Disaat komandan Allister sedang duduk di salah satu bangunan itu, tiba-tiba datang beberapa prajurit yang ngenakan seragam berlambang macan tutul. Beberapa prajurit itu rupakan prajurit Strom Leopard, prajurit yang ditugaskan untuk njaga seluruh wilayah San Lucia.
"Komandan!," ucap seorang wanita yang mimpin beberapa prajurit yang tiba-tiba datang itu.
Komandan Allister yang sebelumnya sedang tertunduk sambil gangi lengan kanannya yang sudah terpotong pun langsung noleh ke arah wanita itu dan beberapa prajurit yang dipimpinnya.
"Agneta....," ucap komandan Allister.
Wanita yang mimpin beberapa prajurit yang tiba-tiba datang itu bernama Agneta Vesper. Dia adalah wakil komandan pasukan Strom Leopard. Kemudian, wakil komandan Agneta dan beberapa prajurit itu pun kini telah berada di hadapan komandan Allister yang telah terbaring. Wakil komandan Agneta lalu lihat dan mperhatikan seluruh tubuh komandan Allister. Wakil komandan Agneta pun langsung terkejut begitu lihat lengan kanan komandan Allister telah terpotong dan darah terus keluar dari lengan kanan yang telah terpotong itu.
"Komandan...., lenganmu....., apa yang terjadi, komandan ?!," tanya wakil komandan Agneta.
Wakil komandan Agneta kemudian langsung ndekati komandan Allister dan nyentuhnya. Tidak hanya wakil komandan Agneta saja, beberapa prajurit yang bersamanya pun juga ikut ndekati komandan Allister.
"Komandan!!," ucap beberapa prajurit itu.
Wakil komandan Agneta yang sudah berada di dekat komandan Allister kemudian kembali lihat dan mperhatikan tubuh komandan Allister. Wakil komandan Agneta kembali terkejut begitu nyadari kalau seluruh tubuh komandan Allister saat ini sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka.
"Apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu njadi seperti ini, komandan ?," tanya wakil komandan Agneta lagi.
"Aku sudah ceroboh ketika lawan para iblis yang nyerang kota ini. Karena kecerobohanku itu, lengan kananku harus njadi bayarannya," ucap komandan Allister.
Wakil komandan Agneta terdiam setelah ndengar perkataan komandan Allister. Kemudian, wakil komandan Agneta berbicara dengan beberapa prajurit yang ada di dekatnya.
"Kalian yang bisa nggunakan sihir penyembuhan, bantu aku untuk nyembuhkan luka pada tubuh komandan," ucap wakil komandan Agneta.
"Baik, wakil komandan," ucap beberapa prajurit itu.
Setelah itu, wakil komandan Agneta dan beberapa prajurit yang bisa nggunakan sihir penyembuhan kemudian ngarahkan tangan reka ke tubuh komandan Allister.
~Heal~
reka pun mulai lancarkan sihir penyembuhan kepada komandan Allister. Beberapa detik kemudian, beberapa luka di tubuh komandan Allister pun berhasil disembuhkan. Tetapi masih ada beberapa luka lagi di tubuh komandan Allister yang sepertinya tidak dapat disembuhkan oleh reka termasuk dengan luka bekas potongan di lengan kanan komandan Oliver.
"Luka-luka yang tidak bisa disembuhkan ini sepertinya berasal dari serangan sihir kegelapan. Kalau begitu, alangkah baiknya kita langsung mbawa komandan ke cabang gereja Sancta Lux yang ada di kota ini. Para Priest di gereja itu pasti bisa nyembuhkan luka pada tubuh komandan. Kalian semua, bantu komandan untuk berjalan, kita akan pergi nuju gereja Sancta Lux," ucap wakil komandan Agneta.
"Baik, wakil komandan," ucap beberapa prajurit itu.
Setelah itu, beberapa prajurit itu lalu mulai ngangkat tubuh komandan Allister dan mbantunya untuk bisa berjalan nuju gereja Sancta Lux. Komandan Allister yang masih tersadar terlihat hanya diam saja begitu beberapa prajurit itu mbantunya berjalan. Sepertinya dia terdiam karena sedang syok begitu ngetahui kalau lengan kanannya telah terpotong.
"Kamu tenang saja, komandan. Kami pasti akan segera nyembuhkanmu," ucap wakil komandan Agneta.
Setelah itu, reka pun langsung pergi nuju ke cabang gereja Sancta Lux yang ada di kota San Lucia.
-
Di pusat kota San Lucia.
Terlihat senior Gretta sedang berjalan sambil mapah senior Nadine. reka berdua berjalan sambil lewati jasad-jasad yang berserakan di jalanan pusat kota San Lucia. Jasad-jasad itu rupakan jasad dari orang-orang yang telah nyerang kota San Lucia, baik itu jasad orang-orang biasa, maupun jasad dari orang-orang yang telah berubah njadi iblis. Senior Gretta dan senior Nadine saat ini sedang berjalan dengan kondisi tubuh yang sudah dipenuhi oleh banyak luka.
