Font Size
15px

"Saat ini, Yang Mulia Ratu sedang berada di ruanganku," ucap nona Karina.

Aku yang ndengar perkataan nona Karina pun sedikit terkejut.

"Yang Mulia Ratu ada di ruangan nona saat ini ? Kenapa beliau ada disana ?," tanyaku.

"Entahlah, beliau bilang kalau beliau ingin mbicarakan sesuatu dengan kita berdua, makanya aku nghubungimu. Ngomong-ngomong, apa saat ini kamu sedang berada dekat dengan teman-temanmu ?," tanya nona Karina.

"Tidak, nona. Aku mutuskan untuk njauh dari reka untuk njawab panggilan anda," ucapku.

"Baguslah kalau begitu. Jangan sampai teman-temanmu tahu kalau ada Yang Mulia Ratu di akademi ini. Terutama Charles dan Chloe, jangan sampai reka berdua tahu," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucapku.

"Ya sudah, segera datang ke tempatku sekarang. Kamu tidak perlu khawatir skipun aku manggilmu saat jam istirahat makan siang. Aku sudah nyiapkan makanan di ruangan ini untuk kita makan bersama sambil berbicara dengan Yang Mulia Ratu. Lagipula Yang Mulia Ratu bilang kalau pembicaraan ini adalah pembicaraan santai, jadi bisa dilakukan sambil makan siang," ucap nona Karina.

"Baik, nona. Aku akan segera kesana," ucapku.

"Aku tunggu," ucap nona Karina.

Setelah itu, kristal komunikasi yang aku pegang pun berhenti bersinar yang berarti nona Karina sudah nghentikan panggilannya kepadaku. Setelah panggilan dari nona Karina berhenti, aku langsung masukkan kristal komunikasi milikku dan pergi nghampiri teman-temanku.

"Kalian semua, aku minta maaf karena untuk hari ini aku tidak bisa makan siang dengan kalian. Aku harus pergi ke ruangan nona Karina. Beliau bilang ada sesuatu yang ingin dibicarakan," ucapku.

"Begitu ya. Sepertinya ketua Elevrad kita ini sedang sibuk," ucap Noa.

"Ya sudah, Rid. Kalau begitu kami pergi ke kantin dulu ya," ucap Charles.

"Iya. Sekali lagi aku minta maaf," ucapku.

"Tidak perlu minta maaf, Rid, santai saja. Ayo kalian, kita pergi ke kantin," ucap Charles.

"Iya," ucap Noa dan yang lainnya.

Charles, Noa dan yang lainnya pun pergi ke kantin untuk makan siang. Irene juga ikut pergi ke kantin, namun sebelum dia pergi ke kantin, dia nampak lihat ke arahku selama beberapa detik. Setelah itu, dia pun langsung pergi ke kantin bersama dengan Charles dan yang lainnya. Lalu, aku pun juga bersiap untuk pergi ke ruangan nona Karina.

-

Setelah sampai di depan pintu ruangan nona Karina, aku pun langsung ngetuk pintu tersebut.

*Tok *Tok *Tok

"Masuk," ucap nona Karina dari dalam ruangan tersebut.

Setelah nona Karina ngizinkan masuk, aku pun langsung masuk ke ruangan itu. Di ruangan itu, aku lihat nona Karina dan Ratu Kayana yang sedang duduk di kursi dan di hadapan reka ada sebuah ja yang terdapat banyak makanan dan minuman di atasnya.

"Selamat siang, nona dan Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Selamat siang, Rid," ucap nona Karina.

"Selamat siang juga, Rid," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana terlihat ngenakan pakaian kasual, bukan kostum Ratu miliknya yang selalu beliau pakai ketika nghadiri acara-acara penting. Sepertinya pembicaraan ini manglah pembicaraan santai seperti yang nona Karina katakan.

"Silahkan duduk, Rid," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucapku.

Aku lalu duduk di kursi yang sama dengan nona Karina, sentara Ratu Kayana duduk di kursi yang berada di seberang kami berdua.

"Silahkan makan dan minum apapun yang ada di ja ini, Rid. Lagipula kaka- maksudnya Yang Mulia Ratu sudah bilang kalau pembicaraan ini adalah pembicaraan santai yang bisa dilakukan sambil makan," ucap nona Karina.

Ratu Kayana nampak tersenyum setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Jika kamu mau manggilku ’kakak’ silahkan saja, Karina. Kamu tidak perlu nggunakan panggilan formal seperti ’Yang Mulia Ratu’ saat hanya ada kita bertiga disini. Lagipula Rid juga sudah tahu kalau kita berdua ini bersaudara," ucap Ratu Kayana.

"*Haaaaahhhh, ya sudah," ucap nona Karina sambil nghela napas.

Ratu Kayana pun tersenyum

"Ayo silahkan dimakan makanan yang ada, Rid," ucap Ratu Kayana.

"Baik, nona Karina, Yang Mulia Ratu," ucapku.

