Font Size
15px

Beberapa nit kemudian.

Komandan Oliver terlihat sedang berusaha keluar dari puing-puing bangunan penjara San Sabaneta yang telah hancur dan terbelah karena terkena tebasan yang dilancarkan oleh Raja Albert. Tidak lama kemudian, komandan Oliver pun berhasil keluar dari puing-puing bangunan itu. Terlihat tidak ada luka lain di tubuhnya selain luka di perutnya akibat terkena pukulan dari Raja Albert. ski tidak ada luka, tubuh dan pakaian yang dikenakan oleh komandan Oliver terlihat sangat kotor akibat terkena debu dan puing-puing bangunan itu.

Setelah berhasil keluar dari puing-puing bangunan, komandan Oliver pun lihat ke sekeliling tempatnya berada. Terlihat bangunan bagian kanan dan kiri penjara San Sabaneta masih berdiri kokoh skipun ada beberapa kerusakan berat di dinding bagian luarnya. Bangunan yang hancur hanyalah bangunan bagian tengah penjara San Sabaneta, tempat komandan Oliver berada saat ini karena bangunan bagian tengah lah yang terkena tebasan dari Raja Albert dengan telak. Kemudian, komandan Oliver lihat ke samping kirinya. Beberapa ter di samping kiri komandan Oliver terlihat ada beberapa orang dengan tubuh yang telah terpotong. Tubuh orang-orang itu terpotong karena tubuh reka berada di jalur lintasan tebasan yang dilakukan Raja Albert.

"Tebasan yang dilakukan oleh Raja Albert tadi benar-benar berbahaya. Tidak hanya motong orang-orang itu, bahkan tebasan itu juga bisa motong bagian tengah gedung ini dari depan sampai belakang. Aku beruntung masih bisa nghindari serangan itu, jika aku telat beberapa detik saja, mungkin aku juga ikut terbelah bersama dengan gedung ini," ucap komandan Oliver.

Lalu komandan Oliver berjalan perlahan nuju bagian depan gedung penjara San Sabaneta. Terlihat Raja Albert sudah tidak berada di tempat itu.

"Sepertinya beliau langsung pergi setelah lancarkan tebasan itu. Beliau sepertinya hanya ingin nahanku saja agar Duchess Harriet dan Duchess Claret bisa pergi, padahal beliau bisa saja mbunuhku setelah aku nghindari tebasannya dan tertimpa reruntuhan gedung itu,"

"Karena beliau berhasil pergi, itu berarti aku gagal untuk nangkapnya dan mbawanya ke hadapan Yang Mulia Ratu. Untuk sekarang, aku harus nghubungi prajuritku untuk bertanya apakah reka berhasil ngalahkan Duchess Claret dan Duchess Harriet atau tidak," ucap komandan Oliver.

Komandan Oliver lalu ngambil kristal komunikasi di saku pakaiannya. Kemudian, beliau mulai nghubungi prajuritnya lewat kristal komunikasi itu. Namun, selama beberapa nit beliau ncoba nghubungi prajuritnya itu, prajuritnya itu tidak njawab panggilan dari beliau.

"Ada yang aneh, tidak ada satupun dari reka yang njawab panggilanku. Sepertinya aku harus nyusul dan nghampiri reka terlebih dahulu, baru kemudian aku riksa lantai bawah gedung penjara San Sabaneta," ucap komandan Oliver.

Komandan Oliver lalu bergegas pergi nuju tempat para prajuritnya berada. Para prajuritnya itu berada di tempat yang tidak jauh dari bagian depan penjara San Sabaneta. Alasan komandan Oliver nempatkan reka di tempat itu adalah untuk ncegah adanya para penyerang yang larikan diri. Dan keputusan komandan Oliver pun tepat karena Duchess Harriet dan Duchess Claret berhasil larikan diri saat komandan Oliver bertarung dengan Raja Albert. Para prajurit yang ditempatkan di tempat itu pun seharusnya sudah bersiaga untuk lawan Duchess Harriet dan Duchess Claret, namun tidak adanya kabar dari para prajurit itu mbuat komandan Oliver khawatir. Komandan Oliver pun semakin mpercepat langkahnya untuk segera sampai di tempat prajurit itu.

