Font Size
15px

Pukul 10.00 pagi.

Kami para murid tahun keempat saat ini sedang berada di tempat latihan prajurit Duke San Lucia untuk laksanakan ujian keempat hari pertama. Berbeda dengan ujian keempat tahun sebelumnya yang mana kami hanya diberi ujian untuk lukai prajurit yang njadi lawan kami, di ujian keempat hari pertama kali ini, kami diharuskan untuk ngalahkan prajurit yang njadi lawan kami dalam waktu 10 nit.

Bagiku, ujian ini sama seperti ujian keempat sebelumnya. Karena di ujian keempat sebelumnya, aku selalu ngalahkan prajurit yang njadi lawanku, skipun saat itu ujiannya hanya disuruh untuk lukai prajurit yang njadi lawanku. Sama seperti ujian keempat sebelumnya, kali ini aku pun berhasil ngalahkan prajurit yang njadi lawanku dan dinyatakan berhasil dalam ujian keempat hari pertama ini.

Karena aku sudah laksanakan ujian keempat di hari pertama, aku pun langsung pergi ke bagian luar tempat latihan prajurit Duke San Lucia untuk nunggu murid lain yang masih laksanakan ujian. Sebelum semua murid selesai laksanakan ujian, murid-murid yang sudah selesai laksanakan ujian tidak boleh pergi ninggalkan kediaman Duke San Lucia. Tetapi murid-murid itu diperbolehkan untuk berkeliling di kediaman Duke San Lucia. Aku milih untuk tidak berkeliling dan milih untuk duduk di kursi yang ada di bagian luar tempat latihan prajurit Duke San Lucia.

Saat aku duduk di kursi itu, aku pun terdiam sambil ngingat tentang kejadian tadi malam, yaitu saat Irene mintaku untuk njadi pasangannya. Tentu pasangan dengan hubungan yang serius, bukan hubungan yang pura-pura.

-

~Flashback~

Malam sebelumnya, di kamar tempat Rid dan Irene bermalam.

"Aku nyukaimu, Rid. Aku ingin kamu njadi pacarku. Tidak hanya pacarku saja, tetapi aku ingin kamu njadi pasanganku untuk kedepannya," ucap Irene dengan ekspresi yang terlihat serius.

Aku pun sedikit terkejut dengan perkataan Irene.

"Kamu nyukaiku ?," tanyaku.

"Iya," ucap Irene.

"Sejak kapan kamu nyukaiku, Irene ?," tanyaku.

"Mungkin saat kamu nolongku dan nggendongku setelah pertarunganku dengan putri Alia di pertandingan harian saat kita masih di tahun pertama. Namun, rasa sukaku kepadamu saat itu masih sangatlah kecil. Lalu rasa sukaku kepadamu secara perlahan mulai ningkat. Apalagi saat kamu secara tidak langsung telah nggagalkan rencana pembunuhan terhadap seluruh keluarga kami, rasa sukaku kepadamu bertambah besar. Lalu puncaknya, saat tadi kamu telah berhasil mbangunkan ibundaku dari tidur panjangnya. Ibundaku rupakan salah satu orang yang aku sayangi, lihatmu telah berhasil mbangunkan beliau dari tidur panjangnya mbuatku semakin nyukaimu. Karena itu, aku mutuskan untuk mberitahumu tentang perasaanku," ucap Irene.

"Begitu ya, jadi kamu sudah nyukaiku sejak kita berdua masih berada di tahun pertama," ucapku.

"Iya. Jadi bagaimana, Rid, apa kamu mau njalin hubungan serius denganku ?," tanya Irene.

Aku pun terdiam selama beberapa saat setelah Irene nanyakan itu. Tidak lama kemudian, aku pun mulai njawab pertanyaan Irene.

"Apa kamu serius ingin njalin hubungan denganku, Irene ?," tanyaku.

"Iya, aku serius," ucap Irene dengan ekspresi yang terlihat serius.

"Sebelumnya aku sudah mberitahumu tentang impianku kan, Irene ?," tanyaku.

"Iya, kamu sudah mberitahunya. Impianmu adalah untuk mbuat dunia ini njadi satu dan mbawa kedamaian ke seluruh dunia ini," ucap Irene.

