Font Size
15px

Di lantai 5 gedung tengah akademi.

Duke Louis dan Duke Remy terlihat saling beradu pedang dan serangan. Duke Remy sesekali nyerang Duke Louis dengan nggunakan batang-batang pohon tajam yang muncul dari lantai dan dinding di tempat itu, tetapi Duke Louis dengan mudah berhasil motong batang-batang pohon yang ngarah kepadanya. Sentara itu, Duchess Arlet terlihat sedang rawat para prajurit Duke San Lucia yang sudah tumbang karena terkena serangan Duke Remy. Duchess Arlet rawat reka dengan nutup luka pada tubuh reka dengan nggunakan sihir es agar darah reka tidak terus ngucur keluar dari luka itu. Duchess Arlet hanya bisa lakukan itu kepada reka karena Duchess Arlet tidak bisa nggunakan sihir penyembuhan. Setelah rawat para prajurit Duke San Lucia, Duchess Arlet pun langsung nghampiri Duke Louis yang saat ini sedang njaga jarak dengan Duke Remy.

"Aku sudah rawat reka, sayang. Sekarang, aku akan mbantumu," ucap Duchess Arlet sambil gang rapier miliknya.

"Apa kamu tidak apa-apa ? Maksudku, belum ada sebulan sejak kamu terbangun dari tidur panjangmu," ucap Duke Louis.

"Aku tidak apa-apa, sayang. Aku saat ini sedang dalam kondisi prima. Aku akan mbantumu untuk mbunuh tuan Remy yang sudah berusaha untuk mbunuh seluruh keluarga kita," ucap Duchess Arlet.

"Sejujurnya aku masih khawatir denganmu, tetapi jika kamu mau mbantu, maka aku akan nerimanya," ucap Duke Louis.

Lalu Duke Louis dan Duchess Arlet terlihat sedang bersiap untuk lancarkan serangan dengan senjata milik reka. Sentara Duke Remy terlihat tersenyum saat lihat ke arah Duke Louis dan Duchess Arlet.

"Jadi kali ini kalian berdua akan bekerja sama untuk mbunuhku ? ski begitu, aku tidak yakin kalian berdua bisa mbunuhku skipun sudah bekerja sama," ucap Duke Remy.

Duke Louis dan Duchess Arlet hanya terdiam dan tidak nanggapi perkataan Duke Remy.

"Ayo kita pakai serangan gabungan itu, sayang," ucap Duke Louis.

"Serangan gabungan itu ya, sudah lama sekali kita tidak makainya. Baiklah jika itu yang kamu mau," ucap Duchess Arlet.

"Kalau begitu, ayo kita mulai," ucap Duke Louis.

Setelah itu, Duke Louis dan Duchess Arlet lesat dengan cepat ke arah Duke Remy. Tetapi Duke Remy nyadari hal itu dan dia langsung nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet yang sedang lesat ke arahnya. Duke Remy nyerang Duke Louis dan Duchess Arlet dengan batang-batang pohon yang muncul dari lantai dan dinding di tempat itu, tetapi Duke Louis dan Duchess Arlet berhasil nebas batang-batang pohon itu dengan mudah. Setelah berhasil nebas batang-batang pohon itu, Duke Louis dan Duchess Arlet pun langsung bersiap untuk nyerang Duke Remy yang sudah berada dalam jarak yang dekat dengan reka berdua. Duke Louis dan Duchess Arlet ngubah senjata reka njadi es terlebih dahulu dan setelah itu reka langsung nyerang Duke Remy dengan sebuah tebasan.

~San Lucia Art : Twin Freezing Air Slash~

Serangan dari Duke Louis dan Duchess Arlet ngarah tepat ke Duke Remy. Duke Remy tidak sempat untuk nghindar atau nahan serangan itu. Duke Remy pun terkena serangan itu dengan telak dan mbuat bagian tubuhnya yang terkena serangan itu langsung mbeku.

-

Sentara itu di tempat nona Violetta.

Nona Violetta terlihat masih bertarung dengan Duchess Harriet di tempatnya berada. Nona Violetta dan Duchess Harriet terlihat sudah ndapatkan beberapa luka di tubuh reka masing-masing. Saat ini, Duchess Harriet sedang lancarkan tebasan yang berasal dari ~Dark Magic~ secara beruntun ke arah nona Violetta. Tetapi nona Violetta berhasil nahan tebasan beruntun itu dengan ~Flower Shield~ miliknya. Namun ~Flower Shield~ itu tidak dapat bertahan lama karena ~Flower Shield~ itu nampak sudah ngalami keretakan. lihat perisai yang digunakannya itu sudah retak, nona Violetta pun mutuskan untuk nyerang Duchess Harriet agar dia berhenti untuk lancarkan serangan ke arahnya. Lalu, nona Violetta bersiap untuk nyerang dengan nghentakkan kakinya ke tanah.

