Darah segar mulai ngucur keluar dari luka tusukan di antara dada dan perut Duchess Arlet. Selain itu, Duchess Arlet pun ngalami batuk-batuk setelah tubuhnya ditusuk. Darah segar terlihat keluar dari mulut Duchess Arlet setelah dia batuk. Tidak lama kemudian, Duchess Arlet pun berhenti batuk, tetapi darah masih ngucur keluar dari mulutnya skipun tidak lah banyak.
Duke Louis yang berada di samping Duchess Arlet awalnya sangat terkejut begitu lihat Duchess Arlet yang tiba-tiba sudah ditusuk oleh tangan kanan Duke Remy yang manjang. Duke Louis pun terdiam selama beberapa detik sambil lihat Duchess Arlet. Duke Louis terdiam karena dia seolah tidak percaya saat lihat Duchess Arlet yang telah ditusuk. Namun tidak lama kemudian, Duke Louis nyadari kalau ada sesuatu yang harus segera dia lakukan daripada hanya berdiam diri. Duke Louis kemudian dengan cepat langsung nebas tangan kanan Duke Remy yang telah nusuk Duchess Arlet. Tangan kanan Duke Remy pun berhasil dipotong dan setelah itu Duke Louis langsung luk Duchess Arlet. Duke Louis luk Duchess Arlet sambil nghentakkan kaki kanannya di lantai tempatnya berpijak.
~Ice Magic : Great Ice Wall~
Setelah itu, dinding es yang sangat besar dan tebal tiba-tiba muncul di antara Duke Louis, Duchess Arlet dan Duke Remy. Dinding es yang muncul di antara reka itu sekaligus njadi dinding pemisah antara Duke Louis, Duchess Arlet dan Duke Remy.
Setelah nciptakan dinding es itu, Duke Remy langsung ncabut potongan tangan kanan Duke Remy yang masih nusuk tubuh Duchess Arlet. Setelah potongan tangan itu dicabut, darah mulai ngucur deras dari luka tusukan di tubuh Duchess Arlet. Tetapi Duke Louis langsung nghentikan darah yang ngucur itu dengan mbekukan luka tebasan yang ada pada tubuh Duchess Arlet.
"Aku sudah nghentikan pendarahannya, apa sekarang kamu sudah lebih baik, sayang ?," tanya Duke Louis.
"Iya, aku sudah sedikit lebih baik. Terima kasih, sayang," ucap Duchess Arlet.
"Tidak perlu berterima kasih, sayang. Lagipula ini adalah salahku, aku minta maaf karena tidak bisa lindungimu dan mbuatmu terkena luka tusukan yang cukup parah. Selain itu, aku juga minta maaf karena tidak bisa nyembuhkan lukamu itu," ucap Duke Louis.
"Tidak perlu minta maaf, sayang. Aku sendiri juga tidak bisa lindungi diriku sendiri karena serangan Duke Remy itu sangat cepat. Aku tidak bisa bereaksi dengan serangannya itu, kamu pun juga begitu. Lalu, kamu juga tidak perlu minta maaf tentang kamu yang tidak bisa nyembuhkan lukaku ini. Luka ini diakibatkan oleh tangan kanan Duke Remy yang manjang dan diselimuti oleh batang pohon berwarna hitam. Batang pohon berwarna hitam itu pasti akibat perpaduan sihir pohon miliknya dengan sihir kegelapan, jadi serangan yang nusukku ini pastinya berasal dari sihir kegelapan. Kalaupun kamu bisa nggunakan sihir penyembuhan, kamu tetap tidak bisa nyembuhkan luka ini, jadi kamu tidak perlu minta maaf, sayang," ucap Duchess Arlet.
*Uhuk *Uhuk
Setelah itu, Duchess Arlet kembali batuk-batuk sambil ngeluarkan sedikit darah dari mulutnya.
"Kita harus pergi dari sini, sayang. Kita harus rawat lukamu terlebih dahulu," ucap Duke Louis.
