Font Size
15px

Di tempat Duchess Arlet berada.

Terlihat Duchess Arlet dan para prajuritnya sedang berusaha untuk nyerang ketiga Naga es yang berukuran sangat besar itu. Para prajurit itu berusaha nyerang ketiga Naga itu dengan senjata reka, tetapi serangan dari senjata reka itu tidak mberikan dampak apapun bagi tubuh ketiga Naga itu. Lalu, para prajurit itu kemudian berusaha nyerang ketiga Naga itu dengan nggunakan sihir. Semua jenis sihir baik sihir biasa maupun sihir elen reka lancarkan kepada ketiga Naga itu. Tetapi serangan sihir itu tetap tidak berpengaruh kepada ketiga Naga itu, bahkan sihir api yang seharusnya bisa ncairkan es, tidak dapat ncairkan es yang nyelimuti tubuh ketiga Naga itu.

Setelah para prajurit nyerang ketiga Naga itu, kali ini ketiga Naga itu yang nyerang para prajurit itu dengan cakar, ekor, tubuh dan semburan es dari mulut reka. Para prajurit itu pun langsung nghindari serangan itu. reka pun berhasil nghindari serangan itu tetapi tidak semua dari reka yang berhasil nghindari serangan itu karena ada 3 orang prajurit yang terkena serangan itu. Seorang prajurit terkena serangan yang berasal dari cakar salah satu Naga itu dan mbuatnya langsung tewas dengan tubuh yang sudah terpotong. Seorang prajurit lainnya terkena serangan ekor salah satu Naga dan mbuatnya terhempas hingga nghantam bongkahan es tajam yang ada di sekitar tempat itu. Prajurit itu pun langsung tewas karena tertusuk bongkahan es itu. Lalu prajurit yang satu lagi terkena serangan semburan es yang dilancarkan oleh salah satu Naga. Semburan es itu mbuat tubuh prajurit itu langsung mbeku dan setelah tubuh prajurit itu mbeku, Naga yang nyemburkan es kepadanya langsung nyerang prajurit itu dengan ekornya dan mbuat tubuh prajurit yang mbeku itu langsung hancur berkeping-keping.

Beberapa prajurit terlihat terkejut ketika lihat tewasnya 3 orang prajurit itu.

"Prajurit yang telah tewas kini bertambah 3 orang,"

"Iya, dan selanjutnya pasti akan bertambah lagi. Mungkin selanjutnya kitalah yang akan tewas," ucap para prajurit itu.

Beberapa prajurit terlihat ketakutan dan cemas setelah lihat tewasnya 3 orang prajurit itu. lihat beberapa prajurit terlihat ketakutan dan cemas, para prajurit sisanya berusaha untuk nenangkan dan nyemangati reka.

"Kalian semua, tetap fokus. Aku tahu kalian saat ini sedang cemas dan ketakutan karena saat ini kita sedang nghadapi makhluk yang berbahaya. Kalian saat ini sedang cemas dan ketakutan karena kalian takut mati kan ? Tetapi jika kalian tidak tenang dan fokus, itu akan mbahayakan untuk kalian karena kalian bisa benar-benar mati. Jadi, jika kalian tidak mau mati, aku minta kalian tetap tenang dan fokus," ucap salah satu prajurit.

"Itu benar. Jujur saja, bukan hanya kalian saja yang cemas dan takut akan mati, kami semua pun juga. Tetapi, kami tetap berusaha untuk tenang dan fokus. Jika kami tidak tenang dan fokus, kami akan malu kepada diri kami sendiri dan juga nona Duchess. Tidakkah kalian lihat saat ini ? Nona Duchess sedang berusaha lawan ketiga Naga itu sendirian," ucap prajurit lainnya.

Setelah prajurit itu ngatakan itu, para prajurit lainnya pun noleh ke arah ketiga Naga itu. Ucapan prajurit itu ternyata benar, saat ini Duchess Arlet sedang lawan ketiga Naga es berukuran sangat besar itu seorang diri. Duchess Arlet terus nyerang ketiga Naga itu nggunakan rapiernya dan disaat yang sama dia terus nghindari serangan-serangan ketiga Naga es itu.

