Font Size
15px

"Apa katamu ? Segerombolan iblis dalam jumlah yang banyak sedang nyerang wilayah San Lucia ?," tanya Duke Louis yang terkejut.

Ratu Kayana, para Duke dan Duchess lainnya yang kebetulan ndengar percakapan Duke Louis pun juga ikut terkejut.

"Apa ? Wilayah San Lucia diserang oleh segerombolan iblis dalam jumlah banyak ?," tanya Ratu Kayana yang terkejut.

skipun Ratu Kayana, para Duke dan Duchess lainnya terkejut setelah ndengar percakapan Duke Louis, Duke Louis masih terus lanjutkan percakapannya dengan komandan Mina lewat kristal komunikasi.

"Segera perintahkan para prajuritmu untuk nyerang para iblis yang nyerang kota San Lucia dan lindungi para warga yang tinggal disana karena tugasmu dan para prajurit bawahanmu adalah untuk lindungi kota San Lucia. Untuk wilayah lain di wilayah San Lucia, segera koordinasikan dengan komandan Allister dan minta para prajuritnya untuk nyerang para iblis di wilayah San Lucia dan lindungi para warga di wilayah San Lucia. Para prajuritku tidak cukup banyak dibandingkan dengan para prajurit Strom Leopard, jadi kamu dan para prajurit bawahanmu fokus untuk njaga dan lindungi kota San Lucia,"

"Baiklah, terima kasih atas laporannya, Mina. Aku akan ndiskusikan tentang ini dengan Yang Mulia Ratu. Kalau begitu, aku akhiri panggilan ini," ucap Duke Louis.

Duke Louis pun ngakhiri panggilan dengan komandan Mina. Setelah itu, dia naruh kembali kristal komunikasi miliknya di sakunya. lihat Duke Louis sudah selesai dengan panggilannya, Ratu Kayana pun langsung bertanya kepada Duke Louis.

"Apa itu benar, tuan Louis ? Aku dengar dari percakapan anda tadi kalau wilayah San Lucia sedang diserang segerombolan iblis dalam jumlah banyak," ucap Ratu Kayana.

"Ya, itu benar, Yang Mulia Ratu. Mina, komandan prajuritku, ndapatkan informasi kalau kota-kota dan desa-desa yang berada di wilayah San Lucia sedang diserang. Bahkan saat ini, dia ngabariku kalau kota San Lucia dimana tempat aku tinggal juga sedang diserang. Saat ini aku sudah rintahkan dia untuk lawan para iblis yang nyerang itu. Aku juga rintahkan dia untuk berkoordinasi dengan komandan Allister untuk lawan para iblis yang nyerang desa-desa dan kota-kota lain di wilayah San Lucia karena para prajuritku tidak cukup banyak untuk lawan para iblis yang nyerang desa atau kota lain di wilayah San Lucia. Para prajuritku hanya cukup untuk njaga dan lindungi kota San Lucia," ucap Duke Louis.

"Apa yang anda lakukan telah tepat, tuan Louis. Para prajurit anda mang sudah tugasnya untuk lindungi dan njaga tempat dan kota anda tinggal. Untuk kota dan desa lain di wilayah San Lucia, serahkan saja pada Allister dan para prajurit Strom Leopard," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.

"Tetapi, setelah ngetahui kalau yang nyerang wilayah San Lucia adalah segerombolan iblis dalam jumlah yang banyak, sepertinya para iblis itu adalah iblis buatan yang dibuat oleh si pembuat rencana pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia. Setelah kurang lebih 2 tahun dia tidak bergerak, akhirnya dia mulai bergerak kembali. Dan kali ini, sepertinya reka berniat untuk nyerang keluarga San Lucia yang berada di kota San Lucia. Tetapi reka tidak hanya nyerang kota San Lucia, tetapi desa dan kota lain juga reka serang. Sepertinya reka ingin agar para prajurit yang ada tidak bisa hanya fokus untuk njaga dan lindungi kota San Lucia disaat kota dan desa lain juga ikut diserang. reka ingin agar para prajurit berpencar untuk njaga dan lindungi kota dan desa yang lain daripada hanya njaga dan lindungi kota San Lucia sehingga reka bisa nyerang kota San Lucia dengan mudah karena telah berkurangnya prajurit yang njaga kota San Lucia,"

"Tuan Oliver, segera hubungi Asier, Keira dan Ivana. Perintahkan reka untuk ngirim para prajurit reka ke wilayah San Lucia untuk mbantu dalam ngalahkan para iblis yang nyerang di wilayah San Lucia. Perintahkan reka juga untuk ngirim para prajurit kuat milik reka ke kota San Lucia untuk lindungi kota San Lucia dan juga keluarga San Lucia yang njadi target pembunuhan," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver yang berada di belakang Ratu Kayana.

