Font Size
15px

Nona Violetta dan Duchess Arnett kembali saling nyerang dalam jarak dekat. Nona Violetta nggunakan pedang miliknya untuk nyerang Duchess Arnett, sedangkan Duchess Arnett nggunakan rapier miliknya untuk nyerang nona Violetta. reka saling nyerang dengan dikelilingi oleh bunga Lily putih yang berasal dari sihir nona Violetta. Bunga Lily putih itu terlihat sudah hampir nuhi seluruh tempat itu. Bahkan bunga-bunga mawar yang berada di sekitar Duchess Arnett terlihat mulai nghilang dan berganti dengan bunga Lily putih yang berasal dari sihir nona Violetta. Kelopak-kelopak bunga Lily putih yang berterbangan di udara juga saat ini tengah ngelilingi reka berdua yang saling nyerang satu sama lain. Kelopak-kelopak itu hanya berterbangan di udara, nona Violetta tidak nggunakan kelopak-kelopak itu untuk nyerang Duchess Arnett. Tetapi kelopak-kelopak Lily putih itu akan nyerang jika reka sedang berada di dalam sebuah situasi. Situasi tersebut adalah ketika Duchess Arnett nyerang nona Violetta dengan nggunakan batang-batang mawar yang muncul di sekitarnya seperti yang terjadi saat ini.

Saat ini, Duchess Arnett munculkan batang-batang mawar dengan nggunakan sihirnya sambil terus nyerang nona Violetta dengan nggunakan rapier miliknya dari jarak dekat. Setelah batang-batang mawar itu muncul, batang-batang itu lalu liuk-liuk dan lesat ke arah nona Violetta. Namun sebelum batang-batang itu ngenai nona Violetta, batang-batang itu langsung terpotong dan hancur akibat terkena kelopak-kelopak Lily putih yang berterbangan di sekeliling reka. Kelopak-kelopak Lily putih yang berterbangan itu mang tidak nyerang nona Violetta, tetapi reka akan nyerang objek apapun yang ngarah ke nona Violetta seperti batang-batang mawar itu.

Setelah batang-batang mawar itu hancur, Duchess Arnett lalu rintahkan bunga-bunga mawar yang masih ada di sekitarnya untuk nyerang nona Violetta. Bunga-bunga mawar itu pun lalu nghadap ke nona Violetta dan langsung nembakkan kelopak-kelopak bunga milik reka. Namun sebelum serangan kelopak mawar itu ngenai nona Violetta, kelopak-kelopak mawar itu kembali diserang oleh kelopak-kelopak Lily putih yang berterbangan di seluruh tempat itu. Kelopak mawar itu pun gagal untuk nyerang dan lukai nona Violetta.

"Apa kamu tidak bisa tidak nyerang dengan bantuan kelopak mawar, batang mawar atau yang lainnya, ibunda ? Tidak bisakah kamu nyerang hanya dengan nggunakan rapiermu itu sama seperti aku yang saat ini juga nyerang dengan hanya nggunakan pedangku ? Aku bisa saja nggunakan bunga-bunga Lily putih ini untuk nyerangmu sama seperti yang kamu lakukan dengan bunga-bunga mawar itu, tetapi aku tidak lakukannya. Aku hanya akan nyerangmu dengan nggunakan pedangku atau dengan serangan langsung yang berasal dari tubuhku, ibunda," ucap nona Violetta.

Nona Violetta ngatakan itu sambil terus beradu serangan dengan Duchess Arnett.

"Kamu berisik sekali. Aku sudah bilang sebelumnya kalau aku bukanlah ibundamu," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.

Setelah itu, Duchess Arnett ningkatkan kekuatan pada rapiernya dan langsung nyerang nona Violetta. Tetapi nona Violetta dengan cepat langsung nahan serangan itu dengan pedangnya. Kedua senjata reka pun saling beradu. Lalu disaat kedua senjata reka saling beradu, nona Violetta lalu mukul perut Duchess Arnett dengan telapak tangan kirinya. Duchess Arnett pun langsung terdorong beberapa ter ke belakang sambil muntahkan sejumlah darah dari mulutnya. Setelah beberapa ter terdorong, Duchess Arnett pun berhenti dan dia kemudian kembali lihat ke arah nona Violetta yang kini berada cukup jauh di depannya.