Para prajurit yang lihat hal itu nampak takjub dengan apa yang dilakukan Duchess Arlet.

"Kalian lihat itu kan ? Apakah kalian tidak malu saat lihat nona Duchess yang sedang lawan ketiga Naga itu seorang diri. Beliau itu pemimpin kita loh, tetapi beliau berani lawan ketiga Naga itu seorang diri tanpa cemas dan takut akan kematian, sedangkan kita yang rupakan prajuritnya, yang seharusnya lindungi beliau, malah takut dan cemas akan kematian. Bukankah seharusnya kalian-, tidak, bukankah seharusnya kita malu kepada diri kita sendiri ?," ucap prajurit itu.

Beberapa prajurit yang sebelumnya terlihat cemas dan takut mulai terdiam. Saat terdiam itu, wajah dan ekspresi reka secara perlahan mulai berubah njadi seperti biasa. reka tidak terlihat cemas dan takut lagi.

"Oleh karena itu, kalian semua, tetaplah fokus dan tenang. Jika kalian tidak fokus dan tenang, kalian mungkin bisa benar-benar mati akibat serangan ketiga Naga itu. Selain itu, aku juga ngingatkan kepada kalian, tugas kita sebagai prajurit di ekspedisi ini adalah untuk lindungi nona Duchess. Sekarang, beberapa dari kami akan pergi untuk mbantu nona Duchess dalam lawan ketiga Naga itu. Tetapi, apabila kalian tidak ingin mbantu, kami tidak akan mpermasalahkannya. Jika kalian mau pergi dari tempat ini, kami juga tidak mpermasalahkannya. Yang terpenting, kalian tetaplah fokus dan tenang agar kalian tidak mati," ucap prajurit itu.

Setelah prajurit itu ngatakan hal itu, para prajurit yang sebelumnya cemas dan ketakutan mulai berjalan ndekati prajurit yang ngatakan hal itu.

"Aku mang sebelumnya rasa cemas dan takut, tetapi kali ini rasa cemas dan takut itu sudah hilang dan aku sudah tercerahkan dengan perkataan yang kamu bilang tadi. Aku tidak akan diam saja ataupun pergi ninggalkan tempat ini, aku juga akan ikut mbantu. Aku tidak bisa diam saja saat lihat nona Duchess yang sendirian dalam nghadapi ketiga Naga itu. Aku akan mbantu beliau, karena jika tidak, aku akan malu pada diriku sendiri," ucap salah satu prajurit yang sebelumnya terlihat cemas dan takut.

"Aku juga,"

"Aku juga akan ikut mbantu," ucap para prajurit lainnya yang sebelumnya terlihat cemas dan takut.

reka semua terlihat kompak saat ngatakan itu. Itu berarti reka semua akan ikut dalam mbantu Duchess Arlet.

"Kalian...Baiklah, kalau begitu, mari kita bersiap untuk nyerang ketiga Naga itu," ucap prajurit itu.

"Iya!!!," ucap para prajurit yang lainnya.

Para prajurit itu pun langsung bersiap dengan gang senjata milik reka masing-masing.

"Ayo kita serang!!," ucap prajurit itu.

Para prajurit itu pun langsung bergerak ke arah ketiga Naga es yang sedang dihadapi Duchess Arlet. Setelah itu, para prajurit itu langsung nyerang ketiga Naga itu dengan senjata dan sihir reka. Duchess Arlet terlihat sedikit terkejut saat lihat para prajuritnya itu datang untuk mbantunya. Duchess Arlet kemudian ndatangi salah satu prajurit yang ikut nyerang itu.

"Aku pikir kalian tidak akan ikut nyerang lagi karena aku lihat kalian tadi sedang cemas dan takut setelah lihat rekan-rekan kalian yang sudah tewas," ucap Duchess Arlet.

"Sebelumnya kami mang cemas dan takut, nona. Tetapi kali ini, kami mutuskan untuk nghilangkan rasa cemas dan takut itu. Kami akan mbantu anda, nona," ucap prajurit itu.

