Font Size
15px

"ngundang beberapa Holy Knights untuk datang ke kerajaan San Fulgen ? Apa itu bisa dilakukan ? Bukankah Holy Knights hanyalah para prajurit khusus yang bertugas njaga Holy Kingdom ?," tanya nona Karina.

"Jika suatu kerajaan di benua Utara ini miliki hubungan kerja sama dengan Holy Kingdom, kita bisa minta bantuan kepada Holy Kingdom seperti minjam kekuatan para Holy Knights milik reka. Dengan adanya gereja Sancta Lux di kerajaan ini, itu sudah nandakan kalau kerajaan kita miliki kerja sama dengan Holy Kingdom. Jadi kalaupun kita minta bantuan kepada Holy Kingdom untuk minjam para Holy Knights milik reka, reka pasti akan ngizinkannya. Namun reka hanya akan ngizinkannya apabila ada Holy Knights yang sedang tidak njalankan tugas, baik itu di Holy Kingdom ataupun di kerajaan lain," ucap Ratu Kayana.

"Jadi begitu. Lalu apa kamu nyetujui usulan reka untuk ngundang Holy Priests dan Holy Kingdom untuk datang ke kerajaan ini ?," tanya nona Karina.

"Aku sebenarnya berniat untuk nyetujuinya, namun saat beberapa Priest itu nyarankan kepada tuan Oliver, ’High Priest’ yang mimpin para Priest di gereja Sancta Lux kerajaan San Fulgen berkata kalau situasi saat ini tidak mungkinkan untuk ngundang beberapa Holy Priests dan Holy Knights ke kerajaan San Fulgen," ucap Ratu Kayana.

"Situasi saat ini tidak mungkinkan ? Apa ada sesuatu yang terjadi ?," tanya nona Karina.

"Iya. Dari laporan tuan Oliver, ’High Priest’ itu bilang kalau selama setahun belakangan ini, terkadang ada sekelompok orang yang ngacau di kota kecil yang berada di bagian luar wilayah Holy Kingdom. Di antara sekelompok orang yang ngacau itu, ada seorang ’Divine Elental Spirits’," ucap Ratu Kayana.

Nona Karina nampak terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"’Divine Elental Spirits’ ?! Bukankah ’Divine Elental Spirits’ itu rupakan roh paling kuat di antara roh-roh yang ada. Bisa dibilang, reka adalah pemimpin para roh yang wakili elen reka. Sebagai contoh, untuk para roh yang makai elen air, maka pemimpin reka adalah ’Divine Water Elental Spirit’. Namun ski reka bisa dibilang sebagai pemimpin para roh, ’Divine Elental Spirit’ bukanlah pemimpin para roh yang sebenarnya, karena masih ada ’Spirit Queen’ yang mimpin para roh. Setidaknya itu yang aku tahu dari buku yang njelaskan tentang para roh," ucap nona Karina.

Aku hanya diam saja sambil ndengar perkataan nona Karina. Sesekali, aku terpikirkan dengan apa yang dikatakan oleh nona Karina.

"Roh, ya," pikirku.

"Hmmm tetapi, nemukan roh skipun hanya roh tingkat rendah saja sangat sulit, aku tidak nyangka kalau ada seorang ’Divine Elental Spirits’ yang nyerang kota-kota kecil di bagian luar wilayah Holy Kingdom. Aku jadi ngerti kenapa ’High Priests’ itu bilang kalau situasi saat ini tidak mungkinkan untuk ngundang beberapa Holy Priests dan Holy Knights. Itu karena reka semua tengah difokuskan untuk lawan sekelompok orang yang nyerang kota-kota kecil itu, terutama ’Divine Elental Spirits’ itu apabila dia nyerang kembali. ’Divine Elental Spirits’ miliki kekuatan untuk nghancurkan sebuah kota, kerajaan atau negara. Karena kekuatannya itu, reka disebut sebagai ’bencana berjalan’. Maka dari itu, Holy Kingdom tidak bisa ngirim Holy Priest dan Holy Knights milik reka ke kerajaan lain skipun kerajaan lain itu ingin ngundangnya, karena reka semua sedang bertugas untuk njaga wilayah Holy Kingdom dan bersiaga apabila ada serangan kembali," ucap nona Karina.

