Keesokan harinya.
Hari ini rupakan hari kedua pelaksanaan ujian keempat yang dilaksanakan di kediaman Duke San Lucia. Untuk ujian hari kedua kali ini, kami diharuskan untuk bertahan dari serangan prajurit yang kami lawan. Waktu yang diberikan untuk bertahan dari serangan prajurit di ujian hari kedua di setiap tahun itu berbeda-beda. Untuk ujian keempat di tahun keempat ini, kami harus bertahan dari serangan prajurit yang kami lawan selama 15 nit. Para murid lainnya tentu sudah tahu kalau waktu yang diberikan untuk ujian keempat ini akan lebih lama dari tahun sebelumnya, makanya reka terlihat tidak terkejut sama sekali.
Lalu, setelah tuan Alan njelaskan tentang apa yang harus dilakukan para murid di ujian hari kedua ini, beliau langsung nyatakan kalau ujian kedua telah dimulai. Aku seperti biasa njadi murid pertama yang njalani ujian hari kedua ini.
15 nit kemudian, aku dinyatakan berhasil njalani ujian ini karena aku bisa nahan serangan prajurit yang aku lawan selama 15 nit.
-
Keesokan harinya.
Hari ini rupakan hari ketiga atau hari terakhir pelaksanaan ujian keempat di kediaman Duke San Lucia. Ujian kali ini sama seperti ujian keempat tahun-tahun sebelumnya yaitu ujian ngumpulkan dali di alam liar. Ujian ini pun sama dengan ujian keempat di tahun ketiga karena kali ini setiap murid juga diharuskan untuk ngumpulkan 25 dali dari banyaknya dali yang tersebar di alam liar yang berada tidak jauh dari kediaman Duke San Lucia. Alam liar itu berupa pegunungan dan perbukitan yang tidak terlalu tinggi, hutan, sungai dan bekas padang rumput yang kini sudah diselimuti oleh banyak hamparan salju. Lalu, setelah tuan Alan telah selesai njelaskan tentang apa yang harus dilakukan para murid di ujian hari ketiga atau hari terakhir ini, tuan Alan langsung nyatakan kalau ujian hari ketiga telah dimulai.
Beberapa jam kemudian, aku pun akhirnya sudah ngumpulkan 25 dali. Setelah itu, aku langsung pergi kembali ke kediaman Duke San Lucia untuk mberikan 25 dali yang kudapatkan sebagai bukti kalau aku telah nyelesaikan ujian. Setelah mberikan 25 dali itu, aku secara resmi dinyatakan telah nyelesaikan ujian keempat hari ketiga ini.
-
Keesokan harinya.
Hari ini rupakan hari libur bagi kami setelah nyelesaikan ujian selama 3 hari. Karena hari ini rupakan hari libur, aku, Charles dan yang lainnya mutuskan untuk pergi berkeliling ke kota San Lucia.
Saat aku dan yang lainnya sudah berada di kota San Lucia, para warga dan pedagang di kota San Lucia yang lihatku langsung bergegas nghampiriku dan nyapaku. Popuralitasku di kota San Lucia ini njadi sangat ningkat karena selain aku saat ini rupakan pacar dari Irene yang rupakan putri dari Duke yang rintahkan kota ini dan wilayah San Lucia yang lain, aku juga telah nyembuhkan dan mbangunkan Duchess Arlet dari tidur panjangnya. Begitu para warga dan pedagang di kota San Lucia ngetahui tentang kabar itu, reka selalu nghampiri dan nyapaku ketika reka lihatku sedang berjalan di jalanan kota San Lucia. Beberapa dari reka bahkan mberikan barang kepadaku secara gratis dan hal itu mbuatku selalu mbawa banyak barang dari kota San Lucia setiap aku pergi kesana. Tidak hanya para warga dan pedagang saja, para prajurit Duke San Lucia yang berjaga dan berpatroli di kota itu juga selalu nghampiri dan nyapaku ketika reka lihatku. Semua orang yang berada di kota San Lucia sangat ramah terhadapku ketika reka lihatku. Tidak hanya reka saja, orang-orang yang berada di kediaman Duke San Lucia juga ramah terhadapku.
