"Divine Ice Elental Spirit’ ? Apa anda serius berpikir seperti itu, nona Arlet ?," tanya Ratu Kayana.
Ratu Kayana terlihat terkejut setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.
"Iya, aku berpikir seperti itu karena aku pernah lawannya. Para Roh elental pada awalnya tidak miliki bentuk fisik, reka hanyalah sekumpulan elen tertentu yang miliki pikiran. reka bisa miliki bentuk fisik karena reka ngubah bentuk tubuh reka yang rupakan sekumpulan elen, njadi bentuk dari makhluk yang reka tiru. Sebagai contoh, Roh yang mpunyai bentuk fisik seperti hewan, pada awalnya tidak miliki bentuk fisik. reka ngubah bentuk reka sendiri dan niru penampilan hewan yang reka lihat. Lalu, karena bentuk fisik reka aslinya adalah sekumpulan elen, reka tidak dapat diserang dengan serangan fisik, kecuali dengan serangan berelen yang rupakan kelemahan reka. Serangan fisik atau serangan dari sihir elen yang bukan rupakan kelemahan reka mungkin dapat motong atau nghancurkan tubuh reka, tetapi beberapa saat kemudian tubuh reka akan pulih kembali. Secara umum, serangan-serangan itu tidak akan berpengaruh atau berdampak kepada para Roh, tetapi aku pernah mbaca sebuah buku tentang para Roh kalau para Roh itu miliki suatu kelemahan yang ada di tubuh reka yang mbuat reka bisa diserang skipun dengan serangan fisik atau serangan sihir elen yang bukan kelemahan reka. Tetapi di buku itu tidak dijelaskan apa kelemahan para Roh itu, buku itu hanya mberitahu kalau para Roh mpunyai kelemahan, itu saja,"
"Lalu saat aku lawan wanita itu, aku berhasil lancarkan serangan kepada tubuh wanita itu, bahkan serangan terakhir yang aku lancarkan itu mbuat bagian tubuh wanita itu terpotong-potong. Tetapi beberapa saat kemudian disaat aku sedang tidak lihat ke arah wanita itu, wanita itu sudah bangkit kembali dan tubuhnya pun juga sudah pulih, bahkan tubuhnya terlihat seperti belum nerima serangan satupun. Aku yakin kalau yang aku serang itu bukanlah sebuah clone, aku juga yakin kalau itu bukanlah sebuah ilusi. Aku yakin kalau yang aku serang itu rupakan wujud asli wanita itu. Tetapi kenapa tubuh wanita itu bisa pulih kembali setelah aku serang ? Satu-satunya kemungkinan yang aku pikirkan adalah wanita itu sebenarnya adalah Roh, jadi dia bisa mulihkan kembali tubuhnya yang aku serang. mang aku tidak mpunyai bukti tentang hal ini, karena aku tidak lihat wanita itu saat dia sedang mulihkan diri. Beberapa saat setelah aku nyerangnya, dia langsung muncul dihadapanku dalam keadaan tubuh yang sudah pulih,"
"Kemudian, dalam buku tentang para Roh yang aku baca, para Roh tingkat tertinggi seperti Divine Elental Spirits miliki bentuk fisik yang berbeda dengan para roh tingkat terendah atau nengah. Para Roh tingkat terendah miliki bentuk fisik nyerupai sekumpulan elen tertentu dalam bentuk kecil, sentara para Roh tingkat nengah miliki bentuk fisik nyerupai sekumpulan elen tertentu dalam bentuk yang besar atau nyerupai makhluk lain seperti hewan, monster atau ~Magic Beast~. Sedangkan untuk para Roh tingkat tertinggi, reka miliki bentuk fisik nyerupai wanita seperti wanita manusia, wanita Elf atau wanita dari ras-ras lainnya. Wanita yang aku lawan di pegunungan Orokho milki bentuk fisik humanoid Naga wanita. Wanita itu berpenampilan seperti manusia tetapi dia miliki tanduk, ekor dan bahkan sayap seperti Naga. lihat penampilan wanita itu, juga kemampuannya yang bisa mulihkan tubuhnya setelah terkena serangan, bukankah itu wajar jika aku nganggap kalau wanita itu adalah salah satu Roh tingkat tinggi, ’Divine Ice Elental Spirits’,"
"Apalagi wanita itu miliki kekuatan sihir es yang sangat besar yang mbuatnya bisa rubah dan dan iklim di pegunungan Orokho dan sekitarnya njadi seperti sekarang ini. Dia juga bisa manipulasi dan dan iklim di pegunungan Orokho sesuka hatinya. Apa mungkin seorang dari ras Naga bisa lakukan hal seperti itu skipun Naga itu rupakan pemimpin dari sekelompok Naga ?," tanya Duchess Arlet.