Ketika komandan Oliver sudah sampai di tempat itu, komandan Oliver terlihat sangat terkejut. Para prajurit yang berjumlah sekitar 20-30 orang yang ditempatkan di tempat itu terlihat sudah terbaring dengan keadaan bersimbah darah. Di antara para prajurit yang terbaring itu, ada beberapa prajurit yang terlihat miliki lubang di beberapa bagian tubuhnya seperti kepala, dada dan yang lainnya. Lubang di tubuh reka itu terlihat seperti lubang yang diakibatkan oleh peluru senapan yang nembus tubuh reka.

"Aku sudah curiga saat nghubungi reka dan reka tidak njawab panggilanku, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan reka. Tetapi aku tidak nyangka kalau reka semua telah dikalahkan. Apa nona Harriet dan nona Claret lah yang lakukan ini ? Atau ada pihak lain yang mbantu reka ?,"

"Percuma saja mikirkannya sekarang. Aku harus segera mberikan laporan kepada Yang Mulia Ratu terlebih dahulu," ucap komandan Oliver.

Komandan Oliver lalu ngambil kristal komunikasi di saku pakaianya lagi. Beliau lalu nghubungi Ratu Kayana nggunakan kristal komunikasi tersebut. Tidak lama kemudian, terdengar suara Ratu Kayana dari kristal komunikasi itu.

"Halo, tuan Oliver. Ada apa ?," tanya Ratu Kayana.

"Halo, Yang Mulia Ratu. Saya ingin mberikan laporan tentang orang-orang yang nyerang penjara San Sabaneta. Orang-orang itu nyerang penjara San Sabaneta untuk nculik putra dari tuan Darwin yaitu Florian dan komandan prajurit tuan Darwin yaitu komandan Marshall. Lalu, orang-orang yang nyerang penjara San Sabaneta dan nculik reka berdua adalah nona Claret, nona Harriet dan Raja Albert," ucap komandan Oliver.

"Apa ?!?!," ucap Ratu Kayana yang nampak terkejut.

-

20 nit setelah komandan Oliver mberikan laporan kepada Ratu Kayana.

Para prajurit kerajaan yang lainnya pun mulai datang ke penjara San Sabaneta. Jumlah prajurit yang datang itu lumayan banyak, mungkin sekitar ratusan prajurit. reka datang untuk riksa keadaan penjara San Sabaneta sekaligus ngevakuasi para prajurit yang terluka atau yang sudah tewas karena diserang oleh Raja Albert, Duchess Claret dan Duchess Harriet. Sentara itu, setelah para prajurit itu tiba di gedung penjara San Sabaneta, komandan Oliver pun langsung pergi ninggalkan gedung penjara San Sabaneta untuk pergi ke gereja Sancta Lux. Komandan Oliver pergi ke gereja Sancta Lux untuk ngobati luka di perutnya itu.

Lalu para prajurit kerajaan yang datang ke gedung penjara San Sabaneta pun mulai mbagi tugas. Setengah dari prajurit itu bertugas untuk ngevakuasi prajurit yang terluka atau tewas yang berada di luar gedung penjara San Sabaneta, sekaligus riksa kerusakan yang terjadi di bagian luar gedung dan sekitarnya. Sentara setengahnya lagi bertugas untuk ngevakuasi prajurit yang terluka atau tewas yang berada di dalam gedung sekaligus riksa kerusakan yang terjadi di dalam gedung. reka yang bertugas di dalam gedung pun mulai riksa seluruh bagian gedung itu. reka juga riksa keadaan di lantai bawah gedung itu yang rupakan lantai khusus penjara. Di tiap lantai bawah gedung itu, terlihat ada banyak prajurit yang terbaring dengan kondisi bersimbah darah. Beberapa dinding di lantai bawah itu pun juga telah rusak. Para prajurit itu lalu riksa setiap sel penjara di lantai bawah tersebut. Anehnya orang-orang yang berada di dalam sel penjara tersebut tidak terluka ataupun tewas. reka nampak baik-baik saja skipun ada beberapa dari reka yang terlihat ketakutan. Karena hal itu, para prajurit itu nyimpulkan kalau orang-orang yang nyerang penjara San Sabaneta hanya nyerang orang-orang yang berusaha lawan reka seperti para prajurit yang njaga penjara itu. Sentara orang-orang yang tidak nyerang reka, hanya diabaikan saja oleh para penyerang itu.

