~Flashback Irene~
Sekitar kurang lebih 2 tahun yang lalu, di asrama Akademi.
Terlihat Irene sedang berada di dalam kamar Rid untuk ncari buku-buku milik Rid yang ingin dia baca. Setelah ngambil sebuah buku, Irene lalu keluar dari kamar Rid. Kemudian Irene nghampiri Rid yang sedang duduk di ruangan tengah asramanya.
"Rid, apa kamu tidak miliki buku yang mpelajari tentang sihir es ? Buku-buku yang ada di kamarmu mang sangatlah bagus, ada buku tentang sejarah, pengetahuan dan juga beberapa teknik dan sihir. Tetapi aku tidak lihat adanya buku yang mpelajari tentang suatu elen tertentu, seperti buku tentang sihir es," ucap Irene.
"Buku tentang sihir es ? Hmmmm, aku mpunyainya tetapi aku tidak naruhnya di rak yang ada di kamarku karena buku itu aku sembunyikan. Tunggu sebentar ya," ucap Rid.
~Note : Ketika Rid sedang berada di dalam flashback orang lain, Rid akan njadi ’orang ketiga’ dan bukan njadi ’orang pertama’. Jadi penggunaan dialog untuk Rid bukan makai ’aku’ tetapi dengan nggunakan namanya~
Rid kemudian masuk ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian, Rid keluar dengan mbawa sebuah buku di tangannya. Kemudian, Rid mberikan buku itu kepada Irene.
"Ini, Irene," ucap Rid.
Irene terlihat ragu-ragu untuk nerima buku yang diberikan oleh Rid.
"Apa tidak apa-apa, Rid ? Kamu tadi bilang kalau buku itu kamu sembunyikan, itu berarti buku itu sangat penting sampai kamu harus nyembunyikannya," ucap Irene.
"Buku ini mang penting, tetapi kamu mbutuhkannya kan ? Maka dari itu aku minjamkan buku ini. Aku tidak asal ngizinkan orang lain untuk minjam buku yang aku miliki, apalagi buku sepenting ini. Aku bersedia minjamkan buku ini karena kamu yang mintanya, Irene. Lagipula kamu mbutuhkan buku ini agar kamu bisa njadi lebih kuat dengan sihir es yang kamu miliki kan ? Alasan kamu untuk njadi kuat juga bukanlah sebuah alasan yang akan rugikan orang lain, maka dari itu aku bersedia minjamkan buku ini kepadamu," ucap Rid.
Irene lalu terdiam sesaat setelah ndengar perkataan Rid. Namun tidak lama kemudian, Irene pun mulai nerima buku yang diberikan oleh Rid.
"Baiklah, kalau begitu aku akan nerima buku yang dipinjamkan olehmu ini, Rid. Terima kasih, Rid, aku akan njaga buku ini," ucap Irene.
"Iya," ucap Rid.
-
Beberapa hari kemudian.
Di tempat latihan murid tahun kedua, Irene terlihat sedang mpraktekkan teknik dan sihir yang telah dia pelajari dari buku yang dipinjamkan oleh Rid. Irene terlihat sedang nggambar sebuah bintang dengan rapier miliknya. Namun sebelum bintang itu selesai digambar, tiba-tiba Rid nghampirinya.
"Kamu sedang berlatih nggunakan sihir itu ya, Irene ?," tanya Rid.
Irene pun langsung mbatalkan aksinya yang sedang nggambar bintang dengan rapiernya ketika Rid nghampirinya dan berbicara kepadanya.
"Iya, aku sedang berlatih agar bisa nggunakan dan juga nguasai sihir ini. Ketika aku mbaca tentang sihir ini, sepertinya sihir ini adalah sihir yang narik," ucap Irene.
"Sihir itu mang sihir yang narik. Sihir itu rupakan sihir area yang miliki dampak dan kekuatan sihir yang lebih kuat daripada ~Full Frost~. Tetapi dibalik kuatnya sihir itu, sihir itu miliki suatu kekurangan," ucap Rid.
"Sihir ini miliki durasi waktu yang cukup lama untuk ngaktifkannya," ucap Irene.
