Font Size
15px

Pukul 12.30, di ruang Elevrad.

Aku manggil semua anggota Elevrad untuk datang ke ruangan Elevrad karena ada sesuatu yang ingin aku bahas bersama reka.

"Aku minta maaf karena telah ngganggu waktu kalian dengan manggil kalian kemari. Alasan aku manggil kalian kemari karena ada sesuatu yang ingin aku bahas," ucapku.

"Santai saja, ketua. Aku yakin anggota Elevrad yang lain tidak keberatan akan hal ini," ucap Noa.

"Iya, itu benar. Aku sendiri juga tidak keberatan," ucap Elaina.

Anggota Elevrad yang lain pun ngangguk setuju.

"Jadi sesuatu apa yang ingin kamu bahas bersama kami, ketua ?," tanya Charles.

"Aku manggil kalian kemari karena aku ingin mbahas tentang perekrutan anggota Elevrad yang baru. Selain itu, aku juga akan ngumumkan anggota yang akan ngisi jabatan wakil ketua dan sekretaris Elevrad yang kosong," ucapku.

Anggota Elevrad yang lain nampak serius saat ndengar perkataanku.

"ngumumkan anggota yang akan ngisi jabatan yang kosong ya. Aku yakin kalau itu bukan aku," ucap Noa.

"Aku juga yakin kalau itu bukan aku," ucap Charles.

"Kalian berdua benar, kalian berdua bukanlah orang yang akan ngisi jabatan yang kosong itu. Aku akan umumkan siapa yang akan ngisi jabatan yang kosong itu. Mulai dari sekretaris Elevrad.....Irene, aku nunjukmu sebagai sekretaris Elevrad yang baru," ucapku.

Beberapa dari anggota Elevrad yang hadir terlihat sedikit terkejut saat aku nunjuk Irene sebagai sekretaris Elevrad yang baru.

"Apakah kamu mau nerimanya, Irene ?," tanyaku.

"Aku nerimanya, ketua. Aku nerima untuk njadi sekretaris Elevrad yang baru," ucap Irene.

"Terima kasih, Irene. Kalau begitu, mulai saat ini Irene secara resmi adalah sekretaris Elevrad yang baru," ucapku.

Anggota Elevrad yang lain pun bertepuk tangan setelah ndengar perkataanku. reka bertepuk tangan atas dilantiknya Irene njadi sekretaris Elevrad yang baru. Beberapa saat kemudian, tepukan tangan reka pun secara perlahan mulai berhenti.

"Aku terkejut kamu milih Irene sebagai sekretaris Elevrad, Rid. Aku pikir kamu akan milih Irene sebagai wakil ketua Elevrad," ucap Charles.

"Aku juga berpikir begitu," ucap Chloe.

Beberapa anggota Elevrad yang lain pun ngangguk setuju.

"Jadi itu alasan kenapa reka terlihat terkejut saat aku nunjuk Irene sebagai sekretaris Elevrad," pikirku.

"Aku tidak milih Irene sebagai wakil ketua Elevrad karena sudah ada anggota Elevrad yang cocok untuk ngisi posisi tersebut. Aku akan langsung ngumumkan siapa anggota yang cocok itu. Elaina, aku nunjukmu sebagai wakil ketua Elevrad yang baru," ucapku.

Beberapa anggota Elevrad yang lainnya pun terkejut kembali setelah ndengar perkataanku.

"Aku ? Apa ketua serius ?," tanya Elaina dengan wajah yang tampak tidak terkejut.

"Ya, aku serius. Alasan aku milihmu sebagai wakil ketua Elevrad saat ini adalah karena kamu akan njadi ketua Elevrad disaat aku dan anggota Elevrad tahun keempat sudah lulus. Kamu lah yang paling cocok untuk nggantikanku nantinya," ucapku.

Elaina terdiam sebentar setelah ndengar perkataanku. Elaina terlihat sedang mikirkan sesuatu sambil terdiam. Lalu tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.

"Baiklah, ketua. Aku nerima jabatan sebagai wakil ketua Elevrad yang baru," ucap Elaina.

