Setelah beberapa saat pedang kami saling beradu, aku dan Duke Remy pun langsung mundur beberapa langkah ke belakang. Setelah itu, aku kembali lesat dengan cepat ke arah Duke Remy dan langsung nyerangnya dengan cepat pula.
~Lightning Sword Art : Lightning Speed Slash~
Tetapi Duke Remy kembali berhasil nahan seranganku yang cepat itu dengan pedang miliknya yang diselimuti oleh ~Dark Magic~. Tetapi aku tidak berhenti disitu saja, aku lalu njaga jarak dengannya lagi dan kembali lesat dengan cepat ke arahnya.
~Lightning Sword Art : Consecutive Lightning Speed Slash~
Aku kemudian nyerangnya lagi dengan cepat, kemudian njaga jarak dengannya lagi, lesat kembali dan nyerangnya lagi. Aku lakukan serangan itu kepada Duke Remy secara terus nerus. ski begitu, Duke Remy dapat dengan mudah nahan serangan-serangan yang aku lancarkan dengan pedang miliknya.
"Aku terkejut kamu bisa nggunakan teknik itu, Rid Archie. Teknik itu rupakan teknik milik tuan Oliver. Bagaimana kamu bisa nggunakan teknik itu ?," tanya Duke Remy sambil terus nahan seranganku dengan pedangnya.
"Anda tidak perlu tahu bagaimana saya bisa nggunakan teknik ini," ucapku sambil terus nyerang Duke Remy.
"Ahahahaha baiklah. Kalau begitu biar aku beritahu suatu hal, Rid Archie. skipun kamu bisa nggunakan teknik yang sama dengan tuan Oliver, kamu tetap tidak akan bisa ngalahkanku dengan teknik itu. Alasannya karena tuan Oliver yang rupakan pengguna asli dari teknik ini saja dapat aku kalahkan, apalagi hanya kamu yang kemungkinan hanya niru teknik miliknya itu," ucap Duke Remy.
Setelah Duke Remy ngatakan itu, aku kembali lesat dengan cepat ke arah Duke Remy dan nyerangnya. Ketika aku sedang lesat, aku lihat Duke Remy sedang ngangkat pedangnya dan bersiap untuk ngayunkan pedangnya itu. Setelah aku sudah berada dekat dengannya, Duke Remy pun langsung lancarkan sebuah serangan kepadaku.
~Dark Tree Slash~
Disaat yang sama dengan Duke Remy yang lancarkan serangan kepadaku, aku pun juga lancarkan seranganku ke Duke Remy. Serangan kami berdua pun saling beradu karena kami sama-sama nyerang disaat yang bersamaan. Serangan kami yang saling beradu pun nimbulkan efek yang sangat besar. Beberapa lantai, langit-langit dan dinding di lantai 1 terlihat mulai retak dan hancur. Seluruh lantai 1 pun bergetar kembali akibat serangan kami yang saling beradu. Tidak hanya seluruh lantai 1 aja, seluruh gedung tengah pun juga ikut bergetar dan berguncang.
Setelah itu, disaat aku masih sedang beradu serangan dengan Duke Remy, tiba-tiba secara perlahan aku mulai terdorong mundur. Aku pun sedikit terkejut begitu nyadari kalau aku mulai terdorong mundur.
"Kekuatannya lebih kuat dari para iblis yang sebelumnya lawan. Yah itu wajar saja karena beliau adalah orang yang telah nciptakan para iblis itu. Orang yang nciptakan para iblis itu tentu harus lebih kuat dari para iblis ciptaanya," pikirku.
Setelah beberapa saat terdorong mundur ketika beradu serangan dengan Duke Remy, aku pun langsung terhempas karena telah kalah dalam adu serangan dengan Duke Remy. Aku terhempas hingga nghantam dinding yang ada di belakangku hingga hancur.
*DUMMMM
Suara benturan pun terdengar keras akibat aku yang nghantam dinding. Debu asap pun langsung bermunculan dan nyelimuti tempatku yang nghantam dinding.
Sentara itu, Duke Remy yang baru saja nghempaskan Rid terlihat mulai tertawa.
"Ahahaha, lihatlah itu, Rid Archie. Sesuai yang aku katakan padamu sebelumnya, kamu tidak akan bisa ngalahkanku," ucap Duke Remy.
Setelah Duke Remy ngatakan itu, tiba-tiba ada seseorang yang lesat dari balik debu asap tempat Rid Archie nghantam dinding. Orang yang lesat keluar dari balik debu asap itu adalah Rid.