"rawat lukaku terlebih dahulu ? Luka akibat sihir kegelapan tidak bisa disembuhkan oleh sihir penyembuhan biasa, jadi kemana kamu akan rawatku ? Apa kamu akan pergi ke gereja pusat Sancta Lux di kerajaan ini yang ada ibukota ? Karena salah satu hal yang bisa nyembuhkan luka akibat sihir kegelapan adalah dengan potion yang dimiliki oleh gereja Sancta Lux," ucap Duchess Arlet.
"Iya, aku akan mbawamu ke gereja Sancta Lux untuk nyembuhkanmu," ucap Duke Louis.
"Jika kamu pergi ke gereja Sancta Lux, itu berarti kamu akan kabur dari tuan Remy. Saat ini, tuan Remy sudah terbukti sebagai pelaku yang rencanakan pembunuhan terhadap keluarga kita. Kita tidak bisa mbiarkan dia begitu saja, sayang. Kamu tidak perlu khawatir dengan lukaku ini, aku masih sanggup untuk bertarung dan lawan tuan Remy," ucap Duchess Arlet.
"Aku tidak peduli skipun aku harus kabur dari tuan Remy. Aku tahu kalau tuan Remy saat ini sudah terbukti sebagai pelaku yang rencanakan pembunuhan terhadap keluarga kita. Jadi sudah tugasku sebagai kepala keluarga San Lucia untuk nghukum dan mbunuhnya. Tetapi, sebagai suami darimu, sudah tugasku juga untuk nyelamatkan dan rawatmu. Aku akan tetap mbawamu ke gereja Sancta Lux agar kamu bisa disembuhkan. Aku tidak mau terjadi apa-apa lagi kepadamu," ucap Duke Louis.
Duchess Arlet terdiam setelah ndengar perkataan Duke Louis. Tidak lama kemudian, Duchess Arlet pun tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku akan nuruti perkataan suamiku," ucap Duchess Arlet.
Duke Louis pun juga ikut tersenyum setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.
"Ayo kita berangkat sekarang, aku akan nggendongmu," ucap Duke Louis.
Duke Louis kemudian nggendong Duchess Arlet di depan seperti sedang nggendong seorang putri.
"Tunggu, kenapa kamu nggendongku di depan, sayang ? Bukankah ini akan nyulitkanmu apabila ada yang nyerang kita ketika kita sedang nuju gereja Sancta Lux ? Apalagi situasi di akademi dah seluruh kerajaan San Fulgen sedang berbahaya saat ini, sudah pasti akan ada yang nyerang kita dalam perjalanan nuju gereja Sancta Lux. Lebih baik kamu nggendongku di belakang saja, aku tidak apa-apa skipun hanya digendong di belakang," ucap Duchess Arlet.
"Baiklah kalau begitu," ucap Duke Louis.
Duke Louis lalu nurunkan Duchess Arlet. Setelah itu, Duke Louis pun kini rubah cara nggendong Duchess Arlet dengan nggendongnya di belakang.
"Dengan begini, aku bisa ikut mbantumu apabila ada yang nyerang kita," ucap Duchess Arlet sambil gang rapier miliknya.
"Baiklah. Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang," ucap Duke Louis.
Setelah itu, Duke Louis berlari pergi sambil nggendong Duchess Arlet. Duke Louis berlari njauhi dinding es yang dia buat sebelumnya untuk misahkan dirinya dan Duchess Arlet dari Duke Remy.
-
Sentara itu, di sisi lain dari dinding es yang dibuat oleh Duke Louis.
Terlihat Duke Remy sedang nyerang dinding es yang tebal itu dengan nggunakan kedua tangannya yang manjang seperti sebuah batang pohon. Tangan kanan Duke Remy yang sebelumnya telah dipotong oleh Duke Louis terlihat sudah pulih dan nyatu kembali seperti sebelum terpotong. Tangan kanan Duke Remy dan juga tangan kirinya itu kini terus digunakan untuk nghancurkan dinding es yang ada di depannya. Tetapi dinding es itu terlihat tidak ngalami kerusakan skipun terus diserang oleh Duke Remy dengan nggunakan kedua tangannya. Setelah itu, Duke Remy rintahkan batang-batang pohon yang berada di sekitarnya untuk ikut nyerang dinding es itu. Tetapi dinding es itu tetap tidak hancur skipun diserang oleh batang-batang pohon dalam jumlah yang banyak.