"Iya, apa yang kamu katakan tadi itu benar. Siapa sangka kalau seorang ’Divine Elental Spirits’ lakukan kekacauan di kota yang berada di wilayah terluar Holy Kingdom. Bahkan dia juga bergerak dengan sekelompok orang yang juga nyerang kota-kota kecil itu. Aku tidak tahu apa tujuan reka lakukan itu, tapi apa yang reka lakukan itu terbilang sangat berani. mang reka saat ini hanya nyerang kota-kota kecil di bagian terluar wilayah Holy Kingdom, namun jika reka berniat nyerang langsung pusat kerajaan Holy Kingdom, para Malaikat yang tinggal di atas Holy Kingdom mungkin akan turun untuk mbasmi reka," ucap Ratu Kayana.

"Kamu benar. Aku tidak bisa mbayangkan apabila para Malaikat itu turun lagi dari tempat tinggal reka. Turunnya reka itu seperti pertanda ada kekacauan besar yang terjadi di benua ini," ucap nona Karina.

"Iya. Karena adanya penyerangan di wilayah Holy Kingdom, kita jadi tidak bisa ngundang Holy Priests dan Holy Knights ke kerajaan ini. Sayang sekali, padahal aku sangat nyetujui saran dari para Priests yang ingin ngundang reka ke kerajaan ini untuk mbantu nyelesaikan masalah yang sedang terjadi, tetapi ya apa boleh buat. Karena saat ini Holy Kingdom sedang miliki masalah di wilayah reka. Bahkan kerajaan sebesar Holy Kingdom pun juga miliki masalah, pastinya kerajaan-kerajaan lain di benua Utara ini juga miliki masalah tersendiri termasuk kerajaan ini. Sepertinya kita harus ngurus sendiri masalah yang terjadi di kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.

"Lalu apa langkahmu selanjutnya, kak ?," tanya Ratu Kayana.

"Aku sudah rintahkan tuan Oliver untuk mperkuat penjagaan di ibukota San Estella karena mungkin saja reka akan nyerang tempat-tempat di ibukota San Estella lagi seperti di penjara San Sabaneta. Lalu aku juga rintahkan para komandan prajurit untuk mperkuat penjagaan di pusat wilayah yang reka jaga seperti kota-kota besar yang berada di wilayah penjagaan reka. Lalu aku rintahkan reka untuk laporkan apabila ada pergerakan atau keadaan ncurigakan yang terjadi di wilayah reka. Aku juga rintahkan reka untuk riksa tempat-tempat ncurigakan yang berada di wilayah reka. Tempat-tempat itu kemungkinan rupakan markas pelaku yang rencanakan pembunuhan itu dan masih banyak yang lainnya," ucap Ratu Kayana.

"Kelihatannya kamu sudah mikirkan banyak langkah untuk selanjutnya, kak. Dari langkah-langkah yang kamu beritahukan tadi, rasanya seperti kamu berniat untuk mburu orang-orang yang rencanakan pembunuhan itu," ucap nona Karina.

"Aku mang berniat ingin mburu reka dengan ncari markas milik reka daripada hanya nunggu reka nyerang yang mana tidak dapat diketahui secara pasti kapan reka akan nyerang dan dimana reka akan nyerang. Tetapi ncari markas reka di kerajaan ini tidak semudah yang dikira, ski begitu aku tetap rintahkan para komandan prajurit untuk ncari markas reka yang kemungkinan berada di tempat-tempat ncurigakan yang ada di kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.

"Hmm begitu ya," ucap nona Karina.

Ratu Kayana lalu lihat ke arahku dan nona Karina. Setelah itu, beliau pun lihat ke arah ja dimana masih ada beberapa makanan di ja itu.

"Aku minta maaf karena sudah terlalu banyak bicara. Saking fokusnya kalian saat ndengarku bicara mbuat kalian berhenti untuk makan makanan yang ada. Kita hentikan pembicaraan ini terlebih dahulu dan lanjut makan," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana lalu ngambil makanan yang masih tersedia dan langsung makannya.

"Baik, kak," ucap nona Karina.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucapku.

Aku dan nona Karina pun juga ikut makan makanan yang masih tersedia.

-

Setelah selesai makan makanan yang ada hingga habis, kami pun lanjutkan pembicaraan.

"Berhubung kamu ada disini, aku ingin nanyakan sesuatu, kak," ucap nona Karina.

"nanyakan apa ?," tanya Ratu Kayana.

"Kapan kamu berniat lantik Duke yang baru nggantikan Duke San Minerva dan Duke San Angela ?," tanya nona Karina.

"Aku masih harus ncari kandidat yang tepat untuk nggantikan reka berdua, tapi aku akan usahakan agar kedua Duke yang baru akan dilantik secepatnya. mangnya ada apa kamu bertanya seperti itu ?," tanya Ratu Kayana.

