Font Size
15px

Di lantai 5 gedung tengah akademi.

Duke Louis dan Duchess Arlet masih berusaha untuk nyerang Duke Remy. skipun saat ini Duke Louis dan Duchess Arlet sudah ngalami cukup banyak luka di tubuh reka, reka masih terus nyerang Duke Remy. Saat ini, terlihat ada 10 buah senjata yang terdiri dari pedang dan rapier yang terbuat dari es yang masing-masing ngelilingi Duke Louis dan Duchess Arlet. Pedang dan rapier es yang ngelilingi reka berdua sangat mbantu untuk nahan serangan yang dilancarkan Duke Remy karena bukan hanya Duke Louis dan Duchess Arlet saja yang lancarkan serangan, Duke Remy pun juga. Duke Remy terus nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet dengan nggunakan batang-batang pohon yang muncul di dinding atau lantai yang berada di sekitarnya. skipun sebagian besar serangan batang-batang pohon itu berhasil ditahan dan ditebas oleh pedang dan rapier es yang ngelilingi Duke Louis dan Duchess Arlet, namun ada beberapa serangan yang berhasil ngenai reka berdua dan mbuat reka terluka. Setelah cukup lama reka bertiga saling nyerang, reka bertiga pun mulai mundur untuk njaga jarak.

"Serangan batang-batang pohon yang dilancarkan oleh tuan Remy sangatlah cepat. Bahkan dengan dibantu oleh rapier es yang ngelilingi kita pun serangan batang-batang pohon itu tidak bisa sepenuhnya ditahan. Apa yang harus kita lakukan, sayang ? Kita tidak mungkin terus bertahan seperti ini karena hanya nunggu waktu saja sampai kita kelelahan karena terus nahan serangan batang-batang pohon itu. Di samping itu, sulit untuk nyerang tuan Remy karena batang-batang pohon yang ada di sekitarnya itu selalu ngganggu kita ketika kita mau nyerang tuan Remy," ucap Duchess Arlet.

"Iya, ini benar-benar sulit. Bahkan skipun serangan kita berhasil ngenai tuan Remy, serangan itu tidak berdampak apa-apa terhadap tuan Remy sama seperti serangan gabungan yang kita lakukan sebelumnya. Sepertinya kekuatan dan ketahanan tubuh tuan Remy sudah sangat ningkat setelah dia berubah njadi iblis," ucap Duke Louis.

"Sepertinya begitu," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet pun terdiam selama beberapa detik. Duchess Arlet terlihat sedang mikirkan sesuatu dalam diamnya itu. Setelah beberapa saat terdiam, Duchess Arlet mulai berbicara kembali.

"Sayang, bagaimana pendapatmu apabila aku nggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia lagi ?," tanya Duchess Arlet.

Duke Louis pun langsung terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.

"Kamu akan nggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia lagi ? Tidak, aku tidak setuju akan hal itu," ucap Duke Louis.

"Sesuai yang aku duga. Kamu tenang saja, aku hanya bertanya saja, aku tidak benar-benar ingin nggunakannya lagi. Tetapi nurutku, jika kita tidak nggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia, kita tidak akan bisa untuk ngalahkan dan mbunuh tuan Remy saat ini. Teknik terlarang keluarga San Lucia rupakan teknik terkuat yang dimiliki oleh keluarga kita, skipun ada efek samping dari penggunaan teknik itu," ucap Duchess Arlet.

"Kamu mungkin benar. Jika kita nggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia, mungkin kita bisa mbunuh tuan Remy. Tetapi, aku tidak akan mbiarkanmu nggunakan teknik terlarang itu lagi. Aku pun juga tidak akan nggunakan teknik terlarang itu. Kita akan ngalahkan dan mbunuh tuan Remy tanpa nggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia. Mungkin itu sulit dilakukan tetapi bukan berarti itu hal yang mustahil," ucap Duke Louis.

"Baiklah jika kamu mutuskan seperti itu," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duke Louis dan Duchess Arlet kembali fokus untuk lihat ke arah Duke Remy dan bersiap untuk nyerangnya. Duke Remy nyadari hal itu dan ngatakan sesuatu kepada reka berdua.

"Kalian sudah selesai bicaranya ?," tanya Duke Remy.

Duke Louis dan Duchess Arlet hanya terdiam setelah ndengar perkataan Duke Remy.

"Jika kalian masih ingin berbicara, lebih baik kalian lanjutkan saja bicaranya sampai selesai. Karena setelah kalian selesai berbicara, aku akan mulai serius untuk mbunuh kalian sehingga kalian nanti tidak akan bisa berbicara lagi," ucap Duke Remy.