"Dinding es ini keras sekali, seperti yang diharapkan dari tuan Louis yang rupakan kepala keluarga San Lucia," ucap Duke Remy.
Setelah itu, Duke Remy pun berhenti nyerang dinding es yang ada di depannya. Duke Remy berhenti nyerang baik itu dengan nggunakan kedua tangannya ataupun dengan nggunakan batang-batang pohon yang ada di sekitarnya. Setelah berhenti nyerang, Duke Remy kemudian lihat dan mperhatikan tangan kanannya.
"Aku masih belum terbiasa nggunakan teknik ini sehingga akurasi seranganku masih sangatlah buruk. Sebelumnya aku berniat untuk nusuk jantung dari nona Arlet, tetapi seranganku malah ngenai bagian bawah dadanya. Karena seranganku leset, aku jadi tidak bisa langsung mbunuh nona Arlet. Dan akibat aku tidak bisa langsung mbunuh nona Arlet, nona Arlet jadi larikan diri bersama dengan tuan Louis. reka bahkan mbuat dinding es yang besar itu agar aku tidak bisa ngejar reka. Ini benar-benar repotkan.....," ucap Duke Remy.
Kemudian, Duke Remy tiba-tiba nghentakkan kaki kanannya ke lantai yang njadi tempat dia berpijak. Lalu, lantai tempat dia berpijak tiba-tiba mulai retak. Lantai itu mulai retak sampai akhirnya hancur. Setelah lantai itu hancur, Duke Remy pun langsung turun ke lantai yang ada di bawahnya lewat lantai yang hancur itu.
"....Ini benar-benar repotkan karena aku harus ngejar reka lagi," ucap Duke Remy.
-
Beberapa nit kemudian, di lantai 1 gedung tengah akademi.
Duke Louis baru saja tiba di lantai 1 gedung tengah dengan nuruni tangga. Kemudian, Duke Louis kembali berlari sambil nggendong Duchess Arlet di belakangnya. Di lantai 1 gedung tengah itu, terlihat ada beberapa murid dan prajurit yang sedang bertarung dengan para iblis dan orang-orang yang nyerang akademi. Berkat reka yang sedang bertarung, Duke Louis bisa lewati reka tanpa harus terlibat dalam pertarungan.
"lihat para prajurit itu sedang bertarung, aku jadi teringat dengan para prajurit kita yang saat ini masih berada di lantai 5," ucap Duchess Arlet.
"Iya, aku juga teringat dengan reka. Aku rasa bersalah karena harus ninggalkan reka agar aku bisa mbawamu ke gereja Sancta Lux. Setelah berhasil rawatmu, aku berjanji akan kembali ke tempat reka," ucap Duke Louis.
Duke Louis terus berlari lewati para murid dan prajurit yang sedang bertarung sambil nggendong Duchess Arlet. Beberapa murid dan prajurit yang lihat Duke Louis dan Duchess Arlet sedang lewati reka nampak bingung. reka berusaha nanyakan sesuatu kepada Duke Louis seperti kenapa Duke Louis dan Duchess Arlet ada di lantai ini, tetapi baik Duke Louis dan Duchess Arlet tidak njawab pertanyaan reka dan terus berlari untuk ninggalkan gedung tengah ini.
Setelah cukup lama berlari, Duke Louis dan Duchess Arlet pun hampir tiba di pintu keluar gedung tengah akademi.
"Sebentar lagi kita akan keluar dari gedung ini," ucap Duke Louis.
Duke Louis terus berlari nuju pintu keluar itu sambil nggendong Duchess Arlet. Sentara Duchess Arlet terlihat sedang terdiam dalam gendongan Duke Louis. Duchess Arlet terlihat sedang mikirkan sesuatu.
"Benar juga, aku baru ingat," ucap Duchess Arlet.
