Font Size
15px

Setelah diberi penjelasan oleh Duchess Arlet tentang sihir penyembuhanku, senior Gretta dan senior Nadine pun tampak ngerti. Setelah itu, reka berdua pun langsung ngucapkan terima kasih kepadaku.

"Terima kasih karena telah nyembuhkan luka kami, Rid," ucap senior Gretta.

"Terima kasih, Rid," ucap senior Nadine.

"Sama-sama, senior Nadine, senior Gretta," ucapku.

Lalu, tepat setelah aku ngatakan itu, aku langsung noleh ke sebelah kananku. Di kananku, terdapat lorong yang cukup panjang dan di ujung lorong itu ada sebuah dinding yang mbuat lorong ini seperti sebuah jalan buntu. Tidak jauh dari sebelah kiriku pun, juga ada dinding yang mbuat lorong ini seperti sebuah jalan buntu. Lorong ini mang hanya untuk akses jalan dari gedung gereja Sancta Lux ke bangunan yang ada di sampingnya. Lorong ini tidak bisa dijadikan untuk akses keluar masuk dari gereja Sancta Lux ataupun dari bangunan di sebelahnya karena adanya dinding yang nutupi masing-masing ujung lorong ini.

Di dekat dinding yang berada di masing-masing ujung lorong, terdapat satu buah pintu. Aku saat ini berada di dekat salah satu ujung lorong dan pintu yang berada di dekat ujung lorong tempatku berada adalah pintu yang terhubung dengan bangunan gereja Sancta Lux. Sentara untuk pintu di ujung lorong satunya yang sedang aku lihat saat ini, adalah pintu yang terhubung dengan bangunan yang ada di samping gereja Sancta Lux. Di dekat pintu itu, aku rasakan adanya kehadiran seseorang.

"Aku rasakan adanya seseorang di ujung lorong itu, tetapi orang itu tidak dapat dilihat dengan nggunakan mata telanjang. Apa mungkin orang itu sedang nggunakan ~Stealth Magic~ ?," pikirku.

Disaat aku sedang lihat ke ujung lorong itu, senior Gretta tiba-tiba manggilku.

"Ada apa, Rid ? Kamu tiba-tiba noleh ke arah ujung lorong itu," ucap senior Gretta.

Sepertinya senior Gretta bingung ketika lihatku yang tiba-tiba noleh ke ujung lorong itu.

"Ada seseorang di ujung lorong itu, senior," ucapku.

"Seseorang ?," tanya senior Gretta yang terlihat bingung.

Senior Gretta kemudian juga noleh ke ujung lorong yang sedang aku lihat. Tidak lama setelah senior Gretta lihat ke ujung lorong itu, senior Gretta mulai berbicara kembali.

"Kamu benar, ada seseorang di ujung lorong itu. Aku bisa rasakannya," ucap senior Gretta.

Duchess Arlet, Irene dan senior Nadine pun juga ikut noleh ke ujung lorong itu. reka bertiga pun juga rasakan kalau ada seseorang di ujung lorong itu.

"Sepertinya ada yang nguping atau lihat apa yang kita lakukan disini," ucap Duchess Arlet.

"Tenang saja, nona Duchess. Saya akan nangkapnya," ucap senior Gretta.

Setelah itu, senior Gretta langsung lesat dengan cepat ke ujung lorong yang sedang kami lihat. Sentara itu, biarawati yang ada di ujung lorong terlihat terkejut begitu lihat senior Gretta yang sedang lesat ke arahnya.

"Apa ?! Kenapa dia datang kesini ?! Apa keberadaanku telah diketahui oleh reka ?!," pikir biarawati itu.

Setelah itu, biarawati itu pun ncoba larikan diri dari ujung lorong itu. Tetapi belum sempat biarawati itu larikan diri, senior Gretta telah lebih dulu nangkapnya. Senior Gretta lalu mojokkan biarawati itu ke dinding yang ada di ujung lorong. Kemudian, senior Gretta ngacungkan pedang miliknya ke tubuh biarawati itu.

