Font Size
15px

Di depan gedung lobi akademi.

Aku saat ini sedang bertarung dengan Raja Albert yang sudah berubah njadi iblis. Aku dan Raja Albert saling nyerang dalam jarak dekat dengan nggunakan pedang milik kami masing-masing. Aku berhasil lukai Raja Albert beberapa kali disaat kami saling nyerang, sedangkan Raja Albert tidak dapat lukaiku karena aku dengan sigap selalu nahan dan nghindari serangannya. Aku harus berhati-hati dengan serangan dari pedang Raja Albert karena pedangnya itu saat ini tengah dialiri oleh ~Dark Magic~. Aku rasa itu akan cukup berbahaya bagiku apabila aku terkena serangan pedang itu skipun aku bisa nyembuhkan diriku apabila terkena serangan yang sudah dialiri oleh ~Dark Magic~ itu.

Setelah cukup lama saling beradu serangan dalam jarak dekat, aku kemudian lancarkan serangan yang cukup kuat ke arah Raja Albert.

~Glacier Strike~.

Aku lancarkan serangan itu dengan cepat ke arah Raja Albert, namun Raja Albert juga dengan cepat dapat nahannya dengan pedangnya. ski begitu, Raja Albert langsung terhempas setelah seranganku ngenai pedangnya yang digunakan untuk nahan seranganku. Raja Albert terhempas cukup jauh beberapa ter ke belakang ke arah jalan nuju gerbang akademi. Ketika lihat Raja Albert yang terhempas ke arah gerbang akademi, aku pun bisa lihat sebuah angin tornado yang sangat besar yang berada di dekat gerbang akademi. Sebenarnya aku saat awal bertarung dengan Raja Albert sudah lihat angin tornado itu, tetapi aku tidak fokus untuk lihatnya karena sedang fokus bertarung dengan Raja Albert. Dan kali ini, aku baru bisa fokus untuk lihatnya.

"Angin tornado itu....sepertinya tercipta dari sihir para iblis yang ada di dekat gerbang akademi. Aku rasakan sedikit aura yang familiar di sekitar angin tornado itu. Dan juga, aku rasakan aura nona Karina dan nona Violetta di dalam angin tornado itu. Sepertinya reka terjebak di dalam angin tornado itu, aku harus nyelematkan reka," ucapku.

Setelah itu, aku bersiap untuk lancarkan serangan jarak jauh untuk nebas dan nghancurkan angin tornado itu. Tetapi sebelum aku sempat lancarkan serangan jarak jauh, tiba-tiba ada banyak iblis yang lesat dan berusaha nyerangku dari jarak dekat. Aku pun nyadari hal itu dan aku langsung ngganti seranganku yang awalnya ditujukan untuk nghancurkan angin tornado itu njadi serangan yang ditujukan untuk mbunuh para iblis itu.

~Secret Sword Art : Full Moon Slash~

Aku lancarkan sebuah tebasan yang berbentuk lingkaran penuh. Para iblis yang berada di sekitarku pun langsung terkena seranganku dengan telak. Beberapa anggota tubuh reka seperti kepala, badan, tangan dan yang lainnya pun langsung terpotong setelah terkena seranganku. Para iblis itu pun langsung tumbang dan tidak bergerak lagi setelah terkena seranganku.

Setelah para iblis itu tumbang, aku langsung kembali bersiap untuk lancarkan serangan ke arah angin tornado itu. Tetapi saat aku sedang bersiap untuk lancarkan serangan, Raja Albert dengan cepat lesat ke arahku dan langsung nyerangku dengan pedangnya. Tetapi aku berhasil nahan serangan pedangnya itu dengan pedangku. Setelah itu, kami kembali lakukan adu serangan dalam jarak dekat dalam beberapa nit. Setelah lakukan adu serangan dalam jarak dekat, kami berdua pun langsung mundur beberapa langkah ke belakang. Setelah itu, aku lihat Raja Albert sedang bersiap untuk lakukan sesuatu.

