Peace Hunter Chapter 392 : Permintaan Rid

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

"Jangan biarkan tuan Duke Remy nyuntikkan alat suntik itu lagi!!!," ucap nona Karina yang terlihat panik.

Setelah ndengar perkataan nona Karina, kami semua pun berusaha nggagalkan aksi Duke Remy yang ingin nyuntikkan 3 buah alat suntik itu. Ratu Kayana terlihat bersiap untuk nyerang Duke Remy dengan nggunakan sihir gravitasinya. Tetapi adanya batang-batang pohon yang saat ini sedang bergerak ke arahnya dan nyerang dirinya mbuat Ratu Kayana terganggu dan tidak bisa fokus untuk nyerang Duke Remy. Nona Karina dan nona Violetta pun juga sama, adanya batang-batang pohon yang nyerang reka berdua mbuat reka berdua tidak bisa ndekat dan nyerang Duke Remy dalam jarak dekat ataupun lancarkan serangan jarak jauh ke arah Duke Remy.

"Sial, batang-batang pohon ini sangat ngganggu. Jika kita mbiarkan orang itu nyuntikkan darah iblis itu lagi, orang itu akan semakin bertambah kuat," ucap nona Violetta.

"Kamu benar, kita harus segera nghentikannya," ucap nona Karina.

Sentara itu, Duke Remy terlihat sudah mau nyuntikkan 3 buah alat suntik itu ke tubuhnya. Aku yang lihat itu dengan cepat langsung lesat ke arah Duke Remy. Batang-batang pohon yang berasal dari sihir Duke Remy tentu tidak diam saja ketika lihat aku yang sedang lesat ke arah Duke Remy. Batang-batang pohon itu langsung lesat ke arahku untuk berusaha nghentikanku. lihat itu, aku pun langsung nyerang batang-batang pohon yang lesat ke arahku itu.

~Lightning Sword Art : Consecutive Lightning Speed Slash~

Batang-batang pohon itu dapat dengan mudah aku potong dengan pedangku.

Setelah motong batang-batang pohon itu, aku lesat kembali dengan cepat untuk nuju Duke Remy. Namun, batang-batang pohon yang ada di sekitar tempat itu kembali lesat ke arahku dan nyerangku. Tetapi aku kembali dapat nebas batang-batang pohon itu dengan mudah. Aku lesat dengan cepat ke arah Duke Remy, lalu nebas batang-batang pohon yang nghalangiku, kemudian lesat kembali ke arah Duke Remy. Aku lakukan semua hal itu secara terus nerus dengan cepat. Dan sampai akhirnya, kini aku pun telah berada di hadapan Duke Remy yang sedang nyuntikkan 3 buah alat suntik yang ada di tangannya. Duke Remy terlihat terkejut begitu lihat aku yang sudah berada di hadapannya.

"Rid Archie ?!," ucap Duke Remy.

"Saya tidak akan mbiarkan anda nyuntikkan cairan itu, tuan Remy," ucapku.

Kemudian, aku dengan cepat langsung nyerang Duke Remy dengan pedang milikku. Seranganku pun berhasil ngenai tangan kanan Duke Remy yang sedang gang 3 buah alat suntik itu. Seranganku yang ngenai tangan kanan Duke Remy pun berhasil mbuat tangan kanan Duke Remy terluka sekaligus mbuatnya lepaskan 3 buah alat suntik yang ada di tangan kanannya. 3 buah alat suntik yang terlepas itu pun lalu layang di udara.

Saat 3 buah alat suntik itu layang di udara, aku pun lihat dan mperhatikan 3 buah alat suntik itu. Aku pun terkejut ketika lihat 3 buah alat suntik itu. Aku terkejut karena aku lihat ada sebuah alat suntik yang cairan di dalamnya sudah tidak ada, sedangkan 2 buah alat suntik sisanya terlihat masih miliki cairan berwarna rah di dalamnya. Itu berarti alat suntik yang cairannya sudah tidak ada itu sudah dipakai oleh Duke Remy. Setelah aku lihat dan mperhatikan 3 buah alat suntik itu, aku pun langsung noleh dan lihat Duke Remy. Disaat yang sama dengan aku yang noleh ke arah Duke Remy, aku ndengar suara pecahan yang sepertinya adalah 3 buah alat suntik yang telah pecah dan hancur setelah jatuh ke lantai. Lalu saat aku sudah lihat Duke Remy, ternyata benar kalau Duke Remy sudah nyuntikkan sebuah alat suntik di lehernya.

