Font Size
15px

Beberapa saat kemudian, di depan gedung tengah akademi.

Terlihat nona Karina baru saja keluar dari dalam gedung tengah dan dia kini sedang berjalan sambil lihat-lihat sekitar bagian depan gedung tengah. Tidak jauh dari tempatnya berada saat ini, nona Karina lihat ada komandan Oliver yang sedang nenangkan seorang wanita yang sedang nangis. Tidak hanya komandan Oliver saja yang sedang nenangkan wanita itu, di sekelilingnya pun juga ada beberapa orang yang ikut nenangkan wanita itu. Nona Karina yang sedang lihat ke arah reka pun langsung bergegas nghampiri reka.

"Ada apa ini, tuan Oliver ?," tanya nona Karina yang baru saja tiba.

"Kepala akademi ? Ah saat ini saya sedang nenangkan nona ini karena nona ini baru saja ngetahui dan nerima kalau suaminya telah ninggal akibat penyerangan yang terjadi di akademi ini," ucap komandan Oliver sambil terus gangi dan luk wanita itu.

"Sayang!!, aku tidak nyangka kalau kamu akan ninggalkanku secepat ini," ucap wanita itu sambil nangis di pelukan komandan Oliver.

"Sabar ya, nona. Aku tahu kalau nona telah kehilangan suami nona, tetapi nona harus tetap kuat dan tabah ya," ucap komandan Oliver sambil nenangkan wanita itu.

Nona Karina terlihat terdiam ketika lihat komandan Oliver yang sedang nenangkan wanita itu.

"Ini semua salahku!. Jika saja aku tidak maksanya untuk ikut nemaniku nonton pertandingan turnan akademi, semua ini tidak akan terjadi. Aku dan suamiku pastinya tidak akan terlibat dalam insiden penyerangan ini. Maafkan aku, sayang!," ucap wanita itu sambil nangis.

"Ini semua bukan salah anda atau siapapun, nona. Jika ingin nyalahkan, maka semua ini adalah salah saya. Sebagai komandan tertinggi di kerajaan ini, saya tidak mampu untuk lindungi semua orang yang ada disini. Bahkan saya tidak mampu untuk ngalahkan pelaku utama yang rencanakan penyerangan ini. Semua ini adalah salah saya, jadi anda tidak perlu nyalahkan diri anda sendiri, nona," ucap komandan Oliver yang masih terus nenangkan wanita itu.

Setelah itu, nona Karina yang sebelumnya hanya diam sambil lihat komandan Oliver yang terus nenangkan wanita itu pun mulai berbicara.

"Semua ini bukanlah salah anda ataupun semua orang yang njadi korban dari insiden penyerangan ini. Semua ini adalah salah tuan Duke Remy yang rupakan pelaku utama yang rencanakan penyerangan ini. Jika saja beliau tidak rencanakan penyerangan ini, turnan akademi yang berlangsung hari ini pastinya akan berjalan dengan lancar. Selain itu, pastinya juga tidak akan ada korban satu orang pun apabila turnan akademi hari ini berjalan lancar. Jadi kalian tidak perlu saling ngalahkan diri sendiri karena yang pantas untuk disalahkan adalah tuan Duke Remy," ucap nona Karina dengan ekspresi wajah yang terlihat marah.

"Kepala akademi....," ucap komandan Oliver sambil lihat ke arah nona Karina.

Setelah itu, nona Karina terdiam selama beberapa saat sentara komandan Oliver masih terus nenangkan wanita itu. Kemudian, nona Karina pun mulai kembali berbicara.

"Ngomong-ngomong, tuan Oliver, apakah anda lihat Rid ?," tanya nona Karina.

"Tuan muda Rid ? Sebelumnya dia ada disini, tetapi sekarang dia sudah pergi," ucap komandan Oliver.

"Pergi kemana dia ?," tanya nona Karina.