Duchess Arlet njelaskan tentang pendapatnya itu kepada Ratu Kayana, sentara Ratu Kayana terlihat belum berbicara apa-apa. Dia masih fokus untuk ndengarkan pendapat dari Duchess Arlet.
"Keluarga San Lucia sejak dulu percaya kalau makhluk yang ngubah pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia njadi tempat yang dipenuhi salju adalah seseorang dari ras Naga yang rupakan pemimpin dari para Naga es yang sebelumnya datang dan tinggal di pegunungan itu. Tetapi sejak dulu aku tidak pernah mpercayai tentang kabar itu, aku tidak mpercayai kalau seorang Naga bisa mpunyai kekuatan yang besar hingga mampu ngubah pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia njadi tempat yang dipenuhi salju. Dan akhirnya itu terbukti ketika aku bertemu dengan wanita itu. Wanita itu ngaku sebagai pemimpin dari para Naga es, tetapi aku yakin kalau wanita itu sebenarnya bukanlah berasal dari ras Naga," ucap Duchess Arlet.
Duchess Arlet pun telah selesai njelaskan penjelasannya itu. Begitu ngetahui kalau Duchess Arlet telah nyelesaikan penjelasannya, Ratu Kayana langsung nanggapi penjelasan itu.
"Setelah ndengar penjelasan anda, sepertinya apa yang ada katakan itu ada benarnya. Bisa mulihkan tubuhnya sendiri dan miliki kekuatan sihir es yang sangat besar yang bisa ngubah pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia yang dulunya rupakan tempat yang hijau njadi tempat yang dipenuhi salju. Seorang dari ras Naga tidak akan bisa lakukan hal itu skipun Naga itu adalah seorang Naga elit seperti pemimpin dari kelompok Naga. Sepertinya wanita itu mang rupakan Roh, bukan hanya Roh biasa, lainkan Roh tingkat tinggi, salah satu dari Divine Elental Spirit,"
"Jika itu mang benar, aku tidak nyangka kalau ada salah satu Divine Elental Spirit di dekat kerajaan ini. nemukan Roh tingkat terendah dan nengah saja sudah sangat sulit, apalagi nemukan Roh tingkat tinggi seperti Divine Elental Spirit. Tetapi ternyata salah satu dari reka malah berada di dekat kerajaan ini. Ngomong-ngomong, apa anda sudah njelaskan tentang ini kepada suami anda, nona Arlet ?," tanya Ratu Kayana.
"Sudah, aku sudah njelaskan tentang pendapatku ini kepada suamiku," ucap Duchess Arlet.
"Lalu apa tanggapan suami anda ?," tanya Ratu Kayana.