"Tubuhmu mungkin tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi aku tetap bisa rasakan keberadaanmu. Apalagi sihirmu itu sama persis dengan yang biasanya aku gunakan, jadi aku tahu persis tentang kemampuan sihir itu. Sekarang katakan padaku, siapa kamu ?," tanya senior Gretta.

Biarawati yang saat ini sedang ditangkap oleh senior Gretta masih dalam kondisi tidak terlihat.

"Sial, aku tertangkap. Sepertinya dengan terpaksa aku harus nyerah," pikir biarawati itu.

Setelah itu, tubuh biarawati itu secara perlahan mulai terlihat. Tidak lama kemudian, seluruh tubuh biarawati itu pun mulai terlihat seluruhnya. Biarawati itu kini sedang ngangkat kedua tangannya ke atas pertanda nyerah.

"Aku nyerah. Aku hanya seorang biarawati di gereja ini, jadi tolong jangan bunuh aku," ucap biarawati itu.

"Biarawati ?," ucap senior Gretta yang sedikit terkejut.

Setelah itu, senior Gretta nurunkan pedangnya yang sebelumnya diacungkan ke biarawati itu.

"Seorang biarawati bisa nggunakan ~Stealth Magic~ ? Langka sekali," ucap Duchess Arlet yang sedang berjalan perlahan untuk nghampiri senior Gretta dan biarawati itu.

Tidak hanya Duchess Arlet saja yang nghampiri biarawati itu, aku, Irene dan senior Nadine juga ikut untuk nghampiri reka berdua. Tidak lama kemudian, kami semua pun kini telah berada di dekat biarawati yang masih ngangkat kedua tangannya itu.

"Ini pertama kalinya aku bertemu dengan biarawati yang bisa nggunakan ~Stealth Magic~ karena biasanya biarawati hanya bisa nggunakan sihir penyembuhan. mang ada beberapa dari reka yang bisa nggunakan sihir untuk nyerang atau bertahan, tetapi jumlah biarawati yang bisa nggunakan itu hanyalah sedikit. Namun baru kali ini aku bertemu dengan biarawati yang nggunakan sihir pengintaian. Kamu ini mang seorang biarawati atau seorang pembunuh yang nyamar sebagai seorang biarawati ?," tanya Duchess Arlet sambil terus lihat ke arah biarawati itu.

Biarawati itu terdiam sejenak. Namun tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara untuk nanggapi pertanyaan Duchess Arlet.

"Saya benar-benar rupakan seorang biarawati, nona Duchess. Jika anda tidak percaya, anda bisa bertanya kepada ’High Priest’ Julian," ucap biarawati itu.

Duchess Arlet pun terdiam sejenak setelah ndengar perkataan biarawati itu. Tidak lama kemudian, Duchess Arlet kembali berbicara.

"Baiklah, untuk sekarang aku akan mpercayainya. Sekarang beralih ke pertanyaan lain, kenapa kamu bisa ada disini ?," tanya Duchess Arlet.

"Saya awalnya berada di bangunan ini dan berniat untuk kembali ke gereja, nona Duchess. Namun ketika saya mbuka pintu dan tiba di lorong ini, saya lihat kalian semua yang berada di dekat pintu yang terhubung dengan gereja. Saya penasaran dengan apa yang kalian lakukan, maka dari itu saya nggunakan ~Stealth Magic~ milik saya agar bisa lihat apa yang kalian lakukan tanpa ketahuan oleh kalian. Tetapi siapa sangka, ternyata saya tetap ketahuan oleh kalian skipun saya sudah nggunakan ~Stealth Magic~," ucap biarawati itu.

"Begitu ya, jadi kamu berada di lorong ini karena kamu awalnya ingin pergi kembali ke gereja. Tetapi karena kamu kebetulan lihat kami yang sedang berada di lorong ini, kamu jadi penasaran dan mutuskan untuk lihat apa yang sedang kami lakukan," ucap Duchess Arlet.

"Iya, nona Duchess," ucap biarawati.

"Lalu, dari yang kamu lihat, kami sedang lakukan apa ?," tanya Duchess Arlet.