"Maafkan aku, Nadine. Padahal aku bisa nggunakan sihir penyembuhan, tetapi aku tidak bisa nyembuhkan luka-luka di tubuhmu dengan sihir penyembuhanku," ucap senior Gretta.
"Tidak apa-apa, senior. Lagipula kamu sendiri juga tidak bisa nyembuhkan luka-luka yang ada di tubuhmu. Luka-luka yang ada di tubuh kita ini tidak bisa disembuhkan dengan sihir penyembuhan biasa, jadi aku maklumi apabila kamu juga tidak bisa nyembuhkan luka ini," ucap senior Nadine.
"Luka-luka yang ada pada tubuh kita berdua berasal dari sihir kegelapan yang dilancarkan oleh orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang nyerang kota ini. Sepertinya kita harus pergi ke cabang gereja Sancta Lux yang ada di kota ini, mungkin para Priest yang ada disana mpunyai potion atau sihir penyembuhan untuk nyembuhkan luka di tubuh kita berdua," ucap senior Gretta.
"Iya, sepertinya pergi kesana rupakan pilihan yang tepat," ucap senior Nadine.
Setelah itu, reka berdua pun terus lanjutkan langkah reka untuk nuju cabang gereja Sancta Lux yang ada di kota San Lucia.
"Aku minta maaf karena telah mbuatmu mbantuku untuk berjalan, senior," ucap senior Nadine.
"Santai saja, kamu tidak perlu minta maaf, Nadine. Sekarang lebih baik kita bergegas untuk pergi ke gereja Sancta Lux. Kamu harus bertahan sampai kita berdua tiba di gereja itu," ucap senior Gretta.
"Baik, senior," ucap senior Nadine.
-
Di pusat kota San Quentine.
Terlihat jalanan di pusat kota San Quentine telah diselimuti oleh salju yang sangat tebal. Salju yang sangat tebal itu mbuat jalanan di pusat kota San Quentine terlihat seperti sedang dibanjiri oleh salju itu. Pada salju yang mbanjiri jalanan itu, terlihat ada banyak orang yang beberapa bagian tubuhnya sudah terbenam ke dalam salju yang mbanjiri jalanan itu. Ada dari reka yang kedua lengannya sudah terbenam, kedua kakinya sudah terbenam, kepalanya sudah terbenam, separuh badannya sudah terbenam dan lain-lain. skipun anggota tubuh reka yang terbenam berbeda-beda, tetapi reka semua sedang dalam kondisi yang sama. Kondisi yang sama yang dimaksud adalah reka semua sudah tidak bergerak lagi dengan beberapa bagian tubuh yang sudah terbenam itu. Kulit dari orang-orang yang bagian tubuhnya telah terbenam itu terlihat sudah berubah njadi putih pucat. Pucat pada kulit reka terlihat seperti akibat dari efek kedinginan. Sepertinya reka yang beberapa bagian tubuhnya sudah terbenam di dalam salju itu telah tewas karena kedinginan yang berasal dari salju itu.
Sentara itu, di atas salju yang mbanjiri jalanan pusat kota San Quentine, terlihat ada seorang wanita yang sedang berdiri di atas salju itu. Wanita itu adalah komandan Ivana. Komandan Ivana terlihat sudah ndapatkan cukup banyak luka di tubuhnya. Saat ini, dia sedang berdiri sambil gang pedang miliknya dengan tangan kanannya. Tidak lama kemudian, komandan Ivana ngarahkan ujung pedang miliknya itu ke bawah, tepatnya ke salju yang mbanjiri jalanan pusat kota San Quentine. Setelah ujung pedangnya telah ngenai salju itu, salju yang mbanjiri itu secara perlahan mulai nyusut. Beberapa detik kemudian, salju yang terus nyusut itu pun kini telah nghilang sepenuhnya. Jalanan pusat kota San Quentine pun kini tidak lagi dibanjiri oleh salju yang tebal itu.
Setelah nghilangkan salju yang mbanjiri jalanan itu, komandan Ivana lalu masukkan pedangnya kembali ke dalam sarung pedang yang ada di pinggangnya. Setelah itu, komandan Ivana mulai lihat ke sekelilingnya. Di sekelilingnya kini banyak jasad orang-orang baik jasad orang biasa maupun jasad orang yang telah berubah njadi iblis yang tergeletak di jalanan pusat kota San Quentine setelah sebelumnya reka terbenam di dalam salju yang mbanjiri jalanan itu.
"Akhirnya selesai juga. Sekarang bagaimana dengan keadaan Roisin dan para prajurit lainnya," ucap komandan Ivana setelah lihat dan mperhatikan sekelilingnya.
Tepat setelah komandan Ivana ngatakan itu, dari arah depan tempat komandan Ivana berdiri, terlihat ada beberapa prajurit yang sedang berlari ke arahnya. Beberapa prajurit itu berlari dengan dipimpin oleh seorang wanita berkacamata yang juga sedang berlari di depan reka. Komandan Ivana kebetulan juga sedang lihat ke arah yang sama dengan arah datangnya beberapa prajurit. Dia pun terus lihat ke arah datangnya prajurit itu.
