Ledakan berwarna putih yang ledak dari gambar bintang yang dibuat oleh Irene pun mulai nyelimuti seluruh tempat itu. Setelah ledakan itu terjadi, kabut es berwarna putih pun mulai nyelimuti seluruh tempat itu. Kabut es yang nyelimuti tempat itu mbuat kondisi di tempat itu njadi tidak diketahui karena kabut es itu mbuat pandangan njadi terhalangi.
Lalu, beberapa nit kemudian, kabut es yang nyelimuti tempat itu secara perlahan mulai nghilang. Ketika kabut itu mulai nghilang, terlihat Irene yang sedang duduk bersandar pada sebuah dinding pohon yang sama seperti sebelumnya. Tetapi dinding pohon itu terlihat sudah mbeku seluruhnya. 4 buah batang mawar yang nusuk kedua bahu dan kedua pahanya pun juga telah mbeku sepenuhnya. Lalu, di samping kanan Irene, tepatnya di dekat leher Irene, terlihat ada sebuah rapier yang juga telah mbeku. Rapier yang mbeku itu adalah rapier milik putri Alia yang sebelumnya hampir nebas lehernya. Tetapi sebelum rapier itu ngenai leher Irene, rapier itu langsung berhenti karena telah mbeku. Tangan putri Alia yang sedang gang rapier yang mbeku itu pun juga ikut mbeku. Tidak hanya tangannya, tetapi seluruh tubuh putri Alia kini telah mbeku. Putri Alia tidak bergerak sama sekali karena seluruh tubuhnya telah mbeku. Putri Alia masih berada di tempat dia berada sebelumnya, yaitu di hadapan Irene. Irene terlihat sedang lihat ke arah putri Alia yang mbeku.
Tidak lama kemudian, Irene mulai lihat dan mperhatikan sekelilingnya. Kabut es yang nyelimuti tempat itu sudah nghilang sepenuhnya. Setelah seluruh kabur es itu sudah nghilang, terlihat dengan jelas kondisi tempat itu sekarang. Seluruh tempat itu, mulai dari seluruh permukaan, seluruh dinding pohon dan seluruh langit-langit yang berupa daun-daun pohon terlihat sudah mbeku sepenuhnya. Bahkan bunga-bunga dan batang-batang mawar yang muncul di permukaan yang berasal dari sihir putri Alia juga telah mbeku sepenuhnya. Irene lihat ke sekeliling tempat itu dengan ekspresi wajah yang biasa saja. Setelah lihat sekeliling tempat itu, Irene kembali lihat ke arah putri Alia, tepatnya ke wajahnya. skipun wajahnya telah mbeku, tetapi ekspresi wajah putri Alia terlihat dengan jelas. Putri Alia terlihat sedang tersenyum.
Irene yang sedang lihat ke wajah putri Alia, seketika teringat dengan apa yang terjadi beberapa saat sebelum ledakan yang berasal dari gambar bintang buatannya ledak dan nyelimuti seluruh tempat itu. Saat itu, ketika putri Alia sedang ngayunkan rapiernya ke leher Irene dan disaat yang sama gambar bintang yang dibuat Irene mulai ledak, Irene sedang lihat ke wajah putri Alia. Irene terlihat terkejut saat lihat wajah putri Alia. Putri Alia terlihat tersenyum, lalu dia juga terlihat ngatakan sesuatu kepada Irene. Putri Alia ngatakan ’terima kasih’ kepada Irene sambil tersenyum. Lalu setelah itu, ledakan yang berasal dari gambar bintang yang dibuat oleh Irene pun dengan cepat langsung nyelimuti seluruh tempat itu.
Setelah teringat dengan hal itu, Irene terus lihat ke wajah putri Alia yang sedang tersenyum. Kemudian, Irene pun mulai tersenyum dan ngatakan sesuatu kepada putri Alia yang telah mbeku.
"Sekarang kamu telah ’bebas’ kembali, putri Alia. Aku minta maaf kalau harus nyelamatkanmu dengan cara seperti ini," ucap Irene.
Setelah Irene ngatakan itu, tangan kanan Putri Alia yang sedang gang rapiernya secara perlahan mulai hancur berkeping-keping. Rapier yang dipegang oleh tangan kanannya itu pun juga mulai hancur berkeping-keping. Tidak hanya tangan kanannya saja, namun beberapa bagian tubuh putri Alia yang telah mbeku juga ikut hancur berkeping-keping. Hanya kedua kakinya saja yang tidak hancur berkeping-keping sehingga mbuat tubuhnya masih bisa berpijak di permukaan. Selain kedua kakinya, setengah bagian badannya juga tidak hancur, sentara setengah bagian lagi terlihat sudah hancur. Lalu, kepala dan wajah putri Alia yang sedang tersenyum juga tidak hancur berkeping-keping.