"Terima kasih, Elaina. Kalau begitu, mulai saat ini Elaina secara resmi adalah wakil ketua Elevrad yang baru," ucapku.

Semua anggota Elevrad yang lain pun bertepuk tangan setelah ndengar perkataanku, lalu tidak lama kemudian tepukan tangan reka pun secara perlahan mulai berhenti tanpa aku suruh.

"Lalu, untuk jabatan bendahara Elevrad, masih dipegang oleh Chloe sama seperti tahun sebelumnya. Dan sekarang, karena aku telah ngumumkan anggota yang akan ngisi jabatan yang kosong, mari kita mulai mbahas pembahasan yang satu lagi. Mari kita mbahas tentang perekrutan anggota Elevrad yang baru dari murid tahun pertama di tahun ajaran ini," ucapku.

Aku dan anggota Elevrad yang lainnya pun mulai mbahas tentang perekrutan anggota Elevrad yang baru. Aku dan reka mbahas tentang profil para calon anggota Elevrad yang ingin kamu rekrut. Kemudian, aku nunjuk beberapa anggota yang ditugaskan untuk rekrut anggota Elevrad yang baru itu. Beberapa anggota yang aku pilih itu pun mulai laksanakan tugas reka untuk rekrut anggota Elevrad yang baru. Lalu kurang dari seminggu, anggota Elevrad yang baru dari murid tahun pertama pun berhasil kami rekrut

-

Minggu ketiga di bulan Desember 1220.

Aku kembali ngumpulkan para anggota Elevrad di ruang Elevrad untuk mbahas tentang penyerahan proposal bantuan dana untuk turnan dan festival akademi di tahun ajaran ini. Kami telah nyelesaikan pembuatan proposal itu di minggu pertama bulan ini dan sekarang tinggal nyerahkan dokun itu kepada Yang Mulia Ratu dan keempat Duke.

Aku dan seorang murid tahun ketiga akan pergi ke White Palace untuk ngantarkan proposal ke Yang Mulia Ratu. Chloe dan Noa akan pergi ke kediaman Duke San Minerva. Charles dan seorang murid tahun ketiga akan pergi ke kediaman Duke San Angela. Elaina dan seorang murid tahun ketiga akan pergi ke kediaman Duke San Quentine. Lalu, Irene dan seorang murid tahun ketiga lainnya akan pergi ke kediaman Duke San Lucia.

Setelah perwakilan anggota yang akan berangkat untuk nyerahkan proposal itu sudah ditetapkan, kami yang rupakan perwakilan anggota pun langsung pergi ke tujuan kami masing-masing di esok harinya. Lalu, di sore dan malam harinya, kami semua pun telah kembali lagi ke akademi dengan mbawa kabar tentang disetujuinya proposal yang kami bawa. Bantuan dana untuk turnan dan festival akademi pun akan diberikan secepatnya.

-

Hari pertama di bulan Januari 1221.

Ratu Kayana kembali datang ke akademi dan saat ini beliau sedang ada di ruangan nona Karina. Aku pun juga saat ini tengah berada di ruangan nona Karina karena begitu Ratu Kayana datang ke ruangan nona Karina, nona Karina langsung nghubungiku dan mintaku untuk datang ke ruangannya.

"Kali ini, ada perlu apa anda datang kemari, Yang Mulia Ratu ?," tanyaku.

"Seperti biasanya, aku datang kemari untuk mbicarakan sesuatu dengan kalian berdua," ucap Ratu Kayana.

"mbicarakan sesuatu ? Apa tentang pelaku yang rencanakan pembunuhan terhadap anda dan seluruh keluarga San Lucia ?," tanyaku.

"Iya, aku tidak nyangka kamu langsung tahu tentang apa yang ingin aku bicarakan, Rid," ucap Ratu Kayana.

"Yah, anda selalu mbicarakan tentang itu saat anda datang kemari, Yang Mulia Ratu. Jadi saya langsung tahu tentang apa yang ingin anda bicarakan," ucapku.

"Ahahaha benar juga. Baiklah, mari kita mulai mbicarakan soal itu. Pertama-tama, aku ingin bertanya sesuatu, apakah ada sesuatu hal aneh atau ncurigakan yang terjadi di akademi ini ?," tanya Ratu Kayana.

