1 jam kemudian.
Raja Albert, Duchess Claret dan Duchess Harriet pun keluar dari gedung penjara San Sabaneta sambil mbawa Florian dan komandan prajurit Duke San Minerva yaitu komandan Marshall yang sudah tidak sadarkan diri. Sentara itu, bagian luar dari gedung penjara San Sabaneta terlihat ngalami kerusakan yang cukup parah di beberapa bagian. Lalu para prajurit kerajaan yang bertugas njaga bagian luar gedung penjara San Sabaneta pun juga sedang terbaring dengan kondisi yang ngenaskan. Ada dari reka yang anggota tubuhnya telah terpotong dan hancur. Lalu ada juga dari reka yang mpunyai lubang besar di badan reka, dari lubang besar itu terus keluar darah milik reka. Lalu sisanya, skipun anggota tubuh reka tidak terpotong atau hancur, reka terbaring dengan kondisi yang bersimbah darah. Belum diketahui apakah reka yang terbaring bersimbah darah masih hidup atau tidak. Belum diketahui juga bagaimana keadaan bangunan atau orang-orang yang berada di dalam gedung penjara San Sabaneta. Mungkin keadaannya lebih parah dari keadaan di luar gedung penjara San Sabaneta. Namun, yang jelas, baik keadaan di luar gedung ataupun keadaan di dalam gedung yang belum diketahui, semua itu adalah hasil dari perbuatan Raja Albert, Duchess Harriet dan Duchess Claret.
"Tugas kita sudah selesai, ayo kita bawa dua orang ini ke tempat tuan," ucap Raja Albert.
"Iya," ucap Duchess Claret dan Duchess Harriet.
reka bertiga saling berbicara dengan suara dan nada yang datar. Ketika reka hendak pergi sambil mbawa Florian dan komandan Marshall, tiba-tiba ada seseorang yang lesat dengan cepat ke arah reka. Setelah berhasil ndekati reka, orang itu pun langsung nyerang reka.
~Lightning Sword Art : Great Lightning Slash~
Orang itu pun nyerang reka dengan sebuah tebasan pedang, namun Raja Albert dengan cepat langsung respon serangan orang itu dan nahannya dengan pedang miliknya.
*BUMMMMM
Suara benturan yang hebat pun terdengar akibat pedang reka yang saling berbenturan. Debu asap pun muncul di sekitar tempat reka. Di dalam debu asap itu, Raja Albert dan orang yang nyerangnya itu terlihat masih beradu pedang.
"Saya tidak nyangka kalau kalian bertiga bisa muncul disini, padahal saat ini kalian bertiga sedang njadi buronan di kerajaan ini," ucap orang yang nyerang reka.
Orang yang nyerang reka itu adalah komandan Oliver. Sentara itu, Raja Albert terlihat hanya diam saja tanpa respon perkataan komandan Oliver. Setelah beberapa saat beradu pedang, reka berdua lalu mundur beberapa langkah ke belakang.
"Saya ndapatkan kabar kalau penjara San Sabaneta sedang diserang oleh beberapa orang, maka dari itu saya langsung bergegas nuju kesini. Saya tidak nyangka kalau kalian bertiga lah yang nyerang penjara San Sabaneta. Kalian bahkan sudah ngalahkan prajurit di luar dan nghancurkan beberapa bagian luar gedung penjara ini. Saya penasaran bagaimana keadaan di dalam gedung penjara ini namun sebelum saya riksa keadaan di dalam gedung penjara ini, saya akan ngalahkan kalian bertiga terlebih dahulu lalu mbawa kalian bertiga ke hadapan Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver sambil bersiap nyerang dengan pedangnya.
Raja Albert masih terdiam tanpa respon perkataan komandan Oliver. Sentara itu, Duchess Harriet yang sedang nggendong Florian berjalan ndekat ke arah Raja Albert.
"Ada pengganggu yang nghalangi kita untuk kembali ke tempat tuan. Apa yang akan kita lakukan sekarang ?," tanya Duchess Harriet.
"Kalian berdua pergi duluan saja, biar aku yang nahan pengganggu tersebut," ucap Raja Albert.
"Baiklah. Ayo kita pergi," ucap Duchess Harriet.
"Iya," ucap Duchess Claret sambil nggendong komandan Marshall.
Duchess Harriet dan Duchess Claret pun langsung lesat pergi ninggalkan gedung penjara San Sabaneta.
"Saya tidak akan mbiarkan kalian berdua pergi," ucap komandan Oliver.
Komandan Oliver lalu masang kuda-kuda untuk nyerang Duchess Harriet dan Duchess Claret.
