Font Size
15px

Setelah mbekukan seluruh lantai itu beserta batang-batang pohon yang muncul dan nyerang semua orang di lantai itu, aku pun langsung berteriak kepada Ratu Kayana.

"Yang Mulia Ratu, segera hancurkan batang-batang pohon yang nghalangi pintu keluar yang telah mbeku itu. Dengan sihir gravitasi milik anda, seharusnya batang-batang pohon yang telah mbeku itu dapat anda hancurkan dengan mudah. Setelah itu, segera pergi dari tempat ini bersama dengan yang lainnya!," teriakku.

Ratu Kayana yang ndengar teriakanku pun langsung nanggapinya.

"Baiklah," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, Ratu Kayana noleh dan lihat ke arah batang-batang pohon yang nghalangi pintu keluar itu. Kemudian, Ratu Kayana ngayunkan tongkat sihir yang sedang dipegangnya secara vertikal dari atas ke bawah.

~Gravity Magic : Great Gravity Slash~

Setelah Ratu Kayana ngayunkan tongkat sihirnya itu, tiba-tiba batang-batang pohon yang nghalangi pintu keluar itu langsung hancur berkeping-keping. Setelah batang-batang pohon itu hancur, terlihat pintu keluar gedung tengah akademi yang telah terbuka.

"Batang-batang pohon yang nghalangi jalan keluar itu telah aku hancur. Semuanya, cepat pergi tinggalkan gedung ini," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap orang-orang yang ada di tempat itu.

Orang-orang itu pun langsung berlari keluar dari gedung tengah. Ratu Kayana, nona Karina dan nona Violetta terlihat sedang berdiri terdiam sambil lihat dan mperhatikan orang-orang yang sedang berlari keluar itu. reka bertiga mutuskan untuk tidak berlari keluar terlebih dahulu sebelum semua orang yang ada disitu berhasil keluar dari gedung tengah.

Sentara itu, Duke Remy yang sedang lihat orang-orang itu sedang berlari keluar terlihat sedang lakukan sesuatu dengan pedang miliknya. Duke Remy terlihat sedang ngayunkan pedang miliknya ke arah pintu keluar yang saat ini sedang dipenuhi oleh orang-orang yang ingin keluar.

"Aku tidak akan mbiarkan kalian pergi dari gedung ini!," ucap Duke Remy.

~Darkness Tree Slash~

Dari ayunan pedang milik Duke Remy, muncul sebuah tebasan yang cukup besar yang ngarah ke pintu keluar gedung tengah. Tebasan itu lesat dengan sangat cepat ke arah pintu keluar gedung tengah. Orang-orang yang sedang berlari keluar terlihat panik ketika lihat tebasan yang ngarah ke arah reka. Ratu Kayana, nona Violetta dan nona Karina yang lihat tebasan itu sedang ngarah ke reka terlihat sedang bersiap untuk nahan tebasan itu. Namun sebelum reka beraksi untuk nahan tebasan itu, muncul sebuah tebasan api yang sangat besar yang lesat dengan cepat ke arah tebasan yang dilancarkan Duke Remy. Tebasan api itu pun nghantam tebasan yang dilancarkan oleh Duke Remy. Hantaman tebasan api itu mbuat tebasan yang dilancarkan Duke Remy langsung hancur dan ledak bersama dengan tebasan api itu. Ledakan itu cukup dahsyat dan mbuat seluruh gedung tengah bergetar hingga beberapa detik.

Setelah tebasan yang dilancarkannya hancur dan ledak, Duke Remy lalu noleh ke arah datangnya tebasan api yang nghancurkan tebasannya itu. Duke Remy lalu lihat ke orang yang telah lancarkan tebasan api itu, yang ternyata adalah Rid.

"Beraninya kau nggangguku, Rid Archie!," ucap Duke Remy yang marah.

Sentara itu, aku yang baru saja ndengar perkataan Duke Remy lalu mulai nanggapi perkataannya.

"Saya sudah bilang sebelumnya kalau saya tidak akan mbiarkan anda nyerang orang-orang itu. Jika anda ingin nyerang orang-orang itu, kalahkan saya terlebih dahulu, tuan Duke Remy," ucapku.

"Persetan, aku tidak peduli dengan itu! Aku tidak akan mbiarkan reka pergi dari tempat ini, terutama Yang Mulia Ratu. Aku harus segera mbunuhnya," ucap Duke Remy.