"Ada apa, ibunda ? Apa kamu terkejut karena aku bisa lakukan ini ? Selama aku njadi Holy Knights di Holy Kingdom Svetais, aku tidak hanya ningkatkan kemampuan sihir bungaku dan teknik berpedangku, aku juga mpelajari keahlian lain seperti teknik bela diri yang aku lakukan barusan. Aku tidak sempat nunjukkan seluruh kemampuanku yang baru kepadamu ketika aku baru tiba kembali di kerajaan ini. Itu karena saat itu, hubungan keluarga kita sedang sedikit canggung akibat aku yang pergi dari kediaman kita karena tidak mau terlibat dalam pernikahan politik,"

"Karena sekarang kita berdua sedang bertarung, aku tidak akan nyia-nyiakan kesempatan ini. Aku akan nunjukkan seluruh kemampuanku kepadamu. Setelah itu aku akan ngalahkanmu dan mbuktikan kalau aku sudah njadi kuat, seperti yang aku janjikan waktu dulu, ibunda," ucap nona Violetta.

Setelah ndengar perkataan nona Violetta, Duchess Arnett lalu nancapkan rapier miliknya ke permukaan tempatnya berpijak.

"Aku sudah bilang kepadamu kalau aku bukanlah ibundamu," ucap Duchess Arnett dengan suara datar.

~Rose Magic Dark Magic - Garden of Black Roses~

Bunga-bunga mawar berwarna hitam tiba-tiba muncul di sekeliling Duchess Arnett. Tidak hanya di sekeliling Duchess Arnett saja, mawar-mawar berwarna hitam itu mulai bermunculan di seluruh permukaan tempatnya berada saat ini. Disaat mawar-mawar itu muncul, bunga Lily putih yang sebelumnya muncul dan nuhi seluruh permukaan di tempat itu pun langsung nghilang. Kelopak-kelopak Lily putih yang berterbangan di tempat itu pun juga ikut nghilang bersamaan dengan nghilangnya bunga-bunga Lily putih itu. Nona Violetta terlihat hanya diam saja saat lihat bunga Lily putih dan kelopak Lily putih yang berterbangan yang berasal dari sihirnya itu mulai nghilang.

Setelah bunga-bunga Lily putih itu nghilang, seluruh permukaan di tempat itu pun kini sudah dipenuhi oleh mawar-mawar berwarna hitam. Tidak hanya mawar-mawar hitam itu saja, batang-batang mawar berukuran panjang dan juga dipenuhi oleh banyak duri pun juga muncul di tempat itu. Setelah itu, batang-batang itu pun langsung lesat dengan cepat ke arah nona Violetta. Namun sebelum batang-batang mawar itu ngenai nona Violetta, batang-batang itu tiba-tiba langsung terpotong dan hancur saat ndekati nona Violetta.

Setelah batang-batang itu hancur, kelopak-kelopak bunga Lily tiba-tiba muncul kembali dan berterbangan di seluruh tempat itu. Kelopak-kelopak itu lah yang mbuat batang-batang mawar yang nyerang nona Violetta langsung hancur. Lalu, disaat yang sama dengan munculnya kelopak-kelopak itu, bunga-bunga Lily putih pun kembali muncul di permukaan. Bunga-bunga itu muncul kembali secara perlahan hingga nuhi seluruh permukaan tempat itu. Bunga-bunga mawar berwarna hitam yang baru saja nuhi seluruh permukaan itu pun secara perlahan mulai nghilang dan berganti dengan bunga Lily putih seperti sebelumnya. Kini bunga-bunga Lily putih itu sudah nuhi seluruh tempat itu, bahkan bunga-bunga mawar hitam yang berada di sekitar Duchess Arnett pun juga telah nghilang dan berganti dengan bunga Lily putih itu. Batang-batang mawar berwarna hitam pun juga telah nghilang bersamaan dengan hilangnya mawar-mawar hitam itu.

lihat mawar-mawar ciptaannya telah nghilang, Duchess Arnett pun lihat ke sekelilingnya. Di sekelilingnya sudah tidak ada lag mawar-mawar hitam ciptaannya, yang ada hanyalah bunga Lily putih yang telah nuhi seluruh permukaan di tempat itu. lihat Duchess Arnett yang sedang lihat ke sekelilingnya, nona Violetta pun langsung ngatakan sesuatu kepada Duchess Arnett.