"Kami sudah selesai untuk berbicara, tuan Remy. Silahkan saja jika anda ingin mulai serius untuk mbunuh kami. Itu pun jika anda bisa lakukan itu," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet dan Duke Louis langsung lesat dengan cepat ke arah Duke Remy. Duke Remy yang lihat hal itu langsung rintahkan batang-batang pohon yang liuk-liuk di sekitarnya untuk nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet. Batang-batang pohon itu pun langsung nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet dengan cepat. Tetapi Duke Louis dan Duchess Arlet dengan sigap berhasil nebas batang-batang pohon yang nyerang reka dengan nggunakan senjata milik reka serta pedang dan rapier es yang layang ngelilingi reka. Namun, tidak semua batang-batang pohon berhasil reka tahan karena ada beberapa batang pohon yang berhasil nyerang reka dan mbuat reka terluka. ski begitu, Duke Louis dan Duchess Arlet tidak berhenti untuk nebas batang-batang pohon yang nyerang reka agar reka bisa ndekati Duke Remy dan nyerangnya.

Sentara itu, beberapa batang pohon yang tidak ikut nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat sedang nyelimuti seluruh tubuh Duke Remy. Batang-batang pohon yang sedang nyelimuti seluruh tubuh Duke Remy terlihat miliki warna yang berbeda dengan batang-batang pohon yang nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet. Batang-batang pohon yang nyelimuti tubuh Duke Remy miliki warna hitam pekat.

~Pohon yang berada dalam jurang kegelapan, selimuti dan lindungilah tubuhku serta berikanlah aku kekuatan yang bersumber darimu~

~Plant Magic : Dark Abyss Wooden Armor~

Duke Louis dan Duchess Arlet yang sedang nebas batang-batang pohon yang nyerang reka pun terlihat terkejut ketika lihat tubuh Duke Remy sedang diselimuti oleh beberapa batang pohon.

"Apa yang sedang tuan Remy lakukan ?," tanya Duchess Arlet.

"Tuan Remy sepertinya sedang lakukan sesuatu yang mungkin akan berdampak buruk pada kita. Sayang, segera hentikan Duke Remy. Gunakanlah sihir jarak jauh untuk nghentikannya," ucap Duke Louis.

"Baiklah," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet ngarahkan tangan kanannya ke samping kanannya.

~Wahai pedang raksasa yang terbuat dari es, muncul lah dan berikan kekuatanmu kepadaku~

~Ice Magic : Create Magic Weapon : Giant Ice Sword of Ymir~

Sebuah pedang es yang besar tiba-tiba muncul di dekat tangan kanannya itu. Setelah itu, Duchess Arlet ngarahkan tangan kanannya itu ke arah Duke Remy yang berada cukup jauh di depannya. Bersamaan dengan Duchess Arlet ngarahkan tangan kanannya itu ke depan, pedang es besar yang dibuat oleh Duchess Arlet pun langsung lesat ngikuti arah yang diarahkan oleh tangan kanan Duchess Arlet, yaitu ke arah Duke Remy yang berada di depan Duchess Arlet. Pedang es besar itu lesat dengan cepat nuju ke arah Duke Remy. Batang-batang pohon yang berada di sekitar Duke Remy berusaha untuk nghentikan pedang es besar itu. Tetapi batang-batang pohon itu langsung terbelah dan hancur karena tidak mampu untuk nahan dan nghentikan pedang es besar itu. Kini, pedang es besar itu sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Duke Remy. Sentara seluruh tubuh Duke Remy saat ini terlihat sudah diselimuti oleh batang pohon berwarna hitam pekat. Dengan seluruh tubuh yang diselimuti oleh batang pohon berwarna hitam pekat, Duke Remy saat ini terlihat seperti sedang nggunakan ’full armor’ berwarna hitam pekat yang terbuat dari batang pohon.

Lalu, ketika pedang es besar yang ngarah ke Duke Remy hampir ngenai tubuhnya, Duke Remy secara cepat langsung nahan pedang es besar itu dengan nggunakan kedua tangannya. Duke Remy nahan pedang besar itu dengan nepuk kedua tangannya di antara pedang es besar itu. Pedang es besar itu langsung berhenti bergerak setelah Duke Remy nepuk dan nempelkan kedua tangannya di antara pedang es besar itu. Duchess Arlet pun terkejut ketika lihat Duke Remy berhasil nahan pedang es besar yang dia ciptakan.

"Apa ?!?!," ucap Duchess Arlet yang terkejut.

Setelah itu, Duke Remy terlihat sedang nekan pedang es besar yang masih berada di antara kedua telapak tangannya. Tidak lama kemudian, pedang es besar itu mulai retak dan hancur setelah diberi tekanan oleh Duke Remy lewat kedua tangannya itu. Duchess Arlet kembali terkejut lihat hal itu.

"Bagaimana bisa dia nghancurkan pedang es besar itu dengan begitu mudahnya ?!," tanya Duchess Arlet yang terkejut.

