Font Size
15px

Ratu Kayana layang turun lewati langit-langit yang hancur. Beberapa prajurit dan murid yang berada di sekitar tempat itu pun terkejut ketika lihat Ratu Kayana yang sedang layang turun.

"Yang Mulia Ratu ?!,"

"Kenapa Yang Mulia Ratu bisa ada disini ? Bahkan komandan Oliver juga,"

"Sudah pasti alasan reka datang kesini adalah untuk mbantu dalam lawan para penyerang yang lawan akademi ini. reka berdua bukan tipe orang yang hanya berdiam diri saja ketika lihat ada suatu penyerangan yang terjadi,"

"Iya, dengan datangnya Yang Mulia Ratu dan komandan Oliver, tuan Duke Louis dan nona Duchess Arlet pun jadi bisa diselemarkan," ucap orang-orang yang berada di sekitar tempat itu.

Sentara itu, Ratu Kayana yang sebelumnya sedang layang turun, kini sudah nginjakkan kakinya di lantai. Ratu Kayana kini sedang lihat ke arah Duke Remy yang berada tidak jauh di depannya. Duke Remy terlihat masih terbaring di lantai dan tidak bisa bergerak.

"Penampilan anda terlihat berbeda dari yang biasanya, tuan Remy," ucap Ratu Kayana.

Para prajurit dan murid yang berada di sekitar tempat itu terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"Tuan Remy ?! Maksudnya tuan Duke Remy ?!,"

"Jadi makhluk yang seluruh tubuhnya diselimuti oleh semacam batang pohon berwarna hitam itu adalah tuan Duke Remy ?!," ucap orang-orang itu yang terkejut.

Sentara itu, setelah Ratu Kayana ngatakan itu, Duke Remy yang sedang terbaring di lantai langsung lihat ke arah Ratu Kayana yang berada di depannya.

"Seperti yang diharapkan dari anda, Yang Mulia Ratu. Anda bisa ngenali siapa saya skipun saya sudah nyelimuti tubuh saya dengan batang pohon," ucap Duke Remy.

"skipun anda telah nyelimuti seluruh tubuh anda, termasuk dengan wajah anda dengan batang pohon seperti yang anda bilang, aku masih bisa ngenali anda dengan rasakan aura milik anda. Aku sebagai Ratu di kerajaan ini sudah sering bertemu dengan para bangsawan tingkat tinggi seperti para Duke dan Duchess, jadi aku sudah ngenali aura milik reka. Karena hal itu, aku bisa ngenali anda dari aura milik anda skipun aura anda saat ini terasa sedikit berbeda dengan aura anda yang biasanya," ucap Ratu Kayana.

"Begitu ya, anda mang hebat, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

"Tidak perlu mujiku. Daripada itu, sekarang jawab pertanyaanku, tuan Remy. Kenapa anda nyerang tuan Louis dan nona Arlet, bahkan anda tadi juga berusaha untuk mbunuh reka berdua. Beruntung tuan Oliver berhasil nyelamatkan reka berdua," ucap Ratu Kayana.

Duke Remy langsung terdiam setelah Ratu Kayana nanyakan hal itu. Awalnya Ratu Kayana ngira kalau Duke Remy terdiam untuk mikirkan jawaban atas pertanyaan yang Ratu Kayana tanyakan, tetapi Duke Remy terus terdiam tanpa berbicara sedikitpun dalam waktu yang cukup lama.

"Anda tidak mau njawabnya ?," tanya Ratu Kayana.

Setelah itu, tubuh Duke Remy yang sedang terbaring di lantai terlihat semakin terbenam ke dalam lantai yang ada di bawahnya. Lantai tempat Duke Remy terbaring pun secara perlahan mulai retak. Retakan pada lantai itu awalnya hanyalah retakan kecil, namun tidak lama kemudian, retakan pada lantai itu semakin mbesar. Hal itu diakibatkan oleh ningkatnya beban berat yang diberikan Ratu Kayana kepada Duke Remy.