"Begitu ya. Kalau begitu mari kita kalahkan ketiga Naga itu, tetapi sebelum itu ada sesuatu yang ingin kuberitahu kepada kalian semua," ucap Duchess Arlet.

Setelah itu, Duchess Arlet narik nafasnya dengan dalam. Kemudian, Duchess Arlet mulai ngatakan sesuatu dengan suara yang sangat keras.

"Kalian semua, dengarkan perkataanku. Ketika aku lawan ketiga Naga itu seorang diri, aku nyadari kalau ketiga Naga itu bukanlah Naga yang asli. reka bertiga adalah Naga buatan yang terbuat dari sihir es, sama seperti para Naga yang kita lawan sebelumnya. Namun, es yang nyelimuti tubuh reka lebih kuat dari para Naga sebelumnya. Karena itu, serangan biasa tidak akan mpan kepada reka. Jadi, aku minta kepada kalian untuk nyerang reka dengan kekuatan penuh kalian,"

"Kalian tidak perlu khawatir apabila kalian kelelahan setelah nggunakan kekuatan penuh kalian. Setelah ngalahkan reka, aku mutuskan untuk nghentikan ekspedisi ini. Tidak mungkin kita akan lanjutkan ekspedisi ini setelah ngetahui kalau beberapa rekan-rekan kita yang ikut ekspedisi ini telah tewas. Jadi kita akan nghentikan ekspedisi ini setelah ngalahkan reka dan kembali ke kota San Lucia. Oleh karena itu, mari kita selesaikan pertempuran ini agar kita bisa segera kembali ke kota San Lucia," ucap Duchess Arlet dengan suara yang keras.

Para prajurit yang ada di tempat itu dapat ndengar perkataan Duchess Arlet dengan jelas. reka semua pun langsung nanggapi perkataan Duchess Arlet.

"Baik, nona Duchess!!," ucap para prajurit itu.

Setelah itu, para prajurit langsung bergerak dan nyerang ketiga Naga itu dengan kekuatan penuh reka. Para prajurit itu tidak ragu-ragu dalam lancarkan serangan fisik maupun sihir yang kuat ke arah ketiga Naga itu. Serangan para prajurit itu pun mulai berdampak kepada ketiga Naga itu.

Setelah terus-terusan diserang oleh para prajurit itu, ketiga Naga itu mulai bersiap untuk lancarkan serangan. Tetapi Duchess Arlet dengan cepat lesat ke arah ketiga Naga itu dan langsung nyerang reka bertiga sekaligus.

~San Lucia Art : Freezing Air Great Slash~

Duchess Arlet lancarkan serangan tebasan yang sangat besar. Serangan tebasan itu berhasil ngenai ketiga Naga itu sekaligus dan mbuat reka bertiga terhempas beberapa ter ke belakang. Selain itu, akibat tebasan itu, tubuh reka bertiga yang terkena tebasan itu pun langsung mbeku, tetapi itu tidak ada dampak apapun kepada reka karena tubuh reka pada awalnya sudah diselimuti oleh es.

Setelah nghempaskan ketiga Naga itu, Duchess Arlet langsung ngatakan sesuatu kepada para prajuritnya.

"Setengah dari kalian seranglah seekor Naga yang ada di sebelah kanan, sentara aku akan ngurus dua ekor Naga yang ada di sebelah kiri dan tengah. Lalu setengah sisanya dari kalian tolong bantu aku untuk lawan kedua Naga itu," ucap Duchess Arlet.

"Baik, nona," ucap para prajurit itu.

Duchess Arlet dan para prajurit itu pun mulai bergerak untuk nyerang Naga yang njadi target reka masing-masing. Ketiga Naga yang sebelumnya terhempas terlihat sudah kembali bangkit dan bersiap untuk nyerang Duchess Arlet dan para prajurit yang sedang bergerak ke arah reka bertiga. Kemudian, ketiga Naga itu pun lancarkan serangan kepada Duchess Arlet dan para prajurit itu tetapi reka dapat nghindari serangan itu dengan mudah.