"Hal aneh ? Tidak ada. Violetta dan para prajuritnya selalu njaga akademi ini dengan ketat. Jika ada hal aneh yang terjadi, pastinya dia akan langsung mberitahuku. Karena selama ini dia tidak pernah mberitahuku, jadi tidak ada hal aneh yang terjadi di akademi ini," ucap nona Karina.

"Aku juga tidak nemukan adanya sesuatu yang aneh dan ncurigakan di akademi ini, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Hmm begitu ya. Ngomong-ngomong, Rid, ketika kamu pergi ke White Palace untuk ngantarkan proposal bantuan dana, apakah ada sesuatu yang aneh atau ncurigakan yang terjadi dalam perjalananmu dari akademi ke White Palace ? Seperti adanya penyerangan atau yang lainnya," ucap Ratu Kayana.

"Tidak ada, Yang Mulia Ratu. Perjalananku dari akademi ke White Palace berjalan lancar tanpa adanya hambatan satupun," ucapku.

"Bagaimana dengan anggota Elevrad yang lainnya ? reka juga bertugas untuk nyerahkan proposal bantuan dana ke kediaman keempat Duke," ucap Ratu Kayana.

"Perjalanan reka juga berjalan lancar, Yang Mulia Ratu. Tidak ada penyerangan ataupun sesuatu hal lainnya yang terjadi kepada reka dalam perjalanan," ucapku.

"Hmmm begitu ya," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana lalu terdiam seperti sedang mikirkan sesuatu.

"Kenapa kamu nanyakan tentang itu, kak ? Apa kamu khawatir dengan pelaku yang rencanakan pembunuhan itu karena reka tidak lakukan pergerakan lagi ?," tanya nona Karina.

"Iya. Sudah 2 tahun sejak penyerangan di desa Aston dan setelah itu tidak ada penyerangan lagi yang terjadi di kerajaan ini. Bahkan setelah dicabutnya ’status darurat keamanan’ 1 tahun yang lalu, tetap tidak ada penyerangan ataupun pergerakan ncurigakan di kerajaan ini. skipun selama 2 tahun reka tidak lakukan penyerangan atau pergerakan, aku masih berusaha untuk ncari lokasi dan keberadaan reka, tetapi tidak ditemukan. Bounty untuk Albert pun masih ada hingga saat ini karena mang dia juga belum ditemukan. Terakhir dia terlihat adalah saat insiden penyerangan di penjara San Sabaneta. Setelah itu, dia tidak terlihat sampai saat ini. Ini sangat aneh, apa pelaku utama yang rencanakan pembunuhan itu sudah tidak ingin njalankan rencana reka lagi karena reka tidak lakukan pergerakan selama 2 tahun ini ?," tanya Ratu Kayana.

Ratu Kayana kembali terdiam sambil mikirkan sesuatu. Nona Karina pun juga ikut terdiam. Karena situasinya njadi sunyi, aku pun mutuskan untuk berbicara.

"Aku pikir reka miliki alasan kenapa tidak lakukan pergerakan selama 2 tahun ini, Yang Mulia Ratu. Mungkin reka sedang mpersiapkan serangan dan pergerakan yang sangat besar, makanya reka milih untuk tidak lakukan pergerakan selama 2 tahun ini. Alangkah baiknya kita tetap waspada dan bersiaga akan kemungkinan itu karena jika kita lengah, reka bisa saja lakukan serangan dengan tiba-tiba," ucapku.

Ratu Kayana yang sebelumnya terdiam langsung nanggapi perkataanku.

"Iya, kamu ada benarnya. Lebih baik kita semua tetap waspada dengan reka skipun reka tidak lakukan pergerakan selama 2 tahun ini," ucap Ratu Kayana.

-

4 bulan kemudian.

Bulan April pun telah tiba. Bulan dimana kami yang rupakan murid tahun keempat akan lakukan ujian terakhir di tahun ajaran ini. Untuk ujian terakhir di tahun ajaran ini, kami akan lakukan ujian di wilayah San Lucia.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 321 : Kekhawatiran Ratu Kayana on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.