Font Size
15px

Sentara itu, disaat yang sama, di kota San Angela.

Terlihat ada sebuah tumpukan mayat dari orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang nggunung di pusat kota San Angela. Kondisi para mayat yang numpuk itu terlihat sudah ngalami pembekuan di beberapa anggota tubuh reka. Lalu, di atas tumpukan mayat itu, terlihat ada seseorang yang sedang duduk. Seseorang yang sedang duduk di atas tumpukan mayat itu adalah komandan Asier. Komandan Asier terlihat telah ndapatkan beberapa luka di tubuhnya.

"Akhirnya selesai juga. Aku tidak nyangka kalau orang-orang dari negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis cukup kuat juga. reka bahkan dapat lukaiku hingga seperti ini," ucap komandan Asier sambil lihat dan mperhatikan luka di seluruh tubuhnya.

Setelah itu, komandan Asier langsung turun dari tumpukan mayat itu dan berjalan untuk lihat keadaan di sekitarnya. Di sekitar komandan Asier, terlihat juga ada beberapa mayat dari orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang tergeletak di jalanan kota San Angela. Setelah cukup lama berjalan untuk lihat keadaan di sekitarnya, komandan Asier lalu nghentikan langkahnya begitu lihat ada beberapa prajurit ’Frost Wolf’ yang ada di depannya. Beberapa prajurit itu sedang berlari untuk nghampiri komandan Asier. Terlihat ada wakil komandan Sara juga di antara beberapa prajurit itu.

"Komandan!!!,"

"Anda baik-baik saja, komandan ?," ucap para prajurit itu.

"Tenang saja, aku baik-baik saja," ucap komandan Asier.

"Dengan luka seperti itu, mana mungkin kamu baik-baik saja, komandan," ucap wakil komandan Sara.

"Kamu pun juga begitu, Sara. Kalian semua juga," ucap komandan Asier.

Tidak hanya komandan Asier saja yang terluka, wakil komandan Sara dan para prajurit yang nghampiri komandan Asier pun juga terlihat ngalami luka. Luka di tubuh reka itu hanya berupa luka goresan dan sedikit luka tusukan saja. ski tidak cukup parah, tetapi luka pada tubuh reka itu cukup banyak.

"Kalian semua, lebih baik kalian segera pergi ke cabang gereja Sancta Lux yang ada di kota San Angela. Beberapa luka di tubuh kalian pasti berasal dari sihir kegelapan yang dilancarkan oleh orang-orang yang telah berubah njadi iblis itu. Luka itu tidak akan bisa disembuhkan selain dari potion yang dimiliki oleh gereja Sancta Lux. Jadi lebih baik kalian segera pergi kesana agar kalian bisa segera disembuhkan," lanjut komandan Asier.

"Kamu sendiri juga harus pergi ke gereja Sancta Lux, komandan," ucap wakil komandan Sara.

"Luka yang ada pada tubuhku tidak separah luka pada tubuh kalian," ucap komandan Asier.

"ski begitu, kamu juga harus segera disembuhkan. Jika kamu mau kami segera nyembuhkan luka kami dengan pergi ke gereja Sancta Lux, maka kamu juga harus pergi bersama kami," ucap wakil komandan Sara.

"Itu benar,"

"Sesuai yang dibilang oleh wakil komandan, anda juga harus pergi bersama kami, komandan," ucap para prajurit Frost Wolf.

Para prajurit itu terus ndesak komandan Asier untuk ikut bersama reka ke gereja Sancta Lux untuk disembuhkan.

"Baiklah, aku akan ikut bersama kalian," ucap komandan Asier.

Wakil komandan Sara dan para prajurit itu pun rasa lega karena komandan Asier mau ikut bersama reka untuk disembuhkan karena reka khawatir dengan luka-luka yang ada pada tubuh komandan Asier.

"Tetapi sebelum itu, bagaimana keadaan di sekitar kota ini ? Apakah semua orang yang terlibat dalam penyerangan di kota ini baik itu orang-orang biasa atau orang-orang yang telah berubah njadi iblis telah berhasil dikalahkan ?," tanya komandan Asier.

"Untuk orang-orang yang terlibat dalam penyerangan di kota ini, semuanya telah berhasil dikalahkan, komandan. Baik orang-orang biasa atapun orang-orang yang telah berubah njadi iblis, reka semua telah berhasil dikalahkan. Aku sebelumnya sudah nghubungi tim-tim lain yang bertugas di sisi-sisi lain kota ini dan reka bilang kalau semua orang yang terlibat dalam penyerangan di kota ini telah berhasil dikalahkan. Beberapa dari reka terutama orang-orang biasa ada yang sudah ditangkap hidup-hidup oleh tim yang lain dan sisanya telah tewas. Tetapi, tidak hanya orang-orang yang terlibat dalam penyerangan di kota ini saja yang telah tewas, beberapa prajurit kita juga ada yang telah tewas akibat lawan reka yang nyerang kota ini," ucap wakil komandan Sara.

