Font Size
15px

Nona Karina dan nona Violetta mulai bersiap untuk nyerang para iblis yang mulai berdatangan ke arah reka.

"Tunggu sebentar, nona Karina, nona Violetta. Apa kalian berdua masih mau bertarung lagi dengan kondisi tubuh seperti itu ?," tanyaku.

Aku bertanya seperti itu karena saat ini kondisi tubuh nona Karina dan nona Violetta sudah dipenuhi oleh banyak luka. Sepertinya sebagian besar luka itu reka dapatkan ketika reka sedang terjebak dalam angin tornado sebelumnya. Angin tornado itu tidak hanya njebak dan ngurung reka, lainkan juga ncabik-cabik tubuh reka.

"Aku tidak masalah skipun aku sudah terluka seperti ini. Selama aku masih bisa berdiri, aku masih sanggup untuk bertarung lawan reka. Sudah njadi tugasku sebagai komandan prajurit di akademi ini untuk njaga dan lindungi akademi ini," ucap nona Violetta.

"ski begitu, luka anda tetaplah ngkhawatirkan, nona. Aku akan nyembuhkan luka kalian berdua," ucapku.

"Tunggu, nyembuh-," ucap nona Violetta.

Tetapi sebelum nona Violetta nyelesaikan perkataannya, aku sudah lebih dulu lakukan penyembuhan kepada reka berdua.

~Full Healing~

Luka pada tubuh nona Karina dan nona Violetta secara perlahan mulai nghilang. Lalu tidak lama kemudian, luka pada tubuh reka pun sudah hilang sepenuhnya. Nona Violetta terlihat terkejut saat lihat luka pada tubuhnya sudah nghilang sepenuhnya, sentara nona Karina terlihat biasa saja ketika lihat lukanya sudah pulih.

"Lukaku sudah pulih sepenuhnya ? Padahal beberapa dari lukaku ini berasal dari serangan ~Dark Magic~ yang mana sihir penyembuhan biasa tidak dapat nyembuhkannya. Kenapa kamu bisa nyembuhkan seluruh lukaku dengan sihir penyembuhanmu itu, Rid ?," tanya nona Violetta yang terkejut.

Aku hanya diam saja saat nona Violetta nanyakan hal itu. Setelah itu, aku noleh ke arah nona Karina. Nona Karina pun juga noleh ke arahku dan selanjutnya beliau mulai njelaskan kepada nona Violetta.

"Sebelumnya aku sudah tahu kalau sihir penyembuhan Rid bisa nyembuhkan luka yang berasal dari serangan ~Dark Magic~. Ketika itu, Rid nggunakan sihir penyembuhannya itu untuk nyembuhkanku saat ada insiden serangan iblis di gedung pengadilan. Tetapi aku masih belum tahu kenapa sihir penyembuhan Rid bisa nyembuhkan luka yang berasal dari serangan ~Dark Magic~. Padahal sihir penyembuhannya itu hanyalah sihir penyembuhan biasa, dan bukan sihir penyembuhan yang berasal dari ~Light Magic~. Rid sendiri pun juga tidak tahu kenapa sihir penyembuhan yang biasa dia pakai bisa nyembuhkan luka yang berasal dari ~Dark Magic~. Semua ini masihlah njadi misteri," ucap nona Karina.

Nona Violetta lalu terdiam setelah ndengar perkataan nona Karina. Dia terlihat seperti sedang mikirkan sesuatu.

"Tidak hanya luka akibat serangan ~Dark Magic~ saja, Rid bahkan bisa nyembuhkan luka ntal atau trauma yang ku alami sejak lawan ’monster’ itu. Ini benar-benar aneh,"

"Sepertinya sihir penyembuhan yang digunakan oleh Rid bisa untuk nyembuhkan luka apapun. Jika mang begitu, sihir penyembuhan yang dimilikinya itu mungkin adalah sihir yang langka," pikir nona Violetta.

Nona Violetta terlihat masih terdiam sambil mikirkan sesuatu. lihat nona Violetta yang terdiam, nona Karina langsung berkata sesuatu kepada nona Violetta.

"Lebih baik kamu tidak perlu mikirkan tentang hal itu, Violetta. Karena kamu sedang tidak miliki banyak waktu untuk mikirkan itu," ucap nona Karina sambil lihat ke arah gerbang akademi.

