Font Size
15px

Wanita itu terus nembakkan bola-bola sihir dalam jumlah banyak ke arah para prajurit yang sedang berlari. ski terus ditembakkan bola-bola sihir itu, para prajurit itu terus berlari untuk pergi ninggalkan tempat itu dan juga pegunungan Orokho. Satu per satu prajurit itu mulai terkena serangan bola-bola sihir itu. reka terkena bola-bola sihir itu tepat di kepala reka. Serangan bola-bola sihir itu mbuat seluruh kepala reka mbeku dan dalam waktu yang singkat, kepala reka pun langsung hancur berkeping-keping. reka yang terkena serangan bola-bola sihir itu, sudah pasti akan langsung tewas dengan kondisi kepala yang hancur.

Para prajurit yang masih terus berlari terlihat sangat cemas dan ketakutan lihat rekan-rekan reka yang satu persatu mulai tewas.

"Kalian jangan hilang fokus, teruslah berlari!!!!," teriak Duchess Arlet.

Saat ini Duchess Arlet sedang nahan tembakan bola-bola sihir dalam jumlah banyak itu dengan nggunakan rapier yang dipegangnya dan 10 buah rapier yang terbuat dari es yang layang ngelilinginya. skipun tidak dapat nahan semua tembakan bola-bola sihir itu, tetapi setidaknya Duchess Arlet berhasil ngurangi sebagian besar bola-bola sihir itu dengan nebasnya nggunakan rapiernya. Para prajurit yang ndengar teriakan Duchess Arlet pun kembali fokus dan terus berlari untuk ninggalkan tempat itu.

"Kamu lumayan juga, bisa nahan sebagian besar bola-bola sihir yang aku tembakkan ini. Jika kamu tidak nahan sebagian besar bola-bola sihir ini, seluruh prajuritmu itu pastinya sudah mati. Pastikan kamu tidak terkena serangan bola-bola sihir itu ketika kamu berusaha nahannya karena aku tidak ingin kamu mati lebih dulu," ucap wanita bertanduk dan berekor seperti Naga.

Wanita itu terus nembakkan bola-bola sihirnya tanpa henti sambil ngatakan hal itu. Sentara itu, Duchess Arlet terlihat sedang berusaha untuk lakukan sesuatu. Duchess Arlet terlihat sedang ngangkat kaki kanannya dari permukaan tempat dia berpijak.

"Tenang saja, aku tidak akan terkena serangan bola-bola sihir itu. Kali ini, aku akan nahan seluruh serangan bola-bola sihir itu," ucap Duchess Arlet.

~Ice Magic : Great Ice Wall~

Duchess Arlet nghentakkan kaki kanannya ke permukaan salju tempatnya berpijak. Setelah itu, tiba-tiba muncul sebuah dinding besar yang terbuat dari es. Dinding itu langsung nahan seluruh bola-bola sihir yang ditembakkan ke Duchess Arlet dan para prajurit yang ada di belakangnya.

"Dinding es ya," ucap wanita itu.

Wanita itu terus nembakkan bola-bola sihir ke dinding itu dengan maksud untuk nghancurkan dinding itu. Tetapi dinding itu sama sekali tidak hancur bahkan tidak retak sedikitpun skipun terus diserang oleh bola-bola sihir itu.

"Dinding es itu cukup keras juga. Kalau begitu...," ucap wanita itu.

Setelah ngatakan itu, tiba-tiba di punggung wanita itu muncul sepasang sayap yang terlihat seperti sayap Naga. Wanita itu kemudian langsung lesat terbang ke atas nggunakan sayap itu. Wanita itu terbang sambil dikelilingi oleh 3 pedang es yang ngelilingi dan bola-bola sihir dalam jumlah banyak yang siap ditembakkan. Lalu, wanita itu lihat ke balik dinding es yang diciptakan oleh Duchess Arlet. Di balik dinding itu, terlihat para prajurit yang sedang berlari untuk pergi dari tempat itu sudah berada cukup jauh dari tempat itu.

"reka sudah berada cukup jauh juga. Karena sebelumnya aku lakukan hal yang sia-sia dengan berusaha nghancurkan dinding itu, reka jadi punya waktu untuk pergi njauh dari tempat ini. Aku akan pergi untuk ngejar reka," ucap wanita itu.

