Font Size
15px

Di depan gedung lobi akademi.

Aku saat ini masih bertarung dengan Raja Albert yang sudah berubah njadi iblis. Raja Albert terus nyerangku dengan nggunakan pedangnya yang diselimuti oleh api berwarna hitam. Beliau terus nyerangku dalam jarak dekat tetapi aku dapat dengan mudah nahan serangan-serangan itu. Saat nahan serangan-serangan itu, ada suatu mon dimana aku nyadari kalau serangan yang dilancarkan oleh Raja Albert tiba-tiba bertambah kuat dan juga cepat. Aku nyadari kalau Raja Albert yang telah berubah njadi iblis ini, lebih kuat dari para iblis yang nyerang gedung pengadilan seperti tuan Jas dan tuan Darwin. ski begitu, aku masih bisa nahan serangan-serangan itu dengan nyamakan kekuatan dan kecepatanku dengan kekuatan dan kecepatan Raja Albert.

Saat nahan serangan Raja Albert, sesekali aku lihat ke arah nona Violetta dan nona Karina. Nona Violetta terlihat masih bertarung dengan Duchess Harriet. Duchess Harriet bertarung dengan nggunakan rapier miliknya yang telah diselimuti oleh ~Dark Magic~. Sentara nona Karina terlihat masih bertarung dengan Duchess Claret. Duchess Claret bertarung dengan nggunakan nggunakan sebuah senapan kecil yang dia pegang di tangan kirinya, sentara tangan kanannya tidak gang senjata apapun. Tangan kanannya itu saat ini tengah diselimuti oleh ~Dark Magic~ dan tangan kanannya itu digunakan untuk mukul nona Karina. Namun aku lihat nona Karina dapat nahan pukulan dari tangan kanannya itu.

Kami bertiga saat ini bisa fokus bertarung dengan iblis kuat yang njadi lawan kami masing-masing karena para iblis yang sebelumnya datang dari arah gerbang akademi telah berhasil kami kalahkan.

~San Lucia Art : Freezing Air Slash~

Aku lancarkan serangan ke arah Raja Albert tetapi Raja Albert dapat nahan seranganku itu dengan nggunakan pedangnya. ski begitu, pedang Raja Albert secara perlahan mulai mbeku karena efek serangan yang aku lakukan. Saat pedang itu secara perlahan mulai mbeku, Raja Albert ningkatkan kekuatan sihir kegelapan dan sihir api yang nyelimuti pedangnya. Api berwarna hitam yang nyelimuti pedangnya itu pun terlihat semakin mbara daripada sebelumnya. Warna hitam pada api itu pun juga semakin pekat. Lalu, es yang mulai mbekukan pedang itu secara perlahan mulai ncair.

Setelah itu, Raja Albert ningkatkan kekuatannya untuk nghempaskanku. Tetapi aku pun juga ningkatkan kekuatanku agar tidak terhempas dan justru agar aku bisa nghempaskan Raja Albert. Kedua pedang kita saling beradu dan kita saling beradu kekuatan untuk saling nghempaskan. Beberapa detik kemudian, aku pun nangkan adu pedang itu dan berhasil nghempaskan Raja Albert beberapa ter ke belakang.

"Sepertinya teknik dan sihir biasa tidak bisa digunakan untuk ngalahkannya. Kalau begitu, aku harus nggunakan teknik dan sihir yang kuat," ucapku.

Kemudian, aku bersiap untuk nyerang Raja Albert dengan teknikku. Tetapi sebelum aku sempat untuk nyerangnya, tiba-tiba ada sebuah angin tornado yang muncul secara tiba-tiba di dekatku. Tidak hanya di dekatku saja, angin tornado itu juga muncul di dekat nona Karina dan nona Violetta. Nona Karina dan nona Violetta pun terkejut lihat kemunculan angin tornado itu.

"Violetta, nghindar!," ucap nona Karina.