"Tadi tuan muda Rid bilang kalau dia ingin berkeliling di sekitar akademi untuk ncari orang-orang yang masih terluka dan nyembuhkannya. Saya tidak tahu kemana pastinya dia pergi, tetapi tadi dia pergi ngarah kesana. Dia tidak sendiri, Elaina juga pergi bersamanya," ucap komandan Oliver sambil nunjuk ke suatu tempat.

Tempat yang ditunjuk oleh komandan Oliver adalah sisi dinding yang terletak di antara gedung untuk murid tahun keempat dan gedung khusus staf dan pengajar akademi. Sisi dinding itu terlihat sudah hancur total. Bagian luar dari dinding itu pun dapat terlihat. Tidak hanya sisi dinding itu saja, sebagian besar sisi dinding yang ngelilingi wilayah akademi yang liputi gedung lobi akademi, gedung tengah, gedung khusus para murid serta gedung khusus staf dan pengajar juga sudah hancur total. Dinding-dinding itu telah hancur akibat terkena labirin pohon yang tiba-tiba muncul di akademi ini. Tidak hanya dinding saja, sebagian besar bangunan di akademi ini kecuali gedung tengah akademi, telah rusak dan hancur akibat terkena labirin pohon yang tiba-tiba muncul.

Sentara itu, nona Karina lalu lihat ke arah yang ditunjuk oleh komandan Oliver.

"Arah itu....., sepertinya Rid pergi ke taman, hutan atau danau akademi," pikir nona Karina.

Setelah lihat ke arah yang ditunjuk oleh komandan Oliver, nona Karina lalu noleh kembali ke komandan Oliver.

"Baiklah, kalau begitu terima kasih, tuan Oliver. Aku harus pergi untuk nyusul Rid," ucap nona Karina.

"Sama-sama, kepala akademi," ucap komandan Oliver.

Nona Karina kemudian langsung berjalan nuju ke tempat yang ditunjuk oleh komandan Oliver. Tetapi baru beberapa langkah nona Karina berjalan, nona Karina tiba-tiba berhenti dan noleh kembali ke arah komandan Oliver.

"Ah, ngomong-ngomong, lengan kanan anda terlihat sudah tersambung kembali, tuan Oliver. Apakah Rid yang nyambungkan dan nyembuhkannya ?," tanya nona Karina.

"Iya, kepala akademi. Tadi tuan muda Rid telah nyambungkan lengan kanan saya yang sebelumnya terpotong dengan nggunakan sihir penyembuhannya. Sekarang lengan kanan saya pun telah kembali seperti semula," ucap komandan Oliver.

"Begitu ya, itu bagus. Kalau begitu, aku lanjut pergi dulu. Tolong awasi dan jaga sekitar tempat ini, tuan Oliver," ucap nona Karina.

"Baik, kepala akademi," ucap komandan Oliver.

Setelah itu, nona Karina langsung pergi nuju ke tempat yang ditunjuk oleh komandan Oliver.

-

Sentara itu, di danau akademi.

Aku saat ini sedang berada di danau akademi untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka yang berada di sekitar danau akademi. Aku baru saja telah selesai nyembuhkan orang-orang yang berada di sekitar danau akademi dengan nggunakan sihir penyembuhan areaku.

"Semua luka-lukaku sudah pulih ?,"

"Aku juga, lukaku juga sudah pulih," ucap orang-orang itu.

Setelah nyembuhkan reka, aku lalu lihat dan mperhatikan sekelilingku. Selain orang-orang yang baru saja aku sembuhkan, aku lihat ada beberapa orang yang masih terbaring dengan banyak luka di tubuhnya.

"Beberapa orang itu telah tewas ya. Sepertinya korban jiwa akibat penyerangan ini lebih banyak dari yang aku kira," pikirku sambil lihat ke arah orang-orang yang masih terbaring itu.

Setelah aku mikirkan itu, beberapa orang yang baru saja telah aku sembuhkan tiba-tiba langsung nghampiriku.

