Font Size
15px

"Sepertinya 20% saja sudah cukup untuk lawan anda," ucapku.

Duke Remy terlihat bingung dengan apa yang aku katakan.

"20% ? Apa maksudmu ?," tanya Duke Remy.

Aku tidak nanggapi pertanyaan Duke Remy itu dan milih untuk diam. Kemudian, aku ngaliri pedang milikku dengan sebuah sihir api. Tentu saja, tidak lupa aku juga nggabungkan sihir cahaya dengan sihir api yang ngaliri pedang milikku. Aku ningkatkan persentase kekuatan sihir cahaya yang kugunakan dari yang sebelumnya 10% njadi 20%. Jadi komposisi sihir yang ngaliri pedangku adalah 80% sihir api dan 20% sihir cahaya. Dengan penggabungan kedua sihir itu, sihir api yang ngaliri pedangku pun terlihat miliki warna putih pada beberapa bagiannya. Warna putih pada sihir api itu bertambah sedikit lebih banyak dari yang sebelumnya saat aku masih nggunakan 10% kekuatan sihir cahaya milikku. Selain itu, sihir api yang ngaliri pedangku pun juga bersinar lebih terang daripada yang sebelumnya.

Duke Remy terlihat terkejut begitu lihat sihir api yang ngaliri pedangku. Beliau sepertinya terkejut karena beliau baru lihat api yang saat ini sedang nyelimuti pedangku, api yang beberapa bagiannya berwarna putih dan juga bersinar terang.

"Apa-apaan sihir api yang nyelimuti pedangmu itu ? Aku belum pernah lihat sihir api yang seperti itu," ucap Duke Remy.

"Ini hanyalah sihir api biasa, tuan Duke Remy. Tetapi yang jelas, sihir api ini akan mampu untuk nembus armor yang dikenakan anda dan lukai tubuh anda," ucapku.

~Lightning Magic : Lightning Movent~

Setelah itu, aku lesat dengan cepat ke arah Duke Remy dengan nggunakan sihir itu. Duke Remy terlihat terkejut ketika lihat aku yang lesat dengan cepat ke arahnya. Setelah itu, aku pun sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Duke Remy dan langsung nebas tubuhnya dengan nggunakan pedangku yang sudah diselimuti oleh sihir api dan sihir cahaya. Tetapi ketika aku ingin nebas tubuh Duke Remy, Duke Remy dengan cepat langsung bergerak ke belakang untuk nghindari tebasanku itu. Karena itu, tebasan yang aku lakukan tidak dapat ngenai Duke Remy dengan telak. Akan tetapi, tebasan yang aku lancarkan berhasil nggores sedikit armor yang dikenakan oleh Duke Remy dan lukai bagian tubuh Duke Remy tepatnya di bagian dadanya. Terlihat darah ngalir keluar dari goresan yang ada pada armor itu. Darah yang keluar hanyalah sedikit karena goresan pada armor itu dan luka yang diterima Duke Remy akibat goresan itu juga tidak terlalu besar karena Duke Remy telah nghindar terlebih dahulu dan mbuatnya tidak terkena serangan itu dengan telak. Akan tetapi, luka pada goresan itu telah mbuktikan kalau pedang milikku yang telah diselimuti oleh 80% sihir api dan 20% sihir cahaya dapat nembus armor yang dikenakan oleh Duke Remy saat ini setelah beliau ningkatkan kekuatannya lagi dengan nyuntikkan darah iblis lagi ke dalam tubuhnya.

Sentara itu, Duke Remy terlihat sedang lihat bagian dadanya yang terluka.

"Padahal aku sudah ningkatkan armor yang aku pakai setelah nyuntikkan kembali darah iblis ke dalam tubuhku, tetapi dia tetap mampu untuk nembus armor milikku dan lukai tubuhku. Apa sihir api yang nyelimuti pedangnya itu lah yang mbuat dia mampu untuk nembus armor yang aku kenakan ? Sihir api itu terlihat aneh dan berbeda dengan yang biasanya. Aku tidak pernah lihat sihir api yang seperti itu,"

"Selain itu, kecepatan dia lebih cepat daripada tuan Oliver ketika dia nggunakan ~Lightning Magic~. Sebelumnya aku telah lihat kalau dia bisa nggunakan teknik keluarga San Lucia dan juga San Fulgen, tetapi aku tidak nyangka kalau dia juga bisa nggunakan teknik milik komandan Oliver. Apa dia bisa niru teknik-teknik milik orang lain hanya dengan lihatnya saja ?," pikir Duke Remy.

