Font Size
15px

Kabar tentang terbangunnya Duchess Arlet dari tidur panjangnya pun mulai nyebar ke seluruh kediaman San Lucia. Para prajurit, para pelayan, para pekerja dan beberapa anggota keluarga San Lucia yang sedang berada di kediaman Duke San Lucia langsung terkejut setelah ngetahui tentang kabar itu. reka semua pun langsung bergegas pergi ke ruangan Duchess Arlet setelah ngetahui kabar itu. Ruangan Duchess Arlet secara perlahan mulai dipenuhi banyak orang yang ingin lihat langsung Duchess Arlet yang sudah terbangun.

Karena ruangan ini sudah dipenuhi oleh banyak orang, aku pun mutuskan untuk pergi keluar dari ruangan itu. Aku pergi ninggalkan Irene dan Duke Louis yang masih berada di ruangan itu. Setelah keluar dari ruangan itu, aku mutuskan untuk kembali ke ruang jamuan tempat para murid tahun keempat berada. Saat berjalan di lorong kediaman itu, aku lihat para pelayan, prajurit, pekerja dan anggota keluarga San Lucia yang berada di kediaman ini langsung berlari untuk nuju ruangan tempat Duchess Arlet berada. Alasan kenapa aku tahu kalau ada anggota keluarga San Lucia yang ikut berlari nuju ruangan tempat Duchess Arlet berada adalah karena penampilan reka sangat ncolok dengan rambut berwarna putih seperti salju. Ketika lihat reka berlari, aku pun noleh ke belakang. Terlihat ruangan tempat Duchess Arlet berada sudah sangat penuh, reka yang baru datang pun terpaksa nunggu di luar ruangan karena di dalam ruangan sudah sangat penuh. Setelah noleh ke belakang untuk lihat keadaan ruangan Duchess Arlet, aku pun kembali noleh ke depan dan lanjutkan langkahku untuk kembali ke ruang jamuan.

Namun baru beberapa langkah aku lanjutkan langkahku, aku lihat Leandra dan Lily serta dua orang Demi-Human dan dua orang Elf yang sedang berlari. Sepertinya reka juga ingin pergi ke ruangan Duchess Arlet untuk lihat keadaan beliau yang baru saja terbangun.

"Rid!!," ucap Leandra yang sedang berlari.

Setelah itu, Leandra pun berhenti tepat di depanku. Lily, 2 orang Demi-Human dan 2 orang Elf yang bersama reka pun juga ikut berhenti tepat di depanku. lihat reka berhenti, aku pun juga ikut berhenti dan tidak lanjutkan langkahku lagi untuk nuju ruang jamuan.

"Apa benar kalau nona Duchess telah bangun dari tidur panjangnya ?," tanya Leandra.

"Iya, tadi aku lihatnya sendiri. Beliau sudah bangun," ucapku.

"Syukurlah. Ini benar-benar kabar yang nggembirakan ya, ayah, ibu," ucap Leandra.

"Iya, kamu benar, Lea. Ini benar-benar kabar yang nggembirakan, nona Duchess akhirnya terbangun setelah ngalami tidur panjang," ucap seorang Elf pria yang rupakan ayah dari Leandra.

"Iya, ayo kita segera pergi untuk lihat beliau," ucap seorang Elf wanita yang rupakan ibu dari Leandra.

Sebelum reka sempat lanjutkan langkah reka untuk pergi ke ruangan Duchess Arlet, aku dengan cepat langsung berbicara dengan reka.

"Apa kalian ingin lihat beliau sekarang ? Seperti yang kalian lihat, ruangan nona Duchess yang berada di belakang sana saat ini sudah dipenuhi oleh banyak orang. Kalian mungkin harus ngantri dalam waktu yang cukup lama hanya untuk lihat nona Duchess saat ini," ucapku.

"mang ruangan nona Duchess saat ini sudah dipenuhi oleh banyak orang. Itu nandakan kalau nona Duchess sangat dicintai dan disayangi oleh banyak orang. Begitu orang-orang tahu kalau nona Duchess sudah terbangun dari tidur panjangnya, reka semua langsung bergegas untuk pergi ke ruangan nona Duchess hanya untuk lihat keadaan beliau yang sudah terbangun, begitupun juga kami. Kami tidak mpermasalahkan apabila harus ngantri dalam waktu yang cukup lama, yang terpenting kami harus lihat keadaan nona Duchess yang sudah terbangun. Kami harus lihat keadaan nona Duchess dan berbicara sebentar dengan beliau karena nona Duchess adalah orang yang sangat penting bagi kami. Beliau adalah salah satu orang yang telah nolong dan nyelamatkan kami," ucap ayahnya Leandra.