"Kelihatannya kamu sangat terkejut begitu ngetahui kalau mawar-mawar hitam ciptaanmu yang baru saja muncul tiba-tiba sudah nghilang kembali. Yah skipun wajahmu tidak terlihat terkejut sama sekali,"

"Alasan kenapa mawar-mawar hitam yang rupakan sihir area milikmu itu tiba-tiba nghilang adalah karena kekuatan sihir area milikmu tidak cukup kuat untuk nggantikan sihir area milikku. mang pada awalnya, sihir area milikmu berhasil muncul dan nggantikan sihir area milikku di tempat ini. Tetapi itu hanya sebentar saja, tidak lama kemudian sihir area milikmu pun langsung hilang karena tidak bisa nggantikan sihir area milikku dalam waktu yang lama,"

"Jika kamu ingin ngganti sihir area milikku ini, setidaknya gunakan sihir area yang lebih kuat, ibunda. skipun sihir area milikku ini terlihat simpel dan sederhana, tetapi sihir area ini sangat kuat loh," ucap nona Violetta.

Setelah lihat ke sekelilingnya, Duchess Arnett lalu lihat ke arah nona Violetta. Setelah itu, rapier milik Duchess Arnett tiba-tiba dilapisi oleh sebuah sihir berwarna hitam yang sangat pekat. Sihir itu adalah ~Dark Magic~. Setelah lapisi rapier miliknya dengan ~Dark Magic~, Duchess Arnett lalu lesat dengan sangat cepat ke arah nona Violetta.

"Sudah berapa kali aku bilang kepadamu kalau aku bukanlah ibundamu," ucap Duchess Arnett.

Duchess Arnett lalu berusaha nebas nona Violetta dengan rapiernya itu ketika dia sudah berada dekat dengan nona Violetta. Tetapi nona Violetta dengan cepat langsung nahan serangan itu dengan pedangnya. Namun serangan itu sangatlah kuat, skipun nona Violetta berhasil nahan serangan itu, serangan itu mbuat nona Violetta terdorong beberapa ter ke belakang. Saat nona Violetta sedang terdorong ke belakang, Duchess Arnett kembali lesat ke arah nona Violetta dan berusaha nyerangnya kembali.

Saat Duchess Arnett sedang lesat ke arah nona Violetta, nona Violetta yang sedang terdorong tiba-tiba lancarkan serangan tusukan jarak jauh ke arah Duchess Arnett.

~Flower Sword Art : Chaenoles Thorn Thrust~

Serangan tusukan itu lesat dengan cepat ke arah dada Duchess Arnett. Tetapi Duchess Arnett berhasil nghindari serangan itu skipun tidak sempurna dan mbuat bagian samping dadanya tergores akibat terkena serangan itu. Setelah nghindari serangan itu, Duchess Arnett lalu kembali lancarkan serangan tebasan ke nona Violetta. Nona Violetta yang sebelumnya lancarkan serangan tusukan dengan nggunakan pedangnya, langsung nggerakan pedangnya dengan cepat untuk nahan serangan itu. Serangan itu pun berhasil ditahan tetapi lagi-lagi serangan itu mbuat nona Violetta terdorong beberapa ter ke belakang.

lihat nona Violetta sedang terdorong ke belakang, Duchess Arnett kembali lesat ke arah nona Violetta untuk nyerangnya lagi. Situasi ini terjadi secara terus nerus.

ski saat ini nona Violetta terus diserang oleh Duchess Arnett dengan nggunakan rapiernya dan terus bertahan dari serangan itu, nona Violetta terlihat tersenyum. Nona Violetta terus tersenyum saat Duchess Arnett terus nyerangnya dengan nggunakan rapiernya. Alasan nona Violetta tersenyum adalah karena nona Violetta sedang ngingat kejadian yang hampir mirip dengan kejadian yang terjadi saat ini.

-

~Flashback nona Violetta~

18 tahun yang lalu, di tempat latihan kediaman Duke San Quentine.

Nona Violetta yang saat itu masih berumur 11 tahun terlihat sedang berlatih tanding dengan Duchess Arnett. Sentara, putri Alia yang masih berumur 4 tahun terlihat sedang nonton latih tanding itu di sisi tempat latihan.

Nona Violetta berlatih tanding dengan nggunakan pedang sedangkan Duchess Arnett nggunakan rapier. Duchess Arnett terus nyerang nona Violetta dengan rapiernya itu. Nona Violetta hanya bisa nahan serangan yang dilancarkan Duchess Arnett tanpa bisa nyerang balik. Setelah cukup lama terus nyerang nona Violetta, Duchess Arnett lalu ningkatkan sedikit kekuatannya dan kembali nyerang nona Violetta. Nona Violetta berhasil nahan serangan itu, tetapi serangan itu sangat kuat sehingga mbuat nona Violetta terhempas hingga ke belakang dan terjatuh. Pedang yang dipegang oleh nona Violetta pun langsung terlepas dari genggamannya saat dia terhempas.

lihat nona Violetta yang terhempas dan terjatuh, Duchess Arnett langsung bergegas nghampiri nona Violetta.

