Font Size
15px

Aku masih gang pedangku yang masih nusuk dada Duke Remy. Tidak lama kemudian, aku pun langsung ncabut pedang itu dari tubuh Duke Remy. Setelah aku ncabut pedangku dari tubuhnya, terlihat darah ngalir keluar dengan cukup deras dari luka tusukan yang disebabkan oleh pedangku. Duke Remy yang awalnya sedang berdiri pun langsung jatuh terduduk setelah aku ncabut pedangku. Duke Remy jatuh terduduk sambil nundukkan kepalanya.

Sentara itu, aku terus lihat ke arah Duke Remy yang saat ini sedang terduduk sambil nundukkan kepalanya. Aku kemudian berjalan perlahan ke samping Duke Remy yang sedang terduduk, tentu saja sambil terus lihat ke arahnya. Setelah aku sudah berada di samping Duke Remy, aku pun langsung ngangkat tangan kananku yang sedang gang pedang milikku ke atas.

"Ayo kita akhiri ini, tuan Duke Remy," ucapku.

Kemudian, aku ngayunkan pedangku dengan cepat ke bawah, tepatnya ke leher Duke Remy. Aku berniat untuk nggal leher dari Duke Remy yang sedang terduduk itu. Namun, ketika aku sedang ngayunkan pedangku itu, tiba-tiba muncul beberapa batang pohon dari bawah lantai di sekitar tempat aku dan Duke Remy berada. Batang-batang pohon yang tiba-tiba muncul itu dengan cepat langsung lesat ke arahku untuk nyerangku. Aku pun langsung nghindari serangan batang-batang pohon itu dan sesekali motong batang-batang pohon itu dengan nggunakan pedangku. Namun batang-batang pohon itu langsung tumbuh kembali setelah berhasil aku potong. Karena aku terus nghindari serangan batang-batang pohon itu, aku pun jadi njauh dari Duke Remy. Aku yang kini sedang berada dalam jarak yang cukup jauh dari Duke Remy kemudian lihat kembali ke arah Duke Remy setelah sebelumnya aku hanya fokus untuk lihat batang-batang pohon yang nyerangku. Saat aku sedang lihat ke arah Duke Remy, terlihat Duke Remy sedang diselimuti oleh batang-batang pohon yang tiba-tiba muncul di lantai sekitar tempatnya berada.

"Batang-batang pohon itu, sepertinya tuan Duke Remy baru saja nyuntikkan atau masukan darah iblis lagi ke dalam tubuhnya disaat aku sedang tidak lihatnya karena adanya batang-batang pohon yang nyerangku ini," pikirku.

Batang-batang pohon yang nyelimuti Duke Remy terlihat sudah hampir nyelimuti seluruh tubuhnya. Duke Remy yang awalnya nunduk pun kini langsung lihat ke arahku. Duke Remy kemudian ngatakan sesuatu kepadaku.

"Apa yang kamu katakan tadi ada benarnya, Rid Archie. Ayo kita akhiri ini, tetapi ini bukanlah akhir untukku, lainkan untukmu, Rid Archie!!," ucap Duke Remy dengan nada yang keras.

Setelah ngatakan itu, batang-batang pohon itu pun kini telah nyelimuti seluruh tubuh Duke Remy. Tidak lama kemudian, batang-batang pohon itu pun mulai berhenti nyelimuti seluruh tubuh Duke Remy dan reka mulai kembali ke bawah lantai. Setelah batang-batang pohon itu berhenti nyelimuti tubuhnya, terlihat Duke Remy sedang berdiri tegak dengan masih ngenakan armor berwarna hitam yang sama dengan sebelumnya. Tetapi armor itu kini telah pulih kembali dari kerusakan yang dialami sebelumnya. Tubuh Duke Remy yang sebelumnya ngalami beberapa banyak luka tebasan pun kini juga sudah pulih sepenuhnya. Penampilan Duke Remy terlihat seperti seseorang yang baru saja terlahir kembali.

