Beberapa nit kemudian, di luar gedung tengah akademi.
Terlihat nona Karina, nona Violetta, Ratu Kayana, Charles, Chloe dan orang-orang yang sebelumnya berada di lantai 1 gedung tengah sedang berkumpul di tempat itu. Nona Karina terlihat sedang nggunakan sihirnya untuk nciptakan batang-batang pohon berukuran besar dan panjang yang akan digunakan untuk ngevakuasi orang-orang yang ada di lantai 2 sampai lantai 10 gedung tengah. Nona Karina awalnya juga ingin ngevakuasi orang-orang yang ada di lantai bawah gedung tengah, tepatnya di perpustakaan akademi, tetapi setelah ngetahui kalau tidak ada satupun orang di lantai itu, nona Karina milih untuk ngabaikannya. Setelah batang-batang pohon itu telah diciptakan, batang-batang pohon itu langsung bergerak lewati dedaunan yang rupakan langit-langit labirin untuk nuju lantai 2 sampai lantai 10 gedung tengah.
Sentara itu, Ratu Kayana terlihat sedang berjalan perlahan ke arah bagian dalam labirin dan ninggalkan reka yang sedang berkumpul. Nona Violetta yang lihat Ratu Kayana sedang berjalan ninggalkan reka pun langsung nghampiri Ratu Kayana dan ncoba untuk nghentikannya.
"Tunggu sebentar, Yang Mulia Ratu. Anda mau kemana ?," tanya nona Violetta.
"Aku hanya ingin lihat-lihat bagian dalam labirin ini saja karena sejak tadi aku hanya berada di dalam gedung tengah saja. Jadi aku belum rasakan sensasi berada di dalam labirin ini," ucap Ratu Kayana.
Nona Violetta hanya terdiam setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.
"Di bagian dalam labirin ini masih ada banyak orang-orang yang sudah berubah njadi iblis kan ?," tanya Ratu Kayana.
"Iya, Yang Mulia Ratu. Tidak hanya orang-orang yang sudah berubah njadi iblis saja, tetapi masih ada juga orang-orang biasa yang belum berubah njadi iblis yang ikut nyerang akademi ini. Sepertinya orang-orang itu adalah bawahan dari ’orang itu’ atau mungkin reka saling bekerja sama untuk nyerang akademi ini," ucap nona Violetta.
"Hmmm begitu ya. Kalau begitu aku akan pergi untuk lihat-lihat bagian dalam labirin ini dulu sekaligus untuk nghilangkan rasa frustasiku," ucap Ratu Kayana.
Setelah Ratu Kayana ngatakan itu, tekanan aura yang cukup kuat tiba-tiba muncul di tempat itu. Nona Violetta dan semua orang yang ada di tempat itu pun terkejut ketika reka rasakan adanya tekanan aura yang tiba-tiba muncul itu. Tetapi tekanan aura itu hanya muncul sebentar, tekanan aura itu tiba-tiba langsung nghilang bersamaan dengan Ratu Kayana yang terlihat sedang nghela nafasnya. Setelah Ratu Kayana nghela nafasnya, Ratu Kayana lalu noleh ke arah nona Violetta.
"Kamu tolong jaga tempat ini, Violetta. Sekaligus aku minta tolong kepadamu untuk njaga Charles dan Chloe," ucap Ratu Kayana.
Nona Violetta yang sebelumnya terkejut karena rasakan tekanan aura yang tiba-tiba muncul, langsung nanggapi perkataan Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.
Setelah itu, Ratu Kayana pun kembali lanjutkan langkahnya untuk nuju bagian dalam labirin.
Sentara itu, Charles dan Chloe terlihat hanya diam saja ketika lihat Ratu Kayana yang berjalan pergi ninggalkan reka.
"Ibunda...," ucap Chloe.
"Kamu tidak perlu khawatir tentang ibundamu, Chloe," ucap nona Karina yang tiba-tiba berbicara kepada Chloe.
