Font Size
15px

Duchess Arlet secara perlahan mulai mbuka matanya. Setelah itu, dia pun mulai bangun dari tempat tidurnya secara perlahan.

"Dimana aku ?," ucap Duchess Arlet sambil lihat ke sekeliling ruangan.

Sentara itu, aku, Irene dan Duke Louis terkejut setelah ndengar suara wanita di ruangan tempat kami berada saat ini. Kami bertiga pun langsung noleh ke arah tempat tidur yang rupakan tempat Duchess Arlet terbaring. Setelah kami noleh ke arah tempat tidur itu, kami lihat Duchess Arlet sudah bangun dari tidurnya dan saat ini beliau sedang duduk di tempat tidurnya sambil lihat ke arah kami bertiga. Wajah Duchess Arlet ketika beliau mbuka matanya benar-benar terlihat mirip dengan Irene.

Duke Louis dan Irene sangat terkejut setelah lihat Duchess Arlet sudah bangun dari tidurnya. Sentara itu, Duchess Arlet masih lihat ke arah kami dan mperhatikan wajah kami. Mulanya Duchess Arlet lihat ke arah Duke Louis yang sedang terkejut.

"Sayang...," ucap Duchess Arlet.

Setelah Duchess Arlet ngatakan itu, Duke Louis terlihat tidak bisa nahan air matanya. Duke Louis pun mulai nangis.

"Iya....sayang.....ini aku..," ucap Duke Louis dengan tersedu-sedu.

"Kenapa kamu nangis, sayang ?," tanya Duchess Arlet yang nampak bingung saat lihat Duke Louis yang nangis.

"Bukan...kenapa-kenapa.....sayang. Aku hanya....terharu bisa....lihatmu sudah.....sadar kembali," ucap Duke Louis.

"Sadar kembali ?," ucap Duchess Arlet.

Duchess Arlet nampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh Duke Louis. ski masih dalam kebingungan, Duchess Arlet yang sebelumnya lihat ke arah Duke Louis, kini noleh ke arah Irene.

"Kamu.....," ucap Duchess Alret.

Duchess Arlet terlihat terkejut saat lihat ke arah Irene.

"....Apakah kamu adalah Irene ?," tanya Duchess Arlet.

Setelah Duchess Arlet nanyakan itu, Irene langsung bergegas nghampiri Duchess Arlet dan langsung luknya.

"Iya, ibunda. Ini aku, Irene," ucap Irene.

Aku saat ini tidak bisa lihat wajah Irene, tetapi aku ngetahui kalau Irene saat ini sedang nangis. Aku ngetahui itu dari suaranya yang nampak tersedu-sedu. Yah, itu wajar saja, ngingat ibundanya yang sebelumnya ngalami tidur panjang, sudah terbangun dari tidur panjangnya itu.

Sentara itu, Irene terus luk Duchess Arlet dengan erat. Duchess Arlet yang sebelumnya terkejut karena tiba-tiba dipeluk oleh Irene pun juga mulai luk tubuh Irene.

"Kamu sudah besar ya, Irene," ucap Duchess Arlet.

"Tentu saja, soalnya sudah 11 tahun sejak ibunda tertidur," ucap Irene yang masih luk Duchess Arlet.

"Aku tertidur selama 11 tahun ?," tanya Duchess Arlet yang nampak bingung.

"Iya, ibunda," ucap Irene.

Duchess Arlet pun terdiam. Dia seperti sedang berusaha untuk ngingat sesuatu.

"Ah, aku ingat. Aku sebelumnya nggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia ketika lawan ’makhluk itu’ di pegunungan Orokho. Setelah nggunakan teknik itu, aku tidak ingat apa-apa lagi dan tiba-tiba aku sudah berada disini. Jadi aku sudah tertidur selama 11 tahun karena nggunakan teknik itu ya," ucap Duchess Arlet.

"Iya, ibunda. Aku kangen sekali dengan ibunda," ucap Irene.

"Maaf ya karena telah mbuatmu nungguku terbangun selama 11 tahun," ucap Duchess Arlet.

"Tidak apa-apa, ibunda. Ibunda tidak perlu minta maaf," ucap Irene.

"Kamu sekarang sudah besar ya. Sudah 11 tahun ya, sayang sekali aku tidak bisa lihat pertumbuhanmu selama 11 tahun ini," ucap Duchess Arlet.

Irene dan Duchess Arlet masih terus berpelukan. Sentara itu, Duke Louis secara perlahan mulai berjalan ndekati Irene dan Duchess Arlet yang sedang berpelukan. Duchess Arlet nyadari kalau Duke Louis sedang berjalan ndekatinya, dia pun noleh ke arah Duke Louis.