Beberapa bunga mawar dan batang mawar yang telah mbeku pun juga telah hancur berkeping-keping. Di antara batang-batang mawar yang hancur berkeping-keping adalah 4 batang mawar yang nusuk kedua bahu dan kedua tangan Irene. Setelah 4 batang mawar itu hancur, terlihat ada cukup banyak darah yang keluar dari luka tusukan 4 batang mawar itu. Irene ncoba ngobati luka tusukan 4 batang mawar itu dengan sihir penyembuhannya, tetapi tidak bisa dan darah terus ngalir keluar dari luka itu.
"Tidak bisa disembuhkan ya. Yah kalau dilihat lagi, 4 batang mawar yang nusuk kedua bahu dan kedua pahaku ini terlihat berwarna hitam. Sepertinya 4 batang mawar itu hasil perpaduan dengan ~Dark Magic~. Tidak ngherankan apabila luka ini tidak dapat disembuhkan. Kalau begitu, lebih baik aku nutup luka ini terlebih dahulu," pikir Irene.
Irene lalu nutup keempat luka tusukan itu dengan sihir es miliknya. Luka itu pun berhasil ditutup dan darah pada luka itu telah berhenti keluar. Kemudian, Irene kembali nggunakan sihir penyembuhannya untuk nyembuhkan luka-luka lain yang ada pada tubuhnya. Sebagian besar luka goresan dan luka bakar pada tubuhnya itu berhasil disembuhkan. Tetapi, ada sebagian kecil dari luka-luka itu yang tidak bisa disembuhkan. Sepertinya luka itu terjadi akibat terkena serangan ~Dark Magic~ atau serangan dari elen lain yang dipadu dengan ~Dark Magic~. Setelah nyembuhkan luka-lukanya itu, Irene yang masih bersandar di dinding pohon yang telah mbeku secara perlahan mulai bangkit dan berdiri kembali. Irene awalnya terlihat kesulitan untuk berdiri akibat luka tusukan pada kedua pahanya itu, namun tidak lama kemudian Irene akhirnya sudah bisa berdiri kembali.
"Aku tidak boleh terlalu lama berdiam diri di tempat ini, aku harus segera ncari dan nemui Rid," ucap Irene.
Setelah itu, Irene mulai berjalan secara perlahan. Lalu tidak lama kemudian, Irene mulai berlari secara perlahan dan lanjutkan langkahnya untuk nyusuri jalan tempatnya berada saat ini.
-
Sentara itu, di tempat nona Violetta.
Nona Violetta dan Duchess Arnett terlihat sedang saling nyerang dengan nggunakan senjata reka masing-masing. Nona Violetta terus nekan Duchess Arnett dalam adu serangan itu dan mbuat Duchess Arnett terus terdorong ke belakang. Saat ini, nona Violetta dan Duchess Arnett sedang berada di salah satu jalan penghubung yang rupakan penghubung antara tempat nona Violetta dan Rid berada sebelumnya dengan tempat lain. Nona Violetta dan Duchess Arnett bisa berada di jalan itu karena tindakan nona Violetta yang terus nekan Duchess Arnett dalam adu serangan sehingga mbuat Duchess Arnett berpindah tempat dari tempat reka berada sebelumnya njadi ke salah satu jalan penghubung.
reka berdua masih terus beradu serangan di jalan itu. Masing-masing dari reka pun juga telah ndapatkan beberapa luka goresan yang berasal dari senjata lawan reka masing-masing. Lalu beberapa saat kemudian, setelah reka saling beradu senjata, reka berdua pun mulai mundur dan njaga jarak. Kemudian, nona Violetta dan Duchess Arnett kembali bersiap untuk lancarkan serangan.
~Rose Magic : Garden of Roses~
~Flower Magic : Garden of Flowers~
Bunga mawar dalam jumlah yang cukup banyak tiba-tiba muncul di sekeliling Duchess Arnett, sedangkan bunga-bunga beraneka ragam dalam jumlah yang cukup banyak tiba-tiba muncul di sekeliling nona Violetta. Setelah itu, batang-batang mawar berukuran panjang mulai muncul di sekeliling Duchess Arnett. Batang-batang mawar itu lalu lesat dengan cepat ke arah nona Violetta. Tetapi nona Violetta bereaksi dengan cepat dan langsung motong batang-batang mawar yang ngarah kepadanya.
~Flower Sword Art : Sword Dance In The Flower Garden~
Batang-batang mawar itu pun berhasil dipotong oleh nona Violetta. Lalu setelah nona Violetta berhasil motong batang-batang mawar itu, tiba-tiba Duchess Arnett lesat dengan sangat cepat dan kini sudah berada di hadapannya. Duchess Arnett pun langsung lancarkan serangan tusukan ke nona Violetta, tepatnya ke arah kepalanya. Tetapi nona Violetta bereksi dengan cepat dan langsung nghindari serangan tusukan itu dengan nggerakan kepalanya ke samping kanannya. Namun nona Violetta tidak berhasil nghindari serangan tusukan itu dengan sempurna karena serangan tusukan itu berhasil nggores pipi kirinya. Nona Violetta dan Duchess Arnett pun saling bertatapan setelah Duchess Arnett berhasil nggores pipi kiri nona Violetta.
