Font Size
15px

~Flashback~

11 tahun yang lalu, di pegunungan Orokho.

Terlihat Duchess Arlet dan beberapa prajurit Duke San Lucia yang berjumlah 35 orang sedang beristirahat di salah satu tempat yang berada di pegunungan Orokho. reka beristirahat di dekat api unggun yang cukup besar yang baru saja dibuat untuk nghangatkan tubuh reka. Beberapa prajurit terlihat sedang ngobrol saat reka sedang berada di dekat api unggun itu.

"Ughhhh, dingin sekali. Suhu di pegunungan ini sangat dingin dibanding dengan suhu di seluruh wilayah San Lucia," ucap prajurit A.

"Iya, kamu benar. Untungnya ada beberapa prajurit yang bisa nggunakan sihir api dengan suhu yang cukup panas. Dengan sihir reka itu, suhu dingin pada pegunungan ini bisa sedikit teratasi. Kita pun jadi bisa njelajahi pegunungan ini tanpa ada masalah kedinginan," ucap prajurit B.

Asap putih terlihat keluar dari mulut reka ketika reka sedang berbicara. Asap putih itu disebabkan oleh udara dingin di tempat itu.

"ski begitu, suhu dingin di pegunungan ini masih sedikit terasa skipun kita sudah dibantu dengan nggunakan sihir api ketika njelajahi pegunungan ini. Aku khawatir kepada reka yang terus nggunakan sihir api di sepanjang penjelajahan ini. Jika Mana reka habis dan reka sudah tidak bisa nggunakan sihir api lagi, bukankah itu akan sangat berbahaya ?," tanya prajurit C.

"Ya, kamu benar. Dengan bantuan sihir api yang cukup panas saja, suhu dingin di pegunungan ini masih terasa. Aku tidak bisa mbayangkan apabila bantuan sihir api dari reka itu telah berhenti dan mbuat kita rasakan suhu pegunungan ini secara langsung. Mungkin kita akan langsung mati mbeku setelah rasakan suhu pegunungan ini," ucap prajurit A.

"Kamu terlalu berlebihan, tetapi kamu mungkin ada benarnya. Bahkan nona Duchess yang rupakan anggota keluarga San Lucia yang dikenal tahan terhadap suhu dan udara dingin terlihat nggunakan jaket tebal di ekspedisi kali ini. Pastilah suhu di pegunungan ini sangat dingin sampai nona Duchess sendiri harus nggunakan jaket tebal," ucap prajurit C.

"Iya. Tetapi suhu dingin di pegunungan ini bukanlah suhu yang terjadi secara alami, begitu juga dengan hujan salju, hamparan salju dan bongkahan-bongkahan es yang ada di pegunungan ini. Semua itu tidak terjadi secara alami, lainkan terjadi karena sihir," ucap prajurit B.

"Kamu benar. Aku sudah ndengar informasi tentang itu. Pegunungan Orokho dulunya adalah pegunungan yang hijau dan sejuk. Pegunungan ini banyak ditumbuhi oleh hamparan rumput hijau dan ribuan pepohonan. Tetapi pegunungan ini langsung berubah ketika sekelompok Naga es datang dan mbuat sarang di pegunungan ini. Setelah datangnya sekelompok Naga es tersebut, pegunungan ini pun langsung berubah njadi pegunungan es. Hamparan rumput hijau di pegunungan ini langsung berubah njadi hamparan salju. Ribuan pepohonan di pegunungan ini pun langsung mati dan beberapa di antaranya berubah njadi bongkahan es. Lalu, iklim dan suhu di pegunungan ini pun berubah njadi sangat dingin. Rumornya, makhluk yang lakukan ini adalah pemimpin dari kelompok Naga es tersebut. Jika makhluk itu bisa lakukan hal seperti ini, pastinya dia miliki kekuatan sihir yang sangat besar,"

