Font Size
15px

"Ini adalah akhir untukmu," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.

Nona Violetta yang saat ini sedang tertusuk oleh cambuk milik Duchess Arnett terlihat masih terus tersenyum seperti sebelumnya.

"Ini mang adalah akhir, tetapi bukan untukku, ibunda," ucap Nona Violetta.

Nona Violetta lalu gang cambuk milik Duchess Arnett yang telah manjang dan nusuk dadanya dengan tangan kirinya, sentara tangan kanannya masih gang pedang miliknya. Cambuk milik Duchess Arnett yang manjang itu mpunyai banyak duri tajam yang berukuran cukup besar. Sehingga ketika nona Violetta gang cambuk milik Duchess Arnett dengan tangan kirinya, telapak tangan kiri nona Violetta langsung tertusuk oleh duri-duri pada cambuk itu. Duri-duri itu bahkan nusuk hingga nembus telapak tangan kirinya itu. ski begitu, nona Violetta terlihat tidak rasa kesakitan sama sekali dan terus gang cambuk itu dengan sangat erat.

"Padahal aku masih ingin terus bertarung denganmu, ibunda. Bertarung denganmu mbuatku teringat dengan kenangan disaat kita berlatih tanding waktu dulu. Tetapi aku nyadari kalau aku harus segera nuntaskan tanggung jawabku. Aku harus segera nyelamatkan dan mbebaskanmu, jadi ayo kita akhiri ini, ibunda," ucap nona Violetta.

Nona Violetta ngatakan itu sambil tersenyum ke Duchess Arnett. Terlihat darah masih netes dari mulutnya itu skipun tidaklah banyak. Setelah itu, nona Violetta ngalirkan Mana miliknya ke tangan kirinya dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah tangan kirinya sudah dialiri oleh Mana dalam jumlah yang cukup banyak, nona Violetta tiba-tiba langsung narik cambuk milik Duchess Arnett yang sedang digenggamnya. Nona Violetta narik cambuk itu dengan sangat cepat dengan nggunakan kekuatannya. Duchess Arnett yang masih gang cambuk miliknya pun langsung lesat ke arah nona Violetta akibat cambuknya yang telah ditarik oleh nona Violetta. Duchess Arnett pun lesat dengan sangat cepat ke arah nona Violetta.

lihat Duchess Arnett yang sedang lesat ke arahnya, nona Violetta lalu bersiap untuk nyerang Duchess Arnett dengan nggunakan pedang miliknya. Disaat dia sedang bersiap untuk nyerang, nona Violetta tiba-tiba teringat lagi dengan suatu kenangan yang libatkan dirinya dengan Duchess Arnett.

-

~Flashback nona Violetta~

5 tahun yang lalu, di kediaman Duke San Quentine.

Terlihat nona Violetta, Duchess Arnett dan Duke Remy sedang berbicara di suatu ruangan yang ada di kediaman itu.

"Sudah aku bilang kalau aku tidak mau dijodohkan, ayahanda," ucap nona Violetta.

"Tetapi tawaran perjodohan ini datang dari seorang kenalanku. Beliau ingin njodohkanmu dengan salah satu putranya. Beliau itu sudah banyak mbantuku, jadi tidak mungkin aku nolak tawaran beliau yang ingin njodohkan putranya dengan kamu," ucap Duke Remy.

"Aku tidak peduli apakah orang yang nawarkan perjodohan itu adalah seorang kenalanmu atau tidak, aku tetap tidak mau dijodohkan karena aku tidak tertarik dengan pernikahan politik. Jika aku mau nikah, aku akan milih pasanganku sendiri," ucap nona Violetta.

"Violetta, kamu ini adalah seorang bangsawan. Seorang bangsawan tidak jauh dari yang namanya pernikahan politik. reka tidak akan bisa milih pasangan sendiri. Aku dan ibundamu saja bisa nikah juga karena pernikahan politik. Namun ski kami nikah karena pernikahan politik, kami bisa saling ncintai satu sama lain. Kamu tidak perlu khawatir akan pasanganmu yang mungkin tidak akan ncintaimu karena kalian nikah dengan pernikahan politik. Aku yakin pasanganmu akan ncintaimu,"

"Kalau kamu nerima tawaran ini, kehidupanmu ke depannya pasti akan makmur karena orang yang njadi pasanganmu adalah seorang putra dari orang terpandang dan miliki jabatan penting di kerajaan Ozgur, sebuah kerajaan kecil yang berada cukup jauh di utara pegunungan Orokho. skipun kerajaan itu adalah kerajaan kecil, kerajaan itu adalah kerajaan yang makmur. Jadi kamu harus nerima tawaran perjodohan ini, Violetta," ucap Duke Remy.

