Font Size
15px

Di lantai 1 gedung tengah akademi yang rupakan kantin akademi.

Ratu Kayana terus ngarahkan tongkat sihirnya ke arah Duke Remy dan lesatkan serangan sihir gravitasi dari tongkat sihirnya itu. Saat Ratu Kayana ngarahkan tongkat sihir itu ke arah Duke Remy, Duke Remy dengan cepat langsung nghindar karena Duke Remy tahu kalau Ratu Kayana sedang nyerangnya dengan sihir gravitasi miliknya. Serangan sihir gravitasi milik Ratu Kayana tidak bisa dilihat langsung oleh mata secara normal, jadi Duke Remy tidak bisa nunggu agar serangan itu bisa terlihat terlebih dahulu baru kemudian nghindarinya. Karena itu, Duke Remy selalu langsung nghindar ketika Ratu Kayana ngarahkan tongkat sihir kepadanya karena Duke Remy tidak bisa lihat sihir itu dengan matanya. Tetapi, skipun sihir gravitasi milik Ratu Kayana tidak bisa dilihat oleh mata secara normal, sihir itu bisa dilihat oleh orang yang miliki kemampuan untuk lihat aura sihir. Sihir itu pun juga bisa dirasakan oleh orang yang miliki kepekaan terhadap aura sihir. Jadi skipun sihir itu tidak bisa dilihat secara normal, sihir itu bisa dihindari atau ditangani oleh orang-orang tertentu

Sentara itu, setelah Duke Remy nghindar, terlihat lantai tempat dia berpijak sebelumnya tiba-tiba langsung hancur dan terbenam ke bawah seperti terkena tekanan yang berat.

"Sihir milik anda itu benar-benar sangat repotkan," ucap Duke Remy.

Kemudian, Duke Remy terlihat sedang bersiap untuk lakukan sesuatu. Dia ngarahkan tangan kanannya ke bawah sambil berjongkok dan kemudian dia nyentuh lantai yang ada di bawahnya dengan tangan kanannya itu.

~Plant Magic - Plant Creation Magic : Iron Wood Tree~

Sebuah pohon yang sangat besar tiba-tiba muncul di hadapan Duke Remy tidak lama setelah dia nyentuh lantai dengan tangan kanannya. Setelah pohon yang sangat besar itu muncul, Duke Remy lalu ngarahkan tangan kanannya ke Ratu Kayana.

~Plant Magic : Hundreds of Iron Wood Swords~

Sebuah pedang tiba-tiba keluar dari batang sebuah pohon yang Duke Remy ciptakan itu. Pedang itu lalu lesat dengan cepat ke arah Ratu Kayana. Tetapi Ratu Kayana juga bereaksi dengan cepat terhadap pedang yang lesat ke arahnya itu. Ratu Kayana dengan cepat langsung ngarahkan tongkat sihirnya ke arah pedang itu. Pedang itu pun langsung jatuh nghantam lantai di bawahnya dengan keras, tetapi pedang itu tidak hancur dan hanya ngalami sedikit kerusakan.

Setelah itu, muncul pedang lainnya dari batang pohon itu. Pedang itu kembali lesat ke arah Ratu Kayana tetapi Ratu Kayana dapat nghentikan pedang itu. Awalnya pedang itu terus lesat secara satu per satu, namun lama kelamaan pedang itu mulai lesat dengan jumlah banyak. Puluhan bahkan sampai ratusan pedang secara bersamaan langsung lesat ke arah Ratu Kayana. Ratu Kayana yang lihat hal itu kemudian dengan cepat langsung nghentakkan bagian bawah tongkat sihirnya ke lantai.