"Dengan penyerangan sebesar ini, mustahil tidak ada korban di pihak kita. Bilang kepada tim-tim lain yang anggotanya telah tewas untuk ngurusi dan rawat jasad anggota reka yang telah tewas dengan baik. Karena reka yang telah gugur dalam bertugas nantinya akan dimakamkan dengan hormat. reka juga pastinya akan diberi penghargaan oleh Yang Mulia Ratu,"

"Untuk jasad orang-orang yang telah nyerang kota ini, terserah reka mau rawat jasad itu dengan buruk atau dengan baik. Aku tidak peduli dengan reka yang telah nyerang kota ini. Ah tetapi, orang-orang dari negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis, tolong rawat jasad reka dengan baik. Aku yakin kalau reka dipaksa untuk berubah njadi iblis. Kamu bisa ngenali orang-orang dari negeri Kaminari dengan ciri khas pakaian yang reka kenakan," ucap komandan Asier.

"Baik, komandan. Aku tahu ciri khas dari orang-orang negeri Kaminari. Nanti aku akan nyampaikannya kepada tim-tim yang lain," ucap wakil komandan Sara.

"Lalu bagaimana dengan keadaan para warga kota ini ?," tanya komandan Asier.

"Para warga kota ini telah dievakuasi sekaligus dilindungi oleh tim yang bertugas untuk lindungi reka. Tetapi, sama seperti para prajurit kita, beberapa warga kota ini ada yang terluka dan juga tewas akibat diserang oleh orang-orang yang nyerang kota ini," ucap wakil komandan Sara.

"Begitu ya. Ini adalah kesalahan kita karena tidak bisa lindungi reka semua. Sebagai komandan, aku akan bertanggung jawab apabila ada kesalahan yang dilimpahkan kepada pasukan ini dari pihak kerajaan," ucap komandan Asier.

Wajah komandan Asier terlihat sedikit sedih ketika dia ngatakan itu.

"Komandan.....," ucap wakil komandan Sara sambil lihat ke arah komandan Asier.

Setelah itu, komandan Asier kembali berbicara dengan wakil komandan Sara.

"Selain itu, bagaimana dengan para prajurit yang diutus ke seluruh wilayah San Angela untuk nghadapi orang-orang yang lakukan penyerangan ini ? Apa reka sudah ngalahkan orang-orang yang lakukan penyerangan ?," tanya komandan Asier.

"Tidak lama setelah aku ngalahkan orang-orang yang lakukan penyerangan di tempatku berada sebelumnya, aku ndapatkan beberapa panggilan dari tim yang bertugas di luar kota Angela. Semua tim telah mberitahu kalau reka telah ngalahkan semua orang yang lakukan penyerangan di tempat masing-masing reka bertugas," ucap wakil komandan Sara.

"Begitu ya. Kalau begitu, bisa dibilang kalau penyerangan yang terjadi di seluruh wilayah San Angela telah berhasil diatasi," ucap komandan Asier.

"Benar, komandan," ucap wakil komandan Sara.

"Kalau begitu, aku harus laporkan tentang hal ini kepada komandan Oliver dan Yang Mulia Ratu. Aku akan nghubungi reka sambil berjalan, jadi ayo kita terus jalan nuju gereja Sancta Lux," ucap komandan Asier.

"Baik, komandan," ucap wakil komandan Sara dan para prajurit Frost Wolf.

-

Di pusat kota San Minerva.

Terlihat di sekitar pusat kota San Minerva saat ini telah dibanjiri oleh cairan yang berwarna perak. Terlihat pula ada sekitar puluhan orang yang sedang ngambang di cairan yang mbanjiri sekitar pusat kota itu.

Sentara itu di salah satu atap bangunan yang ada di pusat kota, terlihat komandan Keira yang sedang duduk di atap bangunan itu sambil lihat ke jalanan pusat kota yang dibanjiri oleh cairan berwarna perak itu. Cairan berwarna perak itu berasal dari sihir perak miliknya. Komandan Keira saat ini tengah lihat ke jalan itu sambil gangi pedang besar miliknya dengan tangan kanannya. Komandan Keira terlihat miliki cukup banyak luka di tubuhnya. Sepertinya luka di tubuhnya itu berasal dari pertarungannya ketika lawan orang-orang yang nyerang kota San Minerva.