"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau nerima tawaran perjodohan itu. Aku tidak peduli mau dia putra dari orang terpandang atau putra dari pemimpin negara atau kerajaan lain, aku tetap tidak mau nerima pernikahan politik. Jika ayahanda tetap maksa untuk njodohkanku, maka lebih baik aku pergi dari kediaman ini. Aku akan keluar dari keluarga San Quentine agar aku tidak akan pernah dipaksa untuk lakukan pernikahan politik lagi," ucap nona Violetta.

Duke Remy terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataan nona Violetta. Tidak hanya itu, Duke Remy juga terlihat marah.

"Apa maksudmu, Violetta ? Kamu ingin ninggalkan keluarga San Quentine ? Jangan bercanda!," ucap Duke Remy.

Nona Violetta tidak nanggapi perkataan Duke Remy dan milih untuk langsung pergi dari ruangan itu.

"Tunggu, Violetta! Jelaskan padaku tentang apa yang kamu katakan barusan!," ucap Duke Remy dengan nada yang tinggi.

Tetapi nona Violetta tetap tidak nanggapi perkataan Duke Remy dan terus langkah pergi keluar ruangan itu. Sentara itu, Duchess Arnett terlihat sedang lihat ke arah nona Violetta yang langkah pergi.

"Violetta," ucap Duchess Arnett.

-

Beberapa nit kemudian, di sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah kamar pribadi.

Di kamar itu, nona Violetta sedang duduk di pinggir tempat tidur yang ada di kamar itu.

"Pernikahan politik....., benar-benar muakkan," ucap nona Violetta.

Setelah itu, tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu kamar itu.

*tok *tok *tok

Suara itu adalah suara ketukan pintu yang nandakan kalau ada orang yang akan berkunjung ke kamar itu.

"Siapa disana ?," tanya nona Violetta.

"V-violetta, ini aku," ucap Duchess Arnett.

"Ibunda ? Ada apa ibunda datang kemari ?," tanya nona Violetta.

"A-ada yang ingin aku bicarakan denganmu, A-apa aku boleh masuk ?," tanya Duchess Arnett.

Nona Violetta terdiam sejenak, lalu tidak lama kemudian dia mulai nanggapi perkataan Duchess Arnett.

"Masuk saja, ibunda. Pintunya tidak aku kunci," ucap nona Violetta.

Setelah itu, pintu kamar itu pun terbuka. Setelah pintu kamar itu terbuka, terlihat Duchess Arnett yang sedang mbuka pintu itu. Duchess Arnett hanya datang sendiri, tidak ada orang lain yang sedang bersamanya. Setelah mbuka pintu itu, Duchess Arnett lalu masuk ke kamar itu dan nutup pintu itu kembali. Kemudian, Duchess Arnett nghampiri nona Violetta.

"A-apa kamu benar-benar ingin ninggalkan keluarga ini, Violetta ?," tanya Duchess Arnett.

"Iya, karena aku sudah tidak tahan lagi, ibunda. Jika aku masih berada di keluarga ini, aku akan selalu dijodohkan dan dinikahkan dengan seseorang untuk kepentingan politik ayahanda. Jadi, lebih baik aku pergi dari keluarga ini dan tidak akan berhubungan dengan keluarga ini lagi," ucap nona Violetta.

Duchess Arnett terlihat sedih setelah ndengar perkataan nona Violetta.

"A-apa kamu yakin dengan keputusanmu itu ? Jika kamu pergi, Alia mungkin akan sedih," ucap Duchess Arnett.

"Aku sudah yakin dengan keputusanku, ibunda. Tentang Alia, aku akan berbicara dengannya terlebih dahulu sebelum aku ninggalkan keluarga ini," ucap nona Violetta.

"J-jika kamu pergi dari kediaman ini, kamu akan pergi kemana, Violetta ?," tanya Duchess Arnett.

"Entahlah, mungkin aku akan pergi ke kerajaan lain. Aku tidak akan netap di kerajaan ini," ucap nona Violetta.

"B-begitu ya," ucap Duchess Arnett.

"Sejak tadi ibunda terlihat gugup saat berbicara denganku, apa mungkin ibunda berniat untuk larangku untuk pergi ninggalkan keluarga ini ?," tanya nona Violetta.