Namun, selain penampilannya yang sudah pulih dari luka-luka yang dialaminya sebelumnya, penampilannya saat ini terlihat berbeda daripada sebelumnya. Itu karena saat ini Duke Remy tiba-tiba miliki sepasang sayap yang tumbuh di bagian belakang dada kanan dan dada kirinya, tepat di atas beberapa batang pohon yang tumbuh di belakang tubuhnya. Sepasang sayap itu kini masih nutup, namun tidak lama kemudian sepasang sayap itu pun mulai terbuka lebar. Ketika sepasang sayap itu sudah terbuka lebar, terlihat kalau ukuran dari sepasang sayap itu ternyata cukup besar.

"Sepasang sayap itu, sepertinya terbuat dari sihir tanaman milik beliau. Sepasang sayap itu terlihat mirip dengan sepasang sayap yang dimiliki oleh kelelawar. Tidak, mungkin lebih mirip dengan sepasang sayap yang dimiliki oleh Naga," pikirku sambil lihat ke arah Duke Remy.

Sentara itu, setelah Duke Remy lebarkan sepasang sayapnya itu, Duke Remy lalu ngatakan sesuatu kepadaku.

"Aku sudah nggunakan seluruh darah iblis yang ku bawa di pakaianku. Saat ini, aku rasa seperti sudah njadi iblis sejati. Dengan kekuatan ini, aku akan mbunuhmu, Rid Archie!!," ucap Duke Remy.

Duke Remy kemudian langsung lesat dengan cepat ke arahku dengan terbang rendah nggunakan sepasang sayapnya. Tidak butuh waktu lama, Duke Remy pun langsung berada dalam jarak yang dekat denganku. Kemudian, Duke Remy pun langsung nyerangku dengan nggunakan pedangnya. Ayunan pedang itu sangat cepat ngarah ke leherku namun aku dapat nghindari ayunan pedang itu dengan nggerakkan kepalaku ke bawah. Tetapi aku tidak dapat nghindarinya dengan sempurna karena ayunan pedang itu berhasil nggores sedikit bagian kepalaku. Setelah aku nghindari serangan itu, tiba-tiba aku ndengar ada suara seperti suara dinding yang retak yang ada di belakangku. Aku pun langsung sedikit nengok ke belakang untuk ngetahui suara apa itu. Ketika aku sudah nengok ke belakang, aku lihat ada bekas tebasan yang cukup besar di dinding itu. Bekas tebasan di dinding itu terlihat manjang secara horizontal, mirip dengan gerakan ayunan pedang yang dilakukan Duke Remy barusan.

"Bekas tebasan itu pastinya berasal dari tebasan yang dilakukan oleh tuan Duke Remy barusan. Sepertinya serangan tebasannya kali ini njadi sangat berbahaya sampai beliau mampu untuk nebas dinding itu dari jarak ini," pikirku sambil lihat ke arah bekas tebasan yang ada di dinding itu.

Setelah lihat ke arah dinding itu, aku pun kembali lihat ke arah Duke Remy. Terlihat Duke Remy kembali ncoba nyerangku dengan pedang miliknya. Tetapi aku langsung nghindari serangan itu dengan bergerak ke samping. Namun lagi-lagi aku tidak dapat nghindari serangan itu dengan sempurna karena serangan itu berhasil nggores badanku. ski aku berhasil nghindari serangan itu, Duke Remy kembali nyerangku dengan pedang miliknya secara terus nerus. Tidak hanya dengan nggunakan pedang miliknya saja, beliau juga terus nyerangku dengan batang-batang pohon baik dengan batang-batang pohon yang muncul secara tiba-tiba di lantai ataupun dengan batang-batang pohon yang muncul di belakang tubuhnya.

