Font Size
15px

Sentara itu, di suatu kota yang berada di wilayah San Angela.

Terlihat komandan Asier dan beberapa prajuritnya sedang lawan para iblis dan orang-orang yang nyerang kota itu. Tidak terlihat ada wakil komandan Sara yang ikut bersamanya, sepertinya wakil komandan Sara sedang ditugaskan di tempat lain.

"Para iblis ini lebih kuat daripada iblis yang aku lawan di gedung pengadilan 2 tahun lalu. Kalian semua, berhati-hatilan," ucap komandan Asier.

"Baik, komandan," ucap para prajurit Frost Wolf.

Setelah itu, komandan Asier nghentakkan kaki kanannya ke tanah. Tidak lama kemudian, duri-duri es yang berukuran cukup besar muncul dari bawah tanah dan langsung nusuk beberapa iblis yang sedang nyerang komandan Asier dan para prajuritnya. Iblis-iblis itu pun langsung tidak bergerak setelah ditusuk oleh duri-duri itu. Kemudian, komandan Asier lesat ke arah orang-orang biasa yang ikut nyerang.

"Kalian terlihat seperti bangsawan. Apa kalian yang telah rencanakan penyerangan ini ? Atau ada orang lain yang rintah kalian ?," tanya komandan Asier.

"Untuk apa kami mberitahumu, semuanya serang!," ucap salah satu dari orang-orang yang nyerang itu.

Orang-orang itu pun mulai nyerang komandan Asier dengan senjata reka masing-masing. Tetapi komandan Asier berhasil nghindari serangan-serangan itu dengan mudah. Saat nghindari serangan itu, komandan Asier terlihat sambil sedang nghirup udara secara perlahan. Setelah itu, komandan Asier mulai nghembuskan kembali udara yang dia hidup.

~Ice Magic : Ice Breath~

Udara yang dihembuskan oleh komandan Asier adalah udara yang sangat dingin. Udara itu mbuat orang-orang yang saat ini sedang dilawan oleh komandan Asier njadi mbeku secara perlahan. Tetapi orang-orang itu tidak mbeku sepenuhnya, hanya beberapa anggota tubuhnya saja yang mbeku dan mbuat reka tidak bisa bergerak. reka pun masih bisa berbicara karena reka tidak mbeku sepenuhnya.

"Apa-apaan ini ?! tubuhku tidak bisa bergerak,"

"Aku juga, aku tidak bisa nggerakkan tubuhku,"

"Hei keparat, lepaskan kami," ucap orang-orang itu.

Setelah itu, komandan Asier ngacungkan pedangnya ke leher orang yang berkata ’keparat’ kepadanya. Orang itu pun langsung ketakutan lihat pedang itu sedang berada di depan lehernya seperti hendak nebas lehernya itu.

"Aku takjub kepadamu karena kamu masih bisa berkata kasar padahal saat ini kamu bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Jika kamu ingin aku lepaskanmu dan yang lainnya, setidaknya mintalah dengan sopan," ucap komandan Asier.

Setelah itu, komandan Asier langsung nebas leher orang itu hingga kepalanya terputus. Kepala orang itu pun layang di udara sampai akhirnya jatuh ke tanah. Tubuh orang itu pun yang sudah tidak miliki kepala secara perlahan mulai jatuh terbaring di tanah. Tidak terlihat ada darah yang ngucur pada leher orang yang telah terpotong itu karena komandan Asier langsung mbekukan leher orang itu bersamaan dengan saat dia telah nebas leher orang itu.

Orang-orang yang lainnya pun mulai rasa takut dan panik ketika lihat komandan Asier telah nebas leher rekan reka. Setelah itu, komandan Asier kembali nghampiri orang-orang lainnya yang sudah tidak bisa bergerak karena telah mbeku.

"Aku akan ngampuni kalian apabila kalian njawab pertanyaanku, tetapi apabila kalian tidak njawab, kalian akan bernasib sama dengan orang yang tadi," ucap komandan Asier.