Duke Louis sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Duchess Arlet. Duke Louis pun mutuskan bertanya kepada Duchess Arlet.
"Apanya yang baru kamu ingat, sayang ?," tanya Duke Louis.
"Yang Mulia Ratu pernah mberitahuku soal Rid yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh serangan sihir kegelapan," ucap Duchess Arlet.
"Rid bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh serangan sihir kegelapan ?," tanya Duke Louis yang terkejut.
"Aku pikir kamu sudah tahu tetapi lihatmu terkejut seperti itu, kelihatannya kamu belum tahu tentang hal ini. Yah itu wajar karena Yang Mulia Ratu bilang kalau hanya ada beberapa orang saja yang tahu tentang Rid yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh serangan sihir kegelapan karena itu bersifat rahasia," ucap Duchess Arlet.
"Jika itu bersifat rahasia, apa tidak apa-apa kamu mberitahukannya kepadaku ?," tanya Duke Louis.
"Aku tidak sengaja mberitahukannya kepadamu karena aku pikir kamu sudah ngetahuinya. Yah tidak apa-apa lah, lagipula aku tahu kalau kamu itu bisa njaga rahasia. Karena saat ini aku sudah ngingat tentang sihir penyembuhan Rid, daripada pergi ke gereja Sancta Lux, lebih baik kita ncari Rid saja," ucap Duchess Arlet.
"Bagaimana cara kita ncari Rid ? Bukankah kamu tadi sudah lihat kalau wilayah akademi saat ini sudah berubah njadi seperti labirin. ncari Rid pastinya akan sangat sulit di dalam wilayah akademi yang sudah berubah njadi labirin ini," ucap Duke Louis.
"ncari jalan keluar untuk pergi dari akademi ini dan nuju gereja Sancta Lux pun juga sama sulitnya karena labirin ini. Ya sudah, lebih baik kita susuri saja jalan-jalan di labirin itu terlebih dahulu. Jika kita nemukan Rid terlebih dahulu saat nyusuri jalan itu, kita akan mintanya untuk nyembuhkanku. Lalu jika kita nemukan gerbang akademi terlebih dahulu, maka kita akan langsung pergi ke gereja Sancta Lux," ucap Duchess Arlet.
"Baiklah. Untuk sekarang, lebih baik kita pergi dari gedung ini terlebih dahulu," ucap Duke Louis.
Duke Louis terus berlari sambil nggendong Duchess Arlet. Kini, reka sudah berada sangat dekat dengan pintu keluar gedung tengah akademi. Hanya tinggal beberapa langkah lagi reka bisa keluar dari gedung tengah akademi. Namun, saat reka sudah mau keluar dari gedung tengah akademi, tiba-tiba langit-langit yang berada di atas pintu keluar gedung tengah akademi mulai retak dan hancur. Puing-puing langit-langit yang hancur itu pun mulai berjatuhan ke sekitar pintu keluar gedung tengah. Duke Remy dan Duchess Arlet yang berada di dekat pintu keluar berada dalam jangkauan jatuhnya puing-puing itu. reka pun langsung nghindari puing-puing yang jatuh itu agar tidak terkena reka.
"Apa yang sebenarnya terjadi ? Tiba-tiba langit-langitnya hancur dan runtuh," ucap Duke Louis sambil nghindari puing-puing yang jatuh itu.
Lalu, setelah langit-langit yang ada di atas pintu keluar gedung tengah hancur, Duke Remy tiba-tiba turun dari atas lewat langit-langit yang telah hancur itu. Duke Remy turun dengan layang secara perlahan ke bawah. Duke Louis dan Duchess Arlet yang kebetulan sedang lihat ke arah langit-langit yang sudah hancur itu, terlihat terkejut begitu reka lihat Duke Remy.
"Tuan Remy ?!?!," ucap Duke Louis.
"Tidak peduli kemanapun kalian pergi, aku akan terus ngejar kalian," ucap Duke Remy.