Wanita itu kemudian langsung terbang untuk ngejar para prajurit yang pergi itu. Namun ketika wanita itu mau terbang lewati dinding es yang dibuat oleh Duchess Arlet, tiba-tiba Duchess Arlet yang berada tepat dibalik dinding es itu langsung lompat ke arah wanita itu. Duchess Arlet lompat sambil gang rapier miliknya dan rapier-rapier es yang ngelilinginya pun juga ngikutinya.

"Kelihatannya kamu hanya fokus untuk ngejar para prajuritku dan malah lupakanku," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet langsung nyerang wanita itu dengan rapiernya dan rapier-rapier es yang ngelilinginya.

~San Lucia Art : Multiple Freezing Air Slash~

Wanita itu tidak sempat untuk nghindar dan terkena serangan dari Duchess Arlet dengan telak. 3 buah pedang es yang layang ngelilinginya pun hancur bersama dengan beberapa bola-bola sihir yang juga ngelilinginya. Sepasang sayap di punggung wanita itu terlihat telah terpotong karena serangan dari Duchess Arlet. Beberapa bagian dari tubuh wanita itu pun telah mbeku karena serangan Duchess Arlet. Lalu setelah terkena serangan itu, wanita itu pun mulai jatuh ke permukaan tanah. Tetapi sebelum sempat jatuh ke permukaan tanah, Duchess Arlet lesat dengan cepat untuk ndekatinya dan nyerangnya kembali.

~Glacier Thrust~

Duchess Arlet nyerang wanita itu dengan serangan tusukan tepat di perutnya. Wanita itu pun langsung terpental dan terhempas hingga nghantam bongkahan es dan bebatuan yang ada di belakangnya. Tempat wanita itu nghantam bebatuan dan bongkahan es itu langsung dipenuhi oleh debu asap.

Sentara itu, Duchess Arlet yang sebelumnya ada di udara mulai turun ke permukaan. Duchess Arlet terlihat masih gang rapiernya itu dan belum naruhnya kembali di pinggangnya. Kelihatannya Duchess Arlet masih bersiaga akan kemungkinan kalau wanita itu masih dapat bangkit kembali dan nyerangnya. Selain itu, Duchess Arlet juga terlihat sedikit kelelahan karena nafasnya sedikit terengah-engah.

"Haahhh.....Haaaahhhh...Aku tidak akan mbiarkanmu untuk ngejar para prajuritku. Jika kamu ingin ngejar para prajuritku, kalahkan aku terlebih dahulu," ucap Duchess Arlet.

Tidak lama kemudian, terdengar suara tepukan tangan. Tepukan tangan itu berasal dari dalam debu asap yang nyelimuti tempat itu. Kemudian, dari dalam debu asap itu muncul bayangan seseorang yang sedang berjalan ke depan. Bayangan orang itu terus berjalan ke depan sampai akhirnya bayangan itu berhasil keluar dari debu asap itu. Orang yang keluar dari debu asap itu adalah wanita bertanduk dan berekor Naga yang sebelumnya Duchess Arlet serang. Wanita itu berjalan keluar dari debu asap itu sambil nepuk tangannya dan dia terus berjalan untuk ndekati Duchess Arlet. Pedang layang dan bola-bola sihir yang ngelilingi wanita itu sebelumnya terlihat sudah tidak ada lagi. Lalu, terlihat tidak ada satupun luka yang ada pada tubuh wanita itu. Bahkan beberapa bagian tubuh wanita itu yang seharusnya sudah mbeku terlihat sudah nghilang. Duchess Arlet pun terkejut setelah lihat tubuh wanita itu.

"Aku yakin kalau aku sudah nyerangnya dengan telak, tetapi kenapa sepertinya serangan yang aku lakukan tadi tidak berdampak kepadanya. Apa mungkin serangan itu seharusnya berdampak, tetapi wanita itu dengan cepat langsung mulihkan tubuhnya itu dan mbuatku berpikir kalau seranganku itu ternyata tidak berdampak," pikir Duchess Arlet.