"Iya, itu rupakan kekurangannya. Jika kamu nggunakan sihir itu ketika sedang berada dalam pertempuran, kamu harus nunggu waktu yang cukup lama sekitar 10 nit agar sihir itu bisa aktif dan digunakan untuk nyerang. Selama 10 nit itu, kamu harus bertahan dari serangan apapun ketika kamu sedang berada dalam pertempuran. Jika kamu pingsan atau yang lebih parahnya lagi, jika kamu sampai tewas, sihir itu akan langsung lenyap. Jadi sebisa mungkin kamu harus bertahan selama 10 nit tanpa pingsan ataupun tewas agar sihir itu bisa diaktifkan. Jika kamu bisa bertahan, sihir itu akan aktif dan langsung ngalahkan lawan-lawan yang ada di sekitarmu,"
"Jika kamu sedang lawan orang yang lebih kuat darimu dan kamu mutuskan untuk nggunakan sihir itu, saat sihir itu aktif, sihir itu bahkan bisa ngalahkan orang itu. Yah mang tidak semua orang yang lebih kuat darimu akan dapat dikalahkan dengan sihir itu. Tetapi setidaknya, sihir itu akan cukup berguna bagimu apabila kamu sedang lawan orang yang lebih kuat darimu," ucap Rid.
"Hmmm begitu ya. Seperti yang aku duga, sihir ini kelihatannya mang sangat narik. Aku harus segera nguasai sihir ini," ucap Irene.
"Semangat latihannya, Irene. Kalau begitu aku mau nghampiri yang lainnya dulu. Aku minta maaf karena telah ngganggu latihanmu," ucap Rid.
"Tidak apa-apa, Rid. Kamu tidak perlu minta maaf," ucap Irene.
"Baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampa nanti, Irene," ucap Rid.
"Iya, sampai nanti," ucap Irene.
Rid pun langsung pergi untuk nghampiri Charles, Chloe dan yang lainnya yang juga sedang berada di tempat latihan. Sentara Irene terlihat sudah mulai kembali untuk lanjutkan latihannya.
~Flashback Selesai~
-
Kembali ke saat ini, di tempat Irene berada.
Irene terlihat sedang nggambar sebuah bintang di udara dengan nggunakan rapiernya.
~Ice Magic : Ice Star - Polaris~
Setelah Irene selesai nggambar bintang itu, gambar bintang itu pun kini layang di udara. Bintang yang digambar oleh Irene itu tidak miliki warna dan terlihat transparan. Warna pada bintang itu hanya terdapat pada garis-garis luar yang mbentuk gambar bintang itu. Garis itu berwarna putih seperti es dan salju. Lalu, ski awalnya bintang itu tidak miliki warna selain pada garis-garisnya saja, bintang itu secara perlahan mulai miliki warna. Warna putih seperti es dan salju terlihat sudah muncul pada bagian bawah kedua kaki bintang itu. Warna pada bagian bawah kedua kaki bintang itu secara perlahan mulai ningkat ke bagian atasnya sedikit demi sedikit.
"Kurang lebih 10 nit lagi sampai keseluruhan bintang itu miliki warna. Aku harus bertahan selama 10 nit itu," pikir Irene sambil lihat gambar bintang yang dibuatnya.
Setelah Irene mikirkan itu, batang-batang mawar yang berada di permukaan tempat Irene berada mulai manjang dan lesat ke arah gambar bintang itu. Batang-batang mawar itu pun langsung nusuk gambar bintang itu. Tetapi tidak ada yang berubah pada gambar bintang itu, gambar bintang itu tetap ada dan layang di udara. Bahkan warna pada bintang itu semakin bertambah sedikit demi sedikit.
ski tusukan batang-batang mawar itu tidak berpengaruh pada gambar bintang itu, batang-batang mawar itu terus nyerang gambar bintang itu dengan tujuan untuk nghancurkan gambar bintang itu. Tetapi sebanyak apapun reka nyerang gambar bintang itu, gambar bintang itu masih tetap ada dan terus layang di udara. Irene terlihat hanya diam saja sambil lihat batang-batang mawar itu nyerang gambar bintang yang dia buat.
Disaat Irene sedang terdiam, sebuah cambuk yang panjang tiba-tiba lesat ke arah Irene. Irene nyadari itu dan langsung nghempaskan cambuk itu dengan nggunakan rapiernya ketika cambuk itu hampir ngenainya. Irene lalu lihat ke arah datangnya cambuk itu. Cambuk itu dilesatkan oleh putri Alia yang berada di bawahnya. Di sekeliling putri Alia, terdapat banyak batang mawar yang sedang liuk-liuk. Batang mawar yang liuk-liuk itu lalu lesat dengan cepat ke arah Irene. Irene yang lihat itu langsung nghindar dengan mbuat beberapa pijakan es di udara agar dia bisa terus berada di udara. Irene terus nghindari batang-batang mawar yang lesat ke arahnya. Sesekali dia nebas beberapa batang mawar itu dengan nggunakan rapiernya. Irene terus lakukan itu selama beberapa nit.