"Sayang.....kamu sudah bertambah tua ya," ucap Duchess Arlet sambil tersenyum.

Duke Louis yang awalnya berjalan perlahan, mulai berlari ndekati Duchess Arlet dan langsung luknya.

"Sayang!!!!! Akhirnya kamu bangun juga!!," ucap Duke Louis dengan suara yang sangat keras.

Duke Louis ngatakan itu sambil luk Duchess Arlet. Duchess Arlet pun nerima pelukan itu.

"Ya ampun, suaramu itu keras sekali. Kamu pasti sudah nahan diri selama ini. Aku minta maaf karena tidak bisa nemanimu selama 11 tahun ini," ucap Duchess Arlet.

"Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu minta maaf," ucap Duke Louis.

Suara Duke Louis ketika ngatakan itu terdengar seperti sedang nangis. Duke Louis pun terus luk Duchess Arlet. Irene pun juga terus luk Duchess Arlet. reka bertiga saat ini saling berpelukan. Aku pun tersenyum lihat ke arah reka yang sedang berpelukan.

Setelah itu, tiba-tiba pintu ruangan tempat kami berada terbuka secara tiba-tiba. Aku pun langsung noleh ke arah pintu yang terbuka itu. Di pintu yang terbuka itu, aku lihat komandan Mina dan beberapa prajurit mulai masuk ke dalam ruangan ini.

"Saya minta maaf, tuan Duke. Kami maksa masuk ke ruangan ini karena sebelumnya kami ndengar suara tuan Duke yang sangat keras," ucap komandan Mina.

Suara keras yang didengar oleh komandan Mina sepertinya adalah suara ketika Duke Louis luk Duchess Arlet. Setelah itu, komandan Mina dan beberapa prajurit yang masuk ke ruangan itu pun lihat ke arah tempat tidur. reka terkejut lihat Duchess Arlet yang sudah bangun dari tidur panjangnya.

"Nona Duchess.....anda telah bangun ?!?!," tanya komandan Mina yang terkejut.

Duchess Arlet pun noleh ke arah komandan Mina yang bertanya kepadanya.

"Kamu....kamu itu Mina ya ? Kamu terlihat sangat berbeda sejak terakhir kali aku lihatmu. Yah itu wajar saja, karena terakhir kali aku lihatmu itu adalah 11 tahun yang lalu," ucap Duchess Arlet.

"Itu benar, nona Duchess. Saya tidak nyangka kalau anda bisa langsung ngenali saya,"

"Kalian semua, segera beritahu komandan Asier, tuan Irwin, Yang Mulia Ratu dan semua orang kalau nona Duchess telah terbangun dari tidur panjangnya," ucap komandan Mina kepada para prajuritnya.

"Baik, komandan," ucap para prajurit Duke San Lucia.

Para prajurit itu pun langsung bergegas pergi keluar dari ruangan itu untuk mberitahukan kabar itu.

"ndengar para prajurit itu manggilmu ’komandan’, jadi kamu sudah njadi komandan prajurit Duke San Lucia ya, Mina," ucap Duchess Arlet.

"Itu benar, nona Duchess," ucap komandan Mina.

"Aku juga ndengar kalau kamu manggil Asier dengan sebutan ’komandan Asier’. Apakah dia juga sudah njadi seorang komandan ?," tanya Duchess Arlet.

"Itu benar, nona Duchess. Komandan Asier saat ini adalah seorang komandan prajurit kerajaan San Fulgen. Dia adalah komandan prajurit pasukan ’Frost Wolf’ yang bertugas untuk njaga wilayah barat kerajaan San Fulgen yang liputi wilayah San Angela," ucap komandan Mina.

"Begitu ya. Jadi Asier sudah njadi seorang komandan ya. Karena tertidur selama 11 tahun, aku jadi tidak bisa lihat putraku ketika dia dilantik njadi seorang komandan," ucap Duchess Arlet.

Wajah Duchess Arlet terlihat sedih ketika ngatakan itu.

"Nona Duchess.....," ucap komandan Mina.

Setelah itu, nona Duchess tiba-tiba noleh ke arahku.

"Daripada itu, aku sejak tadi lihatmu sudah ada di ruangan ini bersama dengan suamiku dan juga Irene, tetapi aku belum berbicara sedikitpun denganmu. Pertama-tama, bisakah kamu mperkenalkan diriku kepadamu ?," tanya Duchess Arlet.

"Baik, nona Duchess. Perkenalkan, nama saya adalah Rid Archie, nona Duchess," ucapku sambil mbungkuk untuk mberi hormat.

"Rid Archie ?," ucap Duchess Arlet.

"Iya, nona Duchess," ucapku.

