Peace Hunter Chapter 398 : Senjata Sihir

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

Darah pun mulai ngalir keluar dari luka tebasan yang ada pada tubuh Duke Remy mulai dari perut kiri bagian bawahnya hingga bahu kanannya. Duke Remy sangat terkejut begitu ngetahui kalau serangan itu berhasil ngenainya dengan telak dan mbuatnya terluka cukup parah.

"A-apa-apaan ini ? Serangan itu berhasil lukaiku ?," pikir Duke Remy.

Sentara itu, aku yang sebelumnya baru saja nyerang Duke Remy, kali ini kembali nyerang Duke Remy. Aku berniat nyerang Duke Remy dengan ayunan pedang yang berkebalikan dengan yang sebelumnya. Jadi ayunan pedang ini apabila berhasil ngenai Duke Remy, maka Duke Remy akan terkena tebasan mulai dari perut kanan bagian bawahnya hingga bahu kirinya. Namun, ketika aku mau ngayunkan pedangku ini, Duke Remy dengan cepat langsung nghindar ke belakang. skipun beliau telah nghindar ke belakang, ayunan pedangku berhasil ngenai sedikit bagian perutnya dan mbuat bagian perutnya itu terluka. Luka di bagian perutnya itu pun nyilang dengan luka tebasan yang beliau terima sebelumnya.

Setelah nghindari seranganku dengan bergerak ke belakang, Duke Remy pun langsung gangi perutnya yang terluka. Setelah gangi perutnya itu, terlihat ada banyak darah yang ada pada telapak tangannya yang baru saja digunakan untuk gang perutnya yang terluka. Setelah itu, Duke Remy mulai lihat dan mperhatikan luka tebasan yang manjang dari perut kiri bagian bawahnya sampai bahu kanannya yang sebelumnya diterimanya. Darah terlihat masih terus ngalir keluar dari luka tebasan itu. Setelah mperhatikan luka tebasan itu, Duke Remy lalu lihat kembali ke arahku. Tetapi dari pandangannya sepertinya dia tidak lihat tepat ke diriku, lainkan ke pedang berwarna putih dan bercahaya yang sedang aku pegang. Benar saja, tidak lama kemudian, Duke Remy mulai ngatakan sesuatu tentang pedang yang sedang aku pegang.

"Apa-apaan pedang berwarna putih yang ngeluarkan cahaya yang nyilaukan itu ?! Bagaimana bisa pedang itu lukaiku dengan mudah ?!," tanya Duke Remy.

"Anda sudah lihat kalau pedang ini ngeluarkan cahaya yang nyilaukan. Seharusnya anda tahu pedang apa ini karena cahaya yang dikeluarkan oleh pedang ini berkaitan dengan salah satu sihir yang ada di dunia ini," ucapku.

Duke Remy pun terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.

"Jangan bercanda kamu, Rid Archie. Maksudmu pedang itu bisa bercahaya karena pedang itu dialiri oleh sihir cahaya ?," tanya Duke Remy.

"Iya, pedang ini mang dialiri oleh sihir cahaya, tapi sihir cahaya yang ada dari pedang ini bukan berasal dari milik saya karena pada awalnya pedang ini sudah dialiri oleh sihir cahaya. Anda tahu kan kalau ada beberapa senjata di dunia ini yang sudah dialiri oleh beberapa sihir elen tanpa penggunanya harus ngalirkan sihir elennya ke senjata itu," ucapku.