Sentara itu, aku kini sedang lesat dengan sangat cepat ke arah Duke Remy. Aku lesat ke arahnya sambil bersiap untuk nyerang Duke Remy. Setelah berada dalam jarak yang dekat dengan Duke Remy, aku pun langsung nebas Duke Remy dengan nggunakan pedangku. Duke Remy tidak sempat nghindar atau nahan seranganku. Duke Remy terkena seranganku dengan telak dan mbuatnya terhempas kembali hingga nghantam dinding yang ada di belakangnya.
*DUMMMM
Suara benturan pun kembali terdengar keras. Debu asap pun langsung muncul dan nyelimuti sekitar tempat Duke Remy yang nghantam dinding. Setelah nghempaskan Duke Remy, aku kemudian nyembuhkan luka pada tubuhku. Tubuhku terluka akibat nghantam dinding setelah dihempaskan oleh Duke Remy. ski luka pada tubuhku hanyalah sedikit saja, aku mutuskan untuk langsung nyembuhkannya.
~Full Healing~
Luka pada tubuhku pun langsung pulih setelah aku sembuhkan nggunakan sihirku. Setelah itu, aku bergegas untuk nghampiri nona Karina. Aku sebelumnya sudah berniat untuk nyembuhkan nona Karina dan yang lainnya tetapi saat aku ingin nyembuhkan reka, Duke Remy tiba-tiba nyerangku dengan nggunakan sihir. Karena sekarang Duke Remy sudah aku hempaskan, aku berniat untuk nyembuhkan nona Karina dan yang lainnya lagi.
"Aku akan segera nyembuhkan anda, nona," ucapku.
Setelah itu, aku ngarahkan kedua tanganku ke atas.
~Blessing of Full Healing~
Dari kedua tanganku yang aku arahkan ke atas, muncul butiran-butiran kecil berwarna putih. Butiran-butiran putih itu langsung layang nghampiri semua orang yang ada di lantai ini. Tidak hanya itu, butiran-butiran putih itu juga layang nghampiri orang-orang yang ada di lantai lainnya di gedung tengah akademi. Butiran-butiran putih itu kemudian nyentuh bagian tubuh orang-orang yang dihampirinya. Setelah itu, luka-luka di tubuh orang-orang yang disentuh oleh butiran-butiran putih itu pun langsung pulih. Nona Karina, nona Violetta, Ratu Kayana, Charles dan Chloe terlihat terkejut begitu lihat luka di tubuh reka sudah pulih.
"Luka di tubuhku sudah pulih dan nghilang. Tidak hanya itu, luka-luka pada tubuh yang lainnya pun juga telah pulih dan nghilang," ucap Ratu Kayana sambil lihat ke sekelilingnya.
"nyembuhkan banyak orang dalam waktu yang bersamaan. Tidak salah lagi, ini adalah sihir penyembuhan skala area. Bagaimana bisa kamu nggunakan sihir penyembuhan skala area, Rid ? Padahal hanya sebagian kecil orang yang bisa nggunakan sihir penyembuhan seperti ini," ucap nona Karina.
"Itu berarti aku termasuk ke dalam sebagian kecil orang itu, nona. Lalu bagaimana bisa aku nggunakan sihir ini adalah karena aku mpelajarinya dari buku peninggalan kedua orang tuaku, nona. Sebagian besar sihir dan teknik yang kumiliki saat ini adalah hasil dari mpelajari buku-buku peninggalan orang tuaku. Lalu sisanya, aku mpelajarinya dari orang lain," ucapku.
"Buku peninggalan orang tuamu, sebenarnya siapa orang tuamu itu ?," tanya nona Karina.
"Aku sendiri juga tidak tahu siapa orang tuaku, nona," ucapku.
Setelah aku ngatakan itu, aku lihat nona Karina tiba-tiba terdiam.
"Tekanan aura yang sebelumnya kurasakan tiba-tiba telah nghilang. Apa Rid sudah njadi tenang ?," pikir nona Karina.
Aku tidak tahu kenapa nona Karina terdiam, jadi aku mutuskan untuk bertanya kepadanya.
"Ada apa, nona ?," tanyaku.
"Tidak ada apa-qpa," ucap nona Karina.
Saat aku sedang berbicara dengan nona Karina, orang-orang yang sebelumnya sedang terbaring tidak sadarkan diri mulai terbangun. Orang-orang itu terbangun setelah aku sembuhkan. ski begitu, tidak semua orang-orang itu terbangun karena ada beberapa dari reka yang masih tidak sadarkan diri.
"Sepertinya sebagian besar dari reka telah terbangun kembali setelah kamu sembuhkan. Terima kasih karena telah nyembuhkan reka, Rid," ucap nona Karina.