Tidak hanya Duchess Arlet saja yang terkejut setelah lihat apa yang dilakukan oleh Duke Remy, Duke Louis pun juga ikut terkejut.

"Sepertinya kekuatannya telah ningkat setelah dia nyelimuti seluruh tubuhnya dengan batang pohon. Dengan penampilannya saat ini, tuan Remy terlihat seperti seekor monster pohon. Tidak hanya penampilannya saja, kekuatannya juga terasa seperti kekuatan seekor monster," ucap Duke Louis yang terkejut.

Sentara itu, setelah nghancurkan pedang es besar yang diciptakan oleh Duchess Arlet, Duke Remy kemudian langsung mbuang pecahan-pecahan pedang es itu yang saat ini masih ada di kedua tangannya.

"Hampir saja anda berhasil mbunuhku dengan lempar pedang es itu disaat aku sedang bersiap untuk nggunakan teknik milikku. Jika aku telat sedikit saja, mungkin saat ini aku sudah tewas. Beruntung aku sudah bisa nggunakan teknik ini disaat pedang itu masih lesat ke arahku. Berkat itu, aku masih ada waktu untuk nahan dan nghancurkan pedang es itu," ucap Duke Remy.

Kemudian, Duke Remy secara perlahan mulai berjalan ndekati Duke Louis dan Duchess Arlet. Duke Louis dan Duchess Arlet yang lihat Duke Remy sedang berjalan perlahan ndekati reka pun mulai waspada. reka sangat waspada karena reka tahu kalau Duke Remy saat ini berbeda dengan Duke Remy yang sebelumnya. Apalagi penampilan Duke Remy saat ini sangat berbeda karena tubuh Duke Remy seluruhnya sudah diselimuti oleh batang pohon yang berwarna hitam pekat. lihat penampilan Duke Remy saat ini seperti mbenarkan perkataan Duke Louis sebelumnya yang bilang kalau penampilan Duke Remy mirip seperti seekor monster pohon. Apalagi disaat Duke Remy berjalan, batang-batang pohon yang muncul di lantai atau dinding yang berada di sekitar Duke Remy, terlihat bergerak ngikuti kemana Duke Remy berjalan. Duke Remy benar-benar terlihat seperti seekor monster pohon.

Lalu, setelah beberapa saat berjalan, Duke Remy pun berhenti. Duke Remy mutuskan untuk berhenti padahal jarak antara dia dengan Duke Louis dan Duchess Arlet masih cukup jauh. lihat Duke Remy yang berhenti, Duke Louis dan Duchess Arlet pun sedikit nurunkan kewaspadaan reka.

"Hmmmm, dengan jarak segini sepertinya sudah cukup," ucap Duke Remy.

Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Duke Remy. Setelah itu, Duke Remy tiba-tiba terlihat sedang bersiap untuk lakukan serangan tusukan dengan tangan kanannya. Padahal jarak antara Duke Remy dengan Duke Louis dan Duchess Arlet masih cukup jauh, tetapi Duke Remy terlihat sedang bersiap untuk lakukan serangan tusukan dengan tangan kanannya yang terlihat sedang tidak gang satu benda pun. Kemudian, Duke Remy pun lancarkan serangan tusukan secara cepat ke depannya dengan nggunakan tangan kanannya. Saat lakukan serangan tusukan itu, tiba-tiba tangan kanannya manjang dan berubah njadi batang pohon dengan ujung yang tajam. Tangan kanan Duke Remy yang manjang itu lesat dengan sangat cepat ke arah Duchess Arlet. Duchess Arlet tidak sempat bereaksi karena tangan kanan Duke Remy lesat dengan sangat cepat. Duchess Arlet pun terkena serangan itu dengan telak. Duchess Arlet tertusuk oleh tangan kanan Duke Remy yang telah berubah njadi batang pohon yang tajam tepat di antara dada dan perutnya. Tangan kanan Duke Remy berhasil nusuk bagian tubuh Duchess Arlet hingga nembus ke belakang bagian tubuh yang tertutuk itu.

Duke Louis awalnya juga tidak bisa bereaksi dengan serangan Duke Remy yang sangat cepat. Duke Louis baru nyadari dan terkejut ketika lihat tangan kanan Duke Remy sudah berada di sampingnya. Duke Louis pun noleh ke samping dan dia sangat terkejut begitu ngetahui kalau Duchess Arlet telah ditusuk oleh tangan kanan Duke Remy yang manjang itu.

"S-sayang ?!?!," ucap Duke Louis yang terkejut.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 357 : Dark Abyss Wooden Armor on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Sword God Reborn cover
Similar genre

Sword God Reborn

InkQuillWrites ·Action

Reincarnationistiresome.Thistime,IwillsurelyattaintheUltimateoftheSwordandfindeternalrest.“SwordGodReborn”Throughcountlessreincarnations,Ilivedagai...

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.