Font Size
15px

Setelah ngantarkan Duke Louis dan Duchess Arlet, aku dan Irene pun langsung kembali ke halaman depan gedung lobi akademi. Sesampainya di halaman depan gedung lobi akademi, aku lihat Duke Remy dan istrinya yaitu Duchess Arnett yang baru saja sampai di halaman depan gedung lobi akademi. Terlihat ada beberapa prajurit yang ikut nemani reka. Salah satu prajurit yang nemani reka itu adalah senior Vyn. Baru kali ini aku lihat senior Vyn lagi setelah sekian lama tidak lihatnya. Aku tidak nyangka kalau dia sudah njadi salah satu prajurit dari Duke San Quentine.

Setelah itu, aku pun langsung nyambut Duke Remy dan Duchess Arnett bersama dengan anggota Elevrad yang lain.

"Selamat pagi, tuan Duke Remy dan nona Duchess Arnett," ucapku.

"Selamat pagi juga, Rid Archie," ucap Duke Remy.

"Selamat pagi," ucap Duchess Arnett.

Aku sedikit bingung setelah ndengar suara Duchess Arnett. Suaranya terdengar datar seperti tanpa ekspresi. Tetapi aku nyembunyikan ekspresi bingungku agar tidak diketahui dan aku pun juga tidak terlalu mikirkan tentang hal itu, mungkin nada suara beliau mang seperti itu. Setelah itu, aku juga nyambut orang-orang yang nemani Duke Remy dan Duchess Arnett.

"Semuanya juga, selamat pagi. Lalu senior Vyn, lama tidak bertemu. Aku tidak nyangka kalau kamu saat ini telah njadi prajurit Duke San Quentine," ucapku.

"Iya, lama tidak berjumpa juga," ucap senior Vyn.

Aku sedikit bingung lagi setelah ndengar suara senior Vyn. Suaranya terdengar datar, sama seperti dengan suara Duchess Arnett yang aku dengar tadi. Ini benar-benar mbuatku bingung. Aku baru sekali ini ndengar Duchess Arnett berbicara karena aku tidak pernah ngobrol atau berada dekat dengan beliau jadi aku tidak pernah ndengar suara beliau. Makanya aku berpikir kalau nada suara beliau mang datar. Tetapi nada suara senior Vyn tidaklah datar, karena aku pernah ndengar suara senior Vyn saat aku masih njadi murid tahun pertama. Kenapa sekarang nada suara senior Vyn njadi datar ? Ini sedikit aneh. skipun aku berusaha mikirkan itu, aku tetap masang ekspresi seperti biasanya.

"Ah, maaf karena telah nahan anda di tempat ini, tuan Duke Remy. Saya akan ngantarkan anda untuk nuju tempat duduk yang dikhususkan untuk anda, nona Duchess Arnett dan orang-orang yang nemani anda," ucapku.

"Baiklah, terima kasih," ucap Duke Remy.

"Sama-sama, tuan Duke," ucapku.

Setelah itu, aku noleh ke arah Elaina.

"Elaina, temani aku untuk ngantar reka," ucapku.

"Baiklah, ketua," ucap Elaina.

Setelah itu, aku dan Elaina pun pergi masuki gedung lobi akademi untuk ngantar Duke Remy, Duchess Arnett dan orang-orang yang nemani reka.

-

Beberapa nit kemudian.

Aku dah Elaina pun telah tiba di area penonton. Kami berdua langsung ngantarkan Duke Remy, Duchess Arnett dan orang-orang yang nemani reka ke tempat duduk yang dikhususkan untuk reka. Tempat duduk itu berada di dekat tempat duduk Ratu Kayana, ketiga Duke dan ketiga Duchess lainnya.

Ratu Kayana, ketiga Duke dan ketiga Duchess yang lihat Duke Remy dan Duchess Arnett telah datang pun langsung nyambut reka berdua.

"Akhirnya anda datang juga, tuan Remy. Silahkan duduk," ucap Ratu Kayana.

"Terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.

Duke Remy pun langsung duduk setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"Nona Arnett juga, silahkan duduk," ucap Ratu Kayana.

"Baik," ucap Duchess Arnett.

Aku lihat wajah Ratu Kayana terlihat bingung setelah ndengar suara Duchess Arnett. Sepertinya Ratu Kayana mbingungkan hal yang sama denganku, yaitu nada suara Duchess Arnett yang datar. Jika Ratu Kayana bingung, itu berarti nada suara Duchess Arnett seharusnya tidaklah datar. Ratu Kayana sebagai Ratu di kerajaan ini tentu ngenal Duchess Arnett dan pastinya beliau sering ngobrol dengannya. lihat Ratu Kayana yang bingung itu mbuktikan kalau Ratu Kayana bingung dengan nada suara Duchess Arnett yang tidak seperti biasanya. Seperti yang ku bilang tadi, ini sedikit aneh. Selain itu, sejak tadi aku rasakan perasaan yang tidak ngenakkan. Perasaan ini entah kenapa mirip dengan yang aku rasakan saat terlibat dalam insiden di gedung pengadilan. Tetapi aku tidak mau terlalu mikirkan tentang itu.