"Dia sangat terkejut setelah ndengar penjelasanku dan dia bilang dia sangat bersyukur karena aku tidak tewas dan berhasil selamat setelah lawan wanita itu. Selain itu, dia juga bilang kalau dia tidak akan ngadakan ekspedisi ke pegunungan Orokho dalam beberapa tahun ke depan. Alasannya karena para prajurit Duke San Lucia saat ini tengah difokuskan untuk berpatroli dan berjaga di kota San Lucia untuk ncegah adanya serangan dari orang-orang yang berniat untuk mbunuh seluruh keluarga San Lucia. Saat ini, selain anda, seluruh keluarga San Lucia juga sedang njadi target pembunuhan, jadi kami harus fokus untuk ngatasi hal ini terlebih dahulu,"
"Selain itu, setelah ndengar penjelasanku tentang apa yang terjadi di pegunungan Orokho, suamiku langsung bilang kalau dia benar-benar bingung tentang bagaimana cara ngalahkan wanita itu jika wanita itu ternyata mang adalah salah satu Divine Elental Spirit. Di satu sisi, suamiku bilang kalau dia masih ingin nuntaskan tugasnya sebagai kepala keluarga San Lucia saat ini untuk ngembalikan wilayah San Lucia seperti semula saat para Naga es itu belum datang. Tetapi di sisi lain, dia bilang kalau dia belum tahu cara ngalahkan wanita itu karena untuk ngembalikan wilayah San Lucia kembali seperti semula, kita harus ngalahkan wanita itu,"
"Sebelum aku tidak sadarkan diri, wanita itu mberitahu sesuatu kepadaku. Jika kita ingin mbuat wanita itu muncul, setidaknya bawalah orang yang kuat. Wanita itu tidak akan muncul apabila kita hanya mbawa orang-orang yang lemah pada ekspedisi di pegunungan Orokho. Suamiku semakin bingung saat aku mberitahu tentang apa yang dikatakan wanita itu. Dia tidak tahu sekuat apa orang yang akan ikut dalam ekspedisi agar wanita itu muncul. Selain itu, dia juga tidak tahu apakah orang kuat yang akan ikut dalam ekspedisi itu, dapat ngalahkan wanita itu atau tidak. Dia tidak mau para prajurit yang akan ikut dalam ekspedisi itu nantinya malah tewas karena lawan wanita itu. Makanya dia benar-benar mikirkan dengan serius tentang ekspedisi yang akan dilakukan selanjutnya. Jadi aku rasa, skipun saat ini keluarga San Lucia tidak sedang njadi target pembunuhan, aku rasa suamiku tetap akan nunda ekspedisi ke pegunungan Orokho dalam beberapa tahun ke depan. Karena dia harus ncari solusi terbaik dalam ekspedisi selanjutnya agar bisa ngalahkan wanita itu dan juga, agar tidak ada satupun prajurit yang tewas dalam ekspedisi itu," ucap Duchess Arlet.
"Begitu ya, yah itu ada benarnya. Tuan Louis benar-benar harus mikirkan solusi yang tepat untuk lawan dan ngalahkan wanita itu agar bisa ngembalikan wilayah San Lucia njadi seperti semula. ’Divine Ice Elental Spirits’ ya, lawannya pastilah tidak mudah karena reka itu adalah ’bencana berjalan’. reka bisa nyerang dan nghancurkan sebuah kota dan bahkan negara dengan mudah. Apalagi wanita itu, jika mang dia adalah ’Divine Ice Elental Spirits’, dia pastinya bisa nghancurkan dan mbekukan kerajaan San Fulgen ini apabila dia nyerang kerajaan ini, tetapi untungnya dia hanya berada di pegunungan Orokho saja dan tidak datang ke kerajaan ini. ski begitu, keberadaannya di pegunungan Orokho juga sangat rugikan karena dia telah ngubah pegunungan Orokho dan wilayah sekitarnya njadi tempat bersalju. Wilayah San Lucia rupakan salah satu wilayah di sekitar pegunungan itu yang berubah njadi tempat bersalju,"
"Wilayah San Lucia rupakan bagian dari kerajaan San Fulgen. Oleh karena itu, aku akan mbantu keluarga San Lucia apabila nantinya kalian akan ngadakan ekspedisi lagi untuk ngalahkan wanita itu. Aku akan ngirimkan beberapa prajuritku kepada kalian. Tidak, jika wanita itu bilang kalau dia hanya akan muncul jika ada orang kuat yang datang, maka mungkin aku sendiri yang akan ikut dalam ekspedisi nanti," ucap Ratu Kayana.
Duchess Arlet pun terkejut setelah ndengarkan perkataan Ratu Kayana.
"Apa yang anda katakan, Yang Mulia Ratu ? Anda sedang bercanda kan ?," tanya Duchess Arlet yang terkejut.
"Tidak, aku tidak sedang bercanda. Aku serius berkata kalau aku mungkin akan ikut dalam ekspedisi nanti, tetapi itu hanya kemungkinan saja. Mungkin aku bisa ikut kalau aku sedang luang," ucap Ratu Kayana.
"Anda tidak perlu repot-repot untuk ikut langsung dalam ekspedisi itu, Yang Mulia Ratu. Bantuan berupa beberapa prajurit yang anda utus itu sudah cukup bagi keluarga San Lucia," ucap Duchess Arlet.