Duchess Arlet terlihat bingung sambil terus mikirkan tentang hal itu. Sentara itu, wanita itu yang sebelumnya terus berjalan untuk ndekat Duchess Arlet, mulai nghentikan langkahnya. Wanita itu berhenti tidak jauh dari hadapan Duchess Arlet. Namun, ski sudah berhenti langkah, wanita itu terus nepuk tangannya itu.

"Serangan yang kamu lancarkan tadi benar-benar luar biasa, seperti yang diharapkan dari ’manusia berambut putih’. ’Manusia berambut putih’ terakhir yang aku lawan sekitar puluhan tahun yang lalu juga miliki kemampuan dan serangan yang luar biasa. ski begitu, manusia itu tetap bukan tandinganku," ucap wanita itu.

Setelah ngatakan itu, wanita itu secara perlahan mulai nghentikan tepuk tangannya. Sentara itu, Duchess Arlet terlihat sedang bersiap untuk nyerang karena dia nyadari kalau sebentar lagi wanita itu akan lakukan sesuatu.

"Biar kukatakan sekali lagi, aku tidak akan mbiarkanmu untuk ngejar para prajuritku. Jika kamu ingin ngejar para prajuritku, kalahkan aku terlebih dahulu," ucap Duchess Arlet.

Setelah ndengar perkataan Duchess Arlet, wanita itu pun tersenyum.

"ngalahkanmu terlebih dahulu ya, sayangnya aku tidak akan ngalahkanmu sebelum aku ngurus para prajuritmu yang larikan diri itu. Tetapi untuk ngurus para prajuritmu itu, aku harus ngejarnya terlebih dahulu. Tetapi jika aku ngejar reka, kamu pastinya akan nghalangiku,"

"Hmmm ini repotkan juga, padahal aku ingin sedikit berolahraga dengan ngejar reka, tetapi kamu malah nghalangiku untuk berolahraga. Kalau begitu, sepertinya aku harus nggunakan ’cara tersingkat’," ucap wanita itu.

Wanita itu kemudian rentangkan kedua tangannya ke samping. Setelah itu wanita itu secara cepat langsung nggerakkan tangannya ke depan sehingga mbuat kedua tangannya itu saling bertepuk. Setelah wanita itu nepuk tangannya, tiba-tiba terjadi getaran yang hebat di tempat itu. Duchess Arlet yang nyadari adanya getaran yang muncul secara tiba-tiba pun terkejut.

"Getaran apa ini ?!," ucap Duchess Arlet.

-

Sentara itu, jauh dari tempat wanita itu dan Duchess Arlet berada.

Terlihat para prajurit Duke San Lucia terus berlari untuk ninggalkan pegunungan Orokho.

"Jangan berhenti! teruslah berlari seperti yang diperintahkan oleh nona Duchess. Kita harus segera mbawa jasad rekan-rekan kita terlebih dahulu. Setelah itu, kita kumpulkan bala bantuan dalam jumlah banyak untuk mbantu nona Duchess," ucap salah satu prajurit.

"Siap!," ucap para prajurit lainnya.

Para prajurit itu terus berlari tanpa henti. Saat para prajurit itu terus berlari, tiba-tiba reka rasakan adanya getaran yang hebat yang terjadi di tempat itu. reka semua pun terkejut ketika rasakan getaran itu dan mbuat reka berhenti sejenak.

"Getaran apa ini ?!?!

"Getaran ini sangat dahsyat," ucap para prajurit itu.

Di saat para prajurit itu terkejut dan bingung dengan munculnya getaran itu, salah satu prajurit mberitahu kepada prajurit yang lain untuk terus berlari dan jangan berhenti.

"Kalian semua, jangan berhenti dan teruslah berlari," ucap prajurit itu.

"Ah benar juga, kita harus nuruti perintah nona Duchess Arlet untuk terus berlari. Ayo semuanya, terus berlari,"

"Iya!," ucap para prajurit lainnya.

Para prajurit itu pun mulai kembali berlari tanpa mperdulikan getaran yang terjadi di tempat reka. Kemudian, saat reka sedang berlari, tiba-tiba muncul banyak duri-duri es tajam yang berukuran besar dari bawah tempat reka berpijak. Para prajurit yang lihat hal itu pun sangat terkejut.

"Kalian semua, nghindar!!!," ucap salah satu prajurit.