Sentara itu, aku saat ini tengah dikelilingi oleh para warga yang sedang nghampiriku. Aku sama sekali tidak mpermasalahkan apabila reka ingin nghampiriku, tetapi jika reka semua terus nghampiriku, aku jadi tidak enak kepada para temanku yang sedang nungguku saat aku sedang dihampiri oleh para warga di kota San Lucia. Untungnya, Irene selalu nolongku dengan mberitahu para warga untuk tidak nghampiri atau ngelilingiku terus-nerus. Irene mberitahu kepada para warga itu kalau aku dan yang lainnya sedang nikmati waktu libur di kota San Lucia ini jadi Irene minta kepada para warga itu untuk jangan nggangguku. Para warga itu pun ngerti dengan apa yang Irene katakan, jadi setelah itu reka tidak lagi nghampiri atau ngelilingiku. Setelah reka pergi dariku, aku ndengar kalau beberapa warga berkata kalau apa yang dikatakan Irene tadi adalah kebohongan. reka bilang kalau alasan sebenarnya Irene minta para warga untuk tidak nghampiri atau ngelilingiku adalah karena Irene cemburu dengan aku yang sedang dikelilingi oleh banyak orang. reka berkata seperti itu dengan nada bercanda dan bukan dengan nada seperti nyindir Irene. Irene kelihatannya juga ndengar bercandaan reka tetapi Irene terlihat hanya diam saja.
"Terima kasih karena telah nolongku, Irene," ucapku.
"Sama-sama, Rid," ucap Irene.
Lalu setelah itu, aku, Irene, Charles dan yang lainnya kembali berkeliling kota San Lucia. Kali ini, kami bisa berkeliling kota San Lucia dengan tenang karena tidak ada para warga lagi yang datang untuk nghampiriku.
-
Keesokan harinya, pagi hari njelang siang.
Setelah mbereskan barang-barang kami yang ada di penginapan, kami langsung pergi ke kediaman Duke San Lucia. Kami pergi ke kediaman Duke San Lucia untuk berpamitan dengan beliau karena hari ini kami akan pulang kembali ke akademi.
Sesampainya di kediaman Duke San Lucia, terlihat Duke Louis dan juga Duchess Arlet sudah nyambut kedatangan kami. Tidak terlihat komandan Asier yang nemani reka berdua karena komandan Asier sudah kembali ke tempat dia bertugas. Setelah itu, tuan Alan dan para pengajar lainnya mulai berpamitan dengan Duke Louis dan Duchess Arlet.
Sekitar 15 nit kemudian, setelah tuan Alan dan para pengajar telah berpamitan dengan Duke Louis dan Duchess Arlet, Duke Louis dan Duchess Arlet langsung nghampiriku dan juga Irene.
"Padahal aku baru saja bertemu denganmu tapi kamu sudah mau kembali saja ke akademi. Jaga dirimu baik-baik ya, Irene. Kalau kamu kangen denganku, kamu bisa kembali kapan saja kesini," ucap Duchess Arlet.
"Tidak perlu, ibunda. Lagipula sebentar lagi aku akan lulus dan akan kembali lagi kesini," ucap Irene.
"Begitu ya. Ya sudah pokoknya jaga dirimu baik-baik, Irene. Kamu juga, jaga dirimu baik-baik, Rid," ucap Duchess Arlet.
"Baik, bibi Arlet," ucapku.
Aku mutuskan manggil Duchess Arlet dengan panggilan ’bibi Atlet’ karena Duchess Arlet marah kepadaku ketika aku manggil beliau dengan panggilan ’nona Duchess’. Kejadian ini terjadi 1 hari setelah Duchess Arlet bangun dari tidur panjangnya, hari yang sama dengan datangnya Ratu Kayana ke kediaman Duke San Lucia. Di hari itu kebetulan aku bertemu dengan Duchess Arlet. Aku lalu nyapa beliau dengan panggilan ’nona Duchess’. Tetapi beliau tidak suka dengan panggilan itu. Beliau berkata kalau aku saja bisa manggil Duke Louis dengan panggilan ’paman Louis’, lalu kenapa aku masih manggil beliau dengan panggilan formal seperti ’nona Duchess’. Maka dari itu, beliau mintaku untuk tidak nggunakan panggilan formal kepada beliau, jadinya aku nggunakan panggilan ’bibi Arlet’ kepada beliau.
"Kamu jangan banyak mbuat masalah untuk Rid, Irene," ucap Duchess Arlet.
"Tidak akan, ibunda. Aku tidak akan mbuat masalah apapun," ucap Irene.
"Baguslah kalau begitu," ucap Duchess Arlet.
"Seperti yang istriku tadi bilang, jaga diri kalian baik-baik, Rid, Irene," ucap Duke Louis.
"Iya, ayahanda," ucap Irene.
"Baik, paman Louis," ucapku.
