"Tetapi jika reka berlaku kebalikannya, maka laki-laki itu pastinya akan dilenyapkan oleh reka," ucap biarawati itu.
Senior Nadine dan senior Gretta kembali terkejut setelah ndengar perkataan biarawati itu. Irene juga terlihat sedikit terkejut, sentara aku dan Duchess Arlet tidak nampilkan ekspresi terkejut sama sekali.
"Jika para ’High Priest’ itu milih rekrut seseorang yang mpunyai kemampuan sihir penyembuhan yang lebih baik dari kebanyakan Priest, apa orang yang mpunyai kemampuan sihir penyembuhan itu miliki hak untuk nolaknya ?," tanya Duchess Arlet.
"Tidak, jika orang itu direkrut oleh para ’High Priest’, pilihannya hanya satu yaitu nerima tawaran perekrutan yang diberikan oleh para ’High Priest’. Orang yang miliki kemampuan sihir penyembuhan yang lebih baik dari para Priest tentu saja akan dianggap sebagai aset berharga bagi gereja Sancta Lux. Pihak gereja yang diwakili oleh ’High Priest’ tentu saja tidak akan mbiarkan begitu saja. reka pasti akan terus berusaha untuk ndapatkan orang itu, bahkan ski harus dengan cara paksa,"
"Namun, jika orang itu terus nolak tawaran yang diberikan oleh para ’High Priest’, maka orang itu pastinya akan langsung dilenyapkan oleh reka. Orang yang miliki sihir penyembuhan yang lebih baik dari kebanyakan Priest tidak boleh dibiarkan bebas begitu saja kecuali orang itu sudah bergabung dengan gereja Sancta Lux. Orang itu juga pastinya akan dianggap sebagai penghalang atau gangguan bagi para Priest, seperti yang saya bilang sebelumnya. Jadi orang itu harus dilenyapkan agar tidak nghalangi atau ngganggu pekerjaan para Priest," ucap biarawati itu.
"Hmmmm begitu ya. Aku tidak nyangka kalau para Priest yang aku pikir rupakan orang suci, dengan santainya bilang seperti itu. Aku juga tidak nyangka kalau ternyata gereja Sancta Lux suka lakukan perbuatan seperti itu, maksa orang-orang untuk bergabung dengan reka atau lenyapkan reka yang nolak untuk bergabung,"
"Sekarang aku jadi tau sisi gelap dari gereja Sancta Lux. Kalian berperilaku sebagai Priest di depan umum, tetapi di belakang layar, kalian berperilaku bukan seperti Priest yang biasanya. Aku jadi paham kenapa Priest sepertimu bisa nggunakan ~Stealth Magic~. Kamu saat di belakang layar bertindak sebagai eksekutor untuk lenyapkan orang-orang yang dianggap nghalangi atau ngganggu pekerjaan para Priest kan ? Dengan ~Stealth Magic~ mu itu, tentu saja kamu dapat mbunuh orang-orang yang ngganggu itu dengan mudah," ucap Duchess Arlet.
Biarawati itu pun terdiam setelah ndengar perkataan Duchess Arlet. skipun biarawati itu sedang terdiam, raut wajahnya tidak nunjukan ekspresi terkejut ataupun panik. lihat biarawati itu yang terus terdiam, senior Gretta pun kembali ngacungkan pedang miliknya ke biarawati itu.
"Kenapa kamu hanya diam saja ? Apakah yang dikatakan oleh nona Duchess itu benar sehingga kamu langsung terdiam setelah ndengarnya ?," tanya senior Gretta.
Biarawati itu masih terdiam setelah ndengar perkataan senior Gretta. Namun tidak lama kemudian, wanita itu pun mulai berbicara kembali.
"Tidak, saya terdiam bukan karena perkataan nona Duchess benar. Saya terdiam karena saya tidak tahu harus respon apa. Sesuai yang dikatakan oleh nona Duchess tadi, berdasarkan penjelasan saya tadi tentu bisa dibilang kalau pihak gereja Sancta Lux mpunyai 2 sisi yang berbeda, yaitu sisi baik ketika berada di depan umum dan sisi buruk ketika berada di belakang layar. Tetapi saya bersumpah kalau saya bukanlah orang yang terlibat dalam pergerakan di balik layar yang dilakukan oleh gereja Sancta Lux. skipun saya bisa nggunakan ~Stealth Magic~, saya tidak pernah nggunakan kemampuan ini untuk mbunuh orang lain," ucap biarawati itu.