Para prajurit itu pun dengan cepat langsung nghindari duri-duri es yang muncul dari bawah tempat reka berpijak. Tetapi duri-duri itu muncul lebih cepat dari pergerakan reka, beberapa prajurit pun terkena serangan duri-duri itu. Duri-duri es yang tajam itu berhasil motong lengan dan kaki beberapa prajurit yang dikenainya. Selain itu, duri-duri es itu juga nusuk para prajurit yang dikenainya dan mbawa reka hingga njulang ke atas. Sentara itu, beberapa prajurit lain yang tidak terkena serangan duri-duri itu terlihat sangat cemas dan ketakutan saat lihat rekan-rekan reka terkena duri-duri itu. Setelah lihat rekan-rekan reka terkena duri-duri itu, reka pun kembali berlari untuk ninggalkan tempat itu. Namun, hanya tinggal nunggu waktu saja sampai reka juga ikut terkena serangan duri-duri itu karena duri-duri itu tetap muncul sampai semua prajurit itu terkena serangan itu. Satu per satu prajurit yang terus berlari pun mulai terkena serangan duri-duri itu. Sampai akhirnya, seluruh prajurit itu pun terkena serangan duri-duri itu.

*AAAAARRRGGGHHHHHHHH

Teriakan kesakitan pun terdengar keras dari tempat para prajurit yang terkena serangan duri-duri itu. Bahkan teriakan itu terdengar hingga ke tempat Duchess Arlet berada.

"Suara teriakan ?! Asalnya dari tempat para prajuritku berada ?! Apa yang sedang terjadi ?!?," tanya Duchess Arlet yang nampak bingung.

Sentara itu, wanita bertanduk dan berekor Naga yang ada dihadapan Duchess Arlet terlihat sedang tersenyum.

"Sepertinya para prajuritmu itu sedang ndapatkan masalah. Kelihatannya reka tidak dapat lanjutkan untuk pergi dari pegunungan ini," ucap wanita itu.

"Kamu.....Apa kamu baru saja lakukan sesuatu kepada para prajuritku ?!," tanya Duchess Arlet.

"Itu benar, bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak akan mbiarkan para prajuritmu itu pergi dari pegunungan ini ?," tanya wanita itu.

"Tapi bagaimana bisa ?!?! Padahal kamu masih ada disini, bagaimana bisa kamu lakukan sesuatu kepada para prajuritku yang sudah berada jauh dari tempat ini ?!," tanya Duchess Arlet.

ndengar pertanyaan Duchess Arlet, wanita itu langsung tertawa.

"Ahahahaha, kamu serius bertanya seperti itu ? Saat kamu datang ke pegunungan ini untuk mbunuhku, kamu seharusnya sudah tahu tentang alasan kenapa kamu ingin mbunuhku. Dan juga, kamu seharusnya sudah tahu tentang sedikit kekuatanku,"

"Aku lah yang mbuat pegunungan ini berubah njadi pegunungan es dan rubah iklim dan suhunya njadi dingin. Dampak dari dan dan iklim pegunungan ini yang berubah juga telah mpengaruhi daerah di sekitar pegunungan ini. Karena itu, kalian berniat mbunuhku untuk ngubah dan dan iklim di pegunungan ini kembali seperti semula,"

"Dengan aku yang telah ngubah pegunungan ini njadi pegunungan es dan ngubah iklim serta suhu di pegunungan ini njadi dingin, seharusnya kamu tahu kenapa aku bisa lakukan sesuatu kepada para prajuritmu skipun aku dan para prajuritmu itu sudah berada dalam jarak yang jauh," ucap wanita itu.

Duchess Arlet langsung terkejut setelah ndengar perkataan wanita itu. Duchess Arlet terlihat baru saja nyadari sesuatu dari perkataan wanita itu.

"Jangan bilang...," ucap Duchess Arlet.

"Itu benar, skipun para prajuritmu itu sudah berada jauh dari tempat ini, selama reka masih ada di pegunungan ini, itu berarti reka masih berada di ruang lingkup seranganku. Karena akulah yang telah ngubah dan dan iklim di pegunungan ini, aku bisa manipulasi dan dan iklim di pegunungan ini sesukaku. Jika aku mau, aku bisa saja nghabisi para prajuritmu itu sejak tadi hanya dengan nggerakkan kedua tanganku saja, tetapi aku milih untuk nggerakkan seluruh tubuhku karena aku ingin sedikit berolahraga. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku nggerakkan seluruh tubuhku," ucap wanita itu.