Setelah ngatakan itu, Duke Remy tiba-tiba ngangkat kedua tangannya dan lalu nepukkan kedua tangannya itu.

~Plant Magic Dark Magic : Hell of Dark Forest~

Setelah nepukkan kedua tangannya itu, batang-batang pohon dalam jumlah yang cukup banyak tiba-tiba muncul dari lantai, dinding dan langit-langit yang telah mbeku setelah terkena sihirku. Batang-batang pohon itu lalu ngarah dan lesat ke arah pintu keluar gedung tengah untuk nyerang orang-orang yang ada di tempat itu. lihat batang-batang pohon itu sedang ngerah ke arah orang-orang itu, tentu saja aku tidak diam saja. Aku dengan cepat kembali ngangkat kaki kananku dan nghentakkannya kembali ke lantai.

~Ice Magic : Full Frost - Aeterna Glacies~

Setelah itu, semua batang-batang pohon yang tiba-tiba muncul dari lantai, dinding dan langit-langit itu pun langsung mbeku dengan cepat karena terkena sihirku. Duke Remy terlihat terkejut ketika lihat batang-batang pohon yang baru saja muncul itu langsung mbeku.

"Yang benar saja ?! Bagaimana bisa dia mbekukan batang-batang pohon yang berasal dari sihirku lagi ?! Apa itu berarti sihir miliknya lebih kuat daripada sihir milikku ?!," ucap Duke Remy.

Sentara itu, aku yang lihat Duke Remy sedang terkejut sambil lihat dan mperhatikan batang-batang pohon yang mbeku itu pun kembali ngatakan sesuatu kepadanya.

"Bukankah saya sudah bilang kalau saya tidak akan mbiarkan anda untuk nyerang orang-orang itu, tuan Remy ?," tanyaku.

Setelah ndengar perkataanku, Duke Remy pun langsung noleh ke arahku.

"Rid Archie, kau benar-benar kurang aja. Sepertinya aku mang harus mbunuhmu terlebih dahulu," ucap Duke Remy yang terlihat marah.

Setelah itu, Duke Remy langsung lesat dengan cepat ke arahku. Setelah berada dekat denganku, Duke Remy langsung ngayunkan pedang miliknya itu ke leherku. Duke Remy ngayunkan pedangnya itu dengan cepat, tetapi aku dapat nghindari ayunan pedang itu dengan nghindar ke belakang. Namun, ski aku telah nghindari serangan itu, serangan itu berhasil nggores pipi kananku akibat saking cepatnya serangan itu.

Setelah aku nghindari serangan itu, Duke Remy tidak berhenti begitu saja, beliau terus nyerangku dengan ngayunkan pedang miliknya itu ke arahku. Aku pun terus nghindari serangan pedang itu dan sesekali aku nahan serangan pedang itu dengan pedang milikku. Serangan pedang yang dilancarkan Duke Remy itu sangatlah cepat dan mbuat beberapa bagian tubuhku tergores akibat terkena serangan itu skipun aku telah nghindari serangan itu. Lalu disaat aku nahan serangan pedang Duke Remy dengan pedang milikku, aku selalu terhempas beberapa ter ke belakang setelah nahan serangan itu. Hal itu mbuktikan kalau kekuatan Duke Remy saat ini telah ningkat daripada sebelumnya.

"Tidak hanya kecepatannya saja yang ningkat, kekuatannya pun juga ningkat. Sepertinya itu adalah efek dari beliau yang telah berhasil nyuntikkan 1 buah alat suntik ke tubuhnya. 1 buah alat suntik saja berhasil mbuat kecepatan dan kekuatannya ningkat seperti ini, apalagi jika beliau sebelumnya berhasil nyuntikkan 3 buah alat suntik sekaligus. Untung saja aku berhasil ncegah beliau untuk nyuntikkan 2 buah alat suntik yang tersisa,"

"Lalu untuk nahan serangan pedang yang dilancarkan beliau, sepertinya aku harus ningkatkan kekuatanku juga," pikirku.

Setelah mikirkan itu, aku lalu ningkatkan kekuatanku dengan sihir peningkatan dan langsung ngayunkan pedang milikku untuk nahan serangan pedang Duke Remy yang saat ini sedang ngarah kepadaku. Lalu, aku pun berhasil nahan serangan pedang Duke Remy tanpa mbuatku terhempas setelah nahan serangan itu. Kini, pedangku dan pedang Duke Remy saling beradu kekuatan dengan setara. Kami berdua saling ncoba untuk ndominasi satu sama lain.