Chloe yang ndengar suara nona Karina pun langsung noleh ke arahnya.
"Nona Karina ?," ucap Chloe.
"Beliau hanya ingin nghilangkan rasa frustasinya karena tidak bisa ngalahkan tuan Duke Remy, padahal beliau adalah penyihir terkuat di kerajaan ini. Kamu dan Charles tenang saja, setelah beliau sudah nghilangkan rasa frustasinya, beliau juga akan langsung kembali ke tempat ini," ucap nona Karina.
"Begitu ya, baiklah, nona Karina. Tetapi ngomong-ngomong, setelah ndengar perkataan nona Karina barusan, entah kenapa nona Karina seperti kenal dekat dengan ibunda," ucap Chloe.
"Ya, aku mang kenal dekat dengan ibundamu," ucap nona Karina.
-
Sekitar 30 nit kemudian.
Orang-orang yang berada di lantai 2 sampai lantai 10 gedung tengah telah berhasil dievakuasi oleh nona Karina dengan nggunakan sihirnya. Orang-orang yang dievakuasi oleh nona Karina itu ada yang sudah sadarkan diri dengan luka yang telah pulih sepenuhnya dan ada juga yang belum sadarkan diri. Beberapa dari reka yang belum sadarkan diri ada yang luka-luka pada tubuh reka sudah pulih dan sisanya terlihat masih miliki luka di tubuh reka. Orang-orang itu saat ini sedang berkumpul bersama dengan orang-orang yang sebelumnya berada di lantai 1.
Sentara itu, Duke San Minerva saat ini yaitu Duke Dylan dan Duke San Angela saat ini yaitu Duke Neil terlihat sedang berbicara dengan nona Karina yang telah selesai ngevakuasi orang-orang dari lantai 2 sampai lantai 10. Duke Dylan dan Duke Neil terlihat telah pulih kembali dari luka-luka yang reka alami setelah sebelumnya diserang oleh Duke Remy dan para pengawalnya.
"Terima kasih karena telah nyelamatkan hidupku beserta istriku, kepala akademi. Aku sebelumnya rasakan kalau kematianku sudah semakin dekat, tetapi tiba-tiba ada sebuah butiran berwarna putih yang nyentuhku dan setelah itu tiba-tiba aku langsung pulih kembali dari semua luka yang aku alami," ucap Duke Dylan.
"Iya, aku pun juga sama. Aku juga berterima kasih kepada anda karena telah nyelamatkanku dan juga istriku, kepala akademi," ucap Duke Neil.
"Sama-sama, tuan Dylan, tuan Neil. Tetapi saya perlu luruskan satu hal. Saya hanya nolong kalian berdua dengan ngevakuasi kalian dari tempat kalian berada untuk nuju ke tempat ini. Saya bukanlah orang yang nyelamatkan hidup kalian dengan nyembuhkan luka pada tubuh kalian," ucap nona Karina.
"Anda bukanlah orang yang nyembuhkan luka-luka di tubuh kami ?," tanya Duke Dylan.
"Iya, itu bukan saya, tuan Dylan," ucap nona Karina.
"Jika bukan anda, lalu siapa yang nyelamatkan kami, kepala akademi ?," tanya Duke Neil.
"Orang yang telah nyelamatkan hidup kalian dengan nyembuhkan kalian adalah seorang murid bernama Rid Archie," ucap nona Karina.
Duke Dylan dan Duke Neil pun terkejut setelah ndengar perkataan nona Karina.
"Rid Archie ?! Apakah yang anda katakan itu adalah benar, kepala akademi ?! Aku kenal dengan murid bernama Rid Archie itu," ucap Duke Neil.
Duke Neil mang kenal dengan Rid karena saat Rid dipenjara di penjara San Sabaneta, orang yang berada dalam satu ruangan dengan Rid adalah Duke Neil.