Ibunya Leandra pun ngangguk setuju setelah ndengar perkataan ayahnya Leandra.

"Apa yang dikatakan ayahku itu benar, Rid. Kami harus lihat keadaan nona Duchess dan berbicara sebentar dengan beliau skipun harus ngantri dalam waktu yang cukup lama. Ya sudah, karena kami sedang buru-buru, kalau begitu aku pergi dulu ya, Rid," ucap Leandra.

Leandra pun langsung bergegas nuju ruangan Duchess Arlet.

"Kami juga pergi dulu, tuan muda Rid," ucap ayah dan ibunya Leandra.

reka berdua pun juga langsung bergegas untuk nuju ke ruangan Duchess Arlet.

"Ya ampun reka itu. Kita juga harus bergegas, ayah, ibu. Kita juga harus lihat keadaan nona Duchess. Sampai nanti, Rid," ucap Lily.

Lily pun juga langsung bergegas untuk nuju ruangan Duchess Arlet.

"Tunggu, Lily. Kita harus bergegas juga, sayang," ucap seorang Demi-Human pria yang rupakan ayah dari Lily.

"Iya, sayang," ucap seorang Demi-Human wanita yang rupakan ibu dari Lily.

"Sampai nanti, tuan muda Rid," ucap ayah dan ibunya Lily.

reka berdua pun juga langsung bergegas untuk nuju ke ruangan Duchess Arlet. Aku pun noleh ke belakang untuk lihat reka yang sedang bergegas nuju ke ruangan Duchess Arlet.

"Sepertinya kedua orang tua Lily dan Leandra sudah tahu siapa aku. reka bahkan manggilku dengan sebutan ’tuan muda Rid’. Tetapi aku belum ngetahui nama reka. Karena reka sedang buru-buru untuk lihat keadaan nona Duchess, kita jadi tidak sempat berkenalan," ucapku.

Setelah noleh ke belakang, aku pun noleh kembali ke depan dan lanjutkan langkahku untuk kembali ke ruang jamuan.

-

Di ruang jamuan.

Terlihat di ruangan itu hanya ada para murid dan pengajar. Tidak terlihat ada prajurit ataupun pelayan yang berada di ruangan itu. Yah itu wajar saja, karena reka semua langsung bergegas pergi ke ruangan Duchess Arlet setelah nerima kabar kalau Duchess Arlet sudah bangun dari tidur panjangnya. Beberapa murid yang ada di ruang jamuan itu terlihat ada yang masih sedang makan makanan dan minum minuman dari jamuan yang disediakan. Sisanya terlihat sedang ngobrol dengan murid lainnya.

Sentara itu, aku yang sudah berada di ruang jamuan ini sedang lihat-lihat ke sekeliling ruangan itu untuk ncari Charles dan yang lainnya. Lalu akhirnya aku pun nemukan reka yang terlihat sedang ngobrol di sisi kanan ruang jamuan ini. Setelah nemukan reka, aku pun langsung nghampiri reka.

"Jadi kalian ada disini ya," ucapku sambil berjalan nghampiri reka.

reka yang sedang ngobrol pun langsung noleh ke arahku begitu ndengar suaraku.

"Rid, kamu darimana saja ? Ah ngomong-ngomong, apa kamu sudah ngetahui kabar kalau nona Duchess San Lucia yang rupakan ibundanya Irene baru saja terbangun dari tidur panjangnya ?," tanya Charles.

"Iya, aku sudah ngetahui itu. Sebelumnya aku dan Irene berada di ruangan nona Duchess dan lihat beliau yang baru terbangun," ucapku.

"Jadi begitu, kamu dan Irene tadi berada di ruangan nona Duchess, pantas saja aku tidak lihatmu dan Irene di ruangan ini. Tadi, tuan Duke San Lucia ncari-cari kalian di ruangan ini," ucap Charles.

"Aku sudah bertemu dengan tuan Duke karena tadi beliau juga datang ke ruangan nona Duchess. Saat ini, tuan Duke dan Irene masih berada di ruangan nona Duchess," ucapku.

"Begitu ya. Yah itu wajar saja, reka berdua pasti masih ingin nemani nona Duchess karena nona Duchess baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Aku sebelumnya sudah ngetahui kalau nona Duchess sedang ngalami tidur panjang akibat nggunakan sebuah teknik terlarang yang dimiliki keluarga San Lucia. Syukurlah sekarang beliau sudah bangun dari tidur panjangnya," ucap Charles.

"Iya, aku juga bersyukur, kak. Ibunda pasti akan senang saat ndengar kabar ini karena ibunda dan nona Duchess San Lucia lumayan dekat," ucap Chloe.