Setelah berhasil lukai Duke Remy skipun tidak telak, aku kembali lesat dengan cepat ke arah Duke Remy untuk nyerangnya kembali. Saat aku sedang lesat ke arah Duke Remy, aku lihat Duke Remy juga sedang bersiap untuk nyerangku dengan pedang miliknya. Ketika aku sudah berada dekat dengan Duke Remy, Duke Remy lalu ngayunkan pedangnya itu ke arahku, tepatnya ke leherku. Tetapi aku langsung nghindari ayunan pedang itu dengan bergerak secara cepat ke bagian samping dari ayunan pedang itu. Setelah nghindari ayunan pedang itu, aku langsung ngayunkan pedangku ke arah Duke Remy. Tetapi Duke Remy juga berhasil nghindari ayunan pedangku itu dengan cepat.

Lalu kami pun saling beradu serangan dengan nggunakan pedang milik kami dalam jarak dekat. Kami saling nyerang satu sama lain dan kami pun juga saling nghindar dari serangan yang diarahkan kepada kami.

Setelah beberapa saat kami saling nyerang dengan nggunakan pedang kami masing-masing, Duke Remy mulai nggunakan batang-batang pohon yang tumbuh di belakang tubuhnya untuk nyerangku. Tetapi aku dapat ngatasi batang-batang pohon itu dengan teknik ~Snow Blade Dance Technique~ milik keluarga San Lucia. Aku nggunakan pedang-pedang es yang berasal dari teknik itu untuk nahan batang-batang pohon itu. Tidak hanya nahannya saja, aku juga motong batang-batang pohon itu dengan nggunakan pedang-pedang es itu. Aku bisa motong batang-batang pohon itu karena pedang-pedang es itu telah aku gabungkan dengan sihir cahaya yang mbuat beberapa bagian dari pedang es itu terlihat berwarna putih dan pedang itu pun juga sedikit bersinar terang. Oleh karena itu, dengan pedang es yang telah digabung dengan sihir cahaya itu, aku berhasil motong batang-batang pohon yang tumbuh di belakang tubuh Duke Remy setelah sebelumnya aku tidak dapat motong batang-batang pohon itu.

Namun, skipun aku berhasil motong batang-batang pohon itu, batang-batang pohon itu langsung tumbuh kembali seperti semula dan kembali nyerangku secara terus nerus. Aku dan Duke Remy terus saling nyerang dalam waktu yang cukup lama. Serangan yang saling kami lancarkan pun semakin bertambah cepat. Aku yang sebelumnya berhasil nghindari serangan Duke Remy tanpa terluka sedikit pun kini telah terluka akibat tergores oleh serangan Duke Remy ketika berusaha nghindari serangannya. Luka goresan di tubuhku semakin lama semakin banyak seiring kami yang masih terus saling nyerang. Tidak hanya aku saja, tubuh Duke Remy pun juga sudah mulai terluka akibat tergores ketika nghindari seranganku. Luka goresan di tubuhnya pun juga semakin lama semakin banyak.

"nyerahlah, Rid Archie! Kamu tidak akan bisa ngalahkanku," ucap Duke Remy yang terus nyerangku dengan pedang miliknya dan batang-batang pohon yang tumbuh di belakang tubuhnya.

"Anda tidak berhak berbicara seperti itu ketika tubuh anda sudah ndapatkan banyak luka goresan, tuan Remy. Luka goresan pada tubuh anda itu nandakan kalau anda dapat dilukai. Jika anda dapat dilukai, itu berarti anda juga dapat dikalahkan dan itu akan terjadi sebentar lagi," ucapku yang juga sambil nyerang Duke Remy dan nahan batang-batang pohon yang nyerangku.

"Itu juga berlaku untukmu, Rid Archie. Dengan banyak luka goresan di tubuhmu itu, kekalahanmu itu akan terjadi sebentar lagi!," ucap Duke Remy.

Setelah itu, Duke Remy ngayunkan pedangnya itu dengan sangat kuat ke arahku. Namun, aku dapat nahan serangan pedang itu dengan pedang milikku. Tetapi, serangan pedang itu sangat kuat dan mbuatku terdorong beberapa ter ke belakang. Saat aku sedang terdorong, Duke Remy langsung lesat ke arahku dan nyerangku lagi dengan pedangnya. Tetapi aku kembali berhasil nahan serangan itu skipun setelah itu aku langsung kembali terdorong ke belakang akibat saking kuatnya serangan pedang itu.