Aku lalu mulai makan beberapa makanan yang ada di ja. Ratu Kayana dan nona Karina pun juga sama. Lalu beberapa saat kemudian, nona Karina pun berbicara dengan Ratu Kayana.

"Jadi apa hal yang ingin kamu bicarakan sampai mbuat kamu sendiri datang kesini, kak ?," tanya nona Karina.

Ratu Kayana terlihat sedang ngunyah makanan yang dia makan disaat nona Karina sedang bertanya kepadanya. Lalu setelah selesai ngunyah dan nghabiskan makanan yang dia makan, Ratu Kayana pun mulai berbicara.

"Aku tadi pagi sudah mberikanmu kabar tentang insiden penyerangan di penjara San Sabaneta. Aku ingin mbicarakan tentang hal itu," ucap Ratu Kayana.

"Hmm jadi kamu ingin mbicarakan hal itu," ucap nona Karina.

"Iya. Ngomong-ngomong, Rid, apa kamu sudah tahu kabar tentang insiden penyerangan penjara San Sabaneta ?," tanya Ratu Kayana.

"Sudah, nona. Tetapi aku tidak tahu kabar itu secara rinci karena aku hanya ndengar dari percakapan para murid yang mbicarakan tentang itu. Aku hanya ngetahui kalau penjara San Sabaneta telah diserang oleh beberapa orang yang belum diketahui identitasnya. Alasan orang-orang itu nyerang penjara San Sabaneta adalah untuk nculik senior Florian dan juga komandan Marshall," ucapku.

"Hmmm jadi kamu hanya ngetahui tentang itu saja ya. Sebenarnya, identitas dari orang-orang yang nyerang penjara San Sabaneta telah diketahui. Tetapi aku mberi perintah kepada orang-orang yang ngetahui identitas penyerang tersebut agar identitas penyerang tersebut tidak disebarkan. Identitas dari orang-orang yang nyerang penjara San Sabaneta adalah nona Claret yang rupakan Duchess San Angela, nona Harriet yang rupakan Duchess San Minerva dan suamiku, yaitu Raja Albert," ucap Ratu Kayana.

Aku pun sedikit terkejut setelah ndengar perkataan Ratu Kayana.

"reka bertiga bukannya orang-orang yang saat ini dicari oleh anda karena telah nghilang dari kediaman reka secara tiba-tiba ? Apalagi reka bertiga dikabarkan juga terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap anda dan seluruh keluarga San Lucia," tanyaku.

"Iya, itu benar. Aku juga tidak nyangka kalau reka malah muncul di penjara San Sabaneta. Apalagi reka muncul dalam wujud yang sudah berubah njadi iblis, sama seperti para iblis yang nyerang gedung pengadilan," ucap Ratu Kayana dengan raut wajah yang terlihat marah.

"Apa ?!?!," ucapku yang terkejut.

"Tolong rahasiakan tentang ini kepada orang-orang yang kamu temui, Rid. Terutama kepada Charles dan Chloe. Aku tidak mau reka ngetahui kalau ayah reka sudah berubah njadi iblis, apalagi reka pasti masih kepikiran tentang ayah reka yang rencanakan pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia,"

"Albert mang adalah suamiku. Ketika aku ngetahui kalau dia terlibat dalam rencana pembunuhan terhadapku dan keluarga San Lucia, aku sangat kecewa dan marah terhadapnya. Bisa-bisanya dia ngkhianatiku seperti ini. Namun setelah ngetahui kalau dia telah berubah njadi iblis, aku jadi kepikiran sesuatu. Bagaimana jika ternyata dia sebenarnya tidak terlibat dalam rencana itu, lainkan dijebak oleh dalang utama yang rencanakan pembunuhan itu ? Dia mungkin saja berubah njadi iblis secara paksa, sama seperti yang di alami tuan Jas dan tuan Darwin di gedung pengadilan,"

"Saat mikirkan itu, hatiku jadi terasa kacau, pikiranku pun jadi tidak tenang. Aku mbayangkan bagaimana jika putra-putriku juga ngalami hal yang sama denganku atau bahkan lebih parah. Maka dari itu, aku tidak mau reka juga ngetahui tentang ayah reka yang telah berubah njadi iblis. Jika reka juga ngetahui tentang ayah reka yang sudah berubah njadi iblis, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan reka," ucap Ratu Kayana dengan raut wajah yang berubah njadi sedih.

Setelah ndengar perkataan Ratu Kayana, aku pun terdiam sambil mikirkan sesuatu.

"Apa yang dikatakan Yang Mulia Ratu itu benar. Jika Charles dan Chloe ngetahui kalau ayah reka telah njadi iblis, mungkin reka akan sedih dan syok lagi. Padahal reka sudah kembali normal seperti biasanya setelah ndengar kabar kalau ayah reka rencanakan pembunuhan terhadap ibu reka. Aku tidak bisa mbiarkan reka ngetahui tentang ayah reka yang terlah njadi iblis," pikirku.