Setelah itu, Irene yang terus nghindari batang-batang mawar itu lalu lihat ke gambar bintang yang dia gambar sebelumnya. Terlihat sudah hampir setengah bagian dari bintang itu telah miliki warna.
"Sudah hampir setengah ya, berarti sudah sekitar 3 sampai 4 nit telah berlalu. Tinggal sebentar lagi, aku harus bertahan," pikir Irene.
Irene masih terus nghindari batang-batang mawar yang lesat ke arahnya. Lalu tidak lama kemudian, Irene rasakan kalau batang-batang mawar yang lesat ke arahnya itu mulai bertambah cepat daripada yang sebelumnya. Batang-batang mawar itu pun berhasil nggores beberapa bagian tubuh Irene akibat Irene yang tidak bisa nghindari batang-batang mawar itu dengan sempurna saking cepatnya batang-batang mawar itu.
"Batang-batang mawar ini bertambah lebih cepat daripada yang sebelumnya. Situasi ini sepertinya lumayan gawat untukku," pikir Irene.
Sentara itu, putri Alia yang berada di bawah terlihat sedang nggumamkan sesuatu.
~Rose Magic : Hell of Roses~
Bunga-bunga mawar yang berada di permukaan yang awalnya berwarna rah biasa, tiba-tiba berubah warna njadi rah pekat seperti darah. Batang-batang mawar yang awalnya berwarna hijau pun kini telah berubah njadi warna hitam pekat. Irene yang sedang nghindari batang-batang mawar yang ngarah kepadanya itu terlihat terkejut saat lihat perubahan warna pada bunga-bunga mawar dan batang-batang mawar yang ada di tempat itu.
"Sihir ini....., aku mang tidak pernah nghadapi sihir ini ketika aku bertarung dengan putri Alia. Tetapi aku pernah lihat putri Alia nggunakan sihir ini ketika dia bertarung lawan Rid. Dari yang aku lihat dan ketahui tentang sihir ini, sihir ini sangatlah berbahaya," pikir Irene.
Sentara itu, putri Alia terlihat kembali nggumamkan sesuatu.
~Hell of Roses - Tornt of Rose Stems~
Setelah itu, seluruh batang mawar yang ada di tempat itu langsung lesat ke arah Irene. Irene kembali berusaha nghindari batang-batang mawar itu agar tidak ngenainya dan sesekali nebas beberapa batang mawar itu dengan nggunakan rapiernya. Tetapi, skipun Irene berhasil nebas beberapa batang mawar yang nyerangnya, batang mawar itu langsung pulih kembali dan kembali nyerang Irene.
"Ini tidak ada habisnya. ski begitu aku harus tetap bertahan. Hanya tersisa beberapa nit lagi," pikir Irene.
Tubuh Irene terlihat sudah mulai dipenuhi oleh beberapa luka goresan yang berasal dari batang-batang mawar yang nyerangnya. Apalagi, di tubuh Irene juga terdapat beberapa luka bakar akibat ledakan yang berasal dari bunga mawar yang terjadi sebelumnya. ski begitu, Irene masih terus nghindari dan nebas batang mawar yang ngarah kepadanya. Sentara itu, putri Alia yang lihat Irene terus nghindari batang mawar miliknya, terlihat ncoba untuk lakukan sesuatu kepada Irene. Putri Alia ngayunkan cambuknya itu ke arah Irene yang sedang fokus nghindari batang-batang mawar itu. Irene yang sedang fokus tidak sempat bereaksi terhadap cambuk yang diayunkan oleh putri Alia. Irene baru bereaksi ketika cambuk itu sudah lilit kaki kanannya.
"Aku lengah," pikir Irene saat lihat kaki kanannya sudah dililit oleh cambuk milik putri Alia.
