Font Size
15px

Duke Remy terkejut ketika lihat lengan kanannya yang terpotong sedang terlempar ke udara.

"A-apa ?!," ucap Duke Remy.

Lalu, lengan kanan Duke Remy yang terlempar ke udara pun kini mulai jatuh ke lantai. Duke Remy terus lihat ke arah lengan kanannya yang terpotong itu. Lengan kanan itu mulai ngeluarkan cukup banyak darah dari bekas potongan di bagian lengan itu. Lalu, setelah beberapa saat terus lihat ke potongan lengan itu, Duke Remy lalu noleh dan lihat ke kanannya, tepatnya ke bahu kanannya. Terlihat bahu kanannya itu sudah dipenuhi oleh banyak darah. Darah itu berasal dari luka potongan yang ada pada bagian antara bahu kanannya dan lengan kanannya yang telah terpotong. Rid motong lengan kanan Duke Remy tepat di bagian itu. Pada bagian yang terpotong itu, darah terlihat terus ngalir keluar dengan cukup deras. Saat Duke Remy sudah lihat ke bagian yang terpotong, Duke Remy pun langsung berteriak.

"Ahhhhhhhh! tanganku!!!," teriak Duke Remy sambil gang bagian yang terpotong di dekat bahu kanannya itu dengan tangan kirinya.

Duke Remy pun juga langsung terduduk setelah beliau berteriak.

Sentara itu, aku yang baru saja telah motong lengan kanan Duke Remy kini sedang lihat ke arah Duke Remy yang sedang gangi bahu kanannya itu.

"Sebelumnya, ketika anda manjangkan kedua lengan anda, kedua lengan anda akan selalu tumbuh dan pulih kembali setelah saya potong. Saya tahu sebenarnya yang manjang itu bukanlah lengan anda, lainkan armor yang nyelimuti lengan anda. Lengan anda tidak ikut manjang ketika armor yang nyelimuti lengan anda manjang. Jadi ketika saya motong armor yang nyelimuti lengan anda ketika sedang manjang, serangan saya tidak sekaligus motong lengan anda yang ada di dalam armor itu karena lengan anda tidak ikut manjang,"

"Tetapi ketika lengan anda sedang dalam posisi normal dan tidak manjang seperti ini, maka yang berada di dalam armor itu sudah pasti adalah lengan anda. Jadi ketika saya motongnya, tidak hanya armor yang nyelimuti lengan anda saja yang terpotong, lengan anda pun juga ikut terpotong. Setelah lengan anda sudah terpotong, apa anda dapat numbuhkan dan mulihkan lengan ada lagi seperti semula, tuan Duke Remy ?," tanyaku.

Duke Remy yang masih gang bahu kanannya itu pun langsung lihat ke arahku setelah aku ngatakan itu.

"Kau benar-benar kurang aja, Rid Archie!!," ucap Duke Remy.

Duke Remy pun mulai berdiri kembali dan beliau langsung nghampiriku dan nyerangku dengan nggunakan tangan kirinya. Tetapi aku dapat dengan mudah nghindari serangan tangan kiri Duke Remy dengan bergerak ke samping. Setelah aku sudah berada di samping Duke Remy, aku dengan cepat langsung ncengkeram wajah serta kepala Duke Remy yang masih diselimuti oleh armor miliknya dengan nggunakan tangan kiriku yang kini sudah diselimuti oleh sihir berwarna putih yang rupakan sihir cahaya. Kemudian, aku langsung mbanting kepala Duke Remy dengan sangat keras ke lantai yang ada di bawah Duke Remy. Lantai yang dihantam Duke Remy pun langsung retak dan secara perlahan mulai hancur. Sebelum lantai itu hancur, aku langsung lepaskan cengkraman tanganku dari wajah serta kepala Duke Remy. Setelah aku lepaskan cengkramanku dari wajah Duke Remy, terlihat bagian armor yang nyelimuti wajah Duke Remy secara perlahan mulai retak. Lalu, tidak lama setelah aku lepaskan cengkramanku dari wajah Duke Remy, lantai yang berada di bawah Duke Remy pun mulai hancur dan puing-puing lantai itu pun langsung jatuh ke bawah, tepatnya ke perpustakaan akademi yang ada di bawah lantai ini. Duke Remy yang berada di lantai yang hancur itu pun juga ikut terjatuh ke bawah. Duke Remy jatuh ke bawah dan kemudian nghantam lantai perpustakaan akademi. Setelah itu, sisa-sisa puing-puing lantai yang berasal dari lantai 1 gedung tengah pun mulai berjatuhan dan nimpa Duke Remy yang sudah lebih dulu nghantam lantai. Puing-puing itu terus nimpa Duke Remy sampai akhirnya Duke Remy terkubur di dalam puing-puing itu.

Sentara itu, skipun aku sebelumnya berpijak di lantai yang sama dengan Duke Remy, yaitu lantai yang telah hancur itu. Tetapi aku tidak ikut terjatuh ke bawah karena saat lantai itu jatuh ke bawah, aku langsung layang di udara sehingga aku tidak terjatuh ke bawah. Aku saat ini terus layang di udara sambil lihat ke bawah, tepatnya ke puing-puing yang ngubur tubuh Duke Remy. Aku terus lihat ke puing-puing itu dalam waktu yang cukup lama karena Duke Remy sama sekali belum keluar dari puing-puing itu.

"Duke Remy belum keluar sama sekali dari puing-puing itu. Tidak mungkin beliau langsung kalah hanya karena aku baru saja mbanting kepalanya ke lantai dan mbuatnya terjatuh ke bawah serta terkubur puing-puing itu. Sepertinya beliau sedang rencanakan sesuatu di dalam puing-puing itu," pikirku.

Dan benar saja, tidak lama setelah aku mikirkan itu, pada lantai yang ada di sekitarku tiba-tiba muncul batang-batang pohon berwarna hitam dalam jumlah yang cukup banyak. Batang-batang pohon itu pun langsung lesat ke arahku yang sedang layang di udara. lihat batang-batang pohon itu sedang lesat ke arahku, aku pun langsung bersiap untuk ngatasi reka dengan nggunakan pedangku. Aku kemudian nebas reka satu persatu ketika reka sudah berada dalam jarak yang dekat denganku. Karena saat ini aku sedang layang di udara dan tidak berpijak di lantai, aku jadi tidak bisa nggunakan ~Full Frost~ untuk mbekukan batang-batang pohon yang muncul di lantai itu. Maka dari itu aku hanya ngandalkan pedangku yang masih ngeluarkan cahaya berwarna putih ini.

Lalu, disaat aku sedang nyerang dan motong batang-batang pohon yang nyerangku, tiba-tiba aku ndengar suara puing-puing yang hancur dari bawah, tepatnya dari perpustakaan akademi. Aku pun langsung noleh ke bawah untuk lihat apa yang terjadi. Kemudian, ketika aku sudah noleh ke bawah, aku lihat Duke Remy yang sedang terbang lesat ke atas nuju ke arahku. Duke Remy pun kini sudah berada dekat denganku, tetapi Duke Remy terlihat tidak berniat untuk nyerangku. Dan benar saja, ternyata beliau hanya terbang lewatiku bukan terbang untuk nyerangku. Duke Remy terus terbang ke atas nuju langit-langit lantai 1 yang masih terdapat cahaya Aurora disana. Aku sedikit bingung dengan apa yang dilakukan Duke Remy itu.

"Kenapa beliau terus terbang ke atas sana ? Disana hanya ada langit-langit dan cahaya Aurora yang berasal dari sihirku. Apa beliau ingin bunuh diri dengan mbuat tubuhnya terkena tebasan dari cahaya Aurora itu ?," pikirku.

Aku terus lihat ke arah Duke Remy yang sedang terbang ke atas sambil nebas dan motong batang-batang pohon yang ingin nyerangku. Saat aku sedang terus lihat ke arah Duke Remy yang sedang terbang ke atas, aku baru nyadari kalau Duke Remy tidak terkena tebasan yang berasal dari cahaya Aurora itu sama sekali. Setelah aku perhatikan lebih teliti, ternyata Duke Remy terbang ke atas sambil nundukkan kepalanya sehingga mbuat beliau tidak lihat cahaya Aurora itu.

"Beliau benar-benar sudah tahu cara ngatasi cahaya Aurora itu," pikirku.

Sentara itu, Duke Remy terus terbang ke atas sampai akhirnya dia lewati cahaya Aurora yang ada di langit-langit. Tetapi Duke Remy tidak berhenti sampai disitu saja, Duke Remy terus terbang hingga nuju sisi langit-langit yang sudah hancur. Duke Remy kemudian lewati langit-langit yang sudah hancur itu dan terus terbang ke lantai 2.

Aku yang baru saja lihat Duke Remy pergi lewati langit-langit itu pun masih rasa bingung dengan apa yang beliau lakukan.

"Beliau tiba-tiba pergi ke lantai 2 gedung ini dengan lewati cahaya Aurora dan langit-langit yang ada di atas. Aku tidak tahu apa yang beliau rencanakan, tetapi aku harus segera ngejar beliau," pikirku.

Kemudian, setelah nebas batang-batang pohon yang masih nyerangku, aku pun langsung terbang lesat untuk ngejar Duke Remy. Aku terbang lewati cahaya Aurora yang ada di atas kemudian mbatalkan sihir itu agar sihir itu nghilang. Setelah itu, aku pun terbang ke langit-langit yang hancur yang sebelumnya dilewati Duke Remy.

-

Sentara itu, di sisi Duke Remy.

Duke Remy terus terbang lewati lantai-lantai yang ada di gedung tengah akademi. Duke Remy awalnya terbang nuju lantai 2, tetapi setelah dia sudah berada di lantai 2, Duke Remy kemudian terbang ke lantai 3. Duke Remy terus terbang ke lantai yang ada di atasnya. Kini, Duke Remy sudah berada di lantai 6 gedung tengah akademi.

"Sejak tadi, aku tidak nemukan satupun orang di lantai yang aku lewati. Aku berniat nggunakan orang-orang yang ada di tempat ini sebagai sandera untuk ngalahkan Rid Archie. Aku tidak bisa ngalahkan dia dengan cara biasa, aku harus nggunakan cara licik seperti nggunakan sandera. Aku harus segera ncari orang-orang yang ada di gedung ini,"

"Sepertinya di arena turnan akademi masih ada beberapa orang yang masih hidup setelah sebelumnya aku serang. Aku bisa nggunakan orang-orang itu sebagai sandera. Aku harus segera pergi ke arena turnan," ucap Duke Remy.

Duke Remy pun lesat terbang nuju lantai 7 gedung tengah.

-

Di sisi Rid.

Aku kini sudah berada di lantai 5 gedung tengah akademi. Aku rasakan kalau Duke Remy terus bergerak lewati lantai-lantai yang ada di gedung ini.

"Sepertinya Duke Remy ingin pergi ke lantai atas yang rupakan arena turnan akademi. Aku tidak tahu kenapa beliau ingin pergi ke tempat itu. Apa mungkin beliau berencana kabur dari gedung ini lewat tempat itu ? Jika mang begitu, aku harus segera nghentikannya. Aku tidak akan mbiarkan beliau pergi dari tempat ini," pikirku.

Kemudian, aku pun terus lesat untuk ngejar Duke Remy. Aku berniat untuk mpercepat kecepatanku untuk ngejar Duke Remy karena itu aku pun mulai nutup kedua mataku secara perlahan. Setiap aku nutup kedua mataku dan mbukanya kembali beberapa saat kemudian, entah kenapa aku rasa seperti ndapatkan semacam kekuatan tambahan, maka dari itu aku pun lakukan hal itu. Lalu setelah nutup kedua mataku, aku mulai mbuka kedua mataku lagi secara perlahan. Setelah itu, aku pun mulai nggumamkan sesuatu.

~Light Magic : Speed of Light~

Kemudian, aku pun langsung lesat dengan sangat cepat untuk ngejar Duke Remy. Ketika sedang lesat itu, aku kembali nggumamkan sesuatu.

~Light Magic : Glittering Sword of Light~

-

Kembali ke sisi Duke Remy.

Duke Remy kini sudah berada di arena turnan akademi. Duke Remy pun terlihat terkejut saat lihat dan mperhatikan seluruh arena turnan itu. Duke Remy terkejut karena Duke Remy tidak lihat satupun orang yang berada di arena turnan itu.

"Kenapa tidak ada satupun orang di tempat ini ?! Bukankah sebelumnya aku berhasil nyerang reka dan mbuat reka semua tergeletak di tempat ini ?! Lalu kenapa reka semua tidak ada di tempat ini ?! Kemana perginya reka semua ?!," ucap Duke Remy dengan nada suara yang keras.

Setelah Duke Remy ngatakan itu, sebuah pedang yang terbuat dari sihir cahaya tiba-tiba langsung nusuk dada belakang Duke Remy hingga nembus ke dada bagian depannya. Duke Remy terlihat sangat terkejut begitu lihat ada sebuah pedang yang terbuat dari cahaya telah nusuk bagian tengah dadanya.

"A-apa ini ?!," ucap Duke Remy.

Darah pun mulai ngalir keluar dari luka tusukan itu dan juga dari mulut Duke Remy. Setelah itu, terdengar suara langkah kaki yang sedang berjalan nghampirinya dari belakang. Duke Remy yang dadanya telah tertusuk oleh pedang cahaya itu pun mulai noleh secara perlahan ke belakang untuk lihat siapa pemilik langkah kaki yang sedang berjalan di belakangnya. Lalu ketika Duke Remy sudah noleh ke belakang, Duke Remy pun akhirnya ngetahui siapa orang yang sedang berjalan di belakangnya. Orang itu adalah Rid. Di sekeliling Rid saat ini ada beberapa pedang yang terbuat dari sihir cahaya yang sedang layang ngelilinginya.

"Rid Archie ?!," ucap Duke Remy.

Sentara itu, aku yang baru saja telah nusuk Duke Remy dengan salah satu pedang cahaya yang ngelilingiku pun terus berjalan nghampiri Duke Remy. Setelah beberapa saat berjalan, aku pun mutuskan untuk berhenti. Kemudian aku mulai ngatakan sesuatu kepada beliau.

"Sebelumnya saya pikir anda datang ke tempat ini untuk larikan diri dari gedung ini dengan lewati tempat ini. Tetapi dari perkataan anda yang sebelumnya saya dengar, sepertinya anda datang ke tempat ini untuk ncari orang-orang yang masih ada di tempat ini. Sepertinya anda ingin nggunakan orang-orang itu sebagai sandera untuk lawan saya. Tetapi sayang sekali rencana anda itu telah gagal, tuan Duke Remy. Semua orang yang ada di gedung ini, termasuk dengan orang-orang yang ada di tempat ini, sudah dievakuasi oleh nona Karina dengan nggunakan sihirnya. Saat ini, di gedung ini hanya ada kita berdua saja," ucapku.

"Apa ?!?!," ucap Duke Remy yang terkejut.

Kemudian, aku lalu ngarahkan tangan kananku ke arah Duke Remy.

"Inilah akhirnya, tuan Duke Remy," ucapku.

Setelah itu, pedang-pedang cahaya yang ngelilingiku pun mulai lesat ke arah Duke Remy. Pedang-pedang itu pun lalu mulai nusuk bagian-bagian tubuh Duke Remy seperti badan, lengan kiri, dan kedua kakinya.

"Ahhhhhhhh!!!!,"

Duke Remy pun langsung berteriak setelah pedang-pedang itu nusuk tubuhnya. Setelah pedang-pedang itu telah nusuk tubuhnya, Duke Remy pun langsung jatuh terbaring ke lantai. ski Duke Remy telah terbaring ke lantai dengan kondisi tubuh yang sudah ditusuk oleh pedang-pedang cahaya itu, Duke Remy terlihat masih sadarkan diri. Beliau yang saat ini sedang terbaring pun kini sedang lihat ke arahku.

"Rid Archie...kau benar-benar kurang ajar...kau selalu saja nggagalkan semua rencanaku," ucap Duke Remy yang sedang terbaring.

"Saya tidak nyangka anda masih hidup setelah ditusuk oleh pedang-pedang itu. Sepertinya daya hidup anda pun juga semakin ningkat setelah anda minum darah-darah iblis itu," ucapku.

Setelah aku ngatakan itu, aku mulai langkahkan kakiku kembali untuk nghampiri Duke Remy. Aku nghampiri Duke Remy sambil gang pedang berwarna putih peninggalan orang tuaku. Aku juga terus lihat ke arah Duke Remy yang sedang terbaring disaat aku sedang langkah untuk nghampirinya. Saat aku lihat ke arah Duke Remy, aku lihat ada perubahan pada ekspresi wajahnya.

Awalnya saat aku berada cukup jauh dari Duke Remy, wajah Duke Remy terlihat hanya biasa saja. Sesekali beliau nampilkan ekspresi wajah yang sedang kesal dan marah. Namun sekarang, disaat aku sudah berada dekat dengan Duke Remy, ekspresi wajah Duke Remy terlihat seperti orang yang sedang terkejut. Duke Remy terkejut ketika lihatku yang sudah berada dekat dengannya. Pandangan Duke Remy terlihat lurus ke mataku, yang berarti beliau saat ini sedang lihat wajahku.

Kemudian, setelah beberapa saat berjalan untuk nghampiri Duke Remy, aku kini sudah berada di hadapan Duke Remy yang sedang terbaring di lantai. Duke Remy yang sedang terbaring itu terlihat masih terus lihat ke arahku, tepatnya ke wajahku. Wajahnya pun terlihat semakin terkejut daripada yang sebelumnya. Lalu setelah itu, Duke Remy yang terlihat terkejut pun mulai ngatakan sesuatu kepadaku.

"M-mata itu, kau....siapa kau sebenarnya ?!?!?!," ucap Duke Remy.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 401 : Rid vs Duke Remy part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

Grasping the Evil cover
Similar genre

Grasping the Evil

I'm Ink我是墨水 ·Action

Mastersaid,thewomanIheldinmyhands,ImustprotectfortherestofmylifeMastersaid,it’shardtocultivateasaDemon,andonceyouentertheDemonDao,youshouldneverloo...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.