"Jika anda tetap tidak ingin njawabnya, aku akan terus ningkatkan gravitasi yang saat ini sedang nekan anda sampai anda terbenam hingga ke dalam tanah," ucap Ratu Kayana.

Duke Remy masih belum berbicara skipun saat ini dia sedang ditekan oleh beban yang sangat berat. Bahkan dengan ancaman yang diberikan oleh Ratu Kayana, Duke Remy masih juga belum berbicara.

"Masih belum ingin berbicara juga ya. Baiklah kalau begitu," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana bersiap untuk kembali ningkatkan beban berat yang saat ini sedang nekan Duke Remy. Namun sebelum Ratu Kayana lakukan itu, ada seseorang yang manggilnya dari belakang.

"Yang Mulia...Ratu," ucap seseorang yang ada di belakang Ratu Kayana.

Ratu Kayana yang ndengar hal itu langsung noleh ke belakang untuk lihat orang yang baru saja manggilnya. Ratu Kayana lalu lihat Duke Louis yang saat ini sedang berdiri sambil gang bagian bawah dadanya yang sebelumnya terkena luka tusukan dengan tangan kanannya. Luka tusukan yang ada di bagian bawah dadanya terlihat sudah dibekukan agar darah yang ada pada luka tusukan itu tidak terus ngucur keluar. ski darah tidak ngucur keluar dari luka tusukan itu, darah masih ngucur keluar dari mulut Duke Louis skipun hanya sedikit. Ratu Kayana terlihat sedikit terkejut ketika lihat Duke Louis sudah berada di belakangnya.

"Tuan Louis ?! Kenapa anda bisa ada disini ? Bukankah anda sudah dibawa pergi oleh tuan Oliver ?," tanya Ratu Kayana.

Setelah Ratu Kayana nanyakan itu, komandan Oliver pun tiba dan langsung nghampiri reka berdua sambil nggendong Duchess Arlet yang terlihat sudah tidak sadarkan diri di belakangnya.

"Maafkan saya, Yang Mulia Ratu. Saat saya tadi sedang mbawa pergi tuan Louis, beliau minta saya untuk nurunkannya karena ada sesuatu yang ingin beliau beritahu kepada anda," ucap komandan Oliver.

"Sesuatu yang ingin diberitahu ? Apa itu, tuan Louis ?," tanya Ratu Kayana.

"Tuan Remy.....dia lah dalang yang telah rencanakan pembunuhan terhadap anda dan seluruh keluarga San Lucia, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.

"Apa ?!," ucap Ratu Kayana yang terkejut.

Bukan hanya Ratu Kayana saja yang terkejut, komandan Oliver pun juga terkejut setelah ndengar perkataan Duke Louis. Setelah itu, Ratu Kayana langsung noleh kembali ke arah Duke Remy yang masih terbaring di lantai sambil nahan beban berat yang diberikan oleh Ratu Kayana.

"Saat saya dan istri saya sedang langkah di lantai 5 gedung ini, tiba-tiba tuan Remy datang dengan nghancurkan dinding di lantai itu. Setelah itu, dia langsung nyerang para prajurit saya. Saya pun langsung nanyakan kepadanya kenapa dia nyerang para prajurit saya, tetapi dia tidak njawab. Kemudian, saya terkejut begitu lihat kedua mata tuan Remy yang sedang tidak makai kacamata. Kedua mata itu terlihat mirip dengan kedua mata yang dimiliki oleh ras Iblis. Setelah lihat kedua matanya itu, saya pun bertanya kepadanya apakah dia yang telah rintahkan para iblis untuk nyerang seluruh wilayah kerajaan San Fulgen termasuk akademi ini. Tuan Remy pun njawab ’iya’. Lalu saya bertanya kembali kepada tuan Remy, apakah dia yang telah rencanakan pembunuhan terhadap anda dan seluruh keluarga saya. Dia kembali njawab ’iya’," ucap Duke Louis.

Ratu Kayana hanya diam saja setelah ndengar perkataan Duke Louis, sentara komandan Oliver terlihat masih terkejut.