"Iya. Mungkin Ibunda akan datang ke kediaman ini hari ini atau keesokan harinya untuk lihat kondisi nona Duchess," ucap Charles.

Charles dan Chloe terus berbicara ngenai ibunda reka yang mungkin akan datang ke kediaman Duke San Lucia untuk lihat kondisi Duchess San Lucia yang baru saja terbangun. Sentara itu, disaat reka masih berbicara, aku pun terdiam sampai mikirkan sesuatu.

"Sepertinya reka semua belum tahu kalau akulah yang mbangunkan nona Duchess dari tidur panjangnya. Ya sudahlah, lagipula aku tidak terlalu peduli tentang apakah reka tahu kalau aku yang telah mbangunkan nona Duchess atau tidak," pikirku.

-

20 nit kemudian.

Para murid yang sebelumnya masih makan makanan dan minum minuman dari jamuan yang tersedia pun telah selesai lakukan itu. Saat ini, para murid hanya ngobrol dengan murid lainnya saja di ruang jamuan itu. Aku penasaran sampai kapan kita harus berada di ruang jamuan ini. Karena itu, aku pun berjalan nghampiri tuan Alan yang berada di bagian tengah ruang jamuan ini lalu bertanya kepadanya.

"Tuan Alan, sampai kapan kita harus berada di ruang jamuan ini ? Untuk jadwal selanjutnya seharusnya kita berkeliling di kediaman ini kan ?," tanyaku.

"Iya, mang seharusnya kita pergi berkeliling di kediaman Duke San Lucia setelah acara jamuan ini. Namun tuan Duke sedang tidak berada disini, tuan Duke saat ini sedang berada di ruangan nona Duchess yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Kamu sendiri tahu tentang kabar itu kan ?," tanya tuan Alan.

"Iya, aku tahu tentang kabar terbangunnya nona Duchess, tuan," ucapku.

"Karena itu, selagi tuan Duke masih berada di ruangan nona Duchess, kita tidak bisa pergi berkeliling di kediaman beliau tanpa adanya beliau yang nemani kita. Apalagi, saat ini para pelayan dan para prajurit pun juga sedang tidak ada di ruangan ini, kita tidak bisa pergi ninggalkan ruangan ini seenaknya," ucap tuan Alan.

"Begitu ya, aku ngerti," ucapku.

Setelah aku ngatakan itu, tiba-tiba pintu ruang jamuan ini terbuka. Aku dan yang lainnya pun langsung noleh ke arah pintu yang terbuka itu. Dari arah pintu yang terbuka itu, aku lihat ada komandan Mina dan beberapa prajurit yang mulai berjalan masuk ke dalam ruang jamuan ini. Komandan Mina terus berjalan hingga ke bagian tengah ruangan ini sampai akhirnya dia berhenti tepat di depan tuan Alan.

"Tuan Alan, tuan Duke ngirimkan pesan kepada anda. Beliau ingin minta maaf karena tidak bisa nemani anda dan para murid untuk ngelilingi kediaman beliau. Sebagai gantinya, aku ditunjuk oleh beliau untuk nggantikan beliau dalam nemani anda dan para murid untuk ngelilingi kediaman ini," ucap komandan Mina.

"Begitu ya, jadi tuan Duke tidak bisa nemani kami untuk ngelilingi kediaman ini. Tolong sampaikan kepada beliau untuk tidak perlu minta maaf kepada kami. Kami wajarkan apabila beliau tidak bisa nemani kami karena beliau saat ini sedang nemani istri beliau yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Jadi beliau tidak perlu minta maaf," ucap tuan Alan.

"Baik, pesan anda akan saya sampaikan nanti. Untuk sekarang, saya akan nemani anda dan para murid untuk ngelilingi kediaman ini," ucap komandan Mina.

"Baik, mohon bantuannya, komandan," ucap tuan Alan.

Setelah itu, kami semua pun pergi dari ruang jamuan itu untuk berkeliling ke seluruh tempat yang ada di kediaman Duke San Lucia dengan ditemani oleh komandan Mina dan beberapa prajurit.

-

Setelah ngelilingi kediaman Duke San Lucia, kami pun mutuskan untuk pergi ke penginapan tempat kami akan nginap di kota San Lucia setelah berpamitan dengan komandan Mina. Karena kami tidak bisa nemui Duke San Lucia yang masih nemani Duchess San Lucia, kami pun hanya berpamitan dengan komandan Mina dan beberapa prajurit yang nemani kami.