Duchess Arlet pun terdiam setelah ndengar perkataan wanita itu. Wajah Duchess Arlet terlihat sedikit cemas. Sentara itu, wanita yang ada dihadapan Duchess Arlet terlihat sedang tersenyum. Lalu setelah itu, suara teriakan yang berasal dari tempat para prajurit itu kembali terdengar.

*AAARRRRRGGGGHHHHHH

"Hmmmm kelihatannya beberapa dari prajurit itu berhasil selamat dari ’kejutan’ yang aku berikan. Suara teriakan reka terdengar cukup ngganggu. Aku akan mbuat reka diam," ucap wanita itu.

Wanita itu kemudian jamkan kedua matanya. Kemudian, wanita itu mulai rentangkan kedua tangannya.

~Ice Magic : Great Blizzard~

Setelah itu, tiba-tiba muncul badai salju yang cukup dahsyat di tempat reka berada. Duchess Arlet pun terkejut dengan kemunculan badai salju itu secara tiba-tiba.

"Sebuah badai salju ?!?! Sepertinya wanita itu berniat untuk lakukan sesuatu, aku harus ncegahnya," ucap Duchess Arlet.

Duchess Arlet bersiap untuk nyerang wanita itu. Tetapi badai salju yang muncul di tempat itu cukup dahsyat sehingga mbuat Duchess Arlet tidak bisa bergerak dan hanya fokus untuk bertahan agar tidak terhempas oleh badai salju itu.

Sentara itu, wanita itu yang sebelumnya sedang rentangkan kedua tangannya, secara perlahan mulai ngarahkan kedua tangannya itu ke depan. Setelah itu, wanita itu mulai mbuat gerakan-gerakan tangan. Disaat yang bersamaan, badai salju yang muncul di tempat itu mulai bergerak ngikuti gerakan tangan dari wanita itu. Wanita itu terus mbuat gerakan-gerakan tangan sampai akhirnya gerakan tangan wanita itu terlihat seperti sedang mbentuk sebuah bola. Badai salju yang muncul itu pun ngikuti gerakan tangan itu dan mbuat badai salju itu secara perlahan mulai reda dan bentuknya pun secara perlahan mulai ngecil hingga mbentuk sebuah bola. Duchess Arlet pun terkejut ketika lihat kalau badai saljunya telah reda dan bahkan sudah hilang.

"Badai saljunya hilang ?," tanya Duchess Arlet.

Lalu Duchess Arlet lihat ke arah wanita itu. Di depan wanita itu, ada sebuah bola sihir berwarna perpaduan putih dan biru. Bola sihir itu terlihat sangat pekat, berbeda dengan bola sihir yang sebelumnya dibuat oleh wanita itu. Kemudian, wanita itu ngarahkan tangan kanannya ke bola sihir itu. Setelah itu, bola sihir itu pun digenggam hingga hancur oleh wanita itu nggunakan tangan kanannya. Setelah bola sihir itu hancur, tiba-tiba dalam genggaman tangan kanan wanita itu, muncul sebuah anak panah berwarna perpaduan putih dan biru. Anak panah itu terlihat dialiri oleh sihir yang sangat pekat.

Kemudian, wanita itu ngarahkan tangan kirinya ke depan. Setelah itu, di tangan kiri wanita itu tiba-tiba muncul sebuah busur panah yang terbuat dari es. Duchess Arlet terlihat bingung dengan anak panah dan busur panah yang dibuat oleh wanita itu.

"Sebuah busur panah dan anak panah ? Jangan bilang wanita itu.....," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, wanita itu bersiap untuk nembakkan anak panah yang dibuatnya itu dengan busur panah yang juga dibuatnya. lihat hal itu, Duchess Arlet langsung lesat dengan cepat ke arah wanita itu.

"Aku tidak akan mbiarkanmu," ucap Duchess Arlet.