"Setelah ngetahui kalau tuan Remy lah yang telah rencanakan pembunuhan terhadap seluruh kekuarga saya, saya langsung berniat ingin mbunuh tuan Remy. Istri saya pun juga ikut mbantu saya untuk mbunuh tuan Remy. Tetapi saya dan istri saya malah berakhir dikalahkan oleh tuan Remy. Saya dan istri saya pun hampir mati tetapi kami berdua selamat berkat pertolongan tuan Oliver dan juga anda, Yang Mulia Ratu. Saya ngucapkan terima kasih atas pertolongan kalian berdua. Lalu, saya juga ingin minta maaf karena saya tidak berhasil untuk ngalahkan dan mbunuh tuan Remy yang telah rencanakan pembunuhan terhadap seluruh keluarga saya dan juga anda, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.

"Anda tidak perlu minta maaf, tuan Louis," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana ngatakan itu tanpa noleh ke Duke Louis karena saat ini Ratu Kayana terus lihat ke arah Duke Remy yang sedang terbaring. Setelah itu, Ratu Kayana pun berjalan secara perlahan untuk nghampiri Duke Remy. Saat Ratu Kayana sedang berjalan, tiba-tiba udara yang berada di sekitar tempat itu berubah njadi berat. Udara yang berat itu mbuat beberapa orang yang ada di sekitar tempat itu njadi kesulitan bernafas. Komandan Oliver dan Duke Louis yang berada di belakang Ratu Kayana nyadari kalau udara di tempat ini telah berubah. reka berdua pun terus lihat ke arah Ratu Kayana karena reka tahu kalau Ratu Kayana lah yang telah ngubah tekanan udara di tempat ini.

"Yang Mulia Ratu....," ucap Duke Louis.

Sentara itu, setelah Ratu Kayana sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Duke Remy, Ratu Kayana pun nanyakan sesuatu kepada Duke Remy.

"Anda tadi ndengarnya kan, tuan Remy ? Jadi, apa yang tadi dikatakan oleh tuan Louis itu adalah benar atau tidak, tuan Remy ?," tanya Ratu Kayana.

Setelah cukup lama terdiam, Duke Remy kini langsung njawab pertanyaan Ratu Kayana.

"Semua yang dikatakan oleh tuan Louis adalah benar, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

"Begitu ya. Kalau begitu, selamat tinggal," ucap Ratu Kayana.

~Gravity Magic : Great Gravity Pressure~

Setelah itu, tekanan yang dirasakan oleh Duke Remy tiba-tiba bertambah sangat berat. Tekanan itu berkali-kali lebih kuat dari tekanan yang sebelumnya dia tahan. Tekanan yang sangat kuat itu langsung mbenamkan tubuh Duke Remy hingga ke dalam tanah. Duke Remy terus terbenam hingga kedalaman beberapa ter ke bawah tanah karena tekanan yang diberikan oleh Ratu Kayana.

Tekanan yang diberikan oleh Ratu Kayana kepada Duke Remy pun juga mbuat seluruh gedung itu bergetar. Semua orang yang berada di gedung itu sangat terkejut ketika rasakan adanya getaran di gedung itu.

Kemudian, setelah Ratu Kayana telah selesai mbenamkan Duke Remy ke dalam tanah, Ratu Kayana kemudian nghentakkan kaki kanannya ke lantai tempat dia berpijak. Setelah itu, lubang tempat Duke Remy terbenam tiba-tiba langsung tertutup. Setelah nutup lubang itu, Ratu Kayana berbalik badan dan kemudian dia berjalan kembali untuk nghampiri Duke Louis dan juga komandan Oliver. Tidak lama kemudian, kini Ratu Kayana sudah berada di hadapan Duke Louis dan komandan Oliver.

"Yang Mulia Ratu....," ucap Duke Louis.