"Karena dia sudah bergerak, kita harus nyerang dia dengan kekuatan penuh. Kalahkan para iblis miliknya dan jangan biarkan dia mbunuh satupun keluarga San Lucia yang berada di kota San Lucia," ucap Ratu Kayana.

"Siap, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.

Setelah itu, komandan Oliver langsung bergegas pergi untuk nghubungi komandan Asier, komandan Ivana dan juga komandan Keira.

"Sudah sekitar kurang lebih 2 tahun dia dan para iblis buatan itu tidak mbuat pergerakan, kali ini dia sudah lakukan pergerakan lagi. Aku tidak nyangka kalau dia akan rencanakan untuk nyerang wilayah San Lucia disaat turnan akademi sedang berlangsung. Sepertinya dia ngincar mon dimana anda dan nona Arlet sedang tidak berada di kota San Lucia, tuan Louis," ucap Ratu Kayana.

"Sepertinya begitu, Yang Mulia Ratu. Beruntung saya tidak mbawa Mina bersama saya untuk nonton turnan akademi dan milih untuk nyuruhnya tetap berjaga di kediaman saya. Kemampuannya akan sangat mbantu dalam lawan para iblis yang nyerang di kota San Lucia. ski begitu, saya tetap saja khawatir dengan kota dan wilayah San Lucia," ucap Duke Louis.

"Anda tidak perlu khawatir, tuan Louis. Aku sudah rintahkan tuan Oliver untuk segera nghubungi Asier, Ivana dan Keira untuk ngirim prajurit reka ke wilayah San Lucia. Tidak lama lagi, reka pasti akan datang untuk mbantu para iblis yang nyerang wilayah San Lucia, termasuk dengan kota San Lucia," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis.

Setelah itu, sebuah cahaya terang terlihat keluar dari saku pakaian milik Duke San Angela yaitu Duke Neil. Cahaya terang tidak hanya keluar dari saku pakaian milik Duke Neil saja, lainkan juga keluar dari saku pakaian Duke Dylan dan Duke Remy. reka pun langsung riksa saku pakaian reka yang ngeluarkan cahaya itu. Ketika diperiksa, reka ngambil sebuah kristal komunikasi yang sedang bercahaya dari saku pakaian reka. Kristal komunikasi yang bercahaya nandakan kalau ada panggilan dari seseorang. reka bertiga pun langsung njawab panggilan itu dan mulai berbicara dengan orang yang nghubungi reka.

"Apa kamu bilang ? Kota San Angela dan wilayah lain di San Angela sedang diserang oleh segerombolan iblis dalam jumlah yang banyak ?," tanya Duke Neil yang terkejut.

"Kamu jangan bercanda. Kamu bilang kota dan wilayah San Quentine sedang diserang oleh banyak orang yang miliki ciri-ciri seperti iblis ?,’ tanya Duke Remy yang terkejut.

"Kamu tidak bohong kan ? Kamu bilang kota dan wilayah San Minerva sedang diserang oleh segerombolan iblis ?," tanya Duke Dylan yang terkejut.

reka bertiga terus berbicara dengan orang yang nghubungi reka dengan ekspresi terkejut. Sentara itu, Ratu Kayana yang ndengar percakapan reka juga nampak sangat terkejut.

"Wilayah San Angela, wilayah San Quentine dan wilayah San Minerva juga sedang diserang oleh para iblis ?," tanya Ratu Kayana yang terkejut.

Setelah itu, komandan Oliver tiba-tiba nghampiri Ratu Kayana dengan tergesa-gesa.