"Apa kamu pikir kamu bisa mbohongi kami semua ?," tanya senior Gretta.
"Saya serius, nona. Saya tidak pernah mbunuh orang lain, tolong percaya padaku. Nona Duchess juga, tolonglah percaya padaku," ucap biarawati itu.
Wajah biarawati itu terlihat seperti sedang mohon.
"Bagaimana ini, nona Duchess ?," tanya senior Gretta.
Duchess Arlet pun terdiam setelah ndengar pertanyaan senior Gretta. Namun tidak lama kemudian, Duchess Arlet pun mulai berbicara kembali.
"Baiklah, aku percaya kepadamu. Raut wajahmu dan caramu berbicara tidak seperti orang yang sedang berbohong," ucap Duchess Arlet.
"Terima kasih banyak, nona Duchess," ucap biarawati itu.
Biarawati itu terlihat lega setelah ndengar perkataan Duchess Arlet yang percaya padanya.
"Tetapi, skipun aku mpercayai kalau kamu tidak pernah mbunuh orang lain, bukan berarti aku akan lepaskanmu begitu saja. Apalagi kamu telah lihat Rid yang berhasil nyembuhkan Gretta dan Nadine. Jika kamu mau aku lepaskan, kamu harus berjanji dulu padaku," ucap Duchess Arlet.
"Saya tahu, nona Duchess. Tenang saja, saya tidak akan mberitahu ’High Priest’ Julian ataupun ’High Priest’ lainnya tentang laki-laki itu. Saya bersumpah kalau saya tidak akan mberitahu reka," ucap biarawati itu.
Duchess Arlet terdiam sejenak setelah ndengar perkataan biarawati itu. Namun tidak lama kemudian, Duchess Arlet pun mulai berbicara.
"Baiklah. Gretta turunkan pedangmu itu," ucap Duchess Arlet.
"Baiklah, nona Duchess," ucap senior Gretta.
Senior Gretta pun langsung nurunkan pedangnya yang sebelumnya diacungkan kepada biarawati itu.
"Karena kamu sudah bersumpah kalau kamu tidak akan mberitahu kepada para ’High Priest’ itu, kamu akan aku lepaskan kali ini. Tetapi jangan coba-coba untuk langgar sumpahmu itu," ucap Duchess Arlet sambil natap tajam ke arah biarawati itu.
"Anda tidak perlu khawatir, nona Duchess. Saya tidak akan langgar sumpah saya itu," ucap biarawati itu.
"Baiklah. Sekarang kamu boleh pergi," ucap Duchess Arlet.
"Baik. Terima kasih, nona Duchess," ucap biarawati itu.
Setelah itu, biarawati itu pun nurunkan kedua tangannya yang sebelumnya dia angkat sebagai tanda nyerah. Kemudian, biarawati itu pun mbungkukkan badannya ke arah kami.
"Kalau begitu, saya pergi dulu," ucap biarawati itu.
Biarawati itu lalu berjalan perlahan lewati kami untuk nuju pintu yang terhubung dengan bangunan gereja Sancta Lux, sentara kami terus lihat dan mperhatikan biarawati itu. Tidak lama kemudian, biarawati itu pun mbuka pintu itu dan masuk ke dalam. Setelah biarawati itu masuk ke dalam, senior Gretta lalu noleh ke arah Duchess Arlet dan ngatakan sesuatu kepadanya.
"Apa tidak apa-apa mbiarkannya pergi begitu saja, nona Duchess ?," tanya senior Gretta.
"Tidak apa-apa. Lagipula dia sudah bersumpah kalau dia tidak akan mberitahu tentang apa yang dia lihat di tempat ini," ucap Duchess Arlet.
"Tetapi tetap saja akan ada kemungkinan kalau dia itu berbohong. Dia mang bilang kalau dia bersumpah untuk tidak mberitahu tentang hal ini, namun pada akhirnya bisa saja dia tetap mberitahu tentang hal ini," ucap senior Gretta.