"Iya, apa yang saya katakan barusan adalah benar. Rid Archie lah yang telah nyembuhkan dan nyelamatkan kalian berdua," ucap nona Karina.
"Aku tidak nyangka kalau dia lah yang telah nyelamatkan kami," ucap Duke Neil.
Setelah Duke Neil ngatakan itu, tiba-tiba terdengar suara dentuman yang sangat keras.
*BUMMMMM
Suara dentuman itu berasal dari bagian dalam labirin yang tidak jauh dari tempat reka berada. Orang-orang yang ada di tempat itu pun langsung terkejut begitu ndengar suara dentuman itu.
"Suara dentuman apa itu ? Suara dentuman itu sangat keras sekali," ucap Duke Dylan.
"Iya, anda benar, tuan Dylan. Suara dentuman itu sangat keras sekali, sepertinya kita harus ngeceknya," ucap Duke Neil.
Duke Neil dan Duke Dylan berniat untuk ngecek ke tempat munculnya suara dentuman itu. Tetapi nona Karina dengan cepat langsung nghentikan reka bahkan sebelum reka sempat untuk langkah pergi.
"Kalian berdua tidak perlu ngeceknya. Suara dentuman itu kelihatannya berasal dari Yang Mulia Ratu yang sedang nghilangkan rasa frustasinya," ucap nona Karina.
"Suara itu berasal dari Yang Mulia Ratu ? Dan apa maksud perkataan anda yang bilang Yang Mulia Ratu sedang nghilangkan rasa frustasinya ?," tanya Duke Neil yang terlihat bingung.
"Banyak hal yang terjadi selama kalian berdua masih berada di arena turnan akademi," ucap nona Karina.
Setelah nona Karina ngatakan itu, tiba-tiba suara dentuman yang sangat keras kembali terdengar.
*BUMMMMM
Tetapi suara dentuman itu kali ini bukan berasal dari bagian dalam labirin, lainkan berasal dari dalam gedung tengah. Gedung tengah pun terlihat sedang bergetar dan berguncang setelah munculnya suara dentuman yang besar itu. Guncangan yang terjadi di gedung tengah juga dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di tempat itu karena jarak tempat itu dengan gedung tengah sangat dekat. Orang-orang di tempat itu pun kembali terkejut begitu reka ndengar suara dentuman itu dan juga rasakan adanya getaran yang terjadi di tempat reka.
"Kali ini apa lagi ? Suara dentuman yang sangat besar tiba-tiba terdengar dari dalam gedung tengah akademi. Selain itu, tempat ini pun juga tiba-tiba bergetar dan berguncang," ucap Duke Dylan.
Nona Karina hanya diam saja dan tidak nanggapi perkataan Duke Dylan. Nona Karina hanya diam sambil lihat ke arah pintu masuk gedung tengah akademi yang sudah tertutup oleh dinding es yang sangat tebal yang sebelumnya dibuat oleh Rid.
"Sepertinya pertarungan di antara reka semakin bertambah sengit. Apapun yang terjadi, jangan sampai kamu kalah dari tuan Duke Remy, Rid," pikir nona Karina.
-
Kembali ke lantai 1 gedung tengah.
