Di kota San Lucia.
Terlihat kota itu sedang diserang oleh orang-orang dan para iblis dalam jumlah banyak. Di suatu tempat di kota itu, senior Nadine sedang lawan beberapa orang dan iblis yang nyerang kota itu. Senior Nadine lawan orang-orang dan para iblis itu dengan nggunakan senapan panjang dan senapan kecilnya.
"reka ada banyak sekali. Sepertinya reka nyerang kota ini karena reka ingin mbunuh keluarga San Lucia termasuk diriku," ucap senior Nadine.
Senior Nadine terus nyerang orang-orang dan para iblis yang ada dihadapannya. Saat senior Nadine sedang fokus nyerang, senior Nadine tidak nyadari kalau ada satu iblis yang bersiap nyerangnya dari belakang. Senior Nadine baru nyadari hal itu ketika iblis yang sedang nyerang itu sudah berada dekat dengannya. Iblis itu berniat nyerang senior Nadine dengan nggunakan kukunya yang tajam dan serangannya itu pun sudah hampir njangkau senior Nadine. Namun sebelum serangan itu ngenai senior Nadine, tiba-tiba ada sebuah kabut tebal yang muncul ngelilingi iblis itu. Kabut tebal itu hanya muncul sebentar dan tidak berselang lama kabut itu langsung nghilang. Setelah kabut itu nghilang, iblis yang sedang nyerang senior Nadine langsung tergeletak dengan kondisi tubuh yang sudah tidak miliki kepala. Senior Nadine pun terkejut lihat hal itu.
"Kabut ? Teknik ini, jangan-jangan...," ucap senior Nadine.
Setelah itu, senior Nadine berbalik ke arah orang-orang dan para iblis yang sebelumnya sedang dia hadapi. Di tempat reka, saat ini sedang diselimuti kabut yang tebal. Tidak lama kemudian, kabut tebal itu pun nghilang. Orang-orang dan para iblis yang sebelumnya berada di kabut itu sudah dalam keadaan tergeletak dengan bersimbah darah. Beberapa anggota tubuh dari reka pun juga sudah terpotong. Senior Nadine kembali terkejut setelah lihat hal itu.
"Teknik motong di dalam kabut, teknik itu adalah teknik milik senior Gretta," ucap senior Nadine.
"Itu benar," ucap suara seorang wanita.
Senior Nadine terkejut ketika ndengar suara itu. Dia pun langsung noleh ke arah asal suara tersebut. Ketika senior Nadine sudah noleh ke asal suara tersebut, tiba-tiba muncul tubuh seorang wanita. Tubuh itu pada awalnya tidak ada atau sedang tidak terlihat, lalu tubuh itu secara perlahan mulai mperlihatkan wujudnya. Setelah wanita itu sudah nampakkan seluruh tubuhnya, terlihat jelas siapa wanita itu. Wanita itu adalah senior Gretta, senior dari senior Nadine saat dia masih njadi murid di akademi. Terlihat senior Gretta makai sebuah seragam prajurit dan jubah yang lapisi seragamnya itu. Pada seragam dan jubah yang dikenakan oleh senior Gretta, ada sebuah lambang tetapi lambang itu bukanlah lambang hewan seperti yang dipakai para prajurit Frost Wolf dan prajurit pasukan lainnya.
"Senior Gretta," ucap senior Nadine yang terkejut.
"Iya, ini aku. Lama tidak berjumpa, Nadine," ucap senior Gretta.
Ketika reka berdua baru saja bertemu, tiba-tiba beberapa iblis datang ke tempat reka.
"Sebenarnya aku ingin ngobrol banyak karena kita sudah lama tidak bertemu, tetapi aku harus nyelesaikan tugasku terlebih dahulu. Kamu pun juga sama kan, Nadine ? Kalau begitu, ayo kita bekerja sama," ucap senior Gretta.
"Kamu benar, senior. Aku juga harus nyelesaikan tugasku terlebih dahulu. Aku akan bekerja sama denganmu, senior," ucap senior Nadine.
"Baguslah, ayo kita bekerja sama untuk nghabisi para iblis dan orang-orang yang nyerang kota ini," ucap senior Gretta.
-
Di ibukota San Estella.
Terlihat para iblis dan orang-orang yang berpakaian seperti bangsawan sedang nyerang beberapa tempat di ibukota San Estella termasuk di wilayah pinggiran ibukota San Estella. Di pinggiran ibukota San Estella, terlihat sudah ada banyak para iblis dan orang-orang yang sudah tumbang dengan kondisi tubuh yang telah tertusuk oleh beberapa anak panah yang terbuat dari berbagai elen dasar.