"Aku sudah nangani tuan Remy, jadi anda tidak perlu khawatir lagi, tuan Louis. Sekarang, lebih baik anda dan nona Arlet pergi untuk nyembuhkan luka kalian. Tuan Oliver, bawa reka berdua agar bisa segera dirawat. Sepertinya luka yang ada pada tubuh reka disebabkan oleh sihir kegelapan. Kalau begitu, bawalah reka berdua untuk nemui Rid agar Rid bisa nyembuhkan reka. Saat ini, Rid adalah orang terdekat yang bisa dimintai bantuan untuk rawat reka dibandingkan harus pergi ke gereja Sancta Lux," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.

Setelah itu, Ratu Kayana noleh ke arah beberapa prajurit yang sedang berkumpul tidak jauh dari tempat Ratu Kayana berada.

"Kalian semua, kalian sudah ngalahkan para iblis di tempat ini kan ? Sekarang tolong temani dan bantu tuan Oliver untuk mbawa tuan Louis dan nona Arlet," ucap Ratu Kayana.

Beberapa prajurit itu awalnya terkejut ketika Ratu Kayana berbicara kepada reka, tetapi kemudian, beberapa prajurit itu langsung nuruti perkataan Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap para prajurit itu.

Setelah itu, para prajurit itu langsung nghampiri Duke Louis dan komandan Oliver yang sedang nggendong Duchess Arlet. Kemudian, reka semua pun bersiap untuk mbawa Duke Louis dan Duchess Arlet agar bisa segera disembuhkan.

"Kalau begitu, saya izin pergi dulu untuk nyembuhkan luka saya dan juga luka istri saya, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.

"Iya, tuan Louis," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, komandan Oliver yang sedang nggendong Duchess Arlet, Duke Louis dan para prajurit yang nemani reka pun langkah pergi untuk ninggalkan gedung itu dan ncari Rid. Namun baru beberapa langkah reka berjalan, tiba-tiba terjadi getaran hebat yang ngguncang gedung itu. reka semua pun terkejut saat rasakan getaran itu. Tidak lama setelah itu, muncul banyak batang-batang pohon besar yang liuk-liuk dalam jumlah banyak di sekitar tempat itu.

"Batang pohon itu...sepertinya tuan Remy masih hidup ya," pikir Ratu Kayana.

Setelah batang-batang pohon itu muncul, batang-batang itu langsung lesat dengan cepat ke arah Duchess Arlet, Duke Louis dan juga Ratu Kayana. Ratu Kayana yang lihat batang-batang pohon itu sedang lesat langsung nghentakkan bagian bawah tongkat sihirnya ke lantai yang ada di bawahnya. Setelah itu, batang-batang pohon yang lesat nuju ke arah Duke Louis, Duchess Arlet dan Ratu Kayana langsung nghantam lantai dengan keras. Saking kerasnya, lantai yang dihantam oleh batang-batang pohon itu langsung retak dan hancur. Batang-batang pohon itu pun juga ikut hancur setelah nghantam lantai.

Komandan Oliver, Duke Louis dan para prajurit yang nemani reka terlihat terkejut ketika batang-batang pohon itu telah hancur setelah nghantam tanah. reka kemudian noleh ke arah Ratu Kayana.

"Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.

"Kalian semua cepatlah pergi dari gedung ini, aku akan lindungi kalian," ucap Ratu Kayana.

"Tetapi Yang Mulia Rat-," ucap komandan Oliver.

Belum sempat komandan Oliver nyelesaikan perkataannya, Ratu Kayana langsung motong perkataan komandan Oliver.

"Tidak ada tapi-tapi, sekarang kalian pergi dan bawalah tuan Louis dan nona Arlet untuk segera dirawat. Kalian tenang saja, aku bisa ngatasi ini sendiri," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, batang-batang pohon besar dalam jumlah banyak kembali muncul dan lesat ke arah reka. Tetapi Ratu Kayana kembali mbuat batang-batang pohon itu nghantam lantai dan hancur.

"Cepatlah pergi!," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver, Duke Louis dan para prajurit.

reka kemudian langsung bergegas pergi untuk ninggalkan gedung itu. Ketika reka sedang langkah pergi, batang-batang pohon kembali muncul di dekat reka. Tetapi Ratu Kayana dengan cepat langsung mbuat batang-batang pohon itu nghantam lantai dan nghancurkannya sebelum batang-batang pohon itu nyerang reka. Ratu Kayana terus lakukan itu sampai reka semua telah keluar dari gedung ini.

