Font Size
15px

"Putri Alia ?!," ucap Irene yang sedikit terkejut.

Kemudian Irene lihat dan mperhatikan wajah dari putri Alia dengan lebih jelas. Terlihat putri Alia miliki kedua bola mata yang berwarna hitam pekat yang rupakan salah satu dari ciri-ciri ras iblis. Irene yang lihat itu pun kembali terkejut.

"Kenapa penampilanmu njadi seperti ini, putri Alia ?!," tanya Irene.

Tetapi putri Alia hanya diam saja dan tidak njawab pertanyaan Irene. skipun tidak njawab pertanyaan Irene, putri Alia terlihat sedang nggumamkan sesuatu.

~Rose Magic : Growing Roses~

Setelah itu, di sekeliling putri Alia dan Irene tiba-tiba muncul bunga-bunga mawar dalam jumlah yang banyak. Irene yang nyadari hal itu langsung lihat ke sekelilingnya untuk lihat bunga-bunga mawar itu.

"Bunga-bunga mawar ini....," pikir Irene.

Ketika Irene sedang lihat dan mikirkan bunga-bunga mawar yang ada di sekitarnya, putri Alia kembali nggumamkan sesuatu.

~Rose Magic : Blooming Rose - Blast~

Kemudian, bunga-bunga mawar yang tiba-tiba muncul di sekeliling putri Alia dan Irene pun berkaran dan langsung ngeluarkan ledakan yang cukup besar.

-

Kembali ke tempat Rid dan nona Violetta berada.

Nona Violetta terlihat sedang bersiap untuk pergi nghampiri Duchess Arnett dan nyerangnya kembali. Tetapi sesaat sebelum dia ingin pergi, aku mutuskan untuk nghentikannya.

"Tunggu sebentar, nona Violetta. Apa anda mau kembali nyerang Duchess Arnett dengan luka seperti itu ?," tanyaku.

Aku bertanya seperti itu karena saat ini aku lihat tubuh nona Violetta sudah dipenuhi oleh cukup banyak luka. Dengan luka seperti itu, ditakutkan luka itu akan nurunkan atau ngganggu konsentrasinya dalam lawan Duchess Arnett.

"Aku akan nyembuhkan luka anda terlebih dahulu," ucapku.

Kemudian, aku ngarahkan tangan kananku ke arah nona Violetta.

~Full Healing~

Luka pada tubuh nona Violetta pun langsung pulih setelah aku sembuhkan.

"Terima kasih, Rid," ucap nona Violetta.

"Sama-sama, nona. Tetapi kenapa tubuh anda bisa terluka seperti itu, nona ? Saat anda baru datang ke tempat ini sebelumnya pun tubuh anda juga sudah terluka," ucapku.

"Setelah munculnya pohon-pohon yang mbentuk labirin ini, aku yang terpisah dari kamu dan nona Karina secara kebetulan malah berada di tempat yang sama dengan nona Duchess Harriet. Karena itu, aku jadi bertarung dengan nona Duchess Harriet. Luka pada tubuhku sebelumnya itu berasal dari pertarunganku dengan nona Duchess Harriet. Tetapi tenang saja, aku berhasil ngalahkan nona Duchess Harriet dalam pertarungan itu," ucap nona Violetta.

"Begitu ya. Jadi setelah pohon-pohon yang mbentuk labirin ini muncul, anda berada di tempat yang sama dengan Duchess Harriet yang rupakan salah satu dari orang yang kita bertiga hadapi sebelumnya," ucapku.

"Iya. Bagaimana denganmu, Rid ? Kamu bersama dengan siapa setelah munculnya pohon-pohon yang mbentuk labirin ini ?," tanyaku.

"Aku bersama dengan Raja Albert, komandan Marshall dan senior Florian," ucapku.

Nona Violetta terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.

"Kamu berada di tempat yang sama dengan reka bertiga ?," tanya nona Violetta.

"Iya, nona," ucapku.

"Lalu bagaimana keadaan reka bertiga ? Tidak mungkin kan kamu larikan diri dari reka bertiga dan kemudian sampai di tempat ini," ucap nona Violetta.

"Sesuai perkataan anda, aku tidak larikan diri, nona. Aku sudah ngalahkan dan mbunuh reka bertiga," ucapku.

Wajah nona Violetta terlihat masih terkejut setelah aku ngatakan itu.

"Aku tidak nyangka kalau kamu bisa ngalahkan dan mbunuh reka bertiga. Pantas saja kamu tadi yakin sekali untuk lawan paman Dayne, Vyn dan juga ibunda seorang diri apabila aku tidak sanggup untuk lawan Ibunda," ucap nona Violetta.