"Itu benar. Karena itu, setelah lulus dari akademi ini, aku mungkin tidak akan netap lama di kerajaan ini. skipun aku berniat untuk njadi salah satu komandan prajurit kerajaan ini, tetapi aku tidak berniat untuk njadi komandan yang bertugas untuk njaga wilayah ini. Jika nanti aku sudah njadi salah satu komandan, mungkin aku akan ngusulkan kepada Yang Mulia Ratu agar aku bisa mimpin sebuah pasukan baru, yaitu pasukan yang bertugas untuk mbangun kerja sama dengan kerajaan atau negara lain. Yang Mulia Ratu mungkin akan nyetujui ideku ini karena beliau pastinya juga ingin kerajaan ini miliki kerja sama dengan kerajaan atau negara lainnya. Di sisi lain, dengan adanya kerja sama antara kerajaan San Fulgen dengan kerajaan lainnya, itu juga akan mbangun hubungan perdamaian antara kerajaan yang bekerja sama itu. Hal itu sesuai dengan impianku yang ingin mbuat dan mbawa kedamaian ke seluruh dunia ini. Untuk ncapai impianku itu, harus dimulai dari beberapa kerajaan terlebih dahulu sampai akhirnya luas hingga ke seluruh dunia ini,"

"Oleh karena itu, jika kita njalin hubungan serius, mungkin akan sulit karena aku tidak akan sering berada di kerajaan San Fulgen ini, sedangkan kamu yang rupakan putri seorang Duke, pastinya akan tetap berada di kota San Lucia setelah lulus nanti," ucapku.

"Tidak, aku tidak akan terus netap di kota San Lucia setelah lulus nanti. Aku mutuskan untuk ikut bersamamu dalam ncapai impianmu itu. Lagipula, impianmu itu terdengar sangat narik. Jadi aku ingin lihat secara langsung langkah-langkah yang akan kamu lalui untuk ncapai impianmu itu," ucap Irene.

Aku sedikit terkejut saat ndengar perkataan Irene.

"Kamu ingin ikut bersamaku ? skipun kamu adalah seorang putri Duke ?," tanyaku.

"Iya. Lagipula putra atau putri seorang Duke tidak harus tetap tinggal di kediaman orang tua reka. mang aku saat ini belum bilang kepada ayahanda atau ibundaku, tetapi aku yakin reka akan ngizinkanku apabila aku bilang kepada reka kalau aku akan ikut pergi bersamamu," ucap Irene.

"Tetapi jika kamu ikut bersamaku, kamu mungkin akan terlibat dalam pertarungan lawan orang atau makhluk yang lebih kuat. Apa kamu tidak apa-apa akan hal itu ?," tanyaku.

"Iya. Aku sudah tahu kalau untuk ncapai impianmu itu tidaklah mudah, pasti akan ada orang yang tidak suka dan nentang. reka yang tidak suka itu mungkin akan nyerang kita, pertarungan sudah pasti tidak bisa dihindari lagi,"

"Kamu tidak perlu khawatir, Rid, aku akan mbantumu apabila kita terlibat dalam pertarungan. Aku juga berjanji kalau aku tidak akan mbebanimu. Aku akan terus latihan agar aku terus bertambah kuat setiap harinya,"

"Kelihatannya kamu sengaja mbahas tentang impianmu itu setelah aku bilang kalau aku nyukaimu. Alasan kamu lakukan itu agar aku mikirkan kembali tentang permintaanku yang ingin agar kita njalin hubungan serius, kan ? Sayangnya itu tidak berhasil, Rid. Sebelum aku bilang kalau aku nyukaimu dan mintamu untuk njalin serius, aku sudah mikirkan tentang hal-hal lain seperti impianmu itu. Aku tidak masalah dan tidak keberatan akan hal itu. Aku tetap ingin mintamu untuk njalin hubungan serius denganku," ucap Irene.

Aku pun langsung terdiam setelah ndengar perkataan Irene. Aku terdiam sambil mikirkan jawaban apa yang harus aku berikan kepada Irene. Aku cukup lama terdiam sambil mikirkan itu. Beberapa nit kemudian, aku pun telah mutuskan jawabanku dan langsung mberitahukan jawabanku itu kepada Irene.

"Baiklah, jika kamu tidak keberatan tentang impianku itu, aku akan nerima permintaanmu. Tidak hanya kamu yang nyukaiku, aku pun juga nyukaimu, Irene. Jadi, ayo kita mulai njalin hubungan yang serius," ucapku.

~Flashback berakhir~

-

Kembali ke bagian luar tempat latihan prajurit Duke San Lucia.