"Ya, aku tahu tentang itu. Senjata-senjata yang sudah dialiri oleh suatu sihir dengan sendirinya dikenal dengan senjata sihir. Senjata itu rupakan senjata yang langka karena pembuatan senjata itu sangat sulit. Bahkan ras Dwarf yang dikenal sebagai pencipta senjata terbaik, tidak semuanya bisa mbuat senjata seperti itu,"

"Senjata-senjata yang sudah dialiri dengan sihir elen dasar dengan sendirinya pun sangatlah langka, namun kamu bilang kalau pedang yang kamu pegang itu sudah dialiri oleh sihir cahaya dengan sendirinya ? Kamu jangan bercanda ! Sihir cahaya rupakan sihir yang hanya bisa digunakan oleh ras Malaikat dan orang-orang yang nerima ~Blessing~ saja, jadi kalau pun ada pedang yang sudah dialiri oleh sihir cahaya dengan sendirinya, maka reka lah yang pastinya mpunyai pedang itu. Jadi, tidak mungkin kamu yang hanya rupakan seorang murid akademi mpunyai pedang seperti itu. Jangankan pedang seperti itu, pedang yang dialiri oleh sihir elen dasar dengan sendirinya pun kamu tidak mungkin mpunyainya. Ini pasti hanyalah kebohongan yang kamu buat, Rid Archie. Cahaya yang ada pada pedang itu pasti hanyalah sebuah trik yang kamu buat untuk ngecohku. Aku tidak akan mpercayai perkataanmu itu," ucap Duke Remy yang tidak terima.

"Jika anda tidak percaya dengan perkataan saya, silahkan saja lagipula saja tidak begitu peduli. Saya hanya ingin ngalahkan dan mbunuh anda," ucapku.

Setelah itu, aku langsung lesat ke arah Duke Remy dan langsung nebasnya secara vertikal dengan nggunakan pedangku. Tetapi Duke Remy dengan cepat langsung nghindari seranganku dengan lompat ke samping. Saat Duke Remy masih di udara karena baru saja lompat, Duke Remy langsung lancarkan serangan dengan pedang yang dipegangnya.

~Darkness Tree Slash~

Duke Remy pun ngayunkan pedangnya itu dan dari pedangnya itu muncul sebuah tebasan berwarna hitam yang lesat dengan cepat ke arahku. Tetapi, ketika tebasan itu hampir ngenaiku, aku dengan cepat langsung ngayunkan pedangku secara vertikal dan nebas tebasan itu. Tebasan itu pun berhasil aku potong tepat di bagian tengahnya secara vertikal. Tebasan itu pun gagal ngenaiku, tetapi bagian samping dari tebasan itu tetap lesat dan lewatiku hingga nghantam dan nghancurkan dinding yang berada di belakangku. Duke Remy pun terkejut saat lihat aku yang dapat motong tebasan yang dilancarkannya dengan mudah.

"Bagaimana mungkin ?! Hanya dengan ayunan pedang yang terlihat biasa saja itu, dia mampu motong tebasanku dengan mudah ?!," pikir Duke Remy.

Setelah motong tebasan itu, aku pun langsung kembali lesat ke arah Duke Remy dan nyerangnya. Tetapi Duke Remy langsung nggunakan pedangnya itu untuk nahan serangan pedangku. Pedang kami pun saling beradu karena hal itu. Kami pun kemudian mulai saling nekan dan ndominasi dalam adu pedang ini. Tidak lama kemudian, Duke Remy mulai terdorong mundur dalam adu pedang ini karena aku lebih ndominasi dalam adu pedang ini.

"Bahkan aku kalah dalam adu pedang ini. Apa pedang itu lebih kuat daripada pedang milikku yang sudah dialiri oleh ~Dark Magic ?!," pikir Duke Remy.

Aku terus ndominasi dalam adu pedang itu dan mbuat Duke Remy semakin terdorong ke belakang. Beberapa saat kemudian, aku pun berhasil nangkan adu pedang itu dengan nghempaskan Duke Remy ke belakang hingga nghantam dinding yang ada di belakangnya.