~Lightning Sword Art : Lightning Speed Slash~
Komandan Oliver lalu lesat dengan cepat nuju ke arah Duchess Harriet dan Duchess Claret untuk nyerang reka berdua. Namun saat komandan Oliver hampir ndekati reka berdua, tiba-tiba Raja Albert muncul di samping komandan Oliver dan langsung nyerang komandan Oliver dengan pedangnya. Komandan Oliver respon serangan itu dengan cepat dan berhasil nahan serangan itu dengan pedangnya. Tetapi skipun komandan Oliver berhasil nahan serangan itu dengan pedangnya, komandan Oliver langsung terpental ketika pedang dari Raja Albert nyentuh pedangnya itu. Komandan Oliver pun terpental hingga nabrak dinding bagian luar gedung penjara San Sabaneta. Komandan Oliver hanya nabrak dinding bagian luar itu tanpa nghancurkannya karena komandan Oliver tidak terpental cukup kuat untuk bisa nghancurkan dindng itu. Setelah nabrak dinding itu, komandan Oliver pun lalu mulai berdiri kembali.
"Saya tidak nyangka kalau anda bisa ngimbangi kecepatan saya, Raja Albert. Saya mang tahu kalau anda itu orang yang kuat, tetapi skipun anda itu kuat, anda tidak pernah bisa ngimbangi kecepatan saya ketika kita berdua lakukan latih tanding. Sepertinya ada sesuatu yang berubah pada diri anda sejak anda pergi ninggalkan istana kerajaan secara diam-diam tanpa ngabari siapapun," ucap komandan Oliver.
Raja Albert masih terdiam tanpa respon perkataan komandan Oliver.
"Sejak tadi anda hanya diam saja dan tidak respon perkataan saya, Raja Albert. Sepertinya mang benar kalau ada yang berubah pada diri anda. Kalau begitu saya akan ncari tahunya sendiri," ucap komandan Oliver.
~Lightning Sword Art : Consecutive Lightning Speed Flash~
Komandan Oliver lalu lesat dengan cepat ke arah Raja Albert dan langsung nyerangnya dengan pedangnya. Namun Raja Albert dengan mudahnya berhasil nghindari serangan yang dilancarkan komandan Oliver. ski begitu, komandan Oliver kembali lesat dengan cepat ke arah Raja Albert yang baru saja nghindari serangannya. Namun Raja Albert juga kembali dapat nghindari serangan itu dengan mudah. Komandan Oliver terus lesat kembali ke arah Raja Albert dan beliau terus lakukan itu sampai akhirnya beliau berhasil lukai beberapa bagian tubuh dari Raja Albert dengan serangan beruntunnya itu.
Setelah berhasil lukai beberapa bagian tubuh dari Raja Albert, komandan Oliver lalu lancarkan serangan terakhir dari serangan beruntun tersebut. Serangan itu tepat ngenai kepala dari Raja Albert dan berhasil lukai wajahnya. Kacamata yang dia kenakan pun juga terpotong karena serangan itu. Kacamata yang dia kenakan itu adalah kacamata yang sama dengan yang dikenakan oleh Duke Remy. Kacamata itu lalu jatuh ke bawah dan hancur. Setelah kacamata itu terlepas dari matanya, terlihat Raja Albert miliki bola mata yang berwarna hitam pekat, sama seperti yang dimiliki oleh ras Iblis. Komandan Oliver yang sedang lihat kedua mata Raja Albert nampak sedikit terkejut.
"Saya tadi mang berkata kalau ada sesuatu yang berubah dengan anda, ngingat anda bisa ngimbangi kecepatan saya dan perilaku anda pun juga nampak aneh. Tetapi, saya tidak nyangka kalau anda telah berubah njadi iblis. Siapa yang telah rubah anda njadi iblis, Raja Albert ?!," tanya komandan Oliver dengan raut wajah yang nampak marah.
Raja Albert kembali hanya diam dan tidak respon perkataan dari komandan Oliver.
