda, anda bahkan ngizinkan High Priest itu untuk riksa ke dalam kediaman anda apabila High Priest itu tidak percaya dengan perkataan anda. Apa sebelum anda nemui High Priest itu, anda telah nyembunyikan Rid terlebih dahulu ? Makanya anda dengan berani ngizinkan High Priest itu untuk riksa kediaman anda apabila High Priest itu tidak percaya dengan perkataan anda," ucap Ratu Kayana.
"Tidak, Yang Mulia Ratu. Saya tidak nyembunyikan Rid terlebih dahulu sebelum nemui High Priest Julian. Sebelum High Priest Julian datang ke kediaman saya, Rid sudah lebih dulu pergi ninggalkan kediaman saya," ucap Duke Louis.
"Rid pergi ninggalkan kediaman anda ?! Kemana perginya Rid ?!," tanya Ratu Kayana.
Suara Ratu Kayana terdengar seperti orang yang terkejut.
"Rid pergi ke bagian utara kota San Lucia. Tempat itu rupakan alam liar yang rupakan tempat tinggal beberapa hewan buas dan juga monster sehingga mbuat tempat itu jarang atau tidak pernah didatangi oleh orang-orang di sekitar tempat itu. Tempat itu juga rupakan tempat berlangsungnya ujian bagi murid tahun keempat sebelumnya. Alasan Rid datang ke tempat itu adalah karena dia ingin berlatih di tempat itu. Rid bilang kalau tempat itu cocok sebagai tempat latihan rahasia untuknya karena tidak adanya orang yang datang ke tempat itu,"
"Rid sebelumnya bilang kalau dia mbutuhkan tempat latihan rahasia untuk latih beberapa sihir dan teknik rahasia miliknya. Sayangnya di kediaman kami tidak miliki tempat latihan rahasia, karena tempat latihan di kediaman kami rupakan tempat latihan terbuka yang siapapun bisa berlatih ataupun nonton orang yang berlatih di tempat latihan itu. Jika Rid berlatih di tempat latihan kami, maka Rid tidak bisa latih sihir dan teknik rahasia miliknya karena akan ada orang lain yang lihatnya yang sedang berlatih. Maka dari itu Rid mutuskan untuk njadikan tempat yang berada di utara kota San Lucia itu sebagai tempat latihan rahasia," ucap Duke Louis.
"Hmmm begitu ya. Tetapi apakah kalian berdua tidak khawatir dengan mbiarkan Rid pergi sendiri ke tempat latihan itu ?," tanya Ratu Kayana.
"Awalnya kami khawatir dan larang Rid untuk pergi ke tempat itu, Yang Mulia Ratu. Tetapi apabila kami larang Rid, ada kemungkinan kalau Rid akan pergi diam-diam ke tempat itu. Maka dari itu, kami pun ngizinkan Rid untuk pergi ke tempat itu,"
"Rid mang pergi ke tempat itu seorang diri, tetapi dia pergi ke tempat itu dengan ngenakan jubah yang mbuatnya tidak dikenali oleh orang-orang yang lihatnya. Jadi kami tidak terlalu khawatir dengan Rid. Lagipula, Rid adalah orang yang ngalahkan tuan Remy, sedangkan kami berdua saja tidak dapat ngalahkan tuan Remy. Itu berarti secara tidak langsung Rid adalah orang yang lebih kuat dari kami berdua. Saya pikir terlalu khawatir kepadanya itu adalah sebuah tindakan yang berlebihan," ucap Duke Louis.
"Hmmmm, yah anda ada benarnya juga. Rid mang rupakan orang yang kuat, terlalu khawatir kepadanya mungkin akan mbuatnya risih. Tetapi bukan berarti kalian jadi tidak khawatir dengannya skipun Rid adalah orang yang kuat," ucap Ratu Kayana.