Untuk batang-batang pohon yang muncul di lantai, aku dapat ngatasinya dengan mbekukan lantai itu dengan ~Full Frost~. Sihir itu tidak hanya mbekukan seluruh lantai ini saja, lainkan juga dengan batang-batang pohon yang muncul dari lantai itu. Lalu untuk serangan batang-batang pohon yang muncul di belakang Duke Remy dan juga serangan pedang yang dilancarkan Duke Remy, aku hanya nggunakan pedangku yang saat ini masih ngeluarkan cahaya berwarna biru untuk ngatasi serangan-serangan itu. Aku berhasil nahan serangan pedang Duke Remy dan motong batang-batang pohon yang muncul di belakang tubuhnya itu skipun batang-batang pohon itu langsung pulih kembali. Namun, skipun aku berhasil nahan serangan-serangan itu, beberapa serangan itu berhasil lukai tubuhku karena serangan-serangan itu bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

"Setiap beliau masukkan darah iblis ke dalam tubuhnya, beliau njadi lebih kuat dan lebih cepat daripada sebelumnya. Aku harus beradaptasi lagi dengan kecepatan beliau," pikirku.

Duke Remy terus nyerangku dengan pedang miliknya dan juga batang-batang pohon yang tumbuh di belakangnya tanpa sedikitpun lihat ke atas. Duke Remy sudah tahu cara kerja ~Light of Aurora~ itu jadi beliau tidak sedikitpun noleh ke atas saat nyerangku.

"Aku sudah tahu cara kerja trikmu itu, Rid Archie. Selama aku tidak lihat ke cahaya itu, aku tidak akan tertebas oleh tebasan yang tiba-tiba muncul dari trikmu itu. Selain itu, saat ini aku sudah njadi sangat kuat karena aku sudah nggunakan semua darah iblis yang aku bawa di pakaianku. Kali ini, tamatlah riwayatmu, Rid Archie!!," ucap Duke Remy.

Setelah Duke Remy ngatakan itu, Duke Remy langsung lancarkan serangan dengan pedang miliknya. Disaat yang bersamaan, semua batang pohon yang muncul di belakang tubuhnya pun juga lesat ke arahku untuk nyerangku. Duke Remy berniat untuk nyerangku dengan 2 jenis serangan miliknya.

"Jika aku nahan serangan pedang miliknya, serangan batang-batang pohon itu akan ngenai dan lukaiku. Lalu jika aku nahan serangan batang-batang pohon itu, serangan pedang miliknya lah yang akan ngenai dan lukaiku. Selain itu, aku tidak bisa nghindari serangan-serangan itu dengan sempurna saat ini. Dengan serangan sebanyak itu, kemungkinan akan ada serangan yang berhasil lukaiku dengan cukup telak. Kalau begitu, sepertinya aku harus ningkatkan kecepatanku dengan nggunakan sihir ini," pikirku sambil lihat Duke Remy yang sedang nyerangku.

Kemudian, disaat serangan Duke Remy hampir ngenaiku, aku dengan cepat langsung nggumamkan sesuatu.

~Light Magic : Movent of Light~

Setelah itu, aku pun langsung nghindari serangan itu dengan bergerak sangat cepat. Serangan pedang Duke Remy dan batang-batang pohon yang muncul dari belakang tubuhnya pun hanya ngenai udara saja karena aku sudah nghindari serangan itu. Duke Remy terlihat terkejut karena aku telah nghindari serangan itu dan beliau saat ini sedang ncari keberadaanku yang telah nghilang dari hadapannya.

"Dia nghilang ?! Dimana dia ?!," ucap Duke Remy.

"Saya ada disini, tuan Duke Remy," ucapku yang kini telah berada di belakang Duke Remy.

Duke Remy pun langsung noleh ke belakangnya untuk lihatku. Lalu saat Duke Remy sudah noleh ke belakang, aku dengan cepat langsung nyerangnya dengan pedangku yang cahayanya kini sudah berubah njadi warna hijau. Cahaya Aurora yang ada di atas pun juga sudah berubah njadi warna hijau. Lalu, serangan yang aku lancarkan pun berhasil ngenai dan lukai tubuh Duke Remy dengan telak. Aku berhasil lukai Duke Remy dan mberinya luka tebasan dari perut bagian kirinya hingga ke bahu kanannya, hampir seperti luka tebasan yang aku berikan sebelumnya. Darah pada luka tebasan itu pun ngalir keluar dengan cukup deras.

