Font Size
15px

"Ibunda ? Tunggu sebentar, nona Violetta, apa anda baru saja manggil nona Duchess Arnett dengan panggilan ’Ibunda’ ?," tanyaku yang sedikit terkejut.

Nona Violetta hanya terdiam saja tanpa njawab pertanyaanku. Dia terus lihat ke arah Duchess Arnett. Setelah itu, Duchess Arnett kembali nyerang dengan nggunakan cambuknya yang panjang. Cambuk itu dilesatkan dengan cepat ke arah nona Violetta. Tetapi nona Violetta dapat dengan mudah nghindari serangan cambuk itu. Setelah berhasil nghindari serangan itu, nona Violetta langsung lesat nuju ke arah Duchess Arnett.

"Nona Violetta," ucapku saat lihat nona Violetta yang lesat ke arah Duchess Arnett.

Disaat aku sedang lihat nona Violetta, 4 serigala besar yang dibuat oleh senior Vyn dan pedang panjang komandan Dayne kembali lesat ke arahku untuk nyerangku. Aku pun nyadari kalau reka sedang lesat ke arahku dan bersiap untuk nghadapi reka. Ketika pedang panjang komandan Dayne hampir ngenai tubuhku, aku dengan cepat langsung nghempaskan pedang panjang itu dengan nggunakan pedangku. Pedang panjang itu pun berbelok dan ngenai tubuh 2 ekor serigala yang tubuhnya diselimuti oleh sihir angin dan sihir listrik. skipun pedang panjang itu berhasil ngenai tubuh 2 ekor serigala itu, pedang panjang itu hanya nembus tubuh 2 ekor serigala itu dan tidak nebasnya.

"Tadinya aku berniat untuk nggunakan pedang komandan Dayne untuk ngalahkan serigala-serigala itu. Tetapi sesuai yang aku duga, serigala-serigala itu tidak bisa dikalahkan hanya dengan nggunakan serangan biasa. Serigala-serigala itu hanya bisa dikalahkan dengan serangan elen yang njadi kelemahan reka atau dengan tebasan ’pembunuh elen’ seperti yang biasa aku gunakan," pikirku saat lihat pedang komandan Dayne tidak berhasil nebas dua ekor serigala itu.

Setelah itu, 2 ekor serigala yang tubuhnya tidak berhasil ditebas oleh pedang komandan Dayne sedang ndekatiku dan bersiap untuk nyerangku. 2 ekor serigala sisanya pun juga tengah bersiap untuk nyerangku. lihat reka yang sedang bersiap untuk nyerangku, aku pun langsung nghindari serangan para serigala itu. ski aku berhasil nghindari serangan para serigala itu, para serigala itu terus lancarkan serangan ke arahku. Aku terus nghindari serangan itu sambil lihat kemungkinan adanya celah untuk nghancurkan serigala itu secara satu persatu.

Tidak lama kemudian, celah itu pun berhasil ku dapatkan ketika lihat 3 ekor serigala yang terbuat dari sihir angin, listrik dan tanah sedang bergerak bersamaan ke arahku, sentara seekor serigala yang terbuat dari sihir air terlambat untuk bergerak ke arahku. Ketika 3 ekor serigala yang bergerak bersamaan itu sedang nyerangku, aku langsung nghindari serangan reka dan langsung lesat ke arah serigala yang terbuat dari sihir air itu.

~Secret Sword Art : Aqua Slayer Slash~

Aku langsung nebas serigala air itu njadi 2. Serigala itu pun berhasil kutebas dan tubuhnya yang sudah terbelah njadi 2 secara perlahan mulai nghilang.

"Tinggal 3 lagi," pikirku.

Setelah nghancurkan serigala itu, aku langsung berbalik ke arah 3 ekor serigala yang tersisa dan bersiap untuk nghancurkan reka kembali secara satu persatu.

-

Sentara itu, di sisi nona Violetta.

Terlihat nona Violetta sedang beradu serangan dalam jarak dekat dengan Duchess Arnett. Duchess Arnett saat ini terlihat sedang gang sebuah rapier di tangannya dan bukan sebuah cambuk seperti sebelumnya.

"Jawab aku, ibunda! Kenapa penampilanmu berubah njadi seperti ini ? Siapa yang telah mbuatmu njadi seperti ini ?," tanya nona Violetta sambil terus beradu serangan dengan Duchess Arnett.

Setelah nona Violetta ngatakan itu, Duchess Arnett langsung nanggapi perkataan nona Violetta.

"Aku tidak ngerti kenapa sejak tadi kamu terus manggilku dengan kata ’ibunda’. Aku ini bukan ibundamu," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.

Nona Violetta terlihat sangat terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arnett.