Setelah sampai di penginapan, kami semua pun langsung diberikan kunci kamar yang akan njadi kamar tempat kami bermalam. Aku seperti biasa berada di kamar yang sama dengan Irene. Sejak tahun pertama hingga tahun keempat, aku selalu diberikan kamar yang sama dengan Irene ketika nginap untuk njalani ujian keempat.

Setelah ndapatkan kunci kamar, aku pun langsung pergi ke kamar yang akan njadi tempat aku dan Irene bermalam. Karena Irene saat ini masih berada di kediaman Duke San Lucia, aku pun pergi dan riksa kamar itu seorang diri. Setelah itu, aku pun berhasil nemukan kamar tempatku bermalam. Kemudian, aku masuk ke dalam kamar itu dan riksanya. Setelah diperiksa, aku langsung naruh barang-barang yang aku bawa di kamar itu. Kemudian, aku pun pergi dari kamar itu untuk nemui Charles dan yang lainnya. reka semua berniat untuk pergi ngelilingi kota San Lucia setelah naruh barang-barang reka di kamar reka masing-masing. Setelah nemui reka, kami pun langsung pergi untuk ngelilingi kota San Lucia. Namun, sebelum pergi ngelilingi kota San Lucia, aku nitipkan kunci kamarku kepada penjaga penginapan itu dan mberikan pesan kepadanya untuk mberikan kunci itu kepada Irene apabila dia sudah datang ke penginapan itu. Karena Irene rupakan putri Duke San Lucia, pastinya penjaga penginapan itu tahu siapa itu Irene. Setelah nitipkan kunci itu, aku pun langsung pergi ngelilingi kota San Lucia bersama dengan yang lainnya.

-

Malam harinya, pukul 6.30 malam.

Setelah ngelilingi kota San Lucia, kami pun langsung kembali ke penginapan dan pergi ke kamar kami masing-masing. Aku langsung kembali ke kamarku tanpa ngambil kunci yang aku titipkan kepada penjaga penginapan. Karena sebelumnya aku sudah mbuat duplikat dari kunci itu, jadi aku tidak perlu ngambil kunci itu lagi.

Kemudian, aku kembali ke kamarku dengan mbawa banyak barang dari kota San Lucia. Barang-barang yang aku bawa itu rupakan barang-barang pemberian dari para pedagang di kota San Lucia. Seperti yang aku duga sebelumnya, karena aku saat ini rupakan pacar Irene skipun hanya pura-pura, hal itu mbuatku njadi populer di kota San Lucia. Para pedagang pun langsung mberikanku barang-barang secara gratis begitu reka lihatku yang sedang berkeliling di kota San Lucia.

Saat ngelilingi kota San Lucia, aku ndengar dari pembicaraan warga di kota itu kalau reka sudah ngetahui tentang Duchess San Lucia yang sudah terbangun dari tidur panjangnya. Namun reka belum ngetahui kalau akulah yang telah mbangunkan Duchess San Lucia dari tidur panjangnya. Jika reka ngetahui tentang itu, mungkin reka akan mberikan lebih banyak barang daripada yang sekarang. Aku bersyukur karena reka belum ngetahui tentang hal itu.

Setelah cukup lama berjalan sambil mbawa banyak barang, aku akhirnya tiba di pintu kamarku. Aku rasakan ada seseorang yang sudah berada di kamarku, jadi aku langsung mbuka pintu itu karena pintu itu sedang tidak terkunci. Setelah pintu itu terbuka, aku pun langsung masuk ke kamarku dan ternyata benar, sudah ada seseorang di kamarku dan itu adalah Irene.

"Jadi kamu sudah berada disini, Irene," ucapku.

Irene pun langsung noleh ke arahku.

"Rid, kenapa kamu mbawa banyak sekali barang ?," tanya Irene.

"Tadi saat aku berkeliling di kota San Lucia bersama Charles dan yang lainnya, para pedagang yang ada disana tiba-tiba mberikanku barang-barang ini secara gratis. Sepertinya alasan reka mberikan ini secara gratis adalah karena aku saat ini rupakan pacarmu. Kamu sendiri juga sering diberikan barang-barang secara gratis kan, Irene ?," tanyaku.

"Iya. Setiap aku pergi ke kota San Lucia, aku selalu diberikan banyak barang secara gratis," ucap Irene.

"Karena hal itu, aku sebagai pacarmu saat ini juga diberikan banyak barang secara gratis. Sepertinya aku telah njadi orang yang populer di kota San Lucia," ucapku.

"Kamu pasti akan njadi lebih populer lagi di kota San Lucia apabila warga di kota itu ngetahui kalau kamulah yang telah mbangunkan ibundaku dari tidur panjangnya," ucap Irene.

