Font Size
15px

"Apa ?! Saya ?!," ucap nona Violetta yang terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"Iya," ucap Ratu Kayana.

"Anda tidak sedang bercanda kan, Yang Mulia Ratu ?," tanya nona Violetta.

"Tidak, aku sedang tidak bercanda. Aku serius untuk nunjukmu sebagai pemimpin sentara atau mungkin Duchess sentara untuk mimpin wilayah San Quentine," ucap Ratu Kayana.

Nona Violetta terlihat masih terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana. Tidak hanya nona Violetta saja yang terkejut, nona Karina, Duke Louis, Duchess Arlet, Duke Neil dan Duke Dylan beserta kedua Duchess yang ndampingi reka juga terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana. Tetapi untuk Duke Neil, Duke Dylan, Duchess Ecrin dan Duchess Hazel, reka bukan terkejut karena Ratu Kayana rintahkan nona Violetta untuk njadi pemimpin sentara wilayah San Quentine. reka terkejut karena reka baru ngetahui kalau nona Violetta sebenarnya adalah putri dari Duke Remy.

"Komandan Violetta rupakan putri dari tuan Remy ?! tanya Duke Dylan yang terkejut.

"Bukankah putri tuan Remy cuma satu saja yaitu putri Alia ?," tanya Duke Neil.

lihat Duke Dylan dan Duke Neil yang terkejut setelah ngetahui fakta kalau nona Violetta rupakan putri dari Duke Remy, nona Karina pun langsung nanggapi pertanyaan reka berdua.

"Awalnya saya juga tidak nyangka kalau tuan Duke Remy miliki anak yang lain selain Alia. Tuan Duke Remy sebelumnya bilang kalau beliau miliki suatu masalah dengan Violetta yang mbuat beliau tidak lagi ngakui Violetta sebagai anaknya. Maka dari itu semua orang saat ini hanya ngetahui kalau anak tuan Duke Remy hanyalah Alia. Tidak ada yang tahu kalau Violetta rupakan anak dari tuan Duke Remy karena beliau sudah tidak ngakuinya sebagai anaknya. Tidak hanya itu saja, Violetta bahkan sudah tidak diakui sebagai bagian dari keluarga utama San Quentine," ucap nona Karina.

"Begitu ya. Jadi komandan Violetta rupakan anak yang sudah tidak diakui lagi oleh tuan Remy. Sepertinya masalah antara komandan Violetta dengan tuan Remy sangatlah serius sehingga mbuat tuan Remy tidak ngakui komandan Violetta sebagai anaknya lagi," ucap Duke Dylan.

"Sepertinya begitu. Mungkin komandan Violetta nolak suatu rencana yang dibuat oleh tuan Remy dan itu mbuatnya tidak diakui lagi sebagai anak tuan Remy. Saya jadi rasa kasihan dengan komandan Violetta karena dia tidak diakui lagi sebagai anak dari tuan Remy ataupun sebagai bagian dari keluarga San Quentine. Tetapi di sisi lain, saya juga rasa bersyukur karena komandan Violetta sudah tidak lagi diakui sebagai anak oleh tuan Remy. Jika komandan Violetta masih diakui sebagai anak dari tuan Remy, mungkin komandan Violetta akan terlibat dalam rencana penyerangan yang dibuat oleh tuan Remy ini. Bisa saja dia juga telah dirubah paksa njadi iblis sama seperti nona Arnett dan juga putri Alia," ucap Duke Neil.

"Iya, saya juga rasa demikian. Saya juga bersyukur karena komandan Violetta sudah tidak diakui sebagai anak oleh tuan Remy," ucap Duke Dylan.

Sentara itu, nona Violetta terlihat masih terdiam dengan ekspresi wajah yang terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"Bagaimana, Violetta ? Kamu mau kan njadi pemimpin sentara untuk wilayah San Quentine ? Sebagai putri tertua dari tuan Remy, kamu seharusnya sudah ndapatkan beberapa pelajaran dan pengalaman untuk mimpin wilayah. Maka dari itu aku nunjukmu sebagai pemimpin sentara wilayah San Quentine," ucap Ratu Kayana.

Nona Violetta tetap hanya terdiam setelah ndengar perkataan Ratu Kayana. Namun tidak lama kemudian, nona Violetta mulai kembali berbicara.

"Saya minta maaf, Yang Mulia Ratu. Kali ini saya tidak bisa nuruti perintah anda. Seperti yang anda tahu, skipun saya dulunya rupakan bagian dari keluarga San Quentine, tetapi saat ini saya sudah bukan bagian dari keluarga San Quentine. Jadi saya tidak punya tanggung jawab lagi sebagai bagian dari keluarga San Quentine dan karena itu saya tidak mau njadi pemimpin untuk wilayah San Quentine yang seharusnya njadi tanggung jawab anggota keluarga San Quentine," ucap nona Violetta.