"Lalu, Rid, tolong lindungi Irene selama berada di akademi," ucap Duke Louis.
"Baik, paman. Aku akan terus lindungi Irene," ucapku.
Setelah berpamitan dengan Duke Louis dan Duchess Arlet, kami berdua langsung berkumpul dengan para murid lainnya. Setelah berkumpul, kami langsung naiki kereta kuda yang telah disediakan. Setelah itu, kami pun langsung pergi dari kediaman Duke San Lucia dengan kereta kuda untuk kembali pulang ke San Fulgen Akademiya.
Saat kereta kuda yang kami tumpangi sedang lewati jalanan kota San Lucia, aku ndengar ada banyak orang yang sedang manggil namaku. Aku pun langsung lihat ke luar jendela setelah ndengar suara itu. Di luar jendela itu, aku lihat ada banyak orang yang terdiri dari para warga, pedagang dan prajurit yang sedang ngiringi kepergianku dari kota San Lucia ini. reka terus manggil namaku dan ngucapkan kalimat seperti kalimat untuk ngucapkan selamat tinggal.
"Selamat tinggal, Rid,"
"Selamat tinggal, jangan lupa untuk datang kembali ke kota ini," ucap para warga itu.
Karena suara-suara dari para warga itu berjumlah sangat banyak dan juga terdengar keras, tidak hanya aku saja yang ndengarkan suara itu, teman-temanku yang lain juga ndengar suara itu.
"Kamu benar-benar sangat disukai dan dicintai oleh orang-orang di kota ini ya, Rid. Bahkan reka ngiringi kepergianmu dari kota ini dan ngundangmu untuk datang kembali. Yah itu wajar saja, apalagi kamu telah berhasil mbangunkan nona Duchess Arlet dari tidur panjangnya. Para warga di kota ini yang ngetahui tentang hal itu otomatis langsung nyukaimu," ucap Charles.
"Iya, karena hal itu aku selalu dihampiri oleh reka ketika aku sedang berjalan di kota ini. ski begitu, reka tidak ngganggu sama sekali bagiku," ucapku.
Lalu kereta kuda yang kami tumpangi secara perlahan mulai ninggalkan kota San Lucia.
"Kita sudah nyelesaikan ujian keempat di tahun keempat ini. Sekarang hanya tersisa turnan dan festival akademi saja setelah itu kita pun akan lulus dari akademi ini," ucap Charles.
"Iya, tidak terasa kalau sebentar lagi kita akan lulus dari San Fulgen Akademiya," ucapku.
Kereta kuda yang kamu tumpangi lalu terus bergerak untuk mbawa kami kembali nuju San Fulgen Akademiya.
-
Sentara itu, di kediaman Duke San Quentine.
Di salah satu ruangan yang berada di bawah tanah kediaman Duke San Quentine, terlihat Duke Remy sedang berbicara dengan banyak orang yang hadir di ruangan itu.
"Apa anda benar-benar akan berjanji kalau anda akan ngizinkan sistem perbudakan lagi jika anda njadi pemimpin kerajaan ini, tuan Duke ?," tanya salah satu dari orang yang hadir di ruangan itu.
"Iya, aku berjanji. Aku akan ngizinkan sistem perbudakan diberlakukan kembali setelah aku njadi pemimpin di kerajaan ini. Aku tidak akan larang orang-orang di kerajaan ini untuk miliki budak. Aku juga tidak akan larang para pedagang budak untuk njual budak reka di kerajaan ini,"
"Oleh karena itu, aku minta kalian, orang-orang yang dirugikan dengan dihapuskannya sistem perbudakan di kerajaan ini untuk mbantuku dalam njalankan rencana besar ini," ucap Duke Remy.
"Jika anda njanjikan hal seperti itu, tentu saja saya akan mbantu anda, tuan Remy,"
"Saya juga pastinya akan ikut mbantu,"
"Saya juga," ucap orang-orang yang hadir di ruangan itu.
Terlihat semua orang yang hadir di ruangan itu telah setuju untuk mbantu Duke Remy.
"Baguslah kalau kalian setuju untuk mbantuku," "Untuk sekarang aku minta kalian untuk bersabar sedikit lagi karena tidak lama lagi, rencana itu akan dimulai. Kurang dari satu bulan lagi, aku akan njalankan rencana itu. Lalu ketika rencana itu telah dijalankan, sebuah pemberontakan besar akan terjadi di kerajaan ini. Di saat terjadi pemberontakan itulah, aku akan mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia dengan nggunakan para bidak iblisku," ucap Duke Remy.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)