~Gravity Magic : Omnidirectional Gravity Shield~

Setelah itu, pedang-pedang yang lesat ke arah Ratu Kayana tiba-tiba langsung jatuh dengan keras nghantam lantai ketika reka sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Ratu Kayana. ski pedang-pedang itu telah terjatuh nghantam lantai, pedang-pedang lainnya yang muncul dari pohon yang diciptakan oleh Duke Remy terus lesat ke arah Ratu Kayana. Tetapi pedang-pedang yang baru lesat itu lagi-lagi langsung terjatuh nghantam lantai begitu reka sudah berada dalam jarak yang dekat. Begitu pun juga dengan pedang-pedang yang baru lesat selanjutnya, reka selalu terjatuh nghantam lantai ketika reka sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Ratu Kayana. ski begitu, pedang-pedang lainnya tetap lesat ke arah Ratu Kayana sampai pohon yang diciptakan oleh Duke Remy mulai nghilang karena kekuatannya terus diambil untuk mbuat pedang-pedang yang lesat itu. Tetapi semua pedang yang lesat itu pun hanya berakhir sia-sia karena satupun dari reka tidak dapat lukai atau bahkan nyentuh Ratu Kayana. Semua pedang itu selalu jatuh nghantam tanah ketika sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Ratu Kayana. Pedang-pedang itu kini berserakan di lantai yang berada di depan Ratu Kayana. Ratu Kayana terlihat sedang mperhatikan pedang-pedang itu. Pedang-pedang itu hanya ngalami sedikit kerusakan dan tidak hancur sama sekali skipun telah nghantam lantai dengan sangat keras. Ratu Kayana lalu berjalan nghampiri pedang-pedang yang berserakan itu. Setelah itu, dia mulai nyentuh dan gang pedang-pedang yang berserakan itu dengan tangan kirinya, sentara tangan kanannya masih gang tongkat sihir yang bagian bawahnya masih nyentuh lantai.

Sentara itu, disaat Ratu Kayana sedang gang pedang-pedang yang berserakan di lantai itu, dari belakang Ratu Kayana tiba-tiba muncul banyak batang pohon yang miliki ujung yang tajam. Batang-batang pohon itu muncul dari langit-langit, dinding dan lantai yang berada di belakang Ratu Kayana. Batang-batang pohon itu lalu liuk-liuk dan lesat dengan cepat ke arah Ratu Kayana. Ratu Kayana terlihat hanya diam saja, dia terus gang pedang-pedang yang ada di depannya dan tidak mperdulikan batang-batang pohon yang ada di belakangnya. Batang-batang pohon itu kini sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Ratu Kayana dan bersiap untuk nyerangnya. Tetapi sebelum batang-batang pohon itu nyerang Ratu Kayana, batang-batang pohon itu langsung jatuh nghantam lantai dengan keras. Bagian ujung batang-batang pohon itu pun langsung hancur setelah nghantam lantai dan hanya nyisakan bagian bawahnya saja yang terlihat sudah tidak bergerak lagi. ski batang-batang pohon yang berada di belakangnya sudah nghantam tanah dan hancur, Ratu Kayana tetap tidak noleh ke belakang dan terus gangi pedang-pedang yang ada di depannya.

Sentara itu, Duke Remy yang berada cukup jauh di depan Ratu Kayana terlihat sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Ratu Kayana.

"Sesuai yang diharapkan dari penyihir terkuat di kerajaan ini, satu pun serangan yang saya lancarkan tidak berhasil lukai tubuh anda. Anda bahkan bisa ngatasi serangan yang muncul dari belakang anda tanpa harus noleh terlebih dahulu. Anda benar-benar hebat, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

"Aku sama sekali tidak butuh pujian anda, tuan Remy," ucap Ratu Kayana yang masih terus gang dan nyentuh pedang-pedang yang berserakan di lantai.

"Saya benar-benar tidak beruntung karena harus berhadapan dengan anda terlebih dahulu. Padahal sebelumnya saya sudah yakin kalau anda setidaknya masih berada di antara lantai 6 hingga 9, maka dari itu saya langsung pergi ke lantai 5 untuk ngejar tuan Louis dan nona Arlet. Saya berniat untuk mbunuh reka berdua saat itu juga, tetapi reka berhasil larikan diri hingga ke lantai ini. Lalu disaat saya hampir mbunuh reka berdua, anda dan tuan Oliver malah datang untuk nyelamatkan reka berdua. Saya pun jadi gagal untuk mbunuh reka berdua, benar-benar tidak beruntung," ucap Duke Remy.