"T-tidak, bukan begitu, a-aku tidak ada niat untuk larangmu. A-aku rasa gugup karena saat ini sepertinya suasana hatimu sedang buruk setelah berbicara dengan ayahandamu, tadi. A-aku takut salah bicara makanya aku jadi gugup," ucap Duchess Arnett.

"Begitu ya, maafkan aku karena telah berburuk sangka kepadamu, ibunda,’ ucap nona Violetta.

"Tidak apa-apa, Violetta. Kamu tidak perlu minta maaf," ucap Duchess Arnett.

Setelah itu, Duchess Arnett ngelus kepala nona Violetta.

"Aku tidak akan larangmu apabila kamu ingin pergi ninggalkan kediaman ini. Kamu saat ini sudah dewasa, jadi seharusnya kamu bebas untuk nentukan pilihanmu sendiri. Terserah kamu jika kamu ingin nolak tawaran perjodohan itu. Terserah kamu juga apabila kamu ingin pergi ninggalkan kediaman ini. Tetapi, tolong jangan berpikiran untuk ninggalkan keluarga ini, Violetta. skipun kamu pergi ninggalkan kediaman ini, kamu tetaplah bagian dari keluarga San Quentine," ucap Duchess Arnett.

"Jika aku tidak ninggalkan keluarga ini, aku akan terus dijodohkan, ibunda. Satu-satunya cara adalah dengan ninggalkan keluarga ini. Jika aku bukan lagi bagian dari keluarga San Quentine, aku tidak akan dijodohkan lagi. Lagipula, ayahanda pastinya juga akan nendangku keluar dari keluarga ini setelah aku pergi dari kediaman ini,’ ucap nona Violetta.

Duchess Arnett hanya diam saja setelah ndengar perkataan nona Violetta. skipun hanya diam, tangannya tetap ngelus kepala nona Violetta. Tidak lama kemudian, Duchess Arnett mulai berbicara kembali.

"Baiklah. Jika kamu benar-benar ingin ninggalkan keluarga ini, silahkan saja. Aku tidak akan larangmu, Violetta," ucap Duchess Arnett.

"Apa kamu yakin, ibunda ?," tanya nona Violetta.

"Iya. Tetapi, setelah kamu ninggalkan kediaman dan keluarga ini, aku ingin kamu terus ngingat kalau kamu tetap rupakan putriku. Aku akan terus nganggapmu sebagai putriku skipun kamu bukanlah bagian dari keluarga San Quentine lagi, Violetta," ucap Duchess Arnett sambil tersenyum.

-

2 tahun yang lalu, di kediaman Duke San Quentine.

Nona Violetta yang baru saja tiba dari Holy Kingdom Svetais, mutuskan untuk mampir ke kediaman Duke San Quentine sebelum nuju ke San Fulgen Akademiya, tempat dia bertugas selanjutnya.

Saat ini, nona Violetta sedang berada di ruang tamu di kediaman itu. Nona Violetta tidak sendiri karena ada Duke Remy yang sedang bersamanya di ruangan itu.

"Untuk apa orang yang sudah bukan njadi bagian dari keluarga San Quentine nginjakkan kakinya lagi di kediaman ini ?," tanya Duke Remy.

"Aku kesini hanya mampir sebentar saja. Aku tidak akan berlama-lama disini jadi anda tidak perlu khawatir," ucap nona Violetta.

Duke Remy lalu terdiam sesaat. Tidak lama kemudian, Duke Remy mulai berbicara kembali.

"Pastikan kamu akan langsung pergi setelah urusanmu di kediaman ini selesai dan jangan pernah kembali lagi kesini. Aku tidak mau lagi berurusan dengan orang yang telah mbuatku sangat kecewa," ucap Duke Remy.

"Tenang saja. Aku mang berniat untuk langsung pergi setelah urusanku selesai," ucap nona Violetta.

Setelah itu, Duke Remy pun langsung pergi ninggalkan ruangan itu. Sekitar 2 nit setelah Duke Remy ninggalkan ruangan itu, Duchess Arnett pun datang ke ruangan itu.

"Violetta ?!," ucap Duchess Arnett yang terkejut saat lihat nona Violetta.

"Iya, ini aku, ibunda," ucap nona Violetta.

Setelah itu, Duchess Arnett tiba-tiba langsung luk nona Violetta. Nona Violetta pun nerima pelukan itu dan kemudian dia pun juga luk Duchess Arnett.