"Aku rintahkanmu untuk njadi pemimpin sentara wilayah San Quentine bukan sebagai putri tertua dari tuan Remy, tetapi sebagai komandan Violetta. Aku sebelumnya mang nyinggung soal kamu yang rupakan putri tertua dari tuan Remy, tetapi itu hanya untuk njelaskan kalau kamu sebagai putri tertua darinya pastinya ndapatkan pengalaman dan pelajaran untuk mimpin wilayah. Aku tidak rintahkanmu untuk rintah wilayah San Quentine sebagai putri tertua wilayah San Quentine, alias dirimu yang dulu. Aku rintahkanmu untuk rintah wilayah itu sebagai salah satu komandan kerajaan ini, yaitu dirimu yang sekarang. Identitasmu yang dulunya rupakan anggota keluarga San Quentine akan tetap aku rahasiakan ketika kamu njadi pemimpin sentara wilayah itu. Bagaimana, Violetta, kamu mau kan nerimanya ?," tanya Ratu Kayana.

"Tetapi, saya pikir ada orang yang lebih cocok untuk rintah wilayah San Quentine untuk sentara, Yang Mulia Ratu. Contohnya seperti komandan Ivana yang saat ini bertugas untuk njaga wilayah San Quentine bersama dengan pasukannya yaitu pasukan ’Snol Owl’. Selain itu, ada juga beberapa bangsawan di wilayah San Quentine. reka lebih cocok untuk mimpin wilayah San Quentine daripada saya," ucap nona Violetta.

"Untuk Ivana, dia mang bisa mimpin pasukannya sendiri, tetapi dia tidak bisa mimpin suatu wilayah. Maka dari itu aku tidak milihnya untuk rintah wilayah San Quentine. Lalu untuk para bangsawan yang tinggal di wilayah San Quentine, aku masih ragu untuk milih reka karena ada kemungkinan reka bekerja sama dengan tuan Remy dalam rencana penyerangan ini. Aku harus ngawasi dan nyelidiki reka terlebih dahulu. Maka dari itu, aku lebih milihmu untuk mimpin wilayah San Quentine karena kamu rupakan putri tertua dari tuan Remy, jadi kamu pastinya tahu tentang bagaimana mimpin wilayah San Quentine skipun hanya sesikit. Selain itu, kamu juga tidak terlibat dalam rencana tuan Remy, jadi aku bisa nyerahkan posisi ini dengan aman kepadamu. Kamu mau kan nerima posisi ini, Violetta ? Lagipula posisi ini hanyalah sentara. Setelah aku lantik Duke San Quentine yang baru, kamu bisa lepas posisimu ini dan kamu bisa kembali njadi komandan prajurit yang njaga akademi," ucap Ratu Kayana.

Nona Violetta terdiam sejenak setelah ndengar perkataan nona Karina. Tidak lama kemudian, nona Violetta tiba-tiba mulai narik nafas dan nghembuskannya kembali. Setelah itu, dia mulai berbicara kembali.

"Baiklah, Yang Mulia Ratu. Saya akan nuruti perintah anda, saya akan njadi pemimpin sentara wilayah San Quentine," ucap nona Violetta.

Ratu Kayana langsung tersenyum setelah ndengar perkataan nona Violetta.

"Baguslah kalau kamu mau, Violetta," ucap Ratu Kayana.

"Jangan lupa untuk tetap nyembunyikan identitas saya yang dulunya rupakan bagian dari keluarga San Quentine, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.

"Tenang saja, aku akan tetap nyembunyikan identitasmu itu. Kalian semua yang baru ndengar tentang fakta ini juga harus nyembunyikan fakta ini," ucap Ratu Kayana kepada orang-orang yang ndampinginya seperti komandan Oliver, nona Karina, Duke Louis, Duchess Arlet dan lainnya.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver, nona Karina, Duke Louis dan lainnya.

"Jangan lupa juga kalau saya hanya akan njadi pemimpin sentara wilayah San Quentine. Saya tidak mau terus njadi pemimpin wilayah itu," ucap nona Violetta.

"Tenang saja, Violetta, aku tidak akan lupa tentang itu. Tetapi apabila kamu mau tetap mau njadi pemimpin wilayah itu, aku tidak akan nolaknya. Jika kamu mau tetap njadi pemimpin wilayah itu, aku akan lantikmu sebagai Duchess San Quentine yang baru," ucap Ratu Kayana.

"Maaf, Yang Mulia Ratu, tetapi saya tidak tertarik untuk njadi pemimpin wilayah itu seterusnya," ucap nona Violetta.

"Ya sudah kalau begitu. Yah pokoknya, mulai sekarang mohon kerja samanya ya, nona Duchess sentara," ucap Ratu Kayana.

Nona Violetta terdiam setelah ndengar perkataan Ratu Kayana yang nyebutnya sebagai ’nona Duchess sentara’. Tetapi tidak lama kemudian, nona Violetta langsung nanggapi perkataan Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.

Dengan begitu, nona Violetta pun secara resmi njadi pemimpin atau Duchess sentara untuk wilayah San Quentine sampai dilantiknya Duke San Quentine yang baru.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 415 : Menunjuk Pemimpin Sementara part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.