"Yang Mulia Ratu, saya baru saja ndapatkan laporan. Asier mberikan laporan kalau wilayah San Angela saat ini sedang diserang oleh segerombolan iblis, jadi Asier tidak bisa ngirimkan prajuritnya ke wilayah San Lucia karena para prajuritnya sudah ditugaskan untuk lawan para iblis yang nyerang wilayah San Angela. Keira dan Ivana pun juga sama, reka mberikan laporan kalau wilayah San Minerva dan wilayah San Quentine juga sedang diserang oleh segerombolan iblis jadi reka tidak bisa ngirim prajurit ke wilayah San Lucia,"

"Selain itu, aku juga ndapatkan laporan lain kalau tidak hanya wilayah San Lucia, San Angela, San Minerva dan San Quentine saja yang diserang, beberapa tempat di ibukota San Estella juga sedang diserang," ucap komandan Oliver yang terlihat sedikit panik.

Ratu Kayana pun sangat terkejut setelah ndengar perkataan komandan Oliver.

"Tidak hanya wilayah San Lucia saja, wilayah San Angela, San Minerva, San Quentine dan bahkan ibukota San Estella juga diserang oleh segerombolan iblis dalam jumlah yang banyak. Apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini ?," tanya Ratu Kayana yang terkejut.

"Saya juga ndapatkan informasi kalau tidak hanya para iblis saja yang nyerang, Yang Mulia Ratu. Ada beberapa orang yang berpakaian seperti bangsawan yang ikut nyerang. Tidak ada ciri-ciri seperti iblis yang ada pada tubuh orang itu, jadi bisa dibilang kalau orang itu adalah manusia biasa," ucap komandan Oliver.

"Sepertinya reka itu adalah para bangsawan yang tidak nyukai peraturan baru yang aku buat. Kelihatannya reka bekerja sama dengan orang yang rencanakan pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia. Alasan reka mau bekerja sama karena reka juga ingin nyingkirkan ku dan sekarang reka mulai lakukan pemberontakan dengan ikut nyerang wilayah-wilayah di kerajaan ini,"

"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus lakukan sesuatu terhadap reka. Pertama-tama, karena di luar sana sedang ada kekacauan akibat adanya serangan dari para iblis ataupun bangsawan yang mberontak, aku akan nghentikan turnan akademi ini terlebih dahulu," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana berniat untuk lesat ke tengah arena turnan untuk mberitahukan tentang hal yang baru saja dia ketahui kepada semua orang yang sedang berada di arena turnan. Tetapi sebelum Ratu Kayana mau pergi ke tengah arena turnan, Duke Louis dengan cepat langsung nghampirinya.

"Maaf karena telah ngganggu anda, Yang Mulia Ratu, tetapi ada yang ingin saya sampaikan. Saya tidak bisa hanya berdiam diri saja disini. Saya harus kembali ke kota San Lucia, saya harus lindungi seluruh keluarga saya disana," ucap Duke Louis.

"Aku juga ikut, aku juga harus lindungi keluarga San Lucia yang lain yang berada di kota San Lucia," ucap Duchess Arlet.

"Kalian berdua...Baiklah, jika kalian ingin kembali ke kota San Lucia, aku ngizin-," ucap Ratu Kayana.

Saat Ratu Kayana ingin nyelesaikan perkataannya itu, tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras yang mbuat reka semua yang ada di tempat turnan akademi terkejut.

*BUUUUMMMMMM

"Suara apa itu ?!?!," tanya Ratu Kayana.

-

Sentara itu, di gerbang akademi.

Terlihat gerbang akademi sudah hancur lebur dan tempat itu sekarang sudah dipenuhi oleh banyak debu asap. Di dalam wilayah akademi yang tidak jauh dari gerbang akademi, terlihat nona Violetta yang sedang lihat ke arah gerbang akademi yang sudah hancur dan dipenuhi oleh debu asap. Nona Violetta terlihat sudah ndapatkan banyak luka di tubuhnya. Terutama pada tangan kanan dan perut bagian kanannya, darah masih ngucur dari kedua anggota tubuhnya itu.

"Aku tidak nyangka kalau akademi akan diserang secara besar-besaran seperti ini oleh kalian," ucap nona Violetta sambil lihat ke arah gerbang akademi yang sudah dipenuhi asap.

Nona Violetta terlihat sedang bersiap untuk nyerang dengan nggunakan pedangnya. Dia nampak tidak mperdulikan luka-luka yang ada pada tubuhnya.

