"M-mata itu, kau....siapa kau sebenarnya ?!?!?!," ucap Duke Remy.
Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan Duke Remy. Tidak lama kemudian, aku mulai bertanya tentang maksud perkataan Duke Remy.
"Apa yang baru saja anda katakan ? mangnya ada apa dengan mata saya ?," tanyaku.
"M-mata itu....K-kau, kenapa matamu seperti itu ?!," tanya Duke Remy yang masih terkejut.
"Seperti yang sudah saya katakan tadi, tuan Duke Remy. mangnya ada apa dengan mata saya ?," tanyaku.
Duke Remy tidak njawab perkataanku tetapi dia terus lihatku dengan ekspresi terkejut. Lalu, aku pun teringat dengan saat sebelum aku mbunuh Enzo. Saat itu, Enzo juga ngatakan hal yang sama dengan yang Duke Remy katakan.
"Kalau tidak salah, dulu Enzo juga pernah mbahas tentang mataku sebelum aku motong lehernya. Apa mang ada sesuatu di mataku ? Namun, setelah aku motong leher Enzo dan mutuskan untuk lihat wajahku di genangan air yang aku buat, aku tidak nemukan hal yang aneh di mataku. Mataku terlihat normal seperti biasa. Apa mungkin saat itu Enzo hanya berusaha untuk ngecohku saja ? Itu berarti tuan Duke Remy pun juga sama. Beliau ngatakan itu hanya untuk ngecohku saja dan mbuatku lengah," pikirku.
Setelah mikirkan itu, aku yang kini sudah berada dihadapan Duke Remy lalu ngarahkan tangan kananku ke Duke Remy. Duke Remy terlihat masih terkejut saat lihatku yang sedang ngarahkan tangan kananku ke arahnya. Kemudian, tangan kananku lalu gang salah satu pedang cahaya yang aku buat yang telah nusuk bagian dada Duke Remy. Setelah itu, aku langsung ncabut pedang cahaya itu dari dada Duke Remy.
"Ahhhhhh!!!,"
Duke Remy pun berteriak kesakitan setelah aku ncabut pedang itu dari dadanya. Setelah aku ncabut pedang itu, aku lalu ncengkram pedang itu dan nghancurkannya. Pedang itu pun langsung nghilang njadi buih-buih cahaya setelah aku hancurkan.
"Saya tidak akan terpengaruh dengan apa yang anda katakan tadi, tuan Duke Remy. Anda ngatakan itu hanya untuk mbuat saya lengah saja kan ?," tanyaku kepada Duke Remy setelah nghancurkan pedang itu.
Duke Remy tidak nanggapi pertanyaanku. Beliau terus ringis kesakitan setelah aku cabut pedang itu dari dadanya.
"Sekarang, sepertinya saya harus segera nepati janji saya kepada orang-orang desa Aston yang telah anda bunuh. Saya akan nghabisi anda," ucapku.
Setelah itu, aku kembali gang pedang milikku. Kemudian, aku ngangkat pedang itu ke atas. Cahaya berwarna putih yang nyelimuti pedang itu terlihat semakin nyilaukan ketika aku ngangkat pedang itu.
Sentara itu, Duke Remy yang sebelumnya sedang ringis kesakitan setelah pedang yang nusuk dadanya telah dicabut oleh Rid, kemudian mulai lihat ke arah Rid yang sedang ngangkat pedang miliknya yang bercahaya putih itu.
"Padahal aku hanya ngungkapkan keterkejutanku saat lihat matanya itu, tetapi dia bilang aku hanya ncoba untuk mbuatnya lengah saja ? Apa dia tidak nyadari kalau bentuk matanya itu terlihat aneh ?,"
"Daripada itu, apa yang harus aku lakukan dengan dia yang sedang ngangkat pedangnya itu. Sepertinya dia benar-benar ingin nghabisi dan mbunuhku kali ini. Sial, apa ini akhir bagiku ?," pikir Duke Remy ketika lihat Rid yang sedang ngangkat pedang miliknya.
Setelah Duke Remy mikirkan itu, Duke Remy tiba-tiba teringat dengan beberapa kejadian yang dia alami sebelumnya.
-
~Flashback dimulai~
Sekitar 24 tahun yang lalu.
Di kediaman Duke Remy.
Terlihat Duke Remy, Duke Darwin dan Duke Jas sedang mbicarakan sesuatu di salah satu ruangan yang ada di kediaman Duke Remy.