Nona Karina dan nona Violetta berusaha untuk nghindari angin tornado itu, tetapi angin tornado itu secara cepat berubah njadi berukuran cukup besar. Angin-angin tornado itu langsung narik dan njebak nona Karina dan nona Violetta. Aku pun juga saat ini sedang berada di dalam angin tornado yang muncul secara tiba-tiba di dekatku. Angin ini juga secara cepat berubah njadi berukuran cukup besar dan langsung njebakku. Angin tornado ini secara perlahan mulai nggores-gores tubuhku dengan tebasan-tebasan angin miliknya. Tetapi, tentu saja aku tidak diam saja dan mbiarkan tubuhku terus tertebas oleh tebasan angin di dalam angin tornado ini. Beberapa detik setelah terjebak di dalam angin tornado ini, aku langsung nggunakan teknikku untuk motong dan nghancurkan angin tornado ini.

~Secret Sword Art : Wind Slayer Slash~

Aku motong angin tornado itu njadi 2 secara vertikal. Setelah terpotong, angin tornado itu pun secara perlahan mulai nghilang. Kemudian, setelah aku keluar dari angin tornado yang njebakku, aku langsung nuju ke angin tornado yang njebak nona Karina dan nona Violetta untuk nyelamatkan reka. Setelah berada dalam jarak dekat dengan angin tornado itu, aku kemudian bersiap untuk nyerang dan nghancurkan angin tornado itu. Tetapi sebelum aku sempat untuk nyerang angin tornado itu, Raja Albert, Duchess Harriet dan Duchess Claret yang berada di luar angin tornado langsung lesat ke arahku dan nyerangku. Namun aku berhasil nghindari serangan yang dilancarkan reka. skipun aku berhasil nghindari serangan-serangan reka, reka terus nyerangku agar aku tidak bisa nyelamatkan nona Karina dan nona Violetta.

"Sepertinya hanya nghindari serangan reka itu tidak ada gunanya, reka akan terus nyerangku agar aku tidak bisa nyerang angin tornado itu dan nyelamatkan nona Karina dan nona Violetta. Aku harus nyerang reka terlebih dahulu. Tunggu sebentar, nona Violetta, nona Karina, ini tidak akan berlangsung lama," pikirku.

Kemudian aku lesat dengan cepat ke arah Raja Albert, Duchess Harriet dan Duchess Claret yang terus nyerangku. Aku lesat sambil nghindari serangan-serangan reka agar tidak ngenaiku. Setelah berada dekat dengan reka bertiga, aku ngaliri kaki kananku dengan sihir angin yang cukup kuat yang mbuat kakiku saat ini diselimuti oleh aura berwarna hijau yang cukup pekat.

~Great Wind Slash~

Kemudian, aku lancarkan sebuah tebasan angin yang cukup besar dengan kaki kananku dan tebasan itu aku arahkan ke arah reka bertiga. reka bertiga tidak sempat untuk bereaksi karena tebasan yang aku lancarkan itu lesat dengan cepat ke arah reka. reka bertiga pun terkena serangan itu dengan telak dan mbuat reka terhempas dan terbawa oleh tebasan angin itu. reka terhempas cukup jauh ke arah gerbang akademi. Setelah nghempaskan reka, aku langsung nyerang dan nghancurkan angin tornado yang njebak nona Karina dan nona Violetta dengan pedangku.

~Secret Sword Art : Wind Slayer Slash~

Aku lakukan serangan itu sebanyak 2 kali karena ada 2 buah angin tornado yang harus aku tebas. 2 angin tornado itu pun berhasil aku tebas dan kedua angin tornado itu secara perlahan mulai nghilang. Setelah itu, nona Karina dan nona Violetta pun langsung lesat keluar dari angin tornado yang secara perlahan mulai nghilang itu dan reka berdua saat ini sudah berada di dekatku.

"Terima kasih karena telah nyelamatkan kami lagi, Rid," ucap nona Violetta.

"Iya, terima kasih, Rid," ucap nona Karina.

"Sama-sama, nona," ucapku.

Aku lihat nona Karina dan nona Violetta sudah ndapatkan beberapa luka di tubuh reka. Aku pun mutuskan langsung nyembuhkan luka reka berdua dengan sihir penyembuhan dan sekalian juga aku nyembuhkan luka pada tubuhku karena aku juga ndapatkan luka karena terkena tebasan angin saat berada di dalam angin tornado yang njebakku sebelumnya.