Lalu disaat pedang kami saling beradu, tiba-tiba batang-batang pohon yang muncul dan tumbuh di belakang tubuh Duke Remy mulai bergerak dan lesat ke arahku. Aku yang lihat itu pun langsung nggunakan salah satu teknik untuk nahan serangan batang-batang pohon itu.

~San Lucia Art : Snow Blade Dance Technique~

6 buah rapier yang terbuat dari es pun langsung muncul di sekelilingku. 6 rapier es itu pun langsung nahan batang-batang pohon yang nyerangku dengan nebasnya. Tetapi 6 rapier es itu tidak mampu untuk nebas batang-batang pohon itu karena batang-batang pohon itu sangat keras. Namun setidaknya 6 rapier es itu mampu mbelokkan batang-batang pohon itu agar tidak ngenai dan lukaiku.

"Untuk nebas batang-batang pohon ini, sepertinya aku harus nggabungkan ~Light Magic~ pada rapier-rapier es itu. Tetapi untuk sekarang aku harus mastikan kalau orang-orang itu telah pergi terlebih dahulu dari gedung ini, baru setelah itu aku bisa tenang apabila aku mutuskan untuk nggabungkan ~Light Magic~ pada suatu teknik dan sihir milikku dengan persentase yang lebih besar atau nggunakan ~Light Magic~ itu sendiri saja tanpa nggabungkannya dengan sihir lain," pikirku.

Saat ini, aku dan Duke Remy terus beradu pedang sentara batang-batang pohon yang muncul dan tumbuh di belakang tubuh Duke Remy terus bergerak dan lesat ke arahku. Namun batang-batang pohon itu dapat ditahan oleh 6 buah rapier yang ngelilingiku. Aku dan Duke Remy terus beradu pedang dalam waktu yang cukup lama. Kami berdua terus berusaha untuk nekan dan ndominasi dalam adu pedang itu. Lalu beberapa saat kemudian, karena kami berdua terus seimbang, kami berdua pun mutuskan untuk nghentikan adu pedang itu dengan langkah ke belakang dan njaga jarak.

Setelah aku langkah ke belakang dan njaga jarak dengan Duke Remy, aku ndengar ada suara seseorang yang manggilku. Aku familiar dengan suara ini dan aku pun mutuskan untuk noleh ke arah orang yang manggilku. Aku noleh ke pintu keluar gedung tengah karena suara itu berasal dari sana. Ketika noleh, aku lihat Ratu Kayana yang sedang lambaikan tangannya. Ratu Kayana lah yang baru saja manggilku.

"Rid!," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana berbicara dengan suara yang sedikit lebih keras karena jarak antara ku dengan beliau cukup jauh.

"Ada apa, Yang Mulia Ratu ?," tanyaku dengan suara yang juga sedikit lebih keras.

"Aku hanya ingin nyampaikan kalau semua orang yang sebelumnya ada di gedung ini sudah berhasil keluar dari gedung ini," ucap Ratu Kayana.

Setelah ndengar perkataan Ratu Kayana, aku baru nyadari kalau di pintu keluar itu hanya ada Ratu Kayana saja. Orang-orang yang sebelumnya sedang berada di pintu keluar itu sudah tidak ada.

"Karena semua orang telah keluar dari gedung ini, aku juga akan keluar dari gedung ini. Oleh karena itu, kamu bisa fokus untuk lawan tuan Remy tanpa harus ngkhawatirkan kami lagi," ucap Ratu Kayana.

"Iya, terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Jangan sampai kalah, Rid," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucapku.

Setelah itu, Ratu Kayana pun langsung bergegas keluar dari gedung tengah dengan lewati pintu keluar itu. lihat Ratu Kayana yang sedang bergegas keluar, Duke Remy langsung lesat dengan cepat ke arah Ratu Kayana.

"Aku tidak akan mbiarkanmu pergi, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy sambil bersiap untuk nyerang Ratu Kayana dengan pedang miliknya.

Tetapi sebelum Duke Remy berhasil ndekat dan nghampiri Ratu Kayana, Duke Remy tiba-tiba berhenti secara paksa karena ada sesuatu yang nghentikannya. Alasan Duke Remy berhenti secara paksa karena aku yang telah gang dan ncengkeram salah satu batang pohon yang tumbuh di belakang tubuhnya. Sebelumnya, saat Duke Remy langsung lesat ke arah Ratu Kayana, aku juga ikut lesat untuk nghentikan Duke Remy.