~San Fulgen Art Fire Technique : Blazing Fla Sword~

Setelah itu, pedang yang dipegang oleh Raja Albert tiba-tiba diselimuti oleh api yang berkobar. Lalu, karena sebelumnya pedang yang dipegang oleh Raja Albert telah diselimuti oleh ~Dark Magic~, ~Dark Magic~ dan api yang berkobar itu pun saling nyatu dan mbuat pedang itu sekarang njadi diselimuti oleh api berwarna hitam yang berkobar.

"Perpaduan sihir kegelapan dan sihir api ya," ucapku saat lihat ke arah Raja Albert.

Aku tidak terkejut saat lihat hal itu karena aku sudah tahu kalau ~Dark Magic~ bisa digabung dengan sihir elen lainnya. Tidak hanya ~Dark Magic~ saja, ~Light Magic~ pun juga bisa digabung dengan sihir elen lainnya.

Lalu, setelah Raja Albert sudah nyelimuti pedangnya dengan api berwarna hitam yang berkobar, beliau langsung ngayunkan pedang itu ke arahku. Sebuah tebasan api berwarna hitam pun ngarah kepadaku setelah beliau ngayunkan pedangnya itu. lihat tebasan itu lesat ke arahku, aku langsung bersiap untuk nahan serangan itu. Aku tidak bisa nghindari serangan itu karena serangan itu bisa jadi malah ngenai gedung lobi akademi yang berada di belakangku dan langsung mbakarnya. Karena itu, aku harus nahan serangan itu dan nghilangkannya.

~Secret Sword Art : Fla Slayer Slash~

Aku pun langsung nebas tebasan api berwarna hitam yang ngarah kepadaku itu. Aku berhasil nebas tebasan itu dan mbuat tebasan itu terbelah njadi dua. Setelah terbelah, tebasan itu pun langsung nghilang secara perlahan.

"Tidak peduli mau itu api biasa, api berwarna hitam atau api berwarna apapun, selama itu adalah api, aku bisa nebasnya dengan teknik ini," pikirku.

Setelah itu, Raja Albert terus lancarkan serangan jarak jauh dari pedang yang diselimuti api berwarna hitam itu, sentara aku terus nahan serangan-serangan itu dengan teknik milikku. Aku secara perlahan mulai ndekati Raja Albert sambil terus nahan serangan-serangan itu. Setelah berada cukup dekat dengan Raja Albert, aku langsung lesat dengan cepat ke arahnya dan lancarkan sebuah tebasan.

~Fla Sword Art : Great Fla Slash~

Raja Albert terkena serangan yang kulancarkan itu dengan telak sehingga mbuat tubuhnya terbakar. Selain itu, beliau pun juga terhempas terbawa oleh tebasan api yang ku lancarkan. Raja Albert terhempas ke arah kanan gedung lobi akademi. Raja Albert terhempas sangat jauh sampai nghantam dinding pembatas yang berada dekat dengan gedung tempat tinggal staf dan pengajar akademi.

*BUMMMMMM

Setelah Raja Albert nghantam dinding pembatas itu, terdengar suara ledakan yang sangat keras disertai dengan kobaran api yang muncul dan mbara hebat di tempat itu. skipun kobaran api itu mbara dengan hebat di tempat itu, untungnya kobaran api itu tidak sampai luas dan mbakar tempat di sekitarnya. Setelah nghempaskan Raja Albert, aku pun lihat ke arah tempat itu.

"Karena para iblis sudah nyerang akademi ini dan nghancurkan beberapa bangunan serta beberapa objek di akademi ini, sepertinya tidak akan ada masalah apabila aku nghancurkan salah satu sisi dinding dengan seranganku tadi. Selain itu, untungnya aku sebelumnya sudah rintahkan Charles dan Chloe untuk mbantu di tempat lain. Jika reka pergi ke tempat ini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada reka setelah lihat ayah reka telah berubah njadi iblis. Dan juga, aku tidak tahu apa yang akan reka lakukan kepadaku ketika reka lihatku sedang nyerang ayah reka," ucapku.