Para iblis yang berdatangan dari gerbang akademi mulai ndekat ke arah reka. Nona Violetta yang sebelumnya terdiam pun nyadari kalau saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk terdiam.

"Anda benar juga, nona. Aku minta maaf karena sedang terdiam tadi," ucap nona Violetta.

"Tidak apa-apa. Daripada itu, karena kamu sudah tahu kalau sihir penyembuhan Rid bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~, aku minta kepadamu untuk rahasiakan tentang hal ini karena yang tahu tentang sihir penyembuhan Rid itu hanyalah beberapa orang saja," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona. Aku akan rahasiakannya," ucap nona Violetta.

"Baguslah. Kalau begitu, karena kita berdua sudah pulih kembali, ayo kita mulai untuk nghabisi reka semua," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

"Aku akan mbantu kalian berdua," ucapku.

Setelah itu, aku, nona Karina dan nona Violetta lesat ke arah para iblis yang berdatangan dari arah gerbang akademi. Kami bertiga pun langsung nyerang para iblis itu dengan serangan kami masing-masing.

~Fla Sword Art : Burning Fla Slash~

~Flower Sword Art : Adenium Petal Slash~

~Plant Sword Art : Oleander’s Resin Slash~

Dengan serangan kami bertiga itu, sebagian besar para iblis yang berdatangan dari gerbang akademi pun telah berhasil dikalahkan.

"Aku lupa untuk nanyakan hal ini, Rid. Apa kamu lihat kemana Raja Albert pergi ? Karena aku lihat tadi Raja Albert sedang nuju ke arah gedung lobi akademi, sedangkan kamu datang dari gedung lobi akademi," ucap nona Karina sambil terus nyerang para iblis yang ada di sekitarnya.

"Raja Albert ? Raja Albert sudah aku hempaskan ke arah dinding pembatas yang berada dekat dengan gedung tempat tinggal staf dan pengajar akademi, nona. Nona bisa lihat kan ada dinding yang hancur dan terbakar di dekat gedung tempat tinggal itu ? Di dinding itu lah Raja Albert berada setelah aku hempaskan," ucapku yang juga sambil terus nyerang para iblis yang ada di sekitarku.

Nona Karina lalu noleh ke arah dinding yang aku beritahukan sebelumnya. Dinding itu masih terbakar skipun api yang mbakar dinding itu tidak sebesar sebelumnya.

"Jadi kamu yang telah rusak dan nghancurkan dinding itu ?," tanya nona Karina.

"Iya, nona. Aku minta maaf karena telah nghempaskan Raja Albert ke dinding itu," ucapku.

"Tidak apa-apa, lagipula sebagian besar bangunan dan objek di akademi ini pastinya sudah hancur karena serangan para iblis ini, jadi aku tidak mpermasalahkannya. Daripada itu, bagaimana dengan keadaan Raja Albert ? Apa beliau sudah tumbang ?," tanya nona Karina.

"Aku mang telah nghempaskannya, nona, tetapi aku tidak tahu apakah beliau sudah tumbang atau belum karena setelah itu, aku langsung bergegas untuk nyelamatkan anda dan nona Violetta dari angin tornado yang njebak anda," ucapku.

"Begitu ya, jadi kamu tidak tahu kalau Raja Albert sudah dikalahkan atau belum," ucap nona Karina.

Setelah itu, aku dan nona Karina kembali terus nyerang para iblis yang ada di sekitar kami berdua. Ketika aku sedang nyerang para iblis yang ada di sekitarku, aku rasakan kalau ada aura seseorang yang lesat dengan cepat ke arahku. Aku ngetahui siapa pemilik aura ini.

"Kelihatannya beliau belum tumbang, nona," ucapku.

Setelah ngatakan itu, Raja Albert tiba-tiba sudah berada di dekatku dan langsung nyerangku dengan pedang api berwarna hitam yang mbara seperti yang beliau gunakan sebelumnya. Aku yang nyadari akan hal itu pun langsung nggunakan pedangku untuk nahan serangan Raja Albert. Setelah itu, pedang kami berdua pun saling beradu.