Setelah berhasil nghindari serangan itu, Duchess Arlet langsung nyerang salah satu Naga dengan rapier dan sihir esnya. Duchess Arlet terus nyerang Naga itu sambil nghindari serangan yang dilancarkan Naga itu. Lalu setelah cukup lama terus nyerang Naga itu, Duchess Arlet bersiap untuk nyerang Naga itu dengan sebuah serangan pamungkas.

~San Lucia Ar-~

Tetapi sebelum Duchess Arlet lancarkan serangan pamungkas itu, tiba-tiba dia diserang oleh seekor Naga yang lainnya. Naga itu nyerang Duchess Arlet dengan nggunakan ekornya dan mbuat Duchess Arlet terhempas. Duchess Arlet terhempas cukup jauh hingga nghantam beberapa pohon, batu dan bongkahan es yang ada di sekitar tempat itu.

"Nona Duches!!!!," teriak salah satu prajurit setelah lihat nona Duchess yang terhempas.

Kemudian prajurit itu ngatakan sesuatu kepada prajurit lainnya.

"Kenapa nona Duchess bisa diserang oleh Naga yang lain ? Apa kalian tidak berusaha nyulitkan Naga itu ?," tanya prajurit itu.

"Kami sudah berusaha nyulitkan Naga itu, tetapi Naga itu sangat kuat. Kami tidak bisa nghentikannya ketika dia bergerak nuju Naga yang sedang dilawan oleh Duchess Arlet. Oleh karena itu, Duchess Arlet bisa diserang oleh Naga itu," ucap prajurit yang lainnya.

Setelah itu, reka berdua pun lihat ke arah kedua Naga itu. Kedua Naga itu saat ini masih disibukkan oleh para prajurit yang terus nyerang reka. Beberapa prajurit itu terlihat sudah ngalami luka. ski begitu, reka tidak berhenti untuk nyerang kedua Naga itu. Setelah lihat ke arah kedua itu, reka berdua lihat ke tempat lainnya. Terlihat para prajurit yang sedang lawan seekor Naga es telah berhasil mojokkan Naga es itu. ski begitu, para prajurit itu terus nyerang Naga es itu agar Naga es itu berhasil dikalahkan.

"Sepertinya reka sebentar lagi akan bisa ngalahkan seekor Naga itu. Oleh karena itu, kita harus mbantu para prajurit yang saat ini tengah nyibukkan kedua Naga es yang lain. Kita tidak boleh mbiarkan kedua Naga itu mbantu seekor Naga yang sebentar lagi akan berhasil dikalahkan itu," ucap prajurit itu.

"Baiklah, tetapi bagaimana dengan kondisi nona Duchess ? Bukankah lebih baik kita riksa kondisinya terlebih dahulu ?," tanya prajurit lainnya.

"Tidak, kita harus ntingkan untuk lawan ketiga Naga es itu terlebih dahulu. Nona Duchess pastinya juga akan berkata seperti itu. Oleh karena itu, mari kita serang kedua Naga itu," ucap prajurit itu.

"Baik," ucap prajurit yang lainnya.

Setelah itu, reka langsung bergerak nuju kedua Naga itu dan mbantu para prajurit lainnya untuk nyerang kedua Naga itu. reka terus nyerang Naga itu sambil nghindari serangan-serangan yang dilancarkan kedua Naga itu. Beberapa dari reka berhasil nghindari serangan itu sepenuhnya, namun sisanya gagal nghindari serangan itu sepenuhnya. Tetapi reka yang gagal nghindari serangan itu masih tetap hidup karena serangan itu hanya mbuat tubuh reka terluka skipun luka itu sangat banyak. Namun skipun tubuh reka sudah terluka seperti itu, reka terus nyerang kedua Naga itu tanpa henti.

Lalu beberapa saat kemudian, disaat para prajurit itu terus nyerang kedua Naga itu, kedua Naga itu secara bersamaan bersiap untuk lancarkan sebuah semburan es dari mulut reka. Semburan es itu akan diarahkan kepada para prajurit yang sedang nyerang reka berdua. Para prajurit yang lihat hal itu terlihat sangat terkejut, reka pun langsung bersiap untuk nghindar. Namun kelihatannya reka akan terlambat karena kedua Naga itu sudah bersiap untuk ngeluarkan semburan es itu.