~Flower Magic : Crown of Thorns Raid~

Batang-batang berduri dalam jumlah banyak mulai muncul dari bawah tanah di sekitar tempat Duchess Harriet. Batang-batang itu dengan cepat langsung lilit tubuh Duchess Harriet. Duchess Harriet yang sedang fokus untuk nyerang nona Violetta tidak sempat untuk nghindar dan dia pun terkena lilitan batang-batang itu. Sebagian besar tubuhnya pun ngalami banyak luka tusukan akibat terlilit batang-batang yang berduri itu.

Karena tubuh Duchess Harriet sedang terlilit oleh batang-batang berduri itu, Duchess Harriet pun tidak lagi bisa nyerang nona Violetta. lihat itu, nona Violetta dengan cepat langsung lesat ke arah Duchess Harriet untuk nyerangnya kembali. Disaat nona Violetta sedang lesat ke arah Duchess Harriet, Duchess Harriet terlihat sedang berusaha untuk mbebaskan diri dari lilitan batang-batang berduri itu. Terlihat tubuh Duchess Harriet mulai diselimuti oleh aura berwarna hitam yang rupakan aura dari ~Dark Magic~. Aura berwarna hitam yang nyelimuti tubuh Duchess Harriet juga mulai nyelimuti batang-batang berduri yang lilitnya. Nona Violetta sedikit terkejut saat lihat aura hitam yang nyelimuti tubuh Duchess Harriet.

"Aura hitam ? Apa nona Harriet berusaha untuk lakukan sesuatu ?," tanya nona Violetta.

ski sedikit terkejut, nona Violetta tidak nghentikan langkahnya dan terus lesat ke arah Duchess Harriet. Setelah itu, batang-batang berduri yang diselimuti oleh aura hitam sekaligus yang lilit tubuh Duchess Harriet itu tiba-tiba ledak. Nona Violetta pun terkejut ketika lihat itu. Lalu duri-duri yang ada pada batang itu pun mulai lesat ke segala arah, termasuk ke arah nona Violetta. Nona Violetta yang sudah berada dalam jarak yang dekat dengan Duchess Harriet tidak sempat untuk nghindari duri-duri yang lesat itu dan duri-duri itu pun langsung ngenai dan nusuk beberapa bagian tubuhnya. ski duri-duri itu telah nusuk beberapa bagian tubuhnya, nona Violetta tidak berhenti dan dia terus ndekat ke arah Duchess Harriet. Duchess Harriet yang sudah terbebas dari lilitan batang-batang berduri itu langsung bersiap untuk nyerang nona Violetta yang sedang ndekat ke arahnya. Tetapi, nona Violetta bergerak dengan cepat dan berhasil ndekati Duchess Harriet sebelum Duchess Harriet nyerang dirinya. Setelah berhasil ndekati Duchess Harriet, nona Violetta pun nyentuh bagian tengah dada Duchess Harriet dengan ujung pedangnya.

"Maafkan aku, nona Harriet. Aku harus nggunakan teknik ini untuk ngalahkanmu yang mana teknik ini bisa nghancurkan tubuh indahmu," ucap nona Violetta.

~Flower Magic : Sunflowers Bloom~

Setelah itu, tiba-tiba bagian dada Duchess Harriet yang disentuh oleh ujung pedang nona Violetta langsung ledak dan hancur. Tidak hanya bagian dadanya, tetapi keseluruhan badannya juga hancur dan hanya nyisakan kepala, kedua lengan dan kedua kaki hingga ke pinggang. Anggota tubuh Duchess Harriet yang masih tersisa itu pun langsung tergeletak di tanah. Setelah itu, nona Violetta naruh kembali pedang miliknya di pinggangnya dan kemudian dia lihat ke anggota tubuh Duchess Harriet yang tergeletak di tanah.

"Sekarang anda bisa pergi dengan tenang dan sekali lagi aku minta maaf, nona Harriet," ucap nona Violetta.

-

Di tempat nona Karina berada.

Terlihat Duchess Claret yang tubuhnya sudah ndapatkan beberapa luka sedang nyerang para prajurit yang terbuat dari pohon yang sedang nyerangnya. Duchess Claret nghancurkan para prajurit pohon itu dengan pukulan dan tendangan yang dilapisi dengan ~Dark Magic~ serta dengan senapan kecil miliknya yang sudah dilengkapi dengan peluru yang berasal dari ~Dark Magic~. Sentara itu, nona Karina yang tubuhnya juga sudah ndapatkan beberapa luka terlihat sedang mantau pertarungan antara Duchess Claret dengan para prajurit pohon miliknya.