~Full Healing~

Luka-luka pada tubuh kami bertiga secara perlahan mulai nghilang. Tidak lama kemudian, luka pada tubuh kami bertiga pun sudah nghilang sepenuhnya.

"Terima kasih lagi karena telah nyembuhkan kami, Rid," ucap nona Karina.

"Terima kasih, Rid," ucap nona Violetta.

"Sama-sama, nona. Daripada itu, aku penasaran siapa yang mbuat angin tornado yang njebak kita barusan. Sebelumnya, kalian berdua juga terjebak di dalam angin tornado yang berukuran besar, tetapi aku belum tahu siapa yang mbuat angin tornado itu karena dari yang kulihat, Raja Albert, nona Duchess Harriet dan nona Duchess Claret tidak nggunakan sihir yang berhubungan dengan angin saat lawan kita bertiga," ucapku.

"mang bukan reka bertigalah yang mbuat angin tornado itu, lainkan dia," ucap nona Karina sambil lihat ke arah gerbang akademi.

Aku lalu lihat ke arah yang sama dengan yang dilihat oleh nona Karina. Aku lihat ada 3 orang yang sedang berjalan perlahan nghampiri kami bertiga. Aku sedikit terkejut ketika lihat 3 orang itu karena 3 orang itu adalah orang yang aku kenal.

"Senior Florian, komandan Marshall yang rupakan komandan prajurit Duke San Minerva sebelumnya, dan juga putri Alia ?!," ucapku yang terkejut.

"Pantas saja sebelumnya aku rasakan ada sedikit aura yang familiar, ternyata aura itu berasal dari senior Florian, komandan Marshall dan putri Alia," pikirku.

"Iya. Angin tornado yang njebak kita tadi, Florian lah yang mbuatnya," ucap nona Karina.

"Begitu ya, jadi senior Florian lah yang mbuat angin tornado itu. Daripada itu, aku tidak nyangka kalau senior Florian dan komandan Marshall telah berubah njadi iblis. Terakhir kali kabar reka berdua terdengar adalah saat reka berdua diculik dari penjara San Sabaneta. Setelah itu, kabar reka tidak terdengar lagi. Namun, aku lebih tidak nyangka kalau putri Alia juga telah berubah njadi iblis. Bukankah tidak ada satu kabar apapun yang muat tentang dirinya selama ini ? Lalu tiba-tiba dia muncul dengan wujud yang sudah berubah njadi iblis," ucapku.

"Iya, ketika lihatnya pun aku juga terkejut. Lalu aku berpikir kalau mungkin saja Alia berubah njadi iblis karena ayahnya lah yang telah rubahnya. Aku berpikir begitu karena selama ini tidak ada kabar apapun tentang Alia, tuan Duke Remy juga tidak mbagikan kabar apapun tentang Alia. Tidak adanya kabar tentang Alia seharusnya nandakan kalau Alia itu aman. Apabila ada sesuatu yang terjadi dengannya seperti sebuah penculikan dan sebagainya, sudah pasti akan ada kabar yang beredar tentang Alia ngingat dia rupakan putri dari seorang Duke. Namun tiba-tiba dia muncul dalam keadaan sudah njadi iblis dan tuan Duke Remy tidak nceritakan apapun tentang Alia. Bukankah nurutmu itu aneh, Rid ?," tanya nona Karina.

"Jadi nurut anda....," ucapku.

"Iya, nurutku tuan Duke Remy lah yang telah ngubah Alia njadi iblis. Tidak hanya Alia saja, lainkan semua iblis yang nyerang akademi ini. Tuan Duke Remy sepertinya adalah orang yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia," ucap nona Karina.

Aku sedikit terkejut ketika ndengar perkataan nona Karina. Setelah itu, aku noleh ke belakang ke arah gedung lobi akademi.

"Penjelasan yang anda katakan tadi lumayan masuk akal, nona. Jika mang tuan Duke Remy adalah pelaku utama dalam rencana pembunuhan itu, maka Yang Mulia Ratu, tuan Duke Louis dan nona Duchess Arlet dalam bahaya besar karena saat ini reka bertiga sedang berada di tempat yang sama dengan tuan Duke Remy. Aku harus mbantu reka," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku langsung bergegas nuju gedung lobi akademi.