"Selain itu, berubahnya geografi dan iklim di pegunungan ini juga mbuat monster-monster yang tinggal di pegunungan ini ngalami evolusi. Seperti contohnya goblin dan orc yang dulunya tinggal di pegunungan ini, reka berevolusi njadi frost goblin dan frost orc. Evolusi reka itu mbuat reka bisa bertahan terhadap dan dan suhu dingin di pegunungan ini. Selain monster yang berevolusi, monster-monster baru juga telah muncul di pegunungan ini. Salah satu diantaranya adalah Ice Lizard dan Ice Yeti. Semua monster itu sering turun dari pegunungan dan pergi masuk ke wilayah San Lucia. Namun untungnya para prajurit Strom Leopard telah lebih dulu nghabisi reka sebelum reka nyerang tempat tinggal para penduduk yang dekat dari pegunungan Orokho. Namun, ski para prajurit Strom Leopard selalu bisa nghabisi reka semua, keberadaan reka yang selalu turun dari pegunungan Orokho sangat ngganggu dan mbahayakan. Oleh karena itu, agar para monster itu bisa hilang sepenuhnya, kita harus ngubah geografi dan iklim di pegunungan Orokho kembali seperti semula, yaitu saat pegunungan Orokho masih njadi pegunungan yang hijau. Jika pegunungan Orokho telah kembali seperti semula, pastinya para monster itu akan nghilang, entah reka pergi ke tempat lain atau reka tidak dapat bertahan dengan dan di pegunungan Orokho yang telah berubah kembali. Kalaupun ada monster yang bisa bertahan, kita bisa lebih mudah nghabisi reka dan sarang reka sekaligus. Karena dan di pegunungan Orokho yang telah berubah akan njadi dan yang aman dibandingkan dan di pegunungan Orokho saat ini," ucap prajurit A.

"Tetapi untuk ngubah geografi dan iklim pegunungan ini kembali seperti semula, kita harus mbunuh pemimpin dari sekelompok Naga es yang tinggal di pegunungan ini. Aku dengar hanya tinggal pemimpin itu saja yang masih ada di pegunungan ini karena para Naga es lainnya telah dihabisi oleh pemimpin keluarga San Lucia terdahulu ketika beliau ikut dalam ekspedisi ini," ucap prajurit C.

"Iya itu benar. Oleh karena itu, peluang kita untuk nghabisinya sangat besar karena dia hanya sendiri saja sedangkan kita ada 35 orang. Apalagi, nona Duchess ikut dalam ekspedisi kali ini. Nona Duchess rupakan salah satu orang terkuat di keluarga San Lucia saat ini. Apalagi nurut rumor, beliau bahkan lebih kuat dari tuan Duke dan beliau disebut sebagai orang terkuat di keluarga San Lucia saat ini," ucap prajurit B.

"ski begitu, aku dengar pemimpin para Naga es itu sulit untuk ditemukan. Ekspedisi telah dilakukan setiap tahun sejak dahulu, tetapi di setiap ekspedisi itu, reka tidak bisa nemukan keberadaan pemimpin para Naga es itu. Jadi pada ekspedisi kali ini pun sepertinya akan sulit untuk nemukan pemimpin para Naga es itu," ucap prajurit C.

"Yah, yang terpenting kita fokus saja untuk terus njelajahi pegunungan ini sambil berharap bisa nemukan pemimpin para Naga es itu," ucap prajurit B.

Sentara itu, di sisi lain tempat reka beristirahat.

Terlihat ada Duchess Arlet yang sedang duduk sendiri di sisi lain tempat itu. Duchess Arlet terlihat ngenakan jaket yang tebal. Selain itu, Duchess Arlet juga mbawa sebuah rapier yang miliki warna perpaduan putih dan biru. Rapier itu saat ini sedang di letakkan di samping tempat dia duduk.

Saat Duchess Arlet sedang duduk, tiba-tiba ada sebuah sinar terang muncul dari dalam jaket yang dia kenakan. Duchess Arlet langsung riksanya dan ternyata sinar terang yang tiba-tiba muncul itu berasal dari kristal komunikasi yang mberitahu kalau sedang ada panggilan. Duchess Arlet pun langsung njawab panggilan pada kristal komunikasi itu.