Aku masih terdiam sambil mikirkan tentang kejadian semalam. Karena kejadian semalam, aku pun secara resmi telah njadi pacar Irene dan njalin hubungan yang serius dengannya. Hubungan diantara kami berdua sudah bukan hubungan yang pura-pura lagi. ski begitu, walaupun kami telah njalin hubungan yang serius, sikap dan perlakuan Irene kepadaku mulai dari setelah kejadian itu sampai saat ini masih sama seperti biasanya. Irene pun tidak terlihat canggung saat berbicara denganku. Aku pun juga bersikap seperti biasanya ke Irene. Yah, itu lebih baik daripada masing-masing dari kita njadi canggung karena berubahnya hubungan kita.

Sentara itu, disaat aku sedang terdiam, tiba-tiba ada seseorang yang nepuk pundakku. Aku pun langsung noleh untuk lihat siapa yang nepuk pundakku. Ternyata yang nepuk pundakku adalah Charles.

"Jadi kamu ada disini, Rid," ucap Charles.

"Charles. Kamu hanya sendiri saja ? Dimana yang lainnya ?," tanyaku.

"reka masih ada di dalam tempat latihan, reka masih ingin lihat ujian yang dilakukan murid lainnya," ucap Charles.

"Begitu ya," ucapku.

"Kamu sendiri kenapa ada disini, Rid ? Dan kenapa kamu seperti lamun tadi ?," tanya Charles.

"Aku hanya ingin ncari udara segar, makanya aku milih tempat ini. Saat kamu tadi lihatku sedang terdiam, aku hanya sedang mikirkan sesuatu. Sesuatu itu bukanlah sesuatu yang penting, jadi kamu tidak perlu khawatir," ucapku.

"Hmmmm begitu ya," ucap Charles.

-

Sentara itu, di gerbang kediaman Duke San Lucia.

Terlihat Ratu Kayana baru saja turun dari sebuah kereta kuda yang terparkir di depan gerbang kediaman Duke San Lucia. Setelah turun dari kereta kuda itu, Ratu Kayana langsung berjalan nuju gerbang kediaman Duke San Lucia. Tidak terlihat ada komandan Oliver ataupun Caroline yang ikut nemani Ratu Kayana. Ratu Kayana hanya ditemani oleh beberapa prajurit saja.

Kemudian, Ratu Kayana telah sampai di depan gerbang kediaman Duke San Lucia. Lalu para prajurit Duke San Lucia yang sedang njaga gerbang pun langsung nyambut Ratu Kayana.

"Salam hormat, Yang Mulia Ratu. Saya sudah ndapatkan informasi dari tuan Duke kalau Yang Mulia Ratu ingin datang ke kediaman ini untuk njenguk nona Duchess. Izinkan kami untuk ngantar anda ke dalam kediaman," ucap salah satu prajurit.

"Iya, kedatanganku kesini adalah untuk njenguk nona Duchess San Lucia. Tolong antarkan aku," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap prajurit itu.

-

10 nit kemudian, kembali ke bagian luar tempat latihan prajurit Duke San Lucia.

Aku dan Charles saat ini sedang ngobrol di tempat itu. Disaat aku sedang ngobrol, aku rasakan ada seseorang yang mau nghampiriku. Aku pun langsung noleh ke arah orang yang mau nghampiriku. Saat aku sudah noleh dan lihat orang itu, ternyata orang itu adalah komandan Asier.

"Jadi kamu ada disini, Rid. Selain itu, ada pangeran Charles juga," ucap komandan Asier.

"Kakak Asier," ucapku.

Aku sudah tahu kalau komandan Asier datang ke kediaman ini karena tadi pagi aku bertemu dengannya di kediaman ini. Dia bilang kalau dia sudah ada di kediaman ini sejak sore kemarin disaat aku dan yang lainnya sedang jalan-jalan berkeliling kota San Lucia.

"Apa kamu sudah nyelesaikan ujianmu, Rid ?," tanya komandan Asier.

"Sudah, mangnya ada apa ?," tanyaku.

"Aku datang kesini untuk njemputmu. Ayahanda bilang kalau beliau ingin mbicarakan sesuatu denganmu. Apa kamu bisa pergi untuk nemuinya sekarang, Rid ?," ucap komandan Asier.

"Jika paman Louis yang mintamu untuk njemputku dan beliau bilang kalau beliau ingin mbicarakan sesuatu denganku, maka aku bisa pergi bersamamu, kak Asier. Lagipula aku juga sudah nyelesaikan ujianku," ucapku.

