Beberapa saat sebelumnya, di tempat Duchess Arlet berada.
Terlihat Duchess Arlet dan para prajurit yang ikut dalam ekspedisi itu telah berhasil nghabisi semua monster yang datang ke tempat reka.
"Jumlah reka mungkin cukup banyak, tetapi reka semua lemah," ucap prajurit A.
"Iya, aku bahkan bisa ngalahkan reka tanpa nggunakan sihir," ucap prajurit B.
"Lebih baik kalian tidak sombong seperti itu karena yang nghabisi sebagian monster itu adalah nona Duchess. Kalian boleh sombong apabila kalian berhasil nghabisi monster-monster itu dalam jumlah yang lebih besar dari yang dihabisi oleh nona Duchess," ucap prajurit C.
Sentara itu, setelah berhasil ngalahkan monster-monster di sekelilingnya, Duchess Arlet naruh kembali rapiernya di pinggangnya. Setelah itu, Duchess Arlet berjalan kembali nghampiri para prajuritnya.
"Kalian semua, kerja bagus karena telah nghabisi para monster itu. Tetapi, kalian jangan sampai lengah karena para monster itu bisa saja tiba-tiba datang kembali dan nyerang kita," ucap Duchess Arlet.
"Baik, nona Duchess," ucap prajurit itu.
Setelah para prajurit itu berkata seperti itu, tiba-tiba reka semua dikejutkan oleh suara raungan yang sangat keras.
*ROAAARRRRRRR
Duchess Arlet dan para prajurit yang ndengar suara raungan itu pun sangat terkejut. Beberapa dari prajurit itu terlihat langsung getar setelah ndengar suara raungan itu.
"S-suara apa itu ? J-jangan bilang suara itu adalah suara Naga ?!?!," ucap salah satu prajurit.
Disaat beberapa prajurit terlihat panik dan getar, Duchess Arlet terlihat tetap tenang. Dia lalu lihat ke sekeliling tempat itu untuk riksa dan berjaga-jaga karena mungkin suara raungan itu rupakan pertanda kalau ada sesuatu yang akan datang ke tempat reka. Dan ternyata itu benar, karena di langit bagian utara dari tempat reka berada, terlihat ada puluhan makhluk yang sedang terbang dan nuju ke tempat reka. Salah satu prajurit secara kebetulan lihat ke arah langit itu, dan dia pun langsung mberitahu kepada Duchess Arlet dan prajurit lainnya.
"Lihat ke arah langit itu, ada sesuatu yang sedang terbang nuju kemari," ucap prajurit itu sambil nunjukkan jarinya ke arah langit tempat para makhluk itu terbang.
Duchess Arlet dan para prajurit lainnya pun secara serentak langsung lihat ke arah langit yang ditunjuk oleh prajurit itu untuk lihat sesuatu yang terbang nuju ke tempat reka.
"Ada puluhan makhluk yang terbang nuju kemari, tetapi aku tidak bisa lihat dengan jelas makhluk apa itu," ucap prajurit A.
"Iya, aku juga. Kira-kira itu makhluk apa ya ?," tanya prajurit B.
reka pun terus lihat ke arah makhluk yang terbang itu. Lalu ketika makhluk itu sudah berada lumayan dekat dengan reka, reka pun langsung terkejut ketika lihat makhluk itu.
"N-naga ?!?!," ucap prajurit B.
Makhluk-makhluk yang terbang nuju ke arah reka adalah puluhan Naga es berukuran cukup besar. reka semua pun terkejut begitu ngetahui kalau makhluk yang terbang ke arah reka adalah sekelompok Naga es dalam jumlah yang cukup banyak.
"Makhluk itu ternyata adalah sekelompok Naga es. Jumlah reka cukup banyak sekali, mungkin ada sekitar puluhan Naga es,"
"Bukannya di pegunungan ini hanya tersisa si pemimpin Naga es saja ?! Kenapa masih ada banyak Naga es yang tersisa ?!?!," ucap para prajurit itu.