"Tidak ada salahnya kan kalau aku ikut ? Lagipula aku ini kuat. Dengan ikutnya aku dalam ekspedisi nanti, wanita itu pastinya akan muncul setelah nyadari kehadiranku. Setelah wanita itu muncul, aku pun bisa langsung bertarung dengannya. Pertarungan itu pasti akan narik karena aku sebelumnya belum pernah bertarung dengan Roh," ucap Ratu Kayana.
"Jadi anda mpunyai alasan tersendiri untuk ikut dalam ekspedisi yang akan dilaksanakan suatu saat nanti ? Ya ampun anda ini. Aku tahu kalau anda itu kuat karena anda rupakan penyihir terkuat di kerajaan ini. Tetapi, aku tidak yakin kalau anda dapat ngalahkan wanita itu. Bahkan aku juga tidak yakin kalau wanita itu dapat dikalahkan skipun kita berdua bekerja sama untuk ngalahkannya. Aku sama sekali tidak terpikirkan cara ngalahkan wanita itu atau siapa yang bisa ngalahkan wanita itu," ucap Duchess Arlet.
"Lebih baik anda berhenti untuk mikirkan tentang itu, nona Arlet. Aku tahu kalau wanita itu sangat kuat, hanya ndengar dari penjelasan anda saja aku sudah tahu kalau wanita itu sangat kuat. Tetapi, ski wanita itu sangat kuat, pasti ada cara untuk ngalahkannya dan juga pasti ada orang lain yang bisa ngalahkannya. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu, nona Arlet. Mungkin saja, saat ekspedisi selanjutnya dilaksanakan suatu saat nanti, muncul seseorang yang bisa ngalahkan wanita itu," ucap Ratu Kayana sambil tersenyum.
-
Sekitar 1 jam kemudian, di kediaman Duke Louis.
Aku baru saja keluar dari ruangan tempat Duke Louis dan para anggota keluarga San Lucia yang lain berada. Karena urusanku dengan Duke Louis telah selesai dan acara jamuan di ruangan itu pun juga telah selesai, aku milih untuk langsung pergi dari ruangan itu setelah pamit dengan Duke Louis, komandan Asier dan anggota keluarga San Lucia lainnya. Saat ini, aku sedang berjalan di lorong kediaman Duke Louis untuk nuju pintu keluar kediamannya karena aku ingin kembali ke tempat latihan prajurit Duke San Lucia yang ada di luar kediaman.
Saat aku sedang berjalan di lorong itu, di depan lorong yang aku tuju, aku lihat Ratu Kayana yang baru saja keluar dari sebuah ruangan. Ruangan itu rupakan ruangan tempat Duchess Arlet berada karena terlihat ada beberapa prajurit yang berjaga di depan pintu ruangan itu. Ketika lihat Ratu Kayana yang baru keluar dari ruangan itu, aku pun langsung nghampirinya. Tidak lama kemudian, Ratu Kayana yang baru keluar dari ruangan itu tiba-tiba langsung noleh ke arahku. Sepertinya beliau tahu kalau aku sedang berjalan nghampirinya.
"Selamat siang, Yang Mulia Ratu," ucapku yang sudah berada di hadapan Ratu Kayana.
"Selamat siang juga, Rid. Kenapa kamu ada di kediaman ini, Rid ? Bukankah seharusnya kamu sedang lakukan ujian di tempat latihan prajurit Duke San Lucia ?," tanya Ratu Kayana.
"Aku dipanggil untuk datang ke kediaman ini karena tuan Duke bilang beliau ada keperluan denganku. Ketika dipanggil, saat itu aku sudah nyelesaikan ujianku, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Hmmm begitu ya," ucap Ratu Kayana.
"Aku sebelumnya sudah diberitahu oleh tuan Duke kalau Yang Mulia Ratu datang kesini. Aku tidak nyangka kalau kita bisa kebetulan bertemu, Yang Mulia Ratu. Apa anda sudah selesai untuk njenguk nona Duchess ?," tanyaku.
"Iya, aku sudah selesai njenguknya. Aku kemarin ndapatkan kabar kalau nona Arlet sudah terbangun dari tidur panjangnya, tetapi aku kemarin tidak bisa langsung datang ke kediaman ini karena aku sedang ada banyak pekerjaan. Jadinya aku baru bisa datang hari ini," ucap Ratu Kayana.