-
Sentara itu, di tempat Rid berada.
Aku saat ini telah berhasil nghempaskan komandan Dayne ke salah satu dinding pohon yang ada di tempatku berada saat ini. Setelah itu, aku langsung berlari ngelilingi tempat ini untuk nghindari serangan-serangan yang berasal dari kelima Naga elen dasar yang baru saja diciptakan oleh senior Vyn. Masing-masing dari kelima Naga elen dasar itu adalah Naga api, Naga air, Naga tanah, Naga angin dan Naga listrik. lihat kelima Naga elen dasar itu, aku jadi teringat dengan pertarunganku ketika lawan senior Vyn di turnan akademi. Tetapi kelima Naga elen dasar itu terlihat berbeda dengan saat di turnan akademi. Karena kelima Naga elen dasar yang diciptakan senior Vyn saat ini terlihat lebih besar daripada saat di turnan akademi.
"Naga yang kamu buat kali ini terlihat lebih besar daripada sebelumnya, senior. Sepertinya kali ini kita berdua harus bertarung lagi, sama seperti saat final turnan akademi waktu itu," ucapku.
Setelah nghindari serangan-serangan Naga itu, aku lalu lesat ke arah senior Vyn yang berada di atas kepala Naga api yang dia ciptakan. lihat aku yang sedang lesat kepadanya, senior Vyn lalu lancarkan serangan dengan pedang miliknya. Pedang itu lalu manjang dan lesat dengan cepat ke arahku. Tetapi aku dapat dengan mudah nghempaskan pedang itu dengan pedangku dan mbuat pedang itu berbelok arah. Setelah pedang itu berbelok arah, aku pun kembali lesat ke arah senior Vyn. Namun sebelum aku ndekati senior Vyn, kelima Naga ciptaannya itu terlihat sedang bersiap untuk lancarkan serangan berupa semburan elen ke arahku. Tetapi aku tidak sedikitpun panik ketika lihat kelima Naga itu bersiap untuk nyerangku. Lalu aku pun dengan cepat langsung bersiap untuk nghadapi serangan kelima Naga itu.
"Seperti biasanya, kamu selalu nciptakan makhluk hidup dari sihirmu dan makhluk itu akan kamu gunakan untuk nyerang. Bagi orang yang kamu hadapi, sihir itu akan sangat repotkan. Aku pun juga sedikit kerepotan dalam nghadapi makhluk-makhluk ciptaanmu ini saat final turnan waktu itu. Tetapi kali ini, aku tidak akan kerepotan dengan makhluk ciptaanmu itu, karena saat ini aku juga bisa nciptakan makhluk yang sama denganmu," ucapku.
~Fire Magic - Fire Creation Magic : Great Fire Dragon~
~Water Magic - Water Creation Magic : Great Water Dragon~
~Wind Magic - Wind Creation Magic : Great Wind Dragon~
~Earth Magic - Earth Creation Magic : Great Earth Dragon~
~Electric Magic - Electric Creation Magic : Great Electric Dragon~
Kemudian, kelima ekor Naga elen dasar tiba-tiba muncul di sekelilingku. Kelima Naga itu berukuran sedikit lebih besar dari kelima Naga milik senior Vyn. Setelah itu, aku rintahkan kelima Naga ciptaanku untuk nyerang kelima Naga ciptaan senior Vyn. Kelima Naga itu pun langsung nyerang kelima Naga ciptaan senior Vyn dan mbuat reka mbatalkan serangannya kepadaku. Naga api yang saat ini sedang dinaiki oleh senior Vyn, terlihat sedang diserang oleh Naga air ciptaanku. Naga air ciptaanku langsung nggit leher Naga api yang dinaiki oleh senior Vyn. Senior Vyn yang sebelumnya berada di kepala Naga api itu, langsung tejatuh setelah Naga air ciptaanku nggigit leher Naga api yang dinaiki senior Vyn.
Saat senior Vyn terjatuh, aku dengan cepat langsung lesat ke arah senior Vyn dan lancarkan serangan tusukan ke arahnya.
~Secret Sword Art - Dragon Slayer Technique : Dragon Slayer Thrust~
Aku nusuk senior Vyn tepat di tengah dadanya. Senior Vyn terkena serangan tusukan itu dengan telak dan mbuat bagian tengah dadanya itu langsung berlubang dan ngeluarkan darah yang sangat banyak. Serangan itu pun juga mbuat senior Vyn terhempas hingga nghantam dinding pohon yang berada di belakangnya. Setelah nghempaskan senior Vyn, aku lalu lihat ke arah senior Vyn yang sedang duduk bersandar di dinding pohon dengan dada yang telah berlubang.
"Jika saja saat final turnan waktu itu aku sudah bisa nggunakan sihir penciptaan yang sama denganmu, mungkin aku tidak akan kerepotan dalam lawanmu waktu itu. Yah skipun pada akhirnya tetap aku lah yang nangkan pertandingan itu,"
"Lalu sekarang, di pertandingan ini.....sepertinya aku yang nangkannya lagi, senior," ucapku.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)