"Iya, aku yakin kalau aku sanggup untuk ngalahkan reka bertiga skipun tidak mudah. Jadi, kalau nona Violetta ingin segera pergi ke tempat tuan Duke Remy, silahkan saja. Aku yang akan nggantikan anda untuk lawan ibu anda," ucapku.

"Tidak, aku sudah bilang sebelumnya kalau aku lah yang akan ngalahkan ibundaku sendiri. Daripada itu, jika kamu bersama dengan Raja Albert, komandan Marshall dan juga Florian, sedangkan aku bersama dengan nona Duchess Harriet. Lalu siapa yang bersama dengan nona Duchess Claret dan Alia ?," tanya nona Violetta.

"Mungkin reka berdua bersama dengan nona Karina. Jika benar begitu, ada kemungkinan kalau reka berdua saat ini sudah dikalahkan oleh nona Karina. Seperti yang anda tahu, nona Karina itu sangat kuat," ucapku.

"Ya, kamu benar juga. Tetapi jika nona Karina telah ngalahkan reka berdua, jujur aku rasa sedikit kecewa karena aku harus nyerahkan tanggung jawabku kepada orang lain. Adikku, Alia yang telah berubah njadi iblis dan dikendalikan oleh orang itu, tidak akan bisa kembali lagi njadi manusia. Satu-satunya cara nyelamatkannya adalah dengan mbunuhnya. Oleh karena itu, aku sebagai kakaknya lah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mbunuhnya, untuk nyelamatkannya yang telah berubah njadi iblis agar tidak dikendalikan lagi oleh orang itu. Maka dari itu aku rasa sedikit kecewa apabila bukan aku yang mbunuh Alia,"

"ski begitu, aku rasa lega apabila Alia telah dibunuh skipun oleh orang lain. Dengan begitu, Alia tidak akan lagi berada dalam kendali orang itu," ucap nona Violetta.

Setelah ngatakan itu, nona Violetta lalu lihat ke arah Duchess Arnett.

"Sekarang, lebih baik aku nuntaskan tanggung jawabku yang tersisa. Aku harus mbunuh dan nyelamatkan ibundaku sendiri," ucap nona Violetta.

"Jika anda akan lawan nona Duchess Arnett, maka aku yang akan lawan komandan Dayne dan senior Vyn," ucapku.

"Aku minta tolong untuk jangan mbiarkan reka berdua ngganggu pertarunganku, Rid," ucap nona Violetta.

"Baik, nona," ucapku.

"Kalau begitu, ayo mulai," ucap nona Violetta.

Setelah itu, aku dan nona Violetta langsung lesat untuk nghampiri lawan kami masing-masing.

-

Kembali ke tempat Irene berada.

Ledakan-ledakan yang cukup besar yang terjadi di sekitar putri Alia dan Irene mulai nimbulkan asap hitam yang sangat pekat. Tidak lama kemudian, Irene terlihat baru saja keluar dari kepulan asap hitam itu. Setelah keluar dari kepulan asap itu, Irene lalu lihat dan mperhatikan tubuhnya. Di tubuhnya saat ini terdapat beberapa luka bakar skipun tidak terlalu parah akibat ledakan yang berasal dari bunga mawar yang tiba-tiba muncul di sekitarnya.

Saat Irene sedang lihat dan mperhatikan tubuhnya, sebuah cambuk yang sangat panjang tiba-tiba lesat keluar dari kepulan asap itu untuk nuju ke arah Irene. Irene nyadari hal itu dan langsung bersiap untuk nahan cambuk itu. Ketika cambuk itu sudah hampir ngenai Irene, Irene langsung nghempaskan cambuk itu dengan rapiernya dan mbuat cambuk itu berbelok arah.

Setelah nghempaskan cambuk itu, Irene lalu lancarkan sebuah tebasan jarak jauh ke arah kepulan asap hitam itu.

~Ice Sword Art : Great Ice Slash~

Irene lancarkan sebuah tebasan es yang sangat besar ke arah kepulan asap itu. Ketika tebasan es itu sudah masuki kepulan asap itu, tiba-tiba putri Alia keluar dari kepulan asap itu untuk nghindari tebasan es itu. Tubuh putri Alia terlihat tidak ngalami luka bakar skipun dia berada di dekat Irene saat terjadinya ledakan yang berasal dari mawar di sekitar reka.

Lalu, ketika putri Alia baru saja keluar dari kepulan asap itu, Irene dengan cepat langsung lesat ke arah putri Alia dan nyerangnya.

~Great Glacier Thrust~

Irene nyerang putri Alia dengan serangan tusukan. Putri Alia pun terkena serangan itu dengan telak tepat di perutnya. Serangan itu mbuat putri Alia terhempas hingga nghantam dinding pohon yang ada di belakangnya. Namun putri Alia langsung bangkit kembali skipun tubuhnya baru saja nghantam dinding pohon. Setelah itu, putri Alia nancapkan ujung rapier miliknya ke tanah tempat dia berpijak saat ini.