"Terima kasih karena telah nyembuhkanku, Rid Archie,"

"Terima kasih, Rid,"

"Terima kasih," ucap orang-orang itu.

reka datang nghampiriku untuk ngucapkan terima kasih karena telah nyembuhkan reka. ndengar reka yang ngucapkan terima kasih, aku pun langsung nanggapi reka.

"Sama-sama. Aku lega lihat kalian yang sudah pulih seperti ini. Kalau begitu, karena kalian sudah pulih, aku harus pergi ke tempat lainnya. Aku harus kembali nemukan orang-orang yang masih terluka dan nyembuhkannya," ucapku.

"Begitu ya. Sekali lagi, terima kasih, Rid,"

"Terima kasih karena telah nyembuhkan kami," ucap orang-orang itu.

"Iya, sama-sama," ucapku.

Setelah itu aku langsung berbalik untuk pergi ninggalkan danau akademi. Elaina yang sebelumnya ada di dekatku pun juga ikut pergi ninggalkan danau akademi.

"Kamu ingin langsung pergi ke tempat lain untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka lagi, senior Rid ?," tanya Elaina sambil berjalan ngikutiku.

"Iya, aku harus segera nyembuhkan reka yang masih terluka sebelum terlambat," ucapku.

"Tetapi apa kamu tidak mau istirahat dulu, senior Rid ? mangnya kamu tidak rasa lelah setelah nyembuhkan orang-orang yang sebelumnya dengan sihir penyembuhanmu ? Apalagi kamu juga baru saja lawan tuan Duke Remy. Tidak mungkin kalau kamu tidak lelah," ucap Elaina.

"Tenang saja, aku sama sekali belum rasa lelah. Aku masih bisa nyembuhkan banyak orang dengan sihir penyembuhanku," ucapku.

"Baiklah kalau begitu," ucap Elaina.

Setelah itu, kami berdua pun terus lanjutkan langkah kami untuk ninggalkan danau akademi. Tidak lama kemudian, kami berdua pun telah berada di dalam hutan akademi. Lalu, ketika kami berdua sedang berjalan untuk ninggalkan hutan akademi, kami berdua lihat nona Karina yang berada cukup jauh di depan kami. Nona Karina terlihat sedang berjalan untuk nghampiri kami.

"Nona Karina ?," tanyaku.

"Sepertinya nona Karina ada perlu denganmu, senior Rid," ucap Elaina.

"Sepertinya begitu," ucapku.

lihat nona Karina yang sedang berjalan untuk nghampiri kami, kami pun mutuskan untuk lanjutkan langkah kami. Karena nona Karina berada di jalan yang nuju jalan keluar hutan akademi, kami mutuskan untuk nghampiri nona Karina terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, ketika jarak di antara kami sudah cukup dekat, nona Karina mulai mbicarakan sesuatu.

"Jadi kamu ada disini, Rid," ucap nona Karina.

"Sepertinya nona sedang ncariku. Ada apa mangnya, nona ?," tanyaku.

"Tidak ada apa-apa, aku hanya penasaran kemana kamu pergi. Sebelumnya kamu bilang ke Yang Mulia Ratu kalau kamu ingin nyembuhkan dan nyambungkan lengan tuan Oliver yang telah terpotong. Dan setelah kamu berhasil nyembuhkan dan nyambungkan lengan beliau, aku tidak nyangka kalau kamu malah mulai nyembuhkan orang-orang yang masih terluka di sekitar akademi ini. Bukankah kamu terlalu berlebihan, Rid ? Kamu baru saja bertarung dengan tuan Duke Remy dan sebelumnya juga kamu telah nyembuhkan semua orang yang ada di gedung tengah, jika kamu terus nggunakan sihirmu untuk nyembuhkan semua orang yang ada di sekitar akademi ini, kamu akan kelelahan," ucap nona Karina.