"Kita lihat saja apakah dia benar-benar jujur untuk tidak mberitahu tentang hal ini atau tidak. Mulai dari sekarang, Rid akan tinggal di kediamanku. Jika selama beberapa hari ke depan ada beberapa orang ncurigakan yang berkeliling dan berkeliaran di sekitar kediamanku, maka kemungkinan biarawati itu telah mberitahu tentang Rid kepada para ’High Priest’ itu. Tetapi jika tidak ada satupun orang ncurigakan yang berkeliling atau berkeliaran di kediamanku, maka bisa dipastikan kalau biarawati itu benar-benar tidak mberitahu tentang Rid,"
"Jika dia pada akhirnya tetap mberitahu tentang Rid, aku hanya perlu mberikan pelajaran saja untuknya. Bukan gereja Sancta Lux saja yang bisa bergerak di balik layar, para prajurit Duke San Lucia pun juga bisa lakukan itu," ucap Duchess Arlet.
Wajah Duchess Arlet terlihat serius ketika ngatakan itu.
"Begitu ya. Yah, saya harap wanita itu tetap gang janjinya untuk tidak mberitahu tentang Rid," ucap senior Gretta.
"Iya, aku pun juga begitu," ucap Duchess Arlett.
"Ngomong-ngomong, saya juga tidak akan mberitahu tentang sihir penyembuhan Rid kepada siapapun, nona Duchess. Saya telah berhutang budi kepadanya karena dia telah nyembuhkan luka di seluruh tubuh saya, jadi mana mungkin saya akan nyusahkannya dengan mberitahu tentang kemampuannya itu kepada orang lain," ucap senior Gretta.
"Saya juga tidak akan mberitahunya, nona," ucap senior Nadine.
"Aku percaya kepada kalian berdua. Sekarang, karena kalian berdua sudah disembuhkan, lebih baik kita segera kembali ke dalam gereja Sancta Lux," ucap Duchess Arlet.
"Baik, nona Duchess," ucap senior Gretta.
Senior Nadine tidak berbicara, namun dia ngangguk pertanda ngiyakan perkataan Duchess Arlet.
"Irene dan Rid juga, ayo kita kembali," ucap Duchess Arlet.
"Baik, ibunda," ucap Irene.
Sentara aku tidak nanggapi perkataan Duchess Arlet. Aku tidak nanggapi perkataan Duchess Arlet karena aku sejak tadi hanya terdiam. Aku terdiam sambil mikirkan tentang sesuatu. Duchess Arlet sepertinya sadar tentang aku yang sejak tadi hanya terdiam. Beliau pun mulai berbicara kepadaku.
"Ada apa, Rid ?," tanya Duchess Arlet.
skipun aku sedang diam sambil mikirkan sesuatu, aku masih dapat ndengar perkataan Duchess Arlet. Setelah beliau nanyakan itu, aku pun langsung nanggapinya.
"Tidak apa-apa, bibi Arlet. Aku cuma sedang kepikiran tentang sesuatu," ucapku.
"Kepikiran sesuatu ? Apa itu ?," tanya Duchess Arlet.
"Aku pikir sepertinya akan sia-sia saja ncoba ngancam biarawati itu agar tidak mberitahu tentang kemampuan sihir penyembuhanku. skipun biarawati itu tidak mberitahu kepada siapapun tentang sihir penyembuhanku, informasi tentang kemampuan sihir penyembuhanku akan tetap tersebar," ucapku.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu, Rid ?," tanya Duchess Arlet.
"Bibi Arlet tahu kan kalau aku telah nyembuhkan semua orang yang terluka di akademi ? Dari semua orang yang telah aku sembuhkan di akademi, apa nurut anda, tidak ada satupun yang akan nyebarkan tentang kemampuan sihir penyembuhanku ?," tanyaku.
Duchess Arlet terlihat sedikit terkejut setelah aku ngatakan itu.
"Kamu benar juga, aku baru nyadarinya. Aku terlalu fokus dengan biarawati yang kepergok sedang lihat kamu yang sedang nyembuhkan Nadine dan Gretta sampai aku lupa tentang fakta kalau kamu sebelumnya telah berhasil nyembuhkan semua orang di akademi," ucap Duchess Arlet.
Senior Nadine dan senior Gretta yang ndengar itu pun juga ikut terkejut.
"Rid telah nyembuhkan semua orang yang terluka di akademi ?!," ucap senior Nadine.
"Jika Rid telah nyembuhkan banyak orang di akademi, bukannya sia-sia saja bagi kita untuk nyembunyikan tentang kemampuan sihir penyembuhan Rid ? Orang-orang di akademi itu pastinya akan nyebarkan tentang informasi itu. Informasi itu akan terus tersebar dan mungkin akan tersebar ke seluruh kerajaan ini," ucap senior Gretta.