"Halo,"

"Aku dan para prajurit saat ini sedang istirahat di pegunungan Orokho,"

"Iya, iya, kamu tenang saja. Bagaimana kabar Asier dan Irene ?,"

"Begitu ya. Untuk sentara, tolong jaga reka berdua,"

"Kamu tidak perlu khawatir. Aku pasti akan nuntaskan ekspedisi ini dan kembali hidup-hidup,"

"Kalau begitu, sampai jumpa, sayang," ucap Duchess Arlet.

Duchess Arlet pun ngakhiri panggilan dari kristal komunikasi itu. Panggilan itu sepertinya berasal dari suami Duchess Arlet yaitu Duke Louis. Setelah ngakhiri panggilan, Duchess Arlet kembali naruh kristal komunikasi itu di dalam jaketnya. Kemudian, Duchess Arlet pun bangkit dari tempatnya duduk dan ngambil rapier yang ada di sampingnya itu. Kemudian, rapier itu pun ditaruh di pinggangnya. Setelah naruh rapier itu di pinggangnya, Duchess Arlet pun berjalan ke arah para prajurit yang sedang beristirahat dan ngobrol.

"Waktu istirahat telah selesai, ayo kita lanjutkan ekspedisi ini," ucap Duchess Arlet kepada para prajurit itu.

"Baik, nona Duchess," ucap para prajurit itu.

Para prajurit itu pun langsung berdiri kembali dan bersiap untuk lanjutkan ekspedisi. Namun sebelum reka mulai lanjutkan perjalanan, tiba-tiba ada 2 orang prajurit yang berlari ke arah Duchess Arlet dan para prajurit itu. 2 prajurit itu sepertinya diperintahkan untuk bersiaga di dekat tempat reka beristirahat.

"Lapor, nona Duchess. Ada sekelompok Ice Lizard dan Ice Yeti yang sedang bergerak ke tempat ini. Jumlah reka cukup banyak," ucap salah satu dari kedua prajurit itu.

"Hmmm jadi para monster yang tinggal di pegunungan ini mulai nyadari keberadaan kita. Kalian semua bersiap nyerang. Lawan kita kali ini hanyalah para monster yang tinggal di pegunungan ini saja. Jangan terlalu banyak nggunakan kekuatan sihir kepada reka agar kalian tidak cepat kehabisan Mana disaat kita lawan target utama yang njadi tujuan ekspedisi ini," ucap Duchess Arlet.

"Baik, nona Duchess," ucap para prajurit itu.

Duchess Arlet dan para prajurit itu pun bersiap untuk lawan para monster yang datang ke tempat itu. Beberapa nit kemudian, sekawanan kadal yang tubuhnya terdapat beberapa bongkahan kristal es dan sekawanan Yeti dengan kondisi tubuh yang sama pun telah tiba ke tempat reka berada.

"Semuanya, serang!," ucap Duchess Arlet.

Duchess Arlet dan para prajurit itu pun langsung nyerang sekawanan monster yang datang itu. Para prajurit itu mulai nyerang monster-monster itu dengan senjata dan beberapa serangan sihir yang reka miliki. Sentara itu, Duchess Arlet terlihat langsung nerjang ke depan, tepat ke sekawanan monster yang datang itu. Duchess Arlet pun langsung ngambil rapier dari pinggangnya dan gangnya.

~Ice Magic : Frozen Rapier~

Rapier yang dipegang oleh Duchess Arlet tiba-tiba berubah njadi seperti rapier yang mbeku.