Selain para prajurit yang datang ke gedung penjara San Sabaneta, banyak juga orang lain yang ikut datang ke gedung itu. reka terlihat penasaran dengan apa yang terjadi di gedung penjara San Sabaneta. Di antara orang-orang itu, ada beberapa dari reka yang berasal dari Diganta. Orang-orang dari Diganta itu pun mulai ncari informasi tentang apa yang terjadi di penjara San Sabaneta agar reka bisa mbuat surat kabar tentang insiden itu. Surat kabar tentang insiden penyerangan penjara San Sabaneta yang dibuat oleh Diganta akan mbuat heboh seluruh kerajaan ini di esok harinya. skipun seluruh kerajaan akan heboh begitu ngetahui tentang kabar itu, ada satu tempat yang ’sepertinya’ tidak akan heboh karena kabar itu, tempat itu adalah San Fulgen Akademiya. Alasannya karena surat kabar tidak diizinkan beredar di wilayah akademi. skipun orang-orang dewasa di wilayah akademi bisa ndapatkan surat kabar setiap harinya, tetapi para murid tidak bisa ndapatkan surat kabar itu kecuali di saat-saat tertentu. Seperti saat terkuaknya rencana pembunuhan terhadap keluarga San Lucia dan Yang Mulia Ratu yang direncanakan oleh dua orang Duke. Karena kabar itu sangat nghebohkan, nona Karina selaku kepala akademi pun ngizinkan surat kabar beredar di kalangan para murid akademi agar para murid akademi tahu apa yang sedang terjadi di luar akademi.

Untuk kabar tentang insiden penyerangan di penjara San Sabaneta, sepertinya nona Karina tidak akan ngizinkan surat kabar yang muat kabar tentang itu beredar di wilayah akademi, itu karena insiden itu dinilai tidak terlalu penting. skipun Florian yang rupakan mantan ketua Elevrad telah diculik dalam insiden penyerangan penjara San Sabaneta, para murid dinilai tidak perlu ngetahui tentang hal itu, karena Florian sudah dianggap bukanlah murid San Fulgen Akademiya lagi. Apa yang dilakukan atau apa yang terjadi dengannya, para murid lainnya tidak perlu tahu. Namun, skipun surat kabar tidak beredar di kalangan para murid, beberapa murid tetap tahu tentang kabar terbaru di kerajaan San Fulgen ini. Alasan reka bisa tahu karena reka diberitahu oleh para orang dewasa yang berada di wilayah akademi ini. reka yang tahu tentang kabar itu akan mbagikan kabar itu kepada murid-murid yang lainnya sampai semua murid pun jadi tahu tentang hal itu. Bisa dibilang, tidak diizinkannya surat kabar untuk beredar di kalangan para murid itu adalah hal yang sia-sia, karena para murid tetap akan tahu tentang kabar terbaru yang terjadi di kerajaan San Fulgen. Jadi pada akhirnya, skipun surat kabar tentang insiden penyerangan penjara San Sabaneta tidak diizinkan beredar di kalangan murid akademi, beberapa murid akan tetap tahu tentang kabar itu.

-

Keesokan paginya, pukul 4.30 pagi di taman akademi.

Terlihat nona Violetta sedang lakukan latihan pagi seperti biasanya di taman itu. Kemudian, nona Karina pun datang ke taman itu dan nghampiri nona Violetta.

"Selamat pagi, Violetta," ucap nona Karina.

"Hmmm ? Ah, selamat pagi juga, nona Karina. Ada urusan apa nona Karina datang kesini karena jarang sekali bisa lihat nona datang kesini di pagi hari," ucap nona Violetta.

"Aku datang kesini karena aku ingin mberitahu sesuatu kepada kamu dan Rid yang biasanya berlatih di tempat ini saat pagi hari. Tetapi aku tidak lihat Rid saat ini, apa latihanmu dan Rid sudah selesai ?," tanya nona Karina.

"Iya, nona. Aku dan Rid sudah selesai latihan dan saat ini Rid sedang latihan bersama teman-temannya di tempat latihan di dalam gedung akademi," ucap nona Violetta.

"Begitu ya, jadi aku datang terlambat ke tempat ini karena Rid sudah pergi lebih dulu. Ya sudah, aku akan mberitahumu saja, Violetta. Untuk Rid, aku bisa mberitahunya nanti, lagipula mungkin dia juga akan tahu tentang ini nantinya walaupun aku belum mberitahunya," ucap nona Karina.