Pertarungan antara aku dan Duke Remy masih berlangsung di tempat ini. Duke Remy saat ini sudah bertambah semakin kuat setelah beliau terus masukkan darah iblis ke dalam tubuhnya. Aku sebelumnya sudah berusaha untuk nghentikan Duke Remy yang ingin masukkan darah iblis ke dalam tubuhnya itu, tetapi Duke Remy selalu miliki cara lain agar beliau bisa masukkan darah iblis ke dalam tubuhnya itu tanpa bisa aku hentikan. Entah sudah berapa banyak darah iblis yang sebelumnya berada di dalam alat suntik yang beliau bawa yang telah beliau masukkan ke dalam tubuh beliau. Jika dihitung dari 2 buah alat suntik yang sebelumnya beliau gigit dan mbuat darah iblis yang berada di dalam alat suntik itu langsung masuk ke dalam tubuhnya lewat mulutnya, sepertinya Duke Remy saat ini sudah masukkan darah iblis yang berasal dari 5 buah alat suntik ke dalam tubuhnya. Jika dihitung sebelum itu, pastinya sudah lebih dari 5 buah alat suntik yang darah iblisnya sudah beliau masukkan ke dalam tubuhnya. Karena itu, saat ini Duke Remy sudah njadi lebih kuat daripada dirinya yang sebelumnya. Bahkan skipun saat ini aku sudah makai 50% kekuatan ~Light Magic~ milikku untuk digabungkan dengan sihir api yang nyelimuti pedangku, aku saat ini tidak bisa lukai tubuh Duke Remy dengan pedang milikku. Serangan pedang milikku selalu dapat ditahan oleh armor yang dikenakan oleh Duke Remy. Armor yang dikenakan oleh Duke Remy saat ini sudah njadi armor yang lebih kuat dan tebal daripada sebelumnya.
Sentara itu, aku saat ini sedang njaga jarak dengan Duke Remy sambil terus lihat ke arahnya. Aku saat ini sudah terluka cukup parah karena terkena serangan Duke Remy. Kemudian, aku pun langsung nyembuhkan seluruh luka yang ada pada tubuhku.
~Full Healing~
Seluruh luka pada tubuhku pun langsung pulih setelah aku sembuhkan dengan sihir penyembuhanku. Setelah nyembuhkan lukaku, aku kembali bersiap untuk nyerang Duke Remy dengan gang pedang milikku yang saat ini sudah diselimuti oleh api yang hampir keseluruhan warnanya sudah berubah njadi putih. Api yang nyelimuti pedangku pun juga njadi lebih bersinar terang daripada sebelumnya. Ini dikarenakan aku yang telah nggunakan 50% kekuatan ~Light Magic~ milikku untuk digabungkan dengan sihir api yang nyelimuti pedangku. Karakteristik ~Light Magic~nya jadi terlihat dengan jelas setelah aku ningkatkan kekuatan ~Light Magic~ku itu.
Sentara itu, Duke Remy hanya terlihat biasa saja ketika lihat aku yang sedang bersiap untuk nyerangnya. Duke Remy kemudian ngatakan sesuatu kepadaku.
"Lebih baik kamu nyerah saja, Rid Archie. Itu karena kamu tidak akan bisa ngalahkanku. Coba lihat sekarang, bahkan dengan sihir api aneh yang nyelimuti pedang milikmu, kamu sekarang tidak mampu untuk lukaiku lagi. Aku awalnya mang terkejut ketika lihat sihir api yang nyelimuti pedang milikmu itu tiba-tiba mulai berubah warna njadi putih. Sihir api itu pun juga ngeluarkan cahaya yang terang. Aku pikir sihir api milikmu itu adalah sihir api yang digabungkan dengan sihir cahaya. Tetapi setelah dipikir-pikir, itu adalah hal yang mustahil karena tidak mungkin kamu yang rupakan manusia bisa nggunakan sihir cahaya,"
"mang ada beberapa manusia atau ras lain yang bisa nggunakan sihir cahaya, tetapi itu karena reka ndapatkan semacam ~Blessing~ dari para Malaikat yang mbuat reka jadi bisa nggunakan sihir cahaya. Rumornya, salah satu contoh dari ras lain selain Malaikat yang bisa nggunakan sihir cahaya adalah para pemimpin dari Holy Knights, prajurit milik Holy Kingdom, Svetais. Jika rumor itu benar, maka itu wajar bagi reka bisa nggunakan sihir cahaya, karena reka rupakan orang-orang yang sangat kuat yang dipercayai untuk njadi pemimpin para prajurit Holy Kingdom yang letaknya persis di bawah tempat tinggal para Malaikat. Para Malaikat tentu tidak akan ragu untuk mberikan ~Blessing~ kepada para pemimpin itu karena Holy Kingdom yang berada di bawah tempat tinggal reka juga rupakan benteng pertahanan bagi tempat tinggal reka. Bagi reka yang ingin nyerang tempat tinggal para Malaikat, maka reka harus lewati Holy Kingdom terlebih dahulu. Wajar bagi reka untuk mberikan ~Blessing~ kepada para pemimpin prajurit Holy Kingdom untuk mbuat reka semakin kuat agar Holy Kingdom tidak dapat dengan mudah ditaklukan apabila ada yang nyerang Holy Kingdom ataupun tempat tinggal para Malaikat,"
"Tetapi itu tidak wajar jika kamu bisa nggunakan sihir cahaya. Kamu hanyalah seorang murid akademi jadi tidak mungkin kamu ndapatkan ~Blessing~ dari para Malaikat. Jadi tidak mungkin sihir api berwarna putihmu itu adalah hasil penggabungan sihir api dengan sihir cahaya. Itu pasti hanyalah sihir api aneh yang diciptakan olehmu," ucap Duke Remy.