"Apa yang baru saja kamu katakan, ibunda ?! Kamu sedang tidak bercanda kan ?!," tanya nona Violetta.

"Aku sedang tidak bercanda," ucap Duchess Arnett.

Setelah itu, Duchess Arnett terlihat sedang bersiap untuk nyerang nona Violetta.

~Rose Magic : Growing Roses~

Di sekitar Duchess Arnett dan nona Violetta, tiba-tiba muncul bunga mawar dalam jumlah yang cukup banyak. Nona Violetta yang sebelumnya sedang lihat ke arah Duchess Arnett pun langsung lihat ke arah mawar yang tiba-tiba muncul itu.

~Rose Magic : Blooming Roses - Blast~

Setelah itu, mawar-mawar yang tiba-tiba muncul itu langsung berkaran dan tiba-tiba langsung ledak. Nona Violetta yang berada di sekitar mawar-mawar yang ledak itu dengan cepat langsung nghindar agar tidak terkena ledakan mawar-mawar itu. Nona Violetta pun berhasil nghindari ledakan mawar yang berada di sekitarnya. Namun, tidak semua ledakan mawar itu bisa dihindari oleh nona Violetta. Ada beberapa ledakan mawar yang ngenai tubuhnya dan ngakibatkan tubuhnya ngalami luka bakar.

Beberapa saat kemudian, ledakan mawar itu pun berhenti. Setelah nghindari ledakan mawar-mawar itu, nona Violetta kini berada dalam jarak yang cukup jauh dengan Duchess Arnett. Nona Violetta terus lihat ke arah Duchess Arnett skipun jarak di antara reka cukup jauh. Duchess Arnett terlihat tidak ngalami luka bakar sedikitpun skipun tadi dia juga berada dalam jangkauan ledakan mawar yang dibuatnya.

"Ibunda....," ucap nona Violetta.

Wajah nona Violetta terlihat sedih saat ngatakan itu.

-

Kembali ke sisi Rid.

Ketika sebelumnya aku sedang nghadapi 3 ekor serigala yang tersisa, aku ndengar adanya suara ledakan dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi aku mutuskan untuk tidak mperdulikan ledakan itu dan terus nghadapi 3 ekor serigala itu.

Kini, hanya seekor serigala saja yang tersisa dari 5 ekor serigala yang diciptakan oleh senior Vyn. Serigala yang tersisa itu adalah serigala yang tubuhnya diselimuti oleh sihir listrik. Karena hanya tersisa 1 ekor lagi, sepertinya akan cukup mudah bagiku untuk ngalahkan serigala itu. Kemudian, aku dengan cepat langsung lesat ke arah serigala itu dan bersiap nyerangnya. Ketika aku sedang lesat ke arah serigala itu, pedang yang sangat panjang tiba-tiba lesat dengan cepat ke arahku. Pedang itu tidak hanya satu, lainkan dua buah pedang panjang yang lesat ke arahku. Aku sudah ngetahui kalau salah satu pedang itu adalah pedang komandan Dayne, tapi aku belum tahu siapa yang nggunakan pedang yang satu lagi. Kemudian aku langsung lihat ke arah datangnya pedang panjang yang satu lagi. Ternyata senior Vyn lah yang nggunakan pedang panjang itu untuk nyerangku, sama seperti yang dilakukan oleh komandan Dayne.

"Aku sudah ngetahui sebelumnya kalau reka berdua adalah ayah dan anak. Jadi aku tidak terkejut apabila reka berdua punya teknik yang sama," pikirku.

Setelah itu, dua pedang panjang itu pun sudah berada dekat denganku dan hampir ngenaiku, tetapi aku dengan cepat langsung nghempaskan kedua pedang itu dengan pedangku. Kedua pedang itu pun langsung berbelok arah setelah aku hempaskan. Kemudian, aku kembali lesat ke arah serigala listrik itu. Serigala listrik itu terlihat sedang bersiap untuk lancarkan serangan kepadaku yang sedang lesat ke arahnya. Ketika serangan itu dilancarkan, aku dengan cepat langsung nghindari serangan itu. Setelah nghindari serangan itu, aku kini sudah berada dalam jarak yang dekat dengan serigala itu dan aku langsung nyerang serigala itu.

~Secret Sword Art : Electric Slayer Slash~

Aku langsung nyerang serigala listrik itu dengan telak. Serangan itu pun mbuat tubuhnya terbelah njadi dua. Setelah tubuhnya terbelah njadi dua, serigala itu pun secara perlahan mulai nghilang.

Setelah ngalahkan serigala es itu, aku langsung nghampiri nona Violetta yang terlihat masih lihat ke arah Duchess Arnett yang berada cukup jauh darinya.

"Nona Violetta," ucapku.