"mangnya ada sesuatu apa yang harus anda beritahu, nona ?," tanya nona Violetta.

"Ini tentang Florian, putra dari Duke San Minerva yang sebelumnya kamu lawan. Florian yang sedang ditahan di penjara San Sabaneta telah diculik oleh beberapa orang yang nyerang penjara tersebut," ucap nona Karina.

"Florian telah diculik dan penjara San Sabaneta telah diserang ?!," ucap nona Violetta yang sedikit terkejut.

"Tidak hanya Florian, komandan Marshall yang rupakan komandan prajurit Duke San Minerva yang sedang ditahan karena nghalangi periksaan yang dilakukan oleh prajurit Silver Peacock di kediaman Duke San Minerva juga telah diculik. Sepertinya orang-orang yang nculik reka ada orang-orang yang sama dengan yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia," ucap nona Karina.

"Sepertinya mang begitu, nona," ucap nona Violetta.

"ngetahui reka nyerang penjara San Sabaneta secara terang-terangan, mungkin saja selanjutnya reka akan nyerang akademi ini. Oleh karena itu, perkuatlah keamanan di wilayah akademi ini, Violetta," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

-

Pukul 7.00 pagi.

Saat aku sedang berjalan nuju ruang kelas dari asramaku, aku berpapasan dengan beberapa murid di perjalanan. Di antara beberapa murid itu, aku ndengar reka sedang mbicarakan tentang insiden penyerangan di penjara San Sabaneta. Hal itu mbuatku sedikit penasaran. Aku pun mutuskan untuk ndengar pembicaraan reka secara diam-diam.

Setelah beberapa nit ndengar pembicaraan reka, aku ngetahui kalau alasan orang-orang itu nyerang penjara San Sabaneta adalah untuk nculik senior Florian dan komandan Marshall. Aku sedikit terkejut ketika ngetahui itu. Lalu setelah ndapatkan informasi tentang itu, aku pun mutuskan untuk pergi ke ruang kelas.

Ketika di ruang kelas, aku tidak ndengar ada murid di kelasku yang mbicarakan tentang insiden penyerangan penjara San Sabaneta. Sepertinya hanya beberapa murid saja yang ngetahui tentang insiden penyerangan itu, entah reka ndapatkan informasi itu darimana. Tidak mungkin reka ngetahui itu dari surat kabar yang reka baca secara langsung karena surat kabar tidak beredar di kalangan murid di wilayah akademi. Namun aku tidak terlalu mikirkan tentang hal itu.

-

Siang harinya, pukul 12.00.

Karena waktu istirahat telah tiba, Noa dan yang lainnya pun ngajakku untuk makan siang.

"Rid, ayo makan," ucap Noa.

"Iya," ucapku.

Tetapi saat aku baru saja beranjak dari tempat dudukku untuk pergi ke kantin, saku pakaianku terlihat ngeluarkan sebuah cahaya. Sepertinya cahaya itu berasal dari kristal komunikasi yang aku bawa. Aku pun langsung ngambil kristal itu dari sakuku dan benar saja kalau kristal itulah yang ngeluarkan cahaya. Noa dan yang lainnya pun juga lihat ke kristal komunikasi yang sedang aku pegang.

"Sepertinya yang sedang nghubungimu itu adalah nona Karina, Rid. Karena beliau lah yang mberikan kristal komunikasi itu agar bisa nghubungimu," ucap Noa.

"Iya, aku pikir juga begitu. Maaf aku harus njawab panggilan ini dulu," ucapku.

"Baiklah, Rid," ucap Noa.

Aku lalu pergi sedikit njauh dari reka untuk njawab panggilan itu. Setelah berada cukup jauh, aku pun langsung njawab panggilan itu.

"Halo, nona Karina ?," tanyaku.

"Iya, ini aku. Apa kamu sekarang sedang ada di kantin, Rid ?," tanya nona Karina.

"Aku saat ini masih ada di ruang kelas, nona. mangnya ada apa ?," tanyaku.

"Bisakah kamu datang ke ruanganku sekarang ? Saat ini, Yang Mulia Ratu sedang berada di ruanganku," ucap nona Karina.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 306 : Insiden Penyerangan Penjara San Sabaneta part on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.