*DUMMMM

Suara benturan pun terdengar keras akibat Duke Remy yang nghantam dinding itu. Debu asap pun langsung bermunculan di sekitar tempat Duke Remy nghantam dinding. Setelah itu, aku lihat dan mperhatikan pedang yang baru saja aku gunakan. Pedang berwarna putih ini masih ngeluarkan cahaya terang yang nyilaukan. Saat baru pertama kali gang dan narik pedang ini, aku tidak tahan dengan cahaya terang yang keluar dari pedang ini. Tetapi karena aku dulu sering berlatih dengan pedang ini, aku sudah terbiasa dengan cahaya terang yang keluar dari pedang ini.

"Seperti biasa, sihir cahaya yang ada pada pedang ini sangatlah kuat. Sepertinya aku tidak perlu ningkatkan kekuatan sihir cahaya pada pedang ini dengan nggunakan sihir cahaya milikku," pikirku.

Setelah aku lihat dan mperhatikan pedang yang aku pegang, aku lalu kembali lihat ke arah tempat Duke Remy nghantam dinding yang masih dipenuhi oleh debu asap. Aku terus lihat ke arah tempat itu cukup lama sampai asap yang nuhi tempat itu secara perlahan mulai nghilang. Ketika asap di tempat itu mulai nghilang, aku lihat ada beberapa batang pohon berwarna hitam yang muncul dan sedang nyelimuti seseorang. Orang yang diselimuti oleh batang-batang pohon itu adalah Duke Remy.

"Batang-batang pohon kembali nyelimuti tubuhnya. Sepertinya beliau baru saja nyuntikkan atau minum darah iblis yang beliau bawa untuk mulihkan tubuh beliau," pikirku.

Tidak lama kemudian, batang-batang pohon itu pun telah selesai nyelimuti tubuh Duke Remy. Batang-batang itu pun kemudian langsung nyusut kembali ke bawah lantai tempat reka muncul. Sentara itu, Duke Remy yang baru saja diselimuti oleh batang-batang pohon itu terlihat sudah pulih dari luka yang sebelumnya diterimanya. Luka tebasan yang berasal dari seranganku terlihat sudah nghilang sepenuhnya. Armor yang dikenakannya pun juga sudah pulih kembali. Tidak ada kerusakan ataupun goresan lagi pada armor yang dikenakannya itu.

Lalu, setelah batang-batang pohon itu telah selesai nyelimuti tubuhnya, Duke Remy secara perlahan mulai berjalan ndekatiku. Duke Remy berjalan sambil ngatakan sesuatu kepadaku.

"skipun sebelumnya kamu berhasil lukaiku, tetapi aku masih bisa mulihkan tubuhku dengan nggunakan darah iblis yang masih aku miliki. Aku pun juga sudah semakin bertambah kuat daripada sebelumnya," ucap Duke Remy.

"Darah iblis yang anda miliki sepertinya sangat banyak ya, tuan Duke Remy. Sebenarnya berapa banyak darah iblis yang anda bawa dan siap anda gunakan ? Dan juga, berapa banyak darah iblis yang anda gunakan barusan ?," tanyaku.

"Aku tidak perlu njawab pertanyaanmu itu karena sebentar lagi kamu akan mati, Rid Archie," ucap Duke Remy.

Setelah itu, Duke Remy pun langsung lesat ke arahku.

"Aku yang sekarang lebih kuat daripada sebelumnya. Kamu tidak akan bisa lukaiku lagi dengan pedang anehmu itu. Itu pun kalau kamu miliki kesempatan untuk lukaiku," ucap Duke Remy sambil lesat ke arahku.

Setelah itu, Duke Remy pun telah berada di hadapanku dan langsung ngayunkan pedangnya itu dengan cepat ke arahku. Tetapi, aku dengan cepat langsung nghindari ayunan pedang yang ngarah kepadaku itu. Setelah nghindari serangan itu, aku pun langsung bersiap untuk nyerang Duke Remy dengan pedangku. Aku kemudian ngayunkan pedangku dengan cepat ke arah Duke Remy, tepatnya ke bagian dadanya. Tetapi ketika pedangku hampir ngenai dada Duke Remy, Duke Remy dengan cepat langsung nghindari serangan pedangku itu. Tetapi Duke Remy tidak berhasil nghindari serangan pedangku itu dengan sempurna, karena serangan pedangku berhasil ngenai dada Duke Remy skipun tidak telak seperti yang aku harapkan.