"Selamat datang kembali, putriku," ucap Duchess Arnett sambil neteskan air mata.

"Aku pulang, ibunda," ucap nona Violetta.

~Flashback berakhir~

-

Kembali ke saat ini, di tempat nona Violetta berada.

Nona Violetta sedang bersiap untuk lancarkan serangan tusukan ke Duchess Arnett yang saat ini sedang lesat ke arahnya. Saking cepatnya Duchess Arnett lesat ke arah nona Violetta, Duchess Arnett sampai tidak bisa lakukan apa-apa. Dia bahkan terlihat tidak berusaha untuk nyerang nona Violetta sama sekali.

mang Duchess Arnett saat ini tidak bisa nyerang dengan nggunakan cambuknya karena cambuknya saat ini sedang dipegang oleh nona Violetta. Cambuknya saat ini sedang ditarik oleh nona Violetta yang nyebabkan Duchess Arnett terbawa dan lesat ke arah nona Violetta. ski begitu, seharusnya dia bisa nyerang nona Violetta selain dengan nggunakan cambuknya. Tetapi Duchess Arnett tidak lakukan itu. Dia hanya terdiam saja mbiarkan tubuhnya terbawa dan lesat ke arah nona Violetta.

Lalu jarak antara Duchess Arnett dan nona Violetta pun kini sudah semakin dekat. Kemudian, nona Violetta pun langsung lancarkan serangan ke arah Duchess Arnett yang lesat ke arahnya. Terlihat air mata mulai ngalir keluar dari kedua mata nona Violetta saat nona Violetta lancarkan serangan itu.

~Flower Sword Art : Red Rose Thorn Thrust~

Nona Violetta lancarkan serangan tusukan itu dengan cepat ke arah dada kiri Duchess Arnett. Duchess Arnett tidak bereaksi apa-apa terhadap serangan itu dan mbuat dirinya terkena serangan itu dengan telak. Serangan itu pun berhasil nusuk dada kirinya hingga nembus ke belakang. Duchess Arnett pun langsung muntahkan banyak darah dari mulutnya setelah ditusuk oleh nona Violetta.

"Seharusnya ini sudah cukup kan ? skipun kamu sudah berubah njadi iblis yang berada dalam kendali seseorang, kamu akan tetap mati apabila jantungmu telah ditusuk kan ?," tanya nona Violetta kepada Duchess Arnett.

Duchess Arnett tidak nanggapi perkataan nona Violetta dan hanya natap nona Violetta dengan ekspresi yang datar skipun jantungnya telah ditusuk. Sentara itu, nona Violetta terus natap Duchess Arnett dengan air mata yang terus ngalir keluar dari kedua matanya.

Tidak lama kemudian, nona Violetta lalu ncabut pedangnya yang nusuk dada kiri Duchess Arnett. Setelah pedang itu dicabut, darah ngucur dengan sangat deras dari luka tusukan itu. Tidak hanya itu, darah pun juga masih ngalir keluar dari mulutnya itu. Kondisi tubuh Duchess Arnett pun terlihat sudah semakin lemah. Kedua matanya pun secara perlahan mulai terpejam. Nona Violetta yang lihat kondisi Duchess Arnett sudah mulai lemah lalu ngatakan sesuatu kepada Duchess Arnett.

"Ibunda, terima kasih karena selalu nyayangi dan ncintaiku. Terima kasih karena tetap nganggapku sebagai putrimu skipun aku telah pergi ninggalkan keluarga kita. Terima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan kepadaku selama ini," ucap nona Violetta.

Nona Violetta ngatakan itu dengan air mata yang masih ngalir keluar dari kedua matanya.

"Selamat tinggal, ibunda," lanjut Duchess Arnett.

Sentara itu, Duchess Arnett yang kondisi tubuhnya mulai lemah, tiba-tiba tersenyum setelah ndengar perkataan nona Violetta. Nona Violetta yang lihat Duchess Arnett tersenyum pun langsung terkejut.

"Selamat tinggal, Violetta. Terima kasih karena telah mbebaskanku,"

"Sampai kapanpun, aku akan selalu nyayangimu, Violetta," ucap Duchess Arnett.

Duchess Arnett ngatakan itu dengan senyuman di wajahnya. Setelah ngatakan itu, Duchess Arnett pun langsung njatuhkan tubuhnya ke permukaan tanah yang kini sudah dipenuhi oleh bunga-bunga Lily putih.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 376 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 3 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.