"B-baiklah, komandan. A-aku akan njawab pertanyaan apapun yang kamu tanyakan asalkan k-kamu tidak mbunuhku,"

"A-aku juga, komandan,"

"A-aku juga, a-asalkan anda tidak mbunuh saya," ucap orang-orang itu.

"Bagus, aku suka sekali dengan orang yang mau bekerja sama,"

"Katakan padaku siapa yang nyuruh kalian untuk nyerang kota-kota dan desa-desa di wilayah San Angela ? Tidak hanya wilayah San Angela saja, aku dengar dari komandan Oliver kalau wilayah San Lucia juga sedang diserang. Aku yakin wilayah San Minerva, wilayah San Quentine dan bahkan ibukota San Estella juga telah diserang. Apa alasan kalian lakukan penyerangan ini ?," tanya komandan Asier.

Orang-orang itu terdiam sejenak. Lalu tidak lama kemudian, salah satu dari orang-orang itu mulai berbicara.

"Aku akan mberitahunya kepadamu, komandan. Orang yang nyuruh kita untuk nyerang wilayah-wilayah di kerajaan San Fulgen ini adal-," ucap orang itu.

Tetapi sebelum orang itu nyelesaikan perkataannya, sebuah tebasan api yang cukup besar tiba-tiba muncul dan langsung nebas orang itu hingga njadi dua. Orang itu pun juga ikut terbakar setelah terkena serangan itu.

"Apa ?!," ucap komandan Asier.

Komandan Asier terkejut lihat orang yang berniat mberitahunya informasi tiba-tiba langsung tewas karena terkena sebuah tebasan api. Orang-orang lainnya yang rupakan rekan reka pun juga terkejut. Setelah itu, beberapa prajurit Frost Wolf yang kebetulan berada di dekat komandan Asier langsung neriakkan sesuatu ke komandan Asier.

"Komandan Asier, nghindar!!," ucap beberapa prajurit itu.

reka berteriak seperti itu karena reka lihat ada banyak tebasan berukuran cukup besar dari elen yang berbeda-beda sedang diarahkan ke tempat komandan Asier berada. Tebasan itu pun ngarah dengan cepat ke tempat komandan Asier berada sehingga komandan Asier tidak sempat untuk nghindari semua tebasan itu.

*BUMMM *BUMMM *BUMMM

Semua tebasan itu pun ngenai tempat komandan Asier berada dan nimbulkan suara benturan dan ledakan yang cukup besar.

"Komandan Asier!!!," teriak para prajurit Frost Wolf.

Debu asap pun mulai nyelimuti tempat komandan Asier berada sehingga reka tidak bisa lihat bagaimana keadaan komandan Asier. Namun debu asap yang nyelimuti tempat itu tidak berlangsung lama karena debu asap itu secara perlahan mulai nghilang. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat ada sebuah kubah es berukuran cukup besar di tempat komandan Asier berada. Kubah es itu secara perlahan mulai retak dan hancur. Setelah kubah es itu hancur, terlihat komandan Asier yang sebelumnya berlindung di dalam kubah es itu.

"Komandan Asier, dia selamat,"

"Sepertinya percuma saja kita ngkhawatirkannya,"

"Itu benar, lagipula dia itu adalah seorang komandan. Tidak mungkin dia dapat dengan mudah dikalahkan," ucap para prajurit Frost Wolf yang berada tidak jauh dari tempat komandan Asier berada.

Setelah itu, komandan Asier lihat ke sekeliling tempat itu. Orang-orang di sekitar tempat itu yang sebelumnya sedang ditanyakan oleh komandan Asier, semuanya sudah tewas dengan kondisi beberapa bagian tubuh yang sudah hancur dan bersimbah darah. Komandan Asier nampak tidak terkejut saat lihat semua orang itu sudah tewas.

Kemudian, komandan Asier lihat ke arah depannya. Di depannya ada beberapa bangunan, lalu di bagian atap bangunan itu terlihat ada banyak orang yang sedang lihat ke arah komandan Asier. Orang-orang itu miliki ciri-ciri seperti ras Iblis. reka tengah gang senjata reka masing-masing yang sedang dialiri berbagai sihir elen, bahkan beberapa dari reka terlihat sedang gang senjata yang dialiri oleh ~Dark Magic~. Selain itu, para iblis itu juga ngenakan pakaian yang terlihat mirip dengan pakaian yang dikenakan oleh komandan Ivana.