"Kebetulan sekali. Baru saja aku berniat untuk ncari reka, tetapi reka malah nghampiriku duluan," ucap komandan Ivana.
Tidak lama kemudian, beberapa prajurit itu pun kini telah berada di hadapan komandan Ivana.
"Roisin, bagaimana keadaan di bagian-bagian lain kota ini ?," tanya komandan Ivana.
"Seluruh orang yang nyerang kota ini telah berhasil dikalahkan, komandan. Tim-tim yang ditugaskan di beberapa bagian kota ini telah laporkan kalau reka telah ngalahkan semua orang yang nyerang di bagian kota yang reka jaga," ucap wanita yang bernama Roisin itu.
Nama lengkapnya adalah Roisin Oxley, dia adalah wakil komandan dari pasukan Snow Owl.
"Kerja bagus. Lalu bagaimana dengan tim yang ditugaskan di kota atau desa lain yang ada di wilayah San Quentine ? Apa reka sudah mberikan laporan ?," tanya komandan Ivana.
"Sebagian besar dari reka yang ditugaskan di kota atau desa lain telah laporkan kalau reka sudah ngalahkan orang-orang yang nyerang di tempat reka, tetapi ada dari reka yang belum laporkan. Sepertinya saat ini reka yang belum laporkan masih bertarung dengan orang-orang yang nyerang tempat reka," ucap wakil komandan Roisin.
"Hmmm begitu ya. Jika sebagian besar dari reka sudah laporkan kalau orang-orang yang nyerang tempat reka sudah berhasil dikalahkan, berarti kita bisa nganggap kalau semua orang yang nyerang wilayah San Quentine telah berhasil dikalahkan,"
"Aku harus segera laporkan ini kepada Yang Mulia Ratu dan komandan Oliver," ucap komandan Ivana.
-
Di ibukota San Estella.
Terlihat senior Alisha dan senior Sophie sedang bersandar di salah satu bangunan yang ada di ibukota San Estella. reka berdua bersandar dalam kondisi tubuh yang sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka. Selain itu, reka berdua juga tampak kelelahan.
"Aku pikir kita sebelumnya telah berhasil ngalahkan orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang nyerang ibukota ini, tetapi siapa sangka kalau yang telah kita kalahkan sebelumnya hanya sebagian kecil dari reka yang nyerang ibukota ini. Jumlah reka yang nyerang ibukota ini sangat banyak sekali. Selain itu reka juga cukup kuat, terutama reka yang makai pakaian yang terlihat asing di kerajaan ini," ucap komandan Sophie.
"reka yang ngenakan pakaian asing itu, sepertinya reka adalah orang-orang dari negeri Kaminari. Aku sedikit tahu tentang reka, reka itu cukup ahli dalam nggunakan berbagai macam senjata. Tidak ngherankan kalau reka kuat. ski begitu, hal ini masih mbuatku bingung karena kenapa orang-orang dari negeri Kaminari ada di kerajaan ini dan juga kenapa reka semua telah berubah njadi iblis ?," tanya senior Alisha.
"Ya, itu juga mbuatku bingung. Tidak hanya orang itu saja, orang-orang yang ngenakan pakaian umum di kerajaan ini juga telah berubah njadi iblis dan nyerang ibukota ini. Apa ada seseorang dari ras Iblis yang datang ke kerajaan ini dan berniat untuk nyerang kerajaan ini ? Karena itu, iblis itu rubah orang-orang di kerajaan ini njadi iblis untuk mbantunya dalam nyerabg kerajaan ini ?," tanya senior Sophie.
"Entahlah. Daripada itu, ski awalnya kita kesusahan dalam lawan reka yang nyerang ibukota ini, tetapi pada akhirnya kita berhasil ngalahkan reka semua," ucap senior Alisha.
"Benar, karena itu aku saat ini sangat kelelahan akibat terus bertarung dan ngalahkan reka yang nyerang ibukota ini," ucap senior Sophie.
"Aku juga," ucap senior Alisha.
"Ngomong-ngomong, Alisha, apa kamu sudah laporkan ke tim lain kalau kamu sudah ngalahkan orang-orang yang nyerang di tempat kita saat ini ?," tanya senior Sophie.
"Ah benar juga, saking lelahnya aku sampai lupa. Kalau begitu aku harus laporkan tentang hal ini terlebih dahulu,’ ucap senior Alisha.
-
Penyerangan yang direncanakan oleh tuan Duke Remy ke seluruh wilayah kerajaan San Fulgen secara perlahan telah berhasil diatasi oleh para prajurit ataupun orang-orang yang berada di wilayah yang diserang oleh orang-orang suruhan tuan Duke Remy. Mulai dari akademi, wilayah San Angela, wilayah San Minerva, wilayah San Lucia, wilayah San Quentine hingga ibukota kerajaan San Estella, semua orang yang nyerang wilayah-wilayah itu telah berhasil dikalahkan. Kali ini sudah dipastikan kalau penyerangan yang terjadi di seluruh wilayah kerajaan San Fulgen ini telah resmi berakhir.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)