Setelah itu, aku kembali noleh ke arah gerbang akademi untuk bersiap nghancurkan angin tornado yang ada di tempat itu..

"Aku sejak tadi ingin sekali nolong nona Karina dan nona Violetta, tetapi selalu ada saja yang nghalangiku. Sekarang waktunya untuk nolong reka berdua karena sudah tidak ada yang nghalangi," ucapku.

~Secret Sword Art : Wind Slayer Slash~

Aku lancarkan serangan jarak jauh ke arah angin tornado itu. Serangan itu lesat dengan cepat ke arah angin tornado itu dan serangan itu pun langsung nebas angin tornado itu njadi dua. Setelah angin tornado itu terbelah njadi dua, angin tornado itu mulai kehilangan kekuatannya dan secara perlahan mulai nghilang.

Sentara itu, Duchess Claret dan Duchess Harriet yang berada tidak jauh dari angin tornado itu nyadari kalau ada seseorang yang sudah nyerang dan nghancurkan angin tornado itu. reka berdua pun langsung lesat dengan cepat ke arah orang yang nyerang angin tornado itu yaitu Rid.

Aku yang baru saja lancarkan serangan itu nyadari kalau ada 2 sosok iblis yang sedang lesat ke arahku. Aku ngenal wajah 2 sosok iblis itu, 2 sosok iblis itu adalah Duchess Harriet dan Duchess Claret. Duchess Harriet dan Duchess Claret lesat dengan cepat ke arahku dan bersiap untuk nyerangku. Tetapi aku hanya diam saja karena aku nyadari ada dua orang lain yang juga lesat ke arahku. Tepatnya bukan ke arahku, tetapi 2 orang itu lesat untuk ngejar Duchess Harriet dan Duchess Claret. Ketika Duchess Claret dan Duchess Harriet sudah berada dalam jarak yang dekat denganku dan hampir nyerangku, dua orang itu langsung nyerang Duchess Claret dan Duchess Harriet dengan pedang milik reka masing-masing.

~Flower Sword Art : Chaenoles Thorn Thrust~

~Plant Sword Art : Bridelia Retusa Thorn Thrust~

Duchess Claret dan Duchess Harriet yang sedang fokus untuk nyerangku pun tidak nyadari kalau ada yang sedang nyerang reka. reka berdua pun terkena serangan itu dengan telak dan mbuat masing-masing dari reka terhempas ke arah yang berbeda. Duchess Claret terhempas ke arah kananku, sentara Duchess Harriet terhempas ke arah kiriku. Setelah Duchess Claret dan Duchess Harriet terhempas, dua orang yang nyerang Duchess Claret dan Duchess Harriet kini sudah berada di sampingku sambil gang pedang milik reka masing-masing. Dua orang yang sedang berada di sampingku itu adalah nona Karina dan nona Violetta yang baru saja aku selamatkan dari angin tornado yang njebak reka berdua.

"Terima kasih karena telah nyelamatkanku, nona Karina, nona Violetta," ucapku.

"Kamu tidak perlu berterima kasih, Rid. Walaupun kami berdua tidak nyerang reka, kamu pasti dapat dengan mudah ngatasi reka. Daripada itu, justru kamilah yang berterima kasih, Rid. Terima kasih karena telah nyelamatkan kami berdua dari angin tornado itu," ucap nona Karina.

"Iya, itu benar. Terima kasih, Rid," ucap nona Violetta.

"Sama-sama, nona," ucapku.

Setelah itu, kami bertiga lihat ke arah gerbang akademi karena kami rasakan ada sesuatu di gerbang akademi. Dan benar saja, di gerbang akademi saat ini ada banyak iblis yang sedang berjalan masuk ke dalam wilayah akademi.

"Sepertinya kita tidak diberi waktu untuk istirahat sedikitpun," ucap nona Violetta.

"Tidak ada waktu untuk istirahat sampai kita ngalahkan semua iblis yang nyerang akademi ini, Violetta. Ayo kita kalahkan reka semua," ucap nona Karina.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 348 : Dark Magic & Fire Magic on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.