Lalu, tidak lama kemudian, ketika Duke Remy sedang lesat ke arahku untuk nyerangku, aku mutuskan untuk ningkatkan kekuatanku dengan sihir. Ketika Duke Remy ingin ngayunkan pedangnya itu ke arahku, aku dengan cepat juga langsung ngayunkan pedangku ke atas untuk nahan serangan pedang Duke Remy. Ketika pedang milik kami saling bersentuhan, pedang milik Duke Remy pun terpental ke atas dan terlepas dari genggamannya. Duke Remy terlihat terkejut begitu lihat pedangnya yang sudah terpental dan terhempas dari genggamannya.

"Sayang sekali, tuan Duke Remy. skipun tubuh saya miliki banyak luka goresan, saya masih bisa untuk mulihkan luka-luka ini. Jadi saya belum tentu akan kalah dari anda. Anda lah yang akan kalah, tuan Duke Remy," ucapku.

Setelah itu, aku langsung nyerang Duke Remy dengan serangan tusukan dengan nggunakan pedang milikku yang masih diselimuti oleh sihir api.

~Fla Sword Art : Great Fla Thrust~

Serangan tusukanku dengan cepat ngarah ke dada Duke Remy. Tetapi sebelum seranganku ngenai dadanya, Duke Remy dengan cepat nggunakan kedua tangannya yang nyilang seperti huruf ’X’ untuk nahan serangan tusukanku itu agar tidak ngenai dadanya. Tetapi, ski sudah nggunakan kedua tangannya untuk nahan seranganku, seranganku tetap dapat ngenai dadanya itu dengan nusuk kedua tangan Duke Remy hingga tembus dan ngenai dadanya itu. Seranganku tidak hanya nusuk dan nembus kedua tangannya itu saja, lainkan juga dadanya hingga tembus ke belakang tubuhnya. Sihir api yang nyelimuti pedangku yang sedang nusuk dan nembus tubuh Duke Remy pun langsung mbakar seluruh tubuh Duke Remy.

Setelah dadanya tertusuk oleh pedang milikku, bagian armor pada wajah Duke Remy tiba-tiba terbuka. Setelah bagian armor pada wajah itu terbuka, terlihat jelas wajah Duke Remy. Di sebagian besar wajahnya, ada tato bercorak dan berwarna hitam pekat yang rupakan ciri-ciri yang dimiliki oleh ras Iblis. Kedua bola mata Duke Remy pun juga berwarna hitam pekat sama seperti iblis. Lalu, tidak lama setelah Duke Remy mbuka bagian armor pada wajahnya itu, Duke Remy tiba-tiba langsung muntahkan darah dalam jumlah yang cukup banyak dari mulutnya.

Setelah itu, aku dengan cepat langsung ncabut pedang milikku yang sedang nusuk dada Duke Remy. Setelah pedangku tercabut, aku langsung nendang Duke Remy tepat di perutnya dengan kaki kananku yang sudah dilapisi oleh Mana.

~Mana Strike~

Duke Remy kembali muntahkan darah dari mulutnya setelah aku tendang. Duke Remy pun terhempas beberapa ter ke belakang hingga hampir nghantam dinding yang ada di belakangnya. skipun aku telah nendang dan nghempaskan Duke Remy, Duke Remy masih bisa berdiri tegak dan tidak jatuh sama sekali ke lantai. Duke Remy saat ini masih berdiri sambil gangi dadanya yang terluka akibat aku tusuk.

Sentara itu, aku yang saat ini sedang lihat ke arah Duke Remy kemudian langsung nyembuhkan luka-luka goresan yang ada pada tubuhku akibat sebelumnya saling beradu serangan Duke Remy.

~Full Healing~

Luka-luka pada tubuhku pun langsung pulih dengan cepat setelah aku nggunakan sihir penyembuhanku. Duke Remy yang sedang gangi dadanya yang terluka dan berdarah terlihat sedang lihat ke arahku yang baru saja nggunakan sihir penyembuhan untuk mulihkan lukaku.

"Sihir penyembuhan ya. Sepertinya ngalahkanmu akan sedikit sulit karena kamu akan terus nyembuhkan lukamu apabila kamu terluka. Tetapi, bukan kamu saja yang bisa mulihkan luka-lukamu itu, Rid Archie!," ucap Duke Remy.