"Aku sebelumnya berada di lantai 8, di lantai itu aku ngobrol dengan komandan Oliver dan beberapa prajurit yang nemaniku untuk mbahas tentang penyerangan yang terjadi di seluruh wilayah kerajaan San Fulgen, termasuk dengan akademi ini. Ketika aku sedang ngobrol dengan reka, aku rasakan ada aura yang tidak ngenakkan yang berada di bawah lantai tempat ku berada. Tidak hanya aku saja, tuan Oliver pun juga rasakan aura itu. Setelah itu, aku dan tuan Oliver pun langsung bergegas turun ke bawah untuk riksa aura yang tidak ngenakkan itu. Awalnya aku rasakan aura tidak ngenakkan itu berada di lantai 5 tetapi kemudian aura itu berpindah hingga ke lantai 1. Aku dan tuan Oliver pun terus pergi hingga ke lantai 1 dengan lewati lantai yang sudah hancur,"

"Lalu ketika aku dan komandan Oliver sudah berada di lantai 2 dan bersiap untuk turun ke lantai 1 lewati lantai yang hancur, kami berdua lihat tuan Louis dan nona Arlet yang sedang ditusuk oleh seseorang. Tuan Oliver yang lihat itu dengan cepat langsung nyelamatkan tuan Louis dan nona Arlet. Setelah itu, aku pun langsung nyerang orang itu dengan sihir gravitasiku. Kemudian, aku pun mperhatikan orang itu dan nyimpulkan kalau aura yang tidak ngenakkan yang aku rasakan berasal dari orang itu. Dan orang itu adalah anda, tuan Remy. Aura tidak ngenakkan yang aku rasakan itu pasti berasal dari tubuh anda yang saat ini telah diselimuti oleh batang pohon berwarna hitam. Aura tidak ngenakkan itu bercampur dengan aura anda yang biasanya, makanya sebelumnya aku bilang kalau aura anda terasa sedikit berbeda," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana ngatakan itu sambil terus nyentuh pedang-pedang kayu yang ada di lantai.

"Hmmm begitu ya, teknik ini mbuat saya ngeluarkan semacam aura tidak ngenakkan yang mbuat anda dan tuan Oliver dapat nemukan saya. Saya pikir ketika anda dan tuan Oliver tiba-tiba muncul untuk nyelamatkan tuan Louis dan nona Arlet, hal itu adalah suatu kebetulan. Tetapi sepertinya itu adalah karena kelalaian saya, saya tidak tahu kalau teknik ini ngeluarkan aura yang tidak ngenakkan karena saya baru pertama kali nggunakan teknik ini. Saya masih belum terbiasa," ucap Duke Remy.

Ratu Kayana hanya diam saja setelah ndengar perkataan Duke Remy. Dia terlihat masih tetap nyentuh pedang-pedang kayu yang ada di lantai.

"Saya benar-benar tidak beruntung, padahal saya berniat untuk mbunuh anda setelah saya berhasil mbunuh tuan Louis dan nona Arlet. Tetapi saya malah gagal untuk mbunuh reka berdua dan kini anda pun telah ngetahui rencana saya,"

"Tetapi saya pikir itu bukanlah suatu masalah, tuan Louis dan nona Arlet sekarang sudah terluka cukup parah, mbunuh reka berdua nantinya akan njadi mudah. Sekarang, lebih baik saya ngganti target pembunuhan saya. Saya akan mbunuh anda disini, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

Kemudian, Duke Remy tiba-tiba nepukkan kedua tangannya dengan keras.

~Plant Magic Dark Magic : Hell of Dark Forest~

Setelah itu, batang-batang pohon berwarna hitam pekat dalam jumlah yang sangat banyak tiba-tiba muncul di sekitar tempat itu. Batang-batang pohon itu muncul di seluruh langit-langit, dinding dan lantai yang ada di tempat itu. Batang-batang pohon itu kemudian lesat dengan cepat ke arah Ratu Kayana untuk nyerangnya. Ratu Kayana tidak bereaksi apa-apa ketika batang-batang pohon itu sedang lesat ke arah dirinya dari segala arah. Ratu Kayana bahkan tidak bereaksi dengan munculnya batang-batang pohon itu. Dia tetap lanjutkan untuk terus nyentuh pedang-pedang kayu yang ada di lantai secara satu persatu.