Nona Karina dan nona Violetta yang berada di dekatku terlihat terkejut ketika lihat Raja Albert yang sudah berada di dekatku dan langsung nyerangku. reka berdua terlihat ingin mbantuku dengan nyerang Raja Albert yang saat ini tengah beradu pedang denganku. Tetapi aku langsung nghentikan reka berdua yang ingin mbantuku.

"Tunggu, nona Karina, nona Violetta. Kalian berdua tidak perlu mbantuku, aku bisa nangani ini sendiri. Lebih baik, kalian hadapi saja lawan yang sebentar lagi akan datang," ucapku.

Setelah itu, Duchess Harriet dan Duchess Claret tiba-tiba muncul di samping nona Karina dan nona Violetta. Duchess Harriet dan Duchess Claret kemudian langsung nyerang nona Karina dan nona Violetta, tetapi nona Karina dan nona Violetta dengan sigap dapat nahan serangan reka berdua.

"Musuh yang repotkan akhirnya kembali juga. Serangan yang kami lancarkan tadi sepertinya belum cukup untuk ngalahkan kalian berdua," ucap nona Karina.

"Kebetulan sekali kalian berdua muncul kembali, karena sekarang kami berdua sudah pulih dari luka-luka kami, ayo kita mulai bertarung lagi," ucap nona Violetta.

Nona Karina kemudian bertarung dengan Duchess Claret, sentara nona Violetta bertarung dengan Duchess Harriet. Sedangkan aku saat ini sedang bertarung dengan Raja Albert. Kondisi Raja Albert saat ini sangat mprihatinkan dengan banyak luka bakar yang ada pada tubuhnya. Luka bakar itu berasal dari serangan yang aku lancarkan kepadanya tadi. ski terdapat luka bakar pada sebagian besar tubuhnya, Raja Albert masih dapat bergerak dengan cepat dan lincah. Tetapi itu bukanlah hal yang nyulitkan bagiku karena aku masih dapat lukai tubuh Raja Albert.

Saat ini, kami bertiga sedang fokus dengan lawan yang kami hadapi masing-masing. ski begitu, kami tidak hanya lawan reka bertiga saja karena masih ada beberapa iblis di sekitar kami yang ikut campur dalam pertarungan kami. Kami pun juga harus lawan iblis-iblis itu disaat kami sedang bertarung dengan iblis kuat yang njadi lawan kami.

-

Sentara itu, di pertigaan jalan yang nghubungkan taman akademi, area pertokoan dan asrama akademi.

Terlihat Irene sedang gang rapiernya sambil nghembuskan nafasnya. Asap putih terlihat keluar dari mulut Irene saat Irene nghembuskan nafasnya itu. Lalu di sekitar Irene saat ini terlihat ada banyak potongan tubuh iblis dan manusia biasa yang telah mbeku.

"Tidak hanya para iblis saja, orang-orang biasa pun juga ikut nyerang akademi ini. Sepertinya reka nyerang akademi ini karena reka ingin mbunuhku yang rupakan anggota keluarga San Lucia. Tidak hanya aku, reka pastinya juga ingin mbunuh ayahanda dan ibunda yang kebetulan sedang berada di akademi ini. Aku tidak akan mbiarkan reka lakukan hal itu," ucap Irene.

Setelah itu, Irene noleh ke tempat lain, tepatnya ke arah area pertokoan. Di tempat itu ada beberapa iblis dan orang biasa yang sedang bertarung dengan beberapa prajurit dan murid akademi. Irene pun dengan cepat lesat ke tempat itu dan langsung nyerang beberapa iblis dan orang-orang yang terlibat dalam penyerangan yang ditemuinya itu

-

Di danau Akademi.

Terlihat Chloe sedang lawan beberapa iblis dan orang-orang biasa dengan nggunakan kedua dagger miliknya yang terbuat dari sihir api. Chloe terus nyerang para iblis dan orang-orang biasa yang ada di sekitarnya itu dari jarak dekat. Setelah para iblis dan orang-orang biasa yang ada di sekitarnya sudah dikalahkan, Chloe kemudian ngambil busur panah yang ada di punggungnya dan mulai nembaki para iblis dan orang-orang biasa yang berada jauh darinya.

-

Di hutan akademi.