"Ayo kita kembali, Elaina," ucapku.

"Baik, ketua," ucap Elaina.

Setelah ngantarkan Duke Remy dan Duchess Arnett, kami berdua pun langkah pergi untuk kembali ke halaman depan gedung lobi akademi.

-

Beberapa nit kemudian.

Aku dan Elaina pun telah tiba di halaman depan gedung lobi akademi. Irene, Charles, Chloe dan anggota Elevrad lainnya terlihat masih nyambut para tamu yang datang. Selain reka, terlihat ada nona Karina juga yang ikut nyambut beberapa tamu. Padahal sebelumnya nona Karina tidak ada saat aku masih berada di halaman gedung lobi akademi. lihat nona Karina yang sedang ada di halaman depan gedung lobi akademi, aku pun langsung nghampirinya.

"Nona Karina," ucapku.

"Hmmm, ah Rid, kamu sudah kembali dari ngantar tuan Duke Remy ya," ucap nona Karina.

"Iya, nona. Kenapa nona bisa tahu kalau aku baru saja ngantar tuan Duke Remy ?," tanyaku.

"Aku tadi bertanya kepada Charles tentang dirimu yang tidak ada disini. Dia bilang kamu sedang ngantar tuan Duke Remy bersama dengan Elaina," ucap nona Karina.

"Hmmm begitu ya. Jadi ada perlu apa nona datang kesini ? Apa nona ada perlu denganku karena tadi nona bertanya kepada Charles tentang aku yang tidak ada disini ?," tanyaku.

"Tidak ada apa-apa, kebetulan aku hanya ingin datang kesini saja untuk nyambut beberapa tamu. skipun aku telat nyambut beberapa tamu penting seperti kak- maksudnya Yang Mulia Ratu dan para Duke," ucap nona Karina.

"Begitu ya," ucapku.

"Daripada itu, lebih baik kamu sekarang bersiap-siap, Rid. Sebentar lagi sudah mau pukul 9, sudah waktunya bagimu untuk pergi ke ruang tunggu peserta turnan," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona. Aku akan segera bersiap," ucapku.

Setelah itu, aku manggil Irene, Charles, Chloe dan anggota Elevrad yang lain yang akan ngikuti babak perebutan juara ketiga atau babak final turnan akademi hari ini untuk segera bersiap pergi nuju ruang tunggu peserta. Setelah manggil reka, kami pun langsung bergegas pergi nuju ruang tunggu peserta. Tetapi sebelum aku pergi, aku mbicarakan sesuatu terlebih dahulu dengan nona Karina.

"Nona Karina, sepertinya di turnan akademi hari ini akan terjadi sesuatu," ucapku.

"Akan terjadi sesuatu ? Apa maksudmu ?," tanya nona Karina.

"Saat ini, aku sedang rasakan perasaan yang tidak ngenakkan. Perasaan yang tidak ngenakkan ini, sama seperti yang aku rasakan saat terlibat insiden di gedung pengadilan," ucapku.

"Insiden di gedung pengadilan ya," ucapku.

"Iya, nona. Tetapi ini hanya perasaanku saja, nona. Bisa saja perasaanku ini salah dan sebenarnya tidak akan ada yang terjadi di turnan akademi hari ini," ucapku.

"ski begitu, tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga.

Aku akan rintahkan Violetta dan para prajurit di akademi ini untuk ngetatkan penjagaan reka. Tetapi sepertinya aku baru bisa rintahkan reka nanti karena saat ini aku sedang tidak mbawa kristal komunikasi. Kristal komunikasiku tertinggal di salah satu ruangan khusus yang digunakan para tamu yang nonton turnan akademi untuk beristirshat," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona," ucapku.

"Ya sudah sekarang kamu segera bergegas nuju ruang tunggu peserta," ucap nona Karina.

"Baik, nona. Kalau begitu sampai nanti, nona," ucapku.

"Iya," ucap nona Karina.

Setelah itu, aku pun langsung pergi bergegas nuju ruang tunggu peserta turnan.

-

njelang pukul 10 pagi.

Saat ini, di arena turnan terlihat ada tuan Alan yang sedang nyampaikan kalimat pembuka sebelum dimulainya pertandingan turnan akademi hari ini.

Sentara itu, di area penonton tempat Ratu Kayana dan para Duke serta para Duchess berada.

Terlihat Duchess Arlet sedang ngajak bicara Duchess Arnett.

"nurut anda siapa yang akan nang dalam pertandingan final turnan laki-laki dan final turnan perempuan, nona Arnett ?," tanya Duchess Arlet.

"Entahlah," ucap Duchess Arnett dengan nada suara yang datar.

Setelah ndengar perkataan Duchess Arnett, Duchess Arlet pun terdiam.