"Baguslah kalau begitu, ayo kita pergi. Tetapi sebelum itu, pangeran Charles, bolehkah aku minta tolong kepadamu untuk mberi tahu kepada para pengajar tentang Rid yang dipanggil oleh ayahandaku ? Jika semua murid telah selesai lakukan ujian sedangkan Rid belum kembali untuk berkumpul dengan para murid, tolong beritahu kepada para pengajar kalau Rid sedang nemui ayahandaku," ucap komandan Asier.

"Baik, komandan. Aku akan mberitahu para pengajar nanti," ucapku.

"Terima kasih, pangeran. Kalau begitu, ayo kita pergi, Rid," ucap komandan Asier.

"Iya. Sampai nanti, Charles," ucapku.

"Iya, sampai nanti juga, Rid," ucap Charles.

Lalu aku dan komandan Asier pun pergi ninggalkan Charles untuk nuju kediaman Duke San Lucia.

-

Beberapa nit kemudian.

Aku dan komandan Asier telah berada di kediaman Duke San Lucia. Lalu komandan Asier pergi mbawaku ke salah satu pintu ruangan yang ada di kediaman itu. Setelah berada di depan pintu ruangan yang dituju, komandan Asier langsung mbuka pintu itu. Komandan Asier pun langsung masuk ke dalam ruangan itu begitu ruangan itu terbuka. Aku yang berada di belakang komandan Asier pun ikut masuk ke dalam ruangan itu. Setelah masuk ke dalam ruangan itu, aku lihat ke sekeliling ruangan itu. Ruangan itu lumayan besar, lalu aku lihat ada banyak orang yang ada di ruangan itu. Orang-orang yang berada di ruangan itu sebagian besar miliki rambut yang berwarna putih. Orang-orang berambut putih itu adalah anggota keluarga San Lucia.

Sentara itu, komandan Asier yang sudah masuk ke dalam ruangan terus berjalan hingga ke tengah ruangan itu. Aku yang berada di belakang komandan Asier pun juga ikut berjalan ke tengah ruangan. Semua orang yang berada di ruangan itu terlihat sedang lihat ke arahku yang sedang berjalan. skipun reka semua sedang lihat ke arahku, aku tidak rasakan adanya perasaan tidak suka ataupun perasaan benci dari reka. Kelihatannya reka semua adalah orang yang baik.

Kemudian, setelah sampai di tengah ruangan, komandan Asier terus berjalan hingga ke depan ruangan. Aku pun terus ngikuti komandan Asier dan kali ini aku juga ikut berjalan hingga ke depan ruangan. Di bagian depan ruangan itu, terlihat ada Duke Louis bersama dengan beberapa orang anggota keluarga San Lucia. Aku juga lihat ada seorang wanita yang berpakaian seperti orang dari luar kerajaan San Fulgen. Alasan aku nganggap seperti itu karena aku tidak pernah lihat ada orang di kerajaan San Fulgen ini yang ngenakan pakaian itu. Wanita itu juga mbawa sebuah pedang, namun bentuk pedang itu juga terlihat asing dan berbeda dengan kebanyakan pedang yang digunakan di kerajaan San Fulgen.

Sentara itu, Komandan Asier terus berjalan ke bagian depan ruangan itu. Lalu setelah komandan Asier sudah berada dekat dengan Duke Louis, komandan Asier pun berhenti. Aku yang ada di belakang komandan Asier pun juga ikut berhenti.

"Aku sudah mbawa Rid, ayahanda," ucap komandan Asier.

"Kerja bagus, Asier," ucap Duke Louis.

Lalu, komandan Asier pun langkah kembali ke depan dan kini dia berdiri bersama Duke Louis dan beberapa anggota keluarga San Lucia yang sedang lihat ke arahku.

"Terima kasih karena sudah ikut bersama Asier untuk datang ke ruangan ini, Rid," ucap Duke Louis.

"Sama-sama, tuan Duke," ucapku.

Aku milih untuk nggunakan panggilan ’tuan Duke’ dibanding panggilan ’paman Louis’ karena saat ini sedang ada banyak anggota keluarga San Lucia di ruangan ini. Jika aku nggunakan panggilan ’paman Louis’, mungkin aku akan dianggap tidak sopan.

"Asier pastinya sudah mberitahu kamu tentang alasan kenapa aku ingin nemuimu. Alasannya karena ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu," ucap Duke Louis.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 327 : Hubungan Yang Serius part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Sword God Reborn cover
Similar genre

Sword God Reborn

InkQuillWrites ·Action

Reincarnationistiresome.Thistime,IwillsurelyattaintheUltimateoftheSwordandfindeternalrest.“SwordGodReborn”Throughcountlessreincarnations,Ilivedagai...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.