Duchess Arlet terlihat terdiam selama beberapa saat setelah aku mberitahu namaku. Beliau terlihat seperti sedang mikirkan sesuatu.

"Rid Archie, entah kenapa aku seperti pernah ndengar atau ngetahui tentang nama Archie pada namamu itu, tapi aku tidak bisa ngingatnya dengan jelas. Yah lupakan itu terlebih dahulu, lalu apa kamu miliki hubungan dengan Irene dan suamiku ? Karena lihatmu bisa ada disini, pastinya kamu miliki hubungan dengan Irene dan suamiku yang mbuatmu bisa masuk ke ruangan ini," ucap Duchess Arlet.

"Itu benar, nona Duchess. Saya mang miliki hubungan dengan tuan Duke dan Irene. Itu karena saat ini saya rupakan pacar dari Irene," ucapku.

Duchess Arlet terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.

"Pacar ?!?! Apa itu benar ?!," tanya Duchess Arlet.

"Itu benar, ibunda. Rid saat ini adalah pacarku," ucap Irene.

Irene secara perlahan mulai nyudahi untuk luk Duchess Arlet dan kembali duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Duchess Arlet. Saat duduk di kursi itu, Irene terlihat sedang ngusap-ngusap matanya. Sentara itu, disaat Irene sudah selesai luk Duchess Arlet, Duke Louis masih terus luk Duchess Arlet.

"Jadi kamu benar-benar telah miliki pacar, Irene ?," tanya Duchess Arlet kepada Irene.

"Iya, ibunda," ucap Irene.

"ski begitu, aku masih tidak nyangka kalau putriku miliki pacar," ucap Duchess Arlet yang masih terkejut.

"Apa maksudnya itu, ibunda ?," tanya Irene.

"Yah, ngingat sifatmu waktu dulu, aku rasa kalau kamu akan kesulitan untuk ndapatkan pacar atau pasangan, makanya aku tidak nyangka kalau sekarang kamu telah miliki, pacar. Apa mungkin sifatmu yang sekarang sudah berbeda dengan yang dulu ?," tanya Duchess Arlet.

"Tidak, sifatku tidak berubah sama sekali, ibunda. Sudahlah ibunda, jangan mbahas tentang ini lagi," ucap Irene.

"Baiklah, baiklah, Irene. Kalau begitu aku akan ngatakan hal lain kepada pacarmu itu. Rid Archie, aku berterima kasih kepadamu," ucap Duchess Arlet.

"Berterima kasih ? Kenapa anda tiba-tiba berterima kasih kepada saya, nona Duchess ?," tanyaku.

"Kamu yang telah mbangunkanku dari tidur panjangku kan ? Maka dari itu aku berterima kasih kepadamu," ucap Duchess Arlet.

"Itu mang benar, nona Duchess. Tetapi bagaimana anda bisa tahu ? Bukankah Irene dan tuan Duke belum ngatakan kepada anda kalau saya lah yang mbangunkan anda ?," tanyaku.

"reka berdua mang belum ngatakannya, tetapi aku tahu sendiri kalau kamu lah yang telah mbangunkanmu. Ketika aku lihatmu, aku rasakan kekuatan sihir yang sama dengan sihir yang saat ini masih nyelimuti diriku. Karena itu aku tahu kamulah yang telah mbangunkanku dengan kekuatan sihirmu itu," ucap Duchess Arlet.

"Jadi begitu cara anda bisa tahu kalau saya lah yang telah mbangunkan anda," ucapku.

"Iya. Sekali lagi, aku ngucapkan terima kasih, Rid Archie," ucap Duchess Arlet.

"Iya, sama-sama, nona Duchess," ucapku.

-

Sentara itu, di sebuah bangunan yang terletak di wilayah San Angela.

Komandan Asier terlihat sedang berkomunikasi dengan seseorang lalui kristal komunikasi.

"Apa katamu ?!?! Ibunda telah terbangun dari tidur panjangnya ?! Kamu serius kan ?!,"

"Baiklah, aku akan segera pulang sekarang!," ucap komandan Asier.

-

Di istana kerajaan, White Palace.

Ratu Kayana terlihat juga sedang berkomunikasi dengan seseorang lalui kristal komunikasi yang dia punya.

"Apa ?!?! Nona Arlet telah terbangun dari tidur panjangnya ?!," ucap Ratu Kayana.

-

Kabar tentang terbangunnya Duchess Arlet dari tidur panjangnya mulai tersebar ke seluruh kota San Lucia. Kabar itu, nantinya akan tersebar ke seluruh kerajaan San Fulgen di keesokan harinya setelah Diganta nerbitkan surat kabar tentang terbangunnya Duchess Arlet dari tidur panjangnya.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 325 : Terbangun Dari Tidur Panjang on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.