"Sudah sewajarnya kalau anda miliki banyak pekerjaan karena anda rupakan Ratu di kerajaan ini. Tapi aku kagum kepada anda karena anda masih sempat untuk njenguk nona Duchess di tengah banyaknya pekerjaan anda, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Itu karena nona Arlet rupakan salah satu temanku, sudah sewajarnya aku njenguk beliau begitu beliau sudah sadar. Lalu, nurut informasi yang aku terima, kamu lah yang telah mbangunkan nona Arlet dari tidur panjangnya. Aku ngucapkan terima kasih karena kamu telah mbangunkan salah satu temanku dari tidur panjangnya," ucap Ratu Kayana.
"Sama-sama, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Kamu kali ini lakukan hal yang luar biasa lagi, Rid. Siapa sangka kalau kamu bisa mbangunkan nona Arlet yang sudah tertidur panjang selama 11 tahun dengan sihirmu itu. Padahal selama 11 tahun ini, tuan Louis selalu ncoba segala cara untuk bisa mbangunkan nona Arlet tetapi nona Arlet masih belum bangun juga," ucap Ratu Kayana.
"Itu hanya kebetulan saja kalau saya bisa mbangunkan nona Duchess, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Hmmmm kebetulan ya. Sebelumnya kamu juga sudah lakukan banyak hal yang luar biasa, kali ini pun juga sama. Suatu hari nanti, pastinya kamu juga akan lakukan hal yang luar biasa lagi. Salah satunya mungkin dengan ngubah wilayah San Lucia dan pegunungan Orokho kembali seperti semula," ucap Ratu Kayana.
"ngubah wilayah San Lucia dan pegunungan Orokho ? Apa maksudnya, Yang Mulia Ratu ?," tanyaku.
"Bukan apa-apa, lebih baik kamu tidak sudah mikirkan apa yang aku katakan tadi. Ah, aku harus pergi untuk nemui tuan Louis, apa kamu tahu dimana tuan Louis berada, Rid ?," tanya Ratu Kayana.
"Tadi aku lihat tuan Louis pergi ke ujung lorong yang ada disana," ucapku sambil nunjuk lorong yang ada di belakangku.
"Begitu ya, terima kasih karena telah mberitahuku, Rid," ucap Ratu Kayana.
"Sama-sama, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Kalau begitu, aku harus pergi untuk nemui tuan Louis sekarang. Sampai nanti, Rid," ucap Ratu Kayana.
"Iya, sampai nanti juga, Yang Mulia Ratu," ucapku.
Ratu Kayana lalu berjalan nuju ujung lorong yang aku tunjuk tadi. Tetapi baru beberapa langkah beliau berjalan, beliau langsung berhenti dan noleh kembali ke arahku.
"Aku lupa untuk ngatakan ini. Tolong sampaikan salamku kepada Charles dan Chloe, Rid. Karena mungkin aku tidak sempat untuk bertemu reka skipun aku sedang ada di kediaman ini," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu, akan aku sampaikan," ucapku.
"Terima kasih, kalau begitu sampai nanti, Rid," ucap Ratu Kayana.
"Iya, sampai nanti, Yang Mulia Ratu," ucapku.
Ratu Kayana lalu kembali lanjutkan langkahnya untuk pergi ke ujung lorong yang aku tunjuk tadi. Sentara itu, disaat Ratu Kayana sudah berjalan pergi, aku masih mikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Ratu Kayana tadi. skipun Ratu Kayana bilang kepadaku untuk tidak perlu mikirkannya, aku masih terus mikirkan tentang itu.
"Yang Mulia Ratu bilang kalau aku mungkin akan ngubah pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia kembali seperti semula. Sepertinya ini ada hubungannya dengan pemimpin Naga es yang bersembunyi di pegunungan Orokho karena pemimpin Naga es itulah yang telah ngubah pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia njadi tempat bersalju. Informasi itu aku ketahui setelah Irene dan komandan Asier mberitahukan tentang hal itu kepadaku,"
"Lalu, jika Yang Mulia Ratu bilang kalau aku mungkin akan ngubah pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia kembali seperti semula, apa itu berarti Yang Mulia Ratu berharap kalau aku bisa ngalahkan pemimpin Naga es itu ?," pikirku.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)