Tidak lama kemudian, Duke Louis, komandan Oliver dan para prajurit yang nemani reka pun berhasil keluar dari gedung tengah akademi. Sentara Ratu Kayana masih berada di dalam gedung tengah akademi, tepatnya di lantai 1 gedung itu. Di sekitar Ratu Kayana masih ada banyak batang-batang pohon yang liuk-liuk. Batang-batang pohon itu muncul dari lantai, dinding dan langit-langit. Batang-batang pohon itu siap kapan saja untuk nyerang Ratu Kayana. Sentara itu, sebuah retakan terlihat muncul dari lantai tempat Duke Remy terbenam sebelumnya. Retakan itu awalnya hanyalah retakan kecil, namun tidak lama kemudian retakan itu mulai besar sampai akhirnya seluruh lantai itu pun hancur. Setelah lantai itu hancur, Duke Remy langsung lompat dari lantai yang hancur itu. Setelah lompat, Duke Remy pun ndarat di lantai yang berada cukup jauh di depan Ratu Kayana. Terlihat tidak ada luka satupun yang dialami oleh Duke Remy skipun tadi dia sempat diberi tekanan yang sangat berat hingga terbenam ke dalam tanah oleh Ratu Kayana. Bahkan batang-batang pohon yang nyelimuti Duke Remy terlihat tidak ngalami kerusakan. Kondisi tubuh Duke Remy masih sama seperti sebelum dia nerima serangan Ratu Kayana. Hanya saja, saat ini ada sesuatu yang terlihat berbeda dengan tubuh Duke Remy yang diselimuti oleh batang pohon. Sesuatu yang berbeda itu adalah batang-batang pohon yang liuk-liuk yang muncul dari punggung Duke Remy. Sebelumnya, batang-batang pohon itu tidak muncul dari punggung Duke Remy, bahkan dari anggota tubuhnya yang lain juga tidak muncul. Dengan penampilan Duke Remy saat ini, Duke Remy benar-benar terlihat seperti seekor monster pohon.

"Aku tidak nyangka kalau anda masih bisa bertahan dari tekanan gravitasi itu,"

"Daripada itu, tuan Remy, aku masih tidak nyangka kalau selama ini anda lah yang njadi pelaku utama dalam rencana pembunuhan itu. Sepertinya aku harus minta maaf kepada Rid karena aku harus ngambil mangsanya,"

"Aku akan mbunuhmu saat ini juga," ucap Ratu Kayana.

"Hahaha, anda mau mbunuh saya, Yang Mulia Ratu ? Sepertinya anda sedang bercanda. Tekanan gravitasi yang anda berikan sebelumnya kepada saya saja tidak mampu untuk mbunuh saya. Jangankan mbunuh, tekanan gravitasi itu bahkan tidak mampu untuk lukai tubuh saya ataupun rusak armor saya. Jadi bagaimana caranya anda bisa mbunuh saya, Yang Mulia Ratu ?!," tanya Duke Remy.

Setelah itu, tekanan udara di sekitar tempat itu kembali njadi berat. Tekanan udara itu bahkan lebih berat daripada sebelumnya. Lalu, batang-batang pohon yang berada di sekitar Ratu Kayana tiba-tiba kembali nghantam lantai dengan sangat keras sehingga langsung nghancurkan batang-batang pohon itu.

"Aku masih belum nggunakan seluruh kekuatanku, tuan Remy. Bahkan aku juga belum nggunakan seluruh sihir dan teknik yang aku miliki. Anda sepertinya njadi sombong hanya karena berhasil bertahan dari satu seranganku. Lebih baik, anda nyombongkan diri anda ketika sudah berhasil nahan semua teknik serangan yang aku miliki," ucap Ratu Kayana sambil gang tongkat sihirnya dan bersiap untuk nyerang.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 359 : Penampilan Yang Terlihat Berbeda on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.