Sebagian besar prajurit itu terlihat bingung karena nurut informasi yang reka terima, semua Naga es yang ada di pegunungan itu telah dihabisi sekitar puluhan tahun yang lalu dan hanya nyisakan pemimpin Naga es itu saja. reka bingung karena lihat masih ada Naga es di pegunungan itu, apalagi jumlah reka ada puluhan. lihat sebagian besar para prajuritnya itu sedang bingung, Duchess Arlet langsung ngatakan sesuatu kepada reka.
"Kalian semua, ini bukanlah saatnya untuk bingung. Bersiaplah untuk nyerang dan nghabisi para Naga itu," ucap Duchess Arlet.
Para prajurit yang sedang bingung itu pun langsung tersadarkan kembali setelah ndengar perkataan Duchess Arlet.
"Baik, nona," ucap para prajurit itu.
Para prajurit itu pun langsung bersiap untuk nyerang para Naga es yang sedang terbang itu, begitupun juga dengan Duchess Arlet. Duchess Arlet terlihat sudah kembali gang rapiernya.
"Naga itu dikenal sebagai makhluk yang miliki kulit yang sangat keras, tetapi aku rasa kalau para Naga itu bukanlah Naga yang asli. lihat seluruh tubuh reka yang diselimuti oleh es, sepertinya reka adalah Naga buatan yang terbuat dari sihir es. Aku harus mastikannya," pikir Duchess Arlet.
Duchess Arlet lalu bersiap untuk lancarkan serangan kepada para Naga yang masih terbang itu dengan ngarahkan ujung rapiernya ke salah satu Naga yang terbang itu.
~Ice Magic : Eis Twinge~
Setelah itu, sebuah sihir es keluar dari ujung rapiernya itu dan lesat ke arah salah satu Naga es yang terbang. Kemudian, sihir es itu langsung nusuk Naga es itu tepat di kepalanya dan mbuat Naga es itu langsung jatuh ke bawah. Tubuh Naga es itu pun langsung hancur setelah jatuh ke bawah.
"Ternyata benar, Naga es itu hanyalah Naga buatan yang terbuat dari sihir es. Jika Naga itu adalah Naga asli, serangan yang aku lancarkan tadi tidak akan mpan," pikir Duchess Arlet.
Setelah mikirkan itu, Duchess Arlet lalu mberitahukan hasil pemikirannya itu kepada para prajuritnya.
"Kalian semua, Naga es itu bukanlah Naga asli, lainkan hanyalah Naga yang tercipta dari sihir es. Oleh karena itu, kalian tidak perlu nggunakan banyak kekuatan dan Mana hanya untuk ngalahkan reka. Serangan biasa pun akan berefek kepada reka. Kalian harus nghemat kekuatan dan Mana kalian untuk lawan target kita yang sesungguhnya," ucap Duchess Arlet.
"Baik, nona!," ucap para prajurit itu.
"Kalau begitu, mari kita habisi para Naga itu," ucap Duchess Arlet.
"Siap, nona!," ucap para prajurit itu.
Duchess Arlet dan para prajuritnya pun langsung nyerang para Naga yang masih terbang itu dengan serangan dan sihir jarak jauh. Serangan-serangan itu pun berhasil ngenai beberapa Naga itu dan mbuatnya jatuh ke bawah, tetapi sebagian besar dari Naga-Naga itu berhasil nghindari serangan-serangan itu. Para Naga yang berhasil nghindari serangan itu pun langsung lancarkan serangan baik dengan nyemburkan sihir es dari mulut reka. Namun semburan sihir es yang dilancarkan oleh para Naga itu berhasil dihindari dan ditahan oleh para prajurit dengan mudah. Setelah semburan es yang dilancarkan oleh para Naga itu tidak berhasil ngenai para prajurit itu, para Naga itu pun kemudian terbang lesat ndekati para prajurit itu dan lancarkan serangan jarak dekat dengan nggunakan cakar, ekor dan tubuh reka. Namun serangan jarak dekat reka itu tetap tidak berhasil dilakukan karena para prajurit bisa nahan dan nghindari serangan itu. Setelah berhasil nahan dan nghindari serangan itu, para prajurit itu pun bersiap untuk lancarkan serangan balik. Namun, para Naga pun juga tengah bersiap untuk lakukan serangan lagi. reka semua pun saling nyerang satu sama lain secara bergantian. Tempat itu pun kini berubah njadi sebuah tempat pertarungan yang sangat sengit antara para prajurit dan para Naga.
