Font Size
15px

Kembali ke akademi.

Setelah selesai nyembuhkan semua orang yang terluka di depan gedung tengah akademi, aku pun mutuskan untuk beristirahat di sekitar tempat itu.

"Akhirnya selesai juga," ucapku.

Saat aku sedang beristirahat, Irene tiba-tiba datang nghampiriku.

"Kerja bagus, Rid. Ini ambillah," ucap Irene sambil mberikan sesuatu kepadaku.

Sesuatu yang diberikan oleh Irene itu adalah sebuah minuman. Aku pun langsung ngambil minuman yang diberikan oleh Irene.

"Terima kasih, Irene," ucapku.

"Iya, sama-sama," ucap Irene.

Setelah itu, aku langsung minum minuman yang diberikan oleh Irene. Kemudian, aku berbicara lagi kepadanya.

"Ngomong-ngomong, Irene, kemana perginya paman Louis dan bibi Arlet ? Aku tadi hanya lihat reka ketika reka datang ke tempat ini bersamamu. Tetapi setelah itu, aku tidak lihat reka lagi," ucapku.

"reka berdua saat ini sedang berada di depan gedung lobi akademi bersama dengan Yang Mulia Ratu untuk lihat-lihat jasad orang-orang yang telah tewas karena penyerangan ini," ucap Irene.

"Begitu ya. Aku tadi tidak lihat paman Louis dan bibi Arlet pergi bersama dengan Yang Mulia Ratu. Mungkin karena aku sedang fokus untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka makanya aku tidak lihat reka," ucapku.

Setelah itu, aku kembali ngobrol dengan Irene.

"Penyerangan yang terjadi di akademi ini benar-benar parah ya. Banyak sekali orang-orang yang telah tewas karena penyerangan ini," ucap Irene.

"Iya. Orang-orang yang tewas akibat penyerangan ini terdiri dari beberapa murid, staf dan pengajar akademi, prajurit yang njaga akademi dan bahkan orang-orang yang datang ke akademi ini untuk nonton turnan akademi. Penyerangan yang terjadi di akademi ini benar-benar parah, lebih parah dari penyerangan yang sebelumnya terjadi di akademi ini," ucapku.

"Iya, penyerangan di akademi kali ini lebih parah daripada sebelumnya. Selain itu, aku dengar tidak hanya akademi ini saja yang diserang, seluruh wilayah kerajaan San Fulgen juga diserang bersamaan dengan terjadinya penyerangan di akademi ini," ucap Irene.

"Seluruh wilayah kerajaan ini juga diserang disaat bersamaan dengan terjadinya penyerangan di akademi ya. Sepertinya alasan tuan Duke Remy rencanakan penyerangan di seluruh wilayah kerajaan ini adalah karena untuk mbuat para prajurit kerajaan ini sibuk dengan ngatasi penyerangan yang terjadi di seluruh wilayah kerajaan ini. Jika para prajurit di kerajaan ini sibuk, reka tidak akan bisa untuk datang ke akademi dan mbantu ngatasi penyerangan yang terjadi di akademi. Dengan begitu, tuan Duke Remy tidak perlu khawatir akan datangnya para prajurit itu ke akademi ini dan beliau bisa njalankan rencananya dengan lancar yaitu untuk mbunuh Yang Mulia Ratu yang kebetulan ada di akademi,"

"Apa yang sudah dilakukan oleh tuan Duke Remy benar-benar sudah kelewatan. Beliau sampai lakukan penyerangan ke seluruh wilayah kerajaan ini hanya untuk mperlancar rencananya itu. Karena penyerangan ini, banyak korban tak bersalah yang berjatuhan. Di akademi ini saja ada ratusan korban yang tewas, apalagi jika ditambah dengan korban tewas yang tersebar di seluruh wilayah kerajaan ini. Jumlah korban tewas keseluruhan mungkin bisa ncapai ribuan orang," ucapku.

"Iya, aku tidak nyangka kalau tuan Duke Remy lah yang rencanakan semua ini. Beliau bahkan sampai rubah banyak orang njadi iblis yang tunduk pada perintahnya. Putri Alia yang rupakan anaknya sendiri bahkan beliau ubah juga njadi iblis. Beliau benar-benar kelewatan,"

"Tetapi untungnya beliau telah nerima ganjaran atas semua perbuatannya ini. Sekarang beliau telah tewas dan rencana beliau untuk mbunuh Yang Mulia Ratu pun berakhir dengan kegagalan karena beliau tidak berhasil mbunuh Yang Mulia Ratu. Semua ini berkatmu, Rid. Karena kamu telah berhasil mbunuh tuan Duke Remy dan nghentikan rencananya itu," ucap Irene.

Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan Irene. "Aku tidak tahu apakah aku harus mberitahu Irene kalau bukan aku lah yang telah mbunuh tuan Duke Remy. Jika aku mberitahunya kalau tuan Duke Remy dibunuh oleh salah satu komandan pasukan iblis, apa dia akan terkejut ?," pikirku.

Setelah mikirkan itu, aku pun langsung ngangguk sebagai pertanda kalau aku ngiyakan perkataan Irene. Aku setuju dengan perkataannya itu yang bilang kalau aku lah yang telah mbunuh Duke Remy. Aku terpaksa untuk berbohong kali ini.

Setelah aku ngangguk untuk ngiyakan perkataan Irene, Charles dan Chloe tiba-tiba datang untuk nghampiri kami. Tidak hanya Charles dan Chloe saja, Noa, Kotaro dan yang lainnya pun juga datang nghampiri kami. Setelah itu, kami semua pun ngobrol dan berbincang tentang penyerangan yang terjadi di akademi ini.

-

Sentara itu, di depan gedung lobi akademi.

Terlihat Ratu Kayana sedang berdiri di hadapan kumpulan jasad-jasad dari orang-orang baik orang yang murni sebagai korban akibat penyerangan ini atau orang yang terlibat dalam penyerangan ini. Ratu Kayana berdiri sambil di dampingi oleh komandan Oliver, Duke Louis dan juga Duchess Arlet. Duke Dylan dan Duke Neil beserta Duchess reka pun juga ikut ndampingi Ratu Kayana yang sedang berdiri sambil lihat kumpulan jasad-jasad itu.

"Yang Mulia Ratu, saya turut berduka cita atas tewasnya Raja Albert. Terlebih beliau juga telah dirubah njadi iblis secara paksa oleh tuan Remy," ucap Duke Louis.

"Saya juga turut berduka cita, Yang Mulia Ratu," ucap Duchess Arlet.

Tidak hanya Duke Louis dan Duchess Arlet saja yang turut nyampaikan ungkapan duka cita, orang-orang yang saat ini sedang ndampingi Ratu Kayana pun juga turun nyampaikan ungkapan duka cita.

"Terima kasih, kalian semua," ucap Ratu Kayana.

"Sama-sama, Yang Mulia Ratu. Ngomong-ngomong, Yang Mulia Ratu, setelah penyerangan ini telah berakhir, anda mau lakukan apa lagi ? Jika anda mau lakukan sesuatu, mungkin kami bisa mbantu anda," ucap Duke Louis.

"Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh tuan Louis. Jika ada yang bisa kami bantu, katakan saja, Yang Mulia Ratu. Kami tidak akan mbiarkan anda bertanggung jawab sendirian terhadap insiden penyerangan yang terjadi di seluruh wilayah kerajaan ini," ucap Duke Neil.

"Terima kasih atas perhatiannya, kalian semua. Jika kalian mau mbantuku, maka lebih baik kalian fokus terhadap insiden penyerangan yang terjadi di wilayah kalian masing-masing. mang insiden penyerangan yang terjadi di seluruh wilayah kerajaan ini, sebagian besar telah berhasil diatasi. Tetapi kalian masih harus lakukan sesuatu seperti mbantu para penduduk yang terluka akibat penyerangan yang terjadi di wilayah kalian dan semacamnya. Jadi aku perintahkan kalian untuk segera pergi ke wilayah kalian masing-masing untuk lakukan tugas kalian sebagai pemimpin di wilayah kalian masing-masing," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis, Duke Dylan dan Duke Neil.

"Terima kasih, kalian semua. Dengan bantuan kalian untuk ngurus wilayah kalian masing-masing, aku jadi bisa fokus untuk ngurus ibukota San Estella. ski begitu, sebagai pemimpin kerajaan ini, kalian tetap harus ngirim laporan rinci terkait penyerangan yang terjadi di wilayah kalian kepadaku. Setelah itu, mungkin aku bisa sedikit mbantu dalam ngurus wilayah kalian yang baru saja ngalami penyerangan," ucap Ratu Kayana.