"Ini aneh. skipun aku baru saja terbangun dari tidur panjang selama 11 tahun, aku masih ngingat jelas bagaimana sifat, kepribadian dan cara bicara nona Arnett 11 tahun yang lalu. Nona Arnett bukanlah orang yang seperti ini. Sejak tadi cara dia berbicara sangatlah datar dan tanpa ekspresi. Selain itu, seingatku nona Arnett tidak nggunakan kacamata, kenapa saat ini dia nggunakan kacamata ? Apa ada sesuatu yang terjadi kepada dirinya selama 11 tahun ini ?," pikir Duchess Arlet.

-

Sentara itu, di salah satu ruangan tempat istirahat para tamu penonton turnan akademi.

Nona Karina terlihat sedang nghubungi seseorang dengan kristal komunikasi miliknya.

"Halo," ucap suara dari kristal komunikasi itu.

Dari suara itu, sepertinya suara itu adalah suara nona Violetta.

"Halo, Violetta. Kamu sedang ada dimana ?," tanya nona Karina.

"Aku sedang berada di depan gerbang akademi. mangnya ada apa, nona ?," tanya nona Violetta.

"Segera perintahkan para prajuritmu untuk mperketat penjagaan di sekitar akademi. Sebentar lagi pertandingan perebutan juara ketiga dan pertandingan final akan segera dimulai," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona. Aku akan segera rintahkan para prajuritku untuk mperketat penjagaan setelah aku selesai mantau dan mperhatikan orang-orang ncurigakan yang ada di dekat kereta-kereta kuda yang terparkir di depan gerbang akademi," ucap nona Violetta.

"Ada orang-orang ncurigakan di depan gerbang akademi ?," tanya nona Karina.

"Iya, nona, tetapi aku tidak tahu reka siapa. reka nggunakan jubah panjang tertutup yang mbuatku tidak bisa lihat wujud dan wajah reka. reka hanya diam saja di dekat kereta-kereta kuda itu tanpa bergerak ataupun nyerang. Aku tidak bisa nyerang reka apabila reka tidak nyerang atau bergerak secara ncurigakan terlebih dahulu," ucap nona Violetta.

"Tetap awasi reka dan jangan langsung nyerang reka, Violetta. Apabila reka nyerang, baru kamu balas untuk nyerang reka. Untuk sekarang, tetap awasi reka saja," ucap nona Karina.

"Baik, nona. Aku akan tetap ngawasi reka, jika reka nyerang, barulah aku langsung -," ucap nona Violetta.

Namun sebelum nona Violetta nyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara benturan dari kristal komunikasi itu.

*BUMMMMM

Suara benturan itu dengan cukup kencang lalu kemudian terdengar suara teriakan dari banyak orang yang manggil nama nona Violetta.

"Komandan Violetta!!," ucap suara orang-orang itu.

Setelah itu, tidak terdengar apapun lagi dari kristal komunikasi yang dipegang oleh nona Karina. Sepertinya panggilan antara nona Karina dan nona Violetta telah terputus. Nona Karina pun terkejut setelah ndengar adanya suara benturan dan setelah ngetahui kalau panggilannya dengan nona Violetta telah terputus.

"Halo, halo, Violetta!!," ucap nona Karina ke kristal komunikasinya itu.

Tetapi kristal komunikasinya tidak respon sama sekali.

"Panggilannya telah terputus. Ada sesuatu yang terjadi dengan Violetta di gerbang akademi, aku harus segera kesana," ucap nona Karina.

-

Kembali ke tempat Ratu Kayana, para Duke serta para Duchess berada.

Terlihat sebuah cahaya terang keluar dari saku pakaian Duke Louis. Duke Louis lalu riksa saku pakaiannya itu dan ternyata cahaya terang itu berasal dari kristal komunikasi. Terlihat Ratu Kayana, para Duke dan para Duchess lainnya sedang lihat ke arah Duke Louis, karena cahaya terang dari kristal komunikasinya itu cukup narik perhatian.

"Maaf, Yang Mulia Ratu. Sepertinya ada yang mau nghubungi saya," ucap Duke Louis.

"Tidak apa-apa, tuan Louis. Silahkan jawab saja panggilan itu," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis

Duke Louis lalu njawab panggilan dari kristal komunikasi itu.

"Halo,"

"Mina ya, ada apa ?," tanya Duke Louis.

Ternyata yang nghubungi Duke Louis adalah komandan Mina yang rupakan komandan dari prajurit San Lucia. Duke Louis lalu ndengarkan apa yang mau dikatakan oleh komandan Mina. Tiba-tiba, raut wajah Duke Louis secara perlahan mulai terkejut saat ndengar apa yang sedang dikatakan oleh komandan Mina.

"Apa katamu ? Segerombolan iblis dalam jumlah yang banyak sedang nyerang wilayah San Lucia ?," tanya Duke Louis yang terkejut.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 343 : Perasaan Yang Tidak Mengenakkan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.