"Tunggu, Rid!," ucap nona Karina yang berusaha nghentikanku.

Tetapi aku tidak nghentikan langkahku dan terus berlari nuju gedung lobi akademi. Namun baru beberapa langkah aku berlari untuk nuju gedung lobi akademi, tiba-tiba dari atasku muncul sebuah tebasan api berwarna hitam yang cukup besar. Tidak hanya tebasan api saja, ada juga tebasan yang berasal dari ~Dark Magic~ dan beberapa tembakan yang berasal dari ~Dark Magic~ yang ngarah kepadaku dari atas. Aku nyadari adanya serangan-serangan itu dan dengan sigap langsung nghindari serangan itu dengan lompat ke belakang dan kembali ndekati nona Karina dan nona Violetta. Karena aku berhasil nghindari serangan-serangan itu, serangan-serangan itu pun hanya nghantam permukaan tanah.

*BUMMMM *BUMMM

Suara ledakan pun terjadi akibat serangan itu yang nghantam tanah. Setelah serangan itu nghantam tanah, muncul 3 orang dari atas dan langsung ndarat di permukaan tanah yang ada di hadapanku. 3 orang itu adalah Raja Albert, Duchess Harriet dan Duchess Claret. reka bertiga sebelumnya aku hempaskan dengan seranganku, tetapi lihat reka kembali kesini, sepertinya serangan yang aku lancarkan ke reka sebelumnya tidaklah berpengaruh.

"reka kembali lagi," ucapku.

Saat ini, aku, nona Karina dan nona Violetta sedang dikepung oleh reka berenam. Raja Albert, Duchess Harriet dan Duchess Claret ngepung kami dari arah jalan nuju gedung lobi akademi, sentara Senior Florian, komandan Marshall dan putri Alia ngepung kami dari arah jalan nuju gerbang akademi.

"Aku tahu kalau kamu khawatir dengan keselamatan Yang Mulia Ratu, tuan Duke Louis dan nona Duchess Arlet. Tetapi kamu tidak akan dibiarkan untuk ninggalkan tempat ini oleh reka. Jadi, lebih baik kita bertiga kalahkan reka terlebih dahulu dan setelah itu kita pergi ke gedung tengah untuk mbantu Yang Mulia Ratu dan para Duke serta para Duchess lainnya," ucap nona Karina sambil bersiap untuk nyerang nggunakan pedangnya.

"Baiklah, nona Karina. Kalau begitu, aku akan nyelesaikan ini dengan cepat," ucapku yang juga sambil bersiap untuk nyerang dengan nggunakan pedang milikku.

-

Sentara itu di arena turnan akademi.

Duke Remy terlihat sedang berada di tengah-tengah arena turnan. Duke Remy terlihat sedang lakukan sesuatu karena dia sedang nyentuh permukaan lantai arena turnan akademi dengan kedua tangannya.

"~Wahai tanaman, dedaunan, dan pepohonan. Penuhilah tempat ini dengan pepohonan yang njulang tinggi dengan batang pohonnya yang sekeras baja. Ubahlah tempat ini njadi hutan yang nyesatkan dan njebak orang-orang yang berada di dalamnya~,"

~Plant Magic : Great Sacred Forest - Labyrinthus Silva Mortis~

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terjadi getaran besar di seluruh akademi. Getaran besar itu mbuat terkejut orang-orang yang ada di dalam akademi, bahkan orang-orang yang berada di dekat dinding pembatas bagian luar akademi juga rasakan getaran itu.

"Getaran apa ini ?!,"

"Gempa bumi ?!,"

"Semuanya pergi ke tempat yang aman ?!," ucap orang-orang yang rasakan getaran itu.

Tidak lama kemudian setelah terjadinya getaran besar itu, muncul banyak pohon yang njulang tinggi dari dalamp tanah. Pohon-pohon itu terus bermunculan dari dalam tanah wilayah akademi dan sekitarnya hingga mbuat wilayah akademi mulai dipenuhi oleh pohon-pohon yang njulang tinggi itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 350 : Getaran Besar di Akademi on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.