Setelah nghindari serangan pedangku, Duke Remy yang saat ini sedang berada dalam jarak yang cukup jauh dariku pun langsung lihat dan mperhatikan dadanya. Terlihat ada luka tebasan yang manjang secara horizontal dari dada kiri sampai dada kanannya. Darah pun terlihat keluar dari luka tebasan itu skipun tidak banyak karena luka tebasan itu tidak cukup dalam. Duke Remy pun terlihat terkejut setelah lihat dadanya yang terluka itu.

"Apa-apaan ini ? Padahal aku sudah nggunakan darah iblis lagi untuk mulihkan tubuhku sekaligus ningkatkan kekuatanku. Karena saat ini kekuatanku lebih kuat daripada sebelumnya, seharusnya armor yang aku kenakan juga lebih kuat dan lebih tebal daripada sebelumnya. Tetapi armor ini berhasil ditembus lagi oleh pedang itu sehingga mbuatku terluka kembali ?! Sebenarnya pedang apa itu ?!," pikir Duke Remy.

Setelah itu, Duke Remy pun mulai lihat ke arahku setelah sebelumnya beliau lihat dan mperhatikan luka di dadanya itu. lihat Duke Remy yang sedang lihat ke arahku, aku pun langsung ngatakan sesuatu kepadanya setelah lihat raut wajahnya yang terkejut itu.

"Sepertinya anda terkejut karena saya kembali berhasil lukai anda lagi dengan pedang ini skipun anda telah mperkuat armor yang anda kenakan itu. Asal anda tahu saja, tidak peduli berapa kali anda nggunakan darah iblis yang anda bawa untuk ningkatkan kekuatan anda sekaligus mperkuat armor yang anda kenakan, pedang ini akan selalu dapat nembus armor anda dan lukai tubuh anda karena sihir cahaya yang ada pada pedang ini lebih kuat dari sihir kegelapan yang nyelimuti armor anda," ucapku.

Duke Remy kemudian langsung nanggapi perkataanku dengan nada suara yang cukup keras.

"Sihir cahaya, sihir cahaya, sihir cahaya terus yang kamu katakan sejak tadi!!. Apa nurutku aku akan percaya dengan kebohonganmu itu ?!?! Kamu itu hanyalah seorang murid akademi yang berasal dari desa kecil. Singkatnya kamu itu adalah seorang rakyat jelata. Tidak mungkin rakyat jelata sepertimu mpunyai pedang seperti itu. Kamu pasti makai trik untuk mbuat pedang itu ngeluarkan cahaya. Kamu pasti juga makai trik yang mbuatmu dapat lukaiku dengan mudah. Sepertinya trik yang kamu gunakan itu berkaitan dengan sihir yang berhubungan dengan halusinasi, jadi apa yang baru saja aku lihat saat ini hanyalah halusinasiku saja. Contohnya pedang bercahaya itu dan aku yang terluka karena seranganmu, semua itu hanyalah halusinasiku saja. Kamu tidak akan bisa mbodohiku, Rid Archie!!," ucap Duke Remy.

"Sepertinya anda tetap tidak percaya dengan sihir cahaya yang ada pada pedang ini ya, tuan Duke Remy. Kalau begitu, bagaimana jika saya nunjukkan sihir cahaya yang asli kepada anda ? Sihir cahaya yang bukan berasal dari pedang ini," ucapku.

Setelah itu, aku ngarahkan tangan kiriku ke atas sentara tangan kananku masih gang pedang milikku.

"Karena saat ini hanya ada kita berdua di tempat ini, tidak akan ada masalah apabila saya nggunakan sihir ini," ucapku.

~Light Magic : Light of Aurora~

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 398 : Senjata Sihir on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.