Font Size
15px

"Apa katamu ?!," nona Violetta yang terkejut.

"Segerombolan iblis telah nerobos masuk lewati dinding pembatas yang ada di sisi lain ?," tanya nona Karina.

Setelah itu, terdengar suara dentuman dan teriakan dari orang-orang yang ada di belakang nona Karina dan nona Violetta. Suara teriakan itu berasal dari bagian dalam wilayah akademi.

"Sepertinya para iblis yang nerobos masuk sudah mulai nyerang orang-orang yang berada di akademi. Apa yang harus kita lakukan, nona ?," tanya nona Violetta.

Nona Karina lalu terdiam sambil mikirkan sesuatu. ski dia sedang terdiam dan berpikir, pandangannya tidak lepas dari Raja Albert dan para iblis lainnya yang berada di hadapannya. Tidak lama kemudian, nona Karina kembali berbicara.

"Kita berdua harus tetap disini untuk nahan reka. Sentara untuk para iblis yang nyerang, kamu mintalah bantuan prajurit dari luar akademi untuk mbantu. Bila perlu, minta bantuan kepada para murid yang ada untuk mbantu dalam lawan para iblis yang nyerang itu. Saat ini di akademi ini sedang ada banyak sekali tamu penting, kita harus lindungi reka karena sepertinya rekalah tujuan para iblis ini nyerang akademi. Sekarang kamu cepatlah pergi," ucap nona Karina kepada prajurit yang sebelumnya mberikan informasi.

"Baik, nona," ucap prajurit itu.

Prajurit itu langsung pergi kembali ke bagian dalam wilayah akademi. Saat prajurit itu sedang berlari pergi, tiba-tiba Raja Albert lancarkan tebasan jarak jauh yang terbuat dari ~Dark Magic~ ke arah prajurit itu. Tebasan itu pun lesat ke arah prajurit itu, tetapi saat tebasan itu sedang lesat, tiba-tiba muncul sebuah pohon yang cukup besar yang nahan tebasan itu sehingga tebasan itu tidak ngenai prajurit itu. Pohon yang tiba-tiba muncul itu adalah pohon yang berasal dari sihir nona Karina.

"Aku tidak akan mbiarkanmu nyerang orang lain selain kami berdua," ucap nona Karina.

Setelah itu, Raja Albert, Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall, Florian dan putri Alia kembali lesat ke arah nona Karina dan nona Violetta.

"reka datang, Violetta. Karena saat ini sedang ada penyerangan yang dilakukan oleh para iblis di akademi, sepertinya kita tidak boleh hanya nahan reka. Kita harus ngalahkan reka dan segera mbantu untuk ngalahkan para iblis lainnya," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona Karina. Kalau begitu aku akan serius untuk ngalahkan reka," ucap nona Violetta.

Nona Violetta kemudian bersiap untuk lancarkan sebuah teknik miliknya.

~Flower Magic : Garden of Flowers~

Setelah itu, bunga-bunga dalam jumlah banyak mulai bermunculan di sekitar tempat itu. Kemudian, nona Karina juga bersiap untuk lancarkan teknik miliknya.

~Plant Magic : Wave of the Tree of Death~

Setelah itu, puluhan pohon tiba-tiba muncul dari bawah tanah di sekitar tempat reka. Pohon-pohon itu bergerak dengan liuk-liuk dan kemudian pohon-pohon itu mulai nyerang Raja Albert dan yang lainnya. Raja Albert dan yang lainnya langsung nyerang pohon-pohon yang nyerang reka dan reka pun berhasil motong dan nghancurkan pohon-pohon itu. Tetapi skipun reka berhasil motong dan nghancurkan pohon-pohon itu, pohon-pohon yang lain kembali muncul di sekitar tempat reka saat ini. Di saat Raja Albert dan yang lainnya sedang fokus untuk nyerang pohon-pohon itu, nona Karina dan nona Violetta dengan cepat langsung nyerang reka dengan nggunakan pedang reka.

~Plant Sword Art : Sandbox’s Resin Slash~

~Flower Sword Art : Sword Dance in the Flower Garden~

Nona Karina berhasil nyerang Raja Albert, putri Alia, dan Duchess Harriet dengan serangannya itu. Sentara nona Violetta berhasil nyerang Duchess Claret, komandan Marshall dan juga Florian.