Sentara itu, Duchess Arlet terlihat baru saja ngalahkan 2 ekor Naga yang ndekatinya. Setelah itu, Duchess Arlet pun lihat ke langit yang ada di atasnya. Di langit itu ada belasan Naga yang sedang terbang di atasnya. Setelah lihat belasan Naga itu, Duchess Arlet pun bersiap untuk lakukan serangan.
~San Lucia Art : Snow Blade Dance Technique~
10 Rapier yang terbuat dari es tiba-tiba muncul di sekeliling Duchess Arlet. Setelah itu, Duchess Arlet langsung lompat ke atas. 10 Rapier yang ngelilinginya pun juga ngikutinya ketika Duchess Arlet lompat ke atas. Saat Duchess Arlet sudah lompat cukup tinggi di udara, tiba-tiba dia lakukan lompatan lagi di udara. Beberapa prajurit yang kebetulan sedang lihat ke arah Duchess Arlet terlihat sedang takjub dan terkesan. reka terkesan lihat Duchess Arlet yang bisa lompat bebas di udara. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi bukanlah seperti apa yang reka lihat. Alasan kenapa Duchess Arlet bisa lompat di udara adalah karena saat Duchess Arlet mau lompat di udara, Duchess Arlet terlebih dahulu mbuat pijakan kecil di udara yang terbuat dari sihir es. Pijakan kecil itu lah yang mbuat Duchess Arlet terus bisa lompat hingga ke atas. Lalu, karena pijakan itu berukuran kecil, reka yang lihat Duchess Arlet nganggap kalau Duchess Arlet bisa lompat dengan bebas di udara.
Duchess Arlet lalu terus lompat di udara untuk nuju ke para Naga yang sedang terbang itu. Para Naga es yang lihat Duchess Arlet sedang lompat untuk nghampiri reka pun mulai nyerang Duchess Arlet dengan semburan es dari mulut reka. Namun Duchess Arlet berhasil nghindari semburan-semburan es itu dengan mudah. Kemudian, Duchess Arlet akhirnya sampai di ketinggian yang sama dengan para Naga yang sedang terbang itu. Setelah itu, Duchess Arlet dengan cepat langsung bersiap untuk nyerang para Naga itu. 10 Rapier es yang ngelilinginya pun mulai misahkan diri dan bergerak untuk ndekati masing-masing Naga dari para Naga es itu. Sentara, Duchess Arlet bergerak ndekati salah satu Naga yang tidak didekati oleh rapier es yang ngelilingnya. Setelah rapier-rapier es itu sudah berada dekat dengan para Naga es itu, Duchess Arlet langsung lesat dan nyerang Naga es yang berada di dekatnya.
~San Lucia Art : Multiple Freezing Air Slash~
Duchess Arlet langsung nebas Naga es yang berada di dekatnya hingga terbelah njadi dua bagian. Disaat yang bersamaan, rapier-rapier es yang dibuat oleh Duchess Arlet juga nebas Naga-Naga es yang berada di dekat reka hingga terbelah njadi dua bagian. Seluruh Naga es yang terbang itu pun terbelah njadi dua bagian. Lalu para Naga es itu pun langsung jatuh ke bawah dan hancur.
Setelah para Naga es itu telah berhasil dikalahkan, Duchess Arlet langsung lesat nuju ke arah para Naga yang masih tersisa untuk dikalahkan.
-
Beberapa nit kemudian, di tempat wanita yang miliki tanduk dan ekor Naga.
Wanita yang sedang duduk di singgasana itu terlihat sedang tertidur. Namun tidak lama kemudian, wanita itu mulai bangun kembali dari tidurnya.
"reka semua sudah dikalahkan. Kalau begitu, seka-," ucap wanita itu.