"Saya tidak tahu bagaimana reaksi dari Yang Mulia Ratu nanti begitu ngetahui kalau anda telah berubah njadi iblis. Sepertinya tidak hanya anda saja yang sudah berubah njadi iblis, nona Harriet dan nona Claret pastinya juga sudah berubah njadi iblis. lihat kalian bertiga yang sudah berubah njadi iblis, sepertinya dugaan kalau dalang utama yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia itu ternyata adalah benar. Kelihatannya baik Marquess Marcelo, tuan Darwin dan tuan Jas telah dijebak oleh dalang utama itu. Dalang utama itu njebak reka dengan mbuat reka bertiga lah yang njadi dalang utama dalam rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia,"
"Saya tidak bisa diam saja ketika lihat kalian bertiga ada disini. Kalian bertiga yang sudah berubah njadi iblis, pastinya miliki informasi tentang dalang utama rencana pembunuhan itu. Saya akan ngorek informasi itu setelah ngalahkan kalian. mang saat ini nona Harriet dan nona Claret telah berhasil larikan diri dari tempat ini, tetapi di jalur pelarian diri reka itu terdapat para bawahanku yang telah nunggu reka. Saya yakin reka bisabngalahkan nona Harriet dan nona Claret, sedangkan yang akan ngalahkan anda adalah saya sendiri, Raja Albert," ucap komandan Oliver.
Raja Albert hanya diam saja tanpa respon perkataan komandan Oliver. Setelah itu, komandan Oliver lalu bersiap untuk nyerang kembali.
~Lightning Sword Art : Great Lightning Thrust~
Komandan Oliver lancarkan serangan tusukan yang sangat dahsyat dari jarak jauh ke arah Raja Albert. Namun, Raja Albert berhasil nghindari serangan itu dengan mudah. Raja Albert lalu lesat ke arah komandan Oliver dengan cepat dan langsung nyerang komandan Oliver dengan pedangnya. Komandan Oliver pun dapat dengan mudah nghindari serangan itu dan mbiarkan serangan itu hanya nghantam jalan yang berada di depan gedung penjara San Sabaneta. Jalan itu pun langsung retak dan hancur setelah terkena serangan pedang dari Raja Albert. Terlihat tidak ada Mana atau energi sihir yang ngalir di pedang itu. Raja Albert hanya nggunakan kekuatan fisiknya ketika nyerang nggunakan pedang itu.
"Hanya dengan kekuatan fisiknya saja sudah bisa mberikan kerusakan seperti itu. Aku harus berhati-hati agar tidak terkena serangannya," pikir komandan Oliver.
Komandan Oliver lalu kembali nyerang Raja Albert dan Raja Albert pun juga kembali nyerang komandan Oliver. reka berdua pun saling beradu pedang dan serangan. reka beradu serangan cukup lama sampai ketika Raja Albert lancarkan sebuah serangan ke arah komandan Oliver, komandan Oliver milih untuk nghindari serangan itu dibandingkan nahannya dengan pedangnya.
~Lightning Magic : Lightning Movent - Threefold~
Komandan Oliver nghindari serangan itu dengan sangat cepat dan langsung nyerang Raja Albert sehingga berhasil lukainya.
"Dengan kecepatan ini, anda tidak akan bisa ngimbangi saya, Raja Albert," ucap komandan Oliver.
Raja Albert yang baru saja terkena serangan pun berusaha nyerang balik komandan Oliver, tetapi komandan Oliver kembali nghindari serangan itu dengan mudah. Setelah nghindari serangan itu, komandan Oliver pun langsung nusuk Raja Albert tepat di perut bagian kirinya. Tetapi tusukan yang dilakukan Raja Albert tidaklah dalam karena tidak berhasil nembus hingga ke belakang tubuhnya.
"Seperti yang diharapkan dari kulit iblis, kulit bagian dalam reka keras sekali. Sepertinya aku harus nambahkan sedikit Mana lagi pada pedangku agar bisa nembusnya," pikir komandan Oliver.
Setelah itu, Raja Albert pun berusaha nyerang komandan Oliver kembali, tetapi komandan Oliver kembali berhasil nghindari serangan itu dengan mudah. Komandan Oliver lalu kembali nyerang Raja Albert dan hal itu terjadi terus nerus selama beberapa nit ke depan.
Setelah terus nerus nyerang Raja Albert hingga berhasil mbuat tubuhnya penuh luka, Komandan Oliver pun berniat lancarkan serangan pamungkasnya.
"Mari kita akhiri ini, Raja Albert," ucap komandan Oliver.
~Lightning Sword Art : Lightning Strike Impact~
Komandan Oliver lalu nusuk Raja Albert tepat di tengah dadanya. Tusukan itu pun nembus tubuh Raja Albert hingga ke belakang dadanya. Tusukan itu juga mbuat tubuh Raja Albert terkena sengatan listrik yang berasal dari pedang milik komandan Oliver. Komandan Oliver terus nguatkan serangan yang dilancarkannya, sentara tubuh Raja Albert secara perlahan mulai hangus dan luka bakar pun mulai muncul di beberapa bagian tubuhnya. Setelah serangan yang dilancarkannya terasa sudah cukup, Komandan Oliver pun nghentikan serangannya itu dengan ncabut pedang yang nusuk dada Raja Albert. Raja Albert pun masih berdiri dengan banyak luka bakar pada tubuhnya. Beliau terlihat tidak bergerak sama sekali setelah terkena serangan itu. Setelah lihat Raja Albert sudah tidak bergerak lagi, komandan Oliver pun langsung naruh pedangnya di pinggangnya.