~Rose Magic : Garden of Roses~

Bunga-bunga mawar dalam jumlah yang sangat banyak tiba-tiba bermunculan di seluruh tempat Irene dan putri Alia berada saat ini. ski begitu, Irene terlihat biasa saja ketika lihat munculnya bunga-bunga mawar itu.

"Teknik ini.....," pikir Irene.

Kemudian, Irene tiba-tiba nghentakkan kaki kanannya ke tanah tempatnya berpijak.

~Ice Magic : Full Frost~

Bunga-bunga mawar dalam jumlah banyak yang muncul di seluruh tempat itu tiba-tiba mulai mbeku secara perlahan. Tidak lama kemudian, seluruh bunga mawar itu pun telah mbeku. Tidak hanya bunga mawar itu saja, seluruh permukaan tempat reka berpijak pun juga ikut mbeku.

"Sepertinya akan sangat berbahaya apabila aku mbiarkan mawar-mawar ini tetap ada dan nuhi seluruh tempat ini. Aku sebelumnya mang sudah pernah nghadapi teknik ini, tetapi teknik kali ini pastinya telah berbeda dengan teknik yang kuhadapi sebelumnya. Apalagi saat ini putri Alia sudah berubah njadi iblis. Keputusanku sudah tepat untuk mbekukan seluruh bunga mawar itu," pikir Irene setelah berhasil mbekukan seluruh bunga mawar itu.

Lalu, tidak lama setelah Irene mikirkan itu, tiba-tiba terjadi keretakan pada seluruh bunga mawar yang mbeku itu. Irene terlihat sedikit terkejut saat ngetahui kalau bunga-bunga mawar itu mulai retak.

"Apa ?!," pikir Irene.

Kemudian, tidak lama setelah terjadinya keretakan pada bunga-bunga mawar itu, bunga-bunga mawar itu pun telah terbebas sepenuhnya dari pembekuan yang di alami oleh reka. Setelah itu, batang-batang mawar berduri tajam tiba-tiba muncul dan langsung lilit kedua kaki Irene. lihat kedua kakinya telah dililit, Irene langsung nebas dan motong batang-batang mawar itu. Batang-batang mawar itu pun berhasil dipotong, tetapi reka muncul kembali dan berusaha untuk lilit tubuh Irene lagi. Namun sebelum batang-batang mawar itu lilit tubuh Irene, Irene dengan cepat langsung lompat ke atas dan kemudian dia layang di udara. Irene mang terlihat sedang layang di udara, tetapi sebenarnya saat ini dia sedang berpijak pada sebuah pilar es kecil yang ada di bawah kedua telapak kakinya.

Irene kemudian lihat dan mperhatikan kedua kakinya yang sebelumnya dililit oleh batang-batang mawar itu. Kedua kakinya itu terlihat ngeluarkan darah akibat dililit oleh batang-batang mawar yang berduri itu. Setelah lihat kedua kakinya, Irene lalu lihat ke permukaan tempat dia berpijak sebelumnya. Seluruh permukaan tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak bunga mawar. Selain itu, batang-batang mawar dalam jumlah yang sangat banyak juga ikut nuhi seluruh permukaan itu. Batang-batang mawar itu terlihat sedang liuk-liuk dan bersiap untuk nyerang. Setelah lihat seluruh permukaan itu, Irene lalu lihat ke arah putri Alia yang berada cukup jauh darinya. Putri Alia pun kini juga sedang lihat ke arah Irene yang sedang berada di atas.

"Sepertinya teknik dan sihir yang biasa kugunakan tidak akan bisa untuk nghadapi putri Alia saat ini. Kalau begitu, sepertinya aku harus nggunakan beberapa teknik baru yang telah aku pelajari," pikir Irene.

Kemudian, Irene ngangkat tangan kanannya yang sedang gang rapier miliknya. Lalu Irene ngarahkan rapiernya itu ke arah putri Alia.

"Putri Alia, aku tidak nyangka kalau kamu akan berubah njadi seperti ini. Kamu telah berubah njadi iblis. Tetapi kamu tenang saja, aku akan nyelamatkanmu," ucap Irene.

Kemudian, Irene nggerakkan rapiernya itu dengan tangan kanannya. Irene terlihat seperti sedang nggambar sebuah bintang saat nggerakkan rapiernya itu.

~Ice Magic : Ice Star - Polaris~

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 371 : Tanggung Jawab Violetta on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Sword God Reborn cover
Similar genre

Sword God Reborn

InkQuillWrites ·Action

Reincarnationistiresome.Thistime,IwillsurelyattaintheUltimateoftheSwordandfindeternalrest.“SwordGodReborn”Throughcountlessreincarnations,Ilivedagai...

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.