Setelah itu, Duke Remy dengan cepat langsung ngambil sesuatu dari pakaiannya yang ada di balik armor yang dikenakannya. Aku tahu sesuatu apa yang diambil oleh Duke Remy, sesuatu itu pastinya adalah suntikan yang berisi darah iblis. lihat Duke Remy yang sedang ngambil sesuatu itu, aku dengan cepat langsung lesat ke arah Duke Remy untuk nghentikannya.

"Aku tidak akan mbiarkan anda nyuntikkan darah iblis itu lagi," ucapku.

Lalu sebelum aku berhasil ndekati Duke Remy, Duke Remy telah lebih dulu ngambil dua buah suntikan dari pakaiannya itu. Duke Remy lalu bersiap untuk nggunakan suntikan itu. lihat itu, aku ningkatkan kecepatanku agar aku bisa cepat ndekati Duke Remy. Batang-batang pohon yang tumbuh di belakang tubuh Duke Remy mulai bergerak ke arahku untuk nghentikanku yang mau ndekati Duke Remy. Tetapi aku berhasil nghindari dan nebas batang-batang pohon yang bergerak ke arahku itu. Tidak lama kemudian, aku pun sudah berada dekat dengan Duke Remy. Duke Remy terlihat sudah mau nyuntikkan 2 buah alat suntik yang ada di tangannya itu. lihat itu, aku dengan cepat langsung lancarkan serangan ke arah Duke Remy untuk nggagalkan aksinya yang ingin nyuntikkan 2 buah suntikan itu.

~Fla Sword Art : Great Fla Slash~

Aku lancarkan serangan tebasan api yang cukup besar ke arah Duke Remy. Tetapi sebelum tebasan itu ngenai Duke Remy. Tiba-tiba Duke Remy dengan cepat langsung mbuka mulutnya dan naruh 2 buah alat suntik di mulutnya itu. Duke Remy kemudian nggigit 2 buah alat suntik itu dengan keras sehingga mbuat alat suntik itu hancur dan darah iblis yang ada di dalam 2 buah alat suntik itu pun langsung berceceran di dalam mulut Duke Remy. Darah iblis yang berceceran di dalam mulut Duke Remy pun langsung Duke Remy telan. Setelah nelan darah iblis itu, Duke Remy pun tersenyum sambil lihat ke arahku.

"Kamu terlambat, Rid Ar-," ucap Duke Remy.

Sebelum Duke Remy nyelesaikan perkataannya, Duke Remy pun langsung terhempas karena terkena tebasan api yang aku lancarkan. Duke Remy terhempas dengan kondisi tubuh yang terbakar dan beliau pun terhempas hingga nghantam dinding yang ada di belakangnya. Setelah nghantam dinding yang ada di belakangnya, Duke Remy pun langsung terjatuh ke lantai. Saat Duke Remy terjatuh, batang-batang pohon berwarna hitam tiba-tiba muncul di sekitarnya dan langsung nyelimuti seluruh tubuhnya seperti sebelumnya. Saat tubuhnya sedang diselimuti oleh batang-batang pohon itu, Duke Remy terdengar sedang tertawa.

"Hahahaha, bukan hanya kamu saja yang bisa mulihkan luka pada tubuhmu itu, karena aku sendiri pun juga bisa. Selain mulihkan luka di tubuhku, aku juga bisa ningkatkan kekuatanku. Selama aku masih miliki banyak stok darah iblis, kamu tidak akan bisa ngalahkanku, Rid Archie!," ucap Duke Remy.

Sentara itu, aku sedang terdiam sambil lihat ke arah Duke Remy yang sedang diselimuti oleh batang-batang pohon berwarna hitam itu. Aku terdiam sambil mikirkan sesuatu.

"Sejak tadi, beliau terus nggunakan darah iblis yang beliau simpan di pakaiannya. Sebenarnya ada berapa banyak darah iblis yang beliau simpan di pakaiannya itu untuk beliau gunakan ?,"

"Jika beliau masih miliki banyak stok darah iblis yang belum beliau gunakan, beliau akan terus mulihkan diri dan semakin bertambah kuat dengan nggunakan darah iblis itu. Sepertinya pertarungan ini akan berlangsung lama," pikirku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 395 : Sihir Api Yang Terlihat Aneh on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.