~San Lucia Art : Freezing Air Slash~

Duchess Arlet langsung nyerang sekawanan monster itu dengan tebasan yang sering digunakan oleh Irene. Tetapi tebasan yang dilancarkan oleh Duchess Arlet itu lebih besar dan dampak serangannya pun lebih luas dibanding tebasan yang sering digunakan oleh Irene. Tebasan itu langsung mbelah sekawanan monster yang berada di depan Duchess Arlet njadi 2 bagian. Pada bagian tubuh monster yang terbelah itu, muncul bongkahan es yang mbekukan tubuh dan darah reka sehingga mbuat darah reka tidak ngalir keluar skipun tubuh reka telah terbelah njadi dua. Sebagian besar sekawanan monster itu pun telah dihabisi oleh Duchess Arlet hanya dengan 1 serangan. Sentara sisanya berhasil dikalahkan oleh para prajurit yang ikut dalam ekspedisi itu.

-

Sentara itu, di suatu tempat yang berada di pegunungan Orokho.

Terlihat ada sebuah kursi besar seperti sebuah singgasana yang ada di tempat itu. Di kursi itu, ada seorang wanita yang miliki sepasang tanduk di kepalanya dan juga sebuah ekor. Tanduk dan ekor yang dimiliki oleh wanita itu terlihat seperti tanduk dan ekor Naga. Wanita itu terlihat sedang tertidur di kursi singgasana itu. Namun, tidak lama kemudian, wanita itu mulai mbuka matanya secara perlahan. Saat wanita itu mbuka mata, terlihat wanita itu miliki bola mata berwarna seperti warna biru Ice. Selain itu, wanita itu juga miliki pupil mata seperti seekor reptil.

"Aku rasakan keberadaan satu orang yang cukup kuat yang datang ke tempat ini," ucap wanita itu.

Setelah ngatakan itu, wanita itu pun nguap dan regang-regangkan tubuhnya seperti seorang yang baru saja bangun tidur.

"Sudah berapa lama ya sejak terakhir kali aku rasakan ada orang yang kuat yang datang ke tempat ini ?," tanya wanita itu.

Wanita itu lalu lihat ke depannya. Di depan wanita itu, terdapat puluhan Naga berukuran cukup besar. Naga-naga itu terlihat seperti Naga yang terbuat dari es karena es terlihat nyelimuti seluruh tubuh reka.

"Kalian semua, pergi ke tempat orang itu berada. Serang dan habisi orang itu serta orang-orang yang nemaninya," ucap wanita itu.

Para Naga es itu pun langsung pergi tanpa ngatakan apapun setelah diperintah oleh wanita itu. Para Naga es itu pergi nuju ke tempat Duchess Arlet berada.

Sentara itu, wanita yang rintahkan para Naga es itu terlihat masih tetap duduk di singgasananya.

"Keberadaan orang kuat yang datang ke tempat ini benar-benar selalu ngganggu waktu istirahatku. Kalian bertiga juga bersiaplah, apabila reka yang baru saja aku perintahkan itu sudah dihabisi, kalian bertiga langsung pergi ke tempat orang itu tanpa aku perintah lagi. Apa kalian ngerti ?," tanya wanita itu.

Setelah wanita itu nanyakan hal itu, terdengar suara raungan Naga yang sangat keras. Suara raungan Naga yang sangat keras itu terdengar seperti bukan berasal dari seekor Naga saja. Dan ternyata benar, raungan Naga yang sangat keras itu bukan berasal dari seekor Naga saja, lainkan 3 ekor Naga sekaligus. 3 ekor Naga itu terlihat sedang berada di belakang kursi singgasana wanita itu. Seluruh tubuh 3 ekor Naga itu terlihat diselimuti oleh es sama seperti para Naga yang nuju ke tempat Durchess Arlet. Tetapi ukuran 3 ekor Naga itu sangat besar dibandingkan dengan para Naga yang baru saja pergi ke tempat Duchess Arlet.

"Baguslah kalau kalian ngerti. Kalau begitu, aku akan kembali tidur," ucap wanita itu.

Wanita itu pun mulai jamkan matanya secara perlahan dan kembali tidur.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 331 : Orang Terkuat Keluarga San Lucia on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.