"Maka dari itu, aku berpikir kalau sia-sia saja untuk ngancam biarawati itu untuk tidak mberitahu tentang kemampuan sihir penyembuhanku kepada orang-orang yang disebut ’High Priest’ itu. Tanpa biarawati itu beritahu, para ’Hight Priest’ itu pastinya akan ndapatkan informasi dari informasi yang disebarkan oleh orang-orang di akademi yang telah aku sembuhkan," ucapku.
Duchess Arlet terdiam sejenak setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, beliau mulai berbicara kembali.
"Ini benar-benar repotkan," ucap Duchess Arlet.
"Maafkan aku, bibi Arlet. Ini semua adalah kesalahanku yang telah nyembuhkan semua orang di akademi," ucapku.
"Tidak, ini semua bukan salahmu. Kamu tidak lakukan kesalahan apapun karena kamu telah berbaik hati nyembuhkan orang-orang yang terluka di akademi. Jika kamu tidak segera nyembuhkan orang-orang yang terluka di akademi, mungkin jumlah orang yang tewas di akademi akan bertambah,"
"Bagiku, yang lakukan kesalahan adalah pihak Gereja Sancta Lux. Jika reka tidak monopoli segala sesuatu yang berhubungan dengan penyembuhan di kerajaan ini, situasi ini mungkin tidak akan njadi repotkan. Jika para ’High Priest’ itu sampai tahu tentang kemampuan sihir penyembuhanmu, reka pasti akan berusaha keras untuk ndapatkanmu skipun harus dengan cara paksa. Atau jika kamu terus nolak, seperti yang dikatakan oleh biarawati itu, kamu mungkin akan dibunuh dan dilenyapkan oleh reka,"
"Jujur saja, nghadapi reka akan sangat repotkan. Bahkan skipun dengan kuasaku atau dengan kuasa Yang Mulia Ratu, reka tidak akan berhenti untuk lakukan apa yang reka mau skipun sudah kami larang. Sebagai contoh, apabila aku sebagai Duchess di wilayah ini atau Yang Mulia Ratu sebagai Ratu di seluruh kerajaan ini rintahkan reka untuk tidak ndekatimu atau nyentuhmu, reka tidak akan nuruti perintah kita. reka pastinya akan tetap berusaha ndekatimu atau nyentuhmu. skipun beberapa gereja reka ada di kerajaan ini, reka tidak akan nuruti perkataan atau perintah dari pemimpin di kerajaan ini. Begitupun dengan kerajaan atau negara lainnya, skipun gereja reka ada disana, reka tidak akan nuruti atau matuhi pemimpin disana. reka hanya nuruti dan matuhi perintah dari atasan reka yang berada di Holy Kingdom. Apabila atasan reka di Holy Kingdom rintahkan reka untuk tidak nyentuh atau ndekatimu, barulah reka benar-benar tidak akan nyentuh atau ndekatimu," ucap Duchess Arlet.
Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.
"Holy Kingdom ya," pikirku.
"Selain itu, aku ataupun Yang Mulia Ratu sebagai pemimpin di kerajaan ini, tidak boleh seenaknya nyentuh atau nyerang gereja Sancta Lux yang ada di kerajaan ini. mang selama ini, pihak gereja Sancta Lux tidak lakukan hal-hal yang rugikan yang harus mbuat kami turun tangan untuk nyentuh ataupun nyerang reka. Tetapi untuk situasi saat ini atau ke depannya, apabila pihak gereja Sancta Lux mutuskan untuk ndekatimu, tentu saja kami tidak akan tinggal diam. Yang Mulia Ratu pun pastinya juga tidak akan tinggal diam saja lihat ’pahlawan’ yang telah nyelamatkan kerajaan ini didekati atau diganggu oleh gereja Sancta Lux. Yang Mulia Ratu mungkin tidak akan segan-segan untuk mperingatkan ataupun nyerang reka apabila reka mutuskan untuk lakukan sesuatu kepadamu,"
"Masalahnya, akan terjadi hal yang sangat repotkan apabila kita mutuskan untuk nyerang reka. Jika kita nyentuh atau nyerang reka, itu sama saja kita ncari masalah dengan Holy Kingdom. Skenario terburuk dari kita yang mutuskan untuk nyentuh dan nyerang reka adalah perbuatan yang kita lakukan itu mungkin akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap Holy Kingdom," ucap Duchess Arlet.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)