Kemudian, batang-batang pohon berwarna hitam yang lesat ke arah Ratu Kayana dari segala arah kini sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Ratu Kayana. Lalu, ketika batang-batang pohon itu ingin nyerang Ratu Kayana, batang-batang pohon itu lagi-lagi langsung terjatuh nghantam lantai dengan sangat keras. Semua batang pohon yang nyerang Ratu Kayana dari segala arah langsung terjatuh nghantam lantai ketika berada dalam jarak yang dekat dengan Ratu Kayana. Batang-batang pohon itu pun langsung hancur setelah nghantam lantai. Tetapi batang-batang pohon yang hancur itu kemudian mulai pulih secara perlahan. Batang-batang pohon yang baru saja nyerang Ratu Kayana itu terlihat berbeda dengan batang-batang pohon yang nyerang Ratu Kayana sebelumnya dimana batang-batang pohon itu langsung tidak bergerak atau hancur sepenuhnya tanpa bisa mulihkan diri lagi setelah nghantam lantai dengan sangat keras.

Setelah batang-batang pohon itu telah pulih, batang-batang pohon itu terlihat hanya liuk-liuk saja dan tidak nyerang Ratu Kayana lagi. Sentara itu, setelah lakukan serangan dengan nggunakan batang-batang pohon yang muncul di seluruh lantai itu, Duke Remy terlihat sedang terdiam sambil lihat ke arah Ratu Kayana yang sedang nyentuh pedang-pedang kayu yang ada di lantai.

"Aku tidak bisa gegabah dalam nyerang Yang Mulia Ratu. Saat ini, Yang Mulia Ratu sepertinya sedang dilindungi oleh semacam sihir gravitasi. Karena itu, setiap serangan yang ndekati dirinya tiba-tiba langsung terjatuh nghantam lantai seperti sedang tertimpa beban yang sangat berat,"

"Batang-batang pohon yang kugunakan saat ini mungkin bisa mulihkan diri setelah hancur karena nghantam lantai ketika sedang ndekati Yang Mulia Ratu. Tetapi batang-batang pohon itu bisa mulihkan diri dengan nggunakan Manaku. Jika batang-batang pohon itu terus hancur dan mulihkan diri, lama kelamaan Manaku bisa habis. Maka dari itu aku tidak boleh gegabah dalam nggunakan batang-batang pohon itu untuk nyerang Yang Mulia Ratu," pikir Duke Remy.

Sentara itu, ketika Duke Remy sedang terdiam sambil mikirkan sesuatu, Ratu Kayana sudah selesai nyentuh semua pedang kayu yang ada di lantai. Ratu Kayana kemudian mulai berdiri kembali dan kini dia sedang lihat ke arah Duke Remy.

"Tuan Remy, aku ingin bertanya sesuatu karena aku tiba-tiba kepikiran tentang suatu hal," ucap Ratu Kayana.

"Anda ingin nanyakan apa, Yang Mulia Ratu ?," tanya Duke Remy.

"Sebelumnya anda berada di arena turnan akademi yang berada di lantai paling atas sebelum anda mutuskan untuk pergi ke lantai 5 untuk ngejar tuan Louis dan nona Arlet. Sebelum saya pergi ninggalkan arena turnan, saya masih ngingat kalau di arena turnan masih terdapat banyak orang. Tuan Neil dan tuan Dylan beserta istri reka pun masih ada di arena turnan sebelum aku ninggalkan tempat itu. Aku ingin bertanya kepada anda, apa yang anda lakukan terhadap orang-orang di arena turnan akademi sebelum anda pergi untuk ngejar tuan Louis dan nona Arlet ?," tanya Ratu Kayana.

Duke Remy lalu terdiam setelah ndengar pertanyaan Ratu Kayana. Tetapi Duke Remy hanya terdiam selama beberapa saat, setelah itu dia mulai njawab pertanyaan Ratu Kayana.

"Ah soal itu, sebelum saya pergi ke lantai 5 untuk ngejar tuan Louis dan nona Arlet, saya bersama dengan orang-orang yang nemani saya terlebih dahulu nyerang semua orang di arena turnan. Saya juga telah nyerang tuan Neil dan tuan Dylan beserta istri reka. Tetapi saya tidak tahu bagaimana kondisi reka setelah saya nyerang reka. Mungkin saja reka semua telah mati," ucap Duke Remy.

Ratu Kayana kemudian natap Duke Remy dengan tatapan yang tajam.