Sentara itu, di sebuah atap bangunan yang berada di dekat tempat tumbangnya para iblis dan orang-orang itu, terlihat senior Alisha sedang nembakkan anak panahnya itu ke arah para iblis dan orang-orang yang masih nyerang sekitar tempat itu. Saat senior Alisha sedang nembaki para iblis dan orang-orang itu, tiba-tiba senior Sophie datang ke tempat senior Alisha berada.
"Alisha, aku sudah nghabisi para iblis dan orang-orang yang terlibat dalam penyerangan yang ada di tempatku berada sebelumnya," ucap senior Sophie.
"Kerja bagus, Sophie," ucap senior Alisha.
Senior Alisha dan senior Sophie terlihat sama-sama ngenakan seragam prajurit dan jubah yang lapisi seragam reka. Seragam dan jubah yang reka kenakan terlihat sama dengan yang dikenakan oleh senior Gretta. Seragam dan jubah itu miliki lambang, tetapi bukanlah lambang seekor hewan seperti lambang pada prajurit Frost Wolf dan lainnya, lainkan lambang kerajaan San Fulgen. Lambang itu berupa tulisan dengan kata ’SFK’ atau yang artinya San Fulgen Kingdom. Lalu pada tulisan itu, ada 2 buah tiang bendera beserta benderanya. 2 tiang bendera itu saling nyilang satu sama lain dan pada persilangan kedua tiang bendera itu lah terdapat tulisan ’SFK’. Para prajurit yang ngenakan lambang kerajaan San Fulgen dan bukan lambang seekor hewan adalah para prajurit yang ditugaskan untuk berjaga di wilayah ibukota San Estella. Para prajurit yang bertugas di wilayah ibukota San Estella dipimpin langsung oleh komandan tertinggi kerajaan San Fulgen yaitu komandan Oliver. lihat senior Alisha dan senior Sophie makai seragam dan jubah dengan lambang kerajaan San Fulgen, itu berarti reka sekarang adalah prajurit yang bertugas di wilayah kerajaan San Fulgen, begitupun juga dengan senior Gretta. Namun, lihat senior Gretta saat ini sedang berada di kota San Lucia, itu berarti beberapa prajurit yang awalnya bertugas untuk njaga ibukota San Estella, sudah ditugaskan untuk ikut mbantu ke wilayah lainnya.
Sentara itu, senior Alisha terus nembaki para iblis dan orang-orang yang terlibat dalam penyerangan yang berada dalam jangkauan matanya. Tidak lama kemudian, senior Alisha pun berhenti nembak karena sudah tidak ada para penyerang yang berada di jangkauan matanya.
"Aku juga sudah selesai nghabisi reka di tempat ini," ucap senior Alisha.
"Selanjutnya kita akan kemana ? Apa kita akan pergi ke San Fulgen Akademiya ? Sepertinya para iblis yang nyerang tempat ini adalah para iblis buatan yang dibuat oleh orang yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Mungkin para iblis yang nyerang tempat ini hanyalah sebagai umpan dan pengalih perhatian karena tujuan utama orang itu adalah untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan tuan Duke San Lucia yang kebetulan saat ini sedang berada di akademi. Sepertinya para iblis yang nyerang akademi akan lebih banyak daripada di tempat ini karena tujuan utama orang itu sedang ada disana," ucap senior Sohpie.
"Sepertinya begitu, tetapi kita tidak bisa seenaknya pergi ke San Fulgen Akademiya jika tidak diperintah. Lebih baik sekarang kita periksa sekitar tempat ini dan ncari rekan-rekan kita yang lain dan kemudian berkumpul dengan reka terlebih dahulu. Jika ada perintah untuk pergi ke San Fulgen Akademiya, baru kita berangkat kesana untuk nghabisi para iblis dan orang-orang yang nyerang tempat itu," ucap senior Alisha.
"Baiklah," ucap senior Sophie.
Setelah itu, senior Alisha dan senior Sophie pun pergi ninggalkan tempat itu untuk ncari rekan-rekan reka yang berada di sekitar tempat itu.
-
Kembali ke akademi.
Di bagian dalam wilayah akademi yang berada dekat dengan gerbang akademi, terlihat nona Karina dan nona Violetta sedang bertarung dengan Raja Albert, Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall, Florian dan juga putri Alia. reka semua yang sebelumnya sedang terlilit tanaman yang berasal dari sihir nona Karina terlihat telah berhasil keluar dari lilitan tanaman itu. reka semua terus nyerang nona Karina dan nona Violetta agar bisa maksa masuk ke dalam wilayah akademi. Tetapi nona Karina dan nona Violetta sejauh ini berhasil nahan reka dengan baik. Nona Karina bahkan sudah nggunakan pedang miliknya untuk lawan Raja Albert dan yang lainnya.