"Anda tidak perlu mbantu kami, Yang Mulia Ratu. Biar kami saja yang ngurus wilayah kami, anda fokus saja dalam ngurus ibukota San Estella yang njadi wilayah anda," ucap Duke Louis.

"Itu benar, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Dylan.

"Sebagai Ratu di kerajaan ini, sudah sestinya aku juga mbantu semua wilayah di kerajaan ini. Aku mang minta kalian untuk ngurus wilayah kalian masing-masing, tetapi aku akan tetap mbantu untuk ngurus wilayah kalian nanti apabila aku sudah selesai ngurus ibukota kerajaan ini. Jadi aku harap kalian tidak nolak bantuanku nanti," ucap Ratu Kayana.

Duke Louis, Duke Neil dan Duke Dylan lalu saling mandang setelah ndengar perkataan Ratu Kayana. Tidak lama kemudian, Duke Louis pun kembali berbicara kepada Ratu Kayana.

"Baiklah, Yang Mulia Ratu. Apabila nanti anda mau mbantu untuk ngurus wilayah kami, kami akan dengan senang hati nerimanya," ucap Duke Louis.

Duke Neil dan Duke Dylan pun ngangguk sebagai tanda setuju dengan perkataan Duke Louis.

"Baguslah kalau begitu. Nah sekarang, karena kalian sudah aku perintahkan untuk ngurus wilayah kalian masing-masing, itu berarti wilayah San Minerva, San Angela dan San Lucia akan segera dapat diurus. Namun, siapa yang akan ngurus wilayah San Quentine setelah tuan Remy yang rupakan Duke San Quentine telah tewas ? Aku tidak mungkin lantik Duke yang baru secara tiba-tiba, tetapi aku harus nunjuk seorang pemimpin sentara untuk ngurus wilayah San Quentine yang baru saja telah terjadi penyerangan," ucap Ratu Kayana.

Duke Louis, Duke Neil dan Duke Dylan kembali saling mandang setelah ndengar perkataan Ratu Kayana. Tidak lama kemudian, Duke Louis kembali berbicara dengan Ratu Kayana.

"Jika anda bingung tentang siapa orang yang akan njadi pemimpin sentara di wilayah San Quentine, kami bertiga bisa njalankan tugas itu, Yang Mulia Ratu. Kami bertiga bisa njadi pemimpin sentara di wilayah San Quentine secara bergantian sampai nanti ada lantik Duke San Quentine yang baru," ucap Duke Louis.

"Itu benar, Yang Mulia Ratu. Biar kami saja yang mimpin wilayah San Quentine untuk sentara ini," ucap Duke Neil.

"Tidak. Kalian sudah aku perintahkan untuk ngurus wilayah kalian masing-masing, aku tidak akan mbiarkan kalian ngurus wilayah lain skipun kalian ngurusnya secara bergantian. Kalian fokus saja untuk ngurus wilayah kalian sendiri, untuk wilayah San Quentine biar aku cari sendiri orang yang akan mimpinnya selama sentara," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis, Duke Dylan dan Duke Neil.

Setelah itu, Ratu Kayana terlihat sedang mikirkan sesuatu sambil lihat ke sekelilingnya. Lalu, Ratu Kayana yang sedang lihat ke sekelilingnya tiba-tiba berhenti nggerakkan kepalanya untuk lihat sekelilingnya. Ratu Kayana berhenti ketika lihat nona Karina dan nona Violetta yang terlihat sedang ngobrol di depan pintu gedung lobi akademi. Ratu Kayana yang lihat reka berdua sedang ngobrol kemudian langsung manggil reka.

"Karina, Violetta, tolong kemari," ucap Ratu Kayana dengan suara yang sedikit keras agar terdengar oleh reka berdua.

Nona Karina dan nona Violetta yang ndengar perkataan Ratu Kayana pun langsung nghampirinya.

"Ada apa, Yang Mulia Ratu ?," tanya nona Karina.

"Setelah terjadinya penyerangan ini, sebagai kepala akademi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya ?," tanya Ratu Kayana.