"Bersama dengan orang-orang yang nemani anda ? Kalau tidak salah, anda datang ke akademi ini dengan ditemani oleh nona Arnett, tuan Dayne, Vyn dan beberapa prajurit milik anda. Jadi reka juga ikut nyerang orang-orang yang ada di arena turnan. Itu berarti kemungkinan anda telah ngubah orang-orang yang nemani anda itu njadi iblis. Hmmmm, jadi begitu ya," ucap Ratu Kayana.

Setelah itu, Ratu Kayana ngangkat tongkat sihirnya dan langsung ngayunkan tongkat sihirnya itu dengan cepat ke arah Duke Remy dengan nggunakan tangan kanannya. Ratu Kayana ngayunkan tongkat sihirnya itu seperti sedang ngayunkan sebuah pedang.

~Gravity Magic : Great Gravity Slash~

Setelah itu, Duke Remy dan beberapa batang pohon yang ada di depan Ratu Kayana dan juga di sekitar Duke Remy langsung terhempas dengan cepat dan reka pun langsung nghantam dinding yang ada di belakang reka dengan sangat keras. Batang-batang pohon yang ikut terhempas itu pun langsung hancur setelah nghantam dinding. Sentara Duke Remy terlihat baik-baik saja setelah nghantam dinding itu. Dia terlihat tidak terluka sama sekali dan batang pohon yang nyelimuti dirinya pun tidak ngalami kerusakan. Hanya saja, saat ini Duke Remy tidak bisa bergerak dan dia terus nempel di dinding yang baru saja dia hantam. Tidak hanya Duke Remy saja, batang-batang pohon yang ikut nghantam dinding pun juga tidak bisa bergerak dan terus nempel di dinding itu. reka seperti sedang ditekan oleh beban yang sangat berat yang mbuat reka tidak bisa bergerak dan hanya bisa nempel di dinding itu.

"Serangan tadi sangat cepat sekali. Jika saja aku tidak ngenakan armor kayu ini, aku pasti sudah terluka parah atau bisa saja aku langsung tewas setelah terkena serangan itu," pikir Duke Remy.

Setelah itu, Duke Remy lihat ke arah Ratu Kayana. Ratu Kayana terlihat sedang berjalan perlahan untuk ndekati Duke Remy. Saat Ratu Kayana sedang berjalan, pedang-pedang kayu yang ada di lantai yang sebelumnya disentuh oleh Ratu Kayana terlihat mulai bergerak. Satu per satu pedang-pedang kayu itu mulai bergerak sampai akhirnya seluruh pedang itu kini sudah bergerak. Pedang-pedang kayu itu kini sedang layang ngelilingi Ratu Kayana. Pedang-pedang kayu yang ngelilingi Ratu Kayana ada banyak sekali, mungkin berjumlah ratusan pedang.

Setelah beberapa saat berjalan, Ratu Kayana pun berhenti. Ratu Kayana mutuskan berhenti berjalan skipun jarak antara dia dan Duke Remy masih cukup jauh. Setelah berhenti, Ratu Kayana lalu ngarahkan tangan kirinya ke atas dan kemudian dia mulai ngatakan sesuatu kepada Duke Remy.

"nyerang orang-orang yang berada di arena turnan, rintahkan para iblis dan orang-orang untuk nyerang seluruh kerajaan San Fulgen termasuk akademi ini, rencanakan pembunuhan terhadap aku dan seluruh keluarga San Lucia, lalu ngubah nona Harriet, nona Claret dan juga suamiku njadi iblis. Tidak hanya reka saja, tetapi ada banyak orang yang telah anda ubah njadi iblis. Dan mungkin masih banyak lagi perbuatan jahat yang telah anda lakukan,"

"Untuk itu, anda harus mbayar segala perbuatan jahat yang telah anda lakukan dengan kematian andq, tuan Remy," ucap Ratu Kayana.

Setelah ngatakan itu, Ratu Kayana lalu ngarahkan tangan kirinya ke depan, tepatnya ke Duke Remy yang sedang nempel di dinding.

~Gravity Magic : Gravity Marionette~

Ratusan pedang kayu yang ngelilingi Ratu Kayana langsung lesat dengan cepat ke arah Duke Remy yang sedang nempel di dinding. Kemudian, tubuh Duke Remy pun mulai tertusuk oleh pedang-pedang kayu yang ngarah ke arahnya itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 360 : Ratu Kayana vs Duke Remy on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.