Setelah ndengar perkataan Duke Remy, aku pun langsung terdiam sambil mikirkan sesuatu.
"Sepertinya Duke Remy tidak percaya kalau aku bisa nggunakan sihir cahaya. Padahal sihir api yang nyelimuti pedang milikku sudah terlihat jelas seperti karakteristik pada sihir cahaya yaitu berwarna putih dan juga bersinar terang, tetapi Duke Remy tetap tidak percaya," pikirku.
Setelah aku mikirkan itu, Duke Remy pun kembali lanjutkan perkataannya.
"skipun kamu bisa nggunakan sihir penyembuhan, aku akan terus nyerangmu sampai kamu tidak bisa nggunakan sihir penyembuhanmu itu lagi, Rid Archie. Saat ini, aku bisa terus nyerangmu dan lukaimu. Sentara kamu sama sekali tidak bisa lukaiku. Bukankah itu sudah mbuktikan siapa yang akan nangkan pertarungan ini, Rid Archie ?," tanya Duke Remy.
Aku hanya diam saja tanpa njawab pertanyaan Duke Remy. Aku kembali mikirkan sesuatu dalam diamku.
"Aku awalnya sengaja hanya nggunakan sedikit kekuatan ~Light Magic~. Selain karena aku tidak mau mbuat ~Light Magic~ yang aku gunakan njadi ncolok, aku juga belum pernah sama sekali nggunakan ~Light Magic~ dengan kekuatan penuh. Sebelumnya aku hanya berlatih nggunakan ~Light Magic~ ataupun ~Dark Magic~ dengan nggunakan sedikit kekuatan dari kedua sihir itu. Alasannya karena aku khawatir apabila ada suatu efek samping apabila aku nggunakan kedua sihir itu dengan kekuatan penuh. Karena normalnya kedua sihir itu bukanlah sihir yang bisa manusia gunakan, makanya aku sedikit khawatir apabila aku nggunakan kedua sihir itu dengan kekuatan penuh,"
"Sebelumnya, aku mang sudah mpelajari berbagai sihir dan teknik dari kedua sihir itu dari buku, mulai dari sihir dan teknik skala kecil hingga skala yang sangat besar. Tetapi aku hanya pernah latih dan mpraktekkan sihir dan teknik skala kecil saja karena sihir dan teknik itu hanya mbutuhkan sedikit kekuatan dari kedua sihir itu. Aku sama sekali belum pernah latih dan mpraktekkan sihir dan teknik dalam skala besar yang mbutuhkan banyak kekuatan dari kedua sihir itu,"
"Kali ini, sedikit kekuatan dari ~Light Magic~ sepertinya tidak akan bisa untuk ngalahkan tuan Duke Remy. Bahkan skipun aku telah nggunakan 50% dari kekuatan ~Light Magic~ untuk digabungkan dengan sihir api yang nyelimuti pedangku, pedangku tetap tidak mampu untuk lukai tubuh tuan Duke Remy. Sepertinya kali ini aku harus nggunakan kekuatan penuh dari ~Light Magic~ milikku. Aku akan nyelimuti pedang milikku hanya dengan ~Light Magic~ saja, aku tidak akan nggabungkannya dengan sihir lain. Entah apakah aku akan ndapatkan efek samping apabila nggunakan kekuatan penuh dari sihir ini, tetapi aku tidak peduli. Aku juga tidak peduli apabila sihir ini akan terlihat ncolok, lagipula di tempat ini tidak ada orang lain selain kami berdua. Jika aku tidak nggunakan sihir ini dengan kekuatan penuh, aku tidak akan bisa untuk ngalahkan tuan Duke Remy," pikirku.