"Pakaian itu.....itu adalah pakaian yang biasanya dipakai oleh orang-orang negeri Kaminari. Kenapa orang-orang dari negeri Kaminari berada disini dan juga kenapa reka telah njadi iblis ?," tanya komandan Asier yang bingung.

Komandan Asier lalu teringat dengan perkataan komandan Ivana saat pertemuan antara Ratu Kayana dan semua komandan prajurit San Fulgen. Saat itu, komandan Ivana mberitahu kalau para pengungsi dari negeri Kaminari yang datang ke kerajaan San Fulgen itu semuanya diterima dan ditampung oleh Duke Remy.

"Jadi begitu ya, alasan kenapa ada orang-orang dari negeri Kaminari disini adalah karena reka semua adalah pengungsi dari negeri Kaminari yang datang ke kerajaan ini. Lalu alasan kenapa reka semua diubah njadi iblis pastinya karena reka telah diubah oleh orang yang telah nerima dan nampung reka. Jadi pelaku utama atas apa yang terjadi di kerajaan ini selama beberapa tahun ini adalah tuan Duke Remy. Beliau juga lah yang telah rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia," ucap komandan Asier.

Komandan Asier terlihat kecewa karena selama ini dia tidak kepikiran kalau pelaku utamanya sebenarnya adalah Duke Remy. Yah itu wajar karena selama ini tidak ditemukan bukti-bukti yang ngarah ke Duke Remy. Tetapi karena sekarang komandan Asier sudah tahu siapa pelaku utamanya, maka dia tahu apa yang akan dia lakukan setelahnya.

"Aku dengar wilayah San Lucia juga diserang oleh para iblis seperti di wilayah San Angela ini. Sepertinya Duke Remy nyerang wilayah San Lucia karena beliau ingin nyerang keluarga San Lucia yang berada di kota San Lucia. Aku harus segera ngalahkan para iblis dan orang-orang yang nyerang wilayah ini agar aku bisa secepatnya pergi ke wilayah San Lucia untuk mbantu semua keluargaku,"

"Tetapi sebelum itu, aku harus mberitahukan informasi tentang Duke Remy yang rupakan pelaku utama kepada komandan Oliver dan Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier.

Komandan Asier berniat untuk mberitahukan informasi itu kepada komandan Oliver, tetapi orang-orang dari negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis tidak diam saja lihat hal itu. reka langsung lesat ke komandan Asier dan langsung nyerangnya.

-

Sentara itu, di suatu kota yang berada di wilayah San Minerva.

Di tempat itu, terlihat ada sebuah cairan perak dalam jumlah besar yang mbanjiri sekitar tempat itu. Di bagian tengah atau pusat dari cairan perak dalam jumlah besar itu, ada komandan Keira yang sedang berdiri di atas cairan perak itu. Komandan Keira sedang lihat ke atap bangunan yang berada di depannya. Di atap bangunan itu, ada banyak orang-orang dari negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis.

"Orang-orang dari negeri Kaminari, kenapa reka ada disini ?," tanya komandan Keira.

Setelah itu, orang-orang dari negeri Kaminari pun langsung nyerang komandan Keira. Komandan Keira pun juga nyerang orang-orang dari negeri Kaminari itu dengan nggunakan ~Silver Magic~ miliknya.

-

Di suatu kota yang berada di wilayah San Lucia.

Terlihat komandan Allister sedang bertarung dengan orang-orang dari negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis. Komandan Allister bertarung tanpa nggunakan senjata dan hanya ngandalkan tangan kosong. skipun hanya ngandalkan tangan kosong, komandan Asier juga terlihat nggunakan sihir karena saat seluruh tubuhnya saat ini sedang diselimuti oleh sebuah aura sihir berwarna hijau yang sangat pekat. Selain itu, di sekitar tempat itu juga terlihat ada 2 buah angin tornado yang sangat besar. Sepertinya 2 buah tornado itu berasal dari sihir komandan Allister karena di dalam 2 buah tornado itu ada banyak iblis yang sedang terjebak di dalam tornado itu dan ikut berputar-putar ngikuti arah tornado itu.