Setelah itu, Duke Remy ngarahkan kedua tangannya ke arah Duke Louis dan Duchess Arlet. Kedua tangannya itu kemudian manjang dan lesat dengan sangat cepat ke arah Duke Louis dan Duchess Arlet.
-
Sentara itu, di tempat Rid berada.
Aku saat ini sedikit terkejut ketika lihat Chloe yang ada di depanku sedang mbungkuk ke arahku.
"Aku minta maaf, Rid. Aku sebelumnya berusaha untuk mbunuhmu. Jujur saja, saat itu aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Karena itu aku langsung berusaha untuk mbunuhmu tanpa berpikir panjang. Aku benar-benar minta maaf," ucap Chloe sambil mbungkuk.
"Tidak perlu minta maaf, Chloe. Kamu tidak sepenuhnya salah, jika aku berada dalam posisi yang sama denganmu, mungkin aku akan lakukan hal yang sama," ucapku.
"Tetapi...," ucap Chloe.
"Pokoknya kamu tidak perlu minta maaf. Lebih baik kita lupakan saja tentang hal yang terjadi sebelumnya," ucapku.
"...Baiklah," ucap Chloe.
Chloe pun berhenti mbungkukkan badannya. Lalu setelah Chloe minta maaf kepadaku, Charles datang nghampiriku.
"Rid, aku mau minta bantuan kepadamu," ucap Charles.
"Minta bantuan apa, Charles ?," tanyaku.
"Tolong bantu aku untuk mbekukan jasad ayahanda," ucap Charles.
"mbekukan jasad ayahmu ?," tanyaku sedikit bingung.
"Iya. Setelah ini, aku akan pergi dari tempat ini. Kamu dan Chloe pastinya juga akan pergi dari tempat ini. Jika kita semua pergi, maka tidak ada satupun orang yang njaga jasad ayahanda. Aku takut kalau jasad beliau akan semakin rusak disaat tidak ada yang njaganya. Alasanku mintamu untuk mbekukan jasad ayahanda karena setelah penyerangan di akademi ini sudah selesai ditangani, aku ingin nguburkan jasad ayahanda dengan layak. Jadi aku tidak mau jasad beliau bertambah rusak sebelum aku nguburkannya," ucap Charles.
Chloe yang ndengar perkataan Charles terlihat kembali bersedih.
"Kakak...," ucap Chloe.
Setelah Charles ngatakan permintaannya itu, aku terdiam selama beberapa detik sambil lihat ke arah Charles. Setelah itu, aku langsung nanggapi permintaannya itu.
"Baiklah, aku akan mbekukan jasad ayahmu," ucapku.
Aku kemudian berjalan nghampiri jasad Raja Albert. Kepala Raja Albert yang sebelumnya sudah terpotong, kini sudah disatukan dan diletakkan kembali di posisi semua oleh Charles dan Chloe. Lengan kanannya pun juga telah disatukan. Setelah itu, aku ngarahkan tangan kananku ke arah jasad Raja Albert.
~Ice Magic : Ice Coffin~
Kemudian, jasad Raja Albert pun mulai mbeku secara perlahan. Tidak lama kemudian, jasad Raja Albert pun telah mbeku sepenuhnya. Jasad Raja Albert kini sudah berada di dalam sebuah bongkahan es tebal yang berbentuk persegi panjang. Setelah mbekukan jasad Raja Albert, aku noleh ke arah Charles dan ngatakan sesuatu kepadanya.
"Aku sudah mbekukan jasad ayahmu, Charles," ucapku.
"Terima kasih, Rid," ucap Charles.
Kemudian, Charles dan Chloe berjalan ndekati jasad Raja Albert yang telah mbeku. reka sepertinya ingin mberikan penghormatan terakhir kepada ayah reka karena itu aku pun berjalan njauh dari reka agar aku tidak ngganggu reka berdua. Tidak lama kemudian, Charles dan Chloe kembali nghampiriku.
"Setelah ini, kamu mau pergi kemana, Rid ?," tanya Charles.