Namun belum sempat wanita itu nyelesaikan perkataannya, 3 ekor Naga berukuran sangat besar langsung terbang ninggalkan tempat itu. Wanita itu kemudian lihat ke arah 3 ekor Naga yang terbang ninggalkan tempat itu.
"Ah benar juga, sebelumnya aku bilang kepada reka bertiga untuk langsung pergi tanpa nunggu perintahku apabila reka yang ada di luar sudah dikalahkan. reka bertiga benar-benar nuruti perintahku," ucap wanita itu.
-
Kembali ke tempat Duchess Arlet berada.
Terlihat Duchess Arlet dan para prajuritnya telah nghabisi semua Naga yang datang untuk nyerang reka. Tidak ada satupun prajurit yang tewas karena serangan para Naga itu, tetapi beberapa prajurit terlihat ngalami luka di tubuh reka karena serangan para Naga itu. reka yang terluka pun langsung disembuhkan oleh prajurit lain yang bisa nggunakan sihir penyembuhan.
Sentara itu, Duchess Arlet terlihat sedang mperhatikan sekitarnya. Di sekitar Duchess Arlet, ada banyak tubuh para Naga es yang telah hancur. Tubuh para Naga es yang telah hancur itu adalah tubuh para Naga es yang sebelumnya nyerang reka. Setelah selesai mperhatikan sekitarnya, Duchess Arlet kemudian naruh kembali rapiernya di pinggangnya. Setelah itu, Duchess Arlet berjalan ke arah para prajuritnya untuk mberitahukan sesuatu.
"Kalian semua, kerja bagus karena telah berhasil nghabisi para Naga es itu. Untuk sekarang, lebih baik kita isti-," ucap Duchess Arlet.
Tetapi, belum sempat Duchess Arlet nyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara raungan yang sangat keras.
*ROOOAARRRRRRRR
Duchess Arlet dan para prajurit yang ndengar itu pun langsung terkejut.
"S-suara ini, suara ini sama seperti suara raungan yang terdengar sebelumnya,"
"S-siapa yang ngeluarkan suara raungan keras ini ?," ucap para prajurit.
Beberapa prajurit terlihat mulai panik, namun Duchess Arlet berusaha nenangkan reka.
"Kalian semua, tenanglah. Segera bersiaga dan periksa area di sekitar kita karena mungkin akan ada monster atau Naga lagi yang datang seperti sebelumnya," ucap Duchess Arlet.
"Baik, nona," ucap para prajurit.
Nona Duchess dan para prajurit pun langsung bersiaga dengan sudah gang senjata reka masing-masing. reka lalu mulai lihat dan mperhatikan di sekitar reka. Setelah itu, seorang prajurit yang kebetulan sedang lihat ke arah langit bagian utara, lihat ada 3 ekor makhluk yang sedang terbang ke tempat Duchess Arlet dan para prajurit itu.
"Nona Duchess, kalian semua, lihatlah ke arah langit bagian utara tempat para Naga es sebelumnya muncul. Ada 3 makhluk yang sedang terbang ke tempat kita," ucap prajurit itu.
Duchess Arlet dan para prajurit itu pun langsung lihat ke arah langit bagian utara. reka semua lihat ke arah 3 makhluk yang sedang terbang ke arah reka itu.
"Makhluk apa itu ? Mungkinkah makhluk itu adalah Naga lagi ?,"
"Entahlah," ucap para prajurit itu.
Sentara itu, Duchess Arlet terlihat sedang bersiap untuk lakukan serangan ke arah 3 makhluk yang sedang terbang ke arah reka.
"Kalian semua, bersiap untuk nyerang makh-," ucap Duchess Arlet.
Tetapi sebelum Duchess Arlet sempat nyelesaikan perkataannya, Duchess Arlet terkejut ketika lihat 3 makhluk itu langsung nyerang reka dari jarak yang jauh dengan serangan semburan es dari mulut reka.
"Cepat nghindar!!!!," teriak Duchess Arlet kepada para prajuritnya.