"Aku harus segera ngalahkan nona Claret, aku harus ncari celah agar bisa lancarkan serangan yang fatal kepadanya," pikir nona Karina.

Para prajurit pohon yang diciptakan oleh nona Karina secara perlahan mulai dihancurkan oleh Duchess Claret, tetapi nona Karina terus mbuat prajurit pohon itu dan mbuat Duchess Claret terus lawan prajurit pohon itu tanpa henti. Beberapa saat kemudian, ada suatu mon dimana para prajurit pohon itu ngepung Duchess Claret dari segala arah. Duchess Claret yang lihat hal itu terus nghancurkan para prajurit pohon itu dengan pukulan dan tendangannya yang diselimuti oleh ~Dark Magic~. ski begitu, para prajurit pohon yang ngelilinginya itu masih berjumlah banyak skipun Duchess Claret sudah nghancurkan beberapa prajurit pohon itu.

Lalu, disaat para prajurit pohon itu ngepung Duchess Claret, nona Karina nyusup di antara para prajurit pohon itu untuk ndekati Duchess Claret. Nona Karina terus nyusup di antara para prajurit pohon itu sampai akhirnya dia sudah berada dekat dengan Duchess Claret yang jarak di antara reka hanya dipisahkan oleh satu prajurit pohon. Setelah itu, nona Karina bersiap untuk nyerang Duchess Claret dan langsung lancarkan sebuah serangan dengan cepat. Tetapi sebelum nona Karina lancarkan serangan itu dengan sempurna, Duchess Claret tiba-tiba nyerang prajurit pohon yang ada di depan nona Karina dengan serangan tusukan. Duchess Claret nyerang prajurit pohon itu dengan nusuk prajurit pohon itu dengan nggunakan tangan kanannya yang sudah diselimuti oleh ~Dark Magic~ hingga nembus ke belakang tubuh prajurit pohon itu. Serangan tusukan tangan kanan Duchess Claret yang nembus tubuh prajurit pohon itu pun kini ngarah ke nona Karina yang berada di belakang prajurit pohon itu. Serangan tusukan itu pun kini ngenai perut dari nona Karina karena serangan tusukan itu mulai dari nusuk tubuh prajurit pohon itu hingga ngenai perut nona Karina berlangsung sangat cepat sehingga nona Karina tidak sempat untuk nahan atau nghindari serangan itu. Apalagi nona Karina saat itu sedang bersiap untuk lancarkan serangan ke Duchess Claret yang mbuatnya tidak nyadari datangnya serangan itu. Serangan tusukan yang dilakukan oleh Duchess Claret mulai nusuk perut nona Karina. Awalnya luka tusukan itu hanyalah luka dangkal, tetapi lama kelamaan luka tusukan itu njadi dalam karena Duchess Claret berusaha untuk terus nusuk perut nona Karina hingga nembus perutnya. Tetapi nona Karina langsung nahan serangan tusukan itu agar tidak nembus perutnya hingga dalam dengan gang lengan kanan Duchess Harriet dengan nggunakan tangan kirinya.

"Aku tidak nyangka anda bisa nyadari keberadaanku padahal aku sudah nyusup di antara para prajurit pohon buatanku. Anda bahkan langsung nyerangku setelah nyadari keberadaanku. Rencanaku untuk nyerang anda jadi gagal karena anda langsung nyerangku dan nusuk perutku. Tetapi...," ucap nona Karina.

Setelah itu, nona Karina ngangkat tangan kanannya yang sedang gang pedang miliknya.

".....Aku sudah mperkirakan kemungkinan terjadinya hal ini. Jadi skipun rencana awalku gagal, aku sudah miliki rencana cadangan agar aku bisa ngalahkan anda. Sekarang matilah dan pergilah dengan tenang, nona Claret," ucap nona Karina.

Nona Karina kemudian ngayunkan pedangnya dan lancarkan sebuah tebasan ke arah Duchess Claret yang saat ini sedang berada di hadapannya.

~Plant Sword Art Secret Technique : Manchineel Death Slash~

Nona Karina lancarkan tebasan itu tepat ke leher Duchess Claret. Duchess Claret pun terkena serangan itu dengan telak dan mbuat kepala Duchess Claret dalam sekejap langsung terpisah dari tubuhnya.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 353 : Serangan Gabungan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.