Tetapi, sebelum kedua Naga itu bersiap untuk ngeluarkan semburan es itu, tiba-tiba Duchess Arlet datang dan langsung nyerang kedua Naga itu dengan rapier yang dipegangnya dan 6 buah rapier yang ngelilinginya.

~San Lucia Art Secret Technique : Ice Dragon Slayer’s Seven Slashes~

Duchess Arlet nyerang salah satu dari kedua Naga itu dengan tekniknya itu. Serangan yang dilancarkan Duchess Arlet itu langsung mbuat salah satu Naga es itu hancur berkeping-keping. Sentara itu, Naga yang satu lagi langsung terhempas karena terkena dampak dari serangan itu. Para prajurit yang lihat hal itu pun terkesan sekaligus terkejut. Namun disaat para prajurit itu terkesan, Duchess Arlet langsung ngatakan sesuatu kepada para prajurit itu.

"Kalian semua, bantu aku untuk narik perhatian Naga yang satu lagi karena aku harus mpersiapkan sebuah serangan untuk nghabisinya," ucap Duchess Arlet.

"Baik, nona Duchess," ucap prajurit itu.

Para prajurit itu langsung bergegas nuju Naga yang terhempas itu. reka pun langsung nyerang Naga itu untuk narik perhatiannya. Sentara itu, Duchess Arlet terus lompat hingga tinggi ke atas.

Naga yang terhempas itu pun mulai bangkit lalu nyerang para prajurit yang sedang nyerangnya. Sebagian besar prajurit berhasil nghindari serangan itu, tetapi sisanya terkena serangan itu dan terluka. ski begitu, reka semua terus nyerang Naga itu untuk narik perhatiannya sesuai apa yang diminta oleh Duchess Arlet.

Sentara itu, setelah lompat cukup tinggi ke atas langit, Duchess Arlet terlihat tengah bersiap untuk lancarkan sebuah serangan.

~Wahai pedang raksasa yang terbuat dari es, muncul lah dan berikan kekuatanmu kepadaku~

~Ice Magic : Create Magic Weapon : Giant Ice Sword of Ymir~

Duchess Arlet lalu ngangkat tangan kanannya ke atas. Lalu di atas tangan kanannya itu, muncul sebuah pedang es yang sangat besar. Setelah pedang es raksasa itu muncul, Duchess Arlet langsung ngarahkan pedang itu ke bawah dengan cepat. Pedang es raksasa itu pun langsung luncur ke bawah tepat ke arah Naga es yang sedang dilawan para prajurit itu. Sentara itu, Naga es yang ada di bawah terlihat sedang bersiap untuk lancarkan sebuah semburan es, tetapi sebelum Naga itu lancarkan semburan es itu, pedang es raksasa yang dibuat oleh Duchess Arlet langsung nusuk tubuhnya hingga nembus ke permukaan salju yang ada di bawah tubuhnya.

*DUMMMMMM

Suara benturan pun terdengar akibat pedang es raksasa itu yang nghantam permukaan salju di tempat itu.

*ROOOOAAAAAAARRRRRR

Naga es yang tertusuk pedang es raksasa itu langsung ngeluarkan suara raungan yang sangat keras. ski tubuhnya telah tertusuk, nampaknya Naga es itu masih belum kalah karena dia masih tetap bergerak dan bahkan bisa ngeluarkan suara raungan. Suara raungan itu mbuat sekitar tempat itu njadi bergetar. Beberapa prajurit pun terlihat terhempas cukup jauh ke belakang karena tidak bisa nahan suara raungan itu.

Lalu disaat Naga itu terus ngeluarkan suara raungan, tiba-tiba Duchess Arlet turun dari atas dan langsung nusuk kepala Naga es itu nggunakan rapiernya.

~Glacier Shockwave~

Setelah Duchess Arlet nusuk kepala Naga itu dan lancarkan serangan, kepala Naga es itu pun langsung hancur berkeping-keping. Sebuah hembusan angin yang cukup besar pun muncul setelah kepala Naga es itu hancur berkeping-keping. Naga es itu pun akhirnya telah berhasil dikalahkan.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 333 : Giant Ice Sword of Ymir on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.