"Sulit dipercaya. Kerajaan ini akan dipimpin oleh seorang Ratu yang baru berumur 20 tahun ? Ini benar-benar tidak masuk akal," ucap Duke Jas.
"Iya, anda benar, tuan Jas. skipun Ratu yang baru ini rupakan anggota keluarga San Estella, tapi dia masih terlalu muda untuk gang jabatan sebagai Ratu di kerajaan ini," ucap Duke Darwin.
"Saya paham dengan perasaan kalian berdua, tetapi mau bagaimana lagi. Yang Mulia Ratu atau tepatnya Ratu sebelumnya telah ninggal dunia karena penyakit yang dideritanya yang tidak bisa disembuhkan. Seharusnya Yang Mulia Ratu masih dapat rintah kerajaan ini dalam beberapa waktu ke depan, apabila beliau tidak ninggal lebih dulu. Oleh karena itu, putri tertua sekaligus putri satu-satunya beliau lah yang njadi Ratu saat ini. Putri tertua Yang Mulia Ratu mang masih sangat muda, karena dia masih berumur 20 tahun, tetapi kerajaan tidak punya pilihan lain selain ngangkat dia sebagai Ratu yang baru,"
"Tetapi dari yang saya dengar, Ratu saat ini telah diberikan pendidikan untuk mimpin dan ngelola kerajaan ini saat dirinya masih kecil. Ratu saat ini pun juga disebut sebagai penyihir yang sangat kuat. Sepertinya tidak apa-apa apabila dia njadi Ratu yang baru untuk kerajaan ini," ucap Duke Remy.
"Yah, apabila anda bilang begitu, maka apa boleh buat," ucap Duke Darwin.
"Jika anda berkata seperti itu, maka saya juga setuju-setuju saja apabila dia njadi Ratu yang baru. Asalkan dia tidak ngganggu bisnis dan rencana kita yang sudah kita jalani sampai saat ini," ucap Duke Jas.
"Itu benar," ucap Duke Darwin.
"Iya, untuk sekarang lebih baik kita awasi saja Ratu yang baru ini," ucap Duke Remy.
-
15 tahun yang lalu.
Masih di ruangan yang sama yang berada di kediaman Duke Remy.
"Yang Mulia Ratu benar-benar sudah kelewatan, beliau terus saja mbuat kebijakan-kebijakan yang rugikan kita," ucap Duke Jas.
"Iya. Beberapa dari kebijakan itu mang dapat kita gagalkan karena mbutuhkan persetujuan para Duke seperti kita terlebih dahulu. Karena itu, kita bertiga bisa mbatalkan kebijakan itu dengan tidak nyetujuinya. Tetapi sisanya tidak dapat digagalkan karena kebijakan itu mutlak berasal dari Yang Mulia Ratu tanpa harus ada persetujuan dari para Duke. Ini benar-benar gawat. Jika beliau terus mbuat kebijakan seperti ini, kerugian yang terdampak bagi kita akan semakin parah," ucap Duke Darwin.
"Itu benar. Jadi apa yang harus kita lakukan ? Apa anda punya saran, tuan Remy ?," tanya Duke Jas.
"Saya punya sebuah saran untuk nyelesaikan masalah ini. Saya pun juga ngalami kerugian akibat beberapa kebijakan yang dibuat oleh Yang Mulia Ratu. Jadi saya juga ingin agar masalah ini cepat teratasi. Oleh karena itu, agar masalah ini dapat kita selesaikan, bagaimana kalau kita coba untuk mbunuh Yang Mulia Ratu ?," tanya Duke Remy.
Duke Jas dan Duke Darwin pun terkejut setelah ndengar perkataan Duke Remy.
"mbunuh Yang Mulia Ratu ?! Apa anda serius mberi saran seperti itu, tuan Remy ? Yang Mulia Ratu rupakan penyihir terkuat di kerajaan ini, mustahil bagi kita untuk ngalahkannya," ucap Duke Jas.
"Itu benar. Anda sedang tidak bercanda saat ngatakan itu, kan ?," tanya Duke Darwin.
"Tidak, saya tidak bercanda ketika ngatakan itu. Saya benar-benar nyarankan untuk mbunuh Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.
Duke Darwin dan Duke Jas pun terdiam setelah ndengar perkataan Duke Remy. Ketika reka berdua terdiam, Duke Remy pun kembali lanjutkan perkataannya.