-

Sentara itu di bagian dalam wilayah akademi.

Di danau akademi, terlihat beberapa prajurit dan beberapa murid sedang lawan para iblis yang nyerang tempat itu. Tidak hanya para iblis saja yang nyerang tempat itu, beberapa orang juga ikut terlibat dalam penyerangan itu. Pada dinding pembatas yang ada di dekat danau akademi, terlihat ada sebuah lubang dan retakan yang cukup besar di salah satu titik di dinding itu. Lubang dan retakan itu sepertinya digunakan sebagai akses masuk para iblis dan orang-orang yang terlibat dalam penyerangan itu.

Selain itu, pada dinding pembatas yang berada di belakang asrama akademi dan gedung tempat tinggal staf, pengajar dan tamu akademi juga terdapat lubang dan retakan yang cukup besar pada salah satu titik di dinding pembatas itu. Sentara itu, di sekitar asrama akademi dan juga gedung tempat tinggal staf akademi, beberapa prajurit yang njaga akademi dan beberapa murid sedang bertarung lawan para iblis dan beberapa orang yang ikut terlibat dalam penyerangan.

"Sial, reka ada banyak sekali. Kenapa reka tiba-tiba nyerang akademi ini ?,"

"Ini sama seperti yang terjadi saat festival akademi 3 tahun lalu dimana akademi juga diserang,"

"Itu benar, tetapi skala penyerangan kali ini lebih besar daripada 3 tahun lalu," ucap para murid.

Para prajurit dan para murid terus bertarung dengan para iblis dan orang-orang yang ikut nyerang akademi.

"Kami minta maaf karena telah minta bantuan kalian ngingat jumlah kami tidak cukup apabila harus lawan reka semua," ucap salah satu prajurit.

"Tidak perlu minta maaf, tuan. Sebagai murid di akademi ini, sudah kewajiban kami untuk ikut mbantu apabila ada yang nyerang akademi ini," ucap salah satu murid.

Pertarungan antara para prajurit dan para murid dengan para iblis dan orang-orang yang terlibat dalam penyerangan itu berlangsung sangat sengit. Pertarungan itu berlangsung hampir di seluruh wilayah akademi kecuali di dalam gedung tengah akademi dan di sekitar gerbang akademi tempat nona Karina dan nona Violetta berada.

Sentara itu, beberapa iblis terlihat sudah nerobos masuk ke dalam area bangunan yang njadi tempat belajar para murid akademi. reka nerobos masuk lewati gedung lobi akademi dan ngalahkan para prajurit yang berjaga disana. reka juga nerobos masuk dengan lewati gedung staf dan pengajar akademi yang berada di sisi yang berlawanan dari gedung lobi akademi. Setelah nerobos masuk, para iblis itu berniat untuk robos masuk ke gedung tengah yang berada di tengah area itu, tetapi para prajurit yang berjaga di sekitar gedung tengah berhasil nahan para iblis itu agar tidak masuk ke dalam gedung tengah, setidaknya untuk saat ini.

-

Di arena turnan akademi.

Terlihat Ratu Kayana sudah berada di tengah arena turnan akademi dan mberikan informasi kepada orang-orang yang berada di arena turnan kalau saat ini akademi dan juga seluruh wilayah kerajaan San Fulgen sedang diserang oleh segerombolan iblis dalam jumlah banyak dan juga orang-orang biasa yang ikut terlibat dalam penyerangan itu. Saat Ratu Kayana sedang mberikan informasi itu, terdengar ada beberapa suara dentuman, ledakan dan teriakan yang berasal dari luar arena turnan akademi. Suara ledakan dan teriakan itu seolah sedang ngelilingi reka dan itu mbuat reka cemas serta takut.

"Itu saja yang ingin aku informasikan. Dengan ini aku nyatakan kalau turnan akademi ini akan dihentikan sentara. Setelah ini, kalian bebas untuk lakukan apapun. Apabila kalian ingin berlindung di tempat ini, silahkan. Apabila kalian ingin keluar dan mbantu untuk lawan para penyerang itu juga silahkan," ucap Ratu Kayana.