"Saya sudah ngatur agar serangan barusan tidak mbuat anda terbunuh karena Yang Mulia Ratu ingin agar anda dibawa hidup-hidup. Oleh karena itu, saya hanya mbuat anda tidak sadarkan diri saja. Karena anda sudah tidak sadarkan diri, tolong tunggulah sebentar disini. Saya ingin lihat keadaan di dalam terlebih dahulu," ucap komandan Oliver sambil lihat ke arah Raja Albert.
Setelah lihat ke arah Raja Albert yang sudah tidak sadarkan diri, komandan Oliver pun berbalik dan berjalan nuju pintu masuk gedung penjara San Sabaneta. Namun, baru beberapa langkah berjalan, komandan Oliver rasakan kalau Raja Albert masih bisa bergerak. Komandan Oliver dengan cepat langsung berbalik lagi untuk lihat Raja Albert. Namun saat beliau sudah berbalik, Raja Albert sudah berada tepat di depan matanya. Raja Albert lalu langsung mukul komandan Oliver tepat di perutnya dengan nggunakan tangan kanannya yang sudah dipenuhi aura sihir berwarna hitam. Komandan Oliver pun langsung ngeluarkan banyak darah dari mulutnya setelah terkenal pukulan itu. Beliau pun terpental ke arah pintu masuk gedung penjara San Sabaneta dan nghantam dinding-dinding yang berada di dalam gedung itu sampai hancur. Debu asap pun langsung nyelimuti bagian dalam gedung itu karena hancurnya tembok-tembok itu.
Sentara itu, setelah berhenti terpental akibat terkena pukulan dari Raja Albert, komandan Oliver pun mulai bangkit secara perlahan. Beliau bangkit sambil ngelap mulut dan dagunya yang terkena darah yang berasal dari mulutnya itu.
"Aku tidak nyangka kalau beliau masih bisa bergerak setelah terkena serangan itu, padahal aku sudah mperhitungkan serangan itu dan juga ketahanan tubuhnya yang sudah berubah njadi iblis. Sepertinya perhitunganku telah salah,"
"Lalu serangan yang dilancarkan oleh beliau itu benar-benar dahsyat. Satu serangan itu saja berhasil lukaiku hingga seperti ini. Sepertinya serangan itu nggunakan ~Dark Magic~, kalau begitu luka ini tidak akan dapat disembuhkan dengan sihir penyembuhan biasa," ucap komandan Oliver sambil gang lihat perutnya yang sedang terluka.
Komandan Oliver lalu ngibaskan pedangnya untuk nghilangkan debu asap yang nuhi bagian dalam gedung itu. Setelah debu asap itu hilang, terlihat banyak orang yang sudah terkapar dengan kondisi bersimbah darah di dalam gedung itu. Komandan Oliver yang lihat ke arah orang-orang itu nampak sedikit terkejut.
"Benar-benar kondisi yang mprihatinkan. Selain di luar gedung ini, reka bertiga juga mbantai orang-orang yang berada di dalam gedung ini. Aku akan minta reka bertanggung jawab karena lakukan hal ini," ucap komandan Oliver.
Komandan Oliver lalu kembali gang pedangnya dan langsung lesat nuju luar gedung penjara San Sabaneta. Namun ketika komandan Oliver sudah berada dekat dengan pintu masuk gedung itu, komandan Oliver terkejut ketika lihat Raja Albert tengah ngangkat pedangnya ke atas dengan nggunakan kedua tangannya. Di pedangnya itu, terlihat aura berwarna hitam yang sangat pekat.
"Sepertinya akan ada serangan berbahaya yang akan datang," ucap komandan Oliver.
Setelah itu, Raja Albert langsung ngayunkan pedang itu ke arah pintu masuk gedung penjara San Sabaneta, tempat komandan Oliver berada. Dari ayunan pedang itu, muncul sebuah tebasan ~Dark Magic~ yang sangat besar. Ukuran tebasan itu sama dengan ukuran gedung penjara San Sabaneta dari pintu masuk hingga atap gedung itu. Tebasan itu pun lesat dengan cepat ke arah gedung penjara San Sabaneta. Tebasan yang lesat dengan cepat itu pun berhasil ngenai gedung itu. Tebasan itu lalu nghancurkan dan mbelah gedung itu njadi dua bagian.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)