"Iya, aku juga sebelumnya mikirkan tentang hal itu. Sepertinya akan cukup repotkan apabila reka sudah ngetahui kalau akulah yang mbangunkan ibundamu dari tidur panjangnya," ucapku.

"Berbicara tentang ibundaku yang sudah bangun dari tidur panjangnya, aku lupa kalau aku belum ngucapkan terima kasih kepadamu, Rid. Terima kasih karena telah mbangunkan ibundaku dari tidur panjangnya, Rid," ucap Irene sambil mbungkuk ke arahku.

"Iya, sama-sama, Irene," ucapku.

Kemudian Irene pun berhenti mbungkuk dan kembali berdiri tegap seperti sebelumnya.

"Sebelumnya, aku bilang kalau aku akan lakukan apa saja apabila kamu berhasil mbangunkan ibundaku dari tidur panjangnya. Karena kamu telah berhasil mbangunkan ibundaku, apa ada sesuatu yang kamu ingin aku lakukan, Rid ? Aku akan lakukan apa saja karena aku telah berjanji," ucap Irene.

Irene terlihat serius saat ngatakan itu, sentara aku dengan cepat langsung nanggapinya.

"Tidak ada. Aku tidak nyembuhkan ibundamu hanya untuk agar kamu mau lakukan apa saja yang aku minta. Jadi kamu tidak perlu ngatakan hal seperti itu," ucapku.

"Sudah kuduga kalau kamu akan ngatakan hal seperti itu, Rid. Padahal aku sudah bilang kalau aku akan lakukan apa saja karena kamu telah mbangunkan ibundaku dari tidur panjangnya, tetapi sepertinya kamu malah tidak tertarik. Kamu itu sangat baik ya, Rid. Kamu bahkan selalu nolongku selama ini skipun mungkin apa yang kamu lakukan itu adalah bagian dari kerja sama di antara kita. ski begitu, aku terkesan dengan kebaikanmu itu. Tidak hanya itu, kamu juga sangat kuat dan kamu itu juga sangat keren," ucap Irene.

Irene terlihat tersenyum tipis saat ngatakan itu. Aku sedikit terkejut setelah ndengar perkataan Irene, karena baru kali ini Irene ngatakan banyak pujian kepadaku seperti itu.

Setelah ngatakan itu, Irene pun terdiam. Tidak lama kemudian, Irene mulai ngambil nafas dan nghembuskannya secara perlahan. Kemudian, Irene pun mulai berbicara lagi.

"Hei Rid, bagaimana kalau hubungan pura-pura yang kita jalani selama ini kita ubah njadi hubungan yang serius ?," tanya Irene.

"Hubungan yang serius ? Maksudmu....," ucapku.

Tetapi sebelum aku nyelesaikan perkataanku, Irene langsung motong perkataanku.

"Iya. Kali ini aku ingin kita njalin hubungan yang serius dan bukan sebuah hubungan pura-pura lagi. Aku nyukaimu, Rid. Aku ingin kamu njadi pacarku. Tidak hanya pacarku saja, tetapi aku ingin kamu njadi pasanganku untuk kedepannya," ucap Irene dengan ekspresi yang terlihat serius.

-

Keesokan harinya.

Diganta mulai nerbitkan surat kabar yang muat tentang terbangunnya Duchess San Lucia dari tidur panjangnya. Surat kabar itu pun langsung beredar ke seluruh kerajaan San Fulgen. Tidak hanya itu saja, di surat kabar itu juga nyebutkan kalau orang yang telah mbangunkan Duchess San Lucia dari tidur panjangnya adalah Rid Archie.

-

Sentara itu, di kediaman Duke San Quentine.

Terlihat Duke Remy sedang mbaca surat kabar yang baru terbit hari ini di halaman kediamannya.

"Rid Archie, kali ini dia benar-benar lakukan hal yang repotkan. Bagaimana bisa dia mbangunkan nona Arlet dari tidur panjangnya yang rupakan efek dari penggunaan teknik terlarang yang dimiliki oleh keluarga San Lucia ? Hal ini sedikit ngganggu rencanaku. Aku tidak pernah terpikir kalau nona Arlet akan bangun disaat aku sedang bersiap untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Jika nona Arlet saat ini masih miliki kekuatan yang sama dengan yang dimilikinya sebelum ngalami tidur panjang, maka dia bisa jadi lawan yang cukup repotkan bagi para bidakku yang ingin mbunuh seluruh keluarga San Lucia nanti. Itu karena nona Arlet rupakan Duchess terkuat di kerajaan ini," ucap Duke Remy dengan ekspresi yang serius.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 326 : Hubungan Yang Serius on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.