Duchess Arlet berusaha untuk nyerang wanita itu, tetapi wanita itu dengan cepat dapat nghindari serangan Duchess Arlet dengan terbang ke atas. Terlihat wanita itu sedang terbang ke atas nggunakan sepasang sayap yang tiba-tiba muncul di punggungnya. Duchess Arlet terlihat terkejut ketika lihat wanita itu sedang terbang nggunakan kedua sayapnya.

"Kenapa wanita itu masih bisa terbang nggunakan sayapnya ?! Bukankah sebelumnya aku sudah motong sayapnya itu ?!," tanya Duchess Arlet.

Tetapi Duchess Arlet tidak terlalu mikirkan itu dan langsung lompat ke atas untuk nyusul wanita itu. Sentara itu, wanita itu terus terbang hingga sangat jauh ke atas. Lalu setelah dirasa sudah berada di ketinggian yang cukup, wanita itu pun berhenti. Kemudian, wanita itu lihat ke tempat para prajurit itu terkena duri-duri es dan ngarahkan anak panahnya ke tempat itu. Sentara itu, Duchess Arlet terus lompat ke atas untuk nyusul wanita itu tetapi sepertinya Duchess Arlet tidak akan sempat karena jarak ketinggian reka sangat lah jauh.

Kemudian, wanita itu pun bersiap untuk nembakkan anak panah itu. Wanita itu mulai mbuka kedua matanya yang sebelumnya terpejam secara perlahan. Terlihat kedua matanya yang berwarna biru es/ice blue sedang bersinar dengan terang.

~Ice Magic : Great Blizzard Arrow - Frossen Ruin~

Wanita itu lalu nembakkan anak panah itu ke tempat para prajurit yang terkena duri-duri es itu. Duchess Arlet yang sedang lompat ke arah wanita itu pun langsung noleh ke arah panah yang ditembakkan itu.

"Sial, aku tidak sempat untuk ncegahnya," ucap Duchess Arlet.

Panah itu lesat dengan cepat ke tempat para prajurit itu. Kemudian, panah itu ngenai permukaan tanah yang ada di tengah-tengah tempat itu. Panah itu pun langsung ledak dan ngeluarkan ledakan sihir es yang sangat besar.

*DUMMMMMMM

Ledakan sihir es itu sangat besar hingga mbuat pegunungan itu bergetar. Hembusan angin yang dahsyat pun tercipta dari ledakan yang besar itu. Setelah munculnya ledakan itu, debu asap berwarna putih pun muncul dan nyelimuti tempat itu.

Tidak lama kemudian, debu asap itu pun secara perlahan mulai nghilang. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat jelas kondisi dari tempat itu. Seluruh tempat itu telah berubah njadi es. Permukaan salju, bebatuan, dan pepohonan yang ditutupi oleh salju, semuanya telah berubah njadi es. Tidak hanya itu saja, semua prajurit yang berada di tempat itu, semuanya telah mbeku dan berubah njadi es. Beberapa prajurit yang mbeku itu tubuhnya ada yang sudah hancur berkeping-keping dan sisanya masih miliki tubuh utuh yang mbeku.

Duchess Arlet yang lihat ke arah tempat itu pun terlihat sangat terkejut lihat keadaan tempat itu dan para prajuritnya.

"B-bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?!?!," ucap Duchess Arlet.

Lalu, Duchess Arlet lihat ke atas ke arah wanita itu.

"Aku kira wanita itu adalah makhluk yang berbahaya, tetapi ternyata dia lebih berbahaya dari yang aku kira. Wanita itu...dia adalah monster yang sangat berbahaya," ucap Duchess Arlet sambil lihat ke arah wanita itu.

Wanita itu terlihat masih terbang di atas sambil gang busur panahnya dan sambil lihat ke arah tempat para prajurit yang mbeku itu. Wanita itu lihat ke tempat prajurit itu sambil tersenyum dengan kedua mata yang masih bersinar terang.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 335 : Monster Yang Sangat Berbahaya on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

Grasping the Evil cover
Similar genre

Grasping the Evil

I'm Ink我是墨水 ·Action

Mastersaid,thewomanIheldinmyhands,ImustprotectfortherestofmylifeMastersaid,it’shardtocultivateasaDemon,andonceyouentertheDemonDao,youshouldneverloo...

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.