"Sama-sama, nona," ucapku.
Tidak lama kemudian, di seluruh lantai yang ada di lantai 1 gedung tengah tempatku berada itu, muncul batang-batang pohon berwarna hitam dalam jumlah yang sangat banyak. Orang-orang yang baru saja terbangun itu pun terkejut lihat munculnya batang-batang pohon berwarna hitam itu.
"Batang-batang pohon ini, sepertinya tuan Duke Remy masih belum dikalahkan olehmu, Rid," ucap nona Karina.
"Sejak awal aku sudah nduga kalau serangan yang aku lancarkan itu belum dapat untuk ngalahkannya, nona. Aku nyerangnya hanya untuk nghempaskannya agar aku miliki kesempatan untuk nyembuhkan anda dan yang lainnya terlebih dahulu," ucapku.
Batang-batang pohon yang tiba-tiba muncul itu pun langsung bergerak dan nyerang seluruh orang yang ada di lantai ini, termasuk aku. Tetapi aku dapat dengan mudah ngatasi batang-batang pohon itu dengan motongnya dengan pedangku. Nona Karina, nona Violetta, Ratu Kayana, Charles, Chloe dan yang lainnya pun juga dapat ngatasi batang-batang pohon itu. Tetapi beberapa dari reka kembali terluka karena terkena serangan dari batang-batang pohon itu.
Disaat kami semua sedang ngatasi batang-batang pohon yang nyerang kami, Duke Remy tiba-tiba berjalan keluar dari kepulan asap yang sebelumnya nyelimuti tempatnya nghantam dinding. Duke Remy berjalan keluar sambil gang tubuhnya tepatnya bagian dada yang terlihat terluka dan ngeluarkan banyak darah.
"Aku tidak nyangka kalau kamu dapat bergerak lebih cepat dari tuan Oliver saat nggunakan teknik itu. Gara-gara itu, aku pun jadi terkena seranganmu sebanyak 2 kali,"
"Selain itu, aku juga tidak nyangka kalau kamu dapat nyembuhkan semua orang di tempat ini dengan sihir penyembuhan skala area. Aku mang tahu kalau kamu bisa nggunakan sihir penyembuhan, tetapi aku pikir kamu hanya bisa nggunakan sihir penyembuhan dengan nyembuhkan secara satu per satu, aku tidak nyangka kalau kamu bisa nggunakan sihir penyembuhan skala area juga. Kamu telah nyembuhkan semua orang yang sudah susah payah aku kalahkan. Kamu bahkan juga telah nyembuhkan Yang Mulia Ratu yang ingin aku bunuh. Kamu benar-benar kurang ajar, Rid Archie!,’ ucap Duke Remy yang terlihat marah.
"Tidak hanya Yang Mulia Ratu saja yang telah saya sembuhkan, sebelumnya saya juga telah nyembuhkan tuan Duke Louis dan nona Duchess Arnett yang ingin anda bunuh juga. Kesempatan anda untuk mbunuh reka sepertinya telah nurun kembali, tuan Duke Remy,"
"Sebelumnya anda bilang kalau saya sudah tidak bisa lakukan apa-apa lagi di tempat ini, tetapi nyatanya anda salah, saya masih bisa nyembuhkan semua orang di tempat ini yang telah anda kalahkan. skipun mungkin ada beberapa orang yang tidak berhasil saya sembuhkan dan selamatkan karena mungkin beberapa orang itu sudah tewas. Tetapi setidaknya sebagian orang di tempat ini sudah berhasil saya selamatkan termasuk dengan Yang Mulia Ratu yang ingin anda bunuh," ucapku.
Setelah ndengar perkataanku, Duke Remy terlihat semakin marah.
"Kamu mang benar-benar sangat kurang ajar, Rid Archie!. Kamu selalu nggagalkan rencana yang telah aku buat. Sepertinya aku mang harus mbunuhmu terlebih dahulu baru aku bisa njalankan rencanaku dengan lancar," ucap Duke Remy.
Setelah itu, Duke Remy terlihat ngambil sesuatu dari pakaiannya yang berada di dalam armor yang dikenakannya. Tidak lama kemudian, Duke Remy pun berhasil ngambil sesuatu itu. Sesuatu itu adalah 3 buah alat suntik yang berisi cairan berwarna rah. Nona Karina, nona Violetta, Ratu Kayana, Charles dan Chloe terlihat terkejut saat lihat sesuatu yang diambil oleh Duke Remy.
"Alat suntik itu!!! Jangan biarkan tuan Duke Remy nyuntikkan alat suntik itu lagi!!!," ucap nona Karina yang terlihat panik.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)