Setelah Ratu Kayana berkata seperti itu, beberapa orang yang ada di tempat itu mulai tergesa-gesa untuk pergi keluar dari arena turnan itu, sentara sisanya masih berada di arena turnan itu. Setelah itu, Ratu Kayana lesat kembali nuju tempat duduk yang dia tempati sebelumnya. Kemudian, Ratu Kayana langsung berbicara dengan komandan Oliver.

"Tuan Oliver, perintahkan beberapa prajurit anda untuk mbantu dalam lawan para iblis dan orang-orang yang nyerang akademi ini. Aku tahu para prajuritmu itu mungkin saat ini juga sedang lawan para penyerang yang nyerang tempat lain, tapi tolong usahakan agar reka mau mbantu dan datang ke akademi ini," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap tuan Oliver.

Setelah itu, tuan Oliver langsung bergegas untuk nghubungi para prajuritnya.

"Aku juga harus lakukan sesuatu kepada reka yang telah nyerang akademi ini," ucap Ratu Kayana.

-

Di ruang tunggu peserta turnan akademi.

Setelah ndengar perkataan Ratu Kayana, aku langsung bangun dari tempat dudukku dan bersiap untuk ninggalkan ruangan itu. lihatku yang sedang bersiap untuk ninggalkan ruangan itu, Charles langsung bertanya kepadaku.

"Kamu mau kemana, Rid ?," tanya Charles.

"Aku ingin pergi untuk mbantu lawan para penyerang yang nyerang akademi ini. Sebagai ketua Elevrad saat ini, mana mungkin aku diam saja lihat reka nyerang akademi ini," ucapku.

"Kalau begitu, aku akan ikut mbantu," ucap Charles.

"Aku juga," ucap Chloe.

Tidak hanya Charles dan Chloe saja, Noa, Elaina dan Leandra juga berkata kalau reka akan ikut mbantu. Sentara Irene tidak berkata kalau dia akan ikut mbantu, tetapi skipun Irene tidak berkata kalau akan ikut mbantu, Irene pastinya akan tetap ikut mbantu.

"Baiklah, kalau pergi ayo kita segera pergi untuk mbantu lawan para iblis dan orang-orang yang terlibat dalam penyerangan ini. Kalian pergilah ke tempat tinggal para staf, asrama akademi, area pertokoan, taman akademi serta danau akademi," ucapku.

"Baiklah, tapi kamu sendiri akan pergi kemana, Rid ?," tanya Chloe.

"Aku akan pergi ke gerbang akademi, aku rasa ada beberapa lawan yang repotkan di tempat itu," ucapku.

-

Kembali ke dekat gerbang akademi.

Nona Karina dan nona Violetta terlihat masih bertarung dengan Raja Albert, Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall, Florian dan putri Alia. Pohon-pohon yang muncul di permukaan tanah akibat sihir dari nona Karina terlihat masih liuk-liuk dan nyerang Raja Albert dan yang lainnya. Di sekitar tempat itu juga masih terdapat banyak bunga yang diciptakan dari sihir nona Violetta.

Sentara itu, nona Karina dan nona Violetta terlihat sudah terkena beberapa serangan yang ngakibatkan tubuh reka saat ini sudah ngalami beberapa luka. Raja Albert dan yang lainnya pun sama, tubuh reka juga terdapat beberapa luka tetapi reka tetap tanpa henti nyerang nona Karina dan nona Violetta seolah reka tidak rasakan luka-luka yang ada pada tubuh reka.

Saat ini, Raja Albert sedang lancarkan beberapa serangan tebasan jarak dekat ke nona Karina, tetapi nona Karina berhasil nahan semua serangan itu dengan pedangnya.

"Aku mungkin bisa nahan serangan ini saat ini, tetapi aku nyadari kalau serangan ini sangatlah kuat. Hanya tinggal nunggu waktu saja sampai aku sudah tidak bisa nahan serangan ini,"

"Daripada itu, kakak Albert, kenapa kamu bisa berubah njadi iblis seperti ini ? Aku harus segera ngalahkanmu. Aku tidak akan mbiarkanmu nemui kakak Kayana dengan penampilanmu yang sudah berubah njadi iblis," pikir nona Karina.