"Nona tidak perlu khawatir, saat ini aku belum rasa kelelahan sama sekali. Aku yakin kalau aku bisa nyembuhkan semua orang yang masih terluka yang ada di sekitar akademi ini," ucapku.

Nona Karina terdiam sebentar setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, dia mulai berbicara kembali.

"Ya sudah kalau kamu bilang begitu. Tetapi daripada kamu pergi sendiri untuk ncari orang-orang yang terluka itu, lebih baik kamu nunggu di depan gedung tengah saja. Aku akan rintahkan para prajurit, murid dan orang-orang yang telah pulih untuk ncari orang-orang yang masih terluka yang berada di sekitar akademi dan kemudian mbawa reka ke depan gedung tengah akademi untuk disembuhkan. Ini akan sedikit ringankan bebanmu daripada kamu yang ncari orang-orang yang terluka itu sendiri," ucap nona Karina.

"Hmmm sepertinya itu ide yang bagus. Baiklah, nona, kalau begitu aku akan ngikuti ide anda dan nunggu di depan gedung tengah akademi," ucapku.

"Baguslah. Kalau begitu ayo kita kembali ke bagian depan gedung tengah akademi terlebih dahulu. Setelah itu aku akan rintahkan para prajurit, murid dan orang-orang yang ada di akademi ini untuk ncari orang-orang yang masih terluka yang berada di akademi ini. Selain itu, aku juga akan rintahkan reka untuk ncari orang-orang yang telah tewas dan minta reka untuk ngumpulkan orang-orang yang telah tewas itu di depan gedung lobi akademi," ucap nona Karina.

Setelah nona Karina ngatakan itu, kami pun langsung pergi kembali ke gedung tengah akademi.

-

Setelah itu, nona Karina mulai ngumpulkan para prajurit, murid, dan orang-orang yang ada di akademi untuk ncari orang-orang yang masih terluka dan mbawa reka ke depan gedung tengah akademi untuk aku sembuhkan. Nona Karina juga rintahkan reka untuk ncari orang-orang yang telah tewas dan ngumpulkan orang-orang yang telah tewas itu di depan gedung lobi akademi. Baik orang-orang biasa yang telah tewas atau orang-orang yang telah berubah njadi iblis lalu tewas, semuanya harus ditemukan dan dikumpulkan. Nona Karina juga rintahkan reka untuk langsung nghabisi orang-orang yang telah berubah njadi iblis atau orang-orang biasa yang ikut dalam penyerangan di akademi ini yang masih tersisa dan berkeliaran di akademi ini. Orang-orang yang diperintahkan oleh nona Karina pun ngerti akan tugas reka dan setelah itu reka pun langsung pergi berpencar ke seluruh wilayah akademi ini.

Beberapa nit kemudian, satu per satu orang yang terluka mulai berdatangan ke depan gedung tengah akademi. reka berdatangan sambil dibantu oleh orang-orang yang diperintah oleh nona Karina. lihat orang-orang yang terluka itu mulai berdatangan, aku pun langsung nyembuhkan reka semua. reka yang terluka pun langsung pulih setelah aku sembuhkan. Tetapi ada beberapa dari reka yang terluka yang tidak dapat aku sembuhkan. Aku pun langsung mberitahu tentang orang yang tidak bisa aku sembuhkan itu kepada orang-orang yang telah mbawa orang itu.

"Aku minta maaf. Aku tidak bisa nyembuhkan orang ini karena orang ini telah tewas. Tolong bawa orang ini ke depan gedung lobi akademi," ucapku.

Setelah itu, orang-orang yang mbawa orang yang telah tewas itu pun langsung pergi nuju ke gedung lobi akademi.

Beberapa saat kemudian, disaat aku masih nyembuhkan orang-orang yang terluka yang terus berdatangan ke gedung tengah akademi, tiba-tiba Irene datang bersama dengan Duke Louis dan Duchess Arlet.