Terlihat Charles sedang lihat ke arah sebuah kubus yang berukuran cukup besar yang terbentuk dari sihir air yang berada di hadapannya. Di dalam kubus air itu, terdapat banyak iblis dan orang-orang biasa yang terjebak di dalam kubus itu. reka yang terjebak di dalam kubus air itu terlihat sudah mulai kehabisan nafas reka karena reka tidak bisa bernafas di dalam air. Setelah itu, Charles gang pedang miliknya dan langsung nebas kubus air itu njadi beberapa bagian. Para iblis dan orang-orang biasa yang ada di dalam kubus air itu pun juga ikut tertebas dan terpotong njadi beberapa bagian.

Beberapa prajurit dan murid akademi yang berada di hutan akademi terlihat takjub dengan apa yang dilakukan oleh Charles.

"Anda benar-benar hebat, pangeran,"

"Iya, itu benar. Pangeran sangatlah hebat dan kuat," ucap beberapa prajurit dan murid akademi.

Tidak hanya itu, para prajurit dan murid akademi itu pun juga berterima kasih karena Charles telah datang untuk mbantu reka yang ada di hutan akademi itu.

"Terima kasih karena telah mbantu kami, pangeran,"

"Itu benar, jika tidak ada kamu, kami pastinya masih bertarung dengan para iblis itu," ucap beberapa prajurit dan murid.

"Tidak perlu berterima kasih kepadaku. Lagipula pertarungan ini masih belumlah selesai," ucap Charles sambil lihat ke sekitarnya.

Di sekitar Charles, para prajurit dan para murid akademi, ada beberapa iblis yang berdatangan kembali ke arah reka.

"Sepertinya pertarungan ini akan berlangsung lama," ucap Charles sambil bersiap untuk nyerang para iblis yang berdatangan itu.

-

Di arena turnan akademi.

Terlihat masih ada beberapa orang di tempat itu. Namun tidak terlihat ada Ratu Kayana, komandan Oliver, Duke Louis dan Duchess Arlet di ruangan itu. Sepertinya reka telah pergi dari tempat itu.

Beberapa orang yang masih ada di ruangan itu terlihat sedang ketakutan saat ini. reka ketakutan karena lihat ada beberapa orang di antara reka yang sudah terbaring dengan bersimbah darah. Bahkan Duke San Minerva yaitu Duke Dylan dan istrinya yaitu Duchess Hazel juga sudah terbaring dengan bersimbah darah. Belum diketahui apakah reka masih hidup atau tidak. Kemudian, beberapa orang di ruangan itu yang masih tersadar semakin panik dan ketakutan begitu lihat Duchess Arnett, senior Vyn, komandan Dayne dan para prajurit Duke San Quentine mulai bergerak ke arah reka dan nyerang reka secara satu per satu.

Sentara itu, di salah satu sisi area penonton turnan akademi.

Terlihat istri dari Duke San Angela saat ini yaitu Duchess Ecrin juga sudah terbaring dengan kondisi bersimbah darah. Di dekat Duchess Ecrin yang terbaring dengan bersimbah darah, ada Duke San Angela yaitu Duke Neil yang sedang berdiri terdiam sambil lihat ke arah depannya. Duke Neil berdiri terdiam sambil masang ekspresi terkejut di wajahnya. Duke Neil masang ekspresi terkejut karena saat ini di hadapannya ada Duke Remy yang sedang nusuknya dengan nggunakan pedang. Duke Neil ditusuk oleh Duke Remy tepat di dadanya.

"Tuan Remy....kenapa ???," ucap Duke Neil.

Setelah itu, Duke Neil pun jatuh dan terbaring di lantai. Darah terus keluar dari luka tusukan di dadanya itu. Kemudian, Duke Remy pun ngayunkan pedangnya untuk mbuang darah yang nempel pada pedangnya itu. Setelah itu, Duchess Arnett, senior Vyn, komandan Dayne dan para prajurit Duke San Quentine mulai nghampiri Duke Remy setelah reka selesai nyerang orang-orang yang ada di ruangan itu. Duke Remy lalu lihat ke arah reka yang nghampirinya.

"Ayo kita mulai perburuannya," ucap Duke Remy dengan ekspresi wajah yang serius.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 349 : Insiden di Arena Turnamen Akademi on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.