Sentara itu, Duke Remy terlihat terkejut setelah aku berhasil lukai tubuhnya. Duke Remy pun kemudian langsung berlutut sambil gangi luka tebasan itu dengan kedua tangannya. lihat Duke Remy yang berlutut, aku bersiap untuk nyerang Duke Remy kembali. Tetapi batang-batang pohon yang muncul dari belakang tubuh Duke Remy tiba-tiba bergerak ke arahku dan langsung nyerangku. Aku pun langsung nebas dan motong batang-batang pohon itu. Lalu ketika batang-batang pohon itu sudah berhasil aku potong, tiba-tiba dihadapanku muncul tebasan berwarna hitam yang cukup besar yang sedang lesat ke arahku. Sebelum tebasan berwarna hitam itu ngenaiku, aku langsung ngayunkan pedang milikku untuk motong tebasan itu. Tebasan itu pun berhasil aku potong njadi dua. Lalu setelah tebasan itu berhasil dipotong, di belakang tebasan itu terlihat Duke Remy yang sedang lesat ke arahku untuk nyerangku dengan pedangnya. Terlihat darah masih ngalir keluar dari luka tebasan yang berasal dari seranganku sebelumnya. Kemudian, Duke Remy pun kini sudah berada di hadapanku dan langsung ngayunkan pedangnya itu kepadaku. Tetapi aku kembali nghindari serangan itu dengan bergerak sangat cepat yang mbuatku kini sudah berada di belakang Duke Remy lagi. Aku kemudian langsung nyerang Duke Remy dengan pedang milikku tepat di belakang tubuhnya. Aku nyerangnya tepat di bagian batang-batang pohon yang tumbuh di belakang tubuhnya. Aku nebas bagian tubuh tempat tumbuhnya batang-batang pohon itu dan kemudian langsung motong semua batang pohon yang tumbuh itu. Tubuh bagian belakang Duke Remy pun kini sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka akibat aku yang berhasil nyerang tubuh bagian belakangnya. Batang-batang pohon yang sebelumnya tumbuh di belakang tubuhnya pun kini sudah tidak pulih atau tumbuh kembali setelah aku potong, berbeda dengan sebelumnya. Mungkin karena barusan aku berhasil motong batang-batang pohon itu tepat di bagian yang nyatu dengan tubuh Duke Remy. Maka dari itu batang-batang pohon itu tidak pulih atau tumbuh kembali setelah aku potong.

Sentara itu, Duke Remy terlihat seperti sedang ringis kesakitan setelah aku berhasil nyerang bagian belakang tubuhnya. Namun, tidak lama setelah aku berhasil nyerang bagian belakang tubuhnya, Duke Remy langsung berbalik dengan cepat untuk nyerangku dengan pedang miliknya. Namun aku kembali dapat nghindari serangan itu dengan bergerak sangat cepat dan kini aku sudah berada di belakang Duke Remy kembali. Setelah itu, aku langsung nendang bagian belakang Duke Remy dan mbuatnya terhempas ke atas. Duke Remy terhempas ke atas sambil lihat cahaya berwarna hijau yang ada di atasnya. Tidak lama setelah Duke Remy lihat cahaya berwarna hijau itu, tebasan angin langsung nyerang tubuh bagian depan Duke Remy secara tiba-tiba. Tebasan itu berhasil lukai tubuh Duke Remy dengan telak. Darah pun langsung ngalir keluar dari luka tebasan itu.