Setelah aku manggil nona Violetta, nona Violetta pun langsung noleh ke arahku. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini nona Violetta mulai nanggapi perkataanku.

"Ah Rid, maaf karena telah ngabaikanmu sebelumnya. Sebelumnya aku ngetahui dan nyadari kalau kamu sedang berbicara denganku, tetapi saat itu pikiranku sedang tidak tenang. Maka dari itu aku jadi ngabaikanmu," ucap nona Violetta.

"Tidak apa-apa, nona. Daripada itu, sejak tadi anda manggil nona Duchess Arnett dengan panggilan "Ibunda". Apa beliau adalah Ibunda anda ?," tanyaku.

"Iya, beliau adalah ibundaku. Sebelumnya aku selalu nyembunyikan darimana keluargaku berasal kepadamu kan ? Sekarang aku tidak akan nyembunyikannya lagi. Nama lengkapku adalah Violetta Laterza San Quentine. Sesuai namaku, aku berasal dari keluarga San Quentine. Duke dan Duchess San Quentine saat ini rupakan orang tuaku,"

"Tetapi sekarang aku bukanlah anggota dari keluarga San Quentine lagi karena aku sudah keluar dari keluargaku karena suatu alasan. Duke San Quentine saat ini juga pastinya sudah tidak nganggapku sebagai anaknya. ski begitu, aku masih nganggap reka sebagai keluargaku. Khususnya ibundaku dan juga adikku, yaitu Alia," ucap nona Violetta.

Setelah ndengar perkataan nona Violetta, aku pun terdiam sambil mikirkan sesuatu.

"Kalau tidak salah, saat nona Violetta baru njadi komandan prajurit yang njaga akademi, dia terlihat sedang ngobrol akrab dengan putri Alia. Ternyata reka adalah kakak dan adik," pikirku.

Setelah itu, aku mulai nanggapi perkataan nona Violetta.

"Begitu ya, jadi anda rupakan anak dari tuan Duke Remy dan nona Duchess Arnett. Pantas saja anda manggil nona Duchess Arnett dengan panggilan ’ibunda’. Dan anda juga sangat terkejut ketika lihat nona Duchess Arnett yang telah njadi iblis," ucapku.

"Iya, aku sangat tidak nyangka kalau ternyata ibundaku telah berubah njadi iblis. Aku harus ncari tahu siapa yang telah rubah beliau dan kemudian aku akan mbunuhnya dengan tanganku sendiri," ucap nona Violetta.

Setelah nona Violetta ngatakan itu, aku rasakan adanya hawa mbunuh yang keluar dari tubuh nona Violetta.

"Nona Duchess Arnett, komandan Dayne, senior Vyn dan juga putri Alia, reka adalah orang terdekat tuan Duke Remy dan kini reka telah berubah njadi iblis. Sepertinya hal ini sudah cukup mbuktikan kalau tuan Duke Remy lah yang telah rubah reka semua njadi iblis," ucapku.

"Begitu ya, yah itu masuk akal. Sepertinya mang orang itu yang telah rubah ibunda dan Alia njadi iblis," ucap nona Violetta.

Hawa mbunuh yang keluar dari tubuh nona Violetta terasa semakin pekat.

"Jika anda ingin langsung pergi ke tempat tuan Duke Remy, silahkan segera pergi, nona. Biar aku saja yang nghadapi reka termasuk dengan nona Duchess Arnett yang rupakan ibu anda. Anda sebagai seorang anak pasti akan rasa kesulitan apabila harus lawan ibu anda sendiri," ucapku.

"Tidak, aku yang akan lawan ibundaku sendiri. Sebagai anaknya, aku lah yang harus nghentikan dan ngalahkan beliau sendiri. Setelah itu, barulah aku akan pergi ke tempat orang itu, ke tempat ayah keparat itu," ucap nona Violetta yang terlihat marah.

-

Sentara itu, di tempat Irene berada.

Terlihat Irene sedang berlari nyusuri jalan yang sedang dia lalui saat ini. Lalu tidak lama kemudian, ketika Irene sedang nyusuri jalan itu, tiba-tiba ada seseorang yang lesat dengan cepat ke arahnya. Orang itu lesat dan kemudian nyerang Irene dengan nggunakan sebuah rapier yang dipegangnya. Tetapi Irene bereaksi dengan cepat dan langsung nahan serangan orang itu dengan nggunakan rapier miliknya. Kedua rapier milik reka pun saling beradu.

Saat kedua rapier reka saling beradu, Irene lalu lihat dan mperhatikan wajah dari orang yang nyerangnya itu. Setelah lihat wajah dari orang yang nyerangnya itu, Irene terlihat sedikit terkejut.

"Putri Alia ?!," ucap Irene.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 370 : Ibu dan Anak part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.