"Kurang ajar kau, Rid Archie. Kau telah nggangguku ketika aku sedang nyuntikkan darah iblis ke dalam tubuhku. Akibatnya aku belum sempat nyuntikkan 2 buah alat suntik yang tersisa ke dalam tubuhku. 2 buah alat suntik itu pun kini telah hancur setelah terlepas dari tanganku dan jatuh ke lantai. Gara-gara itu, aku jadi tidak bisa ningkatkan kekuatanku njadi lebih kuat lagi,"

"Tetapi, setidaknya aku sudah nyuntikkan 1 buah alat suntik ke tubuhku. skipun hanya 1 buah, seharusnya ini sudah cukup untuk mulihkan tubuhku dan ningkatkan sedikit kekuatanku. Lihat saja kau, Rid Archie, aku akan benar-benar mbunuhmu setelah kekuatanku sudah ningkat," ucap Duke Remy.

Setelah Duke Remy ngatakan itu, batang-batang pohon berwarna hitam tiba-tiba muncul di sekitar Duke Remy. Batang-batang pohon itu kemudian bergerak ke arah Duke Remy dan langsung nyelimuti seluruh tubuhnya. Aku yang lihat itu tentu saja tidak tinggal diam, aku langsung ngayunkan pedangku untuk motong batang-batang pohon yang sedang nyelimuti Duke Remy. Tetapi batang-batang pohon itu sama sekali tidak dapat aku potong. Batang-batang pohon itu terasa berbeda daripada sebelumnya dimana sebelumnya aku masih bisa motong batang-batang pohon yang muncul di tempat ini. Batang-batang pohon yang muncul kali ini, terasa lebih keras dan tebal.

"Aku sama sekali tidak bisa motong batang-batang pohon ini skipun aku sudah nggunakan sedikit ~Light Magic~ pada seranganku. Jika batang-batang pohon ini saja tidak dapat aku potong, mungkin armor yang saat ini dikenakan oleh Duke Remy juga tidak akan bisa aku tembus karena armornya sudah berubah njadi lebih keras daripada sebelumnya. Mungkin aku harus ningkatkan kekuatan ~Light Magic~ yang aku pakai agar bisa motong batang-batang pohon ini dan nembus armor Duke Remy. Tetapi jika aku ningkatkan kekuatan ~Light Magic~ku, ~Light Magic~ku akan dapat diketahui dan dilihat orang lain. Saat ini aku nggunakan sedikit kekuatan ~Light Magic~ dan nggabungkannya dengan elen lain agar ~Light Magic~ ini tidak diketahui dan dilihat orang lain. Sepertinya aku harus nyuruh orang-orang yang ada di tempat ini untuk pergi terlebih dahulu dari tempat ini sebelum aku ningkatkan kekuatan ~Light Magic~ku," pikir itu.

Setelah mikirkan itu, aku pun langsung bergerak njauh dari Duke Remy. Disaat aku sedang bergerak njauh, Duke Remy terlihat masih diselimuti oleh batang-batang pohon yang muncul di sekitarnya. Lalu saat aku sudah bergerak njauh dari Duke Remy, aku pun mutuskan untuk ndekati nona Karina.

"Maaf, nona. Aku gagal nghentikan tuan Duke Remy agar tidak nyuntikkan alat suntik itu ke dalam tubuhnya. Aku mang berhasil nghempaskan 2 buah alat suntik yang masih berisi cairan dan mbuat tuan Duke Remy gagal nyuntikkan alat suntik itu, tetapi 1 buah alat suntik telah berhasil beliau suntikkan ke tubuh beliau sebelum aku sempat nghentikannya," ucapku.

"Tidak apa-apa, Rid. Setidaknya kamu berhasil mbuat tuan Duke Remy tidak semakin bertambah kuat lagi dengan nghempaskan 2 buah alat suntik yang belum disuntikan ke tubuh beliau dan mbuat alat suntik itu nghantam lantai lalu hancur. Kamu sudah lakukan yang terbaik dibandingkan dengan kami semua yang sama sekali tidak bisa nghentikan tuan Duke Remy disaat beliau sedang nyuntikkan alat suntik berisi cairan iblis ke dalam tubuhnya," ucap nona Karina.

"Tidak usah bicara begitu, nona. Nona dan yang lainnya juga sudah lakukan yang terbaik tetapi sayangnya batang-batang pohon yang berasal dari sihir tuan Duke Remy mbuat kalian semua sangat kerepotan," ucapku.

"Iya, itu benar. Batang-batang pohon itu sangat repotkan," ucap nona Karina.

Setelah itu, kami berdua pun terdiam selama beberapa saat. Tidak lama kemudian, aku pun mulai berbicara kembali dengan nona Karina.

"Nona, aku punya sebuah permintaan kepada anda," ucapku.

"Sebuah permintaan ? Permintaan apa itu, Rid ?," tanya nona Karina.

"Tolong bawa semua orang yang ada di gedung ini untuk pergi ninggalkan gedung ini, karena aku ingin nghadapi tuan Duke Remy seorang diri di dalam gedung ini," ucapku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 392 : Permintaan Rid on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.