Setelah itu, putri Alia ngayunkan cambuknya itu ke atas. Irene yang kakinya sedang dililit oleh cambuk itu pun juga ikut terbawa ke atas. Setelah ngayunkan cambuknya ke atas, putri Alia lalu ngayunkan cambuknya dengan cepat ke bawah. Irene pun juga ikut terbawa ke bawah dengan cepat. Ketika Irene sudah ikut terbawa ke bawah, cambuk yang lilit kaki Irene terlihat tidak lagi lilit kaki Irene. Irene pun lesat ke bawah dengan cepat dan mbuat dirinya nghantam permukaan tempat dia berada saat ini.
*BUMMMM
Debu asap pun langsung bemunculan setelah Irene nghantam permukaan. Di dalam debu asap itu, Irene yang baru saja nghantam tanah, secara perlahan mulai bangkit kembali. Di sekeliling Irene terdapat banyak bunga mawar yang masih belum kar. Sentara itu, putri Alia yang berada cukup jauh dari Irene yang baru saja nghantam dinding terlihat kembali nggumamkan sesuatu.
~Hell of Roses - Exploding Roses~
Tidak lama kemudian, bunga mawar itu pun secara perlahan mulai berkaran. Ketika mawar-mawar itu sudah berkaran, mawar-mawar itu lalu ngeluarkan sebuah cahaya. Irene langsung nghindari dan njauhi mawar-mawar itu ketika dia lihat mawar-mawar itu sedang ngeluarkan sebuah cahaya. Alasan Irene langsung nghindari dan njauhi mawar-mawar yang ngeluarkan cahaya itu adalah karena Irene sudah tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Mawar-mawar yang ngeluarkan cahaya itu kemudian langsung ledak dengan ledakan yang cukup besar.
"Aku sudah tahu kalau mawar-mawar itu akan ledak setelah ngeluarkan cahaya. Untungnya aku lihat pertandingan Rid ketika lawan putri Alia," pikir Irene.
Irene terus nghindari dan njauhi mawar-mawar yang ngeluarkan cahaya yang berada di sekitarnya. Namun, ski Irene telah nghindari mawar-mawar itu, ledakan yang dihasilkan oleh mawar itu cukup besar sehingga beberapa kali Irene terkena sedikit dari ledakan itu. Ledakan itu mbuat luka bakar yang ada pada tubuhnya semakin bertambah. Beberapa saat kemudian, Irene yang terus nghindari mawar-mawar yang bercahaya itu kita telah keluar dari kepulan debu asap yang muncul di tempatnya sebelumnya. Ketika Irene sudah keluar, di hadapan Irene ada beberapa bunga mawar yang sudah ngeluarkan cahaya. Irene yang lihat itu dengan cepat langsung nghentakkan kaki kanannya ke permukaan tempatnya berpijak.
~Ice Magic : Full Frost~
Permukaan tempat Irene berpijak pun langsung mbeku beserta bunga-bunga mawar yang ada di sekitarnya. Setelah mbekukan bunga mawar itu, Irene lalu lompati bunga mawar yang ada di hadapannya itu agar bisa lewatinya. Irene lakukan itu dengan cepat karena Irene tahu kalau bunga-bunga mawar itu sebentar lagi akan terbebas dari pembekuannya. Dan benar saja, ketika Irene sudah berada di udara karena baru saja lompat, bunga-bunga mawar yang dia bekukan sebelumnya kini sudah terbebas dari pembekuan. Bunga-bunga mawar itu kembali ngeluarkan cahaya dan langsung ledak. Ledakan itu cukup besar dan mbuat Irene terkena sebagian dari ledakan itu. Irene pun terhempas akibat ledakan itu dan mbuatnya nghantam salah satu sisi dinding pohon itu.
skipun baru saja nghantam dinding pohon, Irene langsung berdiri dan bangkit kembali. Terlihat darah mulai ngucur dari mulutnya skipun tidak banyak. Irene lalu mbersihkan darah yang ngucur itu dengan lengannya dan kemudian dia lihat ke depan. Di depan Irene saat ini ada banyak sekali kelopak mawar yang berterbangan.
"Sepertinya sihir yang digunakan oleh putri Alia ini njadi lebih kuat dan lebih berbahaya daripada ketika dia lawan Rid. Mungkin ini efek dari dia yang sudah berubah njadi iblis," pikir Irene.
Irene kemudian lihat ke arah gambar bintang yang dibuatnya. Terlihat hampir semua bagian pada gambar bintang itu telah miliki warna. Hanya tinggal sedikit lagi sampai seluruh gambar bintang itu miliki warna.