"Hmmm entahlah. Sebelum labirin ini muncul, aku sedang bersama dengan nona Violetta dan nona Karina, mungkin setelah ini aku akan pergi ncari reka. Namun bisa juga aku pergi ke tempat lain, aku belum mutuskan akan pergi kemana. Kamu sendiri mau pergi kemana, Charles ? Sebelumnya kamu bilang kalau kamu mau pergi dari tempat ini kan ?," tanyaku.
"Iya, aku mau pergi untuk ncari tuan Remy. Aku ingin minta penjelasan kepadanya," ucap Charles.
Aku tidak berekspresi apa-apa dalam nanggapi perkataan Charles.
"Tuan Duke Remy ya, apa kamu mutuskan untuk ncari beliau setelah ndengar apa yang aku katakan tadi ?," tanyaku.
"Iya, setelah ndengar perkataanmu tadi, apalagi setelah ngetahui kalau Alia telah berubah njadi iblis, aku sangat yakin kalau tuan Remy lah yang telah ngubah ayahanda njadi iblis. Selain itu, beliau pastinya juga rupakan dalang utama yang rencanakan pembunuhan terhadap seluruh keluarga San Lucia dan ibunda. Aku harus ncari beliau dan minta penjelasan dari beliau," ucap Charles.
Saat Charles ngatakan itu, aku rasakan ada hawa mbunuh yang berasal dari Charles.
"Jika kakak ingin pergi dan nemui tuan Remy, maka aku juga akan pergi nemani kakak. Aku juga ingin ngetahui apakah beliau lah yang telah ngubah ayahanda njadi iblis atau tidak. Jika beliau lah yang mang telah ngubah ayahanda, maka aku tidak akan segan-segan untuk mbunuh beliau," ucap Chloe.
Aku juga rasakan hawa mbunuh yang berasa dari Chloe. Sepertinya reka berdua benar-benar ingin mbunuh Duke Remy apabila Duke Remy terbukti telah ngubah Raja Albert njadi iblis.
"Baiklah, Chloe. Kamu boleh pergi nemaniku," ucap Charles.
"Jika kalian berdua ingin pergi nemui tuan Duke Remy, maka aku akan ikut dengan kalian. Ada sesuatu yang ingin kupastikan dengan tuan Duke Remy. Sesuatu itu berkaitan dengan orang yang telah nyerang desa tempatku berasal dan mbunuh orang-orang di desaku. Jika tuan Duke Remy berkaitan dengan orang yang telah nyerang desaku, maka sudah waktunya bagiku untuk nepati janji dengan reka," ucapku.
-
Kembali ke lantai 1 gedung tengah akademi.
Beberapa prajurit dan murid akademi terlihat sedang terkejut ketika lihat ke arah pintu keluar gedung tengah. reka terkejut karena reka sedang lihat Duke Louis dan Duchess Arlet sedang ditusuk oleh kedua tangan Duke Remy yang telah manjang. Duke Louis ditusuk di bagian tubuh antara dada dan perutnya, sama seperti Duchess Arlet sebelumnya. Duchess Arlet juga ditusuk di bagian tubuh antara dada dan perutnya, sama seperti sebelumnya. Es yang sebelumnya mbekukan luka tusukan itu terlihat sudah hancur karena Duke Remy nusuk bagian itu lagi.
"B-bagaimana ini ? Tuan Duke Louis dan nona Duchess Arlet telah diserang oleh makhluk itu. B-bukankah kita seharusnya nolong reka berdua ?,"
"A-aku ingin nolong reka, tetapi tidakkah kamu lihat makhluk itu. Ada banyak botong pohon yang liuk-liuk di sekitar makhluk itu. Batang pohon itu akan nyerang siapa saja yang ndekatinya. S-selain itu, makhluk itu terlihat sangat berbahaya," ucap beberapa prajurit yang sedang lihat ke arah Duke Louis dan Duchess Arlet yang sedang ditusuk oleh Duke Remy.
reka sepertinya tidak tahu kalau makhluk yang sedang nusuk Duke Louis dan Duchess Arlet adalah Duke Remy. Yah itu wajar karena saat ini seluruh tubuh Duke Remy sedang diselimuti oleh batang pohon berwarna hitam. Bahkan wajahnya pun juga diselimuti oleh batang pohon itu. Jadi wajar kalau reka tidak tahu kalau makhluk itu adalah Duke Remy.