Biarawati itu terdiam sejenak, lalu tidak lama kemudian dia mulai berbicara kembali.

"Laki-laki itu berhasil nyembuhkan kedua prajurit itu dengan sihir penyembuhannya. Ketika lihat itu, saya begitu terkejut karena sihir penyembuhan laki-laki itu bisa nyembuhkan luka yang ada pada tubuh reka. Padahal saya yakin kalau luka yang ada pada tubuh reka itu diakibatkan oleh sihir kegelapan, tetapi sihir penyembuhan laki-laki itu bisa nyembuhkan seluruh luka yang ada pada tubuh reka. Selain itu, kecepatan penyembuhan dari sihir penyembuhan laki-laki itu pun juga sangat cepat," ucap biarawati.

"Hmmm begitu ya, jadi kamu telah lihat Rid yang berhasil nyembuhkan Gretta dan Nadine," ucap Duchess Arlet.

"Saya minta maaf karena telah lihat sesuatu yang sedang kalian lakukan, nona Duchess," ucap biarawati itu.

"Hmmmm," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet terdiam cukup lama. Kemudian, Duchess Arlet kembali ngatakan sesuatu kepada biarawati itu.

"Izinkan aku nanyakan sesuatu lagi," ucap Duchess Arlet.

"Silahkan, nona Duchess," ucap biarawati itu.

"Sebagai biarawati, apa yang akan kamu lakukan ketika lihat ada seseorang yang bukan seorang biarawati tetapi miliki sihir penyembuhan yang lebihi para biarawati ?," tanya Duchess Arlet.

Biarawati itu pun terdiam setelah ndengar pertanyaan Duchess Arlet. Namun tidak lama kemudian, biarawati itu pun mulai berbicara kembali untuk njawab pertanyaan Duchess Arlet.

"Normalnya, kami akan laporkan ini kepada ’High Priest’ yang njadi ketua atau pemimpin kami. Setelah itu, kami tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh ’High Priest’ kepada orang yang miliki sihir penyembuhan itu. Apakah orang itu akan direkrut sebagai Priest atau orang itu akan dilenyapkan karena dianggap sebagai gangguan atau penghalang bagi para Priest," ucap biarawati itu.

Senior Gretta dan senior Nadine terlihat terkejut setelah ndengar perkataan biarawati itu.

"Dilenyapkan ?," tanya senior Gretta.

"Iya. Tugas seorang Priest adalah nyembuhkan orang-orang yang terluka yang datang ke gereja kami. Kami juga njual potion yang juga bisa digunakan untuk nyembuhkan orang-orang. Kami ndapatkan penghasilan dari nyembuhkan orang-orang yang datang kepada kami. Lalu, jika ada seseorang yang bukan Priest tetapi miliki kemampuan penyembuhan yang lebihi para Priest, tentu saja orang itu akan nghalangi atau ngganggu pekerjaan kami sebagai Priest. Orang-orang yang biasanya datang ke gereja kami untuk minta disembuhkan, mungkin akan beralih dan milih untuk datang ke orang itu. Jadi hanya ada 2 pilihan saja yang akan diambil terhadap orang itu. Orang itu akan direkrut sebagai Priest atau orang itu akan dilenyapkan," ucap biarawati itu.

Biarawati itu lalu lihat ke arahku dan mulai berbicara kembali.

"Jika ’High Priest’ Julian ataupun ’High Priest’ gereja Sancta Lux ibukota San Estella ngetahui ini, tentu saja reka pasti akan ngincar laki-laki itu. Jika para ’High Priest’ itu masih berlaku baik, mungkin laki-laki itu hanya akan direkrut sebagai Priest. Tetapi jika reka berlaku kebalikannya, maka laki-laki itu pastinya akan dilenyapkan oleh reka," ucap biarawati itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 419 : Priest Gereja Sancta Lux on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

Death Notice cover
Trending now

Death Notice

Gluttonous Monk ·Horror

Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoysthebloodshed.He...Readmore Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoystheblo...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.