"Baik, Yang Mulia Ratu. Aku tidak akan mberitahu kepada siapapun termasuk kepada Charles dan Chloe," ucapku.

"Terima kasih, Rid. Kamu juga, Karina, kamu tidak mberitahu siapapun tentang hal ini setelah aku mberitahumu tadi pagi, kan ?," tanya Ratu Kayana.

"Aku tidak mberitahu siapapun, kak," ucap nona Karina.

"Baguslah, kalau begitu," ucap Ratu Kayana.

Lalu kami bertiga pun mulai makan makanan yang ada di ja lagi. Disaat kami sedang makan, aku mutuskan bertanya kepada Ratu Kayana tentang insiden penyerangan penjara San Sabaneta secara lengkap karena aku belum ngetahui kejadian lengkapnya. Ratu Kayana lalu mberitahukan tentang kejadian lengkap itu kepadaku.

"Jadi begitu, sebagian besar prajurit yang njaga penjara San Sabaneta baik di luar gedung maupun di dalam gedung telah tewas oleh Raja Albert, Duchess Claret dan Duchess Harriet. Apa reka bertiga nyerang penjara San Sabaneta tanpa nggunakan sihir, Yang Mulia Ratu ? Karena saat aku ditahan di penjara itu, aku tidak bisa nggunakan satu pun sihir yang berarti seharusnya sihir tidak bisa digunakan di penjara itu," ucapku.

"Sihir mang tidak bisa digunakan di lantai bawah yang rupakan lantai khusus penjara di gedung itu. Tetapi sihir masih bisa digunakan di lantai yang bukan lantai bawah gedung tersebut. Namun saat ngetahui kalau prajurit yang terluka dan tewas juga ditemukan di lantai khusus penjara di gedung itu, sepertinya reka bertiga lukai dan mbunuh reka tanpa nggunakan sihir. Kelihatannya reka bertiga lebih kuat dari orang-orang yang berubah njadi iblis dan nyerang gedung pengadilan," ucap Ratu Kayana.

"Kelihatannya mang begitu, kak. Bahkan komandan Oliver dapat dilukai dengan telak oleh kakak Albert yang telah berubah njadi iblis," ucap nona Karina.

"Tuan Oliver bilang kalau dia bisa dilukai dengan telak karena beliau sedang lengah. Beliau nganggap kalau beliau sudah ngalahkan Albert, makanya beliau jadi lengah dan malah terkena serangan dari Albert. Karena serangan yang dilancarkan Albert berasal dari ~Dark Magic~, beliau pun harus pergi ke gereja Sancta Lux untuk disembuhkan karena sihir penyembuhan biasa tidak bisa untuk nyembuhkan luka itu. Tetapi, ngetahui kalau Albert yang telah berubah njadi iblis bisa ngimbangi tuan Oliver, itu mbuktikan dia telah berubah njadi iblis yang lebih kuat dari iblis yang nyerang gedung pengadilan," ucap Ratu Kayana.

"Sayang sekali tidak ada Rid disana, jika ada Rid mungkin tuan Oliver bisa langsung disembuhkan," ucap nona Karina.

Aku pun hanya terdiam setelah ndengar perkataan nona Karina.

"mang sangat disayangkan karena tidak ada Rid di tempat itu, tetapi aku jadi bisa ngetahui pembicaraan yang narik dari tuan Oliver ketika dia berada di gereja Sancta Lux yang berada di ibukota San Estella," ucap Ratu Kayana.

"Pembicaraan yang narik ? Apa itu ?," tanya nona Karina.

"Tuan Oliver bilang kalau para Priest yang berada di gereja itu sangat khawatir dengan munculnya orang-orang yang telah diubah njadi iblis di kerajaan ini. Sebelumnya orang-orang yang berubah njadi iblis nyerang gedung pengadilan dan sekarang orang-orang itu nyerang penjara San Sabaneta. skipun identitas reka yang nyerang penjara San Sabaneta telah disembunyikan, orang-orang di kerajaan ini sudah ngetahui kalau yang nyerang penjara San Sabaneta adalah orang-orang yang telah berubah njadi iblis. Lalu para Priest berpikir kalau mungkin saja ada Iblis berdarah murni yang sedang bersembunyi di kerajaan ini yang mbuat orang-orang itu bisa berubah njadi iblis. Oleh karena ini, beberapa dari para Priest itu nyarankan untuk ngundang beberapa Holy Priests dari gereja pusat agama Sancta Lux yang berada di Holy Kingdom untuk mbantu kerajaan ini apabila ada banyak orang yang terluka lagi karena serangan dari orang-orang yang telah berubah njadi iblis,"

"Tidak hanya itu saja, beberapa dari para Priest itu juga nyarankan sebuah cara untuk mbasmi orang-orang yang telah berubah njadi iblis di kerajaan ini dan ncari iblis berdarah murni yang kemungkinan bersembunyi di kerajaan ini. Cara yang reka usulkan itu adalah dengan ngundang beberapa Holy Knights untuk datang ke kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 307 : Pembicaraan Yang Menarik on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.