"Dampak dari penyerangan yang terjadi di akademi kali ini sangatlah besar. Banyak bangunan yang telah hancur akibat serangan ini. Mungkin akan makan waktu yang lama untuk mulihkan bangunan-bangunan yang hancur itu skipun sudah nggunakan artifak pemulihan. Apalagi belum tentu pihak kerajaan akan minjamkan artifak pemulihan kepada akademi ini karena penyerangan tidak terjadi di akademi ini saja, lainkan hingga seluruh wilayah kerajaan ini. Jadi pastinya banyak bangunan yang telah hancur di seluruh wilayah kerajaan ini dan kemungkinan artifak pemulihan akan disebar untuk mulihkan bangunan-bangunan yang hancur itu. Karena jumlahnya terbatas, kemungkinan ada wilayah yang tidak ndapatkan pinjaman artefak pemulihan untuk mulihkan bangunan yang hancur. Bisa saja wilayah yang tidak ndapatkan pinjaman itu adalah wilayah akademi," ucap nona Karina.

"mang benar kalau jumlah artefak pemulihan yang dimiliki oleh kerajaan ini tidaklah banyak, tetapi aku akan prioritaskan akademi untuk ndapatkan setidaknya 1 artifak pemulihan untuk mulihkan bangunan-bangunan yang hancur di akademi ini. Tetapi dengan hanya 1 artifak pemulihan, pemulihannya akan berlangsung lama apalagi ada banyak bangunan-bangunan yang hancur," ucap Ratu Kayana.

"Iya, seperti yang saya katakan tadi, Yang Mulia Ratu. Oleh karena itu, saya berniat untuk liburkan semua aktivitas di akademi ini sampai seluruh bangunan yang hancur di akademi ini telah berhasil dipulihkan. Saya akan mulangkan semua murid ke tempat tinggal reka masing-masing dan akan manggil reka kembali apabila seluruh bangunan di akademi telah berhasil dipulihkan," ucap nona Karina.

"Hmmm begitu ya. Keputusanmu lumayan bagus juga. Namun jika para murid kamu pulangkan, bagaimana dengan para prajurit yang njaga akademi ini ? Para prajurit yang njaga akademi ini awalnya bertugas untuk lindungi para murid. Jika para murid dipulangkan, reka sentara jadi tidak bisa njalankan tugas reka," ucap Ratu Kayana.

"Keputusan itu ada di tangan anda, Yang Mulia Ratu. Sejak awal anda lah yang ngutus dan mberikan para prajurit itu untuk njaga akademi. skipun nanti para prajurit itu tidak bisa njalankan tugas reka untuk lindungi para murid karena para murid akan dipulangkan, saya tidak bisa seenaknya rintahkan reka untuk njalankan tugas lain atau mulangkan reka karena reka tidak mpunyai tugas untuk sentara. Jadi keputusannya ada di tangan anda, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.

"Kalau begitu, aku akan rintahkan para prajurit itu untuk tetap berada di akademi. Aku akan minta reka untuk mbantu dalam mulihkan bangunan-bangunan akademi yang telah hancur," ucap Ratu Kayana.

"Kalau begitu, nanti akan saya sampaikan kepada para prajurit itu kalau reka akan ndapatkan tugas yang baru dari anda," ucap nona Karina.

"Tetapi, untuk Violetta, untuk sentara dia tidak akan berada di akademi," ucap Ratu Kayana.

Nona Karina dan nona Violetta terlihat terkejut setelah bdengar perkataan Ratu Kayana.

"Kenapa, Yang Mulia Ratu ? Apa anda miliki tugas lain untuk Violetta yang mbuatnya ditempatkan di tempat lain ?," tanya nona Karina.

"Iya, itu benar," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, Ratu Kayana yang sebelumnya bertatapan dengan nona Karina karena sebelumnya reka saling ngobrol, kini beralih untuk natap nona Violetta.

"Violetta, kamu akan aku tugaskan di wilayah kota San Quentine. Sebagai putri dari Duke San Quentine terdahulu, aku rintahkanmu untuk mimpin wilayah San Quentine untuk sentara," ucap Ratu Kayana.

Nona Violetta pun langsung terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"Apa ?! Saya ?!," ucap nona Violetta.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 414 : Menunjuk Pemimpin Sementara on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Sword God Reborn cover
Similar genre

Sword God Reborn

InkQuillWrites ·Action

Reincarnationistiresome.Thistime,IwillsurelyattaintheUltimateoftheSwordandfindeternalrest.“SwordGodReborn”Throughcountlessreincarnations,Ilivedagai...

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.