"K-kamu tidak apa-apa, Violetta ? A-aku minta maaf karena telah mbuatmu terhempas dan terjatuh," ucap Duchess Arnett.

"Aku tidak apa-apa, ibunda," ucap nona Violetta.

"S-syukurlah. Aku benar-benar khawatir," ucap Duchess Arnett.

"Ibunda benar-benar hebat dan kuat skipun hanya nggunakan senjata tanpa sedikitpun nggunakan sihir," ucap nona Violetta.

"E-eh, ah terima kasih atas pujiannya, Violetta," ucap Duchess Arnett.

"Aku ingin njadi seperti ibunda yang hebat dan kuat, tetapi aku tidak tahu kapan aku dapat njadi seperti ibunda. Aku bahkan tidak bisa nyerang ibunda sama sekali. Aku tidak bisa lakukan apa-apa jika aku tidak makai sihir. Kalaupun aku makai sihir, aku juga akan tetap kalah dari ibunda karena sihir ibunda lebih kuat daripada sihirku," ucap nona Violetta.

Setelah ndengar perkataan nona Violetta, Duchess Arnett lalu ngusap-ngusap kepala nona Violetta.

"Suatu saat nanti kamu pasti bisa njadi sepertiku, atau bahkan njadi lebih hebat dariku, Violetta. Saat ini, kamu masih sangatlah muda. Jika kamu nganggap kalau kamu masih lemah, itu tidak apa-apa. Jadikan itu sebagai motivasi untukmu agar kamu bisa njadi semakin kuat,"

"Jika kamu mau njadi sepertiku atau lebih kuat dariku, kamu harus selalu berlatih, Violetta. Saat ini kamu masih 11 tahun, tetapi nanti apabila kamu sudah ncapai umur yang sama denganku saat ini, mungkin kamu akan sekuat atau lebih kuat dariku. Sebelumnya aku sudah bilang tentang ini kan ? Saat kamu sudah dewasa nanti, kamu mungkin akan njadi lebih kuat dariku saat ini," ucap Duchess Arnett.

"Iya, kamu benar juga, ibunda. Aku masih ngingatnya, aku juga masih ngingat tentang janjiku yang akan ngalahkanmu ketika aku sudah dewasa nanti, ibunda," ucap nona Violetta.

Duchess Arnett lalu tersenyum sambil lihat ke arah nona Violetta.

"Aku juga ngingat tentang janji itu. Aku akan nunggumu untuk ngalahkanku saat kamu sudah dewasa nanti," ucap Duchess Arnett.

~Flashback berakhir~

-

Kembali tempat nona Violetta berada.

Nona Violetta saat ini terus nahan serangan Duchess Arnett yang telah dilapisi oleh ~Dark Magic~. Nona Violetta terus nahan serangan itu dengan senyuman di wajahnya. Kini, Duchess Arnett kembali lancarkan serangan ke arah nona Violetta. Nona Violetta kembali berhasil nahan serangan itu namun serangan itu kembali mbuatnya terhempas dan terdorong ke belakang.

Ketika nona Violetta sedang terdorong ke belakang, Duchess Arnett yang biasanya langsung kembali lesat ke arah nona Violetta, kini hanya diam saja di tempatnya berada saat ini. ski Duchess Arnett hanya diam dan tidak bergerak, Duchess Arnett terlihat sedang lakukan sesuatu dengan rapier miliknya. Rapier miliknya itu tiba-tiba berubah njadi sebuah cambuk yang dilapisi oleh ~Dark Magic~. Cambuk itu dipenuhi oleh duri-duri yang tajam dan ujung cambuk itu pun juga terlihat tajam.

Setelah itu, Duchess Arnett ngayunkan cambuk itu dengan sangat cepat ke arah nona Violetta yang sedang terdorong ke belakang. Cambuk itu pun manjang dan lesat dengan sangat cepat ke arah nona Violetta. Nona Violetta tidak sempat bereaksi terhadap cambuk yang ngarah kepadanya itu. Serangan cambuk itu pun berhasil ngenainya dan nusuknya tepat di tengah dadanya. Serangan cambuk itu nusuk hingga nembus ke belakang dadanya. Nona Violetta langsung muntahkan sejumlah darah dari mulutnya setelah tertusuk oleh cambuk itu.

"Ini adalah akhir untukmu," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.

Sentara itu, skipun saat ini nona Violetta telah tertusuk oleh cambuk itu tepat di tengah dadanya, nona Violetta terlihat masih terus tersenyum seperti sebelumnya.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 375 : Duchess Arnett dan Nona Violetta part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.