Setelah itu, nona Karina dan Raja Albert saling nyerang dengan serangan jarak pendek nggunakan pedang reka masing-masing. Sentara itu, nona Violetta saat ini sedang nyerang putri Alia.

"Alia, sadarlah! Siapa yang telah mbuatmu njadi iblis seperti ini ?," tanya nona Violetta.

Putri Alia hanya diam saja tanpa njawab pertanyaan nona Violetta. reka berdua terus saling nyerang satu sama lain nggunakan senjata reka masing-masing. Nona Karina saat ini fokus untuk lawan Raja Albert, sentara nona Violetta fokus untuk lawan putri Alia, namun reka tidak bisa fokus dengan lawan reka masing-masing karena Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall dan Florian selalu ngganggu pertarungan reka.

Setelah beberapa saat saling bertarung, nona Violetta dan nona Karina pun mundur beberapa langkah ke belakang ke arah bagian dalam wilayah akademi. Raja Albert dan yang lainnya juga mundur beberapa langkah ke belakang ke arah gerbang akademi. reka semua terlihat sudah ndapatkan beberapa luka di tubuh reka.

"Disaat kita sedang fokus lawan 1 iblis, iblis-iblis yang lainnya datang mbantu dan ngganggu pertarungan kita. Ini benar-benar repotkan," ucap nona Violetta.

"Iya, jika iblis yang lainnya tidak ngganggu, setidaknya aku yakin kalau aku bisa ngalahkan Raja Albert yang sudah berubah njadi iblis itu," ucap nona Karina.

"Aku juga pastinya dapat ngalahkan Alia. Tetapi aku ragu apakah aku bisa ngalahkan dan mbunuhnya atau tidak karena aku masih tidak nyangka Alia telah berubah njadi iblis. Aku tidak ndengar kabar kalau Alia telah diculik atau yang lainnya, tetapi tiba-tiba dia muncul dengan wujud yang sudah berubah njadi iblis. Aku tidak akan maafkan orang yang telah ngubahnya njadi iblis, aku akan mbunuh orang itu," ucap nona Violetta.

"Kamu benar, sampai saat ini tidak ada kabar kalau Alia telah diculik dan sebagainya. Berbeda dengan Raja Albert, nona Claret dan nona Harriet yang sebelumnya dikabarkan telah nghilang dari kediamannya. Lalu Florian dan komandan Marshall yang juga telah diculik dari penjara San Sabaneta. Setidaknya ada kabar tentang reka sebelum reka diketahui telah diubah njadi iblis, tetapi kenapa Alia tidak ada kabar sama sekali ?," tanya nona Karina.

Nona Karina lalu terdiam sambil mikirkan sesuatu. Tidak lama kemudian, nona Karina terlihat seperti sudah nyadari sesuatu. Wajahnya nampak terkejut.

"Jangan-jangan......," ucap nona Karina.

-

Sentara itu disisi Raja Albert dan yang lainnya.

Raja Albert terlihat sedang bersiap untuk lancarkan serangan. Dia mulai ngaliri pedangnya dengan ~Dark Magic~ yang cukup banyak.

"Kalian semua, berhenti bermain-main. Bantu aku agar aku bisa lewati reka," ucap Raja Albert dengan suara yang datar.

"Baik," ucap Duchess Claret, Duchess Harriet, Florian, komandan Marshall dan putri Alia.

reka ngatakan itu dengan suara yang datar.

-

Kembali ke sisi nona Karina dan nona Violetta.

"Jangan-jangan....orang yang telah ngubah Alia adalah tuan Duke Remy," ucap nona Karina.

"Apa ?! Apa yang baru saja anda katakan, nona ?," tanya nona Violetta yang terkejut.

"Ini hanya pemikiranku saja karena selama ini tidak ada kabar tentang Alia sama sekali. Tuan Duke Remy pun juga tidak mberi kabar apabila Alia telah hilang dan sebagainya. Tetapi sekarang Alia telah muncul dengan wujud yang sudah berubah njadi iblis, bukankah wajar jika aku curiga kepada tuan Duke Remy ?," tanya nona Karina.