Tidak lama kemudian, debu asap yang nyelimuti gerbang akademi yang sudah hancur secara perlahan mulai nghilang. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat para prajurit dan orang-orang yang berada di sekitar gerbang akademi sudah terbaring dengan bersimbah darah. Beberapa dari reka bahkan sudah kehilangan anggota tubuh reka. Sentara itu, di dekat orang-orang yang sudah terbaring itu, ada beberapa orang yang sedang berdiri natap ke arah nona Violetta. Orang-orang itu adalah Raja Albert, Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall, Florian dan juga putri Alia. reka sedang gang senjata milik reka masing-masing sambil lihat ke arah nona Violetta.

"Aku tidak nyangka kalian, yang rupakan buronan selama 2 tahun ini secara terang-terangan nyerang akademi. Tetapi, aku lebih tidak nyangka lihatmu. Alia, kenapa kamu bersama dengan reka ?! Lalu ada apa dengan tubuhmu itu, Alia ?! Kenapa tubuhmu mirip seperti ciri-ciri penampilan dari ras Iblis ?! Jawab aku, Alia ?!," ucap nona Violetta dengan suara yang sangat keras.

Nona Violetta tidak nyangka saat lihat putri Alia yang rupakan adiknya miliki tubuh yang sama dengan tubuh yang rupakan ciri-ciri yang dimiliki oleh ras iblis, seperti terdapat tato berwarna hitam yang muncul di bagian tubuh dan bola mata yang berwarna hitam pekat. lihat ciri-ciri pada tubuh putri Alia, itu berarti putri Alia telah berubah njadi iblis dan hal itu yang mbuat nona Violetta terkejut.

Sentara itu, putri Alia terlihat hanya diam saja tanpa nanggapi perkataan nona Violetta. Setelah itu, putri Alia ngubah rapiernya njadi sebuah cambuk yang berduri. Kemudian putri Alia langsung nyerang nona Violetta dengan cambuknya itu. Tetapi serangan dari cambuk itu tidak berhasil ngenai nona Violetta karena nona Violetta berhasil nahan serangan cambuk itu dengan pedangnya. ski begitu, cambuk milik putri Alia dan pedang milik nona Violetta masih saling beradu kekuatan. Nona Violetta terlihat sedikit kesulitan saat nahan serangan cambuk itu.

"Serangan ini lebih kuat dari yang aku kira," pikir nona Violetta.

Nona Violetta terus nahan cambuk itu dengan pedangnya. Lalu, saat nona Violetta sedang nahan cambuk itu, tiba-tiba Raja Albert lesat dengan cepat ke arah nona Violetta dan bersiap untuk nebasnya dengan nggunakan pedang miliknya. Nona Violetta tidak sempat bereaksi karena dia masih fokus untuk nahan serangan cambuk milik putri Alia. Pedang milik Raja Albert pun sudah mau ngenai tubuh nona Violetta yang tidak sempat bereaksi. Tetapi, saat pedang milik Raja Albert sudah hampir ngenai tubuh nona Violetta, tiba-tiba pedang itu terhenti. Tidak hanya pedang itu saja, pergerakan Raja Albert pun juga ikut terhenti karena saat ini Raja Albert sedang dililit oleh tanaman yang tiba-tiba muncul dari bawah tanah.

Tidak hanya Raja Albert saja, Duchess Harriet, Duchess Claret, komandan Marshall, Florian dan putri Alia juga sedang dililit oleh tanaman yang muncul dari bawah tanah tempat reka berpijak sehingga reka kesulitan untuk bergerak. Karena hal itu, serangan cambuk dari putri Alia pun juga ikut lemah dan nona Violetta langsung nghempaskan cambuk itu dengan pedangnya. Setelah itu, nona Violetta lihat ke arah reka yang sedang dililit oleh tanaman.

"Sihir itu....," ucap nona Violetta.

"Kelihatannya kamu sedang kesulitan, Violetta," ucap suara wanita yang berada di belakang nona Violetta.

Nona Violetta lalu noleh ke belakang dan dia lihat nona Karina yang sedang berdiri di belakangnya.

"Nona Karina," ucap nona Violetta.

"Aku akan mbantumu dalam ngurus reka," ucap nona Karina.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 344 : Penyerangan di Wilayah Kerajaan San Fulgen on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

Death Notice cover
Trending now

Death Notice

Gluttonous Monk ·Horror

Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoysthebloodshed.He...Readmore Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoystheblo...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.