Setelah mikirkan itu, aku kemudian lihat dan mperhatikan pedang milikku yang masih diselimuti oleh sihir api berwarna putih.
"Selain itu, skipun pedang ini sudah diperkuat dengan ~Weapon Enhance~, Mana ataupun dengan sihir seperti ~Light Magic~, sepertinya pedang dari akademi ini tidak akan cukup untuk lukai dan ngalahkan tuan Duke Remy karena pada dasarnya, sebelum pedang ini dipertajam dengan ~Weapon Enhance~, pedang ini adalah pedang yang tumpul. Aku harus nggunakan pedang yang aslinya adalah pedang yang tajam. Sepertinya aku harus nggunakan ’pedang itu’. Lagipula ’pedang itu’ terlihat sangat cocok apabila digabungkan dengan ~Light Magic~," pikirku.
Setelah itu, aku nghilangkan sihir api dan sihir cahaya yang nyelimuti pedang milikku. Kemudian, aku kembali naruh pedang itu di pinggangku. Duke Remy terlihat bingung dengan apa yang aku lakukan.
"Kenapa kamu naruh pedangku kembali, Rid Archie ? Apa kamu sudah mutuskan untuk nyerah ?," tanya Duke Remy.
Aku pun langsung nanggapi pertanyaan Duke Remy.
"Tidak, saya tidak mutuskan untuk nyerah, tuan Duke Remy. Saya hanya ingin ngganti pedang agar saya bisa ngalahkan anda," ucapku.
"ngganti pedang ?," tanya Duke Remy yang bingung.
Duke Remy lalu lihat ke sekitarku dan mperhatikan sekitarku. Sepertinya beliau sedang kebingungan dengan perkataanku yang ingin ngganti pedang. Alasan beliau lihat dan mperhatikan sekitarku sepertinya karena beliau sedang ncari pedang baru yang akan aku gunakan. Beliau tentu tidak akan dapat nemukan pedang baru itu di sekitarku karena pedang baru itu belum aku ambil.
Setelah itu, aku ngarahkan tangan kananku ke depan.
~Storage~
Dari telapak tanganku, muncul sebuah lingkaran berwarna hitam yang luasnya hampir sama dengan luas telapak tanganku. Duke Remy terlihat terkejut dengan lingkaran hitam yang tiba-tiba muncul itu.
"Apa itu ?," tanya Duke Remy.
Setelah lingkaran hitam itu muncul, aku lalu masukkan tangan kananku ke dalam lingkaran berwarna hitam itu. Tidak lama kemudian, aku pun langsung ngeluarkan tangan kananku dari dalam lingkaran berwarna hitam itu. Aku ngeluarkan tangan kananku sambil gang sebuah pedang yang masih tertutup oleh sarung pedang yang nyelimuti pedang itu. Pedang yang aku ambil itu miliki gagang pedang dan sarung pedang yang berwarna dominan putih. Selain warna putih, ada juga warna emas pada beberapa bagian gagang pedang dan sarung pedang itu. Pedang yang aku ambil inilah yang akan aku gunakan untuk ngalahkan Duke Remy.
-Bersambung.
Reviews
All reviews (0)