Setelah beberapa saat saling nyerang, Raja Albert dan yang lainnya pun mundur ke belakang ke dekat gerbang akademi yang sudah hancur. Sentara nona Karina dan nona Violetta sedang bersiap untuk nyerang reka apabila reka bergerak kembali untuk nerobos masuk ke wilayah akademi.
"Apa lukamu itu sudah mbaik, Violetta ?," ucap nona Karina sambil noleh ke arah nona Violetta.
"Belum, nona," ucap nona Violetta.
"Aku minta maaf karena tidak dapat nyembuhkanmu. Lukamu itu berasal dari serangan yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~, luka itu tidak dapat disembuhkan dengan sihir penyembuhan biasa seperti sihir penyembuhan milikku," ucap nona Karina.
"Tidak apa-apa, nona, anda tidak perlu minta maaf. Ini salahku karena aku telah lengah sehingga aku berhasil diserang oleh reka dengan nggunakan ~Dark Magic~. Setelah ini, aku akan berhati-hari agar tidak terkena serangan reka lagi," ucap nona Violetta.
"Aku juga akan berhati-hati, serangan reka itu sangat berbahaya," ucap nona Karina.
"Daripada itu, nona, aku tidak nyangka kalau anda sangat ahli dalam nggunakan pedang. Bagaimana kalau sesekali kita lakukan latih tanding dengan nggunakan pedang ?," tanya nona Violetta.
"Boleh saja jika itu hanya sesekali. Tetapi daripada mbahas tentang itu, lebih baik kita fokus untuk lawan reka," ucap nona Karina.
"Yah anda benar juga," ucap nona Violetta.
Setelah itu, nona Karina dan nona Violetta saling natap dengan Raja Albert dan yang lainnya. reka semua belum mutuskan untuk bergerak dan nyerang, reka hanya diam saja dan saling natap. Saat reka saling natap, tiba-tiba datang beberapa prajurit dari arah belakang nona Karina dan nona Violetta.
"Komandan Violetta, nona Karina, kami akan mbantu kalian berdua," ucap salah satu prajurit.
"Tidak perlu. Kalian berjaga saja di belakang, tepatnya di gedung lobi akademi dan gedung tengah. Para iblis ini sepertinya ngincar Yang Mulia Ratu, tuan Duke dan nona Duchess San Lucia yang sedang berada di gedung tengah. Kalian berjaga disana dan hadang para iblis ini apabila reka berhasil lewatiku dan nona Karina," ucap nona Violetta tanpa berbalik ataupun noleh ke arah prajurit yang ada di belakangnya.
"Baiklah, komandan," ucap prajurit itu.
Para prajurit itu pun nuruti perkataan nona Violetta dan langsung pergi untuk berjaga di gedung lobi akademi dan gedung tengah. Sentara nona Karina dan nona Violetta masih natap Raja Albert dan lainnya yang berada di depan reka berdua.
"reka sepertinya tidak mau nyerang. Haruskah kita nyerang reka duluan, nona ?," tanya nona Violetta.
"Hmmm, mungkin reka sudah nyiapkan jebakan apabila kita nyerang reka duluan. Lebih baik kita nunggu reka untuk nyerang duluan saja," ucap nona Karina.
"Baiklah," ucap nona Violetta.
Nona Karina dan nona Violetta saling natap dengan Raja Albert dan yang lainnya dalam waktu yang cukup lama. Masing-masing dari reka belum ada yang bergerak ataupun nyerang. Lalu beberapa saat kemudian, ketika nona Karina dan nona Violetta sedang natap ke Raja Albert dan yang lainnya, tiba-tiba seorang prajurit datang dengan berlari tergesa-gesa ke tempat nona Karina dan nona Violetta.
"Komandan Violetta, nona Karina,...saya mau...laporkan sesuatu," ucap prajurit itu sambil terengah-engah.
"laporkan sesuatu ? Apa itu ?," tanya nona Violetta tanpa noleh dan berbalik untuk lihat prajurit itu.
Prajurit itu nampak masih ngatur nafasnya yang terengah-engah. Setelah berhasil ngatur nafasnya, dia pun mulai mberitahu laporannya ke nona Karina dan nona Violetta.
"Para iblis telah nerobos masuk ke wilayah akademi. reka nerobos masuk dengan nghancurkan dan lompati dinding-dinding pembatas akademi di setiap sisi selain dari sisi gerbang akademi,"
"Jumlah reka sangat banyak sekali!," ucap prajurit itu.
Nona Violetta sangat terkejut setelah ndengar itu, begitupun juga dengan nona Karina.
"Apa katamu ?!," ucap nona Violetta yang terkejut.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)