"Yah, pemikiran anda ada ben-," ucap nona Violetta.

Sebelum nona Violetta sempat nyelesaikan perkataannya, tiba-tiba sebuah angin tornado yang muncul di tengah-tengah reka.

"Angin tornado ?!," ucap nona Violetta yang terkejut.

"Cepat nghindar sebelum angin tornado itu semakin besar," ucap nona Karina.

Nona Violetta dan nona Karina pun langsung njauh ninggalkan tempat munculnya angin tornado itu. Angin tornado itu pun secara perlahan mulai mbesar sampai ukurannya sangat besar sekali. Angin tornado itu mulai narik segala sesuatu yang ada di sekitar reka.

"Angin tornado ini kuat sekali, siapa yang nciptakan angin tornado itu ?!," ucap nona Violetta.

"Sepertinya angin itu adalah ciptaan Florian ngingat dia bisa nggunakan Strom Magic," ucap nona Karina.

"Aku sebelumnya pernah bertarung lawannya, tetapi sihir miliknya saat itu tidak sekuat ini," ucap nona Violetta.

"Tentu saja sihirnya saat ini sudah njadi kuat karena dia saat ini sudah berubah njadi iblis," ucap nona Karina.

Nona Karina lalu lihat ke arah Florian yang sedang berada di dekat gerbang akademi. Di samping Florian ada Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall dan Alia, tetapi tidak terlihat Raja Albert di samping Florian. Nona Karina pun terkejut ketika lihat itu.

"Raja Albert tidak ada ?! Kemana perginya dia ?!," tanya nona Karina yang terkejut.

Nona Karina lalu lihat ke sekelilingnya dan dia pun nemukan Raja Albert yang sedang lesat ke gedung lobi akademi.

"Raja Albert sedang lesat untuk nuju gedung lobi akademi. Aku tidak yakin para prajurit yang berjaga di gedung lobi akademi dapat nghentikannya. Violetta, ayo kita kejar dia," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

Nona Karina dan nona Violetta langsung lesat untuk ngejar Raja Albert. ski di dekat reka sedang ada angin tornado yang sangat besar yang narik apapun yang berada di sekitar angin tornado itu, tetapi itu tidak mbuat lambatnya kecepatan nona Violetta dan nona Karina untuk ngejar Raja Albert. Nona Karina lalu mperhatikan Raja Albert sambil terus ngejarnya. Pada pedang yang di pegang oleh Raja Albert, terlihat ada aura berwarna hitam pekat yang nyelimuti pedang itu.

"Raja Albert sepertinya mau lakukan sesuatu, cepat kita hentikan dia, Violetta," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

Nona Karina dan nona Violetta terus ngejar sampai akhirnya reka berdua sudah berada dekat dengan Raja Albert dan hampir ngejarnya. Tetapi saat reka berdua sudah hampir ngejarnya, tiba-tiba di samping reka berdua muncul Duchess Claret dan Duchess Harriet yang bersiap nyerang reka. Munculnya Duchess Claret dan Duchess Harriet di samping reka mbuat reka terkejut.

"Nona Claret dan nona Harriet ? Bagaimana reka sudah ada disini ? Bukankah reka masih berada di dekat gerbang akademi ?," pikir nona Karina yang terkejut.

Setelah itu, Duchess Claret langsung nyerang nona Karina dengan sebuah tendangan yang dilapisi oleh ~Dark Magic~, sentara Duchess Harriet nyerang nona Violetta dengan rapier miliknya yang sudah dilapisi oleh ~Dark Magic~. skipun nona Karina dan nona Violetta terkejut dengan munculnya Duchess Harriet dan Duchess Claret secara tiba-tiba, namun reka berdua dengan sigap langsung nahan serangan itu dengan pedang milik reka. Tetapi begitu serangan dari Duchess Claret dan Duchess Harriet ngenai pedang reka berdua, reka berdua langsung terhempas akibat nahan serangan itu.

"Apa-apaan serangan ini ? Serangan ini lebih kuat dari sebelumnya. Apa sebelumnya reka hanya nahan diri ?," pikir nona Karina.