"Tenang saja, Yang Mulia Ratu. Kami tetap rasa khawatir dengan Rid, tetapi kami mutuskan untuk tidak terlalu khawatir kepadanya yang mana nantinya akan mbuatnya dirinya njadi risih. Bukti kami masih khawatir kepadanya adalah dengan berusaha untuk terus njauhkan pihak gereja Sancta Lux agar tidak nemui atau berkontak dengan Rid," ucap Duke Louis.
"Baguslah kalau begitu. Setelah ndengar penjelasan kalian, aku tidak akan mpermasalahkan Rid yang berlatih di luar kediaman kalian. Biarkanlah Rid terus berlatih di tempat itu," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.
"Baiklah. Ngomong-ngomong, selain laporan tentang Rid dan pihak gereja Sancta Lux, apa ada hal lain yang mau anda sampaikan, tuan Louis ?," tanya Ratu Kayana.
"Tidak ada, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.
"Bagaimana dengan anda, nona Arlet ?," tanya Ratu Kayana.
"Saya juga tidak ada, Yang Mulia Ratu," ucap Duchess Arlet.
"Begitu ya. Kalau begitu mari kita akhiri pembicaraan kali ini. .....Ah tunggu sebentar, aku lupa untuk ngingatkan tentang ini kepada kalian berdua," ucap Ratu Kayana.
"ngingatkan tentang apa, Yang Mulia Ratu ? Apa mungkin tentang ’prosesi pemakaman’ besok ?," tanya Duke Louis.
"Iya. Aku ngingatkan kalian untuk jangan lupa datang ke White Palace esok hari untuk nghadiri prosesi pemakaman suamiku, nona Harriet, nona Claret, nona Arnett dan bangsawan-bangsawan lainnya yang telah dirubah njadi iblis oleh tuan Remy," ucap Ratu Kayana.
-
Sentara itu, di sebuah kapal yang sedang berlayar di sebuah lautan.
Di dalam salah satu ruangan atau kamar yang ada di kapal itu, terlihat ada seorang wanita yang berparas cantik yang sedang duduk di pinggir tempat tidur yang ada di ruangan itu. Wanita itu duduk sambil mbaca sebuah buku. Wanita itu terlihat seperti manusia, tetapi wanita itu miliki telinga yang berbentuk nyerupai seperti sirip ikan. Jari-jari tangan pada kedua tangan wanita itu pun juga miliki selaput yang mirip dengan selaput pada kaki katak. ski tubuh wanita itu terlihat seperti manusia, tetapi dengan ciri-ciri pada telinga dan jari-jari tangannya itu, sudah jelas kalau wanita itu bukan berasal dari ras Manusia.
Lalu, ketika wanita itu sedang asik mbaca buku itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pada pintu ruangan tempat dia berada.
*Tok *Tok *Tok
Wanita itu pun langsung berbicara setelah ndengar suara ketukan itu.
"Ada apa ?," tanya wanita itu.
"Mohon maaf telah ngganggu waktu anda, nona. Saya kesini untuk mberitahu kalau tidak lama lagi, kapal ini akan segera berlabuh di kerajaan San Fulgen," ucap orang yang ngetuk pintu itu.
Suara dari orang yang ngetuk pintu itu terdengar seperti suara wanita.
"Begitu ya. Terima kasih karena telah mberitahuku, Remia," ucap wanita itu.
Orang yang ngetuk pintu ruangan wanita itu bernama Remia.
"Sama-sama, nona. Kalau begitu, saya izin pamit untuk kembali ke tempat saya, nona Laviena," ucap Remia.
Dan wanita yang berada di dalam ruangan itu bernama Laviena.
"Iya," ucap nona Laviena.
Setelah itu, terdengar suara langkah kaki yang njauh dari pintu ruangan nona Laviena. Itu berarti Remia telah pergi dari depan pintu ruangan nona Laviena. Setelah Remia pergi, nona Laviena yang sebelumnya sedang mbaca buku, kini langsung nutup buku itu dengan kedua tangannya.
"Waktu bersantai sudah selesai. Sekarang waktunya untuk njalankan tugas yang diberikan oleh nona Maiden," ucap nona Laviena.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)