"Untuk ngadakan turnan dan festival akademi, akademi harus minta bantuan dana kepada kedua Duke yang baru nanti karena bantuan dana yang diajukan kepada kedua Duke sebelumnya tidak dapat diberikan ngingat reka berdua sudah tewas," ucap nona Karina.

"Oh jadi kamu nanyakan tentang pelantikan Duke yang baru karena setelah kedua Duke yang baru selesai dilantik, kamu akan ngajukan proposal bantuan dana kepada kedua Duke yang baru tersebut," ucap Ratu Kayana.

"Iya. ngingat pelaksanaan turnan dan festival akademi hanya tinggal sekitar 6 bulan lagi, kita tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan. Aku harap kamu segera lantik kedua Duke yang baru agar akademi bisa ngajukan proposal bantuan dana untuk bisa nggelar turnan dan festival akademi tahun ajaran ini," ucap nona Karina.

"Aku akan usahakan secepatnya. Namun jika pelatihan kedua Duke yang baru tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, aku yang akan mberikan bantuan dana sesuai dana yang masih kalian butuh agar kalian bisa tetap nggelar turnan dan festival akademi. Jadi kamu tenang saja," ucap Ratu Kayana.

"Kalau kamu berkata seperti itu, maka aku bisa tenang karena turnan dan festival akademi akan tetap bisa di gelar di tahun ajaran ini," ucap nona Karina.

"Iya, jadi tidak usah terlalu mikirkan tentang masalah dana, aku yang akan mbantu untuk masalah dana tersebut. Lalu Rid, untuk hadiah yang ingin kamu berikan kepada para warga di kampung halamanmu, aku sudah netapkan waktu pengirimannya, yaitu saat malam pergantian tahun. Mungkin sekitar pukul 7 atau 8 malam, hadiah itu akan tiba di kampung halamanmu. Aku juga mberikan hadiah tambahan berupa bahan-bahan yang bisa reka gunakan untuk perayaan tahun baru di malam itu. Aku minta maaf karena baru bisa ngirim hadiahnya di malam pergantian tahun karena aku harus mpersiapkan barang-barangnya terlebih dahulu. Selain itu, banyak hal juga yang harus aku kerjakan sehingga mbuatku tidak dapat secepatnya ngirim barang-barang itu," ucap Ratu Kayana.

"Tidak apa-apa, Yang Mulia Ratu. Lagipula sebelumnya Yang Mulia Ratu sendiri yang bilang kalau pengiriman hadiahnya paling lambat saat malam pergantian tahun, jadi pengiriman hadiahnya masih berada dalam estimasi yang diberikan Yang Mulia Ratu. Justru aku berterima kasih kepada Yang Mulia Ratu karena Yang Mulia Ratu masih terpikirkan untuk mberikan hadiah kepada kampung halamanku disaat Yang Mulia Ratu sedang ada banyak masalah yang harus diselesaikan. Padahal jika Yang Mulia Ratu terlambat untuk ngirimkan hadiah itu pun aku akan makluminya ngingat banyak masalah yang harus diselesaikan oleh anda," ucapku.

"skipun aku saat ini sedang mpunyai banyak masalah, aku harus tetap nepati janjiku untuk ngirimkan hadiah untuk kampung halamanmu sesuai dengan yang kamu minta," ucap Ratu Kayana.

"Sekali lagi aku ngucapkan terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Sama-sama, Rid," ucap Ratu Kayana.

Lalu Ratu Kayana lihat ke arah jam yang berada di dinding ruangan itu.

"Hmmm sepertinya waktu istirahat makan siang sebentar lagi akan berakhir. Kalau begitu kita sudahi saja pembicaraan ini," ucap Ratu Kayana.

"Baik, kak," ucap nona Karina.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Terima kasih karena telah nemaniku dalam pembicaraan ini, kalian berdua. Aku pergi dulu, sampai jumpa lagi," ucap Ratu Kayana.

"Sampai jumpa, kak," ucap nona Karina.

"Sampai jumpa, Yang Mulia Ratu," ucapku.

Lalu tubuh Ratu Kayana berubah njadi air dan air itu pun jatuh mbasahi ruangan itu.

"Seperti biasa, beliau selalu datang kesini nggunakan clone miliknya," ucapku.

"Dan seperti biasanya juga, dia selalu nggunakan clone yang berasal dari sihir air disaat dia seharusnya bisa nggunakan sihir elen lainnya. Karena hal ini aku harus mbersihkan lantai ruangan ini setiap dia pergi ninggalkan ruangan ini," ucap nona Karina.

Aku yang ndengar perkataan nona Karina pun tertawa tipis.