"Haaaaahhhh, lelahkan," ucap komandan Keira sambil nghela nafasnya.

Setelah komandan Keira ngatakan itu, tiba-tiba muncul beberapa orang di belakangnya. Orang-orang itu rupakan prajurit ’Silver Peacock’ karena reka makai seragam prajurit yang miliki lambang burung rak.

"Ada perlu apa ?," tanya komandan Keira tanpa noleh ke belakang.

"Kami ingin laporkan kalau semua orang yang terlibat dalam penyerangan di kota ini baik orang-orang biasa maupun orang-orang yang telah berubah njadi iblis telah kami kalahkan semuanya," ucap salah satu dari prajurit itu.

"Kerja bagus. Bagaimana dengan keadaan warga kota ini ?," tanya komandan Keira.

"reka semua saat ini telah aman karena dilindungi oleh beberapa tim kita yang bertugas untuk lindungi reka. Tetapi ada sebagian dari penduduk kota ini yang terluka karena diserang oleh orang-orang yang nyerang kota ini. Selain itu, ada juga beberapa penduduk yang telah tewas akibat penyerangan ini karena kami terlambat dalam lindungi reka yang sedang diserang. Tidak hanya para penduduk, beberapa prajurit kita pun juga ada yang telah tewas," ucap prajurit itu.

"Begitu ya," ucap komandan Keira.

Setelah komandan Keira ngatakan itu, komandan Keira lalu ngarahkan tangan kanannya ke bawah tepatnya ke jalanan yang saat ini sedang dibanjiri oleh cairan berwarna perak. Tidak lama setelah dia ngarahkan tangan kanannya itu ke bawah, cairan berwarna perak yang mbanjiri jalanan di pusat kota San Minerva secara perlahan mulai surut. Tidak lama kemudian, cairan berwarna perak yang sebelumnya mbanjiri jalanan itu pun telah nghilang sepenuhnya. Setelah cairan berwarna perak itu nghilang, komandan Keira yang sebelumnya sedang duduk, kini mulai berdiri.

"Bilang kepada tim-tim yang nangani penduduk dan prajurit kita yang telah tewas untuk rawat jasad reka dengan baik karena kita akan makamkan reka secara layak," ucap komandan Keira.

"Baik, komandan," ucap prajurit itu.

"Lalu bagaimana dengan kabar tim yang ditugaskan ke desa, kota atau tempat lain yang ada di wilayah San Minerva ? Apa reka sudah ngalahkan para penyerang yang nyerang tempat reka ditugaskan ?," tanya komandan Keira.

"Beberapa dari reka sudah laporkan kalau reka telah ngalahkan semua penyerang yang nyerang tempat reka bertugas. Tetapi sisanya masih belum laporkan, termasuk dengan wakil komandan Beldiq," ucap prajurit itu.

"Kalau tidak salah, Beldiq pergi ke kota Durbin yang berada tidak jauh di sebelah utara dari kota San Minerva," ucap komandan Keira.

"Benar, komandan. Wakil komandan Beldiq pergi kesana," ucap prajurit itu.

"Kalau begitu, aku akan segera pergi kesana. Mungkin ada sesuatu yang terjadi dengan Beldiq disana karena tumben sekali belum ada laporan darinya," ucap komandan Keira.

-

Sentara itu, di pinggiran kota San Lucia.

Terlihat ada banyak orang-orang yang telah tewas yang terdiri dari orang-orang biasa dan orang-orang yang telah berubah njadi iblis. Orang-orang yang telah tewas itu kini sedang berserakan di jalanan pinggiran kota San Lucia. Kondisi jasad orang-orang yang telah tewas itu sangat mprihatinkan. Ada beberapa dari reka yang telah kehilangan anggota tubuh reka seperti kepala, kaki, tangan dan lainnya. Ada juga dari reka yang tubuhnya telah terbelah njadi beberapa bagian. Dan ada juga dari reka yang badannya telah berlubang hingga nembus ke belakang tubuh reka.

Di tengah banyaknya jasad yang berserakan itu, ada seseorang yang sedang duduk bersandar di salah satu bangunan yang ada di pinggiran kota San Lucia. Orang itu bersandar sambil gangi lengan kanannya yang telah terputus. Orang yang bersandar itu rupakan komandan Allister.

"Sial, bagaimana ini bisa terjadi kepadaku ?!," ucap komandan Allister sambil gangi lengan kanannya yang telah terputus.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 412 : Berakhirnya Penyerangan di Kerajaan San Fulgen on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.