Sentara itu, Duke Remy yang tiba-tiba berhenti secara paksa mulai noleh ke belakang untuk lihatku.

"Rid Archie!!!," ucap Duke Remy yang terlihat marah.

"Sudah berapa kali saya bilang kalau saya tidak akan mbiarkan anda nyerang orang lain, tuan Remy," ucapku.

Setelah itu, aku yang sedang gang dan ncengkeram salah satu batang pohon yang tumbuh di belakang tubuh Duke Remy lalu narik batang pohon itu dan kemudian lempar Duke Remy ke salah satu sisi dinding yang ada di tempat itu. Aku lempar Duke Remy dengan cepat dan mbuatnya terhempas dengan cepat ke arah dinding yang dihantamnya itu.

*BUMMMMM

Terdengar suara benturan yang sangat keras akibat Duke Remy yang nghantam dinding. Dinding yang dihantam Duke Remy pun langsung hancur setelah dihantam olehnya. Debu asap pun langsung bermunculan dan nyelimuti sekitar tempat Duke Remy yang nghantam dinding.

Setelah lempar Duke Remy, aku langsung pergi nuju pintu keluar gedung tengah. Ratu Kayana telah berhasil keluar lewati pintu keluar itu dengan aman setelah aku baru saja nggagalkan Duke Remy yang berniat untuk nyerang Ratu Kayana. Setelah mastikan kalau semua orang yang sebelumnya ada di tempat ini sudah keluar, aku lalu mbuat sebuah dinding es yang cukup tebal untuk nutupi pintu keluar itu agar Duke Remy tidak dapat ngejar reka.

~Ice Magic : Great Ice Wall~

Dinding es itu pun langsung terbentuk dan nutupi pintu keluar itu. Setelah mbuat dinding es itu, aku noleh kembali ke tempat Duke Remy yang nghantam dinding. Terlihat Duke Remy sudah keluar dari kepulan asap yang nyelimuti tempat itu. Tidak ada luka sama sekali pada tubuh Duke Remy setelah aku lempar beliau hingga nghantam dinding. Bahkan armor yang dikenakannya pun tidak ada rusak atau goresan sama sekali. Saat Duke Remy telah keluar dari kepulan asap itu, Duke Remy lalu lihat ke arah pintu keluar yang sudah tertutup dengan dinding es yang aku buat. Setelah itu, Duke Remy noleh ke arahku dan berkata sesuatu kepadaku.

"Kenapa kamu nutup pintu keluar itu ? Jika kamu nutup pintu keluar itu, kamu tidak akan bisa larikan diri dariku, Rid Archie," ucap Duke Remy.

"Saya tidak berniat untuk larikan diri dari anda, tuan Duke Remy. Justru saya berniat untuk ngalahkan anda disini. Karena semua orang yang ada di tempat ini sebelumnya sudah pergi keluar dari tempat ini, saya bisa fokus untuk ngalahkan anda dan tidak perlu khawatir kepada reka," ucapku.

Setelah ndengar perkataanku, Duke Remy pun langsung tertawa.

"Hahahaha, ngalahkanku ? Aku saat ini lebih kuat daripada aku yang sebelumnya karena aku sudah nyuntikkan darah iblis lagi ke dalam tubuhku. Kalaupun kekuatanku saat ini belum cukup kuat, aku masih miliki beberapa darah iblis yang siap aku suntikkan lagi ke dalam tubuhku agar aku bisa semakin bertambah kuat. Intinya, kamu tidak akan bisa ngalahkanku, Rid Archie," ucap Duke Remy.

"Begitu ya. Anda masih miliki banyak darah iblis yang siap anda suntikkan agar anda bisa bertambah kuat lagi. Kalau begitu, saya hampir sama dengan anda," ucapku.

Duke Remy terlihat bingung dengan apa yang aku katakan.

"Apa maksudmu ?," tanya Duke Remy.

"Saya masih miliki sihir yang kekuatannya hanya saya pakai sebanyak 10% saja. Jika saya ningkatkan persentase kekuatannya, saya juga bisa semakin bertambah kuat,"

"Karena orang-orang itu sudah pergi, saya tidak perlu khawatir apabila saya ningkatkan persentase kekuatan sihir ini. Sebelumnya saya hanya nggunakan 10% saja, tetapi kali ini.....sepertinya 20% saja sudah cukup untuk lawan anda," ucapku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 394 : Persentase Kekuatan Sihir Yang Digunakan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.