-

Setelah itu, aku pun pergi dari ruangan nona Karina untuk kembali ke ruang kelas.

Karena sebentar lagi sudah waktunya jam pelajaran siang, aku milih kembali ke kelas daripada pergi ke arena pertandingan untuk lakukan pertandingan harian.

Saat tiba di kelas, aku ndengar para murid di kelas itu sedang mbicarakan tentang penyerangan di penjara San Sabaneta dan penculikan senior Florian. Padahal sebelumnya reka tidak mbicarakan tentang hal itu. Lalu aku pun pergi nghampiri Charles, Noa dan yang lainnya yang sudah berada di kelas itu. reka semua terlihat sedang ngobrol.

"Kalian sedang mbicarakan apa ?," tanyaku.

"Ah, Rid, kamu sudah selesai dengan urusanmu di ruangan nona Karina ?," tanya Charles.

"Sudah," ucapku.

"Hei, Rid, apa kamu sudah tahu ? Kami dengar dari pembicaraan orang-orang di kantin kalau penjara San Sabaneta telah diserang oleh beberapa orang yang telah berubah njadi iblis dan senior Florian telah diculik oleh orang-orang itu," ucap Noa.

"Aku sudah dengar tentang itu, aku diberitahu oleh nona Karina tadi. Apa barusan kalian sedang mbicarakan tentang hal itu ?," tanyaku.

"Iya, kami sedang mbicarakan hal itu. Kami tidak nyangka kalau beberapa orang yang telah berubah njadi iblis datang ke penjara itu dan nyerangnya. Bahkan senior Florian juga diculik," ucap Charles.

"Iya, aku sendiri juga tidak nyangkanya," ucapku.

"Aku tidak bisa mbiarkan Charles dan Chloe tahu kalau sebenarnya salah satu orang yang nyerang penjara itu adalah ayah reka," pikirku.

-

Lalu hari-hari pun telah berlalu dan saat ini sudah masuki hari terakhir di tahun 1218. Kabar tentang penyerangan penjara San Sabaneta dan penculikan senior Florian secara perlahan mulai nghilang dan tidak dibicarakan lagi oleh orang-orang yang berada di akademi.

Saat ini, orang-orang di akademi sedang bersiap untuk rayakan malam pergantian tahun.

-

Sentara itu, pukul 7 malam di desa Aston.

Terlihat ada beberapa prajurit dan beberapa kereta kuda yang sedang terparkir di desa tersebut. Di dalam kereta kuda tersebut, terlihat ada banyak barang dan bahan yang sepertinya akan dibagikan untuk warga desa tersebut. Lalu, terlihat paman Bill selaku kepala desa di desa Aston sedang berbicara dengan beberapa prajurit.

"Barang-barang dan bahan-bahan ini diberikan oleh Yang Mulia Ratu untuk kami semua ?," tanya paman Bill yang terkejut.

"Benar, Yang Mulia Ratu rintahkan kami untuk ngirim barang-barang dan bahan-bahan ini. Beliau bilang kalau barang dan bahan ini adalah hadiah yang diminta oleh Rid Archie. Rid Archie sebenarnya ndapatkan hadiah dari Yang Mulia Ratu atas kontribusinya, namun Rid Archie tidak mau nerima hadiah itu untuk dirinya sendiri dan minta Yang Mulia Ratu agar hadiah tersebut diberikan ke warga-warga di kampung halamannya yaitu di desa Aston," ucap salah satu prajurit itu.

"Ya ampun si Rid itu. Sebelumnya kami nerima hadiah dari tuan Duke San Lucia dan hadiah itu juga rupakan permintaan dari Rid. Sekarang kami nerima hadiah lagi dari Yang Mulia Ratu atas permintaan Rid juga. Sepertinya dia terlalu mikirkan kami," ucap paman Bill.

"Ahahah, sepertinya begitu. Padahal dia bisa saja nerima hadiah itu untuk dirinya sendiri tetapi dia malah mberikannya kepada kita. Kita harus berterima kasih kepadanya apabila kita bertemu dengannya lagi karena dia masih mikirkan tentang kita sampai-sampai mberikan kita semua hadiah," ucap paman Dean.

"Itu benar, kita harus berterima kasih kepadanya nanti," ucap paman Bill.

Sentara itu, di sebuah jalan untuk nuju ke desa Aston. Terlihat senior Florian, Duchess Claret dan Duchess Harriet sedang berjalan perlahan nuju ke desa Aston sambil gang senjata milik reka masing-masing.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 308 : Masalah Setiap Kerajaan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.