Setelah Duke Remy terkena tebasan itu, Duke Remy yang sebelumnya terhempas ke atas pun langsung jatuh ke bawah dan nghantam lantai di bawahnya. Tidak lama setelah Duke Remy jatuh dan nghantam lantai, Duke Remy mulai bangkit dan berdiri kembali. Terlihat tubuh Duke Remy, baik tubuh bagian depan atau tubuh bagian belakangnya saat ini sudah dipenuhi oleh banyak luka. Lalu ketika Duke Remy sudah berdiri kembali, Duke Remy langsung noleh dan lihat ke arahku. Duke Remy pun langsung ngatakan sesuatu kepadaku dengan nada suara yang terdengar seperti orang yang sedang kesal atau marah.

"Apa-apaan ini ?! Kenapa kamu masih bisa lukai tubuhku, Rid Archie ?!?! Aku sudah nggunakan dan masukkan semua darah iblis yang aku bawa di pakaianku ke dalam tubuhku. Seharusnya aku saat ini sudah njadi sangat kuat dari sebelumnya, armor yang aku kenakan pun juga seharusnya njadi lebih kuat dan lebih tebal daripada sebelumnya. Tetapi, kenapa kamu masih bisa lukaiku ?!?!," ucap Duke Remy.

Setelah ndengar perkataan Duke Remy, aku pun langsung nanggapi perkataannya itu.

"Bukankah saya sudah bilang sebelumnya, tuan Duke Remy ? Tidak peduli seberapa banyak anda ningkatkan kekuatan anda dan mperkuat armor yang anda kenakan, sihir cahaya milik saya akan selalu dapat nembus armor yang anda kenakan dan lukai tubuh anda. Perkataan saya itu bukanlah sebuah gertakan, tetapi adalah kenyataan," ucapku.

"Sihir cahaya, sihir cahaya, sihir cahaya terus yang sejak tadi kamu katakan!!!. Aku tidak percaya orang sepertimu bisa nggunakan sihir seperti itu!!!," ucap Duke Remy.

Setelah itu, Duke Remy kembali lesat dengan cepat ke arahku. Disaat Duke Remy sedang lesat ke arahku, cahaya Aurora yang berada di langit-langit pun telah berganti warna dari warna hijau njadi warna putih. Kemudian, Duke Remy pun kini sudah berada tepat di hadapanku. Duke Remy pun langsung nyerangku dengan pedangnya itu.

"Matilah kau, Rid Archie!!!," ucap Duke Remy.

Tetapi sebelum serangan pedang Duke Remy ngenaiku, aku langsung bergerak dengan sangat cepat dengan nggunakan sihir cahaya dan kini aku sudah berada di samping Duke Remy. Setelah berada di samping Duke Remy, aku pun langsung ngangkat tangan kananku yang sedang gang pedang milikku. Pedang milikku kini kembali bercahaya putih seperti semula setelah cahaya Aurora yang ada di atas sana juga berubah warna njadi warna putih.

"Begitu ya, jadi anda tetap tidak mpercayainya. Ya sudahlah, lagipula saya juga tidak peduli mau anda percaya atau tidak. Tetapi, setidaknya terimalah tebasan yang berasal dari sihir cahaya yang asli ini," ucapku sambil ngangkat tangan kananku.

Kemudian, aku nggerakan tangan kananku ke bawah dan ngayunkan pedangku juga ke bawah. Aku ngayunkan pedangku ke lengan kanan Duke Remy yang sedang gang pedang miliknya. Aku ngayunkan pedang itu dengan cepat hingga akhirnya aku pun berhasil motong lengan kanan Duke Remy dengan pedang itu. Lengan kanan Duke Remy yang baru saja terpotong pun langsung terlempar ke udara. Duke Remy terlihat sangat terkejut begitu lihat lengan kanannya yang baru saja terpotong itu sedang terlempar ke udara.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 400 : Rid vs Duke Remy on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Death Notice cover
Trending now

Death Notice

Gluttonous Monk ·Horror

Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoysthebloodshed.He...Readmore Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoystheblo...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.