"Bukankah kamu terlalu maksakan diri, Rid ? Kamu baru saja selesai bertarung dengan tuan Duke Remy kan ? Tetapi sekarang kamu malah mulai nyembuhkan orang-orang yang terluka yang ada di sekitar akademi ini. Apa kamu tidak kelelahan ?," tanya Irene.

"Tenang saja, Irene. Aku belum kelelahan sama sekali. Lagipula sihir penyembuhanku mang harus digunakan disaat seperti ini," ucapku.

"Hmmm baiklah kalau begitu. Tetapi kamu jangan terlalu maksakan diri. Apabila kamu kelelahan, kamu harus langsung istirahat," ucap Irene.

"Baik, Irene," ucapku.

Setelah itu, aku terus nyembuhkan orang-orang yang terluka yang terus berdatangan ke depan gedung tengah akademi sampai tidak ada lagi dari orang-orang itu yang berdatangan.

-

Sentara itu, di depan gedung lobi akademi.

Terlihat orang-orang yang telah tewas sedang dikumpulkan dan diletakkan di jalan yang berada di depan gedung lobi akademi. Orang-orang yang telah tewas itu dikumpulkan dengan dipisahkan njadi 2 kategori yaitu orang-orang biasa yang telah tewas dan orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang telah tewas.

Di bagian orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang telah tewas, terlihat nona Violetta yang sedang lihat dan natap jasad Duchess Arnett yang masih berada di dalam es dan jasad putri Alia yang beberapa bagian tubuhnya telah hancur karena sebelumnya tubuhnya telah mbeku akibat terkena serangan Irene. Nona Violetta terus lihat ke arah jasad reka berdua yang sedang tergeletak di bawahnya.

"Alia....,Ibunda.....," ucap nona Violetta.

Sentara itu di sisi lainnya, terlihat Ratu Kayana, Charles dan Chloe yang sedang lihat jasad Raja Albert yang masih berada di dalam es yang sedang tergeletak di bawah reka.

"Ayahanda.....," ucap Charles yang terlihat mulai neteskan air mata.

Chloe tidak berkata apa-apa saat lihat jasad Raja Albert. Tetapi dia terlihat sudah nangis. Sentara Ratu Kayana hanya tertunduk sambil lihat Raja Albert yang tergeletak di bawahnya.

"Aku tidak tahu apakah kamu mang benar-benar terlibat dalam rencana pembunuhanku atau tidak, tetapi sekarang kamu bisa pergi dengan tenang tanpa perlu diperintah oleh tuan Remy lagi," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, orang-orang yang telah tewas yang sedang dikumpulkan terus bertambah satu persatu. Sampai akhirnya, sekitar 2-3 jam kemudian, semua orang yang telah tewas pun telah berhasil dikumpulkan di depan gedung lobi akademi. Orang-orang biasa yang telah tewas berjumlah 226 orang, ini termasuk dengan orang biasa yang murni sebagai korban dan orang biasa yang terlibat dalam penyerangan akademi. Sentara untuk orang-orang yang telah berubah njadi iblis yang telah tewas berjumlah 186 orang, ini termasuk dengan Raja Albert, Duke Remy, Duchess Harriet, Duchess Arnett dan orang-orang penting yang telah dirubah njadi iblis. Total jumlah reka yang telah tewas sudah dipastikan dan tidak akan berubah lagi karena orang-orang yang diperintah oleh nona Karina sudah tidak nemukan orang-orang yang telah tewas lagi di seluruh wilayah akademi. reka juga tidak nemukan adanya orang-orang yang telah berubah njadi iblis ataupun orang-orang biasa yang terlibat dalam penyerangan di akademi ini yang masih tersisa ataupun masih berkeliaran di akademi ini.

Dengan sudah tidak tersisanya orang-orang yang terlibat dalam penyerangan di akademi ini, kali ini bisa dipastikan kalau insiden penyerangan yang terjadi di akademi ini telah resmi berakhir.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 411 : Berakhirnya Insiden Penyerangan di Akademi on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.