Duchess Arlet dan para prajuritnya itu pun langsung bergerak cepat untuk nghindari serangan semburan es yang dilancarkan ketiga makhluk itu. Tetapi serangan semburan es itu bergerak sangat cepat dan mbuat beberapa prajurit terkena serangan itu.
Sentara itu, Duchess Arlet dan sebagian besar prajurit lainnya berhasil nghindari serangan itu dengan berlari dan lompat ke tempat lain yang tidak terkena serangan itu. Setelah reka berhasil nghindari serangan itu, reka langsung lihat ke arah prajurit yang terkena serangan itu dan nanyakan kabar reka.
"Hei, kalian tidak ap-," ucap salah satu prajurit.
Tetapi sebelum prajurit itu nyelesaikan perkataannya, prajurit itu langsung terdiam dan ekspresinya terlihat sangat terkejut. Itu karena prajurit itu lihat beberapa prajurit yang terkena serangan itu kini sudah dalam kondisi mbeku. Tubuh reka telah mbeku sepenuhnya dan setelah diperhatikan lebih teliti, ada 6 orang prajurit yang telah mbeku.
Para prajurit yang berhasil nghindari serangan itu terlihat sangat terkejut begitu lihat 6 orang prajurit yang terkena serangan itu sudah berada dalam kondisi yang mbeku. Tidak hanya para prajurit itu saja, Duchess Arlet juga terlihat terkejut.
"M-reka semua telah mbeku ?!?!,"
"B-bagaimana bisa ini terjadi ?!?!," ucap para prajurit itu.
Disaat para prajurit itu masih terkejut, 3 makhluk yang sedang terbang di atas reka langsung turun ke tempat reka. 3 makhluk itu turun di tempat 6 orang prajurit yang mbeku. reka bertiga turun sambil nginjak tubuh 6 orang prajurit yang mbeku itu sampai hancur berkeping-keping.
Para prajurit itu sangat terkejut begitu lihat tubuh 6 orang prajurit yang mbeku itu telah hancur berkeping-keping. Namun reka lebih terkejut ketika lihat ketiga makhluk yang baru turun itu. Ketiga makhluk itu rupakan 3 ekor Naga yang seluruh tubuhnya terbuat dari es. 3 ekor Naga itu berukuran sangat besar, lebih besar dari para Naga es yang sebelumnya nyerang reka. Hal itulah yang mbuat para prajurit itu terkejut. Bukan para prajurit itu saja, Duchess Arlet pun terkejut saat lihat 3 ekor Naga berukuran sangat besar itu.
Setelah 3 ekor Naga itu turun, reka bertiga langsung ngeluarkan suara raungan yang sangat keras.
*ROAAAARRRRRRRRR
Suara raungan dari ketiga Naga itu mbuat area dan dan di sekitar tempat itu bergetar. Selain itu, beberapa prajurit terlihat terhempas setelah terkena suara raungan itu karena suara raungan itu tepat di arahkan kepada para prajurit itu. Sentara itu, Duchess Arlet terlihat sedang bertahan agar tidak terhempas oleh serangan suara raungan itu.
"Ketiga makhluk itu...reka berbahaya," ucap Duchess Arlet.
-
Kembali ke tempat wanita yang miliki tanduk dan ekor Naga.
Di tempat wanita itu terlihat sangat sepi karena para Naga es dan ketiga Naga es yang sangat besar telah pergi keluar dari tempat itu. Di tempat yang sudah njadi sepi itu, wanita itu terlihat sedang jamkan matanya. Disaat wanita itu sedang jamkan mata, tiba-tiba terdengar suara raungan keras yang berasal dari ketiga Naga es yang dia perintah sebelumnya.
*ROOOAARRRRRRR
Setelah suara raungan yang keras itu terdengar, wanita itu kemudian langsung mbuka matanya.
"Sepertinya reka bertiga saat ini sedang nyerang dan nghabisi orang-orang itu. Aku harap reka bertiga tidak dikalahkan dan berhasil nghabisi semua orang itu. Jika reka bertiga dikalahkan dan tidak berhasil nghabisi semua orang itu, sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan untuk nghabisi semua orang itu," ucap wanita itu.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)