"Tinggal sedikit lagi, aku harus bisa bertahan dari sihir ini," pikir Irene.
Kemudian, putri Alia yang berada cukup jauh di hadapan Irene terlihat kembali nggumamkan sesuatu.
~Hell of Roses - Invasion of Rose Petals~
Setelah itu, kelopak mawar yang berterbangan itu lalu lesat dengan cepat ke arah Irene. Irene yang lihat itu langsung bersiap untuk nahan dan nghindari kelopak-kelopak mawar itu.
~San Lucia Art : Snow Blade Dance Technique~
Irene munculkan 6 buah rapier es yang ngelilinginya untuk mbantu nahan dan nghalau kelopak-kelopak mawar yang ngarah kepadanya. Irene terus nahan dan nghalau kelopak-kelopak mawar itu dengan rapier yang dipegangnya dan 6 buah rapier yang ngelilinginya. Sesekali Irene bergerak untuk nghindari kelopak-kelopak mawar itu. Namun, skipun Irene sudah berusaha nghindari dan nahan kelopak-kelopak mawar itu, ada beberapa kelopak mawar yang tidak dapat dia hindari dan dia tahan karena saking banyaknya kelopak mawar yang ngarah kepadanya. Beberapa kelopak mawar itu pun berhasil ngenai dan lukai tubuh Irene.
Beberapa saat kemudian, disaat Irene sedang nahan dan nghindari kelopak-kelopak mawar itu, 4 buah batang mawar tiba-tiba lesat dengan cepat ke arah Irene. Irene tidak sempat bereaksi terhadap 4 batang mawar itu. 4 batang mawar itu pun berhasil nusuk beberapa bagian tubuh Irene yang berbeda. Bahu kanan, bahu kiri, paha kanan dan paha kiri Irene telah ditusuk oleh 4 batang mawar itu. Tusukan 4 batang mawar itu juga mbuat Irene terhempas hingga nghantam dinding yang ada di belakangnya. Irene langsung muntahkan sejumlah darah saat dia nghantam dinding dengan sangat keras.
Setelah nghantam dinding, Irene yang sedang dalam kondisi masih ditusuk oleh 4 batang mawar itu lalu lihat ke arah depannya. Terlihat putri Alia sedang berjalan secara perlahan ke arah Irene. Putri Alia berjalan dengan gang rapier miliknya. Beberapa saat kemudian, putri Alia kini telah berdiri di hadapan Irene. Irene yang lihat putri Alia sudah berada di hadapannya, terlihat mulai berbicara.
"Ini pertama kalinya aku rasakan sihir milikmu ini, putri Alia. Sihir milikmu ini sangatlah hebat," ucap Irene.
Putri Alia hanya diam saja dan tidak nanggapi perkataan Irene.
"Aku masih tidak nyangka ketika lihatmu yang sudah berubah njadi iblis. Aku yakin kamu sendiri sebenarnya tidak mau njadi seperti. Itu benar kan, putri Alia ? Kita berdua mungkin tidak akrab satu sama lain. Tetapi aku cukup paham beberapa sifat dan sikapmu. Kamu tenang saja, sebentar lagi aku akan nyelamatkan dan mbebaskanmu, putri Alia," ucap Irene.
Putri Alia masih terus diam dan tetap tidak nanggapi perkataan Irene. Tidak lama kemudian, putri Alia mulai ngangkat tangan kanannya yang sedang gang rapiernya. Irene yang lihat putri Alia sedang ngangkat tangannya mulai kembali berbicara.
"Sepertinya sudah saatnya. Kalau begitu, selamat tinggal, putri Alia," ucap Irene.
Kemudian, putri Alia ngayunkan rapiernya itu ke leher Irene. Namun, sebelum rapiernya itu ngenai leher Irene, Irene terlihat sedang nggumamkan sesuatu.
~ledaklah dan bekukanlah seluruh tempat ini, Polaris~
Gambar bintang yang Irene buat terlihat mulai ngeluarkan cahaya putih yang nyilaukan. Seluruh bagian gambar bintang itu terlihat sudah miliki warna yang rupakan warna putih. Kemudian, setelah gambar bintang itu ngeluarkan cahaya putih yang nyilaukan, gambar bintang itu lalu ngeluarkan ledakan berwarna putih yang sangat besar.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)