Sentara itu, setelah Duke Remy berhasil nusuk Duke Louis dan Duchess Arlet dengan kedua tangannya, Duke Remy lalu ndekatkan tubuh reka berdua yang sudah tertusuk.
"Lagi-lagi akurasi seranganku sangatlah buruk. Padahal aku berniat untuk nusuk jantung kalian berdua, tetapi tusukanku malah selalu leset dan ngenai bagian bawah dada kalian. Yah tidak masalah, kali ini seranganku tidak akan leset lagi," ucap Duke Remy.
Batang-batang pohon yang liuk-liuk di sekitar Duke Remy terlihat sedang ngarah ke tubuh Duke Louis dan Duchess Arlet yang masih tertusuk oleh kedua tangan Duke Remy. Batang-batang pohon yang liuk-liuk itu terlihat sedang bersiap untuk nyerang dan nusuk tubuh Duke Louis dan Duchess Arlet.
"Selamat tinggal, tuan Louis, nona Arlet," ucap Duke Remy.
Batang-batang pohon itu pun langsung lesat ke arah tubuh Duke Louis dan Duchess Arlet.
~Lightning Sword Art : Lightning Speed Slash~
Namun sebelum batang-batang pohon itu ngenai tubuh Duke Louis dan Duchess Arlet, ada seseorang yang motong kedua tangan Duke Remy dengan sangat cepat. Duke Louis dan Duchess Arlet pun terjatuh ke bawah setelah kedua tangan Duke Remy yang nusuk tubuh reka telah terpotong. Saat Duke Louis dan Duchess Arlet terjatuh, ada seseorang yang langsung nangkap reka dan mbawa reka njauh dari Duke Remy. Duke Remy terlihat sedikit terkejut begitu ngetahui kalau kedua tangannya sudah terpotong.
"Kedua tanganku tiba-tiba telah terpotong. Hanya ada satu orang di kerajaan ini yang bisa motong musuhnya dengan sangat cepat," ucap Duke Remy.
Duke Remy lalu lihat ke arah Duke Louis dan Duke Remy yang sedang digendong oleh seseorang.
"Ternyata benar kalau itu adalah anda, tuan Oliver," ucap Duke Remy.
Orang yang telah motong kedua tangan Duke Remy dan nyelamatkan Duke Louis dan Duchess Arlet ternyata adalah komandan Oliver. Setelah itu, kedua tangan Duke Remy yang telah terpotong tiba-tiba mulai pulih kembali seperti sedia kala. Kemudian, Duke Remy kembali manjangkan kedua tangannya itu untuk nyerang komandan Oliver. Komandan Oliver terlihat sudah ngetahui kalau Duke Remy sedang berusaha untuk nyerangnya. Komandan Oliver kemudian ngatakan sesuatu.
"Sekarang adalah giliran anda, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.
Setelah komandan Oliver ngatakan itu, Duke Remy yang sedang manjangkan tangannya, tiba-tiba langsung terjatuh nghantam lantai yang ada di bawahnya. Duke Remy pun kini langsung terbaring di lantai. Duke Remy terlihat tidak dapat nggerakkan tubuhnya saat dia sedang terbaring di lantai. Kedua tangannya yang sebelumnya sedang manjang dan ngejar komandan Oliver juga sudah terbaring nghantam lantai di bawahnya dan juga tidak bisa bergerak kembali.
"Aku tidak bisa bergerak, aku seperti sedang ditimpa oleh beban yang sangat berat. Kekuatan ini...tidak salah lagi...ini adalah kekuatan beliau," ucap Duke Remy.
Sentara itu, disaat Duke Remy sedang terbaring di lantai dan tidak bisa bergerak, seseorang terlihat sedang layang turun lewati langit-langit yang sudah hancur. Orang itu layang turun sambil gang sebuah tongkat sihir. Orang yang layang turun itu adalah Ratu Kayana.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)