"reka semua ada banyak sekali, aku harus ngalahkan reka semua dan segera pergi ke kota San Lucia untuk mbantu disana," ucap komandan Allister.

-

Di suatu kota yang berada di wilayah San Quentine.

Sebuah hujan salju yang cukup deras sedang terjadi di tempat itu. Hujan salju itu mbuat tanah dan jalan yang berada di tempat itu tertutupi oleh salju yang cukup tebal. Di suatu jalan yang terkena hujan salju itu, terlihat komandan Ivana yang sedang berjalan ke depan. Di belakang komandan Ivana, ada beberapa iblis yang telah tewas dengan kondisi tubuh yang telah terpotong-potong. Komandan Ivana terus berjalan ke depan dan di depannya ada segerombolan iblis dalam jumlah banyak yang siap nyerang komandan Ivana.

"Jadi, apa kalian semua adalah iblis yang diperintah oleh orang yang rencanakan pembunuhan terhadap seluruh keluarga kami ? Kebetulan sekali, jika aku nghabisi kalian, mungkin aku bisa nemukan orang yang rencanakan hal itu. Mungkin saja orang yang rencanakan hal itu akan langsung muncul begitu aku nghabisi kalian semua," ucap komandan Ivana.

Setelah itu, komandan Ivana nancapkan pedangnya atau lebih tepatnya katananya ke permukaan salju yang ada di bawahnya.

~Snow Magic : Ocean of Snow~

Kemudian, permukaan salju yang nyelimuti jalan dan tanah yang ada di bawah tempat komandan Ivana berpijak, mulai ninggi dan secara perlahan mulai nenggelamkan para iblis yang berada di depannya. Salju yang ninggi dan nenggelamkan para iblis itu terlihat seperti sebuah lautan salju. Setelah itu, salju yang ninggi itu secara perlahan mulai nurun kembali seperti sebelumnya. Jalanan dan tanah tempat komandan Ivana berpijak pun mulai terlihat kembali skipun beberapa terlihat sudah tertutupi oleh salju. Namun, iblis-iblis yang tenggelam di salju yang telah ninggi sebelumnya sudah tidak terlihat lagi disaat salju itu telah nurun. Semua iblis itu telah nghilang tanpa jejak.

Setelah itu, komandan Ivana kembali berjalan ngikuti jalan yang ada di depannya. Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba ada beberapa tebasan dari beberapa elen yang ngarah ke komandan Ivana. Tetapi komandan Ivana dengan cepat langsung nghindari tebasan-tebasan itu. Setelah nghindari tebasan-tebasan itu, dia lihat ke arah datangnya tebasan itu sebelumnya. Dari arah datangnya tebasan itu, terlihat ada banyak orang dari negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis.

"Orang-orang dari negeri Kaminari...ah begitu ya. Sesuatu perkataanku tadi, skipun aku tidak nemukan orang yang rencanakan pembunuhan itu setelah ngalahkan para iblis sebelumnya, tetapi setidaknya aku jadi ngetahui siapa orang yang rencanakan pembunuhan itu,"

"Tuan Duke Remy, anda benar-benar telah rawat dan njaga para pengungsi dari negeri Kaminari dengan baik. Bahkan anda sampai ngubah reka hingga njadi seperti ini,"

"Saat ini tuan Duke Remy sedang berada di akademi. Tuan Louis dan Yang Mulia Ratu pastinya juga ada disana. Aku harus segera nghubungi reka dan mberitahu kalau tuan Duke Remy lah pelaku utama yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Tetapi sepertinya aku tidak akan diberi kesempatan untuk nghubungi reka, aku harus nghabisi reka terlebih dahulu," ucap komandan Ivana sambil lihat ke arah orang-orang negeri Kaminari yang telah berubah njadi iblis.

Setelah itu, komandan Ivana dan orang-orang dari Kaminari pun mulai saling bertarung.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 345 : Pelaku Utama Perencana Pembunuhan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.