Nona Karina dan nona Violetta terhempas sangat jauh ke belakang. Nona Karina terlihat nyadari kemana reka sedang terhempas.

"Sial, arah ini kan....," pikir nona Karina.

Nona Karina dan nona Violetta saat ini sedang terhempas ke arah angin tornado yang sangat besar. Nona Karina dan nona Violetta berusaha untuk nghentikan tubuh reka agar tidak terhempas lagi, namun tidak bisa. Apalagi tarikan dari angin tornado itu semakin mbuat reka berdua tidak bisa berhenti. Pada akhirnya reka berdua tetap terhempas sampai akhirnya reka masuk ke dalam angin tornado itu.

-

Sentara itu, Raja Albert terus lesat ke arah gedung lobi akademi. Setelah sampai di depan gedung lobi akademi, Raja Albert langsung masuk ke dalam gedung lobi akademi tanpa gangguan apapun karena para prajurit yang njaga bagian depan gedung lobi akademi sudah dikalahkan. Setelah masuk ke dalam gedung lobi akademi, Raja Albert terus lesat untuk keluar dari gedung lobi akademi lewat sisi lainnya. Ketika sudah keluar dari gedung lobi akademi lewat sisi lainnya, Raja Albert pun berhenti. Saat ini di hadapan Raja Albert ada gedung tengah akademi dan sekitarnya ada beberapa prajurit dan murid yang sedang bertarung lawan para iblis dan orang-orang yang ikut terlibat dalam penyerangan.

Setelah itu, Raja Albert ngangkat kedua tangannya sambil gang pedangnya yang sudah dilapisi oleh aura berwarna hitam yang sangat pekat. Raja Albert sepertinya ingin nyerang gedung tengah akademi itu dengan serangan pedangnya. Setelah ngangkat pedangnya selama beberapa detik, Raja Albert bersiap untuk ngayunkan pedangnya itu. Tetapi saat Raja Albert mau ngayunkan pedangnya itu, tiba-tiba ada seseorang yang lesat dengan cepat ke arah Raja Albert dan langsung nendangnya. Raja Albert tidak sempat untuk nahan tendangan itu karena dia sedang berusaha ngayunkan pedangnya. Raja Albert pun terkena tendangan itu tepat di dadanya dan mbuat dia terhempas nghantama dinding gedung lobi akademi hingga keluar dari gedung lobi akademi dan nghantam jalan yang berada di gedung lobi akademi.

Setelah itu, Raja Albert mulai bangkit kembali sambil lihat ke arah gedung lobi akademi yang dindingnya sudah hancur akibat terkena hantaman Raja Albert yang terhempas. Di pintu gedung lobi akademi, terlihat ada seseorang yang sedang berjalan keluar dari gedung lobi akademi. Sosok orang itu belum terlihat sepenuhnya akibat debu asap yang muncul di tempat itu karena hancurnya dinding gedung lobi akademi. Sosok orang itu pun mulai terlihat jelas secara perlahan setelah orang itu keluar dari kepulan asap yang nyelimuti orang itu. Ternyata orang itu adalah Rid Archie.

Sentara itu, aku yang baru saja nendang Raja Albert langsung ngatakan sesuatu kepada Raja Albert.

"Aku tidak nyangka bisa bertemu dengan Raja, atau lebih tepatnya mantan Raja kerajaan ini. Ayunan pedang yang anda mau lancarkan tadi itu sangat berbahaya karena ayunan pedang itu bisa mbuat gedung tengah akademi terbelah njadi dua. Beruntung aku masih sempat untuk nghentikan anda dalam lancarkan serangan itu,"

"Sekarang, anda tidak akan bisa lancarkan serangan itu lagi ke gedung tengah akademi. Jika anda ingin lancarkan serangan itu, lewati dan kalahkan aku terlebih dahulu," ucapku sambil bersiap nyerang dengan nggunakan pedangku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 347 : Nona Karina dan Nona Violetta on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

Grasping the Evil cover
Similar genre

Grasping the Evil

I'm Ink我是墨水 ·Action

Mastersaid,thewomanIheldinmyhands,ImustprotectfortherestofmylifeMastersaid,it’shardtocultivateasaDemon,andonceyouentertheDemonDao,youshouldneverloo...

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.