"mang mbunuh Yang Mulia Ratu itu sangatlah sulit karena beliau rupakan penyihir terkuat di kerajaan ini. Tetapi itu bisa dilakukan apabila kita rencanakannya dengan matang. Kita tidak perlu ncoba mbunuhnya dalam waktu dekat. Untuk sekarang, lebih baik kita mpersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar rencana untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dapat berjalan dengan lancar. Bagaimana, kalian berdua ? apa kalian ingin ikut dalam rencana pembunuhan ini ?," tanya Duke Remy.
-
11 tahun yang lalu.
Di ruang kerja Duke Remy yang berada di kediamannya.
Duke Remy terlihat sedang berbicara dengan seseorang dengan nggunakan kristal komunikasi.
"Jadi anda sudah nangkap dan nculik beberapa Elf yang kebetulan sedang berada di pinggiran hutan Mistskog ?,"
"Kerja bagus, tuan Darwin. Sekarang bunuh para Elf itu dan cabut jantungnya dari tubuh reka. Saya ingin nggunakan jantung-jantung itu sebagai bahan percobaan yang ingin saya lakukan. Kemudian, apabila anda sudah mbunuh para Elf itu, buang mayat reka di wilayah San Lucia. Dengan begitu, apabila nanti mayat-mayat itu ditemukan, kita bisa nuduh kalau keluarga San Lucia lah yang mungkin telah mbunuh para Elf itu. Reputasi keluarga reka akan rosot jika tuduhan yang kita layangkan itu malah diterima oleh keluarga kerajaan,"
"Kita harus nyingkirkan atau nghancurkan keluarga San Lucia terlebih dahulu sebelum rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu karena keluarga itu kemungkinan akan njadi halangan bagi kita," ucap Duke Remy.
-
5 tahun yang lalu.
Di ruang kerja Duke Remy yang berada di kediamannya.
Duke Remy terlihat sedang ngerjakan beberapa dokun yang ada di janya. Setelah itu, terdengar suara ketukan dari pintu masuk ruangannya.
*Tok *Tok *Tok
Duke Remy yang ndengar suara ketukan itu lalu nyuruh masuk orang yang ngetuk pintu itu.
"Masuk," ucap Duke Remy.
Setelah Duke Remy ngatakan itu, pintu masuk ke ruangannya pun terbuka. Setelah pintu itu terbuka, dua orang prajurit Duke San Quentine pun mulai langkah masuk ke dalam. Dua orang prajurit itu pun lalu laporkan sesuatu kepada Duke Remy.
"Izin lapor, tuan Duke. Saya ingin mberitahu kalau ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda," ucap salah satu dari prajurit itu.
Duke Remy terlihat sedikit terkejut setelah ndengar perkataan prajurit itu. Alasannya karena prajurit itu ngatakan itu kepada Duke Remy dengan nada suara yang datar seperti orang yang tidak miliki ekspresi. Tetapi Duke Remy tidak terlalu mpermasalahkan hal itu dan langsung nanggapi perkataan prajurit itu.
"Suruh orang itu masuk," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan Duke," ucap prajurit itu dengan nada suara yang datar.
Setelah itu, dua orang prajurit itu pun berbalik dan lihat ke arah pintu masuk yang terbuka. Dari pintu masuk yang terbuka itu, muncul seorang wanita yang ngenakan jubah panjang yang nutupi hampir seluruh tubuhnya. Wanita itu kemudian berjalan untuk nghampiri Duke Remy. Setelah berada dekat dengan Duke Remy, wanita itu lalu mbuka tudung kepala yang nutupi kepalanya. Setelah mbuka tudung kepala itu, wanita itu lalu lihat ke arah Duke Remy. Duke Remy langsung terkejut ketika lihat wajah wanita itu.
"M-mata itu.....Kau...," ucap Duke Remy.
Wanita itu miliki bola mata berwarna hitam pekat. Lalu pada bola matanya itu, wanita itu miliki pupil mata yang berbentuk seperti bunga Lily yang berwarna rah pekat seperti darah. Wanita itu rupakan nona Leirion.
"Jadi pemimpin di wilayah ini adalah kamu ya," ucap nona Leirion.
Nona Leirion lalu terus lihat dan mperhatikan Duke Remy. Sentara Duke Remy hanya diam saja dengan wajah yang terkejut. Seluruh tubuhnya pun getar seperti orang yang sedang ketakutan.
"Hmmmm, kamu terlihat seperti orang yang sangat serakah dan tidak pernah puas. Kalau begitu kamu adalah yang cocok untuk ini. Aku ada pertanyaan untukmu, apa kamu mau ncoba untuk rebut kerajaan ini dan mbuatnya njadi milikmu sendiri ?," tanya nona Leirion.
Duke Remy tetap hanya diam dan tidak njawab perkataan nona Leirion.
"Yang Mulia Raja Iblis rintahkan kami untuk rebut beberapa kerajaan atau negara di benua Utara secara diam-diam. Oleh karena itu, kami tidak bisa nggunakan kekuatan kami untuk rebut kerajaan atau negara di benua Utara ini karena apabila kami nggunakan kekuatan kami, para Malaikat itu akan langsung ngetahui kehadiran kami. Jadi kami berniat untuk rebut kerajaan atau negara yang ada di benua Utara ini dengan nggunakan orang-orang yang tinggal di kerajaan dan negara itu. Kebetulan sekali aku nemukan orang sepertimu di kerajaan ini. Jadi bagaimana ? Apa kamu mau ncoba untuk rebut kerajaan ini ? Kerajaan ini nantinya mang akan berada dibawah kekuasaan dan kendali Raja Iblis, tetapi tetap kamu lah yang akan mimpin kerajaan ini. Jadi kerajaan ini akan tetap njadi milik kamu. Apabila kamu mau ncoba untuk rebut kerajaan ini, aku akan mberimu sedikit bantuan untuk mpermudahmu dalam rebut kerajaan ini," ucap nona Leirion.
~Flashback berakhir~
-
Kembali ke saat ini.
Duke Remy yang saat ini sedang dalam posisi seperti rangkak dengan 1 lengan masih terus lihat ke arah Rid yang bersiap untuk nyerangnya. Tidak lama kemudian, tiba-tiba terjadi gempa yang cukup dahsyat yang landa tempat kami berada saat ini. Tempat kami berada saat ini yaitu gedung tengah pun sedang bergetar dan berguncang dengan hebat. Aku yang masih sedang ngangkat pedangku ke atas pun terkejut begitu rasakan adanya goncangan hebat yang landa tempat kami saat ini
"Gempa bumi ? Apakah gempa bumi ini terjadi secara alami atau karena sihir dari seseorang ?," pikirku.
Setelah aku mikirkan itu, aku lalu lihat ke arah Duke Remy. Setelah lihat ke arah Duke Remy, aku pun langsung terkejut. Itu karena aku lihat Duke Remy sedang nyalurkan Mana miliknya dalam jumlah banyak ke lengan kiri dan kedua kakinya yang nyentuh lantai arena turnan akademi. Mana dari lengan kiri dan kedua kakinya itu pun langsung nyebar ke lantai yang disentuhnya. Mana itu tidak hanya nyebar di lantai, lainkan juga di dinding dan langit-langit tempat kami berada saat ini. Tidak hanya di tempat kami saja, Mana itu mungkin sudah nyebar ke lantai yang ada di bawah atau bahkan hingga ke dalam tanah. Oleh karena itu, aku berpikir kalau gempa bumi yang terjadi saat ini sepertinya akibat dari perbuatan Duke Remy.
-
Sentara itu, gempa yang terjadi saat ini tidak hanya landa dan ngguncang gedung tengah akademi tempat Rid berada saja. lainkan hingga ke seluruh wilayah akademi. Tidak, bahkan seluruh ibukota San Estella saat ini sedang dilanda oleh gempa yang cukup dahsyat itu.
-
Kembali ke tempat Rid berada.
Duke Remy masih terus ngalirkan Mananya itu ke lengan kiri dan kedua kakinya itu. Setelah itu, Duke Remy pun mulai ngatakan sesuatu.
"Hahahaha, setelah semua yang aku lakukan saat ini, mana mungkin aku akan nyerah begitu saja. Ini bukanlah akhir bagiku, Rid Archie!. Aku masih miliki sebuah sihir pamungkas yang sedang aku gunakan saat ini. Awalnya aku tidak bisa nggunakan sihir ini karena sihir ini rlukan banyak Mana, tetapi karena aku sudah masukkan banyak darah iblis ke dalam tubuhku, Mana milikku pun njadi bertambah banyak dan aku pun jadi bisa nggunakan sihir ini. Dengan sihir ini, aku akan mbunuhmu, Yang Mulia Ratu, tuan Louis dan semua orang yang ada di akademi ini. Bukan hanya di akademi ini saja, semua orang yang ada di ibukota kerajaan ini juga akan aku bunuh. Seluruh ibukota ini akan aku hancurkan dengan sihir ini,"
"mang sangat disayangkan karena seluruh ibukota akan hancur setelah terkena sihir ini, tetapi aku tidak ada pilihan lain. Seluruh ibukota ini akan bisa dibangun ulang setelah kalian semua mati," ucap Duke Remy.
Tepat setelah Duke Remy ngatakan itu, aku langsung ngayunkan pedang milikku yang sebelumnya aku angkat ke atas ke arah Duke Remy. Namun sebelum ayunan pedangku ngenai Duke Remy, dari bawah lantai di sekitar tempatku berpijak tiba-tiba muncul beberapa pohon berwarna hitam. Aku pun langsung pergi dari tempat itu dan nghindar ke tempat yang aman dari munculnya pohon-pohon itu. Pohon-pohon yang baru muncul itu berukuran sangat besar dan juga tinggi. Pohon-pohon yang baru muncul itu kemudian nggunakan batang-batang pohonnya untuk nyerangku. Tidak hanya batang-batang pohonnya saja, pohon-pohon itu juga nggunakan daun, ranting atau bagian-bagian tubuhnya yang lain untuk nyerangku. Aku pun dengan cepat langsung nghindari serangan pohon-pohon itu dengan berpindah ke tempat yang aman dari pohon-pohon itu. Tetapi, pohon-pohon itu tidak hanya muncul di tempat itu saja, pohon-pohon itu mulai tumbuh di sisi lain arena turnan akademi ini. Di tempatku berada saat ini pun, beberapa pohon berwarna hitam itu pun juga mulai bermunculan dan reka pun langsung nyerangku dengan bagian-bagian tubuh reka.
Sentara itu, Duke Remy terlihat sedang tertawa setelah dia munculkan pohon-pohon berwarna hitam itu.
"Hahahaha, aku akan munculkan pohon-pohon itu di seluruh ibukota kerajaan ini. Pohon-pohon inilah yang akan mbunuh semua orang di kerajaan ini. Sekarang, matilah kalian semua dan juga kau, Rid Archie!!!," ucap Duke Remy.
~Plant Magic Dark Magi-~
Namun, saat Duke Remy berniat ngaktifkan sihirnya itu, sebuah tangkai bunga berwarna hitam yang sangat besar tiba-tiba langsung nusuk dada kirinya. Duke Remy terlihat sangat terkejut ketika tangkai bunga itu tiba-tiba nusuk dirinya. Aku yang sedang lihat Duke Remy sambil nghindari serangan dari pohon-pohon yang muncul itu pun juga terkejut. Lalu setelah tangkai bunga itu nusuk dada kiri Duke Remy, tangkai bunga itu kemudian langsung lilit tubuh Duke Remy. Terlihat di bagian tangkai bunga itu ada beberapa bunga yang terlihat seperti bunga Lily berwarna putih. Kemudian, saat tangkai bunga itu sedang lilit tubuh Duke Remy, terdengar suara wanita yang sedang berbicara.
"Seingatku, aku rintahkanmu untuk rebut kerajaan ini dengan cara yang tidak ncolok. Tetapi kamu berniat untuk rebut kerajaan ini dengan nghancurkan seluruh ibukota kerajaan ini ? Bukankah apa yang kamu lakukan saat ini sangatlah ncolok ? Bukankah begitu, Remy ?," tanya wanita itu.
Setelah ndengar suara itu, aku pun langsung noleh dan lihat ke sekitar tempat ini untuk ncari wanita yang barusan berbicara itu. Tidak lama kemudian, aku nemukan wanita itu. Wanita itu sedang duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh Ratu Kayana ketika sedang nonton turnan akademi. Aku terkejut ketika lihat wanita itu karena aku sama sekali tidak rasakan keberadaannya.
"Sejak kapan wanita itu ada disana ?! Aku sama sekali tidak rasakan keberadaannya," pikirku.
Setelah itu, Duke Remy yang sedang ditusuk dan dililit oleh tangkai bunga itu pun secara